• Tidak ada hasil yang ditemukan

PACKAGING 1 - 2022

N/A
N/A
k

Academic year: 2025

Membagikan "PACKAGING 1 - 2022"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

Food Packaging

Materi 1

(2)

Sejarah Packaging

• Pada awalnya,

fungsi sebuah kemasan hanyalah sebatas untuk

melindungi barang atau mempermudah barang untuk dibawa.

• Seiring perkembangan jaman yang semakin komplek, terjadi penambahan nilai fungsional kemasan dalam pemasaran.

• Tetapi pada jaman itu, kemasan masih terkesan seadanya tidak terjaga higienisnya dan lebih

berfungsi melindungi barang terhadap cuaca atau proses lainnya yang dapat merusak barang dan sebagai wadah agar barang mudah dibawa selama dalam perjalanan.

(3)

Definisi Packaging

Berasal dari kata package, Dapat diartikan sebagai

pembungkus atau kemasan.

Kemasan dapat diartikan sebagai suatu benda yang berfungsi

untuk melindungi,

mengamankan produk tertentu yang berada didalamnya serta dapat memberikan citra

tertentu sebuah produk untuk menarik perhatian dan

memberi kesan pada penggunanya.

• Dari segi promosi,

Kemasan juga sebagai perangsang atau daya tarik pembeli. Karena itu bentuk, warna dan dekorasi dari kemasan perlu diperhatikan

dalam

perencanaannya.

(4)

Definisi Packaging

• Suatu wadah dengan bentuk tertentu dan kekuatan yang memadai sehingga mampu melindungi produk dan

sampai ke tangan konsumen dalam kondisi baik.

• Gabungan dari ILMU, SENI dan TEKNOLOGI untuk melindungi produk yang dikemas

terhadap pengaruh lingkungan yang merusak

• Suatu wadah yang dirancang dengan baik yang dapat

membangun tingkat

kepercayaan (ekuitas) sebuah merek (identity) untuk

mendorong penjualan.

• Menjadi bagian pertama yang dilihat pembeli dan akan

menarik perhatian pembeli untuk menikmati produk didalamnya atau tidak.

(5)

Packaging/Kemasan itu…..

Harus dapat melindungi isi

Harus dibuat dari bahan yang tidak melepaskan zat yang dapat mengganggu kesehatan

• Sebuah bisnis kreatif yang mengaitkan bentuk struktur, material, warna, citra

typografi, dan elemen desain dengan produk agar produk dapat dipasarkan

(6)

“Packaging

protects what it sells (Kemasan

melindungi apa yang dijual).”

“Packaging sells what it protects (Kemasan menjual apa yang

dilindungi).”

Hermawan Kertajaya

(7)

Mengapa Dilakukan Proses Packaging?

Untuk keamanan produk yang

dipasarkan.

Untuk

membedakan dengan produk pesaing.

Untuk

meningkatkan penjualan.

(8)

Untuk keamanan produk

Kemasan dapat melindungi produk dalam perjalanannya dari produsen ke konsumen.

Jenis kemasan yang

digunakan serta bagaimana cara mengemas produk harus baik dan benar agar produk yang dikemasan tidak

mengandung bahan berbahaya, dan

kebersihannya tetap terjaga sehingga tidak merusak

kualitas produk .

(9)

Untuk keamanan produk

Fungsi perlindungan sering

dipandang sebagai fungsi utama dari pengemasan.

Kemasan yang efektif adalah yang dapat melindungi isinya dari dampak lingkungan luar penyebab kerusakan, yaitu air, uap air, gas, bau,

mikroorganisme, debu,

guncangan, getaran, kekuatan tekan, dan sebagainya.

Bagi sebagian besar produk makanan, bagaimana sistem perlindungan yang diberikan oleh pengemasan adalah aspek terpenting dalam rangka

menjaga keawetannya.

(10)

Untuk membedakan

dengan produk pesaing

Manfaat

Nilai apa yang bisa didapatkan pelanggan bila menggunakan produk Anda dibandingkan dengan produk kompetitor?

Masalah apa yang akan

dipecahkan oleh produk yang Anda buat? Bagaimana itu akan membuat calon konsumen lebih mudah dan lebih baik?

Kemasan dapat melaksanakan program pemasaran. Melalui kemasan identifikasi produk menjadi lebih efektif dan

dengan sendirinya mencegah pertukaran oleh produk

pesaing

(11)

Untuk membedakan

dengan produk pesaing

Desain

Apakah produk Anda memiliki desain berbeda dan membedakannya dari yang lain? Perbedaan ini dapat

membantu pelanggan terhubung dengan merek Anda.

Perlu dipikirkan merk dagang dalam menentukan harga jual, karena:

Merk merupakan nama, tanda, symbol, desain untukmengidentifikasi dan membedakan barang atau layanan dari satu pembeli dengan pembeli yang lain

Merk sebagai pembeda dengan produk sejenis

(12)

Untuk membedakan dengan produk pesaing

Harga

Apakah harga produk Anda lebih rendah atau lebih tinggi dari

produk pesaing Anda dan produk lain yang Anda tawarkan? Harga Anda harus mencerminkan nilai keseluruhan nilai dan fitur yang Anda tawarkan.

Kualitas

Apakah produk Anda bekerja atau memiliki

mutu lebih baik daripada produk pesaing Anda?

Apakah Anda menawarkan beberapa fungsi yang tidak dimiliki pesaing Anda? Dapatkah pengguna atau konsumen mengharapkan produk bertahan lebih lama daripada produk lain?

(13)

Penentuan Harga

Merupakan strategi yang dapat mempengaruhi psikologis konsumen

Prestige Pricing === menetapkan harga lebih tinggi demi image kualitas produk yang tinggi

Odd Pricing === menetapkan harga sedikit di bawah harga yang telah ditentukan agar konsumen mengira produk yang dibeli lebih murah

Multiple Unit Pricing === memberikan potongan harga tertentu apabila konsumen membeli produk dalam jumlah banyak

Leader Pricing === menetapkan harga lebih rendah dari harga pasar untuk meningkatkan omset penjualan

Price Lining === menetapkan harga yang berbeda di setiap lini produk

(14)

Penentuan Harga Promo

Merupakan strategi yang dapat mendorong pembelian awal

• Lost Leader Pricing === harga merk tertentu diturunkan untuk memancing lebih banyak pembeli

• Special Event Pricing === memberikan diskon khusus pada musim tertentu

• Cash Rabates === memberikan potongan harga tunai untuk mendorong konsumen untuk membeli produk dalam periode tertentu

• Low Interest Financing === menawarkan pembiayaan

dengan bunga rendah sebagai pengganti penurunan harga

(15)

Penentuan Harga Promo

• Longer Payment Terms ===

memperpanjang batas waktu peminjaman sehingga

memperkecil jumlah cicilan per bulannya

• Diskon Psikologis ===

potongan harga pada produk

tertentu dengan cara menaikkan harganya lalu diberi potongan harga sehingga seakan-akan konsumen memperoleh

potongan harga yang sangat

besar

(16)

Untuk meningkatkan penjualan

Para konsumen pada awalnya akan melihat kemasan tersebut.

Jika kemasan terlihat menarik meskipun produk tersebut belum dikenal masyarakat, pastilah akan menarik minat konsumen untuk membelinya

Karena itu kemasan harus dibuat menarik dan unik, dengan

demikian diharapkan dapat

memikat dan menarik perhatian konsumen.

(17)

KLASIFIKASI KEMASAN

Klasifikasi kemasan berdasarkan FREKUENSI pemakaian :

Kemasan sekali pakai (disposable) ,

yaitu kemasan yang langsung dibuang setelah dipakai.

Contoh bungkus plastik untuk es, permen, bungkus dari daun- daunan, karton dus minuman sari buah.

Kemasan yang dapat dipakai berulangkali (multitrip), contoh : botol minuman, botol kecap, botol sirup.

Penggunaan kemasan secara berulang berhubungan dengan tingkat kontaminasi, sehingga kebersihannya harus diperhatikan.

(18)

KLASIFIKASI KEMASAN

Kemasan atau wadah yang tidak dibuang atau dikembalikan oleh konsumen (semi disposable), tapi digunakan untuk

kepentingan lain oleh konsumen,

misalnya botol untuk tempat air minum dirumah, kaleng susu untuk tempat gula, kaleng biskuit untuk tempat kerupuk,wadah selai untuk merica dan lain-lain.

Penggunaan kemasan untuk kepentingan lain ini berhubungan dengan tingkat toksikasi.

(19)

KLASIFIKASI KEMASAN

Klasifikasi kemasan

berdasarkan STRUKTUR

SISTEM KEMAS (kontak produk dengan kemasan) :

Kemasan primer, yaitu kemasan yang langsung mewadahi atau membungkus bahan pangan. Misalnya kaleng susu, botol minuman,

(20)

Disebut Kemasan primer,

karena langsung bersinggungan dengan produknya. Sehingga dari segi fungsinya, melindungi (protection), mengawetkan

(preservation), komunikasi (communication) dan artistik penempatan label dan unsur- unsur grafis yang dibutuhkan dalam kemasan harus benar- benar menarik perhatian

konsumen sehingga

mempengaruhi keputusan untuk membeli.

(21)

Kemasan sekunder, yaitu kemasan yang fungsi utamanya

melindungi

kelompok-kelompok kemasan lain.

Misalnya kotak karton untuk wadah susu

dalam kaleng, kotak kayu untuk buah yang dibungkus, keranjang tempe dan

sebagainya.

Kemasan sekunder selain melindungi

kemasan primer, dapat berbentuk tatakan (tray), pembungkus (wrapper), pengikat (binder), dibuat lebih kuat karena fungsi protection untuk kemasan primer

(22)

Kemasan tersier,

kuartener yaitu kemasan untuk mengemas setelah kemasan primer, sekunder.

Kemasan ini digunakan untuk pelindung selama pengangkutan.

Misalnya jeruk yang sudah dibungkus, dimasukkan ke dalam kardus kemudian

dimasukkan ke dalam kotak dan setelah itu ke dalam

peti kemas.

Referensi

Dokumen terkait

Perusahaan dapat memutuskan menetapkan harga untuk memaksimalkan saham pasar. Harga sangat menentukan untuk persaingan di pasar, dengan harga yang murah akan dapat

Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen didalam membeli produk (agribisnis) antara lain adalah faktor budaya, sosial, pribadi (perbedaan individu), psikologis dan

memberikan daya tarik kepada konsumen dengan cara menetapkan harga yang dapat. menjamin keuntungan,sesuai dengan daya beli konsumen dan bersaing. c.) Strategi

Adanya pengenalan terlebih dahulu kepada konsumen diharapkan dapat membantu perusahaan dalam menetapkan strategi pemasaran yang tepat untuk dapat mempengaruhi

 Mengenali dan menetapkan faktor-faktor external yang mempengaruhi keputusan penetapan harga, termasuk akibat persepsi konsumen pada harga dan nilai.  Membandingkan

Citra (image) suatu perusahaan dapat dibentuk melalui strategi penetapan harga perusahaan dapat menetapkan harga tinggi untuk membentuk atau mempertahankan

Strategi harga adalah bagaimana bank menetapkan produknya. Harga merupakan salah satu aspek penting dalam bauran pemasaran. Oleh sebab itu, penentuan harga sangat

Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen didalam membeli produk (agribisnis) antara lain adalah faktor budaya, sosial, pribadi (perbedaan individu), psikologis dan