• Tidak ada hasil yang ditemukan

panduan-teknis-pendayagunaan-zis.pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "panduan-teknis-pendayagunaan-zis.pdf"

Copied!
100
0
0

Teks penuh

Panduan teknis pemanfaatan Zakat, Infaq Sedekah untuk mendukung layanan air minum dan sanitasi yang layak dan aman. Panduan teknis pemanfaatan Zakat, Infaq Sedekah untuk mendukung layanan air minum dan sanitasi yang layak dan aman.

Pendahuluan

Dalam praktiknya, pemanfaatan ZIS untuk mengembangkan akses terhadap air minum dan sanitasi yang aman juga telah diterapkan di beberapa lokasi di Indonesia. Sasaran RPJMN periode 2020-2024 adalah mencapai 100% akses terhadap air minum yang layak (termasuk 15% akses terhadap air minum yang aman), serta 90% akses terhadap fasilitas sanitasi yang memadai (termasuk 15% akses aman).

Penggunaan Buku Panduan

Dukungan Kebijakan

Akses Air Minum dan

Sanitasi yang Layak dan Aman

Akses yang tidak tepat Rumah tangga menggunakan sumber air minum yang berasal dari sumur atau mata air yang tidak terlindungi. Rumah tangga menggunakan sumber air minum yang lebih baik, namun waktu yang dibutuhkan untuk mengalirkan air minum dari rumah ke sumber air minum lebih dari 30 menit.

Opsi-Opsi Bantuan

  • Opsi penyediaan layanan air minum
  • Opsi Penyediaan Sanitasi Aman
  • Toilet sehat individu atau fasilitas sanitasi individu
  • Toilet sehat komunal atau fasilitas sanitasi komunal Sanitasi Komunal
  • Penyedotan lumpur tinja
  • Perbaikan sarana sanitasi terbangun/sudah ada
    • Promosi perilaku hidup bersih dan sehat

Selain untuk membangun sarana baru, pemanfaatan dana ZIS tentunya dapat digunakan untuk memperbaiki sarana air minum yang sudah ada atau yang sedang dibangun. Kemungkinan untuk menyediakan air minum yang aman tidak terbatas pada unit layanan seperti sambungan rumah.

Tabel 2. Gambaran SPAM Perpipaan
Tabel 2. Gambaran SPAM Perpipaan

Kolaborasi dengan Program- Program Strategis di Lapangan

PROGRAM PAMSIMAS

PROGRAM STBM

Program PPSP

Program SANIMAS

Skema Kolaborasi Pelaku

Sebaran Dukungan BAZNAS

Tahapan Pendayagunaan Dana ZIS untuk Layanan Air Minum

Penentuan lokasi

Penetapan mustahik

Pembentukan Tim Pengelola

Promosi

Survei teknis dan

Pengadaan barang dan

Tahapan konstruksi

Uji coba sarana

Pengeloaan keuangan yang

Pemantauan dan Pelaporan

Menuju Akses Air

PERSIAPAN

  • MENENTUKAN LOKASI PROGRAM

BAZNAS INDEX FOR SUSTAINABLE WATER AND SANITATION (BI-WAS)

MENETAPKAN MUSTAHIK

Apabila jumlah mustahik lebih besar dari kuota, maka BAZNAS kabupaten/kota disarankan untuk bekerjasama dengan pengalokasian dana zakat dari BAZNAS provinsi dan/atau pihak lain seperti Dana Desa, CSR, LAZ dan lain-lain. Peluang kegiatan yang akan dibiayai melalui dana ZIS (misalnya sambungan ke rumah air minum, pembangunan fasilitas sanitasi baru; rehabilitasi fasilitas sanitasi yang ada; bangunan bawah/menengah/atas; dan pembersihan lumpur tinja). Laporan hasil verifikasi disampaikan dalam bentuk soft file dan dikirimkan kepada pihak terkait seperti BAZNAS provinsi.

Litbang Bappeda Provinsi akan melakukan verifikasi untuk menyelesaikan target mustahika dan menyerahkan hasilnya ke BAZNAS Kabupaten/Kota. Tidak harus kelompok pengelola tamu, namun memperhatikan berbagai unsur seperti BAZNAS kabupaten (Ketua, Wakil Ketua dan Bendahara BAZNAS), kepala desa, Puskesmas dan unsur desa lainnya.

MENENTUKAN TIM PENGELOLA KEGIATAN

SANITARIAN

Kelompok Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KP-SPAMS)

PEMBANGUNAN SARANA

  • Promosi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
  • Survei Teknis dan Pengembangan Desain
  • Pengadaan Barang dan Jasa
  • Konstruksi
    • Sarana Sanitasi
  • Uji Coba Sarana
    • Sarana Air Minum

Untuk menjamin para mustahik dapat memanfaatkan fasilitas air minum dan sanitasi yang akan dibangun, maka perlu dilakukan upaya atau penggagasan kembali terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Khusus pembangunan sarana air minum, pengurus Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum Sanitasi (KP-SPAMS) juga dilibatkan dalam penelitian tersebut. Setelah dilakukan survei geodesi, untuk memudahkan pelaksanaan dan pengawasan pembangunan sarana air minum atau sanitasi, perlu dibuat rencana proyek sarana air minum dan/atau sanitasi yang memadai dan aman. untuk dibangun.

Lihat Lampiran 1.1 untuk ilustrasi tiga pilihan penyediaan air minum: sambungan rumah, keran umum, dan keran umum, serta daftar kebutuhan material dan tenaga kerja. Untuk pembangunan sarana air minum dan sanitasi, ditunjuk tenaga profesional berpengalaman dari desa setempat sebagai pelaksana kegiatan pembangunan.

Tabel 6. Prinsip-Prinsip Perencanaan untuk Sambungan Rumah, Keran Umum dan Hidran Umum
Tabel 6. Prinsip-Prinsip Perencanaan untuk Sambungan Rumah, Keran Umum dan Hidran Umum

PENGELOLAAN KEUANGAN

PASCAKONSTRUKSI

  • Pengelolaan keuangan yang transparan
  • Pemantauan dan pelaporan
    • JENIS KEGIATAN PEMANTAUAN 1) PEMANTAUAN OLEH MASYARAKAT
  • PEMANTAUAN OLEH TIM PENGELOLA
  • PEMANTAUAN OLEH BAZNAS DAN POKJA PPAS/AMPL
  • PEMANTAUAN OLEH OPD Kota/Kabupaten Terkait
    • PELAPORAN
  • Operasional dan pemeliharaan

Bimbingan teknis pemanfaatan Zakat, Infaq Sedekah untuk mendukung pelayanan air minum dan sanitasi yang baik dan aman. 1) MONITORING DARI MASYARAKAT 1) MONITORING DARI MASYARAKAT. Melibatkan masyarakat lokal dalam proses pemantauan sangat membantu dalam mendidik masyarakat tentang pentingnya air minum dan sanitasi yang memadai dan aman. Untuk memastikan pelaksanaan pembangunan sarana sanitasi di tingkat desa, misalnya, dapat selesai dalam waktu yang ditentukan (maksimal 60 hari setelah penyetoran), tim pengelola dapat memberikan masukan strategis untuk meningkatkan kinerja pelaksanaan. 3) MONITORING DI BAZNAS DAN PPAS/AMPL POKJA.

Dalam tahap operasi dan pemeliharaan, penting bagi tim pengelola kegiatan untuk mengikutsertakan unsur masyarakat yang terlibat dalam penyediaan layanan air minum dan sanitasi. Tujuan utamanya adalah memastikan para mustahik dan masyarakat memahami pentingnya menjaga struktur yang telah dibangun.

Tabel 10. Instrumen Pemantauan dan Pelaporan Lainnya
Tabel 10. Instrumen Pemantauan dan Pelaporan Lainnya

Pembiayaan Operasi dan Pemeliharaan

Menuju Akses Air Minum dan Sanitasi Aman

Sementara itu, mengacu pada target tersebut, berdasarkan data Susenas BPS yang diolah Kementerian BPN/Bappenas, capaian akses terhadap air minum yang layak pada tahun 2019 sebesar 89 persen (termasuk 8,3 persen air minum aman), sedangkan untuk sektor sanitasi pencapaiannya mencapai 89 persen. akses yang memadai pada tahun 2019 adalah 77,4 persen dan ini termasuk akses aman sebesar 7,5 persen. Akses terhadap air minum yang aman Akses terhadap sanitasi yang aman Akses terhadap air minum yang aman berarti. memenuhi empat prinsip yaitu. Akses sanitasi aman adalah fasilitas sanitasi yang dimiliki oleh satu rumah tangga sendiri yang terhubung dengan sistem pengolahan air limbah (WTP) atau menggunakan septic tank dengan toilet tipe gooseneck, yang dibilas minimal 1 kali dalam 3-5 kali penyedotan. tahun dan dibuang ke instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT).

Pemanfaatan dana ZIS untuk layanan air minum dan sanitasi dapat mempercepat pencapaian tujuan tersebut. Mengalokasikan dana anggaran pada APBDes untuk mengembangkan media promosi kesehatan dan kebersihan serta membantu mustahikh lainnya dengan sanitasi yang memadai dan aman merupakan salah satu pilihan untuk mempercepat proses buang air besar sembarangan tanpa (ODF).

Pembelajaran dari Lapangan

Di Tengah Pandemi Covid-19, Bantuan untuk Sanitasi BAZNAS Jalan Terus

Reza Ramdhoni seperti disampaikan kepada baznas.go.id menegaskan, program penyediaan layanan air minum dan sanitasi penting dilakukan di masa pandemi Covid-19. Apalagi di masa pandemi Covid-19 seperti ini, masyarakat diharapkan untuk hidup bersih dan sehat agar selalu terhindar dari berbagai penyakit. Dukungan BAZNAS dalam penyediaan layanan air minum dan sanitasi merupakan realisasi dan implementasi Fatwa MUI nomor 001/MUNAS-IX/MUI/2015 tentang pemanfaatan harta zakat, infaq, sedekah, dan wakaf untuk pengembangan sarana air bersih dan sanitasi. bagi bangsa Indonesia.

Para pihak sepakat untuk bekerja sama melaksanakan program pemerintah dalam pemanfaatan dana zakat, infaq, sedekah dan wakaf (ZISWAF) untuk pengembangan sarana air minum, sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat sejalan dengan Tujuan 6 SDGs dan RPJMN untuk masyarakat. Pemanfaatan dana ZISWAF sebagai alternatif pembiayaan sektor air minum dan sanitasi telah dilakukan BAZNAS di beberapa daerah sejak tahun 2017.

Wujud Nyata Dukungan BAZNAS untuk Provinsi NTB Melalui BASNO

Dukungan BAZNAS-BASNO lainnya di kabupaten/kota provinsi NTB ditunjukkan, pada tahun 2019 BAZNAS Mataram melaksanakan program sanitasi berupa pembangunan jamban gratis sebagai dukungan terhadap program percepatan universal pemerintah yaitu sanitasi 100 persen, nol persen permukiman kumuh, 100 persen sanitasi ditargetkan selesai pada tahun 2021. Kemudian penandatanganan Pakta Integritas kemampuan membiayai keberlanjutan program BASNO melalui penyediaan sanitasi yang aman dan penyediaan air bersih kepada masyarakat miskin dan rumah layak huni BAZNAS Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang saat ini memiliki tingkat keberhasilan program sebesar 11% dan ditargetkan meningkat hingga mencapai 18% pada tahun 2023. Saiful Muslim, MM., dalam video publikasi program WASH ZISWAF BAZNAS (2018) menyatakan dukungan penuh MUI Provinsi NTB kepada MUI Fatwa No.10.

Dengan dikeluarkannya Fatwa MUI no. 10 Tahun 2015, kami dari Majelis Ulama Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan dukungan UNICEF menyikapi positif dan mengeluarkan Fatwa MUI no. 10 Tahun 2015 didukung dengan dukungan UNICEF melalui program sanitasi dan penyediaan air bersih ini dan kami melakukan sosialisasi dan distribusi sesuai ASNAF di seluruh kabupaten/. Program BAZNAS-BASNO berjalan cukup baik di Provinsi NTB, masyarakat juga didukung dengan adanya perubahan perilaku masyarakat melalui STBM (Sanitasi Total Berbasis Komunitas) yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan Kabupaten/Kota sebagai respon terhadap permasalahan tersebut. penyediaan akses air bersih dan sanitasi pada masyarakat.

BAZNAS Barru Programkan Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak untuk Warga Bencana

Realisasi kedua, pada bulan Oktober 2020, berupa pemberian bantuan akses layanan air bersih bagi warga yang terdampak krisis air akibat musim kemarau, oleh BAZNAS melalui tim Pelayanan Aktif BAZNAS Kabupaten Barru dan dilaksanakan melalui swadaya masyarakat. bantuan lokal Dusun Parenring, Desa Mattirowalie, Kecamatan Tanete Riaja. MUNAS-XI/MUI/2015 tentang pemanfaatan ZISWAF untuk pengembangan sarana air bersih dan sanitasi bagi masyarakat Indonesia. Upaya menjamin sanitasi yang memadai dan bantuan akses layanan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Barru juga mendorong diluncurkannya BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan untuk melaksanakan program serupa di seluruh wilayah provinsi.

Dilansir dari situs berita online daerah Sultra inikatasultra.com BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Bulukumba Muhammad Yusuf Shandy menyampaikan terus berlanjutnya keterlibatan BAZNAS baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota dalam perencanaan pembangunan. pengembangan dan pengembangan program sanitasi dan air bersih yang dicanangkan pemerintah. BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Sulsel telah sepakat untuk terlibat dalam perencanaan pembangunan (musrembang) di semua tingkatan dan akan mengalokasikan minimal dua persen dari total dana penyaluran untuk pembangunan sanitasi dan air bersih sebagai bagian dari program kesehatan masyarakat khususnya. untuk keluarga miskin.” kata Yusuf.

Pengadaan Unit Air Minum dan Ruhyanisa Realisasi BAZNAS Gorontalo Dukung Pembangunan Sarana Air Minum

Selain itu, BAZNAS Provinsi Gorontalo melaksanakan program yang bergerak di bidang infrastruktur yaitu penyediaan Rumah Tinggal dan Sanitasi (RUHYANISA). Ruhyanisa merupakan program yang digagas BAZNAS Daerah Kota Gorontalo bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Gorontalo. Di Baznas Kota Gorontalo, kami berhasil melaksanakan program Ruhyanisa yaitu program pembangunan rumah hunian bagi masyarakat miskin.

Diketahui, Program Penyediaan Akses Air Minum Melalui Pemanfaatan Dana Zakat BAZNAS Provinsi Gorontalo dengan Pamsimas di Desa Lobuto dan Program Penyediaan Rumah Layak Huni dan Sanitasi (RUHYANISA) yang diinisiasi oleh BAZNAS Daerah Kota Gorontalo, Bentuk pertama adalah integrasi pembiayaan yang bersumber dari Zakat di Provinsi Gorontalo dalam mendukung Fatwa MUI Nomor 10 Tahun 2015 melalui program pembangunan sarana air minum dan sanitasi. Harapannya, pemberian program pengembangan air bersih dan sanitasi bagi masyarakat dengan bentuk sinergi serupa akan terwujud di seluruh wilayah di Provinsi Gorontalo dan mewujudkan perilaku hidup bersih dan sehat yang sejalan dengan enam SDGs. dan tujuan masyarakat RPJMN.

Keterlibatan BAZNAS dalam Keberhasilan Kabupaten Karanganyar Peroleh Penghargaan STBM

MUI/2015 tentang pemanfaatan harta zakat, infak, sedekah, dan wakaf untuk pembangunan sarana air bersih dan sanitasi bagi masyarakat Indonesia. “Rencananya kami akan membangun tiga sumur dalam lagi di wilayah Jatiyoso, Jumapolo, dan Gondangrejo.” ujar Iskandar. Diketahui, program bantuan BAZNAS penyediaan air bersih dan sanitasi merupakan salah satu pendukung tercapainya salah satu dari lima pilar STBM.

Keberhasilan pemerintah berkolaborasi dengan pihak ketiga dalam menyediakan akses air minum dan sanitasi yang memadai serta mendapatkan penghargaan atas pemenuhan salah satu pilar STBM merupakan nilai plus yang dapat diadopsi oleh banyak daerah di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pelaksanaan program air minum dan sanitasi di provinsi Karanganyar, silakan menghubungi:

Daftar Pustaka

PENGOPERASIAN UNIT PELAYANAN

Periksa dan pastikan penggunaan air hanya untuk kebutuhan domestik (misalnya kolam dan/atau kebutuhan komersial lainnya), periksa minimal setiap bulan. 2) Hidran Kebakaran Umum (HU). Periksa dan pastikan penggunaan air hanya untuk kebutuhan domestik (misalnya kolam dan/atau kebutuhan komersial lainnya), periksa minimal setiap bulan. Periksa dan pastikan penggunaan air hanya untuk kebutuhan domestik (misalnya kolam dan/atau kebutuhan komersial lainnya), periksa minimal setiap bulan.

ADMINISTRASI KEGIATAN OPERASIONAL

KONSEP PEMELIHARAAN

  • KEGIATAN PEMELIHARAAN RUTIN

Limbah dari septic tank selanjutnya akan diolah lebih lanjut sehingga air limbah tersebut aman untuk dibuang dan tidak mencemari sumber air dan lingkungan. Tambahan Buku Pengeluaran Dana ZIS untuk Pelayanan Air Minum dan Sanitasi yang Layak dan Aman 95 Dengan mengikuti langkah yang sama, diperoleh indeks IFA2 dan IFA3, sehingga pada akhirnya diperoleh IFA01 dan Indeks sarana air minum. Addendum Buku Penggunaan Dana ZIS untuk Pelayanan Air Minum dan Sanitasi yang Layak dan Aman97 Tidak ada dimensi & (bobot) variabel & (bobot) Neraca Linkert Sumber pengukuran.

Tambahan Buku Pengeluaran Dana ZIS untuk Pelayanan Air Minum dan Sanitasi yang Layak dan Aman98 Variabel Tanpa Dimensi & (Berat) & (Berat) Skala Linkert Sumber pengukuran 1 2 3 4 5 meliputi air keran, tangki air, mata air atau air kemasan. Addendum Buku Pengeluaran Dana ZIS untuk Pelayanan Air Minum dan Sanitasi yang Layak dan Aman99 Variabel Tanpa Dimensi & (Berat) & (Berat) Skala Linkert Sumber Pengukuran 1 2 3 4 5 menghasilkan nilai ekonomi 14.

Tabel Lampiran 3.1. Indikator BAZNAS untuk keberlanjutan air dan sanitasi (BI-WAS) NoDimensi  & (Bobot)Variabel & (Bobot)Skala Linkert PengukuranSumber  1 2 3 4 5  1 Fasilitas  Air (27%)
Tabel Lampiran 3.1. Indikator BAZNAS untuk keberlanjutan air dan sanitasi (BI-WAS) NoDimensi & (Bobot)Variabel & (Bobot)Skala Linkert PengukuranSumber 1 2 3 4 5 1 Fasilitas Air (27%)

0 – 20 Kondisi daerah penelitian sangat baik. kurang ideal dengan indikator BI-WAS Kesadaran masyarakat dan kondisi kondisi air minum dan sanitasi kurang baik Kesadaran masyarakat dan kondisi kondisi air minum dan sanitasi cukup baik. 61 – 80 Kondisi daerah penelitian sangat ideal. dengan indikator BI-WAS, kesadaran masyarakat dan keadaan air minum dan sanitasi yang baik. Keberadaan program BAZNAS tidak diperlukan*). 81 – 100 Kondisi daerah penelitian sangat . idealnya dengan indikator BI-WAS Kesadaran masyarakat dan kondisi air minum serta sanitasi sangat baik.

Tabel Lampiran 3.3. Rentang Nilai BI-WAS untuk pemilihan lokasi intevensi
Tabel Lampiran 3.3. Rentang Nilai BI-WAS untuk pemilihan lokasi intevensi

Referensi

Dokumen terkait