Judul Tesis : Pengaruh Harga Diri, Kecemasan Belajar dan Kesulitan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa VIII. kelas di SMP Muhammadiyah 12 Makassar. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah: (1) apakah terdapat pengaruh konsep diri terhadap prestasi akademik matematika siswa kelas VIII di SMP Muhammadiyah 12 Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara harga diri terhadap prestasi akademik matematika siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 12 Makassar.
Berdasarkan uraian di atas maka penulis mengambil judul “Pengaruh konsep diri terhadap kecemasan belajar dan kesulitan belajar terhadap kinerja belajar matematika siswa kelas VIII di SMP Muhammadiyah 12 Makassar”.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
- Konsep Diri
- Kecemasan Belajar a. Pengertian Kecemasan
- Kesulitan Belajar
- Faktor Internal siswa
- Faktor Eksternal Siswa
- Prestasi Belajar Matematika a. Pengertian prestasi belajar
- Pengaruh Konsep Diri Terhadap Prestasi Belajar Matematika
- Pengaruh Kecemasan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika Kecemasan merupakan salah satu faktor emosional siswa, yaitu salah satu
- Pengaruh Kesulitan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika
- Pengaruh Konsep Diri Dan Kecemasan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika
- Pengaruh Kecemasan Belajar Dan Kesulitan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika
- Pengaruh Konsep Diri Dan Kesulitan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika
- Pengaruh Konsep Diri, Kecemasan Belajar Dan Kesulitan Belajar Secara Bersama-Sama Terhadap Prestasi Belajar Matematika
Hasil penelitian pengaruh konsep diri terhadap prestasi belajar siswa menunjukkan korelasi positif. Oleh karena itu, konsep diri dan kesulitan belajar mempengaruhi hasil belajar yang akan dicapainya. Dalam penelitian faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah konsep diri, kecemasan belajar dan ketidakmampuan belajar.
Berdasarkan uraian tersebut, prestasi belajar matematika siswa dapat dipengaruhi oleh konsep diri, kecemasan belajar, dan kesulitan belajar.
Kerangka Pikir
Mata pelajaran matematika merupakan mata pelajaran yang sangat memerlukan kemauan belajar dan kebugaran mental yang baik, sehingga konsep diri kecemasan belajar dan kesulitan belajar akan mempengaruhi prestasi belajar ketika siswa dihadapkan pada matematika atau mata pelajaran lainnya. Matematika merupakan mata pelajaran yang sangat memerlukan kemauan belajar dan kondisi mental yang baik, sehingga kecemasan dan kesulitan belajar terutama akan berdampak pada perilaku belajar siswa ketika dihadapkan pada pembelajaran. Jadi jika kecemasan belajar tinggi maka kesulitan belajar juga akan tinggi dan sebaliknya.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh harga diri, kecemasan belajar, dan kesulitan belajar terhadap prestasi akademik.
Hipotesis Penelitian
H1 : Terdapat pengaruh konsep diri dan kecemasan belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP MUHAMMADIYAH 12 Makassar. H0 : Tidak terdapat pengaruh kecemasan belajar dan kesulitan belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP MUHAMMADIYAH 12 Makassar. H0 : Tidak terdapat pengaruh konsep diri dan kesulitan belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP MUHAMMADIYAH 12 Makassar.
H1: Terdapat pengaruh konsep diri dan ketidakmampuan belajar terhadap kinerja belajar matematika siswa kelas VIII SMP MUHAMMADIYAH 12 Makassar.
Populasi dan Sampel 1. Populasi Penilitian
Prosedur Penelitian
Tahap persiapan
Tahap pelaksanaan
Desain Penelitian
Definisi Operasional Variabel
Keberhasilan belajar adalah keberhasilan yang dicapai peserta didik melalui usaha pada jenjang pembelajaran, yang tercermin dari nilai hasil penilaian.
Instrumen Penelitian 1. Instrumen penelitian
Analisis Instrumen
Berdasarkan data hasil uji instrumen akan dilakukan uji validitas dan reliabilitas untuk mencapai instrumen yang valid dan reliabel. Uji reliabilitas digunakan untuk menguji reliabilitas angket konsep diri, kecemasan belajar dan kesulitan belajar menggunakan metode Cronbach’s Alpha dengan menggunakan SPSS Type 24. Suatu instrumen dikatakan reliabel jika nilai Cronbach Alpha-nya lebih besar dari r tabel pada taraf signifikan 0,05 (n=31) =0,355.
Berdasarkan hasil perhitungan reliabilitas yang terangkum pada Tabel 3.5 di atas, dapat dikatakan bahwa instrumen variabel X1, X2 dan X3 reliabel karena nilai alpha lebih besar dari 0,355.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Analisis Data
Analisis Statistika Deskriptif
Analisis statistik deskriptif dapat digunakan untuk mendeskripsikan nilai masing-masing variabel penelitian yaitu harga diri, kecemasan belajar, kesulitan belajar dan keberhasilan belajar matematika. Data ini dapat digunakan dengan tabel frekuensi, mean, median, modus, rentang data, nilai maksimum dan nilai minimum.
Analisis statistika inferensial
Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh linier antara variabel bebas dan variabel terikat maka dilakukan uji linieritas. Dengan ketentuan nilai VIF masing-masing variabel bebas dari multikolinearitas, dan jika VIF < 10 maka variabel tersebut bebas dari masalah multikolinearitas. H0 : ≤ 0 maka tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan konsep diri dan kecemasan belajar terhadap prestasi belajar matematika.
H1 : , > 0, terdapat pengaruh positif dan signifikan harga diri dan kecemasan belajar terhadap prestasi belajar matematika. H0: , ≤ 0, tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan kecemasan belajar dan kesulitan belajar terhadap prestasi belajar matematika. H1 : , > 0, terdapat pengaruh positif dan signifikan kecemasan belajar dan kesulitan belajar terhadap prestasi belajar matematika.
H0: , ≤ 0, tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan konsep diri dan kesulitan belajar terhadap prestasi belajar matematika. H0 : , ≤ 0 maka tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan antara konsep diri, kecemasan belajar dan kesulitan belajar secara bersama-sama terhadap prestasi belajar matematika. H1 : , > 0, terdapat pengaruh positif dan signifikan konsep diri, kecemasan belajar dan kesulitan belajar secara bersama-sama terhadap prestasi belajar matematika.
Untuk menguji hipotesis pertama, kedua, dan ketiga digunakan analisis korelasi untuk mengetahui arah pengaruh positif. Pengujian hipotesis keempat, kelima, keenam dan ketujuh selanjutnya untuk mengetahui pengaruh konsep diri, kecemasan belajar dan kesulitan belajar secara bersama-sama terhadap hasil belajar matematika.
Hasil Penelitian
- Hasil Analisis Statistik
- Hasil Analisis Statistik a. Pengujian Prasyarat
- Uji Linearitas
- Uji Hipotesis Kedua
- Uji Hipotesis Ketiga
- Uji Hipotesis Keempat
- Uji Hipotesis Kelima
Berdasarkan tabel 4.2 terlihat bahwa tidak ada siswa yang berada pada kategori sangat rendah dan rendah. Berdasarkan tabel 4.6 terlihat bahwa tidak ada siswa yang berada pada kategori sangat rendah dan sangat tinggi. Berdasarkan Tabel 4.8 terlihat bahwa tidak ada siswa yang berada pada kategori sangat rendah dan rendah.
Berdasarkan diagram di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 12 Makassar tahun ajaran 2020/2021 berada pada kategori sangat tinggi. Model regresi dikatakan memiliki Sig (p-value) lebih besar dari α = 0,05 Dari tabel 4.10 diketahui seluruh regresi linier. Dari hasil analisis korelasi pada tabel 4.12 diperoleh nilai koefisien korelasi antara konsep diri dengan prestasi belajar matematika sebesar 0,714.
Negatif Hasil analisis korelasi pada Tabel 4.13 menunjukkan bahwa koefisien korelasi antara kecemasan belajar dengan kinerja belajar matematika adalah -0,720 yang berarti pengaruh kecemasan belajar terhadap kinerja belajar matematika siswa memenuhi kriteria tinggi. Nilai koefisien korelasinya bernilai negatif sehingga korelasi antara kecemasan belajar dengan prestasi belajar matematika siswa tidak mengarah ke arah yang sama. Hasil analisis korelasi pada Tabel 4.13 menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi antara kesulitan belajar dengan kinerja belajar matematika adalah -0,790 yang berarti pengaruh kesulitan belajar terhadap kinerja belajar matematika siswa mempunyai kriteria tinggi.
Dikatakan terdapat pengaruh negatif antara (X3) dan (Y) karena semakin tinggi kesulitan belajar siswa maka semakin rendah pula prestasi belajar matematika. Dalam hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan nilai koefisien konsep diri (X1) dan kecemasan belajar (X2) terhadap kinerja belajar matematika siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 12 Makassar yang masing-masing mengalami peningkatan sebesar 1 poin. adalah X1.
3 terhadap Y Constant
Uji Hipotesis Keenam
Hipotesis pada penelitian keenam adalah “Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara konsep diri (X1) dan kesulitan (X3) terhadap prestasi belajar. Dalam hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan nilai koefisien konsep diri (X) dan kesulitan belajar (X3) terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 12 Makassar, dimana setiap peningkatan sebesar 1 poin adalah X2. Kemudian uji Fhitung diperoleh sebesar 39,947 dengan nilai p<0,05 sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen.
Kesimpulan di atas menunjukkan bahwa hipotesis penelitian keenam diterima yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara konsep diri (X1) dan kesulitan belajar (X3), terhadap kinerja belajar matematika (Y). 7) Uji hipotesis ketujuh (pengaruh konsep diri, kecemasan belajar dan kesulitan belajar terhadap kinerja belajar matematika).
Uji hipotesis ketujuh ( Pengaruh Antara Konsep Diri, Kecemasan Belajar, Dan Kesulitan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika)
Kemudian uji Fhitung diperoleh sebesar 30,756 dengan p-value < 0,05 sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen. Dengan demikian, konsep diri (X1), kecemasan belajar (X2) dan kesulitan belajar (X3) secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar matematika (Y). Kesimpulan di atas menunjukkan bahwa hipotesis penelitian ketujuh diterima yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara konsep diri (X1), kecemasan belajar (X2) dan kesulitan belajar terhadap hasil belajar matematika (Y).
Pembahasan Hasil Penelitian
Berdasarkan koefisien determinasi atau R2 = 0,636 maka dapat dikatakan bahwa 63,6% variasi prestasi belajar matematika siswa dapat dijelaskan oleh skor konsep diri dan skor kecemasan belajar. Dapat dikatakan nilai R2 sebesar 0,51 artinya 51% variasi skor prestasi belajar matematika dapat dijelaskan oleh skor konsep diri dan kecemasan belajar dalam menghadapi pendidikan matematika. Berdasarkan koefisien determinasi atau R2 = 0,699 maka dapat dikatakan bahwa 69,9% variasi prestasi belajar matematika siswa dapat dijelaskan oleh skor kecemasan belajar dan kesulitan belajar.
Berdasarkan koefisien determinasi atau R2 = 0,708 maka dapat dikatakan bahwa 70,8% variasi prestasi belajar matematika siswa dapat dijelaskan oleh skor konsep diri dan kesulitan belajar. Pengaruh Konsep Diri, Kecemasan Belajar dan Kesulitan Belajar secara bersama-sama terhadap kinerja belajar matematika siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 12 Makassar. Terdapat pengaruh negatif dan signifikan antara kesulitan belajar terhadap prestasi belajar matematika dengan sig thitung -3,655 (0,01) < (0,05) dan nilai R2.
0,625 yang berarti 62,5% dari nilai prestasi belajar matematika yang dapat dijelaskan dari nilai kesulitan belajar siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 12 Makassar tahun ajaran 2020/2021. Terdapat pengaruh yang signifikan antara konsep diri dan kecemasan belajar terhadap kinerja belajar matematika dengan Fscore 28,854 p < 0,05 dan nilai R2. 0,363 yang berarti 36,3% skor prestasi belajar matematika dapat dijelaskan dari konsep diri dan skor belajar siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 12 Makassar.
Terdapat pengaruh yang signifikan antara konsep diri dan kesulitan belajar terhadap prestasi belajar matematika dengan Fhitung 39,947 p < 0,05 dan nilai R2. 0,708 yang berarti 70,8% skor prestasi belajar matematika dapat dijelaskan oleh skor konsep diri dan skor kesulitan siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 12 Makassar.
SARAN
- Saya aktif dalam mengikuti kegiatan ekstrakulikuler disekolah. 4 3 2 1
- Pelajaran matematika adalah pelajaran yang tidak saya sukai. 1 2 3 4
- Saya merasa tenang ketika guru menjelaskan mata pelajaran 1 2 3 4
- Saya dapat mengoperasikan angka secara cepat dan benar. 1 2 3
- Saya sulit membedakan simbol-simbol operasi himpunan. 4 3 2 1
Pengaruh Kecemasan Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII SMPN 13 Banjarmasin. Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika 1.3 (2015). Konsep dan Kecemasan Siswa Berhubungan dengan Pemahaman Konsep Matematika. Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika dan Sains 6.1 (2016).
Hubungan Konsep Diri Dengan Kecemasan Menghadapi Penyesuaian Sosial Masa Depan Anak Madura.” Jurnal Psikologi Pendidikan (1997). Pengaruh Konsep Diri dan Kecemasan Terhadap Pemahaman Konsep IPA Siswa Kelas VIII SMP 21 Bandar Lampung. Hubungan Konsep Diri Dan Kesulitan Belajar Dengan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Kdpk Mahasiswa Semester I Akademi Kebidanan Citra Medika Surakarta.
34. Pengaruh Perhatian Orang Tua, Konsep Diri, Persepsi Matematika Terhadap Hasil Belajar Matematika Melalui Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Di Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba. Matematika dan pembelajaran. Hubungan Konsep Diri Dengan Kecemasan Menghadapi Pembelajaran Matematika Dengan Prestasi Belajar Matematika (Studi Pada Siswa Kelas IV Dan V SDN Magersari 3 Kecamatan Magelang Selatan Kota Magelang Tahun Pelajaran 2015/2016.) Priayani, P ( 2013 ) “Hubungan Konsep Diri Dengan Kecemasan Belajar Dalam Menghadapi Pendidikan Matematika Dan Prestasi Belajar Matematika”.
Hubungan Konsep Diri dan Minat Belajar dengan Prestasi Belajar Matematika. Tesis: Universitaskristen Setya Wacana Salatiga. Pengaruh konsep diri terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Ujungbatu Kabupaten Rokan Hulu. Sah Sah Sah Sah Sah Sah Sah Tidak Sah Sah Sah Sah Sah Sah Sah.
KECEMASAN BELAJAR
KESULITAN BELAJAR
GANDA)
PERSURATAN
Komunikasi Dengan Guru Matematika Smp Muhammadiyah 12 Makassar