Mitos Ritual Ojhung Dalam Upacara Adat Ghâdhisa Masyarakat Desa Blimbing Kecamatan Klabang Bondowoso; Oke Ferry Juniawan. 2016: 114 halaman; Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jurusan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jember. Informan yang memberikan informasi tentang ritual Ojhung dalam upacara adat Ghâdhisa di desa Blimbing kecamatan Klabang Bondowoso;
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
- Definisi Operasional
Oleh karena itu, dalam penelitian ini perlu dikaji bentuk ritual Ojhung dalam upacara adat Ghâdhisa. Kisah asal usul ritual Ojhung juga mempunyai struktur penuturan yang erat kaitannya dengan tahapan-tahapan dalam upacara adat Ghâdhisa. Hasil penelitian mengenai mitos asal usul ritual Ojhung dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran alternatif dalam kajian teks respon kritis.
TINJAUAN PUSTAKA
Penelitian Sebelumnya yang Relevan
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang berfungsi untuk menggali nilai-nilai kekerasan dalam tradisi Ojhung masyarakat kampung Bugeman. Penelitian lain terkait Ojhung yang dapat dijadikan referensi dalam penelitian ini yaitu “Peran Kearifan Lokal Sebagai Modal Sosial Dalam Penyelesaian Konflik Perikanan di Kabupaten Situbondo” oleh Sugiarto dan Suryanto dari Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Surabaya. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Sugiarto dan Suryanto dapat disimpulkan bahwa dalam menyelesaikan konflik-konflik yang muncul di kabupaten.
Folklor
- Pengertian Folklor
- Ciri-ciri Folklor
- Fungsi Folklor
- Bentuk-bentuk Folklor
Untuk waktu yang lama (setidaknya dua generasi) didistribusikan di antara kolektif-kolektif tertentu. 3) Cerita rakyat ada (ada) dalam versi bahkan varian yang berbeda-beda. Bruvand (dalam Danandjaja, 1984:21) lebih lanjut menjelaskan bahwa cerita rakyat lisan adalah cerita rakyat yang seluruh bentuknya bersifat lisan. Tradisi rakyat lisan sebagian adalah tradisi rakyat yang bentuknya merupakan campuran unsur lisan dan unsur nonverbal.
Mitos sebagai Salah Satu Bentuk Folklor
- Pengertian Mitos
- Ciri-ciri Mitos
- Fungsi Mitos
- Bentuk-bentuk Mitos
- Struktur Naratif dan Urutan Motifem dalam Mitos
Menurut Endraswara, teori struktural banyak digunakan oleh para sarjana sastra lisan yang berkaitan dengan cerita rakyat. Alan Dundes yang merupakan pakar cerita rakyat Amerika menganalisis struktur cerita rakyat Indian Amerika dari konsep Vladimir Propp dan Pike. Thompson (dalam Dundes, 1962:97) menyatakan bahwa motif merupakan unsur terkecil dari cerita rakyat yang mempunyai kekuatan untuk bertahan dalam tradisi.
Ojhung sebagai Bentuk Folklor
- Pengertian Ojhung
- Ojhung sebagai Folklor Sebagian Lisan
- Ojhung sebagai Sastra Lisan
- Ojhung sebagai Mitos Ritual
Katelu, mitos asal-usul ritual Ojhung sajrone upacara adat Ghâdhisa nduweni fungsi dhewe-dhewe kanggo masyarakat panyengkuyung. Irah-irahan Wawancara : Wawancara Mitos Asal Usul Ritual Ojhung ing Upacara Adat Ghâdhisa ing Desa Blimbing Kecamatan Klabang Bondowoso. Irah-irahan Dokumen: Dokumentasi Mitos Asal Usul Ritual Ojhung ing Upacara Adat Ghâdhisa ing Desa Blimbing Kecamatan Klabang Bondowoso.
Pemanfaatan Mitos Ritual Ojhung sebagai Alternatif Materi
METODE PENELITIAN
Jenis dan Rancangan Penelitian
Penelitian kualitatif menurut Ratna (2004:46) adalah penelitian yang menggunakan metode interpretasi dengan menyajikannya dalam bentuk deskripsi. Selain itu, Sedarmayanti dan Hidayat (2001:33) berpendapat bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang dilakukan pada kondisi objek alam, dengan peneliti sebagai alat utama, teknik pengumpulan data dilakukan secara gabungan, data yang dihasilkan bersifat deskriptif, dan analisis data dilakukan. secara induktif dan penelitian ini menekankan makna daripada generalisasi. Keadaan benda alam yang diteliti berarti data yang diteliti sangat dekat dengan konteks keberadaannya.
Dalam penelitian ini penulis mengikutsertakan informan, lingkungan sosial informan dan unsur budaya dalam proses pengumpulan data, sehingga data dalam penelitian ini berupa hasil wawancara berupa kata, frase dan kalimat. sebagai observasi berupa dokumentasi foto. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memahami cara hidup dari sudut pandang masyarakat adat. dalam Spradley, 2006:4), tujuan etnografi adalah memahami cara pandang masyarakat adat, hubungannya dengan kehidupan, hingga memperoleh pandangan mereka terhadap dunianya. Fokus penelitian ini adalah cerita rakyat yang menjadi latar belakang dilakukannya ritual Ojhung dalam upacara adat Ghâdhisa serta fungsi ritual dan cerita bagi kehidupan masyarakat.
Dalam mengkaji cerita Ojung, peneliti menggunakan pendekatan struktural dengan asumsi bahwa cerita rakyat mempunyai struktur naratif yang berperan sebagai media penyampaian isinya. Peneliti memadukan pendekatan emik dan etik guna merangkum seluruh fenomena budaya yang ada sebagai dasar analisis struktur cerita dan fungsi ritual Ojhung. Dalam penelitian budaya, Kaplan dan Manners (dalam Endraswara, 2006:34) menyatakan bahwa pendekatan emik adalah pengkategorian fenomena budaya menurut warga setempat (pemilik budaya), sedangkan etik adalah pengkategorian menurut peneliti dengan mengacu pada konsep-konsep sebelumnya.
Sumanto (1995:77) mengatakan penelitian deskriptif adalah penelitian yang berupaya menggambarkan dan menafsirkan apa yang ada, baik menyangkut kondisi atau hubungan yang ada, pendapat yang berkembang, proses yang sedang berlangsung, akibat atau dampak yang terjadi, atau kecenderungan. yang sedang dikembangkan.
Lokasi Penelitian
Sumber dan Data Penelitian
- Sumber data Penelitian
- Data Penelitian
Data dalam penelitian ini berupa gambaran ritual Ojhung dalam upacara adat Ghâdhisa dan sejarah yang melatarbelakangi ritual tersebut. Data unsur dan tahapan pelaksanaan ritual diperoleh dari observasi dan wawancara, yang akan digunakan untuk mendeskripsikan ritual Ojhung dalam upacara adat Ghâdhisa. Data mengenai sejarah asal usul ritual Ojhung diperoleh dari dokumentasi dan wawancara, yang akan digunakan untuk menganalisis struktur narasi dan fungsi Ojhung bagi masyarakat.
Data wawancara dalam penelitian ini berupa kata-kata yang disusun dalam kalimat, sedangkan data observasi berupa dokumentasi foto dan video.
Teknik Pengumpulan Data
- Observasi
- Wawancara Etnografis
- Dokumentasi
Data yang diperoleh dari wawancara berupa gambaran ritual Ojhung dalam upacara adat Ghâdhisa serta sejarah di balik ritual yang dilakukan. Pertama, pertanyaan deskriptif yang memungkinkan peneliti mengumpulkan sampel yang muncul dalam pembahasan informan. Contoh pertanyaan deskriptif dalam penelitian ini adalah: “Dapatkah anda menjelaskan tahapan-tahapan ritual Ojhung?”.
Kedua, pertanyaan struktural yang memungkinkan peneliti menemukan domain elemen dasar dalam pengetahuan budaya seorang informan. Selain itu, pertanyaan struktural dapat membantu peneliti mengetahui sejauh mana informan dapat mengorganisasikan pengetahuannya. Contoh pertanyaan struktural dalam penelitian ini adalah: “Unsur apa saja yang harus ada dalam ritual Ojhung?”.
Contoh pertanyaan kontras dalam penelitian ini adalah: “Apa perbedaan antara Ojhung yang dilakukan dalam tapa’ dangdâng dan dalam olbhâk?”. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan aktivitas dengan membaca buku atau literatur yang berkaitan dengan aktivitas dan fokus penelitian. Buku yang dijadikan data pendukung dalam penelitian ini berjudul “Sejarah Berdirinya Desa Blimbing: Singowulung dan Topeng Kona” yang disusun oleh Rus Nabi dkk.
Dari buku tersebut diperoleh informasi tentang kisah asal usul ritual Ojhung dan asal usul berdirinya desa Blimbing.
Teknik Analisis Data
- Analisis Domain
- Analisis Taksonomik
- Analisis Komponen
- Analisis Tema Budaya
- Penarikan Kesimpulan
Pada tahap ini, untuk memudahkan proses penemuan, penelitian dimulai dari hubungan semantik universal kemudian dilanjutkan dengan hubungan semantik yang diungkapkan oleh informan. Misalnya peneliti mengambil hubungan inklusi yang ketat dan mencari istilah-istilah ritual meminta hujan yang sering digunakan masyarakat. Data hasil wawancara yang digunakan untuk analisis tahap selanjutnya dipilih berdasarkan logika dan tingkat ketelitian yang tinggi.
Langkah keempat adalah mencari term envelope (konsep induk) dan term envelope (kategori simbolis) yang memungkinkan dan sesuai dengan hubungan semantik. Bagi Spradley, pertanyaan struktural ini memungkinkan peneliti memperoleh item berbeda dari informan sebagai istilah penahan dan istilah tertutup, sehingga memungkinkan peneliti menemukan batasan domain dalam setiap bahasa ibu. Langkah ini digunakan untuk mendapatkan wawasan tentang kancah budaya dan memilih domain untuk tahap analisis berikutnya.
Menurut Spradley, prinsip kontras dalam penelitian etnografi menegaskan bahwa makna suatu simbol dapat ditemukan dengan menemukan perbedaan suatu simbol dengan simbol lainnya. Bagi Gunawan, analisis komponen digunakan untuk menganalisis elemen-elemen yang mempunyai hubungan kontras satu sama lain ke dalam domain yang telah ditentukan untuk dianalisis secara detail. Langkah pertama yang harus diambil dalam analisis komponen adalah memilah elemen-elemen yang kontras, dan kemudian membuat kategorisasi yang relevan.
Dalam penelitian ini peneliti menyelesaikan tahapan-tahapan dalam upacara adat Ghâdhisa, kemudian memberikan kategorisasi yang relevan sehingga proses pendeskripsian upacara adat Ghâdhisa menjadi mudah.
Instrumen Penelitian
Prosedur Penelitian
- Tahap Persiapan
- Tahap Pelaksanaan
- Tahap Penyelesaian
Kedua, kisah asal usul ritual Ojhung menggambarkan perjuangan Juk Seng dan pengikutnya membangun desa Blimbing, yang kemudian direfleksikan masyarakat dalam tahapan upacara adat Ghâdhisa. Kan Juk Seng yang mendirikan desa ini, Mas. 27) Apa jadinya jika upacara adat Ghâdhisa tidak dilaksanakan?
HASIL DAN PEMBAHASAN
Wujud Mitos Asal-usul Ritual Ojhung dalam Upacara Adat
Struktur Naratif dalam Mitos Asal-usul Ritual Ojhung
- Struktur Naratif Ojhung
- Urutan Motifem dalam Mitos Asal-usul Ojhung
Fungsi Ojhung bagi Masyarakat
- Sebagai cerminan kepribadian
- Meningkatkan perasaan solidaritas
- Memberikan kontrol sosial agar masyarakat berperilaku
- Sebagai olahraga, hiburan, uji kekuatan, dan uji mental
- Melatih sportivitas warga
Pemanfaatan Mitos Ritual Ojhung sebagai Alternatif Materi
- Identitas Pembelajaran
- Materi Pembelajaran Teks Tanggapan Kritis
- Langkah-langkah Pembelajaran
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai ritual Ojhung dalam upacara adat Ghâdhisa di desa Blimbing kecamatan Klabang kabupaten Bondowoso yang berkaitan dengan bentuk mitos asal muasal ritual Ojhung dalam upacara adat Ghâdhisa, berikut penuturannya. Struktur mitos asal muasal ritual Ojhung, fungsi mitos asal usul ritual Ojhung bagi masyarakat, serta pemanfaatannya sebagai alternatif pembelajaran bahasa Indonesia di SMA, dapat dirangkum sebagai berikut. Pertama, Ritual Ojhung yang merupakan bagian dari upacara adat Ghâdhisa dianggap oleh masyarakat Blimbing sebagai bentuk permohonan kepada Yang Maha Kuasa agar memperoleh ketenangan hidup. Ojhung dan berbagai ritual lainnya yang menjadi tahapan dalam upacara adat Ghâdhisa merupakan bentuk refleksi dan penghormatan atas jasa perjuangan Juk Seng dan Jasiman, sebagai tokoh masyarakat yang membersihkan dan membangun desa Blimbing.
Pada upacara adat Ghâdhisa, kegiatan yang dilakukan terbagi menjadi tiga, yaitu (1) tahap persiapan, (2) tahap pelaksanaan pada hari pertama, dan (3) tahap pelaksanaan pada hari kedua. Dalam cerita asal muasal ritual Ojhung juga terdapat gabungan enam dan dua motif yang diulang berkali-kali, menandakan bahwa mitos asal usul ritual Ojhung mempunyai struktur cerita yang kompleks. Setiap motif dalam sejarah Ojhung mempunyai motif cerita yang mengandung beberapa fungsi, antara lain: 1) memberikan pesan atau ajaran tentang kebaikan, 2) sebagai asal usul penamaan desa, 3) sebagai dasar dalam melakukan upacara adat Ghâdhisa, dan 4 ) untuk memberikan informasi tentang peristiwa atau kejadian yang telah terjadi di masa lalu.
Mitos asal usul ritual Ojhung setelah dianalisis mempunyai lima fungsi yang meliputi: (1) Sebagai cerminan kepribadian, mitos ritual Ojhung memuat nilai-nilai kepribadian yang dimiliki oleh Juk Seng dan sebagai teladan bagi masyarakat, (2) meningkatnya rasa solidaritas yang ditunjukkan dengan sifat satu pikiran dan kebersamaan warga Blimbing dalam perlunya menyelenggarakan Ghâdhisa, (3) memberikan kontrol sosial agar masyarakat berperilaku baik yang dibuktikan dengan ajaran untuk selalu melestarikan budaya yang diwariskan. kepada masyarakat dan ajaran untuk menghormati jasa leluhur, (4) sebagai olah raga, hiburan, ujian kekuatan dan ujian spiritual, yang muncul ketika ritual Ojhung berubah menjadi permainan rakyat, dan (5) ) melatih sportivitas warga. , agar warga sadar bahwa yang terpenting dalam sebuah pertandingan bukanlah kalah atau menang, melainkan rasa solidaritas dan kebersamaan. Keempat, sebagai alternatif pembelajaran, hasil kajian mitos asal usul ritual Ojhung digunakan sebagai media pembelajaran teks respon kritis. Mengapa harus ada Ojhung?”, siswa diharapkan mampu memahami makna, struktur dan kaidah kebahasaan teks respon kritis.
Kenapa harus ada Ojhung?” dapat dijadikan contoh oleh siswa ketika membuat teks respon kritis.
Saran