TUGAS TEKNOLOGI BIODIESEL Kelompok 8:
1. Septy Lestari (I 0519085) 2. Shifa Annisa Nabila (I 0519087) 3. Shifa Patria Inayah (I 0519088)
METODE UJI PARAMETER BIODIESEL “SULFATED ASH”
Sulfated ash atau abu sulfat adalah residu yang tersisa setelah sampel dikarbonisasi, dan residu selanjutnya diolah dengan asam sulfat dan dipanaskan hingga berat konstan. Penerapan metode uji ini memiliki batas atas 0,02 % dan batas bawah 0,005 %. Sulfated Ash dapat digunakan untuk menunjukkan konsentrasi aditif yang mengandung logam yang diketahui dalam minyak baru. Ketika fosfor tidak ada, barium, kalsium, magnesium, natrium dan kalium diubah menjadi sulfat dan timahnya (stannik) serta seng menjadi oksidanya.
Ringkasan Metode Test
Sampel dinyalakan dan dibakar sampai abu dan karbon tetap. Setelah pendinginan, residu diperlakukan dengan asam sulfat dan dipanaskan pada suhu 775 °C sampai oksidasi karbon selesai. Abu tersebut kemudian didinginkan, diolah kembali dengan asam sulfat, dan dipanaskan pada suhu 775 °C hingga berat konstan.
Alat dan Bahan Pengujian A. Alat yang digunakan
1. Evaporating dish / Crucible 50 mL hingga 100 mL untuk sampel yang mengandung lebih dari 0,02% massa sulfated ash, 120 mL hingga 150 mL untuk sampel yang mengandung kurang dari 0,02% massa sulfated ash. Terbuat dari porselen, fused silica, atau platinum. Pemilihan bahan wadah bergantung kandungan sampel yang akan diuji.
2. Electric Muffle Furnace, yang mampu mempertahankan suhu 775°C 3. Timbangan, dengan ketelitian 0,1 mg
B. Bahan
1. Asam sulfat (densitas relatif 1,84) 2. Propan-2-ol (minimum purity 99%) 3. Toluene (minimum purity 99%) 4. Sampel
Diagram Blok Prosedur Pengujian
Penjelasan DAB
1. Pilih ukuran evaporating dish atau wadah sesuai dengan jumlah sampel yang diperlukan.
2. Panaskan evaporating dish pada suhu 775 °C selama minimal 10 menit. Dinginkan hingga suhu kamar dan timbang hingga mendekati 0,1 mg.
3. Timbang 80 g minyak lalu encerkan dalam wadah dengan sampai 10 kali beratnya.
4. Panaskan wadah dan sampel dengan mempertahankan suhunya sehingga sampel terus terbakar pada kecepatan yang seragam dan sedang. Saat pembakaran berhenti, lanjutkan panaskan perlahan sampai tidak ada asap lagi yang muncul.
5. Dinginkan wadah hingga suhu kamar, lalu tambahkan tetesan asam sulfat (densitas relatif 1,84). Panaskan wadah pada suhu rendah di atas hot plate atau gas burner. Lanjutkan pemanasan hingga tidak ada lagi asap yang muncul.
6. Panaskan cawan di tungku pada suhu 775°C selama 30 menit sampai oksidasi karbon selesai.
7. Dinginkan cawan hingga suhu kamar. Tambahkan 3 tetes air dan 10 tetes asam sulfat (1+1).
Basahi residu lalu panaskan lagi seperti langkah 5.
8. Tempatkan kembali wadah pada furnace pada suhu 775°C dan pertahankan suhunya selama 30 menit. Dinginkan wadah hingga suhu kamar. Apabila muncul residu hitam, ulangi langkah 7 dan 8 hingga residu yang didapat berwarna putih.
9. Timbang wadah dan residu hingga mendekati 0,1 mg.
10. Ulangi langkah 8 dan 9 hingga dua hasil penimbangan berturut-turut bedanya tidak lebih dari 1,0 mg.
11. Untuk sampel yang diperkirakan mengandung kurang dari 0,02% mass sulfated ash, buat larutan blanko asam sulfat dengan menambahkan 1 mL asam sulfat pekat ke dalam wadah.
Panaskan hingga tidak ada lagi asap yang muncul, lalu panaskan dalam tungku pada 775°C selama 30 menit. Dinginkan wadah hingga suhu kamar, timbang hingga mendekati 0,1 mg.
Perhitungan Persentase Sulfated Ash
Sulfated ash, mass% = (w/W) x 100 Dengan:
w = massa sulfated ash (gram)
W = massa sampel yang digunakan (gram)
Sumber: ASTM D-874 Standard Test Method for Sulfated Ash from Lubricating Oils and Additives