• Tidak ada hasil yang ditemukan

Oleh : Astriddyna Sofia 200912018 2014 - IBS Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Oleh : Astriddyna Sofia 200912018 2014 - IBS Repository"

Copied!
118
0
0

Teks penuh

Judul Skripsi: Analisis Pengaruh Persepsi Auditor, Pendidik Akuntan dan Manajemen Perusahaan Terhadap Etika Profesi (Studi di Wilayah Jakarta Timur). Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh persepsi auditor, akuntan pendidikan dan manajemen perusahaan secara bersama-sama terhadap etika profesi.

Gambar 2.1 Faktor Mempengaruhi Persepsi  ..................................................................
Gambar 2.1 Faktor Mempengaruhi Persepsi ..................................................................

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Perumusan Masalah

Pembatasan Masalah

Tujuan dan Manfaat Penelitian

  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian

Sistematika Penelitian

LANDASAN TEORI

Tinjauan Pustaka

  • Pengertian Persepsi
  • Pengertian Umum Audit
  • Jenis-Jenis Auditor
  • Standar Audit
  • Laporan Audit
  • Kategori Kepemilikan Kantor Akuntan Publik
  • Struktur Organisasi Akuntan Publik
  • Akuntan Pendidik
  • Pengertian Manajemen
  • Pengertian Etika
  • Kode Etik Akuntan
  • Etika Profesi

Penelitian Terdahulu

Rerangka Pemikiran

Pengembangan Hipotesis

  • Pengaruh Persepsi Auditor terhadap Etika Profesi
  • Pengaruh Persepsi Akuntan Pendidik terhadap Etika Profesi
  • Pengaruh Persepsi Manajemen Perusahaan terhadap Etika Profesi
  • Pengaruh Persepsi Auditor, Persepsi Akuntan Publik, danPersepsi Manajemen

METODOLOGI PENELITIAN

Jenis dan Objek Penelitian

Penelitian ini mengkaji analisis dampak persepsi auditor, akuntan pendidikan dan manajemen perusahaan terhadap etika profesi. Objek penelitian ini adalah auditor, akuntan pendidikan dan manajer perusahaan yang berdomisili di Jakarta Timur. Nantinya, responden akan memberikan pendapat dan jawaban terhadap kuesioner yang berisi pertanyaan mengenai etika profesi auditor.

Penelitian ini dilakukan di Kantor Akuntan Publik (KAP), Universitas dan Perusahaan di Jakarta Timur. Peneliti memilih lokasi di Jakarta Timur karena merupakan salah satu pusat perekonomian di Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan statistik deskriptif, yaitu data yang lebih bersifat kualitatif diterjemahkan ke dalam angka-angka kuantitatif sehingga dapat dianalisis dengan bantuan statistik.

Hasil analisis statistik kemudian disajikan dalam bentuk kuantitatif agar lebih mudah dipahami oleh pihak yang memerlukan.

Metode Pengumpulan Data

  • Data Yang Dihimpun
  • Metode Pengambilan Sampel
  • Teknik Pengumpulan Data

Akuntan Pasar Modal (FAPM) dan bekerja di Kantor Akuntan Publik (KAP) yang terdaftar di IAPI dan PPAJP di Wilayah Jakarta Timur, Akuntan Pengajar bekerja sebagai dosen tetap bidang akuntansi di suatu universitas dan terdaftar di Kopertis III di Wilayah Jakarta Timur dan manajemen perusahaan, yang bekerja sebagai manajer akuntansi di perusahaan induk yang berlokasi di wilayah Jakarta Timur dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah beberapa auditor bagian audit laporan keuangan, akuntan pendidikan dan manajemen perusahaan di wilayah Jakarta Timur dengan jumlah populasi sebanyak 255 orang dan sampel sebanyak 75 orang. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling (pengambilan sampel purposif).

ANALISIS DAMPAK PERSEPSI AUDITOR, AKUNTAN PENDIDIKAN DAN MANAJEMEN PERUSAHAAN TERHADAP ETIKA PROFESIONAL (STUDI DI WILAYAH JAKARTA TIMUR). Petunjuk: Berdasarkan pengalaman Anda, kami meminta masukan Anda mengenai persepsi auditor, akuntan pendidikan dan manajemen perusahaan mengenai etika profesi. Demikian keterangan bapak/ibu/saudara/saudara sekalian, mohon pendapatnya mengenai etika profesi akuntansi.

Memberikan semua informasi yang diharapkan dapat mempengaruhi pemahaman pengguna terhadap laporan, komentar, dan rekomendasi. Auditor menjamin bahwa akuntansi klien atau perusahaan telah sesuai dengan aturan dan standar umum yang berlaku. Untuk mengumpulkan data sekunder, teknik yang digunakan untuk memperolehnya adalah penelitian kepustakaan. Data dan teori yang berkaitan dengan penelitian ini diperoleh dari buku cetak, jurnal dan penelitian terdahulu.

Tabel 3.1  Kuesioner Penelitian  KUESIONER PENELITIAN
Tabel 3.1 Kuesioner Penelitian KUESIONER PENELITIAN

Metode Analisis Data

  • Teknik Pengolahan Data
  • Definisi Operasionalisasi Variabel
  • Teknik Pengujian Hipotesis
  • Uji Validitas
  • Uji Reliabilitas
  • Uji Normalitas Data
  • Uji Heterokedastisitas
  • Uji Multikolinearitas
  • Analisis Statistik Deskriptif
  • Analisis Regresi Berganda
  • Uji t (Parsial)
  • Uji F (Simultan)
  • Ajusted R 2

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Analisis Statistik Deskriptif

Dari data di atas terlihat bahwa responden berusia 25-35 tahun merupakan persentase terbesar dari populasi yaitu 14 orang atau 56% dari total sampel. Sedangkan persentase dengan populasi terkecil adalah responden yang berumur >55 tahun yaitu 0 orang atau 0% dari total sampel. Dari data diatas terlihat bahwa responden dengan populasi terbesar adalah responden yang masa kerja <5 yaitu 11 orang atau 44% dari total sampel.

Sedangkan persentase masa kerja responden dengan populasi terkecil adalah responden yang masa kerja >30 yaitu 1 orang atau 4% dari total sampel. Sedangkan persentase dengan populasi terkecil responden yang berusia >55 tahun sebanyak 1 orang atau 4% dari total sampel. Berdasarkan data diatas terlihat bahwa responden dengan populasi terbesar adalah responden yang senioritasnya <5 yaitu 12 orang atau 48% dari total sampel.

Sedangkan persentase masa kerja responden dengan populasi terkecil adalah responden yang masa kerja >30 masing-masing 0 orang atau 0% dari jumlah sampel. Dari data diatas terlihat bahwa responden dengan populasi terbesar adalah responden yang masa kerja <5 yaitu 18 orang atau 72% dari total sampel. Sedangkan persentase masa kerja responden dengan populasi terkecil adalah responden dengan masa kerja 20 – 30 dan >30 masing-masing sebanyak 0 orang atau 0% dari jumlah sampel.

Pembahasan Hasil Penelitian

  • Statistik Deskriptif
  • Uji Normalitas
  • Uji Heterokedastisitas
  • Uji Multikolinearitas
  • Pengujian Hipotesis Penelitian
    • Analisis Regresi Berganda
    • Uji t (Parsial)
    • Uji F (Simultan)
    • Ajusted R 2

Heteroskedastisitas adalah keadaan dimana terdapat ketidaksamaan varians dari residu dalam model regresi. Model regresi yang baik mensyaratkan tidak adanya masalah heteroskedastisitas dengan melihat pola titik-titik pada scatterplot regresi. Cara pengambilan keputusan dalam uji heteroskedastisitas adalah dengan melihat scatter plot. Artinya, jika titik-titik menyebar dengan pola yang tidak jelas di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka dapat disimpulkan tidak terjadi masalah heteroskedastisitas pada model regresi. . Uji multikolinearitas adalah suatu keadaan dimana terdapat hubungan linier yang sempurna atau mendekati sempurna antara dua atau lebih variabel bebas dalam suatu model regresi. Model regresi yang baik mensyaratkan tidak adanya masalah multikolinearitas.

Jika terdapat korelasi yang cukup tinggi antar variabel independen, di atas 0,90, maka ini merupakan indikator. Berdasarkan tabel korelasi di atas terlihat bahwa nilai antara ketiga variabel independen mempunyai nilai korelasi kurang dari 0,90 yang berarti dapat disimpulkan tidak terdapat masalah multikolinearitas pada model regresi. Konstanta b = 11,251 yang berarti persepsi auditor, persepsi akuntan terpelajar dan persepsi manajemen perusahaan berhubungan searah.

Dengan demikian etika profesi akan meningkat seiring dengan meningkatnya persepsi auditor, persepsi pendidikan akuntan dan persepsi manajemen perusahaan. Ho = 0; atau koefisien regresi variabel persepsi auditor (X1), persepsi pendidikan akuntan (X2) dan persepsi manajemen bisnis (X3) tidak signifikan terhadap variabel etika profesi (Y). Dapat disimpulkan bahwa persepsi auditor, persepsi pendidikan akuntan dan persepsi manajemen secara bersama-sama mempengaruhi etika profesi.

Pembahasan Hasil Penelitian

  • Pengaruh Persepsi Auditor terhadap Etika Profesi
  • Pengaruh Persepsi Akuntan Pendidik terhadap Etika Profesi
  • Pengaruh Persepsi Manajemen Perusahaan terhadap Etika Profesi
  • Pengaruh Persepsi Auditor, Persepsi Akuntan Pendidikan,, dan Persepsi

Dari hasil penelitian yang dilakukan terbukti terdapat pengaruh persepsi akuntan pendidikan terhadap etika profesi, dengan bantuan perhitungan SPSS 20.0 diperoleh thitung sebesar 3,372 pada  (0,05) dari 1,993. Hal ini menunjukkan bahwa koefisien regresi variabel persepsi akuntan terdidik mempunyai pengaruh positif terhadap etika profesi. Pendidikan akuntan berkewajiban membekali akuntan dengan konsep-konsep etika yang mendasar untuk menjaga profesionalisme dalam dunia kerja dan menerapkan norma-norma etika profesi akuntan.

Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh persepsi manajemen perusahaan terhadap etika profesi. Hal ini menunjukkan bahwa koefisien regresi variabel persepsi pengelolaan usaha mempunyai pengaruh positif terhadap etika profesi. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 15,1% variabel etika profesi (Y) ditentukan oleh variabel persepsi auditor (X1), variabel persepsi pelatih akuntan (X2) dan variabel persepsi manajemen perusahaan (X3), sedangkan sisanya sebesar 84,9% adalah ditentukan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dan dibahas dalam penelitian ini.

Hal ini menunjukkan bahwa variabel persepsi auditor, persepsi akuntan terdidik dan persepsi manajemen perusahaan secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel etika profesi. Ketika auditor, akuntan terpelajar, dan manajemen perusahaan memahami etika profesi yang diciptakan untuk mereka, maka auditor, akuntan terpelajar, dan manajemen perusahaan akan menerapkannya dalam setiap pekerjaan yang mereka lakukan. Selain itu, etika profesi, yang dipahami bersama dengan pengalaman, akan memastikan bahwa auditor, akuntan, guru, dan manajemen perusahaan akan lebih menghormati standar profesional dan menjalankan profesinya dengan lebih bertanggung jawab.

Implikasi Manajerial

Dengan kata lain, semakin tinggi persepsi auditor maka semakin tinggi etika profesinya, dan semakin tinggi persepsi pendidikan auditor maka semakin tinggi pula etika profesinya, dan semakin tinggi persepsi manajemen bisnis maka semakin tinggi pula etika profesinya. Akuntan, akuntan pendidikan dan manajemen bisnis juga memiliki persepsi yang lebih baik dibandingkan mereka yang tidak memahami aturan profesi suatu profesi. Dalam penelitian ini opini auditor mempunyai pengaruh terhadap etika profesi, Seorang auditor sebagai pelaksana praktis bisnisnya harus memiliki keterampilan, pengetahuan, pengalaman dan pemahaman yang baik tentang aturan-aturan yang boleh dan tidak boleh dipatuhi oleh auditor dalam pelaksanaan tugas audit..

Variabel kedua yang mempengaruhi etika profesi adalah persepsi akuntan pendidikan Permasalahan di dunia kerja Akuntan Pendidik juga memberikan sosialisasi cara berpikir siswa, memberikan pendidikan moral dan perilaku etis sebagai bekal siswa dalam bertindak di dunia kerja. Variabel ketiga yang mempengaruhi etika profesi adalah manajemen perusahaan. Seorang manajer yang bekerja di perusahaan maju harus mempunyai pemahaman tentang etika profesi. Seorang manajer bertugas untuk mencipta. Perlu adanya etika auditor yang selaras dengan prinsip etika profesi untuk menunjang kinerja auditor, pengajar akuntan dan manajemen perusahaan.

Ada beberapa cara untuk menjaga dan menerapkan etika profesi, antara lain dengan selalu berpedoman pada standar profesional akuntan publik yang berlaku dalam penugasan audit dan menerapkan prinsip etika profesi audit. Terdapat pengaruh yang signifikan antara persepsi auditor, persepsi pendidikan akuntan dan persepsi manajemen perusahaan tentang etika profesi. Martadi, Indiana Farid dan Sri Suranta, Persepsi Akuntan, Mahasiswa Akuntansi dan Pegawai Jurusan Akuntansi Dilihat dari Perspektif Gender Terhadap Etika Bisnis dan Etika Profesi: Studi di Wilayah Surakarta, Simposium Nasional Akuntansi IX IAI-KAPd Agustus 2006.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Keterbatasan Penelitian

Saran

Arens, Alvin A., Elder, Randal J., Beasley, Mark S., Auditing and Assurance Services: An Integrated Approach, 15th Edition, Inggris: Pearson Education Limited, 2014. Arisestyawan, Ronald, Analisis Persepsi Akuntan Publik dan pendidik profesional Mahasiswa akuntansi terhadap Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia. Bateman, Thomas S., dan Snell, Scott A., Manajemen Memimpin & Berkolaborasi di Dunia Kompetitif, edisi ke-7, New York: McGraw – Hill.

Brooks, Leonard J, Dunn, Paul, Business & Professional Etchics for Accountants, 6. udgave, South Western College Publishing, 2012. Pengaruh Persepsi Profesional Akuntan dan Kesadaran Etis terhadap Komitmen Profesional pada Auditor di Kantor Akuntan Publik, Ekomaks Volume 2 Nomor 2, 2013 Mowen, Maryanne M., Hansen, Don R.og Heitger, Dan L., Landasan Akuntansi Manajerial, 5. udgave, Mason: South-Western Cengage Learning, 2014.

Prajitno, Sugiarto, Persepsi Akuntan Publik, Akuntan Perusahaan dan Akuntan Pendidikan Mengenai Etika Bisnis dan Etika Profesi, Jurnal Ekonomi (16:1), april 2006. Setiyani, Rediana, Faktor-Faktor yang Membedakan Mahasiswa Akuntansi dalam Memilih Profesi Akuntan Publik dan Publik Non-Akuntan (empirisk undersøgelse af regnskabsstuderende ved statsuniversiteter på øen Java), program pascasarjana yang menangani sinopsis, Universitas Diponegoro, mart 2005. Subroto, Bambang, Kode Etik Akuntan dan Kepatuhan Akuntan terhadap Kode Etik. , Jurnal Ekonomi dan Manajemen, Vol 2, No.

Referensi

Dokumen terkait