Skripsi ini berjudul : “ PENGARUH PELATIHAN DAN INSENTIF TERHADAP KINERJA PEGAWAI MELALUI KEPUASAN KERJA (STUDI PADA INSPEKTORAT KABUPATEN SITUBONDO)”. Pengujian secara tidak langsung memperoleh hasil sebagai berikut: 1) pelatihan berpengaruh terhadap kinerja pegawai melalui kepuasan kerja;
PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
KAJIAN PUSTAKA
Manajemen Sumberdaya Manusia
- Fungsi Manajemen Sumberdaya Manusia
- Proses Manajemen Sumberdaya Manusia
Di antara berbagai fungsi tersebut, fungsi manajemen yang perlu mendapat perhatian adalah pengembangan sumber daya manusia. Proses manajemen sumber daya manusia yang akan dibahas, menurut Pigors dan Myers (1961:13), menekankan.
Kinerja Pegawai
- Pengertian Kinerja Pegawai
- Penilaian Kinerja Pegawai
- Faktor yang mempengaruhi Kinerja Pegawai
- Indikator Kinerja Pegawai
Menurut Bangun, penilaian prestasi kerja adalah suatu proses yang dilakukan oleh suatu organisasi untuk menilai atau mengevaluasi kinerja pegawai dalam menjalankan tugasnya. Dalam melakukan penilaian prestasi kerja pegawai, tidak semua kriteria pengukuran prestasi kerja digunakan, namun tentunya harus disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang dinilai.
Kepuasan Kerja
- Pengertian Kepuasan Kerja
- Faktor yang mempengaruhi Kepuasan Kerja
- Indikator Kepuasan Kerja
Dari pengertian di atas dapat kita simpulkan bahwa kepuasan kerja adalah suatu sikap emosional yang menyenangkan seseorang atau seorang karyawan untuk bekerja dengan apa yang didapatnya dari pekerjaan tersebut, karena sangat abstrak, sulit diukur dan bersifat pribadi, namun harus bersifat pribadi. dibayar. perhatian, karena berdampak besar pada pekerjaan. Faktor-faktor tersebut sendiri mempunyai peranan tersendiri terhadap kepuasan kerja karyawan, tergantung pada individu masing-masing. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan secara praktis dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu: faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik.
Faktor intrinsik adalah faktor yang berasal dari dalam diri pegawai dan dibawa oleh pegawai itu sejak ia mulai bekerja pada jabatannya. Oleh karena itu, memiliki rekan kerja yang ramah dan suportif akan menghasilkan kepuasan kerja yang lebih besar.
Pelatihan
- Pengertian Pelatihan
- Tujuan Pelatihan
- Metode Pelatihan
- Manfaat Pelatihan
- Tahap – Tahap penyelenggaraan Pelatihan
- Proses Pelatihan
- Faktor yang berperan dalam Pelatihan
- Indikator Pelatihan
On The Job Training, berbagai jenis metode yang terdapat dalam On The Job Training antara lain; (a) Pelatihan di tempat kerja, pelatihan di mana. Off The Job Training, berbagai jenis metode yang termasuk dalam Off The Job Training; (a) Ceramah, presentasi atau ceramah yang diberikan oleh seorang pelatih/guru kepada sekelompok pendengar, biasanya kelompok yang cukup besar; (b) Presentasi video, presentasi atau ceramah yang disajikan melalui film, televisi atau video tentang pengetahuan atau cara melakukan suatu pekerjaan; (c) Pelatihan/simulasi ruang depan, yaitu pelatihan yang diberikan di suatu tempat yang dirancang khusus menyerupai tempat kerja, yang dilengkapi dengan berbagai perlengkapan layaknya tempat kerja; (d) Role playing, suatu metode yang dilakukan oleh partisipan yang diberi peran tertentu untuk bertindak dalam situasi khusus; e) Studi kasus, yaitu studi kasus yang dilakukan dengan memberikan kasus-kasus tertentu, kemudian peserta diminta untuk memecahkan kasus tersebut melalui diskusi kelompok; (f) Belajar mandiri meminta peserta belajar sendiri melalui materi yang disusun dengan baik, seperti melalui bahan bacaan, video, dan kaset. On The Job Training adalah berbagai jenis metode yang termasuk dalam On The Job Training; (a) rotasi pekerjaan, yang memberikan karyawan pengetahuan tentang berbagai bagian organisasi dan praktik berbagai keterampilan; (b) latihan. instruksi kerja, instruksi kerja diberikan langsung pada pekerjaan dan digunakan terutama untuk melatih karyawan tentang cara melakukan pekerjaan mereka saat ini;
Off The Job Training yang termasuk dalam Off The Job Training adalah; (a) metode studi kasus, karyawan yang terlibat dalam latihan ini diminta untuk mengidentifikasi masalah, menganalisis situasi dan merumuskan alternatif solusi; (b) Role play, teknik ini merupakan suatu alat yang memungkinkan pegawai (peserta pelatihan) memainkan peran yang berbeda-beda. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pelatihan mempunyai 2 jenis metode yaitu on-the-job training dan off-the-job training.
Pemberian Insentif
- Pengertian Insentif
- Tujuan Insentif
- Jenis – jenis Insentif
- Faktor yang mempengaruhi besarnya insentif
- Indikator Pemberian Insentif
Bonus merupakan insentif bagi karyawan yang mampu bekerja melebihi standar tingkat produksi. Insentif eksekutif merupakan insentif yang diberikan kepada karyawan, terutama manajer atau karyawan yang mempunyai jabatan tinggi di perusahaan, misalnya untuk membiayai makan perumahan, kendaraan bermotor atau biaya sekolah anak. Sistem insentif ini menghubungkan langsung besarnya insentif dengan kinerja yang ditunjukkan oleh pegawai yang bersangkutan.
Sistem insentif ini didasarkan pada senioritas atau masa kerja karyawan dalam suatu organisasi. Output tersebut ditunjukkan dengan insentif yang diterima oleh pekerja yang terkena dampak, mengandung rasa keadilan yang sangat diperhatikan oleh setiap pekerja yang menerima insentif tersebut.
TinjauanEmpirik
Penelitian Saragih (2010) berjudul Analisis Pengaruh Pemberian Insentif dan Pendidikan dan Pelatihan Terhadap Peningkatan Kinerja Guru Sekolah Menengah Negeri di Tebing Tinggi, hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa baik insentif maupun pendidikan dan pelatihan berpengaruh terhadap kinerja guru. Insentif sebagian tidak berpengaruh terhadap kinerja guru, namun pendidikan dan pelatihan mempunyai pengaruh yang sangat signifikan terhadap kinerja guru sekolah menengah negeri di kota tebing tinggi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai, hal ini diperkuat dengan hasil uji regresi berganda tahap kedua, ternyata variabel kepuasan terhadap pengawasan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai. . .
Penelitian Sutikno (2002) berjudul Hubungan Motivasi Kerja, Kepemimpinan, Pendidikan dan Pelatihan Terhadap Kinerja Pegawai Tata Usaha Universitas Negeri Semarang. Penelitian Wahyuningrum (2008) berjudul Hubungan Kemampuan, Kepuasan Dan Disiplin Kerja Dengan Kinerja Pegawai Kecamatan Tulisharjo Kabupaten Grobogan.
Hubungan Antar Variabel
- Hubungan Pelatihan dan Kepuasan Kerja
- Hubungan Pemberian Insentif dan Kepuasan Kerja
- Hubungan Pelatihan dan Kinerja Pegawai
- Hubungan Pemberian Insentif dan Kinerja Pegawai
- Hubungan Pelatihan dan Kinerja Pegawai melalui Kepuasan Kerja 52
- Hubungan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai
Penelitian Loebis (2008) menunjukkan bahwa secara simultan penawaran insentif dan kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja karyawan Balai Yasa PT. Secara parsial variabel pemberian insentif dan kepuasan kerja masing-masing terbukti berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja karyawan Balai Yasa PT. Ada tiga pandangan mengenai hubungan kepuasan kerja dengan kinerja, yaitu: (1) kepuasan mengarah pada kinerja atau kinerja yang baik, (2) kinerja mengarah pada kepuasan kerja, dan (3) tidak terdapat hubungan yang kuat antara kepuasan kerja dengan kinerja. . pertunjukan.
Gorbogan dimana hasil penelitiannya menyatakan terdapat korelasi positif antara kepuasan kerja dengan kinerja sebesar 0,241. Seperti pada penelitian Agustin, (2010), temuan penelitiannya dapat dilihat; (1) Kondisi untuk memberikan insentif, kinerja dan kepuasan kerja kepada pegawai Persada Swalayan Malang sangat baik; (2) Terdapat pengaruh langsung yang signifikan pemberian insentif terhadap kepuasan kerja; (3) Terdapat pengaruh langsung yang signifikan kepuasan kerja terhadap kinerja; (4) Terdapat pengaruh langsung pemberian insentif terhadap kinerja; (5) Terdapat pengaruh tidak langsung yang signifikan pemberian insentif terhadap kinerja melalui kepuasan kerja.
Kerangka Konseptual
- Kerangka Konseptual Penelitian
Ahmadi (2009) yang melibatkan 923 perawat di rumah sakit Riyadh menyatakan bahwa kinerja karyawan ditemukan berhubungan positif dengan kepuasan kerja secara keseluruhan. Namun, ada peneliti yang menyatakan tidak menemukan korelasi antara kinerja karyawan dan kepuasan kerja. Hasil penelitian Crossman & Zaki (2003) menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepuasan kerja dengan kinerja karyawan. Selain itu, Packard & Motowidlo (1987 dalam Ahmadi, 2009) mengatakan bahwa kepuasan kerja tidak berhubungan dengan kinerja karyawan.
Hipotesis
Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini untuk menentukan jumlah sampel adalah purposive sampling. Pada analisis jalur, uji prasyarat yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas, uji multikolinieritas, dan uji linearitas. Pengujian pengaruh tidak langsung dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tidak langsung pelatihan dan pemberian insentif terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja.
Hal ini dikarenakan kepuasan kerja tidak mampu memediasi antara pelatihan dan pemberian insentif dalam meningkatkan kinerja pegawai Inspektorat Kabupaten Situbondo. Pengaruh pemberian insentif terhadap kinerja melalui kepuasan kerja (studi pada karyawan Persada Swalayan Malang). Jurnal Usu.
METODE PENELITIAN
LokasiPenelitian
Alasan pemilihan objek penelitian ini karena Inspektorat merupakan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang mempunyai peran dan kedudukan strategis, baik dari segi fungsi manajemen maupun dalam pencapaian visi dan misi program pemerintah.
Sumber dan Jenis Data
Populasi dan Sampel
- Populasi
- Sampel
Caranya, peneliti memilih orang-orang tertentu yang dianggap dapat memberikan data yang diperlukan, kemudian berdasarkan data atau informasi yang diperoleh dari sampel sebelumnya dapat ditentukan sampel lain yang dianggap dapat memberikan data yang lebih lengkap.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tanya jawab atau dengan mengajukan pertanyaan secara langsung kepada responden dan pihak terkait. Teknik dokumentasi merupakan salah satu cara pengumpulan data dengan menggunakan arsip, dokumen, yang berfungsi sebagai alat dan informasi untuk data latih dan pemberian insentif. Hal ini digunakan sebagai pelengkap data yang diperoleh untuk melengkapi data yang diperlukan dalam penggeledahan di Inspektorat Kabupaten Situbondo.
Definisi Operasional VariabeldanInstrumenPenelitian
- Operasional Variabel Bebas (X)
- Operasional Variabel Antara (Z)
- Operasional Variabel Terikat (Y)
Tugas yang diberikan kepada pegawai sesuai dengan bidangnya dan keterampilan yang dibutuhkan dalam melaksanakan pekerjaan untuk menambah atau mengurangi kepuasan kerja. Untuk melengkapi analisis jalur dengan menggunakan metode kuadrat terkecil, penelitian ini memuat dua substruktur, substruktur pertama adalah pengaruh variabel pelatihan dan pemberian insentif terhadap kepuasan kerja, sedangkan substruktur kedua adalah pengaruh pelatihan, pemberian insentif dan kepuasan kerja terhadap kepuasan kerja. pertunjukan. . Pelatihan berpengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai, semakin sering dilakukan kegiatan pelatihan maka akan semakin baik/tinggi kepuasan kerja pegawai pada Inspektorat Kabupaten Situbondo.
Dengan memberikan insentif terhadap kepuasan kerja pegawai, maka semakin sering insentif diberikan maka akan semakin tinggi/meningkatkan kepuasan kerja pegawai pada Inspektorat Kabupaten Situbondo. Pengaruh pelatihan terhadap kinerja pegawai melalui hasil statistik terhadap kepuasan kerja menunjukkan nilai negatif, meskipun nilai pada koefisien jalur dilaporkan berada pada kategori kuat. Pengaruh pemberian insentif terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja nilai statistiknya negatif, namun nilai pada koefisien jalur dilaporkan dalam kategori kuat.
Pengaruh Pemberian Insentif Dan Kepuasan Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Balai Yasa Pulo Brayan PT.
Teknik Pengukuran Data
Uji Instrumen Penelitian
- Uji Validitas
- Uji Reliabilitas
Validitas konstruk ini lebih terfokus pada pertanyaan tentang apa yang sebenarnya diukur dengan alat ukur yang ada. Pada SPPS metode yang digunakan dalam pengujian validitas adalah metode r tabel. Menurut Umar, reliabilitas adalah suatu angka indeks yang menunjukkan konsistensi suatu alat ukur ketika mengukur fenomena yang sama.”
Pada program SPSS, metode yang digunakan untuk pengujian reliabilitas adalah metode Cronbach’s alpha, dimana suatu kuesioner dianggap nyata jika Cronbach’s alpha > 0,6 (Sekaran 2006:40). Teknik Cronbach Alpha dilakukan dengan menghitung varians setiap pertanyaan dan total varians pertanyaan.
Metode Analisa Data
Teknik Analisis Data
- Pengembangan Model Berbasis Teori
- Konversi Diagram Path ke Persamaan Struktur
- Pemeriksaan Asumsi Model Analisis Jalur
- Pengujian Hipotesis
Pemberian insentif berpengaruh terhadap kinerja pegawai, semakin sering dilakukan perbaikan dalam pemberian insentif kepada pegawai maka akan semakin tinggi/meningkatkan kinerja pegawai pada Inspektorat Kabupaten Situbondo. Kepuasan kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Inspektorat Kabupaten Situbondo, bahkan akan terjadi semakin tinggi kepuasan kerja yang dirasakan pegawai maka akan semakin rendah pula kinerja pegawai pada Inspektorat Kabupaten Situbondo. Artinya pengaruh tersebut masih dapat ditingkatkan dengan cara atau upaya peningkatan insentif yang diberikan kepada pegawai dengan memperhatikan senioritas dan masa kerja seorang pegawai.
Berdasarkan kesimpulan diatas diketahui bahwa kepuasan kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan, sehingga penulis memberikan saran sebagai berikut. Inspektorat Kabupaten Situbondo hendaknya lebih meningkatkan kegiatan pelatihan, memberikan insentif dan meningkatkan rasa kepuasan kerja bagi pegawainya baik secara langsung maupun tidak langsung, karena semua itu akan meningkatkan kinerja pegawainya. Analisis pengaruh pemberian insentif dan pendidikan dan pelatihan terhadap peningkatan kinerja guru sekolah menengah negeri di TebingTinggi. Jurnal USU.
Tingkat rangsangan yang diberikan kepada pegawai harus sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan sosial di mana mereka bekerja.
HASIL PENELITIAN, ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Gambaran UmumObyekPenelitian
Lokasi Penelitian
Visi dan Misi
Struktur Organisasi
Karekteristik Responden
Analisis Deskriptif Variabel Penelitian
- Deskripsi Variabel Pelatihan
- Deskripsi Variabel Pemberian Insentif
- Deskripsi Variabel Kepuasan Kerja
- Deskripsi Variabel Kinerja Pegawai
Uji Validitas dan Reliabilitas Intrumen
- Uji Validitas Instrumen
- Uji Reliabilitas Instrumen
Metode Analisis Data
Analisis Jalur
- Model dan Persamaan Struktur Analisis Jalur
- Pemeriksaan Asumsi Analisis Klasik
Pengujian Hipotesis
Pembahasan
- Pengaruh Pelatihan Terhadap Kepuasan Kerja
- PengaruhPemberianInsentifTerhadapKepuasan Kerja
- PengaruhPelatihan TerhadapKinerjaPegawai
- PengaruhPemberianInsentif TerhadapKinerjaPegawai
- Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai
- PengaruhPelatihanTerhadapKinerjaMelaluiKepuasanKerja
- PengaruhPelatihanTerhadapKinerjaMelaluiKepuasanKerja
KESIMPULAN DAN SARAN
Saran
Bacalah setiap pernyataan yang dimaksud dengan cermat lalu tentukan pilihan jawaban yang dianggap paling sesuai dengan kondisi dan keadaan Anda di tempat kerja. Signifikansi: Responden setuju dengan pernyataan bahwa kerjasama dengan rekan kerja memberikan perasaan yang menyenangkan di Kantor Inspektorat Kabupaten Situbondo. 23 Materi atau kurikulum yang diberikan kepada pegawai konsisten dengan tujuan pelatihan sumber daya manusia yang ingin dicapai.
Metode pelatihan pegawai akan efektif apabila sesuai dengan jenis materi dan komponen peserta pelatihan. Tujuan pelatihan sesuai dengan penyusunan rencana aksi (action game) dan penetapan tujuan, selain itu tujuan pelatihan juga harus disosialisasikan. 32 Besarnya rangsangan yang diperoleh ditentukan berdasarkan kinerja pegawai dalam aktivitas individu kantor. 33 Pegawai berhak mendapat rangsangan karena.
Pegawai senior menunjukkan loyalitas yang tinggi dari pegawai lain dalam pekerjaannya sehingga berhak mendapatkan insentif.
Keterbatasan Penelitian