• Tidak ada hasil yang ditemukan

MURABAHAH DI BMT AL-IHSAN CABANG SUKADAMAI

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "MURABAHAH DI BMT AL-IHSAN CABANG SUKADAMAI "

Copied!
115
0
0

Teks penuh

Kepada BMT Al-Ihsan Cabang Sukadamai yang telah memberikan izin kepada peneliti untuk melakukan penelitian. Page Gambar 4.1 Struktur Organisasi BMT Al-Ihsan Cabang Sukadamai 38 Gambar 4.2 Tata Cara Pemberian Potongan Murabahah di BMT.

Latar Belakang

Bagaimana implementasi pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) 102 dalam pemberian potongan murabahah di BMT Al-Ihsan cabang Sukadamai. Untuk mengetahui implementasi pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) 102 dalam pemberian potongan murabahah pada BMT Al-Ihsan cabang Sukadamai. Implementasi PSAK 102 dalam pemberian potongan murabahah yang dilakukan oleh BMT Cabang Al-Ihsan Sukadamai telah dilaksanakan secara umum.

Pertanyaan penelitian

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Penelitian Relevan

LANDASAN TEORI

Pengertian Pembiayaan Murabahah

Landasan Hukum Pembiayaan Murabahah

Rukun dan Syarat Murabahah

Pelakunya adalah sah dan baliqh (cerdas dan mampu membedakan), maka jual beli dengan orang gila menjadi tidak sah, sedangkan jual beli dengan anak kecil dianggap sah dengan persetujuan wali. Dalam hal syarat-syarat akad tidak terpenuhi rukunnya, yaitu obyek akad adalah barang yang dilarang oleh hukum Islam, maka akad tersebut batal demi hukum menurut undang-undang.

Karakteristik Pembiayaan Murabahah

Murabahah berdasarkan pesanan bersifat mengikat atau tidak mengikat nasabah untuk membeli barang yang telah dipesannya, apabila dalam murabahah mengikat harta yang dibeli mengalami penyusutan karena rusak sebelum diserahkan kepada pembeli, penyusutan tersebut akan menjadi beban bagi bank dan akan mengurangi nilai kontrak. Berdasarkan pendapat di atas, secara umum dapat dipahami bahwa ciri-ciri pembiayaan murabahah adalah transaksi jual beli barang yang pengadaan barangnya dilakukan oleh bank dan dapat dilakukan dengan pesanan atau tanpa pesanan, pembayaran yang dapat dilakukan secara tunai maupun secara cicilan.

Akuntansi Syari’ah

  • Pengertian Akuntansi Syari’ah
  • Landasan Hukum Akuntansi Syari’ah
  • Perlakuan Prinsip atau Sifat Dasar Akuntansi Syari’ah

Berikut argumentasi Al-Qur'an mengenai akuntansi syariah yang tertuang dalam QS. Menurut Sofyan Syafri Harahap, prinsip atau sifat dasar akuntansi keuangan syariah adalah sebagai berikut.

Potongan Murabahah

  • Pengertian Potongan Murabahah
  • Perlakuan Akuntansi Menurut ED PSAK No 102 (2013)

Uraian di atas memberikan gambaran bahwa yang dimaksud dengan diskon murabahah adalah potongan atau pengurangan harga yang diberikan oleh penjual kepada pembeli dengan syarat tidak disepakati dalam akad yang timbul dari transaksi akad murabahah. 42 Dewan Standar Akuntansi Syariah dan Ikatan Akuntan Indonesia, Draft Penyajian Standar Akuntansi Keuangan terkait ED PSAK No. 102 Akuntansi Murabahah, h. 4. Metode ini diterapkan pada murabahah keras dimana risiko penagihan uang dari piutang murabahah dan pengelolaan piutang dan penagihan relatif kecil.

Cara ini berlaku untuk transaksi murabahah yang sulit dimana resiko piutang tidak tertagih dan beban pengurusan piutang dan penagihan cukup tinggi. Jika diskon terjadi setelah akad, maka menjadi hak penjual dan diakui sebagai tambahan keuntungan murabahah. Berdasarkan uraian di atas, dalam penyajian dan pengungkapan, penjual wajib mengungkapkan kepada pembeli harga barang murabahah dan kejelasan jangka waktu angsuran.

METODOLOGI PENELITIAN

Sumber Data

Sumber data dalam penelitian adalah “data subjek yang diperoleh dalam suatu penelitian”.51 Dalam hal ini, sumber data dibagi menjadi dua, masing-masing. Sumber data primer adalah sumber data yang secara langsung memberikan data kepada pengumpul data.52 Sumber data primer dalam penelitian ini adalah pimpinan cabang, akuntan dan anggota pembiayaan murabahah. Sumber data sekunder adalah sumber yang tidak secara langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya melalui orang lain atau melalui dokumen. membahas tentang prinsip-prinsip akuntansi syariah dalam bagian murabahah antara lain Sofyan S Harahap Kerangka Teoritis dan Tujuan Akuntansi Syari'ah, Akuntansi Syari'ah Sri Nurhayati di Indonesia, M Syafi'i Antonio Bank Syari'ah From Theory to Practice, Kashmiri Banks dan lainnya Lembaga Keuangan, Mardani Fiqh Mualamah, Adiwarman Karim Bank Islam, Zainudin Sheria Hukum Perbankan dan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan sejak September 2013 terkait ED PSAK No. 102 Akuntansi Murabahah membahas pemotongan murabahah.

Teknik Pengumpulan Data

Untuk mendapatkan data yang akurat, ada beberapa teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti, yaitu sebagai berikut. Wawancara sistematis adalah wawancara yang dilakukan sedemikian rupa sehingga pewawancara terlebih dahulu menyiapkan pedoman tertulis tentang apa yang akan ditanyakan kepada yang diwawancarai. Ini tentang memiliki kebebasan untuk menyelidiki sikap, pendapat, perasaan dan keyakinan responden dan berorientasi pada mempertahankan kontrol atas jalannya wawancara sesuai dengan rencana peneliti.

Data yang akan diteliti dalam wawancara adalah data atau informasi terkait pemotongan murabahah di BMT Al-Ihsan Cabang Sukadamai Lampung Selatan. Dokumentasi adalah pencarian data yang tersedia berupa catatan harian, kenangan, laporan dan sebagainya 56 Jadi, dokumentasi yang peneliti gunakan adalah cara untuk memperoleh data yang diperlukan berupa catatan, buku, surat kabar, laporan dan sebagainya. dan seterusnya dalam kaitannya dengan pembiayaan murabahah. Berdasarkan teknik pengumpulan data tersebut, maka hanya akan melakukan penelitian dengan melakukan wawancara dan mengumpulkan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan hal-hal yang diperlukan.

Teknik Penjamin Keabsahan Data

Empat kriteria yang digunakan yaitu derajat kepercayaan (credibility), keteralihan (transferability), keandalan (reliability) dan kepastian (verifiability). Triangulasi data merupakan salah satu teknik penelitian yang mengukur derajat kepercayaan (kredibilitas) yang dapat digunakan dalam proses pengumpulan data penelitian 59 Triangulasi terbagi menjadi empat jenis sebagai teknik penelitian yang memanfaatkan yaitu. Triangulasi dengan sumber berarti membandingkan dan memeriksa derajat kepercayaan informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif.

Triangulasi metode memiliki dua strategi, yaitu pertama, mengecek derajat kepercayaan temuan hasil penelitian dari beberapa teknik pengumpulan data. Triangulasi penyidik ​​yaitu menggunakan peneliti atau pengamat lain untuk mengecek kembali derajat kepercayaan data. Dalam teknik validasi data peneliti menggunakan teknik triangulasi pemeriksaan keabsahan data yaitu menggunakan sesuatu yang ada di luar data sebagai pembanding.

Teknik Analisa Data

Berikut adalah tabel pernyataan PSAK 102 ED tentang akuntansi murabahah dan implementasinya di BMT Al-Ihsan Cabang Sukadamai. Sumber : ED PSAK (Eksposur Draft Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) No. 102 Tahun 2013 dan wawancara dengan Accounting BMT Cabang Al-Ihsan Sukadamai. Berdasarkan analisis PSAK 102 diketahui bahwa BMT Cabang Al-Ihsan Sukadamai secara umum telah menerapkannya.

Selain itu, besaran potongan berdasarkan peraturan dan keputusan Cabang BMT Al-Ihsan Sukadamai.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Sejarah dan Perkembangan BMT Al-Ihsan Cabang

Struktur Organisasi BMT Al-Ihsan Cabang Sukadamai

Tugas dan Wewenang Pengurus BMT Al-Ihsan

Implementasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 102 Saat Pemberian Diskon Murabahah di Cabang BMT Al-Ihsan Saat Pemberian Diskon Murabahah di Cabang BMT Al-Ihsan Sukadamai. BMT Cabang Al-Ihsan Sukadamai mengurangi piutang dan keuntungan murabahah pada saat anggota melunasi seluruh kewajiban pembiayaan. Jika ada sisa hasil penjualan agunan, maka BMT Al-Ihsan akan mengembalikannya kepada anggota.

BMT Cabang Al-Ihsan Sukadamai menerapkan prinsip accrual basis yaitu ketika anggota melunasi kewajibannya sebelum jatuh tempo maka dicatat pada saat terjadinya transaksi. Maka dari analisis tersebut dapat dikatakan bahwa BMT Al-Ihsan Cabang Sukadamai secara umum menerapkan 7 dari 9 prinsip akuntansi atau hakikat akuntansi syariah. Hal ini memberikan ketenangan bagi anggota yang akan bertransaksi dengan BMT, dalam hal ini BMT cabang Al-Ihsan Sukadamai.

Visi Misi dan Struktur Organisasi

Produk Layanan BMT Al-Ihsan

Dalam rangka meningkatkan operasional BMT Al-Ihsan serta mengatasi permasalahan dan tantangan yang dihadapi di masa mendatang, maka dirumuskan visi, misi dan kiprah BMT Al-Ihsan sebagai gambaran cita-cita dan harapan yang ingin diwujudkan. A. BMT Al-Ihsan dalam penggalangan dana dan pengelolaan dana memiliki beberapa produk yang ditawarkan kepada anggota untuk kebutuhan produktif, konsumer dan jasa dengan akad sebagai berikut.

Prosedur Pemberian Potongan Murabahah di BMT Al-Ihsan

Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala cabang BMT Al-Ihsan, Bpk. Ervan, bahwa pemberian potongan pembayaran atau potongan tagihan itu berdasarkan keputusan kepala cabang. Informasi senada juga disampaikan oleh Bpk. Andi Mardiansyah, selaku akuntan BMT Al-Ihsan mengatakan bahwa diskon dapat diberikan kepada anggota jika anggota melakukan pembayaran sebelum jatuh tempo dan mengalami penurunan kemampuan membayar. Artinya anggota mendapatkan pemotongan margin sebanyak dua kali yaitu pada bulan ke 11 dan 12. Di BMT Al-Ihsan tidak pernah diberikan pemotongan rekening kepada anggota.

Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala cabang Bpk. Ervan mengatakan, di BMT Al-Ihsan tidak ada atau belum pernah ada anggota pembiayaan murabahah yang mendapat potongan tagihan. Anggota mengajukan permintaan secara lisan kepada BMT Al-Ihsan melalui accounting untuk melakukan pembayaran lebih awal atau lebih cepat dan apabila anggota mengalami penurunan kemampuan membayar. Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (FSAK) 102 Dalam Pemberian Potongan Murabahah Pada BMT Cabang Al-Ihsan.

Implementasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan

Anggota membayar terlebih dahulu seluruh iuran ke BMT Al-Ihsan Cabang Sukadamai, kemudian setelah pembayaran, BMT Al-Ihsan memberikan potongan pembayaran kepada pembeli. Jika dalam pemberian potongan piutang murabahah, BMT Al-Ihsan Cabang Sukadamai sudah sesuai dengan PSAK ED No. 102 Tahun 2013 karena sama-sama menggunakan dua cara yaitu pemberian diskon yang dilakukan pada saat pelunasan dan pemberian diskon setelah pelunasan. BMT Al-Ihsan tidak menerapkan asas konservatisme, karena asas ini lebih mengarah pada penyusutan komoditi.

Dalam tata cara pemberian potongan murabahah, BMT Cabang Al-Ihsan Sukadamai melakukan beberapa aturan dan keputusan tersendiri yaitu pemberian potongan ini tidak disepakati dalam akad. Untuk kegiatan operasionalnya diharapkan BMT Cabang Al-Ihsan Sukadamai menjadikan PSAK 102 Murabahah sebagai landasan hukum dan benar-benar mengimplementasikannya dalam kegiatan operasional BMT. Bagaimana kebijakan BMT Al-Ihsan Sukadamai Lampung Selatan jika anggota dapat membayar kewajiban tepat waktu atau lebih awal?

PENUTUP

Saran

Ketika calon anggota menerima pembiayaan murabahah, diharapkan BMT Al-Ihsan Sukadamai bab menjelaskan PSAK 102 murabahah tentang pemotongan untuk pengembalian dalam murabahah, meskipun anggota mungkin tidak begitu mengerti atau bahkan peduli, tetapi ini adalah solusi yang membawa kenyamanan bagi baik anggota maupun BMT. Karena dengan adanya penjelasan tentang PSAK, anggota mengetahui bahwa ada kemungkinan BMT dapat memberikan diskon pelunasan jika pelunasan dilakukan secara murabahah sebelum tanggal akhir, meskipun hal tersebut tidak dijanjikan dalam akad. Studi Banding Diskon Murabahah Fatwa DSN MUI Nomor 16 Tahun 2000 Dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Nomor 102, (Skripsi S1 Fakultas Syariah dan Hukum, 2016), dalam http://digilib.uin-suka.ac.id/21554/ pdf, diunduh 7 Oktober 2016.

Analisis pemberian potongan dalam pembiayaan murabahah pada KJKS BMT Madani Pati dalam perspektif Fatwa DSN-MUI no. 16/DSN-MUI/Ix/2000, (Skripsi S1 Fakultas Syariah IAIN Walisongo, 2012), dalam http://eprints.walisongo.ac. id/636/, diunduh pada 18 Oktober 2016.

Referensi

Dokumen terkait

Peraturan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Pedoman Tempat Penyelenggaraan Kegiatan Venue Pertemuan, Perjalanan Insentif, Konvensi dan Pameran..