• Tidak ada hasil yang ditemukan

PADA SKPD KAB.LUWU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PADA SKPD KAB.LUWU "

Copied!
90
0
0

Teks penuh

Skripsi yang dibuat oleh penulis ini dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan penyelesaian program sarjana (S1) pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. Bapak/Ibu sekaligus asisten dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar yang tak kenal lelah menuangkan ilmunya menjadi penulis selama menempuh pendidikan di fakultas tersebut.

Latar belakang

Maka fokus penelitian ini adalah untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi perlambatan anggaran pada pemerintah Kabupaten Luwu. Variabel yang diduga mempengaruhi perlambatan anggaran adalah Asimetri Informasi dan Ketidakpastian Lingkungan. Secara khusus, dalam studi ini, faktor-faktor yang mempengaruhi perlambatan anggaran akan dikaji lebih lanjut dari asimetri informasi dan ketidakpastian lingkungan.

Rumusan masalah

Alasan atau motivasi pemilihan judul ini karena penulis ingin menguji faktor-faktor yang mempengaruhi kekurangan anggaran dengan pembahasan yang lebih inklusif. Dengan kata lain, pengaruh eksternal dan internal mempunyai dampak tersendiri terhadap Budget Slack.

Tujuan penelitian

Dampak dari pengaruh eksternal dan internal tersebut mempengaruhi berfungsinya pemerintahan pada periode tersebut dan juga mempengaruhi kebijakan-kebijakan pemerintah. Jika ada campur tangan pihak luar atau pihak luar, maka pengaruh tersebut diperkirakan akan berdampak pada senjangan anggaran dan mengganggu anggaran. ditetapkan seefisien mungkin. Oleh karena itu, judul penelitian ini adalah “Pengaruh asimetri informasi dan ketidakpastian lingkungan terhadap senjangan anggaran pada pemerintah daerah Kabupaten Luwu”.

Manfaat Penelitian

Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat mewakili pemerintah daerah dalam menyusun anggaran dan anggaran seefisien mungkin, serta pemerintah dapat menjadikan penelitian ini sebagai acuan dalam mengambil kebijakan ke depan.

Tinjauan Teoritis 1. Agency Theory

Akuntansi Pemerintahan

Pemerintah sebaiknya meningkatkan kualitas laporan keuangan yang memuat informasi keuangan yang dibutuhkan berbagai pihak. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah no. 71 Tahun 2010, ciri-ciri kualitatif laporan keuangan negara yang menjadi prasyarat normatif sebagaimana tercantum dalam Kerangka Konseptual Akuntansi Negara adalah dapat dipahami, relevansi, andal, dan dapat diperbandingkan.

Budget Pemerintah

Teori mengenai Budgetary Slack seringkali diperdebatkan oleh para ahli mengenai dampak sebenarnya dari Slack terhadap perekonomian, namun sebagian besar teori tersebut menekankan bahwa Budgetary Slack membawa konsekuensi ekonomi yang negatif. Organisasi yang terjangkit indikasi Budget Slack tidak lagi mengutamakan tujuan utama organisasi dan orientasi masyarakat, melainkan fokus pada tujuan individu yang mengatasnamakan rakyat. Menurut Basyir (2017), penganggaran adalah suatu proses penganggaran yang dengan sengaja menemukan distorsi dengan cara mengurangi pendapatan yang dianggarkan dan meningkatkan biaya yang dianggarkan agar target anggaran mudah tercapai.

Kesenjangan dapat terjadi antara penggunaan dana yang lebih besar dari dana anggaran yang direncanakan sebelumnya, hal ini disebut dengan budget backlog. Menurut Kuniawati (2018), perlambatan anggaran dapat memberikan dampak negatif pada organisasi sektor publik yaitu alokasi sumber daya menjadi kurang optimal. Banyak faktor yang mempengaruhi munculnya kesenjangan dan dianggap mempengaruhi munculnya senjangan anggaran.. Faktor tersebut terdiri dari banyak pihak yang ikut serta dalam proses penyusunan anggaran dan sering kali ada bawahan yang memberikan informasi yang bias dan anggaran dijadikan sebagai bahan evaluasi kinerja. tergantung.

Dalam praktiknya, tidak semua orang dalam organisasi berpartisipasi dalam penyusunan anggaran (budget participation), menyediakan seluruh informasi yang tersedia (information asymmetry), sehingga menyebabkan terjadinya budget slack.

Faktor-faktor yang mempengaruhi Budgetary Slack a. Asimetri Informasi

Menurut Putri (2017), ketidakpastian lingkungan yang tinggi mendorong hilangnya anggaran karena keterbatasan atasan dalam menganalisis segala informasi. Ketidakpastian lingkungan menjadi salah satu faktor yang sering menyebabkan organisasi harus melakukan penyesuaian terhadap kondisi organisasi dan lingkungan. Sehubungan dengan persaingan saat ini, risiko ketidakpastian lingkungan dalam bisnis yang dihadapi manajemen tentu juga akan semakin besar.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa ketidakpastian lingkungan terkecil dihadapi oleh organisasi yang berada pada lingkungan yang stabil dan sederhana. Menurut Putri (2017), ketidakpastian lingkungan yang rendah mendorong terjadinya budgetlessness karena keterbatasan atasan dalam menganalisis segala informasi. Dalam kondisi ketidakpastian yang rendah, partisipasi anggaran mempunyai hubungan positif dengan ketiadaan anggaran, dan sebaliknya akan mempunyai hubungan negatif ketika kondisi ketidakpastian lingkungan tinggi.

Ketidakpastian lingkungan yang rendah dimana lingkungan relatif stabil, individu dapat memprediksi kondisi masa depan dan mengambil keputusan dengan lebih akurat.

Tinjauan Empiris

Partisipasi anggaran berpengaruh negatif terhadap senjangan anggaran karena aparatur daerah menjadi lebih disiplin dalam menghadapi kondisi. Pengaruh Partisipasi Anggaran, Asimetri Informasi, Penekanan Anggaran dan Locus of Control Terhadap Budgetary Slack (Studi Pada Pemerintahan Desa di Kecamatan Wedi), Universitas Widya Dharma. Pengaruh partisipasi anggaran terhadap defisit anggaran dengan asimetri informasi, ketidakpastian lingkungan, dan anggaran.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Partisipasi Anggaran mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap Budget Slack, semakin banyak orang yang berpengaruh dalam penyusunan Anggaran maka semakin besar kemungkinan terjadinya hal tersebut. Pengaruh Partisipasi Anggaran terhadap Kerugian Anggaran dengan Penekanan Anggaran dan Ketidakpastian Lingkungan sebagai Variabel Moderasi. Partisipasi anggaran dan ketidakpastian lingkungan berpengaruh signifikan terhadap defisit anggaran hotel berbintang di Indonesia.

Artinya variabel ketidakpastian lingkungan memoderasi (memperkuat) hubungan pengaruh partisipasi anggaran terhadap fleksibilitas anggaran, ketidakpastian lingkungan.

Kerangka Konseptual

HIPOTESIS

Jenis Dan Pendekatan Penelitian

Lokasi Dan Waktu Penelitian

Defenisi Operasional Variabel

Sampel

Untuk sampel yang diambil dari populasi harus benar-benar representatif (mewakili) keadaan yang ada di lapangan. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah penggunaan Rumus Slovin dalam Sugiyono (2011). Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang atau kesempatan yang sama kepada setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel Sugiyono (2011).

Teknik Pengumpulan Data

Instrumen Penelitian

TEKNIK ANALISIS DATA 1. Uji Validitas dan Reliabilitas

Analisis Regresi Linear Berganda

Menurut Situmorang dan Luthfi (2011), regresi linier berganda bertujuan untuk mengetahui hubungan linier antara beberapa variabel bebas yang biasa disebut X1, X2, X3, X4 dan seterusnya dengan variabel terikat yang disebut Y. Dalam analisis regresi linier berganda diperlukan pendekatan klasikal. anggapan. pengujian untuk menemukan Apakah hasil estimasi regresi benar-benar bebas dari gejala heteroskedastisitas, multikolinearitas dan autokorelasi?

Uji Hipotesis

Koefisien determinasi digunakan untuk melihat seberapa besar pengaruh variabel-variabel yang diteliti. Oleh karena itu, koefisien determinasi (Kd) dihitung dengan asumsi dasar bahwa faktor lain di luar variabel tersebut dianggap konstan atau tetap. Semakin besar nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa persamaan regresi yang dihasilkan baik untuk mengestimasi variabel dependen.

Hasil Analisis Data

Demografi Responden

  • Sebaran Responden Pada Setiap Instansi
  • Jenis Kelamin
  • Penghasilan
  • Pendidikan

Berdasarkan Tabel 4.2 diatas dapat disimpulkan bahwa responden pada penelitian ini sebagian besar berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 58 responden atau 58%. Berdasarkan umur responden yang dapat diolah peneliti menjadi sebanyak 100 orang, maka responden dalam penelitian ini dapat dikelompokkan ke dalam kelompok umur sesuai tabel di bawah ini. Berdasarkan Tabel 4.3 diatas dapat disimpulkan bahwa responden pada penelitian ini sebagian besar berusia antara 25-35 tahun yaitu sebanyak 57 responden atau 57%.

Berdasarkan data tabel 4.4 di atas terlihat sebagian besar responden memiliki pendapatan sekitar €4,4 juta atau lebih. Pendapatan ini tergolong berpendapatan menengah, sedangkan responden dengan posisi pendapatan berkisar antara 2,5 juta – 4,5 juta hanya berjumlah sekitar 37 orang dari total jumlah responden. Berdasarkan tingkat pendidikan 230 responden dan sebanyak 100 sampel berulang yang dapat diolah peneliti, maka responden dalam penelitian ini dapat dikelompokkan pada tabel di bawah ini.

Data Tabel 4.5 di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden merupakan masyarakat yang berlatar belakang pendidikan tamat sarjana sebesar 58%, sedangkan responden yang berpendidikan tinggi setelah pasca sarjana sebesar 24%.

Distribusi Frekuensi Variabel Penelitian

  • D istribusi Frekuensi Jawaban Responden Untuk Variabel Budget Slack
  • Distribusi Frekuensi Jawaban Responden Untuk Variabel Ketidakpastian Lingkungan
  • Uji Realibilitas Data
  • Analisis Regresi
  • Pengujian Hipotesis a. Uji Secara Parsial (uji t )

Dalam penelitian ini variabel Asimetri Informasi menggunakan 5 instrumen penjelas, instrumen penjelasnya dapat dilihat pada tabel. Tabel tersebut menunjukkan bahwa setiap item variabel Budget Slack secara keseluruhan menunjukkan nilai r hitung lebih besar dari nilai tabel (rtabel Product moment), pada taraf signifikan (P) sebesar 5% dan df = 100 yang merupakan angka yang menunjukkan 0,1964. 100 yang mewakili angka 0,1964 dari persamaan tersebut maka seluruh item pernyataan variabel Ketidakpastian Lingkungan (X2) dinyatakan valid.

Dari Tabel 4.14 di atas terlihat bahwa seluruh instrumen berdasarkan analisis reliabilitas variabel penelitian menunjukkan nilai Cronbanchen’s alpha seluruh variabel berada di atas 0,6. Dari hasil tabel 4.14 diatas terlihat nilai koefisien determinasi (Adjusted R-squared) sebesar 0,584 yang berarti kekuatan variabel independen yaitu asimetri informasi (X1) dan ketidakpastian lingkungan (X2) dalam mempengaruhi variabel dependen Budget Slack (Y) sebesar 54%. Koefisien regresi variabel ketidakpastian lingkungan (X2) sebesar 0,321 yang berarti setelah kenaikan variabel X2 sebesar 1% maka ketidakpastian lingkungan akan meningkat sebesar 0,321.

Jika dibandingkan dengan nilai T hitung yang diperoleh yaitu 3,833 maka nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel (3,833 > 1,960).

Tabel  tersebut  terlihat  setiap  terlihat  setiap  butir  dari  variabel  Ketidakpastian  Lingkungan  secara keseluruhan menunjukkan  nilai  r-hitung  lebih  besar dari nilai tabel (rtabel  Product moment) , pada taraf signifikan (P) 5% dan df
Tabel tersebut terlihat setiap terlihat setiap butir dari variabel Ketidakpastian Lingkungan secara keseluruhan menunjukkan nilai r-hitung lebih besar dari nilai tabel (rtabel Product moment) , pada taraf signifikan (P) 5% dan df

Pembahasan

Pengaruh Asimetri Informasi Terhadap Budget Slack

Hal serupa juga ditemukan oleh Fitrayana (2020). Asimetri informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap senjangan anggaran pada pemerintahan desa di kecamatan Wedi. Hal ini terjadi karena semakin besar asimetri informasi maka akan semakin besar senjangan anggaran yang terjadi pada pemerintahan desa di Kecamatan Wedi. Hal-hal yang menyebabkan asimetri informasi muncul dari adanya ketidakseimbangan kepemilikan informasi antara manajer puncak dan manajer bawah, seperti pelaporan anggaran yang berada di bawah kinerja yang diharapkan dan penetapan tujuan anggaran yang mudah dicapai.

Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa asimetri informasi ternyata berpengaruh positif terhadap senjangan anggaran pada pemerintah Kabupaten Luwu.

Pengaruh Ketidakpastian Lingkungan Terhadap Budget Slack

Sebab, suatu momen atau peristiwa yang tidak terduga dapat langsung mengubah rencana anggaran yang telah ditetapkan, kesenjangan mudah terjadi kapan saja dalam kondisi lingkungan yang tidak menentu. Kusuma (2018) juga menemukan bahwa ketidakpastian lingkungan menjadi salah satu faktor pendukung perlambatan anggaran sebagai moderator. Penelitian ini berada di bawah tekanan lingkungan yang tidak dapat diprediksi dimana partisipasi anggaran dapat mempengaruhi perlambatan anggaran dengan lebih cepat.

Dimana dapat diartikan bahwa terdapat kecenderungan di antara pihak-pihak yang menyusun anggaran untuk menciptakan kesenjangan dalam tekanan lingkungan yang tidak menentu dengan alasan yang bersyarat.

PENUTUP

Saran

Impilkasi Penelitian

34;Anteseden Kualitas Anggaran Bukti Empiris dari Pemerintah Provinsi Di Indonesia." International Journal of Economic Research. Pengaruh partisipasi anggaran, asimetri informasi dan kapasitas individu terhadap kerugian anggaran pada pemerintah kota Samarinda. 34;Pengaruh Pemahaman Akuntansi, Pemanfaatan Sistem Informasi Akuntansi Pembiayaan Daerah dan Peran Audit Internal Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (Studi Empiris Pada Satuan Kerja Perangkat Daerah di Kota Pariaman).” Jurnal Akuntansi 2(1).

34; Pengaruh tingkat pendidikan, pengetahuan akuntansi dan pelatihan akuntansi terhadap penggunaan informasi akuntansi dimoderasi oleh ketidakpastian pada usaha kecil dan menengah. Jurnal Ekonomi Pendidikan dan Kewirausahaan. Pengaruh Partisipasi Anggaran dan Kejelasan Tujuan Anggaran Terhadap Budgetary Lean dengan Asimetri Informasi, Komitmen Organisasi, dan Fokus Anggaran Sebagai Moderasi 34; Pengaruh tekanan eksternal, pengendalian internal, ketidakpastian lingkungan, keterlibatan manajemen dan kompetensi sumber daya manusia terhadap penerapan transparansi pelaporan keuangan.

34; PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN, ASIMETRI INFORMASI, KERJA ORGANISASI DAN KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN TERHADAP AKHIR ANGGARAN.” Hita Akuntansi dan Keuangan.

Gambar

Tabel  2.1  Penelitian  Terdahulu
Gambar 2.1  Kerangka Konseptual
Tabel 3.2   DAFTAR SKPD
Tabel  tersebut  terlihat  setiap  terlihat  setiap  butir  dari  variabel  Ketidakpastian  Lingkungan  secara keseluruhan menunjukkan  nilai  r-hitung  lebih  besar dari nilai tabel (rtabel  Product moment) , pada taraf signifikan (P) 5% dan df

Referensi

Dokumen terkait

Bukti Proses Review Artikel Yang Telah Publish di The Seybold Report Journal 1.Detail Informasi Tentang Jurnal Nama jurnal : The Seybold Report Journal Publisher : Seybold