PENDAHULUAN
Focus Penelitian
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Definisi Istilah
Sistematika Pembahasan
KAJIAN KEPERPUSTAKAAN
Kajian Teoritik
Cara ngundhakake kecerdasan emosional bocah lumantar dolanan tradhisional cublak cublak suweng kelompok A ing Raudlotul Athfal Addimyathi Ambulu Jember. Apa kang dadi kendala penerapan dolanan tradhisional cublak cublak suweng marang siswa kelompok A Raudhatul Athfal Addimyathi. Asil asil ngundhakake kapinteran emosi bocah lumantar dolanan bubla bubla suweng siswa kelompok A.
Cara meningkatkan kecerdasan emosi anak melalui permainan tradisional cublak cublak suweng siswa kelompok A Raudhatul Athfal Addimyathi ambulu Jember tahun ajaran 2018/2019. Kepriye alanganing dolanan tradhisional cublak cublak suweng siswa kelompok A ing Raudhatul Athfal Addimyathi ambulu Jember taun ajaran 2018/2019. Cara ngundhakake kecerdasan emosional bocah lumantar game speaking karo siswa kelompok A ing Raudhatul Athfal Addimyathi.
Adhedhasar asile panliten kang bisa ningkatake kecerdasan emosional bocah lumantar dolanan tradhisional cublak cublak suweng siswa kelompok A ing Raudhatul Athfal Addimyathi kalebu RPPM lan RPPH. Apa kang dadi alangan sajrone ngleksanakake dolanan cublak cublak suweng ing siswa kelompok A ing Raudhatul Athfal Addimyathi.
METODE PENELITIAN
Lokasi Penelitian
Lokasi pendidikan sangat strategis dan nyaman untuk mengembangkan proses belajar mengajar anak usia dini. Selain karena lahan sekolah sangat luas, ruang bermain juga tergolong cukup menunjang suasana, jauh dari kebisingan kendaraan dan dekat dengan tempat ibadah.
Subyek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data yang benar dan sesuai pada lokasi yang akan diteliti, peneliti melalui beberapa tahapan. Dilihat dari sumber datanya, pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer dan sumber sekunder. Selanjutnya jika dilihat dari segi metode atau teknik pengumpulan data, teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara dokumenter dan kombinasi ketiganya atau triangulasi.
Peneliti dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi semi partisipatif, artinya peneliti melakukan penelitian terbuka untuk memperoleh data dari sumber informasi, namun ada kalanya peneliti juga tidak jujur atau terselubung dalam pengamatannya. Hal ini dilakukan untuk menghindari data. sedang dicari. Ini adalah data yang masih dijaga kerahasiaannya. Wawancara digunakan peneliti sebagai teknik pengumpulan data melalui percakapan atau tanya jawab dengan informan baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam hal ini peneliti menggunakan wawancara bentuk bebas (tidak terstruktur), artinya peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang terstruktur secara sistematis dan lengkap untuk mengumpulkan data.
Namun pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis besar permasalahan yang akan ditanyakan peneliti. Data yang peneliti harapkan dari subjek yaitu kepala sekolah, guru kelas A dan kepala yayasan Raudlatul Athfal Addimyathi Karanganyar Ambulu Jember dalam mengembangkan suasana religius siswa. Metode dokumenter adalah teknik pengumpulan data melalui catatan atau benda tertulis, gambar atau karya lain yang mendukung penelitian, karena tujuan teknik ini adalah membantu peneliti memahami dan membantu fenomena yang terjadi di tempat penelitian ketika melakukan interpretasi data.
Analisis Data
Identifikasi (unit) merupakan komponen kecil yang terdapat pada data yang mempunyai arti bila dikaitkan dengan fokus dan masalah penelitian. Dalam mereduksi data, peneliti harus menyeleksi dan memilih data yang diperlukan atau pertanyaan yang ingin diajukan kepada subjek, dan membuang data yang tidak diperlukan. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data dapat berupa uraian singkat, grafik, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya.
Cara yang paling umum digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah teks naratif. 18Afrizal, Metode Penelitian Kualitatif Suatu Upaya Mendukung Pemanfaatan Penelitian Kualitatif Dalam Berbagai Disiplin Keilmuan, (Jakarta: Rajawali Pres. Temuan dapat berupa deskripsi atau foto suatu objek yang sebelumnya masih kabur atau gelap sehingga setelah dilakukan penelitian menjadi lebih jelas 20.
Keabsahan Data
TAHAP-TAHAP PENELITIAN
Ketiga teknik tersebut merupakan cara untuk memperoleh data atau informasi yang benar-benar dapat dipertanggungjawabkan kaitannya dengan judul penelitian, yaitu: Meningkatkan kecerdasan emosional anak melalui permainan Cublak cublak suweng pada siswa Kelompok A Raudhatul Athfal Addimyathi Ambulu Jember Akademik 2018/2019 Tahun. Untuk merencanakan mendidik kecerdasan emosional anak melalui permainan cublak cublak suweng, saya memulainya dengan membagi kelompok dalam setiap pembelajaran. Selanjutnya permainan cublak cublak suweng sendiri diawali dengan pembagian pemain, siapa yang akan menjadi, dan seterusnya.
Addimyathi, permainan yang sangat beragam, salah satu yang diajarkan adalah permainan tradisional cublak cublak suweng. Hanya saja pada kegiatan pokoknya anak-anak dibagi menjadi tiga kelompok dengan kegiatan yang berbeda-beda, diantaranya kegiatan permainan cublak cublak suweng. Untuk mengetahui implementasi kecerdasan emosional anak melalui permainan cublak cublak suweng pada siswa kelompok A di Raudlotul Athfal Addimyathi, peneliti menggunakan observasi non partisipan untuk mengamati proses pembelajaran yang dilakukan oleh Ibu. Nita Dwi Wulandari.
Siswa dibagi menjadi tiga kelompok dengan kegiatan yang berbeda-beda, salah satunya adalah permainan cublak cublak suweng. Proses pembelajaran dengan permainan cublak cublak suweng sesuai dengan RPPH peneliti dapat melihat langkah-langkah pelaksanaannya. Selanjutnya khusus kelompok yang akan memainkan permainan cublak cublak suweng, Ibu Nita Dwi Wulandari membagi anak-anak yang akan bermain karena setiap permainan membutuhkan dua orang anak sebagai pemainnya.
Adhedhasar andharan ing ndhuwur, perencanaan pengembangan motorik halus lumantar dolanan cublak cublak suweng siswa kelompok A ing Raudhatul Athfal Addimyathi wis kaleksanan kanthi optimal. Adhedhasar teori kasebut, pambiji digunakake kanggo pambiji pasinaon ing Raudhatul Athfal, kalebu pamulangan kanthi dolanan cublak cublak suweng. Dene dolanan cublak cublak suweng menika kalebet salah satunggaling kagiyatan ingkang dipunparingaken siswa wonten ing kegiatan inti.
Pada kegiatan inti guru membagi siswa menjadi tiga kelompok dengan kegiatan yang berbeda-beda, salah satunya adalah bermain cublak cublak suweng. Dalam perkembangan perkembangan emosi anak di Raudhatul Athfal Addimyathi, indikator kemahiran menggunakan tangan kanan dan kiri dalam berbagai kegiatan adalah guru menugaskan memainkan permainan cublak cublak suweng. Dalam permainan cublak cublak suweng guru memulai dengan membagi pemain untuk bermain, memberikan petunjuk cara bermain dan sebagainya.
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
Penyajian Data dan Analisis
Dengan adanya RPPM dan RPPH terlihat jelas langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan guru selama pembelajaran di kelas, serta kecerdasan emosional anak melalui permainan cublak cublak suweng untuk siswa yang dilaksanakan oleh Ibu Nita Dwi Wulandari selaku guru kelompok A di Raudlotul Athfal ( RA) Addimyathi selain bertujuan untuk memperoleh kompetensi yang diharapkan, juga ingin siswa tidak bosan dalam pembelajaran karena yang diajarkan berasal dari latar belakang anak usia dini. Jadi khusus kelompok yang akan memainkan permainan cublak cublak suweng, saya membagi anak-anak yang akan bermain, misalnya Malvino, Ahsanu, Sania, Wafa, dan lain sebagainya. Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa untuk mengajarkan kecerdasan emosi anak melalui permainan cublak cublak suweng, guru melaksanakannya dengan cara membagi kelompok menjadi beberapa kelompok pada awal pembelajaran, dengan kegiatan yang berbeda-beda.
Dari hasil wawancara, observasi dan studi dokumen yang dilakukan peneliti, penerapan permainan cublak cublak suweng diawali dengan mengumpulkan anak-anak yang akan bermain, kemudian membaginya menjadi dua atau tiga kelompok. Dalam kelompok bermain cublak cublak suweng, saya terlebih dahulu membagi anak-anak ke dalam permainan secara bergiliran, setiap kali permainan ini dimainkan oleh 1 orang, sampai semua anak telah memainkannya. Khusus untuk anak-anak yang akan bermain cublak cublak suweng saya beritahu, siapa yang bermain terlebih dahulu, siapa yang bermain bersama kelompok, setiap permainan mengharuskan satu anak untuk bermain, sampai semua anak selesai bermain.
Dari penjelasan di atas terlihat bahwa kegiatan dasar berisi kegiatan yang berbeda-beda tiap kelompoknya, ada yang mewarnai, ada yang menulis, dan ada pula yang bermain cublak cublak suweng. Misalnya dalam kegiatan bermain cublak cublak suweng, ada anak yang tidak mau dipilih. Ibu Nita Dwi Wulandari juga menjelaskan bahwa “bermain cublak cublak suweng meliputi 3 aspek perkembangan yang dapat dinilai, antara lain aspek kognitif, aspek fisik motorik, dan aspek sosial emosional.42.
Apalagi khusus kelompok yang akan memainkan permainan cublak cublak suweng, guru membagi anak-anak yang akan bermain, karena diperlukan satu anak sebagai pemain tuntas. Teknik penilaian yang digunakan guru kelompok A dalam permainan cublak cublak suweng pada indikator keterampilan menggunakan tangan kanan dan kiri dalam berbagai kegiatan adalah observasi dan catatan anekdot. Penilaian adalah suatu proses pengolahan data yang mengamati, mencatat dan mendokumentasikan kemampuan anak dan bekerja untuk mengetahui tingkat kinerja perkembangan anak.46 Sedangkan teknik penilaian yang digunakan dalam pembelajaran melalui permainan cublak cublak suweng adalah dengan mengamati dan mencatat anekdot.
Dari pemaparan diatas diketahui hasil penelitian evaluasi peningkatan kecerdasan emosional anak melalui permainan cublak cublak suweng pada indikator penguasaan emosi anak dalam berbagai kegiatan dengan menggunakan format penilaian observasi dan catatan anekdot, dimana Aspek yang ditekankan dalam evaluasi ini adalah pengendalian emosi anak. Berdasarkan temuan tersebut dan dibahas dengan teori yang disampaikan oleh Ibu Nita, maka dapat dipahami bahwa hasil temuan penelitian sesuai dengan teori, karena pada praktiknya guru yang belajar dengan keluaran permainan cublak cublak suweng, konsekuensinya . peraturan dan cara bermain yang sudah berlaku. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa berdasarkan temuan yang diperoleh dan dibahas dengan berbagai teori dalam pelaksanaan pembelajaran melalui permainan cublak cublak suweng, hasil temuan penelitian menurut teori Bruner mengatakan bahwa dalam mantra cublak cublak suweng terdapat nilai kejujuran yang secara tidak disadari. terkandung di dalamnya.
Mengingat proses bermain Cubik Cubik Suwang sangat lama dan memakan waktu serta pemainnya masih anak-anak, maka disini diperlukan guru yang sabar dan peduli.
PENUTUP