• Tidak ada hasil yang ditemukan

Naskah drama berjudul "SALAH"

N/A
N/A
Dinda Ayu

Academic year: 2024

Membagikan "Naskah drama berjudul "SALAH""

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

SALAH

Kelompok 3

Tema: Persahabatan

Anggota:

● Alif Matalangit Sangaji (3) sebagai Jio

● Anisa Hamidah Nuraini (5) sebagai Laras

● Aushaf Raffa Aruna (10) sebagai Pak Alan

● Balqis Shaffiatul Husna (12) sebagai Kak Nala

● Dinda Ayu Fajar Pramesthi (16) sebagai Ayu

● Kayla Rizqii Destriana Dewi (20) sebagai Bu Ratna

● Ridwan Langgeng Galih Nurrahman (29) sebagai Narator

● Sidiq Anwar Subakti (32) sebagai Dikta

Sore hari itu Ayu dan Jio sedang mengerjakan tugas kelompok Bahasa Indonesia.

Sebenarnya dalam satu kelompok terdiri dari 4 anggota, namun seperti biasa namanya anak muda. Janjian jam 14.00 datang nya jam 15.00 sore, begitu kan?

Ayu tak menghiraukan itu semua dan pada akhirnya Dikta datang, dengan muka tak bersalah nya.

Ayu: Dari mana aja ta?

Dikta: Dari rumah Laras

Jio: Alesan, dari rumah Laras tapi Laras nya ngga lo angkut Dikta: Dih orang Laras sendiri yang bilang dia ga bisa ikut

Ayu: Yaudah nih kerjain, Jio lo yang ngerjain bagian sub bab awalnya aja, Dikta karena lo telat, lo ngerjain bagian bab isi nya

Dikta: Ga bisa, jahat banget ini. Itukan tugas nya Laras Ayu: Sttt diem, ini Laras telepon (ponselnya berdering)

(telepon)

Ayu: Halo? Laras? Lo kenapa?

Laras: Gue sakit yu, ga bisa ikut dulu ya Ayu: Lagi sakit apa?

Laras: Diare akut yu, ga enak banget nih gue

(2)

Ayu: WHAT? DIARE AKUT? LO MAKAN APA LARAS?

Laras: Gatau ih, yaudah ya yu gue mau istirahat

Ayu: Yaudah istirahat aja sono, bye Ras(mematikan telepon)

Dikta: Laras kenapa yu?

Ayu: Diare tuh, eh kemarin katanya lo ngasih Laras bakso?

Dikta: Iya, gue beli di pertigaan depan Indoapril Ayu: oh apa gara gara itu ya?

Jio: Ih gua juga curiga. Kata bapak gue dulu, katanya bakso disitu pake daging tikus

Dikta: Yang bener?

Jio: Gatau sih, bapak gua yang bilang

Ayu: Udah, pikir nanti aja. Lanjutin tuh kerjaan lo

Mereka pun melanjutkan pekerjaannya masing masing dan pada akhirnya jam menunjukkan pukul 17.00 Sore. Mau tidak mau hari mulai yang mulai gelap, menuntun mereka untuk segera menyelesaikan tugas dan segera pulang.

Ayu: Udah selesai tugas gue, pulang dulu ya. Byee Jio: Ta bareng dong, please?

Dikta: Yaudah, tapi lo bayarin bensin gua ya?

Jio: Iya iya

Dikta: Yaudah ayok

Waktu menunjukkan pukul setengah enam sore. Ayu yang masih memikirkan perkataan Jio tentang bakso tikus itu sembari mengayuh sepeda milik nya. Ia terus mempertanyakan apakah benar yang dikatakan Jio.

Sesampainya Ayu dirumah ia segera memarkirkan sepedanya dan bergegas menuju kamar kakak nya.

Ayu: Eh kak Nala Nala: kenapa dek?

(3)

Ayu: Kakak pernah kerja di Indoapril kan? kakak kenal bapak bapak yang dagang bakso deket pertigaan Indoapril ga?

Nala: Kenal

Ayu: Kak emang bener ya bapak bapak itu jual bakso pake daging tikus?

Nala: Kalau itu kakak ga tau pasti, tapi pernah kakak denger bapak itu ditangkap polisi. Tapi kalau kasus nya kakak ga tau jelas

Ayu: Fix itu pasti tentang bakso tikus

Nala: Heh kamu ga boleh fintah gitu, aneh aneh aja Ayu: hehe iya kak, yaudah aku mau ke kamar dulu

Ayu semakin bingung apa yang terjadi saat ini. Ayu adalah tipe orang yang penasaran terhadap hal yang belum pasti kebenarannya. Sifat nya memang

menyebalkan kadang. Ayu merasa bahwa mengetahui lebih baik daripada menerka nerka.

Pagi hari, Ayu berangkat sekolah seperti biasa dan bertemu teman teman nya.

Suasana kelas agak aneh bagianya karena Laras tidak berangkat hari itu. Ia menghampiri Jio dan membicarakan tentang Bakso Tikus sore itu.

Ayu: Woy ji, sendiri aja lo. Dikta mana?

Jio: Kena diare dia

Ayu: Buset temen kita lagi pada kenapa dah aneh banget, masa kena diare kudu janjian begini

Jio: Hush hati hati lo kalo ngomong, kebetulan kemarin juga Dikta makan bareng gue di gerobak Bakso yang lo omongin kemaren

Ayu: eh, tapi kok lo ga ikut sakit?

Jio: Dih, gue mah cuma makan pangsitnya doang

Ayu: Tuh kan gue makin curiga sama bakso nya, gimana kalau kita beli bakso disana?

Jio: Ayo aja, lo yang bayar tapi

Ayu: Dih yaudah deh, eh lo sekalian mau ikut gue jenguk Laras ga?

Jio: Ga dulu

(4)

Bel akhir sekolah pun berbunyi, suara riuh langkah kaki terdengar di sepanjang lorong menuju parkiran. Siang itu Ayu dan Jio berjalan menuju Gerobak bakso dekat pertigaan Indoapril.

Ayu: Pak beli bakso nya satu ya, bungkus aja Pak Alan:Siap neng

Jio: Mau nanya sekarang atau nanti (bisik Jio) Ayu: Udah nanti aja

Pak Alan: Ini ya neng bakso nya

Ayu: Oya makasih pak, Eh pak mau tanya boleh?

Pak Alan: Tanya apa?

Ayu: Bapak bikin Bakso nya pake apa?

Pak Alan:Kenapa kamu nanya gitu, ga sopan

Ayu: Ya elah pak tinggal jawab aja, katanya pake daging tikus ya pak. Temen saya makan bakso bapak diare tuh, dua orang lagi.

Pak Alan: Eh enak aja kamu kalau ngomong, anak muda sekarang omongan ngelantur aja. Awas kamu, mulai sekarang kamu ga boleh beli disini lagi.

Ayu: Yaudah pak minta maaf, sensi amat Jio: Yu mending pulang aja, takut gue

Ayu: Yaudah ayok, Eh lo pulang sendiri sana gue mau ke rumah Laras dulu Jio: Yaelah

Ayu pun berjalan menuju rumah Laras, jaraknya memang tidak terlalu jauh.

Selama perjalanan ia sangat yakin bahwa Gerobak bakso itu pasti menggunakan daging tikus. Sesampainya di rumah Laras ia melihat Laras sedang duduk di teras rumah nya.

Ayu: Laras, gimana udah mendingan belum?

Laras: Udah yu

Ayu: Kamu kemaren kenapa bisa diare

Laras: Oh itu, ternyata aku makan cilok yang dikasih Dikta Ayu: Cilok? bukannya kemaren kata Dikta bakso?

(5)

Laras: iya, Dikta ngasih aku cilok sama bakso. Cilok nya ternyata basi, kalau bakso nya gue suka banget, soalnya itu buatan bapak aku.

Ayu:Berarti bapak kamu yang dagang di pertigaan Indoapril situ?

Laras: Iya, tuh Bapak ku udah pulang.

Ayu kaget mendengar bahwa Bapak penjual bakso tersebut ternyata ayah dari sahabatnya sendiri. Ayu selama ini memang tidak tau tentang keluarga Laras.

Karena setiap Ayu bertanya dimana orang tua Laras, Laras hanya menjawab

bekerja. Saat itu Ayu merasa malu dan merasa dirinya ingin menghilang dari bumi.

BapakLaras: Assalamualaikum

Laras: Walaikumsalam pak, Pak ini kenalin temen Laras

Bapak: Lho, ini kamu mbak mbak yang tadi nuduh saya pake daging tikus kan, terus kamu temenan sama anak saya? Pulang sana kamu.

Ayu:Iya pak iya

Bapak: Laras, kamu ini kok bisa masih mau temenan sama orang ya punya tata krama begini

Laras: Aduh bukan gitu pak

Bapak: Udah suruh temen kamu itu pulang Ayu:Aku pulang dulu ya ras

Laras: Iya yu, hati hati

Selama perjalanan pulang Ayu masih tak menyangka bahwa hal itu bisa terjadi.

Ayu berpikir bahwa ia seolah-olah hidup dalam cerita fiksi. Ia tidak takut dengan bentakan Bapak Laras sore itu. Ayu lebih takut jika Laras tak mau berteman

dengannya lagi. Sesampainya di rumah Ayu bertemu ibu nya yang sedang menyapu teras.

Ibu Ratna: Lho yu, kamu kenapa? kusam gitu mukanya

Ayu: Gini bu, tadi ayu ke tempat Tukang bakso terus ayu tuduh kalau dia pake daging tikus, soalnya Laras sama Dikta beli disitu terus kena diare. Pas ayu tadi kerumah Laras ternyata Tukang Bakso itu Bapak nya Laras bu, Ayu takut nanti Laras ga mau temenan sama Ayu.

(6)

Ibu Ratna:Ya kalau saran ibu, kamu besok minta maaf ke Laras sama Bapaknya.

Jelasin semuanya juga Ayu: Iya bu

Ibu Ratna: Yaudah kamu masuk dulu sana, dasar anak anak ada aja

Pagi harinya Ayu menemui Laras untuk meminta maaf atas perbuatannya kemarin. Ia menghampiri Laras yang tengah duduk sembari menyantap snack di bawah pohon rindang samping ruang guru.

Ayu: Ras

Laras: Eh ayu, duduk sini

Ayu: Ras, aku minta maaf ya buat kemarin. Kita masih temenan kan?

Laras: Iya gapapa, kemarin aku juga udah jelasin ke Bapak

Ayu:Ras, sumpah kemaren aku takut banget kalau kamu ga mau temenan lagi, padahal mah ya, kemarin aku ke Gerobak bakso ayah kamu sama Jio. Tapi kok aku ga liat Jio ya?

Laras: Kata Dikta, Jio ga masuk Ayu: Hah? emang kenapa?

Laras: Kena diare

Ayu: Buset aneh banget temen temen gue, sakit diare begini bisa berurutan. Apa jangan-jangan habis ini gue ya? duh amit amit

Laras: (terkekeh) Aneh banget lo, ayo masuk kelas dulu. Udah mau bel Ayu: Ayok

Akhirnya, Laras memaafkan kesalahan Ayu yang mungkin akan sulit untuk dimaafkan oleh orang lain. Pulang sekolah Laras mengajak Ayu untuk meminta maaf kepada Ayah Laras.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan struktur naskah drama Kamit karya Gusmel Riyadh, (2) mendeskripsikandiksi dalam naskah drama Kamit karya Gusmel

Atas segala rahmat dan karuniaNya, sehingga dapat menyelesaikan tugas skripsi dengan judul “ Aspek Nasionalisme dalam Naskah Drama Penjual Bendera Karya Hermana:Tinjauan

Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini, dapat disimpulkan (1) dalam naskah drama berjudul Kali ciliwung ditemukan tiga struktur tindak tutur ekspresif,

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bimbingan dalam bentuk pemberian model naskah drama dan kartu struktur naskah yang tepat serta pemberian variasi strategi belajar dan

Berdasarkan temuan penelitian penulis menemukan 5 bentuk tuturan imperatif dalam naskah drama Obladi Oblada Tiga Naskah Drama Karya Dasri Al-Mubary yaitu: bentuk imperatif biasa

- Ningrum : disini aku mengajak kamu mirantika,agus, kak andi dan kak irfan karena aku masih penasaran kenapa dua teman kita tia dan bobby meninggal secara tidak wajar.. Aku

Ancasipun panalitèn ingkang badhê dipungayuh inggih punika: (1) njlêntrêhakên wujud panandha tindak tutur direktif saklêbêting naskah drama ingkang irah-irahipun Kali

Program yang berupa “Konservasi dan Restorasi Naskah” dibuat sebagai upaya untuk membantu tugas perpustakaan Reksa pustaka Pura Mangkunegaran dalam pelestarian