• Tidak ada hasil yang ditemukan

pandangan dosen iain ponorogo terhadap

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "pandangan dosen iain ponorogo terhadap"

Copied!
104
0
0

Teks penuh

Sedangkan sanksi kebiri adalah sanksi yang tidak ada dasarnya dan merupakan sanksi yang hanya menyiksa tubuh seseorang. Mereka menilai sanksi kebiri kimia adalah sanksi yang tidak sesuai dengan kode etik kedokteran.

Latar Belakang Masalah

Dalam hal ini, PWNU Jatim telah mengkaji secara ilmiah dari perspektif hukum Islam atau fikih dalam menyikapi kontroversi sanksi kebiri kimia. Oleh karena itu, Pengurus Daerah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim mengeluarkan keputusan menolak penerapan sanksi kebiri kimia.

Rumusan Masalah

Oleh karena itu, disini penulis akan mencoba mengelaborasi sanksi kebiri kimia dari sudut pandang guru, yang akan dianalisis dengan menggunakan teori istinbath dalam hukum Islam. Oleh karena itu, penulis akan melakukan penelitian disini dengan judul disertasinya: Pandangan Dosen IAIN Ponorogo tentang Sanksi Kebiri Kimia dari Perspektif Hukum Islam Istinbath.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Untuk memberikan gambaran praktis kepada masyarakat tentang pandangan para narasumber IAIN Ponorogo mengenai kebijakan sanksi kebiri kimia. Memberikan sumbangsih pemikiran kepada pemerintah tentang kebijakan sanksi kebiri kimia sebagai bahan solusi untuk menciptakan hukum yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat.

Telaah Pustaka

Bagaimana pandangan bahtsul masail PWNU Jatim terkait hukuman tambahan kebiri kimia bagi pelaku pedofil. 24 Irma Yuliawati, Masalah penambahan hukuman kebiri kimia pada pelaku pedofil dari perspektif Bahtsul Masail Pwnu Jawa Timur, Skripsi, (UIN Wali Songo Semarang Semarang, 2020).

Metode Penelitian

Data yang akan diamati meliputi pandangan dosen IAIN Ponorogo tentang sanksi kebiri kimia. Triangulasi adalah teknik validasi data yang menggunakan sesuatu selain data untuk tujuan tertentu.

Sistematika Pembahasan

Bandingkan apa yang dikatakan orang tentang situasi pasokan dengan apa yang selalu dikatakannya.

Istinbath Hukum

  • Pengertian Istinbath Hukum
  • Syarat-Syarat Istinbath
  • Dasar Penetapan Hukum Melalui Istinbâṭ
  • Tujuan Penetapan Istinbath Hukum
  • Macam-macam Metode Istinbath Hukum

Mutlaq adalah lafadz yang menunjukkan satu makna dari beberapa satuan yang ruang lingkupnya tanpa ada ikatan. Sedangkan muqayyad adalah lafadz yang menunjukkan satu makna dari beberapa satuan yang membentuk ruang lingkupnya disertai dengan pita-pita tersendiri dalam lafdzi. Menurut al-Amidi, pengertian mutlaq adalah lafadz yang menunjukkan makna yang jelas sebagai tanda pendukung suatu sifat (keterangan) tertentu.

Sedangkan yang dimaksud dengan kinayah ialah kata yang mempunyai makna tersembunyi baik secara harfiah maupun kiasan. Wadih ad-dalalah ialah perkataan yang menunjukkan makna dengan bentuk asalnya tanpa terikat oleh faktor lain. Menurut Ibnu Subkhi, zahir ialah perkataan yang menunjukkan kefahaman yang hanya sampai ke peringkat dzanni.

Gair wadih ad-dalalah ialah perkataan yang tidak menunjukkan maksudnya dengan jelas.71 Perkataan yang termasuk dalam kategori ini mungkin menunjukkan. Musykil ialah perkataan yang seolah-olah tidak mempunyai makna yang diingini disebabkan oleh perkataan itu sendiri. Dapat dilihat daripada huraian bahawa perkataan musykil ialah perkataan yang samar maknanya kerana bentuk perkataannya.

Kebiri Kimia

  • Pengertian Kebiri Kimia
  • Ruang Lingkup Kebiri Kimia
  • Obat Yang Digunakan Dalam Kebiri Kimia

Sedangkan proses kebiri kimia dilakukan dengan menggunakan obat-obatan berupa zat anti androgenik yang diberikan secara berkala. Dalam kebiri kimia, bahan kimia anti-androgen disuntikkan ke dalam tubuh seseorang, yang menurunkan hormon testosteron dan juga menurunkan hasrat seksual.99 Tidak seperti kebiri fisik, kebiri kimia tidak bersifat permanen. Intinya, kebiri kimia adalah memasukkan bahan kimia anti androgen ke dalam tubuh melalui suntikan atau pil yang diminum.

Dalam proses kebiri kimia dilakukan dengan penyuntikan obat secara bertahap, beberapa jenis obat yang dapat digunakan untuk kebiri kimia yaitu medroxyprogesterone acetate, cyproterone acetate dan agonis LHRH. Kebiri kimia bekerja dengan mempercepat metabolisme alami testosteron, mengubah efek hormon dalam tubuh dan memengaruhi pelepasan hormon prekursor dari kelenjar hipofisis untuk produksi testosteron. Obat ini secara efektif dapat menurunkan kadar testosteron pria, menurunkan libido, dan mengurangi kemampuan mereka untuk dirangsang secara seksual. komplikasi. 107.

Berdasarkan pendapat tersebut, jelas bahwa meskipun seseorang telah menjalani kebiri kimia, kemungkinan orang tersebut masih dapat merasakan gairah seksual kembali, karena ingatan akan pengalaman seksual tersebut tertulis di otak.

Profil IAIN Ponorogo

  • Kondisi Kampus IAIN Ponorogo
  • Lokasi Kampus Dari Masa Ke Masa
  • Visi, Misi dan Tujuan
  • Ketenagaan

Sebaliknya, IAIN Ponorogo juga mengirimkan dosen dan mahasiswa untuk melakukan studi banding, penelitian dan pengabdian masyarakat di luar negeri. Seiring dengan berkembangnya IAIN Ponorogo oleh Akademi Syari'ah Abdul Wahhab (ASA), Fakultas Syari'ah Ponorogo IAIN Sunan Ampel dan STAIN Ponorogo, juga terjadi perkembangan dan perubahan lokasi kampus. Kemudian pada tahun 1970 resmi dinasionalisasikan di Fakultas Syari'ah Ponorogo IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Syamsudin, Fakultas Syari'ah Ponorogo IAIN Sunan Ampel telah memindahkan lokasi kampusnya ke Jalan Irian Jaya Desa Banyudono Ponorogo. Selama di Jalan Pramuka, Fakultas Syari'ah Ponorogo, IAIN Sunan Ampel mengalami banyak perkembangan penting. IAIN Ponorogo mengembangkan core value dan budaya organisasi yang bersumber dari AI-Quran Surat AI-MujJadi (11) yang artinya “. sesungguhnya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang beriman.

Di lingkungan staf IAIN Ponorogo, terdiri dari 115 orang guru tetap PNS di IAIN Ponorogo, 58 orang guru tetap non PNS di IAIN Ponorogo, dan 56.113 orang tenaga administrasi di IAIN Ponorogo.

Profil Sumber Data

Gelar Lc diraihnya berkat gelar sarjana yang ia ambil di Universitas Al Azhar pada tahun 2012 dan meraih gelar MHI berkat gelar masternya di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya pada tahun 2015, bidangnya adalah fikih dan hukum ekonomi syariah. Latar belakang pendidikannya adalah Sarjana Hukum Islam IAIN Ponorogo, Magister Pemikiran Hukum Islam Universitas Hayim Asy'ari (UNHASYI) Tebuireng Jombang, yang mengambil Magister Studi Syariah (M.Sy.). Pendidikan jenjang Strata I diperolehnya di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, kemudian melanjutkan studi masternya di dua tempat berbeda yaitu di Islamic Studies Leiden di Belanda dan di UIN Walisongo Semarang jurusan Astrologi.

Gelar Sarjana Hukum (S.H) dan Magister Hukum (M.H.) diperolehnya berkat pendidikan jenjang S1 dan program S2 yang ditempuhnya di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo pada tahun 2018 dan 2021, bidang studinya adalah Hukum. Beliau juga menjabat sebagai advokat/pengacara dan konsultan hukum di Kabupaten Magetan, Madiun, Ngawi, Ponorogo. Latar belakang pendidikan Ushuludin Tafsir Hadits Tafsir IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan gelar Sarjana Teologi Islam (S.Th.I) dan Strata 2 Ilmu Al-Qur'an UNSIQ Wonosobo.

Pandangan Dosen IAIN Ponorogo Terkait Sanksi Kebiri Kimia

Menurut saya, dari segi hukum positif, penggunaan kebiri kimia pada pelaku pedofil sudah benar dan terarah. Menurut saya, dari segi hukum, kebiri kimia memang merupakan solusi dari permasalahan kekerasan seksual terhadap anak. Namun, jika hukuman kebiri kimia ternyata menimbulkan terlalu banyak masalah baru, berarti aspek penciptaan manfaat dari sanksi ini tidak terpenuhi.

Lebih lanjut Ibu Shofwatul Aini menyatakan bahwa munculnya sanksi kebiri kimia tidak serta merta mendapat respon positif dari masyarakat Indonesia. Pengetatan sanksi kebiri kimia juga diikuti dengan pemasangan alat pelacak elektronik, serta pengumuman identitas pelaku kekerasan seksual terhadap anak. Oleh karena itu, menurutnya keberadaan kebiri kimia sebagai hukuman tambahan bagi pelaku kekerasan seksual sudah tepat dan terarah.

Karena kebiri kimia merusak organ tubuh manusia, dan kebiri kimia tidak ada dasarnya.

Analisis Istinbath Hukum Terhadap Dasar Pemikiran Dosen IAIN Ponorogo

Mukhlas Habibi sepakat melaksanakannya karena berlandaskan pada hukum, dalam hal ini hukum normatif yang berlaku. Ada juga yang berdasarkan hukum normatif yang berlaku saat ini yaitu undang-undang atau dalam hal ini undang-undang nomor 17 tahun 2016. Dari apa yang penulis temukan dengan menganalisis pernyataan-pernyataan para pendidik IAIN Ponorogo kemudian penulis cocokkan dengan teori istinbath hukum Islam dalam bab II hal ini sejalan karena dosen di IAIN Ponorogo berpedoman pada Al-Qur'an dan Hadits ketika menyampaikan pendapatnya, namun bila perlu dapat didasarkan pada hukum normatif dalam hal ini Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

Dari penjelasan dosen IAIN Ponorogo tersebut, penulis menyimpulkan bahwa menurut sumber, sanksi yang disebutkan dalam undang-undang tersebut tidak dapat diterima karena tidak disebutkan dalam Alquran dan hadits. Hal ini karena tujuan hukum itu sendiri sudah jelas dan sesuai dengan apa yang seharusnya terjadi. Apalagi menurut pandangan berdasarkan hukum normatif, adalah halal sepanjang tidak bertentangan atau melanggar hukum dan nash yang ada, dalam hal ini al-qur an dan hadits.

Maka dalam menyampaikan pandangannya tentang sanksi kebiri kimia, dosen IAIN Ponorogo ini sebagian berlandaskan Al-Qur'an, As-Sunnah, dan sebagian berlandaskan hukum normatif.

Analisis Istinbath Hukum Terhadap Metode Berfikir Dosen IAIN Ponorogo

Juga untuk memberikan efek jera kepada predator anak agar tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari, dengan memperberat hukuman kebiri kimia. Dari hasil penelitian terhadap informan, penulis menemukan banyak kesamaan pendapat mengenai sanksi kebiri kimia, bahwa sanksi tersebut harus dibuat berdasarkan aspek menciptakan kebaikan dan menghilangkan keburukan. Selain itu, dalam penerapannya, ditemukan berbagai jenis efek samping setelah penerapan hukuman kebiri kimia ini.

Artinya untuk mengungkapkan pendapatnya tentang sanksi kebiri kimia, disini penulis menemukan bahwa para dosen IAIN Ponorogo berpedoman pada Alquran dan Hadits. Karena tidak sesuai dengan ketentuan dalam sunnah yang melarang adanya sanksi kebiri. Dalam hal ini juga ditegaskan bahwa dalam undang-undang kebiri kimia ditemukan lebih banyak kerugiannya daripada keuntungannya, yang berarti aspek keuntungannya tidak tercapai.

Dalam hal ini berdasarkan argumentasi di atas dan atas dasar cara dan kaidah yang digunakan, sesuai dengan apa yang disampaikan informan, dalam hal ini dosen IAIN Ponorogo, ada sanksi kebiri kimia, terlepas dari asas kemanfaatan. . untuk masyarakat dan benar-benar menyebabkan kerugian atau tidak ada keuntungan adalah ilegal.

KESIMPULAN

SARAN

Burhan, Metodologi penelitian kualitatif: komunikasi, ekonomi dan kebijakan publik dan ilmu sosial lainnya, Jakarta: Kencana, 2017. Burhan Bungin, Metodologi penelitian kualitatif: pemutakhiran metodologi menuju varian kontemporer, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007. Abdurrahman, Zulkarnain, Maqashid Al -Teori Syatibi dan Kaitannya dengan Kebutuhan Dasar Manusia Menurut Abraham Maslow, Jurnal Al-Fikr, (Medan), Vol.

Adinugraha, Hendri Hermawan, og Mashudi, Al-Maslahah Al-Mursalah in Determining Islamic Law, JIEI Journal, (Surakarta), Vol. Cholili, Achmad, Al-Maslahah Al-Mursalahs uopsættelighed og relevans som en moderne Ijtihad-metode, At-Tahdzib Journal, (Jombang), Vol. Mutakin, Ali, Maqashid Al-Syari'ah-teorien og dens relation til den juridiske Istinbaṭh-metode, Kanun Journal, (Bogor), Vol.

Nasrullah, Teori Sadd al-dzari'ah dan fath al-dzari'ah sebagai pertimbangan dalam menentukan hukuman dalam pengaturan tindak pidana korupsi di Indonesia, Jurnal Ijtihad, (Lhokseumawe), Vol.

Referensi

Dokumen terkait

Basyarnas dalam memeriksa dan memutus perkara selalu dilandasi dengan Hukum Islam atau dengan kata lain bahwa eksistensi Basyarnas merupakan sebuah pilihan hukum bagi