Panduan Pembaruan
Aplikasi Dapodik Versi 2025
Daftar Isi
[Pembaruan] Penambahan proses bisnis dalam pelaksanaan implementasi
kurikulum merdeka (dapat dilakukan secara bertahap atau serentak). ... 3 [Pembaruan] Penambahan atribut jabatan GTK di Penugasan GTK... 4 [Pembaruan] Penambahan fitur penginputan nomor ijazah dan nomor Surat
Keterangan Melek Aksara (SUKMA) bagi peserta didik yang telah lulus...6 [Pembaruan] Perubahan instrumen terkait Impelementasi Insersi Pendidikan Anti Korupsi (PAK)...7 [Perbaikan] Penonaktifan fitur salin penugasan di menu GTK (dilakukan otomatis oleh sistem)...8 [Perbaikan] Penonaktifan fitur kenaikan kelas di menu Rombongan Belajar bagi pelaksana IKM Tahun 2024/2025... 8 [Perbaikan] Perbaikan penginputan format NIK pada formulir Peserta Didik dan GTK... 8 [Perbaikan] Perbaikan profil guru di menu GTK...9 Referensi Mata Pelajaran menyesuaikan perubahan Kurikulum berdasarkan
Permendikbudristek nomor 12 tahun 2024... 9 Perubahan Referensi nama Program Keahlian dan Konsentrasi Keahlian
berdasarkan Kepmendikbudristek nomor 244/M/2024 tentang Spektrum Keahlian
dan Konversi Spektrum Keahlian SMK/MAK pada Kurikulum Merdeka... 10
[Pembaruan] Penambahan proses bisnis dalam
pelaksanaan implementasi kurikulum merdeka (dapat dilakukan secara bertahap atau serentak).
Berdasarkan Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 pada Dapodik versi 2025 memberikan opsi kurikulum pada menu Rombongan Belajar bagi satuan pendidikan yang baru menerapkan Kurikulum Merdeka Tahun Ajaran 2024/2025.
Poin Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024:
1. Satuan Pendidikan PAUD, TKLB dan Kesetaraan dapat menerapkan Kurikulum Merdeka secara bertahap atau serentak;
2. Satuan Pendidikan SD, SDLB, SMP dan SMPLB dapat menerapkan Kurikulum Merdeka secara bertahap mulai dari kelas I, kelas IV dan kelas VII, atau secara serentak;
3. Satuan Pendidikan SMA, SMK, dan SMALB menerapkan Kurikulum Merdeka secara bertahap mulai dari kelas X.
Dengan adanya peraturan diatas, maka pada aplikasi Dapodik versi 2025 terdapat perbaikan fitur untuk satuan pendidikan yang menerapkan IKM 2024/2025 tidak dapat menaikkan kelas, melainkan membuat rombel ulang.
Proses bisnis untuk pelaksana Kurikulum Merdeka di versi 2025 mengalami perubahan. Bagi satuan pendidikan yang menerapkan IKM 2024/2025. Untuk Kelas I, Kelas IV, Kelas VII, dan Kelas X pilihan kurikulum hanya muncul pilihan Kurikulum Merdeka. Namun pada Kelas II, Kelas III, Kelas V, Kelas VI, Kelas VIII, Kelas IX akan muncul 2 pilihan antara Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka.
Berikut proses bisnis untuk input kurikulum pada menu rombel aplikasi Dapodik versi 2025:
1. Jika kurikulum pada kelas tengah (II, V, dan VIII) diinput terlebih dahulu, maka pada kelas akhir (III, VI, dan IX) juga memunculkan 2 pilihan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka.
2. Jika kelas akhir lebih dulu input kurikulum yang dipilih, maka kelas tengah akan hanya muncul pilihan kurikulum yang sama seperti tingkat akhir. Contoh: Satuan pendidikan input Kurikulum pada kelas IX terlebih dahulu, maka kelas VIII hanya akan muncul kurikulum yang sama dengan kelas IX yang lebih dulu diinputkan.
3. Satuan pendidikan jenjang SD memiliki 2 tingkat. Tingkat 1 terdiri dari Kelas I, III dan III sedangkan Tingkat 2 terdiri dari Kelas IV, V, dan VI. Jika satuan pendidikan SD
menginputkan kurikulum kelas II terlebih dahulu, maka kelas V hanya akan muncul pilihan kurikulum yang sama dengan kelas II yang lebih dulu diinputkan.
4. Jika Jika satuan pendidikan SD menginputkan kurikulum kelas III terlebih dahulu, maka kelas VI hanya akan muncul pilihan kurikulum yang sama dengan kelas III yang lebih dulu diinputkan.
5. Jika Jika satuan pendidikan SD menginputkan kurikulum kelas VI terlebih dahulu, maka kelas II, Kelas III, Kelas V hanya akan muncul pilihan kurikulum yang sama dengan kelas VI yang lebih dulu diinputkan.
6. Jika terdapat kesalahan dalam input data, dapat dilakukan dengan hapus rombel. Pastikan tidak ada dampak pada GTK dari tindakan hapus rombel.
Proses bisnis ini hanya berlaku untuk pelaksana Kurikulum Merdeka Tahun Ajaran 2024/2025.
[Pembaruan] Penambahan atribut jabatan GTK di Penugasan GTK.
Pada Aplikasi Dapodik versi 2025 terdapat penambahan Jabatan GTK pada saat melakukan penambahan dan perubahan penugasan GTK, serta persetujuan mutasi.
Jabatan GTK disesuaikan dengan kompetensi yang dimiliki oleh GTK berdasarkan sertifikat pendidik, latar belakang pendidikan (riwayat pendidikan formal), atau bidang keahlian. Dinas Pendidikan setempat memiliki tugas untuk memproses pengajuan perbaikan data jabatan GTK dan memastikan kebenaran isian tersebut.
Perbaikan ini dilakukan padahttps://datadik.kemdikbud.go.id/(Manajemen Dapodik Dinas Pendidikan).
Saat ini, jenis GTK hanya dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu: kepala sekolah (satuan pendidikan), guru, dan tenaga kependidikan. Rincian dari masing-masing kelompok tersebut dapat dipilih pada isian jabatan.
Pilihan jabatan akan disesuaikan berdasarkan jenis GTK yang dipilih. Jika Jenis GTK Guru, maka akan muncul daftar pilihan Jabatan PTK untuk Guru.
Jika Jenis GTK Tenaga Kependidikan, maka akan muncul daftar pilihan Jabatan PTK untuk Tenaga Kependidikan.
[Pembaruan] Penambahan fitur penginputan nomor ijazah dan nomor Surat Keterangan Melek Aksara (SUKMA) bagi peserta didik yang telah lulus.
Terdapat penambahan fitur isian input nomor Ijazah dan Sukma pada Aplikasi Dapodik versi 2025. Pengisian nomor dilakukan untuk peserta didik yang sudah lulus atau selesai mengikuti ujian. Proses alur pengisian:
Fitur ini terdapat pada Menu Peserta Didik>PD Keluar. Terdapat kolom aksi sebelum kolom nama peserta didik. Klik ikon pensil untuk masuk ke jendela Ijazah PD.
Inputkan Jenis Ijazah, Nomor Ijazah, Penandatangan dan Tanggal Tanda Tangan
[Pembaruan] Penambahan validasi usia peserta didik bagi jenjang PKBM/SKB.
Pada pembaruan ini ditambahkan juga bagi peserta didik keaksaraan yang dibataskan menjadi 72 tahun suesuai dengan standar Usia Harapan Hidup. Melebihi usia tersebut maka akan terdampak invalid pada menu validasi
[Pembaruan] Perubahan instrumen terkait Impelementasi Insersi Pendidikan Anti Korupsi (PAK).
Terdapat perubahan instrument terkati Implementasi Pendidikan Anti Korupsi. Instrumen PAK dibutuhkan untuk mengetahui layanan Pendidikan Anti Korupsi yang diterapkan di satuan pendidikan. Instrumen ini diharapkan dapat diisi oleh kepala sekolah selaku penanggung jawab satuan pendidikan.
[Perbaikan] Penonaktifan fitur salin penugasan di menu GTK (dilakukan otomatis oleh sistem).
Fitur salin penugasan pada menu PTK resmi dihapus pada aplikasi Dapodik versi 2025. Menu Salin Penugasan akan otomatis tersalin oleh sistem Dapodik.
[Perbaikan] Penonaktifan fitur kenaikan kelas di menu Rombongan Belajar bagi pelaksana IKM Tahun 2024/2025.
Bagi satuan pendidikan yang baru menerapkan Kurikulum Merdeka Tahun 2024/2025 akan menginput ulang data rombel secara manual dan tidak ada fitur kenaikan kelas. Hal ini untuk memberikan pilihan pada satuan pendidikan melaksanakan Kurikulum Merdeka secara bertahap atau serentak.
[Perbaikan] Perbaikan penginputan format NIK pada formulir Peserta Didik dan GTK
Aplikasi Dapodik versi 2025 juga membenahi format data Nomor Induk Kependudukan. Data NIK pada mengalami perubahan format sebelumnya hanya format 16 digit, kini menjadi lebih banyak variabel per digitnya menyesuaikan format dari Dukcapil.
[Perbaikan] Perbaikan profil guru di menu GTK.
Pada aplikasi Dapodik 2025 terdapat penambahan atribut Jabatan PTK. Atribut ini tidak dapat diubah oleh satuan pendidikan (read only) dan hanya dapat diubah melalui Manajemen Dapodik Dinas Pendidikan.
Referensi Mata Pelajaran menyesuaikan perubahan Kurikulum berdasarkan Permendikbudristek nomor 12 tahun 2024
Dapodik versi 2025 melakukan penyesuaian referensi mata pelajaran berdasarkan
Permendikbudristek nomor 12 tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Adapun perubahannya meliputi:
Perubahan jumlah jam maksimal mata pelajaran Praktik Kerja Lapangan pada Tingkat XII untuk SMK dengan Konsentrasi Keahlian 3 tahun yang sebelumnya 44 jam menjadi 46 jam;
Perubahan jumlah jam maksimal mata pelajaran Pilihan pada Tingkat XII untuk SMK dengan Konsentrasi Keahlian 3 tahun yang sebelumnya 6 jam menjadi 4 jam;
Penambahan Mata Pelajaran pada Tingkat XIII untuk SMK dengan Konsentrasi Keahlian 4 tahun berupa:
1. Penambahan mata pelajaran Praktik Kerja Lapangan sebanyak 46 jam;
2. Penambahan mata pelajaran Bahasa Inggris sebanyak 6 jam; dan 3. Penambahan mata pelajaran Matematika sebanyak 2 jam.
Perubahan Referensi nama Program Keahlian dan
Konsentrasi Keahlian berdasarkan Kepmendikbudristek nomor 244/M/2024 tentang Spektrum Keahlian dan Konversi Spektrum Keahlian SMK/MAK pada Kurikulum Merdeka
Dapodik versi 2025 melakukan penyesuaian referensi nama Program Keahlian dan Konsentrasi Keahlian berdasarkan Kepmendikbudristek nomor 244/M/2024 tentang Spektrum Keahlian dan Konversi Spektrum Keahlian Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan pada Kurikulum Merdeka. Adapun perubahannya meliputi:
Dengan adanya perubahan nama Program Keahlian dan Konsentrasi Keahlian tersebut, maka pada tahun ajaran 2024/2025 Satuan Pendidikan terdampak harus mengusulkan kembali penambahan nama Program Keahlian dan Konsentrasi Keahlian ke Dinas Pendidikan setempat.
Adapun cara penambahan Program Keahlian dan Konsentrasi Keahlian dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1. Buka laman Manajemen Dinas dengan tautanhttp://datadik.kemdikbud.go.id/;
2. Masukkan NPSN Satuan Pendidikan yang akan dituju dan klik nama Satuan Pendidikan tersebut;
3. Pilih tabulasi Kompetensi Keahlian;
4. Pilih nama Kurikulum sesuai nama Program Keahlian dan Konsentrasi Keahlian yang berlaku dan tambahkan nomor dan tanggal SK Izin Program/Konsentrasi;
5.