Penerapan Critical Thinking & Analysis dalam Pendataan Objek Pemajuan Kebudayaan di Sumatera Utara
Oleh :
Grace Banjarnahor 220903048
Asisten Pendata Objek Pemajuan Kebudayaan
Penerapan critical thinking & analysis dalam pendataan objek pemajuan kebudayaan di Sumatera Utara sangat penting untuk memastikan bahwa data yang diperoleh akurat, relevan, dan dapat digunakan untuk pengembangan kebudayaan yang berkelanjutan.
Critical thinking, atau berpikir kritis, adalah kemampuan untuk menganalisis,
mengevaluasi, dan menginterpretasi informasi secara objektif dan rasional. Proses ini melibatkan penilaian yang cermat terhadap argumen dan bukti yang ada, tanpa terpengaruh oleh bias atau asumsi yang tidak teruji. Berikut adalah penjelasan lebih mendalam mengenai critical
thinking.Critical thinking dapat didefinisikan sebagai "pemikiran reflektif yang masuk akal yang terfokus untuk memutuskan apa yang harus dipercaya dan dilakukan.” Menurut Ennis, berpikir kritis adalah pemikiran yang rasional dan reflektif yang berfokus pada keputusan mengenai apa yang seharusnya dipercaya atau dilakukan. John Dewey juga menekankan pentingnya berpikir aktif dan mempertimbangkan berbagai sudut pandang dalam membentuk keyakinan.
Karakteristik Critical Thinking
Beberapa karakteristik dari berpikir kritis meliputi:
- Kejelasan: Kemampuan untuk menjelaskan ide dengan jelas.
- Keakuratan: Memastikan informasi yang digunakan adalah benar.
- Relevansi: Menghubungkan informasi dengan konteks yang tepat.
- Kelengkapan: Mempertimbangkan semua aspek dari suatu masalah.
Proses Critical Thinking
Proses berpikir kritis dapat dibagi menjadi beberapa fase:
1. Menghimpun Pengetahuan : Mengidentifikasi informasi yang relevan dan memastikan tidak ada bias dalam pengumpulan data.
2. Mengevaluasi Data : Menerapkan logika untuk menganalisis informasi dan mengidentifikasi asumsi di balik argumen.
3. Membuat Keputusan : Menentukan kriteria untuk pengambilan keputusan berdasarkan analisis yang telah dilakukan.
Dalam proses berpikir kritis juga diperlukan analisis mendalam untuk pengambilan data objek pemajuan kebudayaan. Analisis adalah suatu kegiatan yang melibatkan penguraian, pemisahan, dan pengelompokan informasi atau data untuk memahami dan mengevaluasi suatu fenomena atau masalah. Untuk itu dalam action plan penerapan critical thinking & analysis pendataan objek kebudayaan di Sumatera Utara adalah sebagai berikut :
1. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengumpulkan data sebanyak-banyaknya mengenai apa saja objek pemajuan kebudayaan lalu mengkategorikan setiap OPK. Kita juga harus melihat adakah masalah yang timbul dalam pemeliharaan ataupun dalam pengumpulan data objek pemajuan kebudayaan di Sumatera Utara. Misalnya tarian tor- tor memiliki masalah yang dimana masyarakat suku batak sudah jarang melakukannya.
2. Untuk langkah kedua mencari akar permasalahan dan penyebab mengapa masyarakat suku batak sudah jarang melakukan tarian tor-tor. Jika dilihat pada masa ini, salah satu penyebabnya adalah karena arus globalisasi sehingga tor-tor mulai dianggap sebagai tradisi yang kuno dan generasi penerus mereka sudah banyak pergi ke kota-kota besar untuk merantau sehingga untuk mempertahankan tor-tor mulai sulit.
3. Untuk langkah ketiga, melakukan observasi dan wawancara terhadap masyarakat suku batak baik yang berada di desa dan masyarakat suku batak yang saat ini sudah hidup di kota besar seperti kota Medan. Dalam melakukan observasi dan wawancara, kita sudah
harus memiliki sebuah pendekatan apa yang harus dilakukan agar dalam melakukan observasi dan wawancara, narasumber tidak merasa terganggu ataupun risih ketika berhadapan dengan kita serta mempersiapkan pertanyaan yang mudah dipahami tetapi mendalam.
4. Setelah melakukan observasi dan wawancara, langkah selanjutnya adalah analisis data.
Dalam hal ini metode analisis data yang digunakan berupa kualitatif dan kuantitatif.
Dalam analisis kualitatif berfokus untuk memahami konsep, pengalaman, atau fenomena sosial dan budaya masyarakat batak. Sedangkan dalam analisis kuantitatif menggunakan sebuah survey untuk menilai respon masyarakat batak terhadap btradisi dan budaya salah satunya tor-tor. Pada analisis data inilah kita perlu berpikir kritis agar data yang
didapatkan akurat.
5. Setelah dilakukan analisis data, langkah selanjutnya adalah pengambilan kesimpulan.
Dalam pengambilan kesimpulan ini tentunya memberikan solusi untuk memecahkan masalah dalam perkembangan dan pelestarian tor-tor. Dalam hal ini asisten pendata objek kebudayaan melakukan berbagai diskusi untuk mencapai hasil yang terbaik dalam
pengambilan kesimpulan serta langkah-langkah yang akan dilakukan untuk pemecahan masalah tersebut. Setelah mendapatkan kesimpulan, langkah terakhir adalah penyusunan laporan dari hasil-hasil temuan yang sudah didapatkan.