Oleh :
(GPPK601)
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
NAVIGASI
PANDUAN PRAKTIKUM MATA KULIAH
Ir. Irhamsyah, M.Si.
Dr. Erwin Rosadi, S.Pi, M.Si Eka Anto Supeni, S.Pi., M.Si.
Aulia Azhar Wahab, S.Pi., M.Sc.
PROGRAM STUDI PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU
TAHUN 2021
PEDOMAN PRAKTIK NAVIGASI
1. Identitas mata kuliah
-Nama mata kuliah : Navigasi
-Jumlah sks : 3
-Deskripsi singkat mata kuliah : Mata kuliah Navigasi membahas tentang pengertian navigasi, bentuk, putaran dan susunan koordinat bumi, pedoman, haluan dan jauh, lintang bertumbuh, navigasi elektronik, astronomis, dan penentuan posisi kapal
-Sasaran belajar :
1. Mampu menjelaskan pengertian ilmu pelayaran
2. Mampu menjelaskan bentuk, putaran, dan susunan koordinat bumi hubungannya dengan navigasi
3. Mampu menjelaskan fungsi pedoman dan penggunaannya dalam pelayaran dan menghitung variasi, deviasi dan salah tunjuk 4. Mampu menjelaskan jenis dan pengertian haluan dan jauh dan
menentukan posisi kapal dengan haluan dan jauh -Nama dosen pengasuh : Ir. Irhamsyah, M.Si.
-Semester : 6
Eka Anto Supeni, S.Pi., M.Si Aulia Azhar Wahab, S.Pi., M.Sc.
Dr. Erwin Rosadi, S.Pi., M.Si
5. Mampu menjelaskan pengertian baringan dan menentukan posisi kapal dengan baringan, Problem Snellius dan Sextant
6. Mampu menjelaskan pengertian lintang bertumbuh 7. Menentukan posisi kapal dengan lintang bertumbuh 8. Mampu menjelaskan navigasi astronomi dan aplikasinya 9. Mampu menjelaskan navigasi elektronik dan aplikasinya
2. Pendahuluan
-Deskripsi singkat praktik
-Tata tertib dan etika praktik -Alokasi waktu praktik
-Teori atau prinsip dasar yang menjadi landasan praktikum -Tempat praktik (ruanglaboratorium,bengkel, pulau, dsb) -Sasaran pembelajaran praktikum (mengacu ke RKPS)
PRAKTIK 1: MENJANGKA PETA
1. Deskripsi singkat praktik :
Mengerjakan peta laut (pengenalan simbol, istilah, skala, penentuan arah, posisi dan jarak maupun garis baringan)
2. Sasaran pembelajaran praktikum:
Mampu menjelaskan koordinat bumi dalam hubungannya dengan navigasi untuk penentuan posisi dan jarak
3. Tata tertib dan etika praktik : 4. Alokasi waktu praktik :
5. Tempat praktik : Ruang laboratorium
6. Teori atau prinsip dasar yang menjadi landasan praktikum :
Menjangka peta yang dimaksudkan dalam modul ini adalah mengerjakan peta-peta laut dan buku-buku navigasi di kapal dengan cara praktis dan profesional sehingga dengan cara demikian dapat dilaksanakan perjalanan pelayaran kapal dengan aman dan selamat (Suyono 1994).
Selanjutnya dikemukakan bahwa pengetahuan praktis untuk melaksanakan perjalanan di laut terutama pelayaran di dekat daratan pada prinsipnya adalah pengetahuan dan keterangan yang diperoleh sebelum dan selama melaksanakan pelayaran tersebut, oleh karenanya pada setiap kapal paling tidak harus ada :
a. Buku panduan bahari dan daftar suar untuk pelayaran yang akan dilakukan.
b. Peta-peta dan Peta-peta arus untuk masa pelayaran yang akan dilakukan.
c. Buku pasang surut dan Almanak Nautika untuk tahun yang berjalan.
d. Daftar pelayaran dan chronometer dengan duduk dan lalu diketahui e. Sebuah penggaris sejajar dan satu rangkap segitiga navigasi
f. Dua buah jangka dimana sebuah merupakan jangka samalancip g. Sebuah peunjuk waktu
Mixter (1979) mengemukakkan bahwa untuk melakukan pekerjaan menjangka peta, minimal diperlukan peralatan-peralatan seperti mistar jajar, busur, jangka, pensil dan penghapus selain dari peta itu sendiri.
Menurut Suyono (1994), sesuai dengan besar skalanya maka peta-peta dikelompokkan :
1. Peta untuk pandangan umum; kelompok ini merupakan peta dari daerah yang luas pada skala kecil yang dimaksudkan untuk memberikan informasi mengenai variasi, angin, arus dan lain-lain yang diperlukan untuk memberikan keterangan mengenai pelayaran.
Skala pada umumnya lebih kecil dari 1 : 1.000.000
2. Peta haluan dan arah; peta-peta ini dibuat untuk keperluan navigasi dengan jarak yang jauh dari pantai. Skala bervariasi antara 1 : 1.000.000 sampai dengan 1 : 500.000
3. Peta pantai;Peta-peta ini untuk keperluan navigasi melalui pantai dan untuk mendekati pelabuhan dimana hanya diperlukan data-data yang sedikit. Skala 1 : 500.000 samapi dengan 1 : 100.000
4. Peta detail; Peta detail atau peta berskala besar dipakai untuk keperluan navigasi di perairan yang ramai atau sukar. Skalanya bervariasi antara 1 : 50.000 sampai dengan 1 : 30.000
5. Peta rencana; peta kelompok ini diperlukan untuk masuk kepada bahan dan juga untuk tempat berlabuh. Skala-skala pada peta ini pada umumnya lebih besar dari 1:25.000, kebanyakan merupakan bagian dari peta yang berskala lebih kecil.
Lahiry (1992) mengemukakan bahwa peta dapat di klasifikasikan ke dalam 4 kelompok utama menurut kegunaan spesifik yang disajikan, yaitu :
Peta-peta samudera, peta-peta dengan skala kecil, umumnya digunakan untuk navigasi laut dalam
Peta-peta pantai, peta-peta dengan skala besar, digunakan ketika melakukan pelayaran disekitar pantai
Peta-peta rencana, peta-peta dengan skala yang lebih besar yang
menggambarkan informasi detail suatu daerah seperti tempat berlabuh atau estuari.
Peta lainnya, peta-peta kelompok ini meliputi semua peta yang tidak termasuk kedalam 3 kelompok di atas misalnya peta-peta angin dan arus, untuk sistem navigasi hyperbolic dll.
Peta-peta laut pada umumnya dikeluarkan oleh Dinas Hidrografi dari tiap- tiap negara. Di Indonesia dikeluarkan oleh Dinas Hidro-Oseangrafi TNI-AL.
Peta-peta laut di Indonesia masih mempergunakan data-data yang dibuat oleh pemerintah Belanda dahulu, namun telah dikoreksi oleh Dinas Hidro-Oseangrafi TNI-AL
4. Bahan dan Alat
Untuk praktikum ini bahan dan alat yang digunakan adalah peta-peta laut, mistar jajar, busur derajat, jangka, pensil dan penghapus.
5. Prosedur kerja :
Untuk mengetahui simbol-simbol, singkatan-singkatan dan lain-lain dapat
dilihat pada peta no.1 sebagai peta penjelas yang termuat berbagai macam penjelasan tentang hal-hal yang terdapat dalam peta-peta laut.
Nama, nomor, skala maupun penerbit dapat dilihat pada bagian pinggir bawah peta.
Menentukan posisi di peta :
Untuk hal ini diperlukan mistar jajar, jangka sama lancip dan pensil biasa.
Suatu yang hendak diketahui lintang dan bujurnya maka di baris pinggir tegak pula dapat dibaca lintangnya dan dengan pertolongan penggaris sejajar menentukan lintang pada suatu garis di peta dan pada baris pinggir datar peta kemudian dicari bujurnya untuk ditempatkan sebagai titik potong garis itu. Titik potong dari kedua garis adalah posisi titik yang dimaksud.
Menentukan arah di peta.
Untuk menentukan arah di peta, sebagai upaya pertama di peta selalu dicetak mawar pedoman (mawar peta) yang pada lingkaran luarnya terdapat angka dari 00 sampai dengan 3600 sehingga dengan ini dapat ditentukan arah atau haluan dan baringan dengan bantuan penggaris sejajar.
Menentukan jauh di peta :
Jauh di peta ditentukan dengan mil laut, dimana jarak 1 mil laut = 1 menit salah satu besaran satuan lintang maupun bujur. Penentuan jarak (jauh) di peta dapat dilakukan dengan bantuan jangka yakni menjangkakan jarak yang
dimaksud kemudian membawa ke skala sisi peta untuk mendapatkan besaran satuan menit atau detik.