• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menjelaskan Konsep Dari Membuat Naskah Pidato Dan Ceramah

N/A
N/A
Verick Lesly

Academic year: 2024

Membagikan "Menjelaskan Konsep Dari Membuat Naskah Pidato Dan Ceramah"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH BAHASA INDONESIA

Menjelaskan Konsep Dari Membuat Naskah Pidato Dan Ceramah

Disusun Oleh Kelompok 5

Howard Pratama (2055202054) Verick Lesly (2055202005)

Wendy (2055202004)

Fakultas Ilmu Komputer Program Studi Teknik Informatika Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

2022

(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena segala rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul Menjelaskan konsep dan membuat naskah pidato dan ceramah, Penyusunan Daftar Pustaka ini tepat pada waktunya.

Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dosen pada mata kuliah bahasa Indonesia. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang cara membuat naskah pidato dan ceramah.

Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada ibu Liga Febrina, M.Pd. selaku dosen pengampu Bahasa Indonesia yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan.

Kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan segala bentuk saran serta masukan bahkan kritik yang membangun dari berbagai pihak.

Pekanbaru, 29 November 2022

Penyusun

ii

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 1

1.3 Tujuan Penelitian ... 1

BAB II PEMBAHASAN ... 2

2.1 Pengertian Karangan Ilmiah ... 2

2.2 Ciri Karangan Ilmiah ... 3

2.3 Jenis Karangan Ilmiah ... 4

2.4 Struktur Karangan Ilmiah ... 6

2.5 Teknik Penulisan Daftar Rujukan ... 10

2.6 Teknik Penulisan Daftar Pustaka ... 11

2.7 Penulisan Abstrak dan Ringkasan Penelitian ... 12

BAB III PENUTUP ... 14

3.1 Kesimpulan ... 14

3.2 Saran ... 14

DAFTAR PUSTAKA 15

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bahasa adalah sebuah alat komunikasi. Tarigan (2008: 11) menjelaskan, bahwa komunikasi adalah rangkaian perbuatan komunikasi atau speech acts yang dipergunakan secara sistematis untuk menyelesaikan atau mencapai maksudmaksud tertentu. Artinya, komunikasi merupakan elemen penting bagi manusia sebagai makhluk sosial yang mendirikan hubungan mental dan emosional dengan anggota-anggota lainnya. Hal ini menjadi penting, karena tak dapat dipungkiri bahwa dalam kehidupan ini sebagai manusia normal kita tidak mungkin lari dari kenyataan bahwa dalam berinteraksi dengan sesama manusia harus menggunakan suatu bentuk atau cara yang disebut komunikasi, khususnya bahasa verbal atau lisan. Salah satu dari sekian banyak jenis keterampilan bahasa yang penting untuk dimiliki oleh setiap orang untuk berkomunikasi adalah keterampilan berbicara. Keterampilan berbicara pada dasarnya harus dimiliki oleh semua orang yang di dalam kegiatannya membutuhkan komunikasi, baik yang sifatnya satu arah maupun timbal balik.

Seseorang yang memiliki keterampilan berbicara yang baik, akan memiliki kemudahan di dalam pergaulan, baik di rumah, di kantor, maupun di tempat lain. Dengan keterampilan berbicara segala pesan yang disampaikan akan mudah dipahami sehingga komunikasi dapat berjalan lancar dengan siapa saja. 2 Salah satu ragam berbicara yang sering digunakan adalah pidato. Peranan pidato, ceramah, penyajian lisan kepada suatu kelompok massa merupakan suatu hal yang penting. Mereka yang mahir berbicara dengan mudah dapat mengusai massa, dan berhasil memaparkan gagasan mereka sehingga dapat diterima oleh orang lain. Pembicara yang baik memiliki keberanian, ketenangan sikap di depan massa, sanggup mengadakan reaksi yang cepat dan tepat, serta mampu menampilkan gagasan- gagasannya secara lancar dan teratur, serta memperlihatkan sikap dan gerak-gerik yang tidak canggung (Keraf, 2004: 358). Hal ini bermakna bahwa pembicara harus memahami betul bagaimana cara berbicara yang efektif sehingga orang lain (pendengar) dapat menangkap informasi yang disampaikan pembicara secara efektif pula.

(5)

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang dibuat dalam pembuatan makalah ini yaitu : 1. Apa teknik berpidato dan berceramah?

2. Apa cara pembuatan naskah pidato dan ceramah?

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun beberapa tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu : 1. Untuk mengetahui teknik berpidato dan berceramah

2. Untuk mengetahui cara pembuatan naskah pidato dan ceramah

(6)

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Teknik Berpidato Dan Berceramah

Sesuai dengan cara yang dilakukan waktu persiapan, pidato jenis ini bisa dibagi menjdi empat macam, yaitu;Impromptu , Manuskrip, Memoriter , Ekstempore

1.Impromtu.

Bila anda menghadiri sebuah acara kumpulan yang diadakan keluarga besar anda, ketika itu anda baru saja datang dari berpergian jauh ataupun anda baru saja menyelesaikan kuliah anda, maka biasanya tanpa terlebih dahulu memberi tahu kepada anda. Biasanya anda disuruh

menyampaikan pidato, pidato yang anda lakukan adalah pidato impromtu. Pidato seperti ini tidak didahului dengan persiapan yang panjang.

Bagi seorang juru pidato yang sudah berpengalaman, impromtu memiliki beberapa keuntungan, yaitu;

1.impromtu lebih dapat mengungkapkan perasaan pembicara yang sebenarnya, karena pembicara tidak terlebih dahulu memilkirkan pendapat yang disampaikan,

2.gagasan dan pendapatnya datang secara spontan, sehingga tampak segar dan hidup, 3.impromtu memungkinkan anda terus berpikir.

Disamping itu, impromtu memiliki kerugian yang dapat melenyapkan keuntungan-keuntungan di atas, lebih lebih bagi pembicara yang masih hijau, yaitu;

1.impromtu dapat menimbulkan kesimpulan yang mentah, karena dasar pengetahuan yang tidak memadai;

2.impromtu mengakibatkan penyampaian yang tersendat-sendatdan tidak lancar;

3.gagasan yang disampaikan bisa acak-acakan dan ngawur;

4.karena tidak ada persiapan kemungkina bisa demam panggung.

Impromtu sebaiknya dihindari, tetapi apabila terpaksa hal-hal berikut dapat dijakan pegangan 1.pikirkanlah telebih dahulu teknik permulaan pidato yang baik. Misalnya: cerita, hubungan

(7)

dengan pidato yang sebelumnya, bandingkan, ilusrasi.

2.Tentukan sistem organisasi pesan. Misalnya; susunan kronologis, teknik (pemecahan soal), kerangka sosial ekonomi-politik, hubungan teori dan praktek.

3.Pikirkan teknik menutup pidato yang mengesankan. Kesukaran menutup pidato biasanya merepotkan pembicara impromtu.

2.Manuskrip.

Ini biasa disebut juga pidato dengan naskah. Juru pidato membacakan naskah pidato dari awal samapi akhir. Manuskrip diperlukan oleh tokoh nasional, sebab kesalahan kata saja dapat menimbulkan kekacauan dan berakibat jelek bagi pembicara. Manuskrip juga juga dilakukan oleh ilmuan yang melaporkan hasil penelitiannya dalam pertemuan ilmiah.

Pidato manuskrip tentu saja bukan jenis pidato yang baik walaupun memiliki keuntungan- untungan sebagai berikut;

1.kata-kata dipilih sebaik-baiknya sehingga dapat menyampaikan arti yang tepat dan pernyataan yang gamblang;

2.pernyataan dapat dihemat, karena manuskrip dapat disusun kembali;

3.kepasihan bicara dapat dicapai, karena kata-kata sudah disiapkan;

4.hal-hal yang ngawur atau menyimpang dapat dihindari;

5.manuskrip dapat diterbitkan atau diperbanyak.

Ditinjau dai proses komunikasi kerugiannya cukup berat, yaitu;

1.komunikasi pendengar akan berkurang karena pembicara tidak langsiung berbicara kepada mereka

2.pembicara tidak tidak dapat melihat pendengar dengan baik sehingga akan kehilangan gerak dan bersikap kaku

3.umpan balik dari pendengar tidak dapat mengubah, memperpendek, atau memperpanjang pesan

4.pembuatannya lebih lama dan hanya menyiapakan garis-garis besarnya

untuk mengurangi kekurangan-kekurangan diatas, beberapa petunjuk dapat diterapkan dalam penyusunan dan penyampaian manuskrip:

(8)

1.susunlah terlebih dahulu garis-garis besarnya dan siapkan bahan-bahannya

2.tulislah manuskrip seakan-akan anda berbicara. Gunakan gaya percakapan yang lebih informal dan langsung

3.baca naskah itu berkali-kali sambil membayangkan pendengar

4.siapkan manuskrip dengan ketikan besar, tida spasi dan batas pinggir yang luas 3.Memoriter.

Pesan pidato ditulis kemudian dinggat kata demi kata. Seperti manuskrip, memoriter

memungkinkan ungkapan yang tepat, organisasi yang berencana, pemilihan bahasa yang teliti, gerak dan isyarat yang diintegrasikan dengan uraian. Tetapi karena pesan sudah tetap, maka tidak terjalin saling hubungan antara pesan dengan pendengar, kurang langsung, memerlukan banyak waktu dan persiapan, kurang spontan, perhatian beralih kepada kata-kata kepada usaha mengingat-ingat. Bahaya terbesar bila timbul satu kata atau lebih hilang dari ingatan.

Ekstempore adalah jenis pidato yang paling baik dan yang paling sering dilakukan oleh juru pidato yang mahir9. Pidato sudah dipersiapkan sebelumnya berupa (out line) garis besarnya dan pokok-pokok penunjang pembahasan. Tetapi pembicara tidak berusaha mengingatnya kata demi kata. Out line itu hanya pedoman untuk mengatur gagasan yang ada dalam pikiran kita.

Keuntungan ekstempore adalah komunikasi pendengar dengan pembicara lebih baik karena langsung kepada halayak, pesan dapat pleksibel untuk diubah sesuai dengan kebutuhan dan penyajiannya lebih spontan.

Bagi pembicara yang belum ahli, kerugian-kerugian yang dapat tinbul;

1.persiapan kurang baik bila terburu-buru 2.pemilihan bahasa yang jelek

3.kepasihan yang terhambat karena kesukaran memilih kata dengan segera 4.kemungkina menyimpang dari out line

5.tidak dapat dijadikan penerbitan 4 . Ekstemporen

Dengan teknik ini, pembicara akan menuliskan pokok-pokok pidatonya saja secara urut di selembar kertas yang berfungsi sebagai penuntun saat berpidato nanti. Ketika berpidato, ia akan membawa kertas penuntun itu dan menyampaikan pidato yang telah berkembang di dalam

(9)

otaknya. Dengan begitu, pembicara tidak akan terkesan kaku, sehingga bisa memandang para pendengar. Namun, bagi beberapa pembicara, teknik ini mengekang pergerakan tubuh mereka, karena keharusan untuk melihat ke kertas penuntun yang dipegang.

Teknik Ceramah :

1.Impromptu, yakni metode ceramah tanpa persiapan. Biasanya penceramah yang melakukan metode ini sudah memiliki jam terbang berceramah yang cukup tinggi.

2.Menghafal, yakni dilakukan dengan persiapan, kemudian menghafalnya 3.Membaca naskah, yakni melakukan ceramah dengan naskah lengkap.

4.Ekstemporan, yakni metode ceramah yang menuliskan pokok-pokok pikiran sebagai catatan pengingat.

2.2 Cara Pembuatan Naskah Pidato Dan Ceramah Cara pembuatan naskah pidato sebagai berikut : 1.Menentukan Topik

Langkah pertama membuat naskah pidato yang menarik adalah menentukan topik, dalam menentukanlah topik ini sangat membantu sang orator untuk menguasai materi, mencari materi pendukung, menambah ilustrasi, dan menyertakan bukti-bukti sebagai penguat alasan.

2.Menentukan Tema

Selanjutnya, sopik yang dibuat sebaiknya dipersempit sehingga tema pembicaraan tidak meluas.

Hal itu nantinya akan memberikan efek lebih rinci dan bahasan yang sangat mendalam. Apalagi jikalau dalam agenda formal dalam perayaan tertentu. Membuat naskah haruslah disesuaikan dengan tema acaranya.

3.Menetapkan Tujuan

Seperti sudah diketahui tentang tujuan pidato di atas, tentukanlah tujuan pidato. Apakah bertujuan informatif, persuasif, atau rekreatif. Dalam hal ini maka untuk proses menetapkan

(10)

topik dan tujuan sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan orator dan mempunyai manfaat bagi audiens.

4.Mengumpulkan Bahan-Bahan

Bahan-bahan untuk membuat naskah pidato bisa didapatkan berdasarkan pengalaman pribadi, hasil observasi, penelitian, referensi dari buku, artikel di surat kabar, majalah, tabloid, internet, dan sebagainya.

Menyusun kerangka pidato pada dasarnya terdiri terdiri dari pembukaan, isi, dan penutup. Ketiga hal tersebut tak boleh ditinggalkan dalam menuyusun dan menuliskan tentang naskah pidato yang baik dan mudah dipahami oleh pembaca.

5.Menyusun Naskah Pidato

Dalam tahapan ini buatlah naskah pidato sedalam mungkin berdasarkan referensi yang telah dikumpulkan sebelumnya. Maka setidaknya tulislah pembahasannya secara sistematis atau runtun penjelasannya sehingga pendengar agar mudah untuk memahaminya.

6.Menyunting Naskah Pidato

Naskah pidato yang sudah selesai dibuat oleh seseorang agar baik maha harus disunting.

Disunting dilakukan untuk membenarkan kalimat, jikalau terdapat bahasa yang kalimatnya berkonotasi buruk atau kasar dapat dibuang, kalimat yang tidak cocok atau kurang komunikatif dapat diperbaiki.

Cara Menyusun Naskah Ceramah : 1. Menentukan Topik

Langkah pertama yang perlu dilakukan saat akan menyusun teks ceramah ialah menentukan topik. Ada beberapa topik yang dapat dijadikan bahan ceramah, seperti:

a. Pengalaman pribadi.

b. Hobi dan keterampilan.

c. Pengalaman dalam pekerjaan.

d. Pelajaran sekolah atau kuliah.

(11)

e. Pendapat pribadi tentu sesuatu.

f. Peristiwa hangat dan jadi pembicaraan publik.

g. Masalah keagamaan.

h. Problem pribadi yang tak kunjung selesai.

i. Biografi tokoh terkenal.

2. Merumuskan Tujuan Ceramah

Ada dua macam tujuan, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus.

-Tujuan umum

Tujuan umum dalam ceramah biasanya dirumuskan dalam tiga hal, yaitu memberitahukan (informatif), memengaruhi (persuasif), dan menghibur (rekreatif).

1. Ceramah informatif

Ceramah informatif ditujukan untuk menambah pengetahuan pendengar. Misalnya, ceramah tentang peranan para pelajar pada masa perang kemerdekaan, posisi Indonesia di kancah internasional.

2. Ceramah persuasif

Ceramah persuasif ditujukan agar pendengar memercayai, menyetujui, atau bahkan mengikuti ajakan pembicara. Misalnya, ceramah tentang cara-cara hidup sehat dan menjaga kesehatan lingkungan.

3. Ceramah rekreatif

Ceramah rekreatif ditujukan agar pendengar merasa terhibur. Karena itu, ceramah ini banyak diwarnai oleh humor, anekdot, atau guyonan-guyonan yang memancing tawa pendengar.

-Tujuan khusus

(12)

Tujuan khusus dalam ceramah ialah tujuan yang merupakan perincian dari tujuan umum. Tujuan umum lebih informasional, lebih jelas, dan terukur dalam pencapaiannya. Berikut contoh

hubungan topik, tujuan umum, dan tujuan khusus.

Topik: Keragaman budaya daerah

Tujuan umum: Informatif (memberi tahu) Tujuan khusus:

Pendengar mengetahui bahwa;

1. Setiap daerah memiliki budaya yang khas.

2. Dalam budaya daerah terdapat nilai-nilai kehidupan yang bisa kita petik.

Topik: Manfaat penghijauan

Tujuan umum: Persuasif (mengajak) Tujuan khusus:

1. Pendengar memperoleh keyakinan tentang manfaat penghijauan.

2. Pendengar mau mengikuti program penghijauan dengan baik.

3. Menyusun Kerangka Ceramah

Kerangka ceramah merupakan rencana yang memuat garis-garis besar materi yang akan diceramahkan. Kerangka ceramah bermanfaat dalam memudahkan penyusunan karangan.

Dengan begitu, karangan menjadi lebih sistematis dan teratur, menghindari timbulnya pengulangan pembahasan, serta membantu pengumpulan data dan sumber-sumber yang diperlukan.

Kerangka ceramah yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

a. Ceramah meliputi tiga bagian pokok, yaitu pengantar, isi, dan penutup.

b. Maksud dari ceramah diungkapkan dengan jelas.

(13)

c. Setiap bagian dalam kerangka ceramah hanya memiliki satu gagasan.

d. Bagian-bagian dalam kerangka ceramah harus tersusun secara logis.

4. Menyusun Ceramah Berdasarkan Kerangka

Langkah berikutnya adalah mengembangkan kerangka menjadi naskah ceramah yang utuh dan lengkap. Namun, untuk diingat, bahwa perlu dilakukan pemahaman dan pengahayatan terhadap bahan-bahan yang ada, dengan jalan:

a. Mengkaji bahan secara kritis.

b. Meninjau kelayakan bahan dengan khalayak (audiens).

c. Meninjau bahan yang kemungkinan menimbulkan pro dan kontra.

d. Menyusun sistematika bahan ceramah.

e. Menguasai bahan ceramah berdasarkan jalan pikiran yang logis.

(14)

BAB III

PENUTUP 3.1 Kesimpulan

Pidato merupakan kegiatan berbicara atau berorasi untuk menyatakan pendapat di depan umum. Adapun tujuan dalam berpidato ialah untuk memberi pemahaman dan informasi kepada orang lain, serta fungsinya untuk mempermudah komunikasi. Dalam praktiknya pidato disampaikan oleh sseorang pimpinan pada khalayak ramai.Dalam berpidato ada tata caranya mulai diawali dengan pembukaan, penyampaian isi dan penutup serta bagaimana kita bersikap dan berbicara yang baik di muka umum.

3.2 Saran

Dengan memahami konsep serta aturan berpidato maka kita akan menjadi terampil

berpidato. Metode yang dapat kita gunakan untuk berpidato diantaranya Impromptu (serta merta), Manuskrip, Memoriter dan Ekstemporan

(15)

DAFTAR PUSTAKA

https://kumparan.com/berita-update/4-teknik-pidato-untuk-memikat-pendengar- 1vKp9zfWPmk/full

https://brainly.co.id/tugas/34718398

https://www.pinhome.id/blog/6-langkah-menyusun-naskah-pidato-dengan-mudah/

https://www.bola.com/ragam/read/4709071/cara-membuat-teks-ceramah-yang-baik-dan-benar https://pidato.net/1039_makalah-teknik-ber

Referensi

Dokumen terkait