• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mereka tidak merubahnya sendiri”(QS.Arroad:11)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Mereka tidak merubahnya sendiri”(QS.Arroad:11) "

Copied!
115
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Tiada sesiapa pun yang berkuasa ke atas dirinya atau menentang pilihannya, dengan syarat orang yang dipilihnya itu tergolong dalam kufu (jodoh) dengannya dan maharnya tidak kurang daripada mahar mitsil, tetapi jika dia memilih lelaki yang tidak sama jika. kufu seperti dia, walinya boleh menentangnya dan meminta qadhi membatalkan akad nikahnya. Jika perempuan itu mengahwini lelaki lain dengan mahar kurang daripada mahar mitsil, qadhi boleh diminta membatalkan akad sekiranya mahar mitsil tidak ditunaikan oleh suaminya.

Fokus Penelitian

Berdasarkan penjelasan tersebut berkaitan dengan “Perwalian Nikah Bagi Janda Di Bawah Umur Dalam Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus Pada KUA Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah)”. Kondisi ini berdampak pada penggunaan gengsi hukum dalam rangka status wali perkawinan bagi janda di bawah umur.

Rumusan Masalah

Hal ini tentunya harus dikaji dalam kaitannya dengan kondisi sosio-politik dan sosio-historis yang melingkupi kehidupan Imam Syafi'i. Adapun yang menjadi fokus penelitian adalah kedudukan wali nikah bagi janda di bawah umur di Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah.

Tujuan Penelitian

Janda yang belum dewasa dianggap belum mampu menentukan dan memutuskan calon suami yang baik. Jika ingin mengetahui gambaran hukum Islam tentang kedudukan wali suami-istri bagi janda di bawah umur di KUA Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah.

Manfaat Penelitian

Penelitian Terdahulu Yang Relevan

Sedangkan penulis akan melakukan penelitian terkait wali nikah bagi janda dalam perspektif hukum Islam (Studi Kasus di KUA Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah). 19 Abdul Gufron, Analisis Pendapat Imam Syafi’i Tentang Wali Nikah Bagi Janda Di Bawah Umur, (Skripsi, Untuk Memperoleh Sarjana Hukum Islam), Semarang: Perpustakaan Perpustakaan IAIN Walisongo Semarang, 2010.

LANDASAN TEORITIK

Wali Nikah

  • Pengertian Wali Nikah
  • Dasar Hukum Wali Nikah
  • Macam-Macam Wali Nikah
  • Syarat Menjadi Wali Nikah
  • Eksistensi Wali Nikah dalam Pernikahan

Menurut Syarifuddin, wali dalam suatu perkawinan adalah seseorang yang bertindak atas nama mempelai wanita dalam akad nikah. Artinya: “Wanita mana saja yang mengawininya tanpa izin walinya, maka perkawinannya batal dan jika laki-laki itu menyetubuhinya, maka dia berhak mendapat mahar sebagai imbalan atas persetubuhan yang dilakukan laki-laki itu dengannya, dan jika walinya yang melakukan hal tersebut. tidak mereka sepakat untuk mengawininya, maka sultan adalah wali dari wanita yang tidak mempunyai wali. Wali hakim adalah wali hakim yang sah (panitera pengadilan atau petugas KUA atau PPN) atau pejabat pemerintah.

Jika seorang laki-laki datang meminang seorang perempuan yang telah baligh dan ia menerimanya, namun pada saat itu tidak ada walinya yang hadir, maka misalnya karena tidak kelihatan padahal tempatnya dekat, dalam hal ini walinya. hakim berhak membuat akad nikah, kecuali pihak perempuan dan laki-laki yang hendak menikah bersedia menunggu kedatangan wali gaibnya. Namun, jika perempuan dan laki-laki tidak mau menunggu, tidak ada alasan untuk membuat mereka menunggu. Status wali adalah syarat sahnya suatu perkawinan khusus bagi anak kecil, baik perempuan maupun laki-laki, perempuan atau laki-laki gila, sekalipun sudah dewasa.

Pendapat lain mengatakan syarat wali itu sunah, bukan fardhu, karena mereka berpendapat bahwa antara seorang laki-laki dan seorang perempuan terdapat warisan yang perkawinannya dilangsungkan tanpa menggunakan wali, juga seorang perempuan terhormat dapat mewakili laki-laki untuk menjadi wali. menikah dengannya. Namun jika dia memilih suami yang tidak sejajar dengannya, maka walinya boleh menentangnya dan meminta kadhi untuk membatalkan akad nikah.

Kedudukan Wali Nikah dalam Hukum Islam

  • Kedudukan Wali Nikah Menurut Mazhab Fiqih
  • Kedudukan Wali Nikah dalam Perbandingan Hukum Islam
  • Wali Nikah dalam Kompilasi Hukum Islam
  • Wali Nikah dalam UU No.7 Tahun 1974

Artinya : “ Golongan Hanafiyah berpendapat bahwa tidak ada wali kecuali wali yang mujbir, karena yang dimaksud dengan wali di sini adalah memutuskan pendapat orang lain, apakah ia bersedia atau tidak, maka tidak ada wali bagi mereka kecuali mujbir. wali yang dapat memutuskan akad dan khusus bagi wali mujbir untuk secara mutlak memaksa gadis-gadis muda, laki-laki dan perempuan yang majnun (gila) meskipun mereka telah dewasa.” Apabila perempuan tersebut menikah dengan laki-laki lain yang maharnya kurang dari mahar mitsil, maka qadhi dapat diminta untuk membatalkan akad jika mahar mitsil tidak dipenuhi oleh suaminya. Pendapat lain mengatakan bahwa syarat perwalian itu sunah, bukan fardu, karena mereka mengklaim adanya warisan antara suami dan istri jika perkawinan itu dilangsungkan tanpa menggunakan wali, juga bahwa seorang wanita terhormat dapat mewakili seorang laki-laki untuk dinikahi katakanlah dengan dia.

Pasal 20 KHI mengatur bahwa yang bertindak sebagai wali perkawinan haruslah laki-laki yang memenuhi syarat-syarat hukum Islam, yaitu Islam, aqil, dan baligh. Pertama, sekelompok kerabat laki-laki lurus ke atas, yaitu ayah, kakek dari pihak ayah, dan seterusnya. Kedua, kelompok kerabat saudara kandung atau pihak ayah serta keturunan laki-lakinya.

Ketiga, kelompok keluarga paman, yaitu saudara kandung, ayah tiri, dan keturunan laki-laki dari pihak ayah. Keempat, kelompok saudara kandung kakek, saudara tiri kakek, dan keturunan laki-lakinya.

Janda di Bawah Umur

  • Pengertian Janda

Mengenai hukum perkawinan di Indonesia menganut prinsip bahwa wali perkawinan merupakan rukun perkawinan yang wajib dipenuhi, maka setiap perkawinan yang dilakukan oleh seseorang harus menggunakan wali dengan urutan kedudukan wali yang benar dalam hukum Islam. Apabila perkawinan itu tidak menggunakan wali atau tidak menggunakan wali sesuai dengan urutan kedudukan yang telah ditetapkan secara benar dalam hukum Islam, maka perkawinan itu cacat hukum dan termasuk dalam perkawinan palsu atau putus. Oleh karena itu, barangsiapa mengetahui adanya cacat hukum dalam perkawinan tersebut, hendaknya segera memberitahukan kepada para pihak yang terlibat dalam perkawinan tersebut, agar perkawinan tersebut dapat diupayakan pembatalannya di Pengadilan Agama.

Hal ini penting diterapkan agar hukum Islam tetap responsif terhadap keadaan demi terciptanya ketertiban dalam masyarakat. Suami atau istri pergi dan meninggalkan pasangannya selama 2 tahun berturut-turut tanpa alasan yang kuat dan tanpa kabar. Dalam keluarga sering terjadi pertengkaran atau konflik yang tidak ada habisnya dan tidak terselesaikan, sehingga hal ini berdampak negatif pada keluarga.

Seorang wanita juga bisa menjadi janda jika suaminya pergi dan tidak kembali dan tidak diketahui apa yang menimpanya, apakah dia masih hidup atau sudah meninggal. Apabila suaminya dikabarkan telah meninggal dunia, maka perempuan tersebut dapat menjadi janda apabila yang melaporkan meninggalnya suaminya tersebut adalah orang yang bertakwa atau orang yang berakhlak baik dan tidak pernah melakukan dosa besar.

METODOLOGI PENELITIAN

  • Jenis Penelitian
  • Sifat Penelitian
  • Sumber Data Penelitian
  • Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data
  • Pendekatan

Tujuan kajian adalah permasalahan wali nikah bagi janda di bawah umur dan dampaknya. Penulis akan mengkaji lebih lanjut data deskriptif yang diperoleh melalui wawancara dengan Kepala KUA Trimurjo dan PPN Trimurjo mengenai wali nikah bagi janda di bawah umur di Kantor Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah. Peneliti akan mengkaji lebih lanjut data deskriptif yang diperoleh melalui wawancara kepada Kepala KUA Trimurjo dan PPN Trimurjo mengenai wali nikah bagi janda di bawah umur di Kantor Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah.

Dalam analisis ini penulis akan menguraikan tentang wali nikah bagi janda di bawah umur dan dampaknya, serta menganalisis isi Undang-undang No. Kedudukan wali nikah bagi janda di bawah umur dalam perkawinan di KUA Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah Pernikahan di KUA Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah. Dampak yang ditimbulkan jika janda di bawah umur menikah tanpa wali nikah Pendapat Imam Syafii sangat penting bagi realitas kehidupan saat ini.

Revisi Hukum Islam Tentang Kedudukan Wali Nikah Bagi Janda Di Bawah Umur Di Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah. Kesimpulan terpenting dari penelitian ini adalah wali nikah bagi janda di bawah umur yang akan menikah.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Temuan Umum

  • Profil Kecamatan Trimurjo
  • Profil KUA Kecamatan Trimurjo

34;Tri" diambil dari nama dam atau bendungan di bedeng yang mempunyai tiga cabang, menuju kota Metro, menuju kota Gajah dan menuju Bantul. Kecamatan Trimurjo merupakan tempat tujuan transmigrasi pertama pada zaman Belanda. Oleh karena itu istilahnya Raya Simbarwaringin, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, didirikanlah Biro Agama (KUA) Trimurjo pada tahun 1957 hingga sekarang.Pada masa berdirinya KUA Trimurjo, Kepala Biro Agama (KUA) Trimurjo telah 17 kali berganti Kepala Biro Agama Trimurjo kini dipimpin oleh Bapak H. 4Wawancara Kepala Biro Agama Trimurjo bersama Bapak Yunizar pada hari Rabu tanggal 8 Maret 2018 pukul.

5Percakapan Kepala Kantor Agama Trimura dengan Bpk. Yunizar pada hari Rabu tanggal 8 Maret 2018 pukul Luas wilayah kecamatan Trimurjo seluas 5.782,60 ha, terdiri dari 11 desa dan 3 desa, yang jumlah penduduknya menurut agama adalah sebagai berikut. Di Desa Simbar Waringin, Kecamatan Trimurjo, petugas PPN di wilayah tersebut menemukan beberapa kasus pasangan suami istri yang menikah dengan seorang perempuan berstatus janda di bawah umur, telah memiliki anak perempuan berusia satu tahun yang dipaksa menikah oleh ayah kandungnya. ayah yang menjadi wali sah 10.

Di Kecamatan Trimurjo, terdapat sekitar 5 orang janda asal dua desa Simbarwaringin dan Adipuro, seorang tokoh agama yang pernah menikah dengan seorang janda di bawah umur. Sedangkan jika kita melihat para tokoh agama di dua desa yaitu Simbarwaringin dan Adipuro yang pernah menikah dengan seorang janda di bawah umur yang wali suami-istrinya berjumlah sekitar 3 orang tokoh agama, bisa juga disebut Ustad atau Kyai di desa tersebut.

Temuan Khusus

  • Kedudukan Wali Nikah bagi Janda di Bawah Umur dalam
  • Tinjauan Hukum Islam terhadap Kedudukan Wali Nikah

Tidak adanya upaya penguatan perkawinan orang tua dalam pengangkatan wali nikah, sehingga banyak tokoh agama di masyarakat yang menjadi wali nikah bagi janda di bawah umur, sehingga pada saat hendak melangsungkan akad nikah, KUA di Kecamatan Trimurjo tidak pernah menyelesaikan verifikasi data. . Ketika masyarakat mengetahui bahwa janda di bawah umur dan tokoh agama adalah wali nikah, maka masyarakat memperbolehkan hal tersebut karena mereka yakin bahwa orang beragama dapat menjadi wali nikahnya. Begitu pula jika masyarakat mengetahui ada anak perempuan janda yang masih di bawah umur dan akan menikah, maka masyarakat diam saja, yang akan menikah adalah wali hakim16.

Pengakuan terhadap anak perempuan seorang janda yang masih di bawah umur dapat pula dilakukan pada saat dilangsungkannya perkawinan orang tuanya yang dituangkan dalam akta perkawinan sebagaimana diatur dalam Pasal 281 ayat (2). Pengakuan terhadap anak perempuan seorang janda yang belum dewasa dapat dilakukan dengan akta otentik seperti akta notaris sebagaimana diatur dalam Pasal 281 ayat (1) KUHPerdata. Mengabaikan keluarga dalam urusan perkawinan bukan saja bertentangan, namun juga terasa risih dan tidak biasa.Dalam hubungannya dengan wali nikah janda di bawah umur, Imamal-Syafi'i.

Dengan kata lain mengenai janda di bawah umur, menurut Imam Malik dan Abu Hanifah bahwa janda di bawah umur dapat dipaksa oleh bapaknya (wali nikah) untuk menikah. Ketika masyarakat mengetahui bahwa janda di bawah umur dan tokoh agama adalah wali nikah, maka masyarakat memperbolehkannya, karena menurut mereka tokoh agama bisa menjadi wali. Seseorang yang ingin menikah dengan janda di bawah umur, khususnya perempuan, perlu mengetahui siapa yang berhak menjadi walinya, agar perkawinannya menjadi sah.

Bagi masyarakat khususnya wali dari janda di bawah umur agar mengetahui apa akibat hukumnya jika menikah.

Referensi

Dokumen terkait

Untuk optimasi waktu percepatan proyek dan tambahan biaya proyek dengan lembur tukang menggunakan metode Algoritma genetika, dikarenakan durasi percepatan mempunyai

Langkah analisis data yang akan dilakukan dalam penelitian adalah mengumpulkan data terlebih dahulu setelah data terkumpul, langkah selanjutnya adalah membandingkan sarana dan prasarana