• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI PERAN DAN EFEKTIVITAS BADAN USAHA MILIK DESA DALAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA BLANG KRUENG ACEH BESA

Muhammad Ansar

Academic year: 2023

Membagikan "SKRIPSI PERAN DAN EFEKTIVITAS BADAN USAHA MILIK DESA DALAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA BLANG KRUENG ACEH BESA"

Copied!
102
0
0

Teks penuh

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan efektivitas Badan Usaha Milik Desa Blang Krueng dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Blang Krueng. Menyadari peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Blang Krueng.

Tabel 3.1  Objek dan Subjek Penelitian ....................................   37  Tabel 4.1  Pemanfaatan Lahan Desa Blang Krueng ................
Tabel 3.1 Objek dan Subjek Penelitian .................................... 37 Tabel 4.1 Pemanfaatan Lahan Desa Blang Krueng ................

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Sistematika Pembahasan

LANDASAN TEORI

Badan Usaha Milik Desa

  • Pengertian Badan Usaha Milik Desa
  • Dasar hukum Badan Usaha Milik Desa
  • Klasifikasi Jenis Usaha BUMDes
  • Peran Badan Usaha Milik Desa
  • Tujuan Badan Usaha Milil Desa

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan lembaga usaha desa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintah desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pendirian, Penatausahaan, Pengurusan, dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa. Usaha perantara, Badan Usaha Desa dapat melakukan jenis usaha tersebut seperti jasa pembayaran listrik di pasar desa dan jasa lainnya.

Menurut Seyadi, peran Badan Usaha Milik Desa merupakan sarana pembangunan dan pengembangan serta peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat desa, yang hakikatnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya. Berdasarkan definisi di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Badan Usaha Milik Desa mempunyai peranan yang sangat penting, termasuk memberikan stimulus untuk lebih mengembangkan potensi, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Dengan demikian peneliti menyimpulkan bahwa tujuan didirikannya Badan Usaha Milik Desa diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian dalam memajukan perekonomian desa.

Kesejahteraan Masyarakat

  • Definisi Kesejahteraan Masyarakat
  • Indikator Kesejahteraan Masyarakat
  • Tujuan Kesejahteraan

Semua anggota keluarga pada umumnya mampu makan minimal dua kali atau lebih, semua anggota keluarga mempunyai pakaian yang cocok dan berbeda dalam satu rumah, semua anggota keluarga mempunyai pendidikan, bekerja sebagai kepala rumah tangga dan dapat bepergian, lantai rumah tidak terbuat dari tanah, dan memiliki KB modern bagi mereka yang ingin mengikuti program KB (Direktorat Statistik, 2008). Pendapatan, pendapatan disini adalah pendapatan yang diperoleh masyarakat dari pendapatan setiap kepala rumah tangga atau anggota rumah tangga, yang dialokasikan untuk biaya konsumsi, kesehatan, pendidikan dan kebutuhan materi lainnya. Gambaran besar kecilnya jumlah pengeluaran yang berkembang selama ini itulah yang mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat.

Indikator kesejahteraan dalam bidang Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI) merupakan kriteria yang sangat penting untuk membandingkan keberhasilan pembangunan sumber daya manusia antar negara. I yang sukses adalah keluarga yang dapat memenuhi kebutuhan dasar, namun tidak dapat memenuhi kebutuhan sosial-psikologisnya, seperti pendidikan, transportasi, atau interaksi antar lingkungan. Sukses II, tingkat keluarga ini mampu memenuhi kebutuhan dasar, kebutuhan sosial dan psikologis, namun belum bisa menabung atau menabung.

Ukuran Efektivitas

Pengukuran efektivitas dapat dilakukan dengan meninjau kinerja yang dicapai suatu organisasi, apakah organisasi tersebut dapat mencapai tujuan yang dirancang secara efektif. Apabila organisasi berhasil mencapai tujuannya, maka organisasi tersebut dapat dikategorikan sebagai organisasi yang berjalan dengan baik sebagaimana mestinya, meskipun standar efisiensi tidak menyebutkan berapa biaya yang dikeluarkan untuk mencapai tujuan tersebut. Efektivitas hanya melihat apakah program atau kegiatan tersebut telah mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Ulum, 2004: 294).

Efektivitas organisasi adalah derajat keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan (Daft, 2010:13). Menurut Indrawijawa, alat ukur tingkat efektivitas organisasi meliputi empat kriteria yaitu Adaptasi, Integrasi, Motivasi dan Produksi. Kedua indikator yang dipilih tersebut merupakan dua dari tiga indikator pendekatan yang digunakan untuk mempelajari tingkat efektivitas suatu organisasi menurut Steers (1985).

Penelitian Terdahulu

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak keberadaan BUMDes terhadap kesejahteraan masyarakat. “Efektifitas Badan Usaha Desa (BUMDes) Dalam Peningkatan Masyarakat di Desa Armeng Kecamatan Tabukan Utara Kabupaten Kepulauan Sangihe.” Implementasi Program Badan Usaha Milik Desa di Desa Ngeposari Kecamatan Semanu Kabupaten Gunung Kidul Tahun 2010.”

Dampak Badan Usaha Milik Desa (BUMD) Terhadap Kesejahteraan Masyarakat di Desa Karangrejek Kecamatan Wonosari Kabupaten Gunungkidul.” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) terhadap kesejahteraan masyarakat di Desa Karangrejek Sekar Manikam. (2010) Implementasi program Badan Usaha Milik Desa di Desa Ngeposari Kecamatan Semanu Kabupaten Gunung Kidul Tahun 2009.

Tabel 2.1  Penelitian Terkait
Tabel 2.1 Penelitian Terkait

Kerangka Pemikiran

  • Sumber Data
  • Teknik Pemerolehan Data

Peneliti hanya memotret apa yang terjadi pada objek atau area yang diteliti kemudian menjelaskannya secara sederhana dalam bentuk laporan penelitian (Arikunto, 2010:3). Jenis observasi dalam penelitian ini adalah Observasi Non Partisipatif, dimana peneliti tidak dilibatkan, melainkan hanya melihat foto objek sejauh pandangan peneliti. Data yang dikumpulkan dari observasi ini berupa gambaran indikator tingkat kesejahteraan masyarakat berupa gambaran indikator perumahan dan lingkungan.

Dokumentasi merupakan cara memperoleh data pelengkap dengan menggunakan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif (Sugiyono 2014: 240). Data dikumpulkan melalui data yang tersedia seperti profil kota, laporan keuangan kota, laporan keuangan setiap unit usaha, catatan harian, data kependudukan, surat dan data yang disimpan di website resmi kota. Dalam penelitian ini, responden yang dipilih adalah masyarakat umum, pemerintah kota, manajer dan BUMD serta akademisi kebijakan publik.

Fokus Penelitian

Kelompok ketiga adalah kepala Badan Usaha Milik Desa atau kepala unit pengelolaan, sedangkan kelompok keempat terdiri dari akademisi kebijakan publik.

Instrumen Penelitian

Perusahaan milik Desa Blang Krueng ini disahkan pada tanggal 30 Desember 2014 dan berdiri pada tahun 2009. Bank Sampah Desa Blang Krueng mulai berkembang atas dukungan BUMDes Blang Krueng pada tahun 2015 menjadi sebuah unit usaha. Dimiliki oleh Desa Blang Krueng, perusahaan ini mempunyai empat perusahaan persewaan yaitu: persewaan gudang pengisian air, persewaan traktor tangan, persewaan pernikahan dan teras, persewaan rumah.

Dari hasil penjelasan diatas peneliti menyimpulkan bahwa BUMDes Blang Krueng sudah mempunyai banyak unit usaha yang memadai yaitu BUMDes perdagangan, jasa, persewaan dan perbankan. Setelah mengklasifikasikan unit-unit usaha BUMD Blang Krueng, peneliti akan menghubungkan peran BUMD terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat desa Blang Krueng. Berdasarkan penjelasan masing-masing indikator kesejahteraan di atas, Badan Usaha Milik Desa sudah baik namun belum sepenuhnya optimal dalam meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat Desa Blang Krueng.

Objek dan Subjek Penelitian

Metode Analisis Data

  • Reduksi Data
  • Display Data
  • Penarikan Kesimpulan

Mereduksi data berarti merangkum, memilah hal-hal penting, memusatkan perhatian pada hal-hal penting, mencari pola dan tema. Dengan demikian, data yang direduksi memberikan gambaran yang lebih rinci, dan memudahkan peneliti untuk melakukan pengumpulan data lebih lanjut jika diperlukan, (Sugiyono. Dengan banyaknya data yang diperoleh dari lapangan, maka peneliti perlu membuat catatan yang rinci dan rinci. .

Peneliti merangkum, memperoleh data dasar dan penting, mengkategorikan dan membuang data yang dianggap tidak relevan bagi peneliti. Dalam penarikan kesimpulan, data yang diperoleh masih memerlukan verifikasi kembali dalam catatan lapangan atau diskusi dengan mitra demi terjalinnya kesepakatan intersubjektif, maka hasilnya dapat dianggap valid.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

  • Sejarah Singkat Desa Blang Krueng
  • Keadaan Wilayah
  • Kependudukan
  • Kondisi Sosial Ekonomi
  • Kondisi Sosial Budaya
  • Sarana dan Prasarana

Unit usaha rumah sewa ini dikelola oleh Samsuar, dimana pendapatan dari rumah sewa ini langsung diserahkan kepada bendahara BUMDes Blang Krueng. Koperasi ini merupakan koperasi simpan pinjam yang mempunyai aset lebih dari 500 juta, yang anggotanya adalah perempuan asal Desa Blang Krueng. Indra Sari dan sudah ada 105 ekor sapi yang dititipkan secara bergilir untuk digemukkan oleh peternak di desa Blang Krueng.

Sedangkan BUMDes Blang Krueng bidang pendidikan mempunyai rumah sekolah yaitu SDIT dan TKIT Hafizul. BUMDes Perdagangan Blang Krueng saat ini membutuhkan tambahan unit usaha, dimana saat ini hanya memiliki 1 unit usaha yaitu pangkalan gas LPG. Dari penjelasan di atas, peran Unit Usaha BUMDes Sekolah Blang Krueng belum bisa memberikan kemudahan akses untuk masuk ke sekolah.

Tabel 4.5 - Lanjutan  3  Aset Prasarana Kesehatan
Tabel 4.5 - Lanjutan 3 Aset Prasarana Kesehatan

Profil BUMDes Blang Krueng

  • Rumah Sewa
  • Pelaminan dan Tratak
  • Pengelolaan Tanah Desa
  • Simpan Pinjam Ibu-Ibu
  • Bank Sampah
  • Penggemukan Sapi
  • Sekolah Gampong
  • Hand Traktor
  • Depot Air Isi Ulang
  • Pengelolaan Gas

Hasil Penelitian

  • Peran BUMDes Dalam Masyarakat Desa
  • Efektivitas BUMDes dalam Peningkatan

Dilihat dari pernyataan Ibu Wina, peran BUMDes pada unit usaha Pernikahan dan Penyewaan Tratak memang sedikit memberikan kontribusi terhadap pendapatan 3 sampai 4 warga desa. Keberadaan unit usaha bank sampah ini juga memberikan manfaat bagi masyarakat dengan menjadi pengangkut sampah dengan pendapatan 1 juta per bulan, hal tersebut disampaikan Hermansyah pada 12 Desember 2019. Seluruh unit usaha BUMDes telah mampu mencapai hasil yang sangat memuaskan, untuk mewujudkan kemandirian masyarakat desa, dana desa dikucurkan.

Dari penjelasan di atas terlihat jelas bahwa pengelolaan unit bisnis Bank masih kurang baik. Selain itu, BUMDes ingin memperluas peran BUMdes dalam pengelolaan sampah melalui unit usaha bank sampah, namun masih sedikit masyarakat yang berpartisipasi. Setidaknya masyarakat yang tergabung dalam setiap unit usaha desa mendapatkan penghasilan tetap atau tambahan.

Pembahasan

Pada unit usaha rumah sewa desa, BUMDe berhasil memperoleh total pendapatan pada tahun 2016 hingga 2018 sebesar Rp. Dengan adanya unit usaha simpan pinjam ini, banyak masyarakat desa yang memanfaatkannya dengan meminjam dana untuk membuka usaha mandiri. Dari hasil wawancara terlihat bahwa unit usaha simpan pinjam BUMDe berperan cukup besar dalam meningkatkan permodalan untuk melahirkan pelaku usaha ekonomi desa.

Ketepatan tujuan tersebut terlihat dari adanya unit-unit usaha yang memprioritaskan karyawan dari kelompok yang memang membutuhkan pekerjaan. Diharapkan adanya perluasan atau penambahan unit usaha pada BUMDes Brokering untuk menambah lapangan kerja baru. Diharapkan setiap unit usaha dapat dikelola secara tegas dan maksimal agar tidak terjadi kendala yang dapat merugikan BUMD itu sendiri.

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan pada BAB IV bagaimana peran dan efektivitas Badan Usaha Milik Desa dalam meningkatkan peran Badan Usaha Milik Desa sebagai wadah pencapaian tujuan kesejahteraan masyarakat sudah cukup berhasil dicapai sejalan dengan tujuan BUMDe itu sendiri. dari adanya sepuluh unit usaha seperti penyediaan kebutuhan pokok (gas elpiji), depo pengisian air, pelayanan umum, pinjaman modal, penyediaan tanah secara tunai untuk dikelola warga desa, penyewaan rumah, peralatan pesta, pertanian. fasilitas dan sekolah desa. Perkembangan unit usaha yang didukung dana desa mampu memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat, baik untuk PAD maupun berbagai pendidikan bagi masyarakat. Jika dilihat dari indikator tingkat kesejahteraan masyarakat, Badan Usaha Milik Desa belum mampu memberikan manfaat yang adil kepada masyarakat.

Hal ini disebabkan oleh kurangnya sosialisasi program BUMDes dan juga perlunya penambahan unit usaha serta pengembangan dan inovasi unit usaha yang sudah ada agar BUMDes semakin luas dan dikenal masyarakat. Badan Usaha Milik Desa dalam mencapai tujuan atau sasaran dari segi waktu dan ketepatan tujuan sudah cukup efektif dan terlaksana dengan baik, namun belum sepenuhnya, hal ini dikarenakan ada beberapa tujuan yang belum tercapai karena kendala internal. Namun tingkat kemampuan BUMDes dalam menciptakan rasa tanggung jawab pada setiap pelaku usaha masih belum optimal, karena masih terdapat sebagian anggota yang menyalahgunakan tanggung jawab tersebut, karena setiap pengelola harus mempunyai rasa tanggung jawab untuk selalu meningkatkan inovasi guna mempertahankan. dan meningkatkan pendapatan.

Saran

Evaluasi Implementasi dan Dampak Program Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Rumah Tangga Miskin (RTM) di Desa Babadan Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung (periode Mei 2014 – April 2015) Vol.7No2 November 2015 Radjab, Enny dan Jam'an, Andi (2017). Dari http://m.rri.co.id/post/berita/323285/region/tim_kemendes value_bumdes_blang_krueng_aceh_besar.html Suparmoko, (2002). Peran dan kontribusi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) terhadap kesejahteraan masyarakat dalam perspektif ekonomi Islam.

Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dalam Kesejahteraan Masyarakat Perdesaan Studi pada BUMDes di Gunung Kidul, Yogyakarta. UU No. 4 Tahun 2015, Pasal 19 tentang Pendirian, Pengurusan dan Pengurusan serta Pembubaran Badan Usaha Milik Desa. Sebagai pelaku usaha milik desa, apakah pendapatan Anda akan meningkat sehingga bisa memenuhi segala macam kebutuhan pokok?

Gambar

Tabel 3.1  Objek dan Subjek Penelitian ....................................   37  Tabel 4.1  Pemanfaatan Lahan Desa Blang Krueng ................
Tabel 2.1  Penelitian Terkait
Tabel 2.1 - Lanjutan  Karena
Tabel 2.1 - Lanjutan
+4

Referensi

Dokumen terkait

Dalam Undang-Undang No 6 tahun 2014 tentang Desa menyebutkan Badan Usaha Milik Desa, selanjutnya disebut BUMDES adalah badan usaha yang seluru atau sebagian

Setelah adanya BUMDes mulai ada perubahan, pengembangan BUMDes di pedesaan telah membuka peluang usaha bagi masyarakat, adapun dari beberapa masyarakat yang pendapatannya

Salah seorang warga mendapatkan dana BUMDes, padahal tidak layak mendapatkan bantuan, karna tidak memenuhi syarat dan juga warga ini mempunyai ekonomi lumayan

Permasalahan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui secara mendalam tentang peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) terhadap kesejahteraan masyarakat di Desa

Kontribusi BUMDes terhadap masyarakat Desa Mahato BUMDes Mahato memberikan kontribusi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat perdesaan melalui berbagai jenis bentuk unit usaha,

Selanjutnya Maryunani 2008 menjelaskan bahwa ciri utama yang membedakan BUMDes dengan lembaga ekonomi komersial adalah sebagai berikut, a modal usaha bersumber dari desa 51% dan dari

Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa Peran BUMDes Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani dapat dikatakan bahwa Peran BUMDes “Jaya Makmur” berusaha untuk mewujudkan dan meningkatkan

Tujuan pendirian BUMDes adalah meningkatkan perekonomian desa, mengoptimalkan aset desa agar bermanfaat untuk kesejahteraan desa, meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi