• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mudah Merancang Perangkat Pembelajaran - Repository UNP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Mudah Merancang Perangkat Pembelajaran - Repository UNP"

Copied!
126
0
0

Teks penuh

Hakekat Perangkat Pembelajaran

Pengertian Perangkat Pembelajaran

Metode pembelajaran adalah cara atau teknik yang digunakan untuk mengajar siswa sesuai dengan pencapaian tujuan pembelajaran. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan tingkat kebutuhan belajar siswa, luasnya isi mata pelajaran dan pencapaian tujuan pembelajaran.

Peran Guru dalam Pembelajaran

Guru berperan dalam memberikan kemudahan dan kenyamanan kepada siswa dalam memperoleh pengetahuan dan keterampilan. Materi pembelajaran dikemas secara kontekstual, terkini dan sesuai dengan kebutuhan belajar siswa.

Jenis‐Jenis Perangkat Pembelajaran

Forum MGMP merupakan forum khusus bagi guru mata pelajaran yang sama, seperti forum MGMP Sosiologi, forum MGMP Sejarah, forum MGMP Biologi, dan lain sebagainya. Guru mata pelajaran yang sama dapat berdiskusi dan mendiskusikan pengaturan sumber daya pengajaran tergantung pada kebutuhan dan persyaratan kurikulum dan program.

Gambar 1.1 Jenis‐Jenis Perangkat Pembelajaran Guru 
Gambar 1.1 Jenis‐Jenis Perangkat Pembelajaran Guru 

Manfaat Perangkat Pembelajaran

Program tahunan tersebut mencakup pencapaian standar kompetensi mata pelajaran dan alokasi komitmen waktu yang diperlukan untuk mengajar siswa. Materi pembelajaran adalah materi yang merupakan bagian dari standar isi mata pelajaran yang dipelajari siswa.

Kalender Pendidikan, Kompetensi Lulusan, dan

Kalender Pendidikan

Kalender pendidikan memulai tahun ajaran baru pada bulan Juli dan berakhir pada bulan Juni tahun berikutnya. Perbedaan kalender pendidikan yang terdapat pada masing-masing daerah dan sekolah terletak pada penentuan hari libur yang mempengaruhi jumlah minggu efektif belajar.

Tabel 2.1 Alokasi Waktu Kalender Pendidikan  No  Kegiatan  Alokasi 
Tabel 2.1 Alokasi Waktu Kalender Pendidikan  No  Kegiatan  Alokasi 

Kompetensi Lulusan

Perancangan perangkat pembelajaran diawali dengan analisis standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan tertentu sesuai mata pelajaran yang diajarkan. Kesalahan atau kekeliruan dapat terjadi dalam pengembangan perangkat pembelajaran apabila tidak diawali dengan peninjauan SKL.

Tabel 2.2 Standar Kompetensi Lulusan SMA/MA/SMK  Sederajat 
Tabel 2.2 Standar Kompetensi Lulusan SMA/MA/SMK  Sederajat 

Kompetensi Mata Pelajaran

Berdasarkan standar isi yang terdapat pada mata pelajaran, guru dapat menguraikan indikator pencapaian kompetensi (IPK). KKM adalah batas nilai terendah atau standar hasil belajar terendah yang harus dicapai siswa. Sebaliknya, siswa yang tidak menyelesaikan studinya atau tidak lulus mendapat nilai kurang dari 76.

Berdasarkan hasil penentuan KKM kemudian ditentukan rentang nilai untuk menentukan predikat hasil belajar siswa. Siswa yang mendapat nilai di atas KKM akan mendapat materi pengayaan, sedangkan siswa yang mendapat nilai di bawah KKM akan dilakukan tugas remedial.

Tabel 2.4 Contoh Interval Predikat Hasil Belajar Sosiologi  Interval Nilai  Predikat  Keterangan 
Tabel 2.4 Contoh Interval Predikat Hasil Belajar Sosiologi  Interval Nilai  Predikat  Keterangan 

Praktik Analisis Kalender Pendidikan, Analisis

Model pembelajaran inkuiri merupakan model pembelajaran yang mengaktifkan siswa untuk mengeksplorasi informasi sebaik-baiknya. Model pembelajaran penemuan merupakan model pembelajaran yang memungkinkan siswa memecahkan masalah secara mandiri dan berkelompok. Semakin baik isi mata pelajaran yang terkandung dalam materi pembelajaran, maka akan semakin berhasil pula siswa dalam mempelajari materi tersebut.

Materi pembelajaran yang memberikan kegiatan berpusat pada siswa dikemas dalam bentuk Lembar Kerja Siswa (WWSH). Lembar kegiatan siswa (student sheet) berisi tugas-tugas yang harus diselesaikan siswa berdasarkan capaian kompetensi mata pelajaran.

Gambar 2.4 Praktik Menyusun Kalender Pendidikan Sekolah 
Gambar 2.4 Praktik Menyusun Kalender Pendidikan Sekolah 

Alokasi Waktu Efektif dan Program Pembelajaran

Alokasi Waktu Efektif

Alokasi waktu efektif adalah kegiatan penentuan minggu efektif dan hari pembelajaran efektif setiap semester dalam satu tahun ajaran sesuai dengan acuan kalender pendidikan sekolah. Artinya setiap guru wajib mengalokasikan waktu mengajar yang efektif karena disesuaikan dengan jadwal hari mengajar. Jika jumlah minggu efektif dan hari belajar efektif Kelas X dan Kelas XI berbeda, maka yang terjadi adalah demikian.

Alokasi waktu pembelajaran yang efektif hendaknya dilakukan oleh setiap guru mata pelajaran, terutama yang mempunyai jadwal mengajar berbeda-beda. Manfaat penetapan alokasi waktu efektif bagi guru adalah: (1) mengetahui jumlah waktu efektif pelaksanaan kegiatan pembelajaran per semester dalam satu tahun ajaran; (2) desain pembelajaran terstruktur; (3) tujuan pembelajaran dapat tercapai; dan (4) meminimalkan kekurangan waktu dalam melaksanakan pembelajaran.

Program Tahunan

Jumlah jam mengajar dalam satu tahun ajaran ditentukan dengan menggabungkan jumlah jam mengajar semester ganjil dengan jam mengajar semester genap. Misal, jika menghabiskan 42 jam belajar pada semester ganjil dan 48 jam belajar pada semester genap, maka jumlah waktu belajar yang digunakan siswa dalam satu tahun ajaran adalah 90 jam belajar. Tujuan guru dalam menyusun program tahunan adalah: (1) mengidentifikasi materi pelajaran yang padat dan luas; 2) mengalokasikan waktu yang tepat dan sesuai kebutuhan untuk pelaksanaan kegiatan pembelajaran; dan (3) menghindari batasan waktu.

Hasil perhitungan alokasi waktu yang cermat berdampak pada kelancaran dan keberhasilan guru dalam mengajar siswa.

Program Semester

Saran dalam memilih warna untuk mendesain surat promes adalah menggunakan warna yang tidak terlalu gelap, namun terlihat jelas. Warna kuning digunakan untuk ulangan harian dan warna coklat digunakan untuk ujian tengah semester dan warna lainnya. Promes membantu guru menciptakan kurikulum yang berkualitas dan meminimalkan kurangnya waktu belajar siswa.

Walaupun disebut program semester, bukan berarti program studi ini dibuat hanya untuk satu semester, melainkan dibuat untuk dua semester, yakni semester ganjil dan semester ganjil. Dengan demikian, dalam program semester tidak hanya terdapat pembagian minggu belajar efektif saja, tetapi juga terdapat pembagian minggu tidak efektif yang dijadikan pedoman oleh guru dalam mengikuti jadwal kegiatan pembelajaran, ulangan harian, ujian tengah semester, ujian akhir semester. ujian, penerimaan rapor, libur semester dan hari libur nasional.

Praktik Menetapkan Alokasi Waktu efektif,

Pengertian Silabus

Prinsip‐Prisip Pengembangan Silabus

Penetapan tujuan pembelajaran, materi pelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian pembelajaran dan sumber belajar selaras dengan pencapaian kompetensi mata pelajaran. Perkembangan komponen kurikulum dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi yang berkembang di masyarakat, negara dan dunia, sehingga dapat berguna bagi peserta didik untuk mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Pengembangan komponen kurikulum mengakomodasi keberagaman peserta didik, pendidik, dan dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan masyarakat.

Dalam mengembangkan komponen silabus, perhatian diberikan pada kinerja kompetensi yang bersifat umum atau holistik yaitu sikap, pengetahuan, dan sikap.

Kegiatan Pembelajaran

Keterampilan yang diperoleh peserta didik dalam pembelajaran harus ditingkatkan atau disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik dirancang untuk mengaktifkan siswa (student-centered learning) dalam mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan mata pelajaran. Model pembelajaran berbasis masalah merupakan model pembelajaran yang menghadirkan masalah sebagai pembahasan utama untuk melatih siswa agar mampu memecahkan masalah.

Keberhasilan penerapan model pembelajaran PBL ini adalah siswa dapat memberikan solusi terhadap permasalahan yang diajukan. Banyak sekali model pembelajaran yang direkomendasikan oleh para ahli untuk mendidik siswa secara aktif.

Praktik Pengembangan Silabus

Guru menjelaskan materi pelajaran dan siswa mendengarkan serta mencatat penjelasan guru dalam buku catatan masing-masing. Jika ada satu jenis kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa, maka materi pembelajaran yang akan diajarkan juga harus mencakup satu jenis tersebut. Karakteristik siswa yang berbeda-beda mempengaruhi minat belajar yang berbeda-beda, sehingga perlu dikembangkan materi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa.

Buku teks siswa merupakan buku yang digunakan siswa dalam pembelajaran dengan tujuan untuk memudahkan siswa dalam menguasai kompetensi yang ditentukan. Handout berbentuk leaflet atau lembaran yang berisi informasi atau materi pembelajaran yang harus dikuasai siswa.

Tabel 4.1 Contoh Format Silabus 
Tabel 4.1 Contoh Format Silabus 

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Pengertian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Karakteristik siswa dapat mempengaruhi pelaksanaan pembelajaran dan pencapaian hasil belajar, sehingga pembelajaran harus dirancang berdasarkan kebutuhan belajar siswa. Oleh karena itu, guru hendaknya mempertimbangkan kebutuhan siswa dengan fasilitas media visual dan aktivitas yang dapat mengaktifkan siswa dalam belajar. Subjek dalam pembelajaran adalah siswa, sehingga pembelajaran diciptakan untuk mendorong partisipasi siswa untuk mengeksplorasi, menemukan.

Proses pembelajaran melatih siswa dalam membaca, memahami hasil bacaan dan mampu menuliskannya dalam bentuk ilmiah. Perkembangan teknologi dan informasi disinergikan dalam penyusunan RPP untuk memenuhi kebutuhan peserta didik menghadapi tantangan globalisasi.

Pengembangan Tujuan Pembelajaran

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa tujuan pendidikan secara umum adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu. , kompeten, kreatif, mandiri, demokratis dan bertanggung jawab. Oleh karena itu tujuan pembelajaran dirumuskan dalam bentuk kompetensi yang terukur dan terstruktur sehingga terjadi perubahan perilaku siswa baik dari segi: pengetahuan, keterampilan dan sikap. Kompetensi siswa diurutkan dari tingkat terendah sampai tingkat tertinggi.

Siswa dibekali dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi atau disebut Higher Order Thinking Skills (HOTS). HOTS merupakan suatu keterampilan berpikir kritis dimana siswa diharapkan dapat memecahkan suatu permasalahan secara kreatif dan kritis dalam upaya mengambil keputusan yang bijaksana dan masuk akal.

Gambar 5.2 Tingkat Kompetensi Kognitif Revisi Taksonomi Bloom 
Gambar 5.2 Tingkat Kompetensi Kognitif Revisi Taksonomi Bloom 

Pengembangan Materi Pembelajaran

Materi pembelajaran yang berkaitan dengan keterampilan meliputi kemampuan mengembangkan ide, memilih, menggunakan bahan, menggunakan peralatan dan teknik kerja. Materi pembelajaran yang tergolong sikap atau nilai adalah materi yang berkaitan dengan sikap ilmiah, yaitu nilai-nilai kebersamaan, mampu bekerja sama dalam kelompok dengan orang lain yang berbeda suku, agama, dan strata sosial; nilai kejujuran, mampu jujur ​​dalam bertindak. Materi pembelajaran harus relevan atau berkaitan atau berkaitan dengan perolehan kompetensi mata pelajaran (kompetensi inti dan kompetensi dasar).

Prinsip kecukupan artinya materi yang diajarkan harus cukup untuk membantu siswa menguasai keterampilan dasar yang diajarkan. Ketepatan dalam menentukan ruang lingkup, jangkauan dan kedalaman materi pembelajaran akan menghindarkan guru dari pengajaran yang terlalu sedikit atau terlalu banyak, terlalu dangkal atau terlalu dalam.

Tabel 5.2 Klasifikasi Isi Materi Pembelajaran dalam Ranah  Pengetahuan 
Tabel 5.2 Klasifikasi Isi Materi Pembelajaran dalam Ranah  Pengetahuan 

Praktik Merancang RPP

Materi disusun secara menarik dan menawarkan tantangan belajar yang membangkitkan semangat belajar pada siswa. Buku teks merupakan buku pelajaran wajib atau sumber belajar utama yang digunakan oleh pendidik dan peserta didik pada satuan pendidikan untuk mencapai kompetensi mata pelajaran (kompetensi dasar dan kompetensi dasar). Dalam petunjuk khusus, buku pedoman guru menguraikan materi yang dipelajari siswa dan berisi petunjuk cara mengajarkan materi tersebut kepada siswa.

Modul adalah suatu bentuk bahan ajar yang disusun secara sistematis dan berisi kegiatan pembelajaran untuk membantu siswa memperoleh kompetensi. Pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar LKS akan bermanfaat bagi siswa jika guru mengkonfirmasi atau memberikan umpan balik terhadap apa yang telah dilakukan siswa.

Tabel 5.3 Contoh Format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 
Tabel 5.3 Contoh Format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 

Bahan Ajar

Pengertian Bahan Ajar

Bahan pembelajaran adalah segala bentuk bahan atau bahan yang digunakan untuk mempelajari suatu mata pelajaran. Bahan pembelajaran tertulis antara lain buku, majalah, surat kabar, handout, powerpoint, dan lain sebagainya. Bahan pembelajaran berupa alat-alat biasa digunakan dalam pengajaran ilmu kelistrikan, elektronika, teknik konstruksi, teknik komputer, dan lain-lain.

Materi pembelajaran yang dibagikan kepada siswa dikelola mulai dari yang mudah dipahami hingga yang sulit, dari pemahaman konkrit hingga pemahaman abstrak.

Langkah‐Langkah Mengembangkan Bahan Ajar

Salah satu penyebab perlunya pengembangan bahan ajar bagi guru di sekolah adalah sulitnya memperoleh buku teks. Budaya dan potensi alam masyarakat menjadi salah satu prioritas utama dalam pengembangan bahan ajar yang bermutu dan bermanfaat. Dengan demikian, bahan ajar dikembangkan dengan mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan potensi alam yang ada di lingkungan sekolah atau masyarakat belajar ke dalam isi bahan pembelajaran sesuai standar isi dan referensi buku teks.

Materi pembelajaran yang disusun secara kontekstual berupaya menyederhanakan isi materi pembelajaran sesuai dengan tingkat pengalaman dan kebutuhan pembelajar, sehingga mudah dipahami dan dikuasai dengan baik. Bahan pembelajaran yang baik adalah bahan pembelajaran yang dapat memenuhi kebutuhan peserta didik dalam menguasai materi pembelajaran sesuai dengan standar kompetensi yang telah ditetapkan.

Jenis‐Jenis Bahan Ajar

Secara umum LKS memuat kompetensi profesional, rangkuman materi dan tugas yang harus dilaksanakan peserta didik. Mengulangi isi materi pelajaran pada LKS akan membuat siswa bosan dalam belajar karena yang mereka temukan hanyalah informasi yang sama. Konfirmasi guru terhadap hasil belajar siswa dapat menjadi penguat bagi mereka untuk belajar lebih baik.

Guru yang profesional akan selalu sabar dalam membimbing dan memotivasi siswanya untuk mencapai hasil belajar yang diinginkan. Handout merupakan bahan tertulis yang disiapkan oleh pendidik untuk memperkaya pengetahuan siswa dalam mencapai suatu kompetensi.

Praktik Menyusun Bahan Ajar

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah. Salinan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2016 tentang Standar Kualifikasi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah. Salinan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah.

Salinan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 tentang Buku yang Digunakan Satuan Pendidikan. Antropologi dan Magister Pendidikan, Program Studi Ilmu Sosial, Pascasarjana Konsentrasi Antropologi-Sosiologi, Universitas Negeri Padang.

Gambar

Gambar 1.1 Jenis‐Jenis Perangkat Pembelajaran Guru  ........... 19  Gambar 2.4 Praktik Menyusun Kalender Pendidikan 
Gambar 1.1 Jenis‐Jenis Perangkat Pembelajaran Guru 
Tabel 2.1 Alokasi Waktu Kalender Pendidikan  No  Kegiatan  Alokasi 
Tabel 2.2 Standar Kompetensi Lulusan SMA/MA/SMK  Sederajat 
+7

Referensi