Buku ini disusun dalam bentuk buku referensi yang berupaya menjawab apa, bagaimana dan mengapa dengan desain penelitian kualitatif. Bagian terakhir buku ini dilengkapi dengan contoh proposal penelitian kualitatif sederhana dan laporan penelitian yang sistematis. Selain itu, pihak penerbit yang telah menyetujui penerbitan buku ini mengucapkan terima kasih dan penghargaan.
PENDAHULUAN
Konseptualisasi Kegiatan Penelitian
Melalui tahapan-tahapan tersebut akan diperoleh jawaban-jawaban yang menjadi tujuan penelitian melalui metode ilmiah yang berpedoman pada logika sehingga hasil yang diperoleh dapat diterima secara ilmiah dan logis (masuk akal). Jenis penelitian ini lahir sebagai suatu pendekatan penelitian yang dapat dianalogikan dengan pisau pengupas, yang digunakan untuk memotong bahan sesuai dengan sifat-sifatnya, misalnya kita mengenal pisau pengiris daging, pengupas buah atau pemotong kue, yang memiliki beberapa kegunaan. berdasarkan kegunaannya. Demikian pula dalam berbagai jenis penelitian, diperlukan penguasaan yang baik terhadap berbagai jenis penelitian tersebut agar dapat digunakan dengan benar.
Urgensi Kegiatan Penelitian
Dunia fenomenal adalah apa yang kita rasakan dan lihat dengan panca indera dan mudah dijelajahi karena sifatnya yang rasional. Sedangkan dunia noumena tidak dapat didekati secara empiris karena tidak bersifat fisik (alami) atau empiris. Lebih lanjut Kant menyimpulkan bahwa kebanyakan orang tidak memikirkan secara mendalam tentang dunia noumena dan selalu menghindari dunia fenomena belaka.
Penelitian Kualitatif Di antara Rancangan Penelitian Lainnya
Jadi penelitian kualitatif berusaha memahami, memperdalam dan menembus suatu fenomena. Perlu diketahui bahwa penelitian kualitatif tidak melarang penggunaan angka di dalamnya, sepanjang angka tersebut masih dalam batas wajar. Deskripsi rinci (deskripsi catatan) merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk memahami dan menafsirkan subjek serta “memberikan” seluruh gejala yang terlihat serta menafsirkan apa yang tersembunyi di balik gejala (noumena).
ANALISIS DATA DALAM RANCANGAN PENELITIAN KUALITATIF
Pertanyaan, Tujuan, Maupun Fokus Penelitian Dalam penelitian kualitatif sering kita jumpai
Faktanya, fokus penelitian mengandung makna motif penelitian, oleh karena itu fokus tersebut mengandung makna empiris (fenomena) dan teoritis. Secara umum fokus inkuiri dirumuskan dalam kalimat interogatif yang bentuknya jelas, pendek, tajam, dan tidak memihak makna. Namun tidak jarang hal tersebut diungkapkan dalam bentuk 'fokus utama dan beberapa sub-fokus', khususnya dalam penelitian pendidikan kualitatif.
Menyusun Kajian Pustaka dan Menyusun Theoritical Framework
Beberapa buku penelitian bahkan menyatakan bahwa tujuan penelitian dapat memberikan arah arah penelitian. Berbekal pengertian paradigma ilmiah di atas, Guba dan Lincoln (1994) dan Neuman (1997) menyatakan bahwa peran paradigma dalam penelitian kualitatif antara lain adalah: tujuan penelitian, teori, hakikat pengetahuan, prinsip sense of common , pengetahuan. akumulasi, ruang lingkup penjelasan, penjelasan yang benar, kesaksian yang baik, hegemoni, nilai dan pelatihan. Menurut mereka, Lincoln dan Guba (1994) dan Neuman (1997), kriteria penelitian untuk kualitas penelitian didasarkan pada tiga rangkaian paradigma utama.
Menyusun Rencana Pendekatan, Lingkup, dan Setting Penelitian
Hasil penelitian berupa cerita deskriptif (narrative Description) atau analisis peristiwa masa lalu. 5) Penelitian studi kasus. Fokus pendekatan ini adalah pada pertanyaan-pertanyaan mengenai hakikat dan struktur pengalaman tindakan yang diwujudkan dalam kehidupan masyarakat. Tujuannya diarahkan pada makna-makna berbeda yang dikonstruksi oleh masing-masing individu, yang diungkapkan dalam bentuk tindakan yang berbeda-beda. 8) Penelitian dengan pendekatan heuristik.
Informasi Penelitian, Proses, dan Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan Data
- Perspektif terhadap suatu data
- Teknik pengumpulan data kualitatif
Kesimpulan yang diambil dari data yang dikumpulkan harus dapat diuji secara konkrit. a) Data dari perspektif konstruktivis. Oleh karena itu, persepsi terhadap data tidak semata-mata mengacu pada realitas konkrit yang diamati, namun juga menyangkut ruang dan waktu yang tidak berhubungan langsung dengan data yang dikumpulkan. Namun demikian, bukan berarti peneliti bisa leluasa menyiapkan data untuk dijadikan sasaran pemaknaan.
Rangkaian peristiwa/cerita tersebut tidak hanya dibentuk dari data-data yang dicatat secara konkrit, tetapi juga dibentuk atas dasar pengalaman dunia peneliti. Teks kualifikasi data penelitian mengacu pada konsep yang dilakukan pada saat pengumpulan data penelitian, peneliti harus mampu mempersepsikan data yang akan dikumpulkan dan data yang telah diperoleh. Antisipasi berkaitan dengan kenyataan bahwa pengumpulan data penelitian harus disertai dengan kemungkinan menjawab pertanyaan: Apa maksud dari data yang akan saya kumpulkan dan bagaimana kaitannya dengan fokus penelitian yang saya kerjakan?
Tematisasi adalah upaya (proses) memetakan data dengan mengubah tema berdasarkan data yang telah dikumpulkan. Hirarki mencakup konsep bahwa pandangan terhadap data yang akan atau telah dikumpulkan harus menggambarkan tatanan, ciri-ciri hubungan dan fungsi tertentu. Teknik pengumpulan/pengambilan data kualitatif pada dasarnya bersifat pendahuluan karena penerapannya ditentukan oleh konteks permasalahan dan gambaran data yang akan diperoleh.
Catatan lapangan dan memo analitis merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi yang dipadukan dengan interaksi dalam bentuk dialog partisipatif. Peneliti juga harus memperhatikan perolehan data yang berkaitan dengan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Berbeda dengan data yang diperoleh melalui sejumlah teknik di atas yang bisa disebut sebagai data alami, data dikumpulkan melalui teknik.
Mengoreksi Keabsahan Data
Dalam pelaksanaan program aksi, selain melibatkan kelompok sasaran juga melibatkan peneliti sendiri sebagai praktisi. Dalam hal ini peneliti juga melakukan pengendalian dan pengarahan agar fakta-fakta yang menjadi landasan kerjanya mengarah pada kondisi atau penguasaan sifat-sifat tertentu sesuai dengan tujuan tindakan yang dilakukannya. Jadi dengan mengumpulkan data-data tersebut peneliti diharapkan dapat memperoleh informasi tentang kondisi awal, permasalahan yang timbul, proses tindakan yang dilakukan, keterlibatan kelompok sasaran dalam kegiatan tindakan, hasil tindakan dan data tentang aktivitas tindakan yang dilakukan.
Salah satu cara untuk mengatasi kebingungan ini adalah Licoln dan Guna (1985) memberikan standar validitas data penelitian kualitatif. Menurut keduanya, ada beberapa standar atau kriteria untuk menjamin keabsahan data kualitatif, antara lain sebagai berikut. Suatu hasil penelitian dianggap memiliki transferabilitas yang tinggi apabila pembaca laporan mempunyai pemahaman yang jelas mengenai fokus dan isi penelitian.
Teknik Analisis Data
- Teknik Analisis Isi (content analysis)
- Teknik Analisis Domain (domain analysis) Teknik analisis ini digunakan untuk
- Teknik Analisis Taksonomi (tacsonomic analysis)
- Teknik analisis komponensial (componential analysis)
- Teknik analisis tema kultural (discovering cultural analysis)
- Teknik analisis komparatif konstan (constant comparative)
- Teknik Focused Observasition
- Teknik Selected Observation
- Teknik Theme Analysis
- Teknik Analisis Interaktif
- Teknik Optimal Matching Analysis
- Teknik Critical Discourse Analysis
Model analisis yang hanya berfokus pada domain atau subdomain tertentu, sehingga hasilnya terbatas dibandingkan dengan teknik analisis domain. Dengan cara ini kebenaran bersifat alamiah (dari sudut pandang subjek) dan ilmiah (dari sudut pandang peneliti, yang dilakukan secara kritis dan analitis). 4) teknik analisis komponen (component analysis). Teknik analisis ini sering juga disebut dengan analisis teknis tematik, dimana setiap domain/tema akan menjadi simpul bagi setiap subtema.
Beberapa teknik analisis harus dilakukan secara bersamaan (walaupun dalam beberapa kasus diperlukan analisis linier) hingga kita menemukan hasil penelitian yang relevan atau sesuai dengan kebutuhan data. Dari sekian banyak teknik analisis, apa yang disampaikan di atas sebenarnya hanya sebagian kecil dari sekian banyak teknik analisis data yang dapat digunakan dalam penelitian kualitatif. Dalam kajian sosiologi, kegiatan analisis data meliputi teknik analisis data model Optimal Matching Analysis (OMA).
Beberapa teknik analisis data yang disebutkan di atas tidak perlu diterapkan secara bersamaan, namun dapat menggabungkan beberapa di antaranya. Sekali lagi, yang jelas tergantung pada jenis penelitian, masalah atau konteks penelitian, hal itu sangat menentukan keakuratan teknik analisis data. Berdasarkan uraian data dan analisis data pada penelitian kualitatif seperti yang telah dijelaskan di atas.
Dalam melakukan analisis data pada penelitian kualitatif, peneliti dapat menggunakan satu atau lebih dari berbagai teknik analisis data yang ditemukan.
Ilustrasi Penulisan dalam Pemaparan Data Penelitian Kualitatif Penelitian Kualitatif
Pernyataan pelapor di atas dikuatkan satu kali oleh Wakil Direktur yang menyampaikan hal berikut kepada penyidik. Berdasarkan data-data yang tersaji di atas menggambarkan upaya pihak manajemen sekolah dalam menyukseskan penerapan sistem manajemen mutu di SMKN 1 Singosari melalui kejelasan implementasi pada suatu fungsi yaitu penerbitan. Penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 di SMKN 1 Singosari Kabupaten Malang memenuhi dua syarat yang diberlakukan ISO, yaitu perencanaan sistem manajemen mutu melalui tahap plan-do-check-action (P-D-C-A) dan dokumentasi manajemen mutu. sistem.
Penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 di SMKN 1 Singosari pertama kali diawali dengan komitmen yang ditujukan untuk kepuasan pelanggan baik dari internal maupun eksternal sekolah. Penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 di SMKN 1 Singosari menekankan pada proses suatu kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi sekolah. Penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 di SMKN 1 Singosari memerlukan keterlibatan total seluruh komponen sekolah.
Saran kecil 1: Jika sekolah memenuhi dua syarat yaitu merencanakan sistem manajemen mutu dan mendokumentasikan sistem manajemen mutu serta melaksanakannya berdasarkan SOP maka akan mendukung efektivitas penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008. Saran kecil 2: Jika sekolah berkomitmen dan berorientasi pada kepuasan pelanggan baik internal maupun eksternal, maka penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 akan efektif. Saran kecil 4: Jika kebijakan sekolah memerlukan keterlibatan total seluruh komponen sekolah dalam kegiatannya, maka penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 akan efektif.
Saran penting: Jika suatu sekolah memenuhi dua syarat yaitu sistem perencanaan sistem manajemen mutu dan dokumentasi sistem manajemen mutu, berdedikasi dan berorientasi pada kepuasan pelanggan, menekankan pada proses suatu kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi sekolah, maka sekolah memerlukan keterlibatan total seluruh komponen sekolah dalam kegiatannya maka penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 akan efektif.
PENUTUP
Akan tetapi, sangatlah naif jika peneliti kualitatif tidak memiliki kendali terhadap kajian teoritis sejak awal, yaitu sejak mereka membuat desain penelitian (proposal). Sebelum membuat suatu desain penelitian, ada baiknya peneliti melakukan penyelidikan awal berupa studi kelayakan. Jika desain/proposal berubah total selama implementasi/penerapan, hal ini juga merupakan kenaifan bagi peneliti kualitatif.
Namun, fokus penelitian ini dapat berkembang seiring dengan temuan data di lapangan. Komponen dan urutan dalam pembuatan proposal penelitian dan dalam pembuatan laporan penelitian tidak diatur secara kaku atau baku. Terakhir, kita harus menyadari bahwa di era reformasi banyak pembangunan yang terarah atau memerlukan masukan dari bawah ke atas (bottom-up).
Sebab pembangunan yang berorientasi dari bawah berarti pembangunan dilakukan oleh rakyat kecil dan tingkat keberhasilannya relatif besar.
DAFTAR PUSTAKA
Pendekatan Fenomenologis Inilah The Social Science, diterjemahkan oleh Arief, F, John Wiley and Sons-National Enterprise, New York-Soerabaya. Strauss, 1980, Penemuan Teori Beralas, Aldine Publishing Co. Glaser, Berney G dan Strauss, Anselm L, 1985, Penemuan Grounded Theory, Ali Bahasa dan Syukur Ibrahim, Aldine Publishing Co. Guba Egon G dan Yvonna S Lincoln, 1981, Evaluasi Efektif, penerbit Jossey-Bass, San Francisco. Koentjaraningrat, 1985, Melakukan Observasi Peneliti Asli dan Asing: Permasalahan Masuk dan Keluar Kebudayaan, dalam Aspek Kemanusiaan dalam Penelitian Masyarakat, Gramedia, Jakarta.
Lofland, J and Lyn H Lofland, 1984, Analyzing Social Settings: A Guide to Qualitative Observation and Analysis, Wadsworth Publishing Company, Belmont. Martin, Richard C (Ed), 2001, Approaches to Islam in Religious Studies, Alih Bahasa Zakiyuddin B, University of Arizona Press-UMS Press, Surakarta. Moscal, Robert, 1999, Reflexivity In Social Life And Sociological Practice: A Rejoinder To Roger Slack, dalam Sociological Research Online, vol.5, no.1, 1999
Siahaan, Hotman, 1996, Pendekatan Ganda Penelitian Kualitatif, Makalah disampaikan pada Seminar Nasional di FPIPS IKIP MALANG, Malang. Sparringa, Daniel, 2000a, Analisis Wacana: Teori dan Konsep Wacana, dalam Sparringa, Daniel, 2000, Penyusunan Bahan Ajar Metode Penelitian Kualitatif, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unair, Surabaya. Strauss, Anselm dan Juliet Corbin, 1967, Penelitian Kualitatif Dasar; Grounded Theory Procedure And Technique, diterjemahkan oleh Djunaidi Ghony, Bina Ilmu, Surabaya.
Worthen, R BlackBerry en James R Sanders, 1973, Educational Evaluation: Theory and Practic, Wadsworth Publishing Co Inc, Belmont, Kalifornië.
BIOGRAFI PENULIS