• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metodologi penelitian bisnis konsep dan

N/A
N/A
aqdam hanz

Academic year: 2025

Membagikan "Metodologi penelitian bisnis konsep dan"

Copied!
239
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

METODOLOGI

PENELITIAN BISNIS

Konsep dan Aplikasi

Azuar Juliandi Ir fan

Saprinal Manurung

(3)

METODOLOGI PENELI TI AN BI SNI S Konsep dan Aplik asi

Penulis: Azuar Juliandi, I rfan, Saprinal Manurung Edit or: Fahrizal Zulkarnain

Desain Sam pul: Zulfadli Copyright © Pada Penulis Hak cipt a dilindungi undan- undang

All right s reserved

Cet akan Pert am a: Septem ber 2014 Dit erbit kan oleh:

UMSU PRESS

Jl. Kapten Mukht ar Basri No. 3 Medan, 20238 Telp. 061- 6638296, Fax. 061- 6638296

Em ail: um supress@gm ail.com Websit e: ht t p: / / um supress.com

I SBN: 978- 602- 70330- 3- 0

(4)

Segenap kasih sayang

Azuar Juliandi ____________________________________ unt uk I st ri t ercint a, Harya Wahyuni

Anak - anak t ersayang, I klil Muj ahid Azh Sakha I nayah Azh Qayshar Dirosiy Azh

I rfan __________________________________________ unt uk I st ri t ercint a, Leni Deli

Anak - anak t ersayang, Salsabila I rfani Achyar Saprinal Manurung ________________________________ unt uk

I st ri t ercint a, Yat i Anak - anak t ersayang, Zuhr at un Nuha Manurung Ahm ad Ezzat I nt ishar Manurung

Fazila I zdihar Nawfa Manurung Zafira I zdihar Haifa Manurung

(5)

Ka t a Pe n ga n t a r

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT. yang t elah m em berikan hidayahnya sehingga buku ini dapat dit erbit kan unt uk m enjadi sum ber pem belajaran bagi banyak orang.

Buku karya M et odologi Penelitian Bisnis ini disusun berdasarkan hasil pem belajaran dan prakt ik penelitian selam a bert ahun-t ahun. Selain hal t ersebut pengalam an penulis sebagai pengasuh m at a kuliah m et odologi penelit ian dan t rainer met odologi penelit ian di berbagai perguruan t inggi sangat m endukung t erw ujudnya karya ini.

Buku ini disusun dari dari berbagai koleksi penulis dalam t ulisan-t ulisan lepas mengenai penelit ian. Pada aw alnya t ulisan-t ulisan t ersebut diberikan kepada m ahasisw a dalam pem belajaran m at a kuliah m et odologi penelitian, baik dalam bent uk print out maupun akses m elalui w ebsit e. Buku ini juga diperkaya dengan t ulisan yang t elah dihasilkan yakni berupa m odul pelat ihan m et odologi penelit ian, sepert i analisis dat a kuant it at if dengan bant uan soft w are pengolah dat a SPSS, dan analisis jalur (pat h analysis).

Banyak rekan sejaw at dan m ahasisw a m engapresiasi dan m enyarankan bahw a art ikel dan m odul t ersebut sebaiknya disusun m enjadi sebuah buku agar dapat m enjadi sum ber pem belajaran form al dalam bidang penelit ian khususnya unt uk bidang penelit ian bisnis.

Buku ini t idak hanya berbicara dari segi konsep t etapi juga m engungkap berbagai hal prakt is dan t eknis. Pert anyaan-pert anyaan yang m em bingungkan para m ahasisw a dalam m enyusun proposal dan laporan penelit ian baik unt uk penyusunan skripsi dan t esis akan dijaw ab di dalam buku ini.

Sebagai t erbit an aw al t ent unya karya ini m em iliki berbagai kekurangan baik dari segi kualit as isi, t at a bahasa dan kerapian penulisan. Kritik dan saran dari berbagai pihak adalah sesuat u yang berharga unt uk kesem purnaan buku ini di m asa depan.

Penulis mengucapkan t erim a kasih yang sebesar-besarnya kepada para guru yang t elah banyak m enginspirasi dan m em ot ivasi penulis dalam keilm uan, rekan-rekan seperjuangan dan sem ua pihak yang ikut t erlibat baik secara langsung m aupun t idak langsung m enuju lahirnya buku ini.

(6)

Akhirnya penulis berharap sem oga buku ini dapat m enjadi salah sat u sum ber penget ahuan bagi para penelit i dan m ahasisw a di program sarjana (S1) dan program m ast er (S2) dan sem ua pihak yang m em but uhkan.

M edan, Sept em ber 2014 Azuar Juliandi Irfan Saprinal M anurung

(7)

D a ft a r I si

1 PENELITIAN: SEBUAH GAM BARAN AW AL ... 1

M anusia, Akal, Penget ahuan & Penelitian... 2

M akna Penelitian Ilmiah ... 4

Ciri-Ciri Penelitian Ilm iah ... 6

Proses Penelitian ... 7

Jenis-Jenis Penelitian ... 9

Ruang Lingkup Penelit ian di bidang Ilm u-Ilm u Bisnis ... 16

Lat ihan ... 17

2 M ASALAH PENELITIAN ... 18

M akna M asalah Penelit ian ... 19

M asalah dan Variabel Penelit ian... 21

M enet apkan M asalah dan Judul Penelitian ... 26

Lat ihan ... 33

3 TEORI DAN HIPOTESIS ... 34

M akna Teori ... 35

Fungsi Teori dan St udi Lit erat ur ... 37

Sum ber Teori ... 40

Teknik M engkaji Lit erat ur ... 42

Hipot esis ... 44

Lat ihan ... 49

4 PENGAM BILAN SAM PEL ... 50

M akna Populasi dan Sam pel ... 51

Bent uk Pengam bilan Sam pel ... 52

Ukuran Sam pel... 58

Lat ihan ... 62

5 PENGUM PULAN DATA ... 64

M akna Dat a ... 65

Teknik dan Inst rum en Pengum pulan Dat a ... 68

Skala Inst rum en ... 70

Teknik M enyusun Angket ... 73

Validit as dan Reliabilit as Inst rum en ... 75

Lat ihan ... 83

6 ANALISIS DATA ... 84

Jenis-jenis Analisis Data ... 85

Teknik Pem ilihan St at ist ik ... 87

Langkah-Langkah Analisis Dat a ... 90

Lat ihan ... 95

(8)

7 PROPOSAL DAN LAPORAN PENELITIAN ... 96

Perbedaan Proposal dan Laporan Penelitian ... 97

Abst rak ... 99

Pendahuluan ... 99

Kajian Teori ... 106

M et ode Penelit ian ... 112

Hasil Penelitian ... 118

Penut up ... 125

Lat ihan ... 127

8 PENGOLAHAN DATA VALIDITAS, RELIABILITAS & STATISTIK DESKRIPTIF ... 128

Pengenalan SPSS ... 129

Validit as dan Reliabilit as Inst rum en Penelitian ... 133

St at ist ik Deskript if ... 139

Lat ihan ... 147

9 PENGOLAHAN DATA STATISTIK PARAM ETRIK ... 148

Korelasi ... 149

Regresi ... 153

Regresi dengan Variabel Int ervening (Analisis Jalur)... 164

Regresi dengan Variabel M oderat or ... 180

One Sam ple T-Test ... 185

Independent Sam ple T-Test ... 188

Paired Sam ple T-Test ... 192

One Way Anova ... 195

Lat ihan ... 199

10 PENGOLAHAN DATA STATISTIK NONPARAM ETRIK ... 200

M ann Wit hney U-Test ... 201

Kruskal Wallis ... 204

Wilcoxon ... 207

Friedm an ... 210

Chi-Square dan Fisher ... 213

Lat ihan ... 216

REFERENSI ... 217

TABEL-TABEL STATISTIK... 223

(9)

Penelit ian: Sebuah Gam baran Aw al

P P E E N N E E L L I I T T I I A A N N : : S S E E B B U U A A H H G G A A M M B B A A R R A A N N A A W W A A L L

Tuj uan bab ini adalah agar m ahasiswa m am pu:

1. Menj elaskan t ahapan m em peroleh penget ahuan;

2. Menj elaskan pengert ian penelit ian ilm iah;

3. Menj elaskan ciri-ciri penelit ian ilm iah;

4. Menj elaskan proses penelit ian;

5. Mem bedakan j enis- j enis penelit ian.

1

(10)

Penelit ian: Sebuah Gam baran Aw al

M ANUSIA, AKAL, PENGETAHUAN & PENELITIAN

M anusia adalah m akhluk sem purna yang dianugerahi dengan pancaindera sekaligus akal. Hanya orang berakal dan bersedia m enggunakan pikirannya yang m am pu m em aham i fenom ena alam , sepert i fenom ena yang t erjadi pada m anusia, hew an, t um buhan, langit , dan bum i. Alam m erupakan sebuah m ist eri yang m engandung banyak pert anyaan, unt uk it u pert anyaan-pert anyaan t ersebut perlu dijaw ab jika manusia ingin m enjadi m akhluk yang unggul di m uka bum i, dihorm at i m anusia lainnya, dan berm anfaat bagi banyak orang.

Dengan adanya akal m aka m anusia berpikir m engenai segala hal di dalam dirinya sendiri t erm asuk objek-objek yang berada di lingkungannya. Hasil dari proses berpikir t ercipt alah apa yang dinam akan dengan penget ahuan.

Proses t erbent uknya penget ahuan sebagai hasil dari kegiat an akal, dalam filsafat dikenal dengan ont ologi, epist em ologi, dan aksiologi (Qom ar, 2007).

Sederhananya, unt uk m endapat kan penget ahuan, m anusia m em ulai kegiat an berpikir, yakni apa objek yang dipikirkan (ont ologi). Bagaim ana cara at au m et ode mem ikirkan objek yang ada (epist em ologi). Unt uk apa objek yang dipikirkan t ersebut (aksiologi).

Cara m endapat kan penget ahuan m em punyai sumber yang beragam.

Pandangan filsafat um um nya menyat akan sum ber penget ahuan adalah dua hal yakni rasional dan em piris (Gulo, 2002) . Rasional berkait an dengan m em peroleh penget ahuan dengan cara m enggunakan akal unt uk m enalar sesuat u objek secara abst rak. Em piris berhubungan dengan mendapat kan penget ahuan berdasarkan pengalam an-pengalam an nyat a.

Kedua sum ber m em peroleh penget ahuan sepert i di at as yakni rasional dan em piris selalu digunakan oleh banyak kalangan. Nam un dem ikian sebenarnya ada sum ber penget ahuan lain yang t idak bisa dipungkiri dan banyak digunakan oleh m anusia. Sum ber penget ahuan t ersebut berasal bukan dari akal at au pengalam an m anusia, t et api dari Tuhan yang m encipt akan m anusia dan alam ini. Sum ber t ersebut adalah sum ber nilai- nilai agam a at au w ahyu.

Sum ber agam a dikenal dengan ist ilah w orld view, yakni suat u pandangan hidup yang m enjadi keyakinan m anusia. World view at au pandangan hidup agam a m enjadi sum ber penget ahuan karena met ode konvensional m emiliki kelem ahan dalam mem ahami realit as sosial. M et ode konvensional hanya m am pu m em aham i perkara-perkara lahir at au fisik saja, di luar it u

(11)

Penelit ian: Sebuah Gam baran Aw al

kem am puannya berakhir. Penget ahuan yang diperoleh dari akal adalah peringkat yang rendah validit as (keyakinannya) baru sebat as kebenaran pancaindera, sem ent ara penget ahuan yang berasal dari Tuhan lebih t inggi derajat nya, m am pu m engungkap sesuat u penget ahuan di luar pancaindera at au sesuat u kasat m at a (Salleh, 2010).

Buku ini hanya mengkaji dua sum ber penget ahuan yakni dari sum ber rasional at au akal dan em piris at au pengalam an m anusia. Sum ber lainnya yakni word view agam a akan dikaji dalam buku lain yang berbeda unt uk m elengkapi ket erbat asan sum ber penget ahuan yang ada selam a ini.

Penget ahuan-penget ahuan yang banyak t erdapat di sekeliling kit a, baik dari hasil berpikir, pengalam an dan pandangan hidup secara um um disebut dengan penelit ian.

Penelit ian di bidang ilm u alam at au ilm u yang bersifat eksakt a banyak m enghasilkan berbagai t em uan spekt akuler. Tercipt anya pesaw at t erbang sehingga dengan benda t ersebut m am pu m em baw a m anusia dan benda- benda ke luar angkasa at au m encapai suat u lokasi di bum i dengan sangat cepat ; pesaw at handphone sebagai alat kom unikasi m am pu m enghubungkan m anusia dalam jarak berjauhan nam un dalam w akt u bersam aan m am pu berbicara sat u sam a lain; obat-obat m edis m am pu m enyem buhkan penyakit m anusia; list rik dapat menerangi lingkungan t em pat t inggal m anusia di w akt u m alam hari; padi dengan m asa penanam an cukup singkat dengan kualit as yang baik berguna unt uk kelangsungan hidup m anusia; dan banyak lagi cont oh-cont oh lain sebagai produk dari penelit ian yang dilakukan m anusia.

Fakt a m em perlihat kan bahw a negara-negara yang mengalam i kem ajuan di berbagai belahan dunia t erw ujud akibat dari t ingginya minat m anusianya unt uk m elakukan penelit ian. Amerika Serikat , Inggris, Jerm an, Jepang, Korea, dan negara m aju lainnya m erupakan cont oh nyat a dari upaya m ereka m enekuni penelit ian. Negara-negara lain yang kurang m em perdulikan penelitian m enjadi negara yang t ert inggal dan m enjadi sasaran pasar bagi produk negara-negara yang unggul di bidang penelit ian.

Keunggulan yang t ercipt a melalui penelitian sepert i di at as adalah akibat dari proses berpikir, m erenung secara m endalam t erhadap suat u objek at au fenom ena. M anusia yang dianugerahi akal pikiran harus selalu digunakan set iap hari dengan posit if unt uk m em buahkan hasil yang dapat berm anfaat bagi m anusia dan lingkungannya.

Penelit ian di bidang Ilm u sosial adalah salah sat u bagian pent ing dalam penelit ian ilm iah. Sam a halnya dengan penelit ian di bidang ilm u alam , m aka

(12)

Penelit ian: Sebuah Gam baran Aw al

penelit ian ilm u sosial juga m em berikan kem anfaat an bagi m anusia.

Penelit ian di bidang ekonom i, bisnis, sosial, polit ik, hukum , budaya, agam a, pendidikan dan sebagainya banyak dilakukan oleh para penelit i di bidangnya m asing-m asing.

Salah sat u cont oh penelit ian di bidang ilm u sosial adalah penelit ian di bidang organisasi bisnis. Perusahaan-perusahaan sebelum m em asarkan produknya m elakukan penelit ian di pasar (market research) unt uk m em ahami anim o m asyarakat t erhadap suat u produk yang akan dipasarkan perusahaan, sebab bila penelit ian t idak dilakukan kem ungkinan produk yang akan dipasarkan akan m engalami kegagalan sehingga m erugikan perusahaan, sedangkan di sisi konsum en m aka konsum en akan m em peroleh kepuasan apabila perusahaan m am pu m encipt akan produk sesuai dengan keinginan m ereka.

Karyaw an-karyaw an perusahaan dan perilaku yang m elekat pada m ereka dapat m enjadi kajian penelit ian. Kinerja, kepuasan kerja, disiplin, perput aran karyaw an (t urnover) dan sebagainya perlu unt uk dit elit i agar karyaw an berperilaku benar dalam bekerja agar, sehingga akan berdam pak posit if unt uk menunjang kinerja t ot al perusahaan. Tent unya baiknya kinerja perusahaan akan m am pu m encipt akan kepuasan bagi konsum en yang m engkonsum si produk perusahaan.

Dengan dem ikian penelit ian direncanakan oleh m anusia, dilakukan oleh m anusia dan hasilnya juga dit ujukan unt uk kepent ingan m anusia. Penelit ian dilakukan karena ket erbat asan m anusia sehingga ket erbat asan t ersebut m enim bulkan problem a yang harus dipecahkan. Ket erbat asan m enst im ulus m anusia m elakukan penelitian dengan m enggunakan akal pikirannya.

Seiring dengan perkem bangan akal pikiran m anusia, produk penelit ian t erus berkem bang dari w akt u ke w akt u, dan yang m enikm at inya adalah m anusia it u sendiri.

M AKNA PENELITIAN ILM IAH

Penelit ian dalam bahasa Inggris disebut dengan t erminologi research, dan diadapt asi ke bahasa Indonesia m enjadi riset . Re berart i berulang at au kem bali, sem ent ara search berm akna mencari. dengan dem ikian research at au riset adalah proses pencarian dengan cara berulang-ulang.

Ada beberapa alasan m engapa proses pencarian dilakukan berulang-ulang:

(13)

Penelit ian: Sebuah Gam baran Aw al

 M anusia kem ungkinan belum dapat m enem ukan jaw aban at au kebenaran at as suat u perm asalahan hanya dengan sekali pencarian.

Sederhananya, ket ika Anda berkenalan dengan seseorang, belum bisa disim pulkan bagaim ana kepribadian dan perangai dari orang t ersebut . Pada saat seorang konsum en m em beli produk pada saat pert am a kali, ia hanya m am pu m engenal produk secara fisik, belum m em aham i isi dan kualit as produk secara keseluruhan.

 Kem ungkinan pencarian akan m enem ukan jaw aban hanya dengan sekali pencarian t et api jaw aban belum mem uaskan m anusia at au belum m am pu m enyelesaikan perm asalahan yang ada. Pencarian dilakukan kem bali secara berulang sam pai jaw aban mendekat i harapan at au m endekat i kebenaran. Sifat m anusia adalah selalu kurang puas at as apa yang ada pada dirinya, m aka ia t erm ot ivasi unt uk m elakukan penelaahan lebih lanjut unt uk m enget ahui hakikat dari sesuat u.

Aw alnya orang senang dengan adanya lam pu list rik sebagai alat penerang yakni berupa lam pu pijar. Lam a-kelam aan manusia t idak puas karena lam pu pijar m em iliki kelem ahan, bercahaya kekuning-kuningan, m engeluarkan hawa panas dan m engkonsum si energi yang besar.

Proses pencarian dilakukan, akhirnya dit em ukanlah lam pu pijar, sam pai akhirnya dit em ukan lam pu list rik hem at energi dengan m enggunakan lam pu LED (light emit ing Dioda) yang berukuran kecil, berdaya t ahan lebih lam a. Konsum en m enyenangi produk ini karena bisa m em berikan kepuasan kepada m ereka.

Pandangan beberapa penulis m engenai penelit ian, ia bisa berm akna kegiat an pencarian, penyelidikan, invest igasi, eksperim en yang dilakukan dengan gigih dan t ekun bert ujuan unt uk m enemukan fakt a-fakt a dan t em uan baru. Secara luas penelit ian berhubungan dengan pengum pulan inform asi, int erpret asi fakt a, revisi t eori-t eori at au hukum-hukum menjadi suat u fakt a-fakt a at au bukt i-bukt i baru (Adam s, et .al., 2007). Penelit ian dalam penjelasan yang lain adalah sesuat u penyelidikan at au invest igasi yang t erkelola, sist em at is, berdasarkan dat a, krit is, objekt if dan ilmiah t erhadap suat u m asalah spesifik dengan t ujuan unt uk m endapat kan inform asi unt uk m em bant u m em ecahkan m asalah (Sekaran, 2003).

Int inya, penelit ian merupakan kegiat an ilmiah yang dilakukan unt uk m encari t ahu, m encari kebenaran, m enem ukan jaw aban at as suat u fenom ena di dalam hidup m anusia. Penem uan, jawaban atau kebenaran yang didapat dari penelitian m em berikan inform asi unt uk m em ecahkan perm asalahan dalam kehidupan m anusia it u sendiri.

Akt ivit as m enelit i unt uk m em peroleh jaw aban t erhadap fenom ena yang dihadapi oleh m anusia m em erlukan cara-cara t ert ent u unt uk m encapainya, disebut dengan m et odologi. M et odologi adalah cara berpikir m engenai

(14)

Penelit ian: Sebuah Gam baran Aw al

realit as sosial yang dipelajari. Sem ent ara it u m et ode m erupakan sekum pulan t eknik dan prosedur m engum pulkan dan m enganalisis dat a (St rauss & Corbin, 1998).

Sebuah sist em yang t erdiri dari m odel, prosedur, teknik at au cara yang digunakan unt uk m enem ukan hasil dari adanya perm asalahan penelit ian t ersebut disebut dengan ist ilah m et odologi penelitian (Panneerselvam , 2006; Jonker & Pennink, 2010).

Oleh karena m et odologi adalah sebuah sist em , m aka sat u bagian dengan bagian lain dari cara m enelit i merupakan hal-hal yang saling berkait an, bukan berdiri sendiri agar t ujuan yang diharapkan dari pelaksanaan penelit ian dapat t ercapai. M odel, prosedur dan t eknik dalam penelit ian dit at a sedem ikian rupa unt uk m enjadi pedom an bagi para penelit i dalam m elakukan proses penelit ian.

CIRI-CIRI PENELITIAN ILM IAH

Penelit ian dikat akan sebelum nya adalah proses pencarian at au penem uan.

Set iap orang dapat melakukan pencarian, siapapun orangnya. Hanya saja akt ivit as pencarian belum t ent u dapat dikat akan penelit ian ilmiah.

Pencarian at au penelitian baru boleh dikat akan ilmiah jika m emiliki beberapa karakt erist ik t ert ent u.

Ciri-ciri penelitian ilm iah set idaknya m engandung aspek-aspek bahw a pencarian yang dilakukan adalah sist em at is, logis, krit is dan objekt if (Sugiyono, 1999; Sekaran, 2003).

 Sist em at is. Ada langkah-langkah t ert ent u yang dit at a sedem ikian rupa dalam proses penem uan jaw aban at as perm asalahan. Um um nya penelit ian diaw ali dengan penem uan perm asalahan, penelaahan t eori, m erum uskan hipot esis, m engum pulkan dat a, m engolah dan m enganalisis dat a, diakhiri dengan penarikan kesim pulan.

 Logis. Proses penem uan dilakukan dengan cara logis at au sesuat u yang bisa dicerna oleh akal sehat m anusia. Suat u proses penem uan yang t idak m asuk akal sepert i proses pencarian dalam kegiat an m ist is, klenik, bukanlah t ergolong kepada penelit ian ilm iah.

 Krit is. Penelit ian perlu m engedepankan sikap kritis, t idak m udah percaya t anpa adanya bukt i nyat a yang jelas. Fakt a-fakt a diperoleh dari sum ber-sum ber ilmiah dan fakt a-fakt a t erpercaya.

(15)

Penelit ian: Sebuah Gam baran Aw al

 Objekt if. Penelit ian harus m em andang sesuat u apa adanya, t idak berorient asi kepada sikap subjekt if at au em osional penelit i. Apabila suat u penelit ian m enem ukan fakt a yang m ungkin bertent angan dengan kebiasaan, m aka fakt a t ersebut harus dit erim a sebagai suat u kenyat aan yang m em ang t erjadi.

Seluruh ciri-ciri t ersebut harus ada m elekat dalam sebuah penelit ian apabila ingin dikat akan bahw a penelit ian yang dilakukan adalah penelitian ilm iah.

Penelit ian ilm iah m erupakan kegiat an yang dapat dipert anggunjaw abkan oleh pelakunya karena m emiliki prosedur yang jelas, m asuk akal, m em punyai dat a-dat a yang aut ent ik dan kebenaran yang diperoleh adalah kebenaran yang sesuai dengan apa adanya, bukan karena pengaruh dari seseorang at au sekelom pok orang.

PROSES PENELITIAN

Proses penelit ian berart i t ahapan-t ahapan at au langkah-langkah sist em atis yang harus dilakukan oleh penelit i dalam sebuah akt ivit as penelit ian.

Tahapan at au langkah sist em at is inilah m enjadi penanda bahw a sebuah penelit ian adalah penelitian ilmiah sepert i t elah dibicarakan dalam bahagian sebelum nya.

Dalam pendekat an penelit ian kuant it at if, proses penelit ian ini m engandung langkah-langkah yang dim ulai dari adanya penem uan masalah dan m em pert anyakan m asalah yang ada, m erujuk m asalah kepada t eori, m erum uskan jaw aban sem ent ara dalam sebuah hipotesis berdasarkan t eori yang ada, mengumpulkan dat a unt uk persiapan m emperoleh jaw aban yang hakiki dari perm asalahan, menganalisis data yang t elah dikum pulkan agar benar-benar diket ahui dengan jelas jaw aban at as perm asalahan, dan m enarik kesimpulan sebagai jaw aban hakiki bagaim ana sebenarnya m asalah yang ada (Bryman, 2005; Rem enyi, 2003).

Proses penelit ian t ersebut di at as t ergolong kepada proses penelit ian kuant it at if sepert i t ergam bar dalam gam bar 1.1.

M asalah Penelitian. Penelit ian beraw al dari adanya m asalah yang dapat digali dari fakt a-fakt a em piris dan sekaligus t eori-t eori ilmiah. Penggalian m asalah ini m erupakan suat u akt ivit as penelit ian pendahuluan (preliminary st udy/ praresearch), biasa dikenal dengan ident ifikasi m asalah. M asalah aw al yang dit em ukan diform ulasikan dalam sebuah rum usan m asalah at au pert anyaan penelit ian (research quest ion). M isal, apakah A berpengaruh

(16)

Penelit ian: Sebuah Gam baran Aw al

t erhadap B? Jaw aban dari rum usan m asalah ini akan t ercerm in dari kesim pulan yang akan diperoleh nant inya.

Gam bar 1.1 Proses Penelit ian Kuant it at if

Teori. Agar m asalah t erjaw ab, m aka penelit i m emerlukan t eori relevan dengan m asalah yang dikaji. Teori adalah seperangkat konst ruk, konsep at au preposisi sebagai gam baran lengkap suat u variabel penelit ian.

Pengkajian t eori dapat didukung oleh t em uan-t em uan penelit ian sebelum nya, sehingga t eori yang ada t et ap t erbaru (upt odat e). Jika dalam rum usan m asalah m uncul pert anyaan apakah A berpengaruh t erhadap B?, m aka t eori akan m enjelaskan apakah A t ersebut m em ang berpengaruh t erhadap B.

Hipotesis. M asalah yang dirum uskan relevan dengan hipot esis yang diajukan. Hipot esis adalah jaw aban sem ent ara yang m erupakan dugaan penelit i t erhadap hal-hal yang dipert anyakan dalam rum usan m asalah.

Hipot esis digali dari penelusuran referensi t eoritis dan t em uan-t em uan penelit ian em piris sebelum nya. Jika t eori m enyat akan bahw a A

PENEMUAN MASALAH PENELI TI AN

PENELAAHAN TEORI

PENGAJUAN HI POTESI S

PENARI KAN KESI MPULAN PENGUMPULAN

DATA

PENGOLAHAN &

ANALI SI S DATA

Apak ah A berpengaruh t erhadap B?

Secara t eorit is A berpengaruh t erhadap B

A berpengaruh t erhadap B

A berpengaruh t erhadap B Dat a A dan B dik um pulk an dengan inst rum en, m isalny a dari k uisioner

A m em ang m em pengaruhi B dan pengaruhny a signifik an

(17)

Penelit ian: Sebuah Gam baran Aw al

berpengaruh t erhadap B, m aka hipot esis pun akan berbunyi dem ikian, yakni A berpengaruh t erhadap B.

Pengumpulan Data. Agar m asalah t erjaw ab dan hipot esis dit erim a at au dit olak, m aka penelit i perlu m engum pulkan dat a dengan berbagai t eknik dan inst rum en pengum pul dat a yang lazim digunakan, sepert i angket , w aw ancara, penelusuran dokum en maupun pengam at an. Dat a yang dikum pulkan oleh penelit i dapat berupa dat a prim er m aupun sekunder, baik dari sam pel penelit ian m aupun dari keseluruhan elem en populasi/ sensus.

Pengolahan dan Penganalisisan Data. Dat a-dat a yang t erkum pul dengan berbagai t eknik dan inst rumen yang ada adalah berbent uk dat a m ent ah, unt uk it u perlu diolah agar lebih sederhana sehingga m em udahkan peneliti unt uk m elakukan analisis. Analisis dat a berguna unt uk m em peroleh jaw aban at as pert anyaan-pert anyaan penelit ian dan m em bukt ian hipot esis yang diajukan. M isalnya dari dat a yang t elah dikum pulkan dan diolah dit em ukan bahw a A m em ang benar m em pengaruhi B, pengaruhnya adalah signifikan.

Kesimpulan. Langkah t erakhir adalah m em buat kesim pulan dari dat a yang t elah dianalisis. M elalui kesim pulan akan t erlihat jaw aban dari segala hal yang dipert anyakan dalam rum usan m asalah yang t elah diajukan pada aw al proses penelit ian. M isal rum usan m asalah m em pert anyakan apakah A berpengaruh t erhadap B? Jaw aban yang diperoleh set elah dat a dianalisi adalah A berpengaruh t erhadap B.

JENIS-JENIS PENELITIAN

Banyak ahli m em bedakan penelit ian dalam berbagai bent uk, sepert i penelit ian dasar (basic/ fundament al) dan t erapan (applied), penelit ian kualit at if (qualit at ive) dan kuant it atif (quant it at ive), penelit ian laborat orium (laborat ory), lapangan (field), penelit ian perm asalahan deskript if (descript ive), asosiatif (assosiative), kom parat if (comparat ive) (Arikunt o, 2002; Sekaran, 2006; Sugiyono, 1999; Thom as, 2004).

Gam bar 1.2. secara lebih jelas m engelom pokkan penelit ian dalam t iga hal yakni berdasarkan:

 Tujuan: dasar dan t erapan

 M et ode: kuant it at if dan kualit at if

(18)

Penelit ian: Sebuah Gam baran Aw al

 Pendekat an: survey, korelasional, kausal kom parat if, eksperim ent al (kuant it at if); hist oris, grounded t heory, st udi kasus, act ion research, et nografi (kualit at if).

Penelitian Dasar & Penelitian Terapan

Penelit ian dasar (basic research) m em iliki kecenderungan kepada hal-hal yang bersifat t eorit is, sepert i m enem ukan konsep-konsep baru, m em bangun t eori. Sement ara it u penelitian t erapan (applied research) berorient asi kepada kegiat an m enghasilkan inform asi yang digunakan unt uk m em ecahkan perm asalahan akt ual dan prakt is dalam kehidupan m anusia (Connaw ay & Pow ell, 2010).

Sum ber: Gay, M ills, Airasian (2012), dengan adapt asi.

Gam bar 1.2. Jenis-Jenis Penelit ian

Penelit ian dasar um um nya dilakukan oleh para ilm uan yang berasal dari kalangan akadem is, w alaupun t idak t ert ut up kem ungkinan orang-orang di luar akadem is. Produk yang dihasilkan adalah penget ahuan yang bersifat t eorit is, konsept ual, unt uk suat u bidang ilm u t ert ent u. Teori-t eori yang

Fundam ent al/

Dasar

Terapan Kuant it at if Kualit at if Surv ey

Korelasional Kausal Kom parat if

Hist oris Ek sperim ent al

Grou nded Theo ry

St udi Kasus

Act ion Research

Et nografi

TUJUAN M ETOD E PEN DEKATAN

(19)

Penelit ian: Sebuah Gam baran Aw al

dihasilkan oleh seseorang t erus-m enerus dikem bangkan m elalui penelit ian dasar sehingga t eori yang ada lebih sem purna dan m endekat i kebenaran.

Teori-t eori yang dikem ukakan oleh para ilm uan dalam bidang eksakt a dan sosial adalah cont oh dari penelit ian-penelit ian kualit at if. Tem uan yang ada t idak bisa langsung dim anfaat kan unt uk sesuat u di dalam hidup sebelum dilanjut kan kepada penelitian t erapan.

Berbeda dengan penelit ian dasar, penelit ian t erapan banyak dilakukan unt uk m em ecahkan perm asalahan prakt is hidup m anusia. Penelitian t erapan biasanya m erujuk kepada t eori-t eori yang dihasilkan oleh penelit ian dasar. Peneliti mengem bangkan produk-produk t ert ent u sehingga benar-benar berm anfaat unt uk kehidupan m anusia dalam rangka m enyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi.

Produk-produk yang dit em ui sehari-hari di sekeliling kit a m erupakan cont oh dari hasil penelitian t erapan. Produk-produk yang ada dim anfaat kan sehingga m anusia t idak lagi t erlalu sulit m elakukan sesuat u dalam hidupnya.

Sepert i halnya kom put er sebagai sebuah produk penelit ian, sekarang orang dem ikian sangat m udah menget ik, menghit ung dan m endesain sesuat u di dalam pekerjaannya. Bandingkan dengan ketika kom put er belum ada, orang bekerja dengan m esin ket ik yang t ent unya m engham bat m anusia unt uk bekerja lebih efisien dan efekt if.

Dengan dem ikian hubungan ant ara penelit ian dasar dengan t erapan adalah bahw a penelitian dasar m enyediakan t eori yang menghasilkan konsep agar dapat digunakan unt uk penelit ian t erapan yakni m emecahkan perm asalahan kehidupan. Sebaliknya, penelit ian t erapan juga m em punyai m anfaat unt uk penelit ian dasar yakni m enyediakan dat a unt uk m endukung, m engarahkan, dan m erevisi t eori yang dikem bangkan sebelum nya di dalam penelit ian dasar (Gay, M ills, Airasian, 2012).

Penelitian Kualitatif & Kuantitatif

Penelit ian kualit at if dan kuant it at if adalah dua met ode yang berbeda.

Penelit ian kualit at if m erupakan jenis penelit ian yang m enghasilkan t em uan t idak berdasarkan prosedur st at istik at au cara kuant ifikasi t ert ent u sepert i halnya di dalam penelitian kuant it at if. Penelit ian kualit at if biasanya m erujuk kepada hidup seseorang, pengalam an hidup, perilaku, em osi dan perasaan, m aupun t ent ang fungsi organisasi, gerakan sosial, fenom ena int eraksi budaya (St rauss & Corbin, 1998). Penelit ian kualit at if m engacu

(20)

Penelit ian: Sebuah Gam baran Aw al

kepada pendekat an fenom enologi, herm eneut ika, dan int eraksi sosial.

Sem ent ara penelit ian kuant it at if m engacu kepada pendekat an posit ivism e dan neoposit ivism e (Adam s, et .al., 2007).

Penelit ian kualit at if um um nya dilakukan secara m endalam unt uk m em ahami suat u fenom ena at au perm asalahan t ert ent u dalam kehidupan m anusia. Apa yang t erlihat dan t erm asuk yang t idak t erlihat diselidiki di dalam penelit ian kualit atif. Ibarat m em andang sebuah dinding, selain m elihat fisik dari dinding, m aka apa yang t erkandung di dalam dinding dan di sebalik dinding t urut diselidiki dalam penelit ian kualit at if.

Wakt u yang dibut uhkan unt uk penelit ian kualit at if relat if lebih lama karena m endalam nya analisis yang dilakukan. Penelit i t erlibat langsung dalam m engum pulkan dat a sehingga penelit i berperan sebagai inst rum en pengum pul dat a. Dalam penelit ian kuant it at if perm asalahan t idak dit ent ukan di aw al, t et api permasalahan dit em ukan set elah penelit i t erjun ke lapangan dan apabila penelit i m em peroleh perm asalahan baru m aka perm asalahan t ersebut dit elit i kem bali sam pai sem ua perm asalahan t elah jenuh dan t elah t erjaw ab.

Cont oh penelit ian kualit at if sepert i penelit ian unt uk mengkaji budaya suat u suku t erasing; m engkaji perilaku perubahan sosial akibat m unculnya kem ajuan t eknologi inform asi.

Sem ent ara it u penelit ian kuant it at if t idak dilakukan secara m endalam.

Um um nya m enyelidiki perm ukaan saja, dengan dem ikian m em erlukan w akt u relat if lebih singkat dibanding dengan penelit ian kualit at if.

Inst rum en pengum pul dat a dapat digunakan sepert i angket , daft ar w aw ancara dan lainnya, t idak harus diri penelit i sendiri. Perm asalahan dalam penelit ian kuant it at if dapat dit ent ukan di aw al penelitian sehingga bersifat sebagai hipot esis at au dugaan aw al t erhadap perm asalahan berdasarkan apa yang dikat akan t eori.

Produk-produk penelit ian kuant it at if sangat banyak dit em ui di t engah- t engah kit a. Hasil survey m engenai persepsi orang-orang t erhadap suat u fenom ena yang t erjadi adalah cont oh penelit ian kuant it at if. Penelit ian- penelit ian m ahasisw a dalam skripsi yang sifat nya t idak m endalam juga t erm asuk kepada jenis penelit ian ini.

Penelitian Eksperimen

Penelit ian melibat kan kelom pok-kelom pok yang berbeda. Kelom pok- kelom pok yang ada dibandingkan sat u sam a lain. Dalam penelit ian ini ada

(21)

Penelit ian: Sebuah Gam baran Aw al

dua kelom pok yang m enjadi pehat ian, yakni kelompok eksperim en dan kelom pok kont rol (Kaufm an & Kaufm an, 2005).

Kelom pok eksperim en adalah kelom pok yang m enjadi perhat ian ut am a si penelit i. Um um nya kelom pok ini diberi perlakuan t ert ent u dan dilihat hasilnya, kem udian dibandingkan dengan hasil kelom pok kont rol yang tidak diberi perlakukan t ert ent u. Penelit ian eksperimen selalu dilakukan dalam penelit ian eksakt a sepert i penelit ian di laborat orium .

M isalnya pengaruh zat A t erhadap daya t ahan hidup t ikus. Penelit i melihat bagaim ana reaksi dari zat A t erhadap t ikus kelom pok eksperim en, kem udian agar ada perbandingan m aka dilihat juga bagaim ana daya t ahan hidup t ikus yang t idak diberi zat A.

Penelitian Survey

Penelit ian survei (survey) um um nya m erupakan penelit ian yang bert ujuan unt uk m engum pulkan dat a dengan m enelaah sam pel dari suat u populasi yang t ersedia. Penelit ian survey biasanya t idak dilakukan secara m endalam t ent ang fenom ena yang dit elit i. Penelit ian ini sering m enggunakan t eknik w aw ancara, angket at au observasi langsung t erhadap objek yang dit elit i.

Penelit ian-penelit ian sosial banyak m enggunakan pendekat an ini.

Cont ohnya survey yang dilakukan unt uk m elihat persepsi pelanggan t erhadap suat u pelayanan, survey persepsi m asyarakat t erhadap calon pim pinan.

Penelitian Korelasional, Kausal dan Kausal Komparatif

Penelit ian korelasional t ujuannya adalah unt uk m em ahami hubungan ant arvariabel (Kaufm an & Kaufm an, 2005). M isalnya penelit ian yang ingin m enget ahui apakah berat badan m em punyai hubungan dengan t inggi badan. Di sini t idak diperlukan unt uk m enget ahui m ana yang m enjadi penyebab dan m ana yang m enjadi akibat .

Penelit ian kausal (hubungan sebab akibat ) adalah penelit ian yang ingin m elihat apakah suat u variabel yang berperan sebagai variabel bebas berpengaruh t erhadap variabel lain yang m enjadi variabel t erikat . M isalnya sebuah penelit ian m engkaji pengaruh iklan secara online t erhadap m inat konsum en m em beli produk. Iklan online berperan sebagai penyebab dan m inat berperan m enjadi akibat .

(22)

Penelit ian: Sebuah Gam baran Aw al

Penelit ian kausal kom parat if dikenal juga dengan penelit ian expost fact o at au set elah kejadian. Penelit ian ini dilakukan dengan m elihat akibat yang t erjadi, lalu dicari apa penyebabnya (Um ar, 2001). M isalnya penelit ian yang m engkaji bagaim ana prest asi kerja karyaw an sebelum dan sesudah pelat ihan. Set elah penelit ian dilakukan akan dapat diket ahui apakah pelat ihan berpengaruh t erhadap prest asi kerja karyaw an (kausal), dengan m em bandingkan prest asi kerja m ereka sebelum dan sesudah pelat ihan (kom parat if).

Penelitian Sejarah atau Historis

Penelit ian sejarah at au hist oris adalah penelit ian yang beraw al dari penem uan hal-hal yang t idak diket ahui. Penelit ian ini berupaya m enem ukan fakt a-fakt a at au kejadian-kejadian di masa lalu (Sreedharan, 2007; Gall, 2007). Dat a-dat a t ent ang m asa lalu dikum pulkan dari berbagai rekam an sejarah, yang bert ujuan unt uk m enem ukan kebenaran t ent ang apa yang diperm asalahkan dalam penelit ian.

Penelit ian sepert i m enggali mengenai kerajaan M ajapahit di Indonesia.

Fakt a-fakt a diperoleh dari peninggalan-peninggalan kerajaan t ersebut.

Inform asi yang diperoleh m enjadi bahan pem belajaran unt uk hidup di m asa kini dan m asa depan.

Penelitian Studi Kasus (Case Study)

Penelit ian st udi kasus bert ujuan unt uk m engeksplorasi m engkaji suat u kasus yang spesisik, khas, unik (Sim ons, 2009). Kasus digali secara m endalam unt uk m endapat kan inform asi dan fakt a yang sebenarnya m engenai suat u kejadian, apa dan m engapa sesuat u kasus bisa t erjadi.

Penelit ian st udi kasus ini berm aksud hanya unt uk m engeksplorasi sesuat u, bukan unt uk m enguji hipot esis t et api just ru dapat digunakan unt uk m engem bangkan hipot esis.

Cont oh penelit ian st udi kasus sepert i adanya perm asalahan penjualan di sebuah perusahaan bisnis. Penelit i m enggali m engenai perm asalahan t ersebut secara m endalam , dan kem udian m emberikan solusi unt uk m engat asi perm asalahan t ersebut .

(23)

Penelit ian: Sebuah Gam baran Aw al Penelitian Tindakan (Action Research)

Penelit ian t indakan (act ion research) adalah pendekat an unt uk m em ecahkan m asalah dengan m elakukan t indakan at au aksi t ert ent u dengan m elibat kan penelit i dan part isipasi objek yang dit elit i sert a m elihat hasil yang t erjadi dari penerapan t ersebut dan m engevaluasi kelebihan kekurangannya. Act ion research dim ulai dari m elakukan konst ruksi at au m em bangun aksi, perencanaan aksi, pelaksanaan at au m elakukan aksi dan m engevaluasi aksi (Coghlan & Brannic, 2010). Hasil evaluasi digunakan unt uk m em perbaiki aksi berikut nya sehingga m asalah dapat diselesaikan.

Cont ohnya dalam penelitian t indakan kelas, ada perm asalahan bahwa prest asi m ahasisw a rendah, fakt or penyebabnya karena penggunaan m et ode belajar yang kurang efekt if. Penelit i kemudian m enggunakan m et ode belajar baru dan dit erapkan kepada m ahasisw a. Hasil dari evaluasi pem belajaran unt uk m at eri t ert ent u digunakan unt uk m em perbaiki pem belajaran berikut nya.

Penelitian Grounded Theory

Penelit ian grounded t heory. Penelit ian ini adalah penelit ian berkait an dengan t eori. Teori dibangun dari dat a-dat a yang dikum pulkan dan dianalisis secara kualit at if unt uk m em bangun konsep at au t eori (Charm az, 2006).

Teori dibangun karena ket iadaan at au ket erbat asan t eori yang ada, ket erbat asan m em aham i suat u fenom ena t ert ent u. Tujuan lainnya bisa juga unt uk m enyem purnakan at au m em perbaiki t eori yang sudah usang at au t idak lagi sesuai dengan kondisi saat ini.

M isalnya t eori kesuksesan yang selam a ini dikenal karena pengaruh dari IQ.

Tet api IQ belakangan t erbant ahkan sebagai sat u-sat unya fakt or yang m enyebabkan orang sukses. Di dalam diri m anusia ada jenis kecerdasan yang beragam , sepert i EQ dan SQ. Kedua jenis kecerdasan ini t urut m em bangun kesuksesan seseorang di dalam hidup. Dengan dem ikian, t eori kecerdasan t elah berkem bang, t idak hanya berpaku kepada t eori lam a saja.

Penelitian Etnografi

Penelit ian et nografi adalah pendekat an sist em at is unt uk m em pelajari kehidupan budaya dan sosial masyarakat , inst itusi. Lebih jelas lagi penelit ian ini adalah mem pelajari apa yang orang-orang pikirkan, percayai,

(24)

Penelit ian: Sebuah Gam baran Aw al

m ereka lakukan pada suat u t em pat dan w akt u t ert ent u dan bert ahan dari w akt u ke w akt u (LeCom pt e & Schensul, 2010).

Penelit ian sepert i m engkaji suat u m asyarakat suku pedalam an unt uk m em ahami t ent ang budaya m ereka. Inform asi dari hasil penelit ian m enjadi penget ahuan bagi orang banyak. Nilai-nilai posit if yang ada pada m asyarakat t ersebut dapat m enjadi cont oh unt uk dit erapkan dalam m asyarakat m odern, at au unt uk m em ecahkan permasalahan yang selalu t im bul dalam kehidupan m asyarakat m odern.

RUANG LINGKUP PENELITIAN DI BIDANG ILM U-ILM U BISNIS

Penelit ian bisnis perlu m em ahami banyak hal m engenai orang-orang sebagai m anajer, st af, pelanggan dan pem ilik, t ent ang ent it as bisnis sepert i perusahaan dan kem it raan, t ent ang ekonom i dan bagaim ana m ereka m em pengaruhi operasi bisnis, t ent ang produk dan layanan dan bagaim ana ia bervariasi dari w akt u ke w akt u, bagaim ana dapat diproduksi secara efisien, t ent ang uang dan apa yang m engat ur ket ersediaannya, bagaim ana m enghasilkan keunt ungan, t ent ang pem erint ah dan bagaim ana m ereka m em pengaruhi kebijakan operasi bisnis, pelanggan. Pendapat an, kebut uhan dan lain-lain (Greener, 2008). Penelit ian bisnis berhubungan dengan fenom ena bisnis sepert i harga, pasokan kom odit as, perkiraan penjualan, penget ahuan t ent ang perilaku pasar, st rat egi pem asaran yang dibut uhkan unt uk m encapai t ujuan, dan sebagainya (Adam s, 2007).

Bidang penelit ian unt uk ilm u-ilm u bisnis dit ujukan kepada kalangan m ahasisw a yang konsent rasinya adalah pada bidang ilm u manajem en akunt ansi, adm inist rasi bisnis, perpajakan dan bidang lainnya yang m engkaji perm asalahan bisnis.

Topik-t opik penelit ian di bidang ilm u bisnis sepert i t elah dijelaskan sebelum nya secara lebih prakt is dikelom pokkan m enjadi penelit ian m anajem en, pem asaran, akunt ansi dan keuangan (Sekaran, 2006).

 Penelit ian m anajem en: perilaku karyaw an dalam organisasi, m anajem en sum ber daya m anusia, m anajemen operasi, st rat egi, sist em inform asi, dan aspek m anajem en lainnya.

 Penelit ian pem asaran: produk, harga, prom osi, dist ribusi, perilaku konsum en, dan sebagainya.

(25)

Penelit ian: Sebuah Gam baran Aw al

 Penelit ian akunt ansi: sist em , prakt ik, prosedur kendali anggaran, biaya persediaan, m et ode pajak, m et ode biaya persediaan, akselerasi depresiasi, pem ulihan kas, dan aspek akunt ansi yang beragam .

 Penelit ian keuangan: operasi inst it usi keuangan, rasio keuangan opt im um , m erger dan akuisisi, keuangan ant ar perusahaan, perilaku saham , dan sebagainya.

Tent u saja banyak t opik-t opik lain yang berhubungan dengan penelit ian bisnis yang belum t erangkum di dalam pendapat -pendapat di at as. Peneliti dapat m enggali berbagai aspek bisnis lainnya unt uk dit elit i guna m em peroleh penget ahuan at au m emecahkan perm asalahan prakt is t ert ent u.

LATIHAN

1. Pikirkan t ent ang suat u objek at au fenom ena di lingkungan Anda (ont ologi). Bagaim ana cara Anda unt uk m em aham i objek yang t elah Anda pikirkan t ersebut (epist em ologi). Apa kem anfaat an yang diperoleh unt uk kehidupan set elah Anda m em aham i objek t ersebut (aksiologi).

2. Jelaskan m akna penelit ian ilmiah m enurut beberapa ahli dari sum ber-sum ber buku t eks dan jurnal.

3. Baca sebuah jurnal hasil penelit ian. Ident ifikasilah apa yang menjadi perm asalahan dalam penelit ian t ersebut , apa yang t eori kat akan m engenai perm asalahan t ersebut . Kem ukakan hipot esis yang ada, t eknik pengum pulan dat a yang digunakan, hasil analisis dat a, dan kesim pulan yang diperoleh.

4. Bedakan penelitian berdasarkan t ujuan, m et ode dan pendekat annya.

(26)

Masalah Penelit ian

M M A A S S A A L L A A H H P P E E N N E E L L I I T T I I A A N N

Tujuan bab ini adalah agar m ahasisw a m am pu:

1. M enjelaskan m akna m asalah penelit ian;

2. M em bedakan m asalah dan variabel penelit ian;

3. M enjelaskan variabel bebas, t erikat , m oderat or dan int ervening;

4. M enet apkan m asalah dan judul penelit ian;

2

(27)

Masalah Penelit ian

M AKNA M ASALAH PENELITIAN

Penelit ian dilakukan ket ika ada m asalah yang dihadapi dan perlu unt uk dipecahkan at au dicarikan jaw abannya. M asalah (problem) berm akna kesenjangan at au perbedaan ant ara kenyat aan (das sein) yang t erjadi dengan harapan at au apa yang seharusnya t erjadi (das sollen).

M anajer berhadap program pem asaran berhasil t et api kenyat aannya hasil yang dicapai t idak sebaik yang diharapkan. Suat u t eori m enyat akan bahwa seharusnya kom pensasi dapat m eningkat kan kinerja karyaw an, t et api kenyat aannya kinerja karyaw an t idak m eningkat set elah kom pensasi dit ingkat kan. Banyak sit uasi dalam kehidupan ini t erjadi sepert i cont oh di at as, m anusia selalu berharap baik t et api kenyat aannya adalah sebaliknya.

Banyak m asalah dalam kehidupan, t et api t idak sem ua m asalah perlu unt uk dit elit i. Um um nya m asalah yang perlu dit elit i adalah m asalah yang belum t erpecahkan dan belum ada solusinya, m asalah yang m enyangkut kepent ingan banyak orang, m asalah yang m erangsang orang unt uk m enelaahnya lebih lanjut .

Seseorang penelit i m elakukan pengam at an aw al t erhadap sebuah fenom ena unt uk bahan penelit iannya, m isalnya ia m enem ukan fakt a bahw a banyak karyaw an yang keluar dari perusahaan selam a beberapa t ahun belakangan. Seharusnya t idak boleh t erjadi hal dem ikian karena dapat m erugikan perusahaan dan diri karyaw an it u sendiri. Penelit i t ersebut t ergelit ik unt uk m enget ahui m engapa karyaw an berperilaku sepert i it u, apa fakt or yang m enyebabkan m ereka keluar dari pekerjaan, apakah karena fakt or diri m ereka at au fakt or ekst ernal sepert i dari pim pinan perusahaan?

Karena t im bul pert anyaan m aka ia t ert arik m enggali lebih dalam (m enelit i) unt uk m enem ukan jaw aban at as pert anyaan-pert anyaan yang m uncul di benaknya.

Hasil dari proses m enelit i t ersebut t idak hanya sekedar jaw aban at as perm asalahan yang ada, t et api jauh lebih luas adalah sebagai referensi unt uk pim pinan dalam m emecahkan m asalah di organisasinya. Ini m enunjukkan bahw a pem ecahan m asalah dari penelit ian adalah sesuat u yang m em ang berm anfaat .

Defenisi m asalah penelit ian dapat dilihat dari berbagai pendapat . M asalah penelit ian adalah hasil dari suat u proses penalaran yang dilakukan oleh penelit i dalam rangka unt uk m enerjem ahkan fenom ena unt uk diuji m elalui penelit ian (Jonker & Pennink, 2010). Biasanya m asalah penelit ian adalah

(28)

Masalah Penelit ian

sebuah m asalah (problem) t et api juga dapat berart i peluang (opport unit y).

M asalah (problem) diart ikan sebagai sit uasi dim ana suat u fakt a yang t erjadi sudah m enyim pang dari bat as t oleransi yang diharapkan (Um ar, 2002).

Tet api m asalah sebuah m asalah t idak selalu berart i bahw a ada sesuat u yang secara serius salah, nam un suat u m asalah bisa saja m erupakan minat , ket ert arikan, rasa penasaran t erhadap sesuat u (Sekaran, 2006).

Lihat cont oh di baw ah ini:

 Harapan m anajer, penjualan t erus m enerus m engalam i peningkat an, t et api kenyat aannya penjualan naik t urun;

 Harapannya at asan kinerja karyaw an cukup t inggi, kenyat aannya m asih banyak karyaw an yang berkinerja buruk;

 Harapan konsum en produk berkualit as t inggi, kenyat aannya produk banyak yang buruk kualit asnya.

M asalah dalam cont oh di at as adalah sesuat u yang negat if, t idak diharapkan, t idak sesuai dengan keinginan. Oleh karenanya perlu dit elit i m engapa hal t ersebut t erjadi.

Nam un dem ikian, sepert i dikem ukakan sebelum nya, kont eks m asalah bukanlah sesuat u yang negat if saja, m asalah bisa berm akna lebih luas lagi, sepert i adanya ket ert arikan bagi penelit i unt uk m enelit inya.

 Penelit i t ert arik m enelit i m asalah jejaring sosial. Penelit i t idak ingin m elihat sisi negat ifnya, t et api ia begit u t ert arik akan jejaring sosial yang t ergolong fenom ena baru dalam dunia int ernet;

 Penelit i ingin m emaham i bagaim ana pola perilaku orang dalam m em ilih Android sebagai sist em operasi kom put er yang bersifat open soources. Ia t idak berm aksud m eneliti sisi negat ifnya, t et api ingin m engeksplorasi fenom ena t ersebut .

Cont oh-cont oh di at as juga t ergolong m asalah penelitian. Walaupun bukan sesuat u yang negat if, t et api ia perlu unt uk dit elit i. Um um nya m unculnya ket ert arikan t ersebut adalah karena t erbat asnya inform asi m engenai m asalah it u.

Apabila m asalah penelit ian hanya dim aknai sebagai sesuat u yang negat if at au m enyim pang dari yang seharusnya saja, m aka penelit ian t idak akan m enghasilkan produk-produk yang inovatif. Walhasil, pelit i hanya akan m enelit i m asalah-m asalah yang sudah pernah dit elit i oleh orang lain.

Perlu dicerm at i, t em uan-t em uan yang berm anfaat bagi kehidupan m anusia selam a ini banyak dihasilkan dari adanya inovasi m asalah. Ket iadaan

(29)

Masalah Penelit ian

m em buat orang m elakukan penelit ian. Kelangkaan m em buat lahirnya produk-produk alt ernat if. Kingint ahuan mendalam m em buat m unculnya inform asi-inform asi t erbaru yang belum ada sebelum nya.

Lalu m uncul pert anyaan, apakah ket iadaan, kelangkaan it u m asih t ergolong m akna m asalah yang not abene adalah perbedaan ant ara harapan dengan kenyat aan? Jaw abannya iya, benar. M isalnya ket iadaan, ini adalah perbedaan ant ara harapan dengan kenyat aan, seharusnya sesuat u ada, t et api kenyat aannya t iada, ini m enjadi m asalah, dan perlu unt uk dit elit i agar m enjadi ada.

Kelangkaan, ini adalah perbedaan ant ara harapan dengan kenyat aan.

Seharusnya sesuat u t idak langka, t et api kenyat aannya langka. Ini perlu unt uk dit elit i, agar kelangkaan m enjadi berkurang akibat m unculnya produk alt ernat if dari hasil penelit ian.

Kesim pulannya, m asalah bisa berm akna beragam , yakni sesuat u hal negat if padahalnya seharusnya posit if. M asalah adalah ket iadaan, keinginan kit a seharusnya ada. M asalah adalah kelangkaan, seharusnya t ersedia selalu at au t idak langka. M asalah adalah kem unduran, seharusnya sesuat u t erus m engalam i kem ajuan. M asalah adalah keraguan, seharusnya sesuat u it u m eyakinkan, t idak m enim bulkan t anda t anya iya atau t idak, benar at au salah, t inggi at au rendah.

M ASALAH DAN VARIABEL PENELITIAN

M em bicarakan m asalah penelit ian t idak bisa t erlepas dari m em bicarakan variabel penelit ian. Sesuat u yang m enjadi m asalah penelit ian akan dinyat akan dalam bent uk variabel penelitian.

Variabel adalah suat u sifat -sifat yang dipelajari, suat u sim bol at au lam bang yang padanya m elekat bilangan at au nilai, dapat dibedakan, m em iliki variasi nilai at au perbedaan nilai (Bernad, 2000; Kerlinger, 2000).

M isalnya m ot ivasi kerja, m ot ivasi kerja dapat digolongkan dari m ot ivasi kerja rendah sam pai ke m ot ivasi kerja yang t inggi, m aka m ot ivasi kerja dikat akan sebagai variabel karena dapat m em iliki perbedaan nilai. Jenis kelamin juga dapat m enjadi variabel, karena jenis kelamin dibedakan m enjadi dua, laki-laki dan perem puan. Tingkat penjualan adalah variabel, ada penjualan sesuai dengan t arget dan ada penjual yang t idak m encapai t arget . Laba juga m erupakan cont oh variabel, karena sebuah perusahaan dapat m encapai laba at au rugi.

(30)

Masalah Penelit ian

Dengan dem ikian segala sesuat u yang dapat dibedakan, at au sesuat u yang di dalam nya ada nilai-nilai t ert ent u yang dapat dibedakan baik secara kualit at if m aupun kuant it at if dapat dijadikan sebagai variabel penelit ian, baik bagi penelit ian ilm u-ilm u sosial m aupun penelit ian ilm u-ilm u eksakt a.

Dalam suat u laporan penelit ian, variabel penelit ian sudah t am pak m ulai dari judul penelit ian, m aupun pada bagian-bagian lain, m isalnya dalam lat ar belakang, rum usan m asalah, t eori, hipot esis, dan set erusnya. Dengan dem ikian ketika seseorang m enelit i sebenarnya ia m engkaji t ent ang variabel-variabel yang ada di dalam nya.

Dalam prakt iknya seorang penelit i dalam penelit iannya m ungkin m enggunakan hanya sat u buah variabel, nam un m ungkin juga lebih dari sat u variabel. Variabel-variabel yang dikaji secara m andiri t ergolong dalam m asalah penelit ian deskript if. Ket ika penelit i berm aksud m engkaji ket erkait an ant arvariabel m aka penelit iannya adalah m asalah penelit ian asosit if, dan ket ika berm aksud m em bandingkan objek yang ada m engenai suat u variabel m aka penelit iannya adalah t ergolong m asalah penelit ian kom parat if.

Variabel dapat dibedakan dalam berbagai bent uk dant aranya:

 Variabel t erikat (dependent variable)

 Variabel bebas (independent variable)

 Variabel m oderat or (moderat ing variable)

 variabel int ervening (int ervening variable).

Variabel Terikat (Dependent Variable)

Variabel t erikat (dependent variable) adalah variabel yang dipengaruhi, t erikat , t ergant ung oleh variabel lain yakni variabel bebas. Variabel t erikat ini um um nya m enjadi perhat ian ut am a oleh penelit i. M isalnya di suat u perusahaan, pim pinan m erasa khaw at ir t ent ang loyalit as karyaw an yang rendah kepada perusahaan. M aka loyalit as karyaw an ini m erupakan variabel t erikat . M ungkin saja t inggi rendahnya t erjadi karena dipengaruhi oleh fakt or-fakt or t ert ent u, sepert i kepuasan kerja, sikap pim pinan dan sebagainya.

Variabel Bebas (Independent Variable)

Variabel bebas (independent variable) adalah kebalikan dari variabel t erikat . Variabel ini m erupakan variabel yang m em pengaruhi variabel t erikat . Dengan kat a lain variabel bebas adalah sesuat u yang menjadi sebab t erjadinya perubahan nilai pada variabel t erikat .

(31)

Masalah Penelit ian

Gambar 2.1. Pola Hubungan Variabel dan Variabel Terikat

Cont oh hubungan variabel bebas dengan variabel t erikat m isalnya loyalit as karyaw an rendah bisa saja rendahnya loyalit as ini dipengaruhi oleh gaji yang diberikan perusahaan, at au m ungkin karena karyaw an t idak puas t erhadap sikap pim pinan.

Baik kebijakan gaji m aupun sikap pim pinan m erupakan cont oh variabel t erikat , karena apabila gaji t inggi m aka loyalit as karyaw an dapat m enjadi t inggi, dem ikian pula sebaliknya gaji yang rendah akan m enyebabkan rendahnya loyalit as karyaw an. Dengan demikian gaji m enjadi penent u yang m em pengaruhi t inggi rendahnya loyalit as karyaw an kepada perusahaan.

Gambar 2.2. Cont oh Variabel Bebas dan Variabel Terikat

Variabel M oderator (M oderating Variable)

Variabel m oderat or (moderat ing variable) m erupakan variabel lain yang begit u kuat (m oderat ) dalam m em pengaruhi hubungan variabel bebas dan variabel t erikat (Baron & Kenny, 1986; Bennet , 2000).

Dalam kerangka analisis korelasional, m oderat or adalah variabel ket iga yang m em pengaruhi korelasi zero-order ant ara dua variabel lainnya.

Variabel m oderat or ini dapat m engubah hubungan aw al yang secara ideal at au t eorit is t erjadi ant ara variabel bebas dan variabel t erikat. Hubungan yang sem ula positif dapat berubah m enjadi negat if (Baron & Kenny, 1986).

Variabel m oderat or selalu pada t ingkat yang sam a sebagai variabel predikt or sehubungan dengan peran m ereka sebagai variabel kausal. Ini berart i bahw a dalam m odel apapun m ereka adalah merupakan ant eseden, eksogen at au variabel bebas t erhadap variabel dependen (Kim , et .al., 2001).

Gaj i Loyalit as Karyawan

Variabel Bebas Variabel Terikat

Variabel Terikat X

Variabel Bebas

Y

(32)

Masalah Penelit ian

Dengan kat a lain variabel m oderat ing adalah variabel dapat mem perkuat t et api juga m ungkin dapat m em perlem ah hubungan variabel bebas dan variabel t erikat .

Hubungan variabel bebas dan t erikat t ergant ung kepada nilai variabel m oderat or.

Gambar 2.3. Pola Hubungan Variabel yang M enyert akan

Variabel M oderat or

M isalnya hubungan ant ara gaji dengan kinerja karyaw an. Dalam t eori dikat akan apabila gaji t inggi m aka kinerja karyaw an akan m enjadi t inggi.

Tet api fakt anya t idak demikian, kinerja karyaw an rendah w alaupun gaji t inggi (bert ent angan dengan t eori).

Hal apa yang m enyebabkan t erjadinya kondisi sepert i it u? Hal ini kem ungkinan disebabkan disiplin karyaw an yang buruk.

Gambar 2.4. Cont oh Variabel Bebas, Variabel Terikat , dan Variabel M oderat or Dari cont oh di at as, disiplin berperan sebagai variabel m oderat or. Disiplin bisa m em perkuat hubungan gaji dengan kinerja apabila disiplin karyaw an bagus, t et api disiplin juga dapat mem perlem ah hubungan t ersebut . Apabila disiplin rendah, w alaupun gaji t inggi karyaw an tidak m ungkin akan berkinerja baik.

Gaj i Kinerj a

Disiplin

Variabel Bebas Variabel Terikat

Variabel Moderat or

X1 Y

X2

Variabel Bebas Variabel Terikat

Variabel Moderat or

(33)

Masalah Penelit ian

Pelibat an variabel m oderat or dalam suat u penelitian harus m erujuk kepada t eori, agar penelit i t idak salah dalam m enem pat kan suat u variabel sebagai variabel m oderat or.

Variabel Intervening (Intervening Variable)

Variabel int ervening banyak dibicarakan dalam lit erat ur ilm u perilaku, dikenal dengan nam a lain sebagai mediator variable, indirect effect s dan int ermediat e variable (Chaplin, 2007).

Variabel int ervening (int ervening variable) disebut juga sebagai variabel ant ara, yakni variabel yang m enjadi perant ara hubungan variabel bebas dan variabel t erikat . Dengan demikian variabel int ervening adalah m erupakan penghubung.

Perbedaan ant ara variabel m oderat or dengan int ervening bahw a variabel m oderat or adalah m engenai ”it depends” , sedangkan variabel int ervening adalah m engenai ”w hy and how” . Variabel m oderat or m enangani keadaan yang akan m engubah hubungan sederhana ant ara variabel independen dan dependen, sem ent ara variabel int ervening menyangkut m asalah m em ahami m engapa dan bagaim ana relasi/ hubungan ada dan bisa t erjadi, sert a bisa berhubungan secara kuat (Bennet , 2000; Chaplin, 2007). Variabel m oderat or m enjelaskan keadaan yang menyebabkan hubungan yang lem ah at au am bigu/ t idak jelas ant ara dua variabel yang diharapkan m em iliki hubungan yang kuat (Bennet , 2000).

Pola hubungan variabel yang di dalam nya t erdapat variabel int ervening dapat t erlihat dalam gam bar di baw ah ini.

Gambar 2.5. Pola Hubungan Variabel yang M enyert akan

Variabel Intervening

Sebagai ilust rasi, pelayanan m em pengaruhi loyalitas pelanggan, t et api sebelum t erbent uk loyalit as, sang pelanggan perlu m erasakan kepuasan.

Pelayanan yang baik akan m encipt akan kepuasan pelanggan, dan pelanggan yang m erasa puas akan m encipt akan loyalit as di dalam diri pelanggan.

X1 X2 Y

Variabel Bebas Variabel I nt ervening Variabel Terikat

(34)

Masalah Penelit ian

Gambar 2.6. Cont oh Variabel Bebas, Variabel Terikat , dan Variabel Int ervening

Penent uan variabel int ervening di dalam penelit ian juga t idak boleh sem barangan, t et api harus m erujuk kepada kepada t eori yang t elah t eruji.

Dalam penelit ian-penelit ian yang m enggunakan t eknik analisis jalur (pat h analysis) variabel int ervening sepert i di at as selalu dilibat kan, dan pelibat an it u karena didasari oleh t eori yang m endukung.

Ada beberapa hal yang perlu dipert im bangkan dalam m em bangun variabel int ervening di dalam sebuah m odel regresi: Variabel independen harus m em pengaruhi variabel int ervening dalam persam aan pert am a; Variabel independen harus dit am pilkan unt uk m em pengaruhi variabel dependen dalam persam aan kedua; Variabel int ervening harus m em pengaruhi variabel dependen dalam persam aan ket iga (Baron & Kenny, 1986).

M ENETAPKAN M ASALAH DAN JUDUL PENELITIAN

Pert anyaan yang selalu t im bul dalam benak penelit i pem ula. M anakah yang t erlebih dahulu dilakukan, m em buat judul penelit ian at au m enent ukan m asalah. Di dalam laporan penelit ian t erlihat seolah-olah judul penelit ian lebih dahulu hadir baru kem udian ada m asalah. Nam un sebenarnya t idak dem ikian, judul penelit ian ada karena t erlebih dahulu t elah dit et apkan m asalahnya. Apabila m asalah t elah dit em ukan m aka akan m udah bagi penelit i unt uk m enyusun suat u judul penelit ian.

Kegiat an m enem ukan m asalah disebut dengan eksplorasi m asalah, ident ifikasi m asalah at au m engenali m asalah. Kegiat an t ersebut dilakukan at as dasar pikir berpikir ant eseden dan preseden (Suriasum ant ri, 2010), m aknanya sebagai berikut :

 Ant eseden: berpikir m enyusur ke belakang dalam m enem ukan fakt or-fakt or yang m enyebabkan m asalah/ isu ut am a yang dipilih;

 Preseden: berpikir ke depan yakni memikirkan dam pak yang t im bul akibat m asalah/ isu ut am a.

Pelayanan Loyalit as

Variabel Bebas Variabel I nt erv ening Variabel Terik at Kepuasan

(35)

Masalah Penelit ian

Gam bar 2.7. Pendekat an dalam M engidentifikasi M asalah dan M erum uskan Judul Penelit ian

M engident ifikasi dengan pendekat an ant eseden dan preseden paling sesuai digunakan unt uk penelit ian yang m enggunakan pendekat an kausal (sebab akibat ). Pendekat an kausal ini m enarik unt uk digunakan dalam penelit ian bisnis, karena pada dasarnya suat u fenom ena di dalam bisnis t idak berdiri sendiri, t et api ia dapat dipengaruhi oleh sesuat u fakt or at au berdam pak t erhadap sesuat u hal.

Perhat ikan gam bar 2.7 unt uk m em ahami bagaimana m engident ifikasi m asalah dengan cara berpikir ant eseden dan preseden. Langkah paling aw al adalah m enet apkan m asalah at au isu ut am a. Sat u masalah at au isu ut am a sangat pent ing dit ent ukan t erlebih dahulu. M ust ahil peneliti m am pu m engident ifikasi banyak m asalah at au isu. Hal ini pent ing dilakukan agar penelit i lebih bisa berkonsent rasi kepada suat u perm asalahan saja. M asalah at au isu ut am a dipilih karena adanya indikasi, gejala at au sympt om.

Indikasi, gejala at au sympt om ini pent ing pula diident ifikasi dari referensi ilmiah unt uk m enunjukkan bahw a m asalah at au isu ut am a t ersebut adalah sebuah fenom ena yang pent ing dit elit i.

Jika penelit i mengident ifikasi perm asalahan penelit ian m elalui pendekat an ant eseden, m aka penelit i dapat menelusuri referensi m engenai fakt or- fakt or apa sebenarnya yang m em pengaruhi m asalah at au isu ut am a

Fa k t o r- fa k t or ya n g

M e m pe n g a ru h i M a sa la h Ut a m a : - B1

- B2 - Bn

Sum ber: Teori, Fak t a- fak t a m piris

M a sa la h / I su Ut a m a

“ A”

I ndik asi, gej ala,

sy m pt om dari

m asalah A:

- A1 - A2 - An

Sum ber: Teori, Fak t a- fak t a em piris

D a m p a k da ri M a sa la h Ut a m a - C1

- C2 - Cn

Sum ber: Teori, Fak t a- fak t a em piris

An t esed e n Pr esed e n

ALTERN ATI F JUD UL

Pengaruh B1 t erhadap A ( ant eseden) Pengaruh B1 dan B2 t erhadap A ( ant eseden)

Pengaruh A t erhadap C1 ( preseden) Pengaruh A t erhadap C2 ( preseden)

Pengaruh B 1 t erhadap C1 m elalui A ( ant eseden & preseden)

JUD UL

Pengaruh B1 dan B2 t erhadap A

(36)

Masalah Penelit ian

t ersebut . Fakt or-fakt or berm akna segala sesuat u penyebab t im bulnya m asalah at au isu ut am a. Fakt or-fakt or yang diident ifikasi m ungkin dem ikian banyak jum lahnya. Penelit i perlu m enggali segala asum si mengenai fakt or dari berbagai sum ber referensi. Kem ungkinan dari sat u, beberapa at au bahkan sem ua fakt or m asalah ut am a akan dipilih penelit i unt uk dikaji.

Perhat ikan gam bar 2.8.

Gam bar 2.8. Pendekat an Ant eseden dalam M engident ifikasi M asalah dan M erum uskan Judul Penelit ian

Jika menggunakan pendekat an preseden (gam bar 2.8.), penelit i dapat m enggali referensi m engenai segala dam pak yang diasum sikan bisa t im bul akibat adanya m asalah at au isu ut am a. Dam pak berart i segala akibat , efek yang bisa t im bul akibat pengaruh dari m asalah ut am a. Segala dam pak at au efek dari m asalah ut am a perlu dikem ukakan, w alaupun akhirnya penelit i hanya m em ilih sat u at au beberapa dam pak saja unt uk dit elit i. Seperti halnya dalam pendekat an ant eseden, m aka unt uk m enget ahui dam pak perlu diident ifikasi dengan m em baca referensi ilm iah.

- 2 - Fa k t o r- fa k t or y a n g M e m pe n g a ru h i M a sa la h Ut a m a :

- B1 - B2 - Bn

Sum ber: Teori, fak t a- fak t a em piris

- 1 -

M a sa la h / I su Ut a m a “A”

I ndik asi, gej ala, sy m pt om dari m asalah A:

- A1 - A2 - An

Sum ber: Teori, Fak t a- fak t a em piris An t esed e n

- 3 -

ALTERN ATI F JU D UL Pengaruh B1 t erhadap A Pengaruh B2 t erhadap A Pengaruh B1 dan B2 t erhadap A

- 4 - JUD U L

Pengaruh B1 t erhadap A

(37)

Masalah Penelit ian

Gam bar 2.9. Pendekat an Preseden dalam M engident ifikasi M asalah dan M erum uskan Judul Penelit ian

Oleh karena kegiat an m engident ifikasi m asalah yang dilakukan oleh peneliti adalah dalam kont eks penelit ian ilmiah, m aka M enem ukan indikasi, fakt or at au dam pak sepert i di at as harus pula digali dari sumber ilmiah yakni t eori dan fakt a em piris. Referensi yang digali t idak harus dari dari sat u sum ber saja, paling baik adalah m em baca beragam referensi sehingga akan t erkum pul banyak sekali fakt or dan dam pak dari masalah ut am a. Apabila penelit i m am pu m elakukan ident ifikasi yang bersum ber dari referensi ilmiah, m aka judul yang dirum uskan oleh penelit i adalah sesuat u yang t idak m eragukan lagi.

Sebuah ilust rasi berikut ini akan lebih m em perjelas bagaim ana proses m engident ifikasi m asalah dengan pola pikir ant eseden dan presden.

M isalnya, penelit i t ert arik dan berfokus kepada sebuah m asalah at au isu ut am a yakni kinerja karyaw an.

Pada saat penelit i m elakukan penelit ian pendahuluan (prariset ), ia m elakukan ident ifikasi m engenai bagaim ana kinerja karyaw an perusahaan.

M elalui dokum en penilaian kinerja karyaw an di perusahaan t erlihat bahwa banyak karyaw an yang m emiliki kiner

Referensi

Dokumen terkait

Dengan generasi dari nilai koefisien korelasi (X2 andX3) dalam tabel III, yang menunjukkan hasil untuk korelasi koefisien praktik komunikasi bisnis yang efektif (A1-A16),

Korelasi ganda Regresi linier berganda merupakan korelasi simultan variabel bebas terhadap variabel terikat, maka dalam hal ini adalah untuk mencari nilai koefisien

Dimana ρY i X k menunjukkan koefisien jalur, R i -1 adalah matriks invers korelasi antar variabel eksogen dalam model yang dianalisis, dan r YiXk. koefisien

Koefisien jalur yang distandarkan (standardize path coefficient) ini digunakan untuk menjelaskan besarnya pengaruh (bukan memprediksi) variable bebas (eksogen) terhadap variable lain

Variabel yang digunakan di dalam penelitian yang menggunakan analisis jalur ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu variabel bebas atau variabel eksogen dan variabel terikat

- Oleh karena itu, jika suatu model mempunyai dua atau lebih variabel- variabel penyebab, maka koefisien-koefisien jalurnya merupakan koefisien- koefisien regresi parsial

Untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara variabel lingkungan kerja ( variabel X ) dengan Kepuasan kerja ( variabel Y ), maka digunakan rumus korelasi rank spearman,

Atas dasar keterkaitan antar komponen tersebut, dibangun variabel endogen dan variabel eksogen untuk menganalisis dampak kebijakan fiskal sektor pendidikan dan sektor