• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nama : Zainnuroh Fitriana NIM : 210613021 Jurusan : Pendi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Nama : Zainnuroh Fitriana NIM : 210613021 Jurusan : Pendi"

Copied!
67
0
0

Teks penuh

Apakah nilai-nilai kecerdasan spiritual yang terdapat dalam buku Mendidak Dengan Cerita Karya Abdul Aziz Abdul Majid. Bagaimana mengembangkan nilai-nilai kecerdasan spiritual dalam buku Pendidikan dengan kisah-kisah Abdul Aziz Abdul Majid. Menghuraikan nilai-nilai kecerdasan spiritual yang terdapat dalam buku Mendidak dan Cerita Karya Abdul aziz Abdul Majid.

Meningkatkan kecerdasan mental melalui metode role play pada anak usia 4-5 tahun semester 1 di TK Nasima Semarang pada tahun ajaran.

METODE PENELITIAN

Sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah buku-buku atau karya ilmiah yang isinya dapat melengkapi data-data yang diperlukan penulis dalam penelitian ini. Editing, yaitu pemeriksaan kembali terhadap data yang diperoleh, terutama kelengkapannya, kejelasan maknanya, dan keterkaitan maknanya. Analisis isi adalah teknik penelitian untuk membuat kesimpulan yang dapat diulang dan dengan data yang valid, sesuai konteks.

Peneliti menganalisis perkembangan kecerdasan spiritual anak dengan menggunakan cerita-cerita Islami dan berbagai buku terkait.

Gambar 1. Prosedur-prosedur dalam analisis isi
Gambar 1. Prosedur-prosedur dalam analisis isi

SISTEMATIKA PEMBAHASAN

KAJIAN TEORI

Kecerdasan Spiritual

Kecerdasan spiritual yang berkembang dengan baik akan ditandai dengan kemampuan seseorang yang fleksibel dan mudah beradaptasi dengan lingkungan, memiliki tingkat kesadaran yang tinggi, mampu menghadapi penderitaan dan kesakitan, serta mampu mengambil pelajaran berharga dari kegagalan. Kecerdasan spiritual memungkinkan seseorang bermain dengan batasan, memainkan peran yang tidak terbatas dan memberikan kemampuan pada seseorang. Kecerdasan spiritual memberi seseorang rasa moralitas, kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan aturan-aturan kaku yang dikombinasikan dengan pengertian dan cinta, dan kemampuan untuk melihat ketika cinta dan pengertian mencapai batasnya.21.

Menurut Zohar seperti dikutip dari buku ke-21 Resolusi Intelijen Abab, ada tujuh langkah praktis menuju kecerdasan spiritual, yaitu. Menurut Ary Ginanjar Agustian, kecerdasan spiritual adalah kemampuan memberi makna ibadah atas segala perilaku dan aktivitas, melalui langkah dan pemikiran tauhid (integralis) dan prinsip “hanya karena Allah”. Perkembangan pada bagian ini memungkinkan seseorang menjadi kreatif, visioner dan fleksibel, seseorang menggunakan kecerdasan spiritual (SQ) di masa depan.

Hasil penelitian ini jika dikaitkan dengan kecerdasan spiritual akan menunjukkan bahwa peran kecerdasan spiritual sangat penting dan efektif dalam membimbing anak dalam menghadapi stres. 26 Oleh karena itu, kecerdasan spiritual merupakan potensi yang harus dimiliki anak, karena mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan anak di kemudian hari. Jika dalam diri seseorang tidak ada sedikitpun semangat yang mau memahami apa sebenarnya hidup itu, maka kecerdasan spiritual akan sulit ada meskipun lingkungannya mendukung.

Kecerdasan spiritual sangat bermanfaat bagi setiap anak karena dapat mengembangkan potensi dan kreativitas anak untuk persiapan masa depan. Kecerdasan spiritual juga dapat menjadi panduan bagi anak di masa depan untuk memecahkan permasalahan yang menantang dengan solusi yang cerdas dan spiritual secara religius.

Biografi Pengarang

Latar Belakang Penulisan Buku

Bahasa Inggrisnya yang baik membuatnya mendapatkan tempat dalam politik Malaysia dan pada bulan Maret 1948 ia mengikuti "Second Deconshire Course" di Universitas Oxford, Inggris. Jika hal ini dapat dilakukan dengan baik, maka cerita akan menjadi bagian dari seni yang disukai anak-anak bahkan orang dewasa.41. Sungguh menyedihkan ketika penulis mengetahui bahwa anak-anak zaman sekarang jauh dari budi pekerti yang baik, tidak pula cerita-cerita bagus yang bisa memupuk perasaan, imajinasi, akhlak, dan mengembangkan ilmu pengetahuannya.

Hal ini bukan salah mereka, melainkan warisan masa lalu yang terbukti belum mampu mempersiapkan mereka menjadi ibu yang baik. Sementara itu, perpustakaan saat ini rata-rata hanya memiliki sedikit sekali dongeng yang cocok secara konseptual dan linguistik untuk anak-anak. Belakangan ini Kementerian Pendidikan kurang memperhatikan pentingnya cerita dalam pendidikan anak pada umumnya, perkembangan berpikir dan bahasa pada khususnya, padahal dalam bidang pendidikan.

Institusi pendidikan dan sekolah dasar telah memberikan perhatian yang baik dan cerita telah menjadi salah satu cabang ilmu linguistik. Salah satu hal yang menjadi kendala saat ini adalah kurangnya buku-buku yang dapat dijadikan panduan bagi para guru, yaitu buku-buku yang dapat dijadikan panduan mengenai pentingnya cerita dalam pendidikan, serta buku-buku yang bertemakan cerita yang cocok untuk anak. yang meliputi imajinasi, bahasa dan gaya bahasa, cara bercerita, hasil penilaian, hasil penemuan atau demonstrasi siswa sendiri. Buku ini merupakan rangkuman kajian panjang dari uji coba yang dilakukan di Sudan, Mesir, Yordania, Lebanon, antara tugas penulis menyiapkan guru bahasa di pesantren putra dan putri serta tugas memimpin mereka yang uji coba di sekolah dasar.

Buku ini dapat digunakan oleh para guru dan orang-orang yang tertarik pada pendidikan dan juga berguna bagi orang tua. Mereka akan sangat terbantu dalam memilih cerita yang bagus untuk anaknya dan mengetahui cara menceritakannya.

Gambaran Umum Isi Buku

Mereka akan sangat terbantu dalam memilih cerita yang baik untuk anak-anaknya dan mengetahui cara menceritakannya. bisa mencoba menjadi pendongeng setelah membaca buku ini. Sedikit lebih tinggi dari bahasa sehari-hari anak, sehingga berguna untuk meningkatkan bahasa dan gaya bicara anak.42. Keberanian menggunakan potensi diri dalam bercerita, seperti menirukan suara binatang, menirukan gerakan, mendemonstrasikan merupakan contoh perilaku yang dapat dicoba untuk lebih mengesankan siswa saat menerima cerita.43 Pendongeng harus mampu menciptakan suasana tenang dan akrab dengan pendengarnya. seolah-olah mereka adalah teman.

Pengaruh cerita terhadap pendengarnya akan berbeda-beda tergantung siapa pendongengnya, seperti pada gambar di bawah ini.. langkah-langkah bercerita bagi guru a) Pemilihan cerita. Dalam hal ini guru harus mampu memilih cerita yang sesuai dengan keadaan pikirannya ketika bercerita. Oleh karena itu, guru harus mampu menyerap cerita yang disampaikan dengan baik sehingga dapat mengikuti alur cerita.

Dalam hal ini, ketika bercerita, siswa perlu diposisikan secara khusus, berbeda dengan ketika sedang belajar menulis dan membaca. Disarankan agar siswa duduk dekat dengan guru ketika bercerita karena kedekatan tempat ini akan membantu pendengaran siswa dalam mendengarkan suara guru dan gerak-geriknya akan terlihat jelas. Keinginan dan perhatian siswa akan ditentukan oleh kepiawaian guru dalam bercerita, di samping perbedaan kemampuannya dalam menggambarkan tokoh-tokoh peristiwa.

Untuk itu guru hendaknya memperhatikan hal-hal berikut ini. a) Perhatian siswa biasanya timbul dari pengaruh cerita, rangkaian peristiwa dan cara penyampaiannya. Bagian kedua buku ini berisi 30 cerita/dongeng yang masing-masing dilengkapi petunjuk cerita khusus.

Isi Buku Secara Umum Mengenai Nilai-nilai Kecerdasan Spiritual dan Cara Mengembangkan Kecerdasan Spiritual

Mereka membawa istri dan anak-anak mereka, mereka kemudian berdiri di hadapannya dan menunggu apa yang dikatakannya. Saat peti dibuka, Ja'ran membakar semua makanan di depan penduduk kota. Ja'ran adalah contoh orang yang sombong dan tamak, mempunyai banyak makanan namun tidak mau membaginya kepada orang yang membutuhkan.

Kemudian bidadari itu turun ke dalam air dan keluar dengan membawa kapak emas dan memberikannya kepada Syamsudin. Kemudian malaikat itu menyelam lagi dan keluar dengan membawa kapak perak, namun laki-laki itu kembali menolaknya. Kemudian bidadari itu menukik lagi dan keluar dengan membawa kapak sungguhan, dan ketika melihat kapak itu, Syamsudin berteriak kegirangan.

Kisah Syamsudin sang tukang kayu merupakan kisah yang menunjukkan sikap menerima apa yang Tuhan berikan dan menjaga apa yang Tuhan berikan. Ajari anak menggunakan kata-kata dan ungkapan yang rapi, indah, dan merangsang imajinasi. Setiap hari adalah istimewa, untuk dijalani dan disyukuri.47 Ketika seseorang menemukan kecerdasan spiritual dalam dirinya, maka seseorang akan mulai merasakan kedamaian dan keharmonisan dalam hidupnya.

ANALISIS DATA

Nilai-nilai Kecerdasan Spiritual

Pernyataan tersebut didukung oleh teori Ary Ginanjar yang menyatakan bahwa kecerdasan spiritual adalah kemampuan memberi makna pada ibadah atas setiap perilaku dan aktivitas melalui langkah dan pemikiran yang bertauhid (integralistik) dan berprinsip. Orang yang sombong pasti akan mendapat kesulitan, seperti Ja'ran yang menghilang entah kemana bersama ribuan tikus di pegunungan.49. Pernyataan di atas didukung oleh konsep Zohar dan Marshall yang menekankan bahwa kecerdasan didasarkan pada batin manusia yang dihubungkan dengan kebijaksanaan di luar ego atau jiwa sadar.

Menurut mereka, kecerdasan spiritual merupakan kemampuan batin bawaan otak dan jiwa manusia, yang sumber terdalamnya adalah hakikat alam semesta itu sendiri. Maka penting untuk menyadarkan diri dari sikap sombong, mengendalikan ego dan kembali menjadi diri yang semula. Harta yang dimiliki manusia bukan milik manusia melainkan titipan Allah SWT yang harus dijaga secara amanah.

Implementasi nilai-nilai kecerdasan spiritual di atas sesuai dengan teori Ary Ginanjar Agustian yang menjelaskan bahwa kecerdasan spiritual adalah kemampuan memberi makna pada ibadah setiap perilaku dan aktivitas melalui langkah-langkah dan tauhid (integralistik). pemikiran dan prinsip “hanya karena Allah”. 51. Nilai kecerdasan spiritual dalam buku cerita pendidikan juga ditunjukkan dalam konsep Ary Ginanjar dalam bukunya Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosional dan Spiritual, ESQ: Emotional Spiritual Quotient. 50 Abdul Aziz Abdul Majid, Pendidikan dengan cerita,..p 94 51Ary Ginanjar Agustian, Emosional..57. dan musang, buaya dan penunggang unta, kaya dan miskin, Putri Siti Hasna dan Pangeran Haidar, tukang sepatu dan hantu.

Langkah kedua adalah personal power, yaitu kekuatan pribadi yang akan menguatkan diri sendiri. terdiri dari: penetapan misi, pembentukan karakter, pengendalian diri dan tanggung jawab) yang terdapat dalam kisah tiga ekor kambing, seekor tikus dan seekor musang, Aladdin dan lampu ajaib, seorang pembuat sepatu dan seorang jin. Ada tiga ekor kambing dalam cerita tersebut: Abdullah si pemburu, si buaya dan penunggangnya, si kaya dan si miskin.52.

Mengembangkan Kecerdasan Spiritual

Langkah ketiga adalah kekuatan sosial, yaitu ketahanan sosial, dimana seseorang dapat membangun kerjasama tim yang baik, dan dilandasi oleh keimanan kepada Allah SWT. Setiap hari adalah hari yang istimewa yang harus dijalani dan disyukuri.53 Untuk mengasah kecerdasan spiritual anak dapat juga dilakukan dengan cara berikut ini. Kita tidak menjadi orang yang rakus secara materi, namun bisa merasakan kepuasan tertinggi berupa ketenangan hati dan jiwa, sehingga kita merasakan adanya kestabilan dan keseimbangan hidup serta merasakan kebahagiaan rohani.

Ketika seseorang menemukan kecerdasan spiritual dalam dirinya, seseorang akan mulai merasakan ketenangan dan keharmonisan dalam hidupnya.

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Dan dari temuan kurangnya pembahasan pada penelitian ini, disarankan agar penelitian selanjutnya dapat memberikan wawasan lebih jauh mengenai topik pengembangan kecerdasan spiritual.

Referensi

Dokumen terkait