• Tidak ada hasil yang ditemukan

Modul Pelatihan Komunikasi Asertif Kelompk 3

N/A
N/A
Ummu Masruroh

Academic year: 2025

Membagikan "Modul Pelatihan Komunikasi Asertif Kelompk 3"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

modul pelatihan

komunikasi asertif

Berisi Panduan Pelatihan Komunikasi Asertif pada Anggota Karang Taruna

BIMBINGAN DAN KONSELING FKIP UNS

(2)

Daftar isi

KATA PENGANTAR 1

2 DEFINISI KOMUNIKASI ASERTIF

3 JENIS-JENIS KOMUNIKASI ASERTIF

STUDI KASUS KOMUNIKASI ASERTIF 4

PERMAINAN SIMULASI KOMUNIKASI ASERTIF 10

12 PRE-POST TEST KOMUNIKASI ASERTIF

PENUTUP 7

(3)

kata penganar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan Modul Pelatihan Komunikasi Asertif ini. Modul ini merupakan bentuk lebih praktis untuk memberikan pelatihan kepada anggota karang taruna tentang komunikasi asertif.

Modul ini berisi pre-test, definisi, jenis, studi kasus, permainan simulasi, dan post-test komunikasi asertif. Dengan hadirnya modul ini diharapkan dapat menjadi media penunjang dalam yang lebih konkret dan mudah dipahami.

Semoga Bermanfaat!

(4)

definisi

Komunikasi asertif adalah kemampuan untuk menyampaikan pandangan dan perasaan secara jujur dan penuh rasa hormat, baik kepada diri sendiri maupun orang lain. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Widyastuti et al. (2020), komunikasi asertif mencakup pengungkapan ide-ide dengan tanggung jawab dan percaya diri, tanpa merasa bersalah atau merugikan orang lain.

Hidayatullah (2023) menjelaskan bahwa komunikasi asertif adalah kemampuan seseorang untuk menyampaikan pikiran, perasaan, dan kebutuhan secara langsung, jelas, dan tegas, tanpa mengurangi rasa hormat terhadap orang lain. Komunikasi ini melibatkan keseimbangan antara mempertahankan hak pribadi dan menghormati hak orang lain. Dalam praktiknya, komunikasi asertif memungkinkan individu untuk mengungkapkan pendapat mereka dengan percaya diri tanpa merasa bersalah atau takut akan penolakan. Hidayatullah juga menekankan bahwa komunikasi asertif berperan penting dalam membangun hubungan interpersonal yang sehat dan produktif, karena menciptakan ruang bagi dialog terbuka yang saling menghormati.

Komunikasi Asertif merupakan kemampuan berkomunikasi

yang bersifat aktif, langsung, dan jujur. Perilaku ini

mengkomunikasikan kesan dan pesan kepada diri sendiri dan

kepada orang lain, dengan sikap Asertif maka individu memandang

keinginan, kebutuhan dan haknya sama dengan kebutuhan dan hak

orang lain (Kustiawan et al., 2022).

(5)

definisi

Menurut (Sarlan Menungsa et al., 2023) komunikasi asertif adalah jenis komunikasi di mana seseorang menyampaikan pikiran, perasaan, dan kebutuhan mereka dengan jelas, tegas, dan hormat terhadap orang lain. Selain itu, perilaku asertif juga didefinisikan sebagai kemampuan berkomunikasi untuk menyatakan pendapatnya terhadap orang lain. Komunikasi asertif perlu diterapkan pada kehidupan sehari hari sehingga dapat jujur atas penerimaan ataupun penolakan tanpa adanya intimidasi dari pihak lain. Individu yang memiliki komunikasi asertif yang baik mempunyai rasa percaya diri, tingkat ketahanan, harga diri yang tinggi dan kesejahteraan, kematangan emosi serta kebahagiaan (Kurniati, 2019).

Sementara itu, menurut Galassi dan Galassi, menyatakan bahwa sikap asertif adalah pengungkapan secara langsung kebutuhan, keinginan dan pendapat seseorang tanpa menghukum, mengancam atau menjauhkan orang lain. Asertif juga meliputi mempertahankan hak mutlak orang lain (Fauziah,2009:32). Galassi dan Galassi menggolongkan aspek-aspek perilaku asertif menjadi 3 yaitu: Pengungkapan perasaan-perasaan positif, afirmasi diri dan pengungkapan perasaan-perasaan negatif (Fauziah,2009:39).

Berdasarkan beberapa penjelasan di atas, dapat ditarik

kesimpulan bahwa komunikasi asertif merupakan kemampuan yang

dimiliki seseorang sebagai hasil dari pengalaman dan proses

belajar.

(6)

Mengungkapkan perasaan positif antara lain:

Dapat memberikan pujian dan mengungkapkan penghargaan pada orang lain dengan cara asertif adalah keterampilan yang sangat penting. Individu mempunyai hak untuk memberikan balikan positif kepada orang lain tentang aspek-aspek yang spesifik seperti perilaku, pakaian, dan sebagainya, memberikan pujian berakibat mendalam dan kuat terhadap hubungan antara dua orang, ketika seseorang di puji kecil kemungkinan mereka merasa tidak dihargai.

Menerima pujian minimum dengan ucapan terimakasih, senyuman, atau seperti “saya sangat menghargainya”

Aspek meminta pertolongan termasuk didalamnya yaitu meminta kebaikan hati dan meminta kebaikan hati dan meminta seseorang untuk mengubah perilakunya. Manusia selalu membutuhkan pertolongan orang lain dalam kehidupannya, seperti misalnya meminjam uang.

Aspek yang mengungkapkan perasaan suka, cinta, sayang kepada orang yang disenangi. Kebanyakan orang mendengar atau mendapatkan ungkapan tulus merupakan hal yang menyenangkan dan memperkuat hubungan dan memperdalam hubungan antara manusia.

Aspek memulai dan terlibat percakapan. Aspek ini diindikasikan oleh frekuensi senyuman dan gerakan tubuh yang mengindikasikan reaksi, perilaku, respon, kata-kata yang mengimformasikan tentang diri atau pribadi, atau bertanya langsung.

jenis-jenis

Pengungkapan Perasaan Positif

Aspek-aspek perilaku asertif menurut Galassi dan Galassi ada tiga kategi.

1

(7)

jenis-jenis

Afirmasi Diri

Afirmasi diri terdiri dari dua, yaitu sebagai berikut.

Mempertahankan hak adalah relevan pada macam-macam situasi di mana hak pribadi diabaikan atau dilanggar. Misalnya situasi orang tua dan keluarga, seperti anak tidak diizinkan atau dibolehkan menjalani kehidupan sendiri, tidak mempunyai hak pribadi sendiri, dan situasi hubungan teman dimana hakmu dalam membuat keputusan tidak dihormati.

Mengungkapkan pendapat. Setiap individu mempunyai hak untuk mengungkapkan pendapatnya secara asertif. Mengungkapkan pendapat pribadi termasuk di dalamnya dapat mengemukakan pendapat yang bertentangan dengan pendapat orang lain atau berpotensi untuk menimbulkan perselisihan pendapat dengan orang lain, contohnya adalah mengungkapkan ketidak sepahaman dengan orang lain

Mengungkapkan Perasaan Negatif

Mengungkapkan perasaan negatif terdiri dari:

Menolak permintaan. Individu berhak menolak permintaan yang tidak rasional dan untuk permintaan yang walaupun rasionak, tetapi tidak begitu diperhatikan. Dengan berkata ‘tidak’ dapat membantu kita untuk menghindari keterlibatan pada situasi yang akan membuat penyesalan karena terlibat, mencegah terjadinya suatu keadaan dimana individu akan merasa seolah-olah telah mendapatkan keuntungan dari penyalahgunaan atau memanipulasi ke dalam sesuatu yang diperhatikan untuk dilakukan.

2

3

(8)

jenis-jenis

Mengungkapkan ketidak senanga. Ada banyak situasi dimana individu berhak jengkel atau tidak menyukai perilaku orang lain, seseorang yang melanggar hakmu, teman meminjam barang tanpa permisi, teman yang selalu datang terlambat ketika berjanji dan lain-lain.

Mengungkapkan kemarahan Individu mempunyai tanggung jawab untuk tidak merendahkan, mempermalukan atau memperlakukan dengan kejam kepada orang lain pada proses ini. Banyak orang telah mempelajari bahwa mereka seharusnya tidak mengekspresikannya.

3

(9)

studi kasus

Dalam persiapan acara pentas seni desa, hanya beberapa orang yang aktif bekerja. Beberapa anggota lain kurang terlibat atau belum diberi tugas.

Bagaimana cara menyampaikan ajakan supaya semua anggota mau ikut terlibat tanpa menyinggung?

Sebagian anggota ingin mengadakan turnamen futsal, sebagian lain ingin lomba tumpeng. Bagaimana menyampaikan pendapat dengan asertif agar keputusan bisa diambil bersama tanpa menyingkirkan ide orang lain?

Bentuklah kelompok kecil yang berisi 2–3 orang.

Setiap kelompok akan mendapatkan satu studi kasus yang menggambarkan situasi komunikasi di lingkungan karang taruna

Diskusikan masalah komunikasi dan tentukan jenis komunikasinya.

Buatlah solusi atau respon asertif yang bisa diberikan oleh tokoh dalam kasus tersebut.

Presentasikan hasil diskusi (maks. 3 menit per kelompok).

1

2

(10)

studi kasus

Ketua Karang Taruna meminta salah satu anggota menjadi koordinator acara besar, tapi anggota tersebut sedang sibuk dengan tugas kuliah. Bagaimana cara menolak tugas dengan asertif tanpa membuat suasana tidak enak?

Kegiatan yang telah diselenggarakan oleh Karang Taruna mendapat kritik dari peserta acara. Bagaimana merespons kritik tersebut dengan tenang, terbuka, dan asertif?

Dalam rapat, ada satu anggota yang selalu memotong pembicaraan dan mendominasi diskusi. Bagaimana cara menyampaikan masukan agar diskusi bisa lebih adil dan semua orang punya kesempatan berbicara?

Dalam beberapa rapat Karang Taruna, ada anggota yang sering datang terlambat tanpa konfirmasi. Bagaimana cara menegur dengan sopan tapi tegas agar disiplin waktu bisa ditingkatkan?

3

4

5

6

(11)

studi kasus

Beberapa anggota merasa pengurus Karang Taruna kurang transparan dalam penggunaan dana kegiatan. Bagaimana cara menyampaikan kritik dan permintaan klarifikasi secara asertif agar tidak menimbulkan salah paham atau konflik?

Ada anggota Karang Taruna yang dulu aktif, tetapi belakangan jarang ikut kegiatan tanpa alasan yang jelas. Bagaimana cara mengajak dan memotivasi anggota tersebut untuk kembali aktif, dengan komunikasi yang asertif dan tidak terkesan memaksa?

Salah satu anggota yang bertugas membuat spanduk acara belum menyelesaikan tugasnya sampai mendekati hari H, dan tidak memberi kabar. Bagaimana cara menegur atau mengingatkan teman tersebut dengan cara yang asertif dan tidak memojokkan?

Seorang anggota kewalahan menjalankan tugas dokumentasi acara sendirian.

Bagaimana cara meminta bantuan ke tim lain tanpa merasa segan atau sungkan?

7

8

9

10

(12)

permainan simulasi

Petunjuk

1.Bentuklah kelompok kecil 2-3 orang.

2.Setiap kelompok akan mendapatkan satu permainan simulasi yang menggambarkan situasi komunikasi di lingkungan karang taruna

3.Setiap kelompok membagi peran dengan anggota kelompok dan mempraktekkan di depan.

Fokus: Menyampaikan pendapat dan mengelola ketidaksetujuan

Situasi:

Kamu mengusulkan kegiatan lomba masak untuk ibu- ibu dalam rapat Karang Taruna. Tapi salah satu anggota menolaknya dan menyarankan acara olahraga saja.

Tugas peserta:

Sampaikan pendapatmu dan tanggapi penolakan secara asertif.

(13)

Fokus: Merespon pujian secara positif dan asertif Situasi:

Setelah kamu memandu acara Karang Taruna, seorang teman memujimu di depan umum.

Tugas peserta:

Respon pujian dengan percaya diri dan rendah hati.

Fokus: Menolak permintaan dengan sopan

Situasi: Kamu diminta jadi koordinator acara jalan sehat, padahal kamu sedang sibuk ujian kuliah.

Tugas peserta: Katakan “tidak” secara asertif dan beri alasan.

Fokus: Menyampaikan kritik konstruktif Situasi:

Salah satu anggota tim tidak hadir beberapa kali dalam persiapan kegiatan tanpa pemberitahuan.

Tugas peserta:

Sampaikan perasaan kecewa dan harapan ke depan.

Fokus: Komunikasi asertif dalam meminta tolong Situasi:

Kamu kewalahan menyusun proposal kegiatan Karang Taruna dan butuh bantuan, tapi ragu minta tolong.

Tugas peserta:

Latih keberanian minta bantuan secara tepat.

(14)

pre-post test

Adapaun petunjuk pengisiannya yaitu:

1. Bacalah dengan teliti setiap pertanyaan dan seluruh kemungkinan jawaban yang ada.

2. Pilihlah alternatif jawaban yang sesuai dengan keadaan kamu.

3. STS : Bila pernyataan Sangat Tidak Sesuai dengan perasaan/kondisi kamu.

2. TS : Bila pernyataan Tidak Sesuai dengan perasaan/kondisi kamu.

3. S : Bila pernyataan Sesuai dengan perasaan/kondisi kamu.

4. SS : Bila pernyataan Sangat Sesuai dengan perasaan/kondisi kamu.

Saya merasa nyaman memberikan pujian kepada sesama anggota karang taruna ketika mereka melakukan hal baik.

STS TS S SS

Saya menerima pujian dari sesama anggota karang taruna dengan rasa terima kasih dan tanpa merasa malu.

STS TS S SS

Saya berani meminta bantuan kepada anggota lain saat merasa kesulitan.

STS TS S SS

Saya lebih memilih menyelesaikan semua sendiri daripada meminta bantuan kepada anggota karang taruna lain.

STS TS S SS

(15)

pre-post test

Saya dengan mudah mengungkapkan perasaan suka dan sayang kepada anggota karang taruna lain.

STS TS S SS

Saya merasa senang ketika bisa menyatakan cinta atau perhatian secara terbuka.

STS TS S SS

Saya aktif terlibat dalam rapat karang taruna.

STS TS S SS

Saya berani mempertahankan hak saya ketika merasa hak tersebut diabaikan.

STS TS S SS

Saya merasa percaya diri untuk menyampaikan pendapat dalam forum diskusi karang taruna

STS TS S SS

Saya tidak ragu untuk menyatakan apa yang menjadi hak saya secara tegas namun sopan.

STS TS S SS

(16)

pre-post test

Saya merasa tidak pantas menyuarakan pendapat jika berbeda dengan pendapat anggota karang taruna yang lebih tua/senior.

STS TS S SS

Saya mampu menolak permintaan yang tidak sesuai dengan kemampuan atau keinginan.

STS TS S SS

Saya merasa nyaman mengatakan "tidak" dengan alasan yang jelas ketika permintaan tidak rasional.

STS TS S SS

Saya merasa pendapat saya dihargai ketika saya mengungkapkannya dengan jelas dan sopan.

STS TS S SS

Saya berani menyampaikan pendapat saya meskipun berbeda dengan orang lain.

STS TS S SS

(17)

pre-post test

Saya dapat menyatakan ketidaksenangan saya tanpa menyakiti perasaan orang lain

STS TS S SS

Saya merasa tenang saat mengungkapkan kekecewaan secara jujur dan terbuka.

STS TS S SS

Saya mampu mengekspresikan kemarahan saya secara tepat tanpa menjadi agresif.

STS TS S SS

Saya mendiamkan anggota lain yang membuat saya marah tanpa menyelesaikan masalahnya.

STS TS S SS

Saya mengelola emosi marah dengan cara yang konstruktif saat berkomunikasi dengan orang lain.

STS TS S SS

1.Bagaimana biasanya Anda menunjukkan rasa peduli atau perhatian kepada sesama anggota karang taruna?

2.Pernahkah Anda merasa hak Anda diabaikan dalam pembagian tugas Karang Taruna? Apa yang Anda lakukan?

3.Pernahkah Anda mengalami konflik dengan anggota lain? Bagaimana Anda menyikapinya?

(18)

penutup

Melalui pelatihan ini, diharapkan

para anggota Karang Taruna dapat

memahami pentingnya komunikasi

asertif sebagai bagian dari

keterampilan interpersonal yang

mendukung peran aktif di

masyarakat. Kemampuan untuk

menyampaikan pendapat secara

jelas, menghargai perbedaan, serta

membangun dialog yang sehat

merupakan fondasi penting dalam

menciptakan kerja sama yang

harmonis dan produktif. Semoga

materi dan latihan yang telah

diberikan dapat menjadi bekal

berharga dalam meningkatkan

kualitas komunikasi, baik dalam

kegiatan organisasi maupun

kehidupan sehari-hari. Dengan

komunikasi yang asertif, pemuda

Karang Taruna dapat menjadi agen

perubahan yang cerdas, santun,

dan berintegritas.

(19)

modul

pelatihan

Referensi

Dokumen terkait

10 Saya merasa tidak puas saat membaca di perpustakaan SS S TS STS 11 Dalam satu hari saya dapat membaca 2 buku bacaan di.. perpustakaan SS S

Saya merasa sulit menjalin hubungan dengan orang yang baru saya kenal. SS S TS

Saya merasa kurang percaya diri dengan pekerjaan saya karena saya merasa pimpinan saya tidak pernah memberi arahan kepada saya mengenai pekerjaan saya. SS S TS

Saya merasa kurang percaya diri dengan pekerjaan saya karena saya merasa pimpinan saya tidak pernah memberi arahan kepada saya mengenai pekerjaan saya. SS S TS

STS: Sangat Tidak Setuju, TS: Tidak Setuju, N: Netral, S: Setuju, SS: Sangat Setuju No Pernyataan STS TS N S SS Advertising 1 Saya merasa bahwa iklan mobil dengan merek

[SS] ES] [N] {TS] [STS] 49 Saya merasa tertekan saat menjadi objek pembicaraan negatif teman-teman saya di grup WA [SS] [S] [N] [TS] [STS] 50 Saya merasa rnarah kepada orang yang

Keterangan STS = Sangat Tidak Setuju TS = Tidak Setuju N = Netral S = Setuju SS = Sangat Setuju No Atribut Penelitian STS TS N S SS Pelatihan 1 Saya menyenangi program pelatihan

Keterangan : SS = Sangat Setuju TS = Tidak Setuju S = Setuju STS = Sangat Tidak Setuju No Pernyataan SS S TS STS 1 Saya merasa bahwa insentif yang saya dapatkan telah sesuai