MINUMAN INSTAN JAHE SEHAT
100% JAHE MERAH DAN GULA AREN
Diajukan Kepada CV/Perusahaan Sebagai pengajuan dan pertimbaangan
Untuk menjalin hubungan kerja sama
PROPOSAL PRODUK
Oleh:
KASTURINDO INDONESIA NIB : 2401230080862
MINUMAN INSTAN JAHE SEHAT 100% JAHE MERAH DAN GULA AREN
KASTURINDO INDONESIA
2023 M.
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ... viii
PENDAHULUAN... 1
GAMBARAN UMUM PERUSAHAN ... 4
2.1 Sejarah dan Pengembangan... 4
2.2 Visi dan Misi ... 4
2.3 Struktur dan Organisasi……….4
SARANA DAN PRASARANA ... 5
4.1 Kantor ... 6
4.2 Ruang Produksi dan Pencucian ... 6
4.3 Ruang Pengemasan ... 6
4.4 Peralatan Produksi ... 6
PRODUKSI JAHE SEHAT... 8
5.1 Pengadaan dan Sortinasi Bahan Baku ... 8
5.2 Perendaman dan PencuciaN ... 9
5.3 Pemarutan ... 9
5.4 Pemerasan ... 10
5.5 Pengendapan... 10
5.6 Pemasakan ... 10
5.7 Pengadukan ... 11
5.8 Pengayakan ... 11
PENGEMASAN DAN UKURAN ... 11
STANDARISASI HARGA ... 12
DAFTAR PERUSAHAAN... 13
LAMPIRAN ... 14
2 PENDAHULUAN
Industri pengolahan hasil pertanian atau agroindustri merupakan subsektor agribisnis yang sangat besar peranannya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kegiatan agroindustri pengolahan hasil pertanian, mempunyai ciri-ciri antara lain dapat meningkatkan nilai tambah, menghasilkan produk yang dapat dipasarkan, digunakan atau dikonsumsi, meningkatkan daya saing, dan menambah pendapatan atau keuntungan produsen (Arifin, 2016:12). Potensi industri pengolahan hasil pertanian juga didukung oleh keanekaragaman hayati yang tinggi menjadikan Indonesia memiliki beragam jenis tanaman termasuk tanamanan obat.
Salah satu komoditas pertanian tanaman obat yang dapat diolah dan memiliki nilai ekonomis adalah jahe. Jahe merupakan jenis tanaman obat yang sudah sejak lama digunakan oleh masyarakat sebagai bahan rempah-rempah dan obat-obatan. Di dalam rimpang jahe terdapat beberapa zat kimia seperti minyak atsiri, gingerol, zingeron, asam amino, dan vitamin A. Sebagai bahan obat tradisional, jahe memiliki mengobati berbagai penyakit seperti batuk, pegal-pegal, kepala pusing, dan masuk angin (Santoso, 2008: 34).
Menurut Hakim (2015:76) jahe dalam industri makanan dan minuman telah digunakan secara luas. Masyarakat Indonesia sudah sejak lama mengolah berbagai jenis minuman tradisional yang berbasis jahe seperti wedang jahe, bajigur, bandrek, wedang angsle, sekoteng, dan kopi jahe.
Salah satu produk olahan jahe yang banyak dipasarkan yaitu serbuk jahe.
Jenis jahe merah merupakan komoditas yang sering digunakan dalam pembuatan serbuk jahe karena jika dibandingkan dengan jenis jahe lainnya jahe merah memiliki rasa yang lebih pedas dan aromanya lebih tajam (Setyaningrum, 2013:11). Serbuk jahe merah merupakan produk minuman serbuk siap saji berbentuk serbuk atau granula yang dibuat dengan campuran gula dan rempah-rempah.
Sektor industri pengolahan jahe merah telah berkembang di berbagai skala usaha baik industri skala rumah tangga, industri skala kecil, dan industri skala besar. Industri pengolahan jahe merah tersebar di berbagai wilayah indonesia termasuk di Provinsi Banten. Berdasarkan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Banten (2015:24) sentra produksi jahe di
Provinsi Banten tersebar di wilayah Kabupaten Lebak dan Pandeglang, sedangkan industri obat tradisional maupun usaha kecil obat tradisional banyak terdapat di wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Salah satu industri yang mengolah serbuk jahe merah di Kota Tangerang Selatan adalah Kasturindo Indonesia.
Katurindo Indonesia merupakan salah satu industri yang bergerak di bidang pengolahan jahe merah menjadi minuman herbal (herbal drink) berupa serbuk jahe merah ditambahan dengan gula aren. Kasturindo Indonesia merupakan industri skala kecil yang dapat memproduksi serbuk jahe merah rata-rata sebesar 240 kg per bulan Kasturindo Indonesia menjual produk serbuk jahe merah dengan beberapa variasi kemasan yaitu box karton ukuran 1.200 gram, dengan isi 1 luin atau 12 pc per-toples ukuran 100 gram.
4 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
A. Sejarah dan Perkembangan
Kasturindo Indonesia merupakan sebuah usaha yang bergerak di dalam produk yang meliputi kategori; busana muslim pria dan wanita, perlengkapan dan aksesoris ibadah, makanan, minuman herbal dn buku-buku islami. Lokasi usaha berada di Jl. Cendrawasih 5, Gg. Parkit 5 No. 38 RT 001 RW 02 Kel.
Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15413..
Usaha ini berdiri sejak tahun 2019 dengan pemilik perusahaan M Ilham.
Awal berdiri merupakan jenis usaha prorangan yang berkontribusi di e-commerce dalam perjalanan usaha tersebut mengalami peningkatan dan kemajuan dengan melakukan produksi sendiri dan melebarkan pasar yang mencakup masyarakat umum.
Kasturindo Indonesia telah menerbitkan izin berusaha pada tahun 2022 melalui Pemerintahan Republik Indonesia guna melegalitaskan sebuah bidang usaha dan membuka lapangan pekerjaan.
B. Visi dan Misi
Visi dan misi merupakan hal yang penting bagi sebuah usaha. Dalam menjalankan usahanya, Kasturindo Indonesia memilliki visi dan misi yang dibuat dalam perusahahan ini. Berikut adalah Visi dan Misi yang diterapkan.
Visi : Sebagai pusat perekonomian bagi seluruh rakyat Indonesia yang bergerak dalam produk ke-islaman sebagai mayoritas agama di Indonesia.
Misi : Mampu memberikan nilai yang terbaik kepada pelanggan melalui inovasi yang berkelanjutan.
C. Struktur Organisasi
Struktur organisasi merupakan salah satu faktor penting dalam suatu perusahaan. Struktur organisasi pada Kasturindo Indonesia masih sangat sederhana. Karakteristik struktur organisasi Kasturindo Indonesia terdapat pembagian tugas, dan tanggungjawab yang didelegasikan kepada anggota anggotanya serta mempersiapkan kegiatan-kegiatan tersebut untuk dapat menjalankan rencana yang telah ditetapkan agar tujuan perusahaan dapat tercapai.
Sarana dan prasarana dalam suatu usaha merupakan hal yang penting untuk menunjang kegiatan operasional serta kelancaran aktivitas usaha. Sarana dan prasarana digunakan perusahaan untuk seluruh kegiatan yang dilakukan baik dari proses produksi hingga pemasaran. Sarana dan prasarana meliputi peralatan usaha dan bangunan yang terdiri dari kantor, ruang produksi dan pencucian dan ruang pengemasan.
1. Bagian management perusahaan. Tugas selanjutnya yang dilakukan Bapak M Ilham Faizal sebagai pimpinan perusahaan adalah mengatur jadwal dalam pembuatan dan pengiriman produk.
2. Bagian Produksi di Kasturindo Indonesia berjumlah 4 orang yang terdiri dari 3 karyawan perempuan dan 1 karyawan laki˗laki. Tugas bagian produksi mulai dari menyortasi bahan baku jahe merah yang akan olah pada proses produksi serbuk jahe merah. Tugas selanjutnya yang dilakukan karyawan bagian produksi diantaranya pencucian bahan baku jahe merah, pemasakan jahe merah hingga menjadi serbuk dan pengemasan. Bagian produksi terdiri dari 2 orang bagian pemasakan dan 2 orang bagian pengemasan.
3. Bagian Distribusi Pemasaran bertugas memasarkan dan mendistribusikan produk serbuk jahe merah baik untuk konsumen langsung maupun kepada pengecer Kasturindo Indonesiaserta mempromosikan produk secara online melalui e-commers, WhatsApp dan instagram serta melalui pameran dan kegiatan UMKM produk pangan. Bagian pemasaran di Kasturindo Indonesiaterdiri dari 2 karyawan diantaranya 1 karyawan perempuan dan 1 karyawan laki˗laki.
Waktu jam kerja yang diterapkan sekitar 8-9 jam per hari dimulai dari pukul 08.00 sampai pukul 16.00 WIB, namun antara waktu jam kerja yang sudah diterapkan dengan keadaan di lapangan seringkali tidak sesuai, bisa lebih cepat maupun lebih lambat. Hari kerja yang ditetapkan yaitu 4 hari kerja dalam seminggu yaitu di Hari Senin sampai Sabtu..
D. Sarana dan Prasarana
6 5. Peralatan Produksi
Peralatan produksi merupakan seluruh peralatan yang menunjang proses produksi serbuk jahe merah. Peralatan produksi serbuk jahe merah juga terdapat mesin produksi yang terdiri dari mesin parut dan mesin pengemas.
Sarana dan prasarana yang ada di di industri kecil Kasturindo Indonesia memiliki kegunaan dan peralatan yang berbeda-beda. Kegunaan dari masing- masing sarana dan prasarana sebagai berikut:
1. Kantor
Kantor merupakan komponen pokok yang penting bagi suatu perusahaan.
Ruang kantor pada Kasturindo Indonesia berukuran 3x3 meter. Kantor digunakan untuk kegiatan oprasional pemilik, bagian keuangan dan pemasaran. Ruang kantor ini juga digunakan untuk kegiatan administrasi, kegiatan rapat dan menerima tamu.
2. Ruang Produksi dan Pencucian
Ruang produksi merupakan ruangan yang digunakan untuk melakukan seluruh kegiatan pengolahan serbuk jahe merah. Ruang produksi serbuk jahe merah Kasturindo Indonesiaterdiri dari beberapa bagian yaitu ruang pencucian dan pemasakan. Ruang pencucian digunakan untuk proses pencucian bahan baku jahe dan kebutuhan dalam proses pemasakan. Ruang produksi digunakan untuk kegiatan pemasasakan dan penggilingan pada kegiatan produksi serbuk jahe merah. Ruang produksi ini terletak 4 meter dari letak kantor dalam ruang produksi ini kegiatan serbuk produksi jahe merah dilakukan mulai dari penyortiran hingga pemasakan.
4. Ruang Pengemasan
Ruang pengemasan meupakan ruangan yang digunakan untuk kegiatan pengemasan produk serbuk jahe merah. Ruang pemngemasan pada Kasturindo Indonesia berada di dalam ruang produksi didalam ruangan tersebut terdapat peralatan untuk kegiatan pengemasan seperti mesin pengemas dan digunakan sebagai tempat penyimpanan alat dan bahan untuk kegiatan produksi serbuk jahe merah guna menarik daya konsumsi dengan kemasan yang menarik juga..
No. Sarana/Prasarana Jumlah
1. Mesin Parut dan Peras 2
2. Kompor 1
3. Wajan Besar 2
4. Spatula 2
5. Ember Besar 5
6. Pisau 4
7. Saringan kain 2
8. Sikat 4
9. Box Besar 4
10. Timbangan digital 1
11. Gayung 2
12. Keranjang plastik 3
13. Mesin Pengemas 1
14. Saringan besi 2
Proses produksi mempunyai peran yang sangat penting bagi suatu perusahaan industri yang mengelola bahan mentah menjadi bahan jadi.
Produksi serbuk jahe merah pada Kasturindo Indonesiadilakukan sebanyak 4 kali dalam seminggu atau 16 kali dalam sebulan. Kegiatan produksi serbuk jahe merah Kasturindo Indonesia meliputi proses pengadaan dan sortasi bahan baku hingga pengemasan.
8 PRODUKSI JAHE SEHAT
1. Pengadaan dan Sortirisasi Bahan Baku
Tahapan pertama pembuataan serbuk jahe merah diawali dengan pengadaan bahan baku. Bahan utama jahe merah diperoleh dari agen di Pasar Induk Karang Tengah dan Lebak. Agen tersebut mendapat bahan baku dari pemasok yang berasal dari Medan. Harga jual yang ditetapkan oleh agen kepada pemilik usaha adalah sebesar Rp20.000/Kg. Pengadaan bahan baku jahe merah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan produksi serbuk jahe merah bulanan. Jumlah pembelian jahe merah tergantung stock atau jumlah yang tersedia pada agen, biasanya jumlah jahe merah yang dibeli oleh pemilik usaha adalah sekitar 80-160 Kg. Sedangkan untuk gula pasir yang digunakan, pemilik tidak memiliki tempat khusus untuk membelinya dan frekuensi pembelian juga tidak menentu. Bahan baku tambahan pada produksi serbuk jahe merah terdiri dari mahkota dewa, sereh, kayu manis dan gula aren pemilik hanya membelinya di pasar dan tidak di toko atau pemasok khusus yang menjadi langganan pemilik serta jumlah pembelian bahan tambahan juga tidak menentu.
Tahap produksi serbuk jahe merah selanjutnya yaitu sortasi bahan baku. Penyortiran dilakukan untuk memastikan kualitas dan kondisi bahan- bahan yang digunakan dengan kualitas yang baik. Pensortiran dilakukan oleh pemiliki usaha sebelum bahan baku digunakan dalam proses produksi serrbuk jahe merah. Penyortiran bahan baku jahe merah dilakukan untuk memastikan jahe merah yang digunakan masih segar dan tidak busuk ataupun berjamur.
Penyortiran juga dilakukan pada bahan input lainnya seperti gula pasir, gula aren, mahkota dewa, sereh wangi, serta kayu manis sebelum digunakan dalam proses pemasakan serbuk jahe merah untuk memastikan pengunaan bahan baku yang berkualitas baik dalam proses produksi serbuk jahe merah.
2. Perendaman dan Pencucian
Tahap selanjutnya adalah perendaman jahe merah. Proses perendaman yaitu proses merendam jahe merah dalam air dengan waktu tertentu sebelum dilakukan proses pencucian. Proses perendaman bertujuan melepaskan tanah dan kotoran yang menempel pada rimpang jahe merah sehingga memudahkan dalam proses pecucian. Proses perendaman biasanya dilakukan selama 2-4 jam di dalam ember besar berisi air. Rimpang jahe merah yang telah direndam kemudian dipindahkan pada keranjang besar untuk dilakukan pencucian.
Proses pencucian dilakukan untuk membersihkan rimpang jahe merah dari tanah dan kotoran yang masih menempel pada rimpang jahe merah. Proses pencucian ini dilakukan secara manual dengan dibersihkan menggunakan sikat. Proses pencucian merupakan salah satu proses yang sangat penting dalam produksi serbuk jahe merah untuk mendapatkan hasil produksi yang berkualitas baik.
3. Pemarutan
Proses pemarutan merupakan proses pengolahan yang berguna untuk menghasilkan bentuk pengecilan ukuran bahan baku dengan cara pemotongan dan penghancuran. Rimpang jahe merah yang telah dicuci besih kemudian diparut menggunakan mesin parut. Pemarutan jahe merah dilakukan dengan cara memasukan rimpang jahe merah segar yang telah dibersihkan kedalam mesin parut secara bertahap kemudian dicampurkan dengan air sedikit demi sedikit. Penambahan air dilakukan untuk mempermudah proses ekstraksi dan meningkatkan total padatan terlarut yang terekstrak. Jahe merah yang telah dihaluskan kemudian ditampung ke dalam ember untuk dilakukan pemerasan.
10 4. Pemerasan
Proses pemerasan merupakan proses pemisahan bahan dari campurannya dengan menggunakan pelarut yang sesuai. Pemerasan merupakan tahap untuk memisahkan air sari dengan pati. Proses pemerasan jahe merah dilakukan untuk mendapatkan santan atau sari jahe merah. Hasil parutan jahe merah disaring dan diperas untuk memisahkan ampas jahe dan sarinya dengan menggunakan saringan kain. Sari jahe yang telah didapatkan dari pemerasan kemudian ditampung pada ember besar.
5. Pengendapan
Proses pengendapan merupakan proses membentuk endapan yaitu padatan yang dinyatakan tidak larut dalam air walaupun endapan tersebut sebenarnya mempunyai kelarutan sekecil apapun. Proses pengendapan sari jahe merah bertujuan untuk memisahkan sari jahe dengan pati jahe yang masih tersisa agar ketika pemasakan tidak terjadi penggumpalan karena gelatinisasi pati dan penggumpalan pada saat penyeduhan serbuk jahe merah. Proses pengendapan dilakukan dengan cara larutan sari jahe didiamkan di dalam ember selama kurang lebih 30 menit – 60 menit (1 jam). Sari jahe hasil pengendapan ditampung pada ember besar untuk dilakukan proses selanjutnya yaitu pemasakan.
6. Pemasakan
Tahap produksi serbuk jahe merah selanjutnya yaitu pemasakan.
Dalam satu kali pemasakan menggunakan wajan, jumlah takaran jahe dan gula pasir adalah 1:1 (satu kilogram jahe dengan satu kilogram gula). Sari jahe yang telah dihasilkan kemudian dimasak bersama dengan gula pasir hingga mendidih. Proses pemasakan sari jahe merah dengan menggunakan wajan besar diatas kompor dengan api sedang. Proses pemasakan di atas api bertujuan untuk menguapkan kandungan air dari dalam bahan. Penambahan input tambahan bubuk seperti mahkota dewa, sereh wangi, serta kayu manis, dan gula aren dilakukan setelah campuran sari jahe dan gula pasir mendidih.
7. Pengadukan
Proses pengadukan merupakan suatu perlakuan dengan gerakan terinduksi terhadap suatu bahan di dalam bejana. Proses pengadukan terus dilakukan selama 3-4 jam hingga campuran jahe merah mengental dan berwarna kecoklatan. Apabila campuran jahe merah sudah tidak terdapat larutan lagi, api dikecilkan dan terus dilakukan pengadukan hingga terbentuk kristal. Pada proses ini terjadi kritalisasi dari campuran jahe merah.
Selanjutnya pemanasan dihentikan dan api kompor dipadamkan namun pengadukan tetap dilakukan. Proses pengadukan meyebabkan bentuk dan ukuran kristal yang dihasilkan cenderung homogen.
8. Pengayakan
Proses pengayakan merupakan pemisahan berbagai campuran partikel padatan yang mempunyai berbagai ukuran bahan dengan menggunakan ayakan. serbuk kristal jahe merah yang telah didinginkan kemudian diangkat dari wajan dan diayak agar bubuk halus dan kasar terpisah sehingga ukuran serbuk lebih seragam. Serbuk jahe merah diayak menggunakan saringan atau ayakan besi sebelum dilakukan pengemasan.
9. Pengemasan dan ukuran
Pengemasan produk “Jahe Sehat”, dilakukan secara manual guna memanfaatkan sumber daya manusia dan terintegrasi secara teknologi.
Sebagaimana berikut ini.
a. Jenis kemasan : Toples
b. Bahan : Plastik
c. Berat Bersih : 100 gram
d. Total berat keseluruhan : 110 gram
e. Tinggi : 4 CM
f. Lebar : 12 CM
g. Diameter : 6 CM
h. Kelengkapan : dilengkapi dengan a. stiker kemasan b. plastik segel c. sendok.
i. Ukuran box/kardus : 12 PCS/1200 gram
12 STANDARISASI HARGA
Dalam menetapkan harga kami melakukan kalkulasi biaya produksi dan standarisasi harga di pasar guna membangkitkan ekonomi masyarakat dan lainnya, sebagai berikut.
No. Keterangan Nominal isi 1 PCS Nominal isi 1 lusin/12 PCS
1. Mitra Rp. 8.500 Rp. 100.000
2. Konsumen Rp. 10.000 Rp. 120.000
13 DAFTAR PERUSAHAAN
Nama Perusahaan : Kasturindo Indonesia Pemilik : M Ilham Faizal, S.Q., S.Pd.
Tahun berdiri : 2019
Nomor Izin Berusaha : 2401230080862 No. Reg LPPOM MUI :
No. Produksi : K/2023/jahesehat Nomor Handphone : 62 089530077742
Email : [email protected]
Alamat : Jl. Cendrawasih V, Gg. Parkit 5 No. 38 RT 001 RW 02 Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan. Ciputat Kota Tangerang Selatan Banten
Kode Pos : 15413
14