Bisnis Digital
Model Transaksi
ARIEL YESA YEHUDA (2410211011)
Perkembanga n Teknologi
dan Revolusi Industri 4.0
Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan otomatisasi dan
integrasi teknologi digital seperti internet, AI, dan loT di
berbagai sektor. Revolusi ini mengubah cara bisnis
beroperasi, terutama dengan munculnya perdagangan
digital, di mana transaksi jual beli kini dapat dilakukan
secara online melalui platform digital, menggantikan
cara tradisional yang memerlukan interaksi langsung.
Konsep
Transaksi
Bisnis Digital
Merujuk pada kegiatan pertukaran barang atau jasa yang dilakukan secara non-tunai. Transaksi ini dapat dilakukan secara online melalui internet atau offline menggunakan perangkat seperti ponsel atau kartu elektronik. Transaksi bisnis digital bertujuan untuk mempercepat dan mempermudah proses pembayaran dengan fitur seperti kecepatan, biaya rendah dan kenyamanan, serta mencatat perubahan posisi keuangan perusahaan secara otomatis untuk keperluan akuntansi.
Perbedaan Transaksi Digital dan Transaksi Online
Bisa dilakukan secara online atau offline.
Contohnya e-wallet, QR code, kartu kredit atau debit.
Transaksi Digital
Bisa dilakukan hanya secara online, melalui platform berbasis web atau aplikasi. Contohnya belanja di e-commerce.
Transaksi Online
Model Transaksi Digital
Ada dua jenis utama pembayaran digital :
Layanan perbankan melalui internet, seperti cek saldo, transfer, dan pembayaran tagihan.
Mobile Banking
Pembayaran tanpa rekening bank, menggunakan e-wallet, P2P, dan QR code.
Mobile Payment
01 02
01 02 03
Dompet digital untuk menyimpan uang di aplikasi. (OVO, GoPay)
E-Wallet
Transaksi langsung antara individu tanpa perantara. (PayPal, Venom)
Peer To Peer (P2P)
Memungkinkan pembayaran melalui scan kode QR (QRIS)
QR Code
Contoh Model Pembayaran
Digital
Transaksi terlacak dan terlindungi dengan enkripsi.
Keamanan lebih baik 03
Transaksi dapat diotorisasi dari mana saja.
Mendukung kerja jarak jauh 04
Kelebihan
Transaksi Digital
Kelebihan dari transaksi digital pada dasarnya dapat dirinci sebagai berikut:
Pembayaran cepat di mana saja, kapan saja.
Praktis dan Efisien 01
Sistem digital mencatat transaksi secara real-time.
Pembukuan Otomatis
02
Kekurangan
Transaksi Digital
Sinyal internet yang stabil sangat diperlukan.
Butuh infrastruktur teknologi 01
Masyarakat harus paham cara menggunakan teknologi.
Membutuhkan pengetahuan teknologi
02
Peraturan yang ada belum sepenuhnya mencakup seluruh aspek transaksi digital.
Regulasi masih berkembang 03
Promo digital mendorong pembelian yang tidak perlu.
Mendorong perilaku konsumtif 04
Alur Transaksi Digital
Card Owner Check Out
Payment Gateaway
Customer’s Bank
Acquiring Bank
Payment Server (Processor)
Payment System
Keterangan:
• Menunjukkan aliran verifikasi data kartu
• Menunjukkan respon dari bank dan asosiasi kartu dikembalikan ke pemilik kartu
• Menunjukkan penyelesaian dana di bank pengakuisisi
Tren
Transaks i Digital
Adanya perlindungan dan jaminan keamanan yang diberikan oleh lembaga keuangan resmi di Indonesia juga menjadi faktor tersendiri yang menarik minat masyarakat untuk melakukan transaksi secara digital.
Indonesia menyumbang sekitar 40% atau US$77 miliar dari total nilai transaksi ekonomi digital di Asia Tenggara. (Laporan e- Conomy Asia Tenggara yang dikutip Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2022).
Data terkini tentang tren transaksi dalam jaringan (daring) di Indonesia sejak tahun 2012 hingga 2021 semakin menunjukkan tren kenaikan. Pada tahun 2012 nilai transaksi digital hanya sekitar Rp 1,97 triliun, namun pada tahun 2021 mencapai Rp 305,44 triliun.
Apabila ditinjau dari perilaku konsumen dalam bertransaksi berdasarkan hasil survei Litbang Kompas akhir Mei 2023 diketahui bahwa responden terbiasa menggunakan transaksi digital (non tunai) yaitu sebanyak 22,5%.
Kesimpulan
Model transaksi bisnis digital telah mengubah cara perusahaan dan konsumen berinteraksi, memungkinkan transaksi yang lebih cepat, efisien, dan terjangkau. Dengan adopsi teknologi seperti e- commerce, pembayaran digital, dan platform berbasis cloud, bisnis dapat memperluas jangkauan pasar mereka, mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan pengalaman pelanggan.
Model-model seperti Business-to-Business (B2B), Business-to- Consumer (B2C), serta Consumer-to-Consumer (C2C) memanfaatkan platform digital untuk pertukaran barang dan jasa.
Selain itu, teknologi blockchain dan smart contracts memperkenalkan tingkat keamanan dan transparansi yang lebih tinggi dalam transaksi. Keberhasilan bisnis di era digital sangat bergantung pada kemampuan untuk berinovasi dan mengadopsi teknologi terbaru, mengoptimalkan operasi, serta memberikan layanan yang responsif dan terpercaya kepada pelanggan.