• Tidak ada hasil yang ditemukan

Panduan Kompetensi Praktek Laboratorium

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Panduan Kompetensi Praktek Laboratorium"

Copied!
227
0
0

Teks penuh

Pengertian dan Tata Letak Isi : Riesmiyatiningdyah, S.Kep.Ns., M.Kes Diterbitkan dan dicetak oleh Akademi Keperawatan Kerta Ilmu Sidoarjo Jalan Lingkar Timur, Rangkah Kidul, Sidoarjo, Jawa Timur – 61234. Mahasiswa yang praktek di laboratorium keperawatan Kerta Research mahasiswa wajib melapor kepada koordinator laboratorium atau asisten koordinator laboratorium sebelum dan sesudah menyelesaikan magang. Setiap mahasiswa wajib membuat dan memiliki buku laporan kegiatan laboratorium dan mengisinya sesuai praktik yang telah dipraktikkan dan disetujui oleh pembimbing dan koordinator praktik laboratorium.

Setiap mahasiswa praktik wajib mengisi daftar hadir yang telah disiapkan khusus untuk ruang laboratorium. Tidak diperkenankan membawa peralatan yang bukan milik Laboratorium Keperawatan Cendekiawan Akper Kerta selama magang, kecuali atas rekomendasi dari Pengawas Magang, dan apabila ditemukan, maka alat dan bahan tersebut dianggap milik Laboratorium Keperawatan Cendekia Akper Kerta. Selama praktek, tidak diperkenankan melakukan kegiatan yang tidak mengarah pada tujuan materi yang ditetapkan oleh Pembimbing, seperti mengganggu teman yang praktek, dan lain-lain.

Setiap dosen pembimbing wajib mengisi daftar hadir yang diterima di laboratorium keperawatan dan mencatat setiap kegiatan yang akan dilaksanakannya dan. Mahasiswa yang tidak memenuhi kriteria di atas tidak diperkenankan mengikuti kegiatan di Laboratorium Keperawatan Cendekia Kerta.

KEPERAWATAN DASAR

Mengukur Suhu Tubuh melalui Axila pada Pasien Dewasa dan

Berikan penjelasan kepada pasien tentang apa yang perlu dilakukan - Berikan pasien posisi duduk atau berbaring yang nyaman. Berikan penjelasan kepada pasien tentang apa yang perlu dilakukan - Berikan pasien posisi yang nyaman.

Mengukur Suhu Tubuh melalui Rextal

Menghitung Denyut Nadi

Menghitung Denyut Jantung

Menghitung Pernafasan

Mengukur Tekanan Darah

Ibu memberikan penjelasan tentang hal-hal yang harus dilakukan - Ibu menyiapkannya dalam keadaan bersih dan rapi. Dekati anak/keluarga dengan memberikan penjelasan mengenai tindakan yang akan dilakukan sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan komunikasinya. Permukaan kulit yang akan ditindik didisinfeksi dengan kapas alkohol, kemudian jarum dimasukkan ke dalam vena dengan lubang jarum menghadap ke atas.

Tudung Balon/Tas Value Mask (BVM) khusus bayi 2. Mempersiapkan alat yang akan digunakan dalam tindakan.

Pemberian Oksigen dengan menggunakan Nasal Kanul dan Masker

Memberikan Buli-Buli Panas

Pemberian Kompres Es

Pemberian Kompres Panas Basah

Memberikan Kompres Dingin Basah

Memindahkan Pasien dari Tempat tidur ke Kereta Dorong

Melatih Relaksasi

Membantu Pasien Ambulansi

Melatih Pasien Duduk

Melatih Pasien Berjalan

Memasang Sonde Lambung (NGT)

Perawat yang harus mengangkat pasien berdiri berjajar di sebelah kanan pasien, masing-masing perawat berdiri sesuai dengan tinggi badannya (yang tertinggi berdiri di kepala dan yang terpendek di kaki). Balut area di atas area yang akan disuntik dengan perban karet agar vena mudah diraba/dilihat.

Memberi Makan pada Pipa Penduga Lambung

Mencukur Pasien

Mendampingi Pasien dalam Keadaan Terminal

Merawat Jenazah

Merawat Gigi Palsu

Membersihkan Mulut

Menyisir Rambut

Mencuci Rambut

Memasang Kap Kutu

Memandikan Pasien (Dalam Posis Berbaring)

Memandikan Pasien dalam Posisi Duduk

Vulva Hygiene

Menyiapkan Tempat Tidur

Membantu Pasien BAB / BAK

Angkat selimut mandi sekaligus tarik alas alas ke atas, lipat selimut mandi dan gantung di rak handuk.

Memindahkan Pasien dari Kereta Dorong ke Tempat Tidur

Memiringkan Pasien

Memberikan Sikap Fowler

Memberikan Posisi SIM

Memberikan Posisi Trendelenburg

Memberikan Posisi Lithotomy

Memberikan Posisi Dorsal Recumbent

Range of Motion (ROM)

Rotasi eksternal: Rentangkan lengan ke samping setinggi bahu dan tekuk siku pada sudut kanan sehingga ujung jari mengarah ke bawah. Rotasi Internal: Rentangkan lengan ke samping setinggi bahu, tekuk siku tegak lurus, dengan ujung jari mengarah ke atas, gerakkan lengan ke depan lalu ke bawah sehingga ujung jari berada di bawah. Fleksi : Menekuk siku sehingga lengan bawah bergerak di depan sendi bahu dan tangan sejajar dengan bahu.

Ekstensi: menggerakkan jari-jari sehingga jari dan lengan bawah berada pada arah yang sama. Membungkuk: menggerakkan salah satu kaki ke depan dan ke atas, posisi lutut lurus atau ditekuk. Adduksi: gerakkan satu kaki ke belakang dari posisi abduksi dan langkahkan kaki lainnya ke depan.

Teknik Pemindahan Pasien

Ukur panjang kruk; Lebar 3 sampai 4 jari dari ketiak dan 15 cm (6 inci) ke samping tumit pasien adalah ukuran standar. Instruksikan pasien untuk melakukan langkah triaksial yang dibentuk ketika kruk ditempatkan 15 cm (6 inci) ke depan dan 15 cm ke samping setiap kaki. Perubahan empat titik atau jalan empat titik Memberikan stabilitas bagi pasien tetapi membutuhkan beban pada kedua kaki.

Dengan masing-masing kruk, setiap kaki digerakkan secara bergantian, sehingga selalu ada empat titik tumpu di lantai. Perubahan tiga titik atau gaya berjalan tiga titik Mengharuskan pasien untuk memikul seluruh beban tubuh dengan satu kaki. Berat badan diletakkan pada kaki yang tidak cedera, kemudian pada kedua kruk, dan kemudian urutannya diulangi.

Secara bertahap, pasien mulai menyentuh lantai, dan seluruh beban tubuh bertumpu pada kaki yang terkena. Mengayunkan, atau mengayun ke (gerakan mengayun) adalah metode yang sering digunakan oleh penderita lumpuh yang menggunakan belat yang menopang beban tubuh pada tungkai dan beban tubuh pada tungkai. Letakkan kruk di anak tangga dan mulailah memindahkan beban Anda ke kruk, gerakkan kaki yang cedera ke depan.

Catat gaya berjalan dan prosedur yang dipelajari, serta kemampuan pasien untuk melakukan ambulasi, dalam catatan perawat. Perawat kedua meletakkan tangannya di bawah pinggang dan memanggil pasien, sedangkan perawat ketiga meletakkan tangannya di bawah pinggul dan kaki.

FARMAKOLOGI

Memberikan obat melalui Sublingual

Memberikan obat melalui Rectum (Supositoria)

Memberikan obat melalui Suntikan Intra Venous (IV)

Kencangkan kulit pasien dengan tangan kiri, lalu masukkan jarum ke dalam vena, melalui lubang jarum. Tarik sedikit pengisapnya untuk memeriksa apakah jarum sudah masuk ke dalam vena, yang ditandai dengan masuknya darah ke dalam spuit. Letakkan kapas alkohol di atas jarum, lalu tarik spuit dan jarum dengan cepat sambil memegang alasnya.

Memberikan obat melalui Suntikan Intrakutan

Memberikan obat Melalui Suntikan Subkutan

Memberikan obat-obatan secara Intra Muscular (IM)

Memasang Infus

Mengukur Jumlah Cairan masuk dan Keluar

Mengganti Cairan Infus

Menghitung Jumlah tetesan Infus

Melepas Infus

Memasang Kateter Menetap pada Pasien Wanita

Gantungkan kantong urin di samping tempat tidur pasien dengan posisi lebih rendah dari tempat tidur dan timbangan.

Memasang Kateter Menetap pada Pasien Laki-laki

Memasang Kondom Kateter

Memasang Kondom Kateter

Pengambilan Darah Vena untuk Pemeriksaan Laboratorium

Mengambil Tinja Untuk Pemeriksaan Laboratorium

Menyiapkan Pengambilan Bahan (Urin dan Jaringan) untuk Pemeriksaan

KEPERAWATAN ANAK

Mengukur Panjang Bayi/TB

Mengukur Suhu Badan Bayi

Mengukur Tekanan Darah Anak

Menyusukan Bayi Langsung pada Ibu

Memberi Minum Bayi dengan Sendok /Pipet

Memberi Minuman dengan Pipa Penduga Lambung Bayi/Anak

Merawat Tali Pusat pada Bayi

Topang payudara kiri dengan telapak tangan kiri, lalu pijat payudara ke arah puting susu dengan jari tangan kanan di atas jari kelingking.

Memberi Suntikan Intra Vena pada Anak/Bayi

Memberi Suntikan Intra Cutan pada Anak/Bayi

Memberi Suntikan Intra Muscular

Setelah obat masuk, semua jarum segera dicabut, tempat tusukan ditekan dengan kapas alkohol.

Memberi cairan melalui Vena dengan Jarum Bersayap (wingneedle)

Letakkan selotip III di bawah sayap jarum dan putar dari kanan ke kiri dan sebaliknya melewati jarum. Bila infus sudah selesai, infus dihentikan, dikeluarkan dan jarum bersayap dicabut, tempat tusukan ditekan dengan kapas alkohol, kemudian ditutup dengan kain kasa steril dan diplester.

Pemberian Oksigen Nasal pada Bayi/Anak

Resusitasi pada Bayi Baru Lahir

Pijat Bayi

Tekan kedua ibu jari secara bergantian pada telapak kaki mulai dari tumit hingga ujung kaki. Letakkan kedua telapak tangan di perut bagian bawah dan coba dorong ke arah pintu keluar panggul bagian atas.

KEPERAWATAN MATERNITAS

Perawatan Payudara Pasca Persalinan

Pompa ASI/polisi - Gelas atau botol susu - Air panas dalam baskom - Air dingin dalam baskom - Handuk bersih. Pijatan pertama: Dengan menggunakan telapak tangan, rangkaian pertama terdiri dari 4 gerakan yang dilakukan pada kedua payudara selama 5 menit (20 – 30 pijatan). Urutannya dimulai dari atas, ke samping, telapak tangan kiri, ke arah samping kiri, telapak tangan kanan ke arah samping kanan.

Pijatan dilanjutkan ke bawah/samping, lalu melintang, telapak tangan dipijat ke depan lalu kedua tangan dikeluarkan dari dada. Setelah selesai rangkaiannya, payudara disiram air hangat dan dingin secara bergantian selama ± 5 menit (pertama air panas kemudian air dingin).

Menerima Pasien Baru di Ruang Bersalin

Pemeriksaan Kehamilan

Akibat: bokong janin akan teraba benda keras pada beberapa bagian lunak dengan bentuk teratur, sedangkan bila teraba bagian kecil yang tidak beraturan dan banyak tonjolan serta dapat digerakkan dan ditendang, maka bagian tersebut adalah kaki, lengan, atau lutut. Apabila punggung janin tidak teraba pada kedua sisi, kemungkinan punggung janin berada pada sisi yang sama dengan punggung ibu (posisi posterior) atau janin juga dapat berada pada posisi dengan punggung teraba pada satu sisi. Jika bagian janin dapat digerakkan secara kranial ke arah ibu, maka bagian bawah janin belum melewati pintu atas panggul.

Hasil: pada dasarnya sama dengan pemeriksaan Leopold III, yaitu menilai bagian terendah janin pada panggul dan menilai sejauh mana bagian tersebut masuk melalui pintu atas panggul.

Mengukur Panggul Luar

Mengukur Panggul Dalam

Merawat Vulva dan Perinium

Menolong Persalinan Normal

Kepala berdiameter 2-3 cm, tidak ditarik melewati pager, dilakukan episiotomi 5 cm, 2 jari telunjuk dan jari tengah tangan kiri dirapatkan, disisipkan di antara kepala dan dinding vagina, menghadap penyelamat dan sayatan dibuat tepat waktu dengan perlindungan jari telunjuk dan jari tengah. Jika kepala membuka vulva sejauh 5-6 cm, letakkan kain/handuk di atas perut bayi segera setelah lahir. Kepala bayi terangkat ke atas dan keluar menuju langit-langit hingga melahirkan bahu belakang bayi 6.

Posisikan punggung bayi menghadap ke arah pantat dan kaki bayi untuk menghentikan laju kelahiran bayi pada saat kaki dilahirkan. Jika plasenta belum lepas, tunggu hingga terjadi kontraksi yang kuat dengan memegang klem dan tali pusar secara perlahan g.

Memotong Tali Pusat Bayi

Memberi Vaksinasi Tetanus Toxoid (TT) Kepada Bumil

Partograf

Oksitosin: Catat jumlah oksitosin per volume cairan intravena dalam tetes per menit setiap 30 menit bila digunakan.

Senam Hamil

Senam Nifas

KB Suntik

Amati warna kulit dan denyut nadi wajah selama prosedur 10. Bersihkan kuman/sikat gigi setelah prosedur 11. Bersihkan alat dan pasang kembali 13. Keringkan area yang terbakar, cuci area tersebut dengan kain kasa steril lalu oleskan salep sesuai kebutuhan. ke prosedur.

KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH I DAN II

Merawat Luka dan Memasang Balutan

Mengangkat Jahitan Luka

Memberikan Penyuluhan Secara individu

Menyiapkan Pasien dan Alat untuk Pemasangan WSD

Tindakan tepuk dan getar dihentikan apabila terdapat keluhan nyeri bertambah dan sesak nafas, sakit kepala mendadak, wasir. untuk setiap item yang dilakukan oleh siswa. untuk setiap item yang tidak diselesaikan siswa. Hati-hati, teliti, bersih dan rapi. untuk setiap item yang dilakukan oleh siswa. untuk setiap item yang tidak diselesaikan siswa.

Tindakan Fisioterapi Dada

Postural Drainage

Menyiapkan Alat untuk Sekresi dengan Suction

Merawat Luka Bakar

Menyiapkan Pasien Untuk Tindakan Pembedahan Akut

Merawat Luka yang Memakai Drain dan Mengangkat Drain

Klem saluran drainase dengan klem Kocker, lalu potong saluran pembuangan di bawah Crocker dan tutup ujungnya dengan spuit 7.

Melakukan Pemeriksaan EKG 12 Lead

Melakukan Skin Test

Memberi Transfusi

Mengangkat Jahitan

Hujung gunting diletakkan di bawah jahitan, kemudian dua simpulan/sendi yang bertentangan di bawah kulit dipotong dan potongan jahitan ditanggalkan.

Injeksi Insulin

Perawatan Luka Gangren

Perawatan Luka Operasi

Perawatan Luka Dekubitus

Irigasi Mata

Lanjutkan pembilasan sampai seluruh larutan habis atau sampai sekretnya jernih (diperlukan pembilasan selama 15 menit untuk menghilangkan bahan kimia).

Irigasi Telinga

Tarik daun telinga pasien ke atas, lalu ke belakang, dan dengan tangan yang lain perawat menyemprotkan cairan ke dinding atas liang telinga (cairan yang disemprotkan harus perlahan dan diarahkan tepat ke dinding atas liang telinga).

Pemberian Obat Mata

Pemberian Obat Tetes Telinga

Tes Pendengaran

Melakukan Gastric Lavage (Kumbah Lambung)

Melakukan Perawatan Trakeostomi

Melakukan Perawatan Colostomy

KEPERAWATAN GAWAT DARURAT

Menyiapkan Pasien dan Alat untuk tindakan DC Shock

Menyiapkan Pasien dan Alat untuk Tindakan Intubasi

Menyiapkan Pasien dan Alat untuk Tindakan Extubasi

Heacting

Mengawasi Tingkat Kesadaran

Melakukan Resusitasi Jantung Paru

Referensi

Dokumen terkait