• Tidak ada hasil yang ditemukan

2112541059 NI LUH MANIK ESA SWASTINI PEMILU

N/A
N/A
Manik Esa

Academic year: 2025

Membagikan "2112541059 NI LUH MANIK ESA SWASTINI PEMILU"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

NAMA : NI LUH MANIK ESA SWASTINI

NIM : 2112541059

MATA KULIAH : PEMILU

Apakah Sistem Pemilu Proporsional di Indonesia Sudah Tepat?

Pemilihan Umum sudah semakin dekat, tidak terasa Indonesia akan memulai Pesta Rakyat yang biasa dilaksanakan selama 5 tahun sekali. Banyak hal yang sudah dipersiapkan untuk terselenggaranya pemilu tahun 2024 nanti. Kali ini penulis tidak akan membahas mengenai partai atau kader yang akan maju dalam pemilu nanti, melainkan penulis akan membahas mengenai sistem pemilu yang ada di Indonesia.

Sistem pemilu yang digunakan di Indonesia adalah sistem pemilu proporsional. Sistem pemilu proporsional ini merupakan sistem yang menggunakan presentase kursi untuk para kandidat yang dibagikan kepada setiap partai politik yang ada di Indonesia dengan menyesuaikan jumlah suara yang didapatkan setiap partai politik. Sistem proporsional ini lebih detail dan sedikit rumit dibandingkan dengan sistem distrik. Sistem ini sudah diaplikasinyan oleh 1/3 dari negara di dunia. Setelah menggunakan sistem proporsional ini selama 3 kali pemilu terakhir di Indonesia pastinya banyak kelebihan dan kekurangan dari sistem pemilu proporsional ini. Ada dua jenis sistem proporsional yaitu proporsional terbuka dan proporsional tertutup.

Dalam hal ini kelebihan dari sistem pemilu proporsional terbuka yang dimana pemilih itu dapat memilih nama atau foto kandidat yang tersedia dalam surat suara, pemilih dapat memberikan suaranya secara langsung kepada kandidat yang mereka sukai dan memberikan peluang kepada para kaum minoritas. Kemudian kekurangan dari sistem proporsional terbuka yaitu, terjadinya ruang politik uang hal itu menjadikan sistem proporsional terbuka belum mampu dalam menekan adanya sistem politik uang. Kemudian, sistem pemilu proporsional tertutup yang dimana kelebihan dari sistem ini adalah mampu memperkuat partai politik lewat kaderisasi partai dan menekan adanya politik uang. Kekurangan dalam sistem ini yaitu, oligarki dalam internal partai semakin kuat serta kurang cocok untuk partai kecil.

Penerapan sistem proporsional terbuka menurut saya sudah tepat digunakan karena dalam hal ini kita dapat lihat dari banyaknya pulau yang ada di Indonesia serta beragamnya suku, budaya, ras dan agama yang ada di Indonesia. Sehingga, Indonesia memiliki banyak partai yang menjadi sarana bagi rakyat untuk menyuarakan aspirasi mereka. Sepanjang sistem proporsional ini sudah berlangsung, memang memiliki kendalnya tersendiri.

Pada tahun 2019 ada 11% lebih suara yang tidak sah. Namun, dengan adanya sistem proporsional terbuka ini kita dapat melihat keseimbangan antara hak partai dan hak rakyat karena partai dapat mencalonkan kader mereka dan rakyat diberikan kebebasan dalam memilih sesuai keinginan mereka. Serta kita mengingikan agar Indonesia

(2)

memiliki demokrasi yang kokoh dan stabil sehingga dapat menghasilkan budaya politik yang meghargai adanya kompetisi politik dengan adanya budaya politik seperti itu dapat menumbuhkan sistem pemilu yang terbuka.

Pemilu yang baik adalah pemilu yang luberjurdil, yang mengedepankan kepentingan publik daripada kepentingan pribadi. Jadikan pesta rakyat ini sebagai ajang membangun masa depan Bangsa agar memiliki pemimpin-pemimpin baru yang memiliki jiwa Korsa yang kuat. Dalam menghadapi pemilu nanti, rencakanan adanya promosi langsung maupun tidak langsung. Promosi langsung dilakukan dengan melakukan penyuluhan ke masyarakat agar mengerti dan mengetahui mengenai pemilu mendatang. Promosi tidak langsubng dapat dilakukan dengan cara memberikan tata cara pemilihan melalui media sosial yang dimiliki oleh KPU dan Bawaslu atau informasi-informasi penting mengenai pemilu yang bisa dilakukan melalui media sosial.

WORD COUNT : 494

(3)

Daftar Pustaka

Arum Sutrisni Putri. (2019, Desember 20). Kompas.com. Retrieved from Perbedaan Sistem Pemilu Distrik dan Proporsional: https://www.kompas.com/skola/read/2019/12/20/090000069/perbedaan-sistem-pemilu- distrik-dan-proporsional?page=all#page2

Irianto, R. P. (2023, April 5). MEDIA INDONESIA. Retrieved from Ahli: Sistem Pemilu Proporsional Terbuka Sudah Waktunya di Evaluasi: https://mediaindonesia.com/politik-dan-hukum/571634/ahli-sistem-pemilu- proporsional-terbuka-sudah-waktunya-di-evaluasi

Kompas.com. (2023, Januari 5). Kompas.com. Retrieved from Alasan Mengapa Harus Tetap Sistem Pemilu Proporsional Terbuka: https://nasional.kompas.com/read/2023/01/05/14145691/alasan-mengapa-harus- tetap-sistem-pemilu-proporsional-terbuka

Yonada Nancy. (2023, Januari 9). tirto.id. Retrieved from Apa Itu Sistem Pemilu Proporsional Terbuka dalam Pemilihan Umum?: https://tirto.id/apa-itu-sistem-pemilu-proporsional-terbuka-dalam-pemilihan-umum- gAS7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini berfokus pada sosialisasi kampanye yang dilakukan oleh partai politik maupun para kandidat caleg untuk memperoleh suara terbanyak dalam pemilu yang

Merujuk pada tahun 2009, sebagai referensi pengalaman pelaksanaan pemilu dengan sistem yang sama, baik sistem pemilu maupun sistem partai politik dengan berbagai

terpilih tidak bisa mengandalkan partai politik untuk mendukung mobilisasi sumber daya serta jaringan politik yang dibutuhkan. Sementara itu, dalam sistem Pemilu proporsional,

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Besar melaksanakan Penetapan Perolehan Kursi Partai Politik dan Calon Terpilih Pemilu Tahun 2019 tanggal 13 Agustus 2019 di Hotel Grand

Sistem ini dianggap representatif, karena iumlah kursi partai dalam parlemen sesuai dengan jumlah suara yang diperolehnya dari masyarakat dalam pemilu.. Tidak ada

Perolehan Suara Dan Kursi DPRD Masing-Masing Partai Politik Pada Pemilu Legislatif Tahun 2014.. Adapun pada pemilu legislatif tahun 2014, wilayah Kabupaten

(1) Penentuan perolehan jumlah kursi anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota dari setiap Partai Politik Peserta Pemilu didasarkan atas seluruh hasil penghitungan suara

12 Abd Hannan, “Propaganda Politik Pascakebenaran Post- Truth Menjelang Pemilu adalah munculnya para kandidat atau calon legislatif yang tidak sepenuhnya mencerminkan ideologi