• Tidak ada hasil yang ditemukan

PASIEN KANKER PAYUDARA DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "PASIEN KANKER PAYUDARA DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG "

Copied!
46
0
0

Teks penuh

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kemoterapi terhadap kualitas hidup pasien kanker payudara di RSUD Dr. Djamil Padang belum pernah meneliti pengaruh kemoterapi terhadap kualitas hidup pasien kanker payudara.

Instrumen Pengukuran Kualitas Hidup

EORTC QLQ-30

Dengan menambahkan modul spesifik pada QLQ-C30, EORTC mengembangkan berbagai jenis kuesioner kanker seperti QLQ-C30 dan QLQ-BR23 untuk kanker payudara (Wan, 2008). QLQ-C30 adalah metode pengukuran khusus kanker yang terdiri dari 30 pertanyaan yang mengukur berbagai aspek kualitas hidup.

Kanker Payudara

  • Definisi Kanker Payudara
  • Faktor Risiko Kanker Payudara
  • Gejala Kanker Payudara
  • Penatalaksanaan Kanker Payudara

Sedangkan pada kanker payudara metastatik (MBC) terapi ditujukan untuk memperbaiki gejala dan kualitas hidup, serta memperpanjang kelangsungan hidup (Wells et al., 2014). Pertumbuhan beberapa jenis kanker payudara yang disebabkan oleh protein HER2 (reseptor faktor pertumbuhan epitel manusia 2) disebut sebagai HER2 positif.

TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian 1. Bagi institusi pendidikan

METODE PENELITIAN

Tempat dan Waktu Penelitian

Metode Penelitian

  • Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi
  • Definisi Operasional
  • Instrumen Penelitian
  • Penilaian jawaban kuisoner EORTC QLQ C-30
  • Pengambilan Data

HRQoL dalam penelitian ini adalah kualitas hidup terkait kesehatan yang dilaporkan oleh pasien berdasarkan wawancara terpandu menggunakan instrumen EORTC QLQ C-30. Instrumen penelitian ini berisi serangkaian pertanyaan untuk mengukur kualitas hidup dengan menggunakan kuesioner EORTC QLQ C-30 (Perwitasari, 2011; Agustini et al., 2015). Kuesioner EORTC QLQ-C30 terdiri dari 30 item untuk menilai skala spesifik untuk berbagai aspek kualitas hidup, yang dikelompokkan ke dalam 15 domain, yaitu lima subskala fungsional (fungsi fisik, peran, emosi, kognitif dan.

19. sosial), tiga subskala gejala (kelelahan, nyeri, dan mual atau muntah), kesehatan umum atau subskala kualitas hidup, dan enam item tunggal untuk berbagai gejala dan dampak keuangan yang dirasakan (Wan et al., 2008). Cara menghitung skor kualitas hidup menggunakan EORTC QLQ-C30 terdiri dari dua tahap yaitu tahap penghitungan skor mentah (raw value) dan tahap transformasi linier. Skor yang lebih tinggi menunjukkan tingkat respons yang lebih baik pada skala fungsional dan status kesehatan umum (QoL), tetapi lebih buruk pada skala gejala (Fayers et al., 2001;.

Kuesioner QLC-30 EORTC diuji reliabilitas dan validitasnya oleh Perwitasari et al. 2011) dengan nilai α Cronbach untuk setiap variabel EORTC QLQ C-30 lebih dari 0,70 menunjukkan bahwa kuesioner EORTC QLQ-30 versi Indonesia memiliki reliabilitas dan validitas yang baik.

Tabel 2. Rumus transformasi linier untuk memperoloh Skor (Fayers et al., 2001)
Tabel 2. Rumus transformasi linier untuk memperoloh Skor (Fayers et al., 2001)

Analisa Data

Data penelitian yang diperoleh adalah data primer dengan mengisi kuesioner menggunakan alat berupa EORTC QLC-30 yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tanpa mengubah arti aslinya dan data sekunder berupa data medis pasien.

HASIL DAN LUARAN YANG DICAPAI

Hasil

Analisis statistik mengenai hubungan usia dengan kualitas hidup pasien kanker payudara menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh usia terhadap nilai HRQoL pasien kanker payudara (p>0,05). Berdasarkan penelitian Heydarnejad (2011) dan Mols (2005) juga dijelaskan bahwa variabel umur tidak berhubungan secara signifikan dengan kualitas hidup. Namun, responden dalam kategori usia yang lebih tua memiliki skor HRQoL yang lebih baik dibandingkan dengan kategori usia yang lebih tua pada semua skala.

Hasil ini sesuai dengan studi oleh Hopwood et al. 2018), bahwa nilai kualitas hidup pasien kanker payudara pada kategori usia yang lebih muda terlihat lebih buruk dibandingkan pada kategori usia yang lebih tua, hal ini akibat dari pengaruh keterbatasan fisik, emosi yang lebih buruk dan gangguan sosial.

Pekerjaan terhadap HRQoL

Pendidikan Terakhir terhadap HRQoL

Hasil ini sesuai dengan studi oleh Hopwood et al. 2018), bahwa nilai kualitas hidup pasien kanker payudara pada kategori usia yang lebih muda terlihat lebih buruk dibandingkan pada kategori usia yang lebih tua, hal ini akibat dari pengaruh keterbatasan fisik, emosi yang lebih buruk dan gangguan sosial. Terakhir, rumah sakit yang berbeda tidak menentukan kualitas hidup pasien kanker payudara. Penelitian yang dilakukan oleh Heydanerjad et al. 2009) menunjukkan hasil yang sama, dimana pendidikan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup pasien. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa skala fungsi dan status kesehatan umum memiliki nilai terbaik untuk pasien dengan pendidikan terakhir sekolah dasar, dan skor HRQoL skala gejala adalah yang terbaik untuk pendidikan PT terakhir.

Lama Terdiagnosa terhadap HRQoL

Konsisten dengan temuan penelitian yang dilakukan oleh Firmansyah et al. 2015) bahwa penggunaan kemoterapi kombinasi lebih banyak dibandingkan kemoterapi tunggal (66,3%). Pasien kanker payudara yang mendapatkan kemoterapi jenis kombinasi ini memiliki nilai HRQoL yang lebih rendah dibandingkan pasien yang mendapatkan kemoterapi jenis tunggal pada status kesehatan umum dan skala gejala, sedangkan pada skala fungsional lebih baik pada pasien kanker payudara yang mendapatkan jenis ini. dari kombinasi kemoterapi. Salah satu penyebab rendahnya nilai HRQoL pada skala gejala adalah tingginya intensitas mual muntah yang disebabkan oleh penggunaan kombinasi FAC (Katzung, 2007; Chean et al., 2016).

Selain itu, Joensuu et al. 1998) menyatakan bahwa skor kualitas hidup yang lebih rendah pada skala gejala pada pasien yang menerima kemoterapi kombinasi mungkin disebabkan oleh toksisitas terkait pengobatan yang lebih besar dibandingkan dengan pasien yang menerima kemoterapi saja.

Siklus Kemoterapi terhadap HRQoL

Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa nilai kualitas hidup pada setiap siklus memiliki perbedaan yang signifikan pada setiap skala (p<0,05). Penelitian yang dilakukan oleh Dehkordi et al. 2015) juga menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan dalam siklus kemoterapi. Berdasarkan skala gejala, pasien akan mengalami peningkatan keluhan tentang terapi pada setiap siklus terutama domain mual muntah, dispnea dan masalah keuangan, sedangkan berdasarkan skala fungsi, hasil penelitian Agustini et al. 2015) menunjukkan hal yang sama dimana domain yang memiliki pengaruh paling penting terhadap kualitas hidup adalah fungsi peran, fungsi fisik dan fungsi kognitif.

Sementara itu, Dehkordi et al. 2009) menunjukkan adanya peningkatan kualitas hidup pasien kanker setelah enam siklus kemoterapi dan secara umum pasien memiliki tingkat kualitas hidup yang cukup baik.

Setting Kemoterapi terhadap HRQoL

  • Profil HRQoL Pasien Kanker Payudara

Sementara itu, Dehkordi et al. 2009) menunjukkan adanya peningkatan kualitas hidup pasien kanker setelah enam siklus kemoterapi dan secara umum pasien memiliki tingkat kualitas hidup yang cukup baik. dibedah dan merasa takut, tetapi yang lain tidak dapat dipotong karena terlalu besar dan membusuk. Dalam sebuah studi oleh Mauri et al. 2005) dan Shinta & Surarso (2016) juga menjelaskan bahwa kemoterapi neoadjuvant diberikan kepada pasien untuk mengurangi massa tumor dan memperkecil lokasi yang akan dioperasi. Sementara Peto et al. (2011) menyatakan bahwa status ER (reseptor estrogen) juga mempengaruhi pilihan kemoterapi, dimana pasien dengan ER-negatif dapat menerima kemoterapi neoadjuvant.

Pasien kanker payudara dengan kemoterapi adjuvant memiliki nilai HRQoL yang lebih baik pada setiap skala dibandingkan pasien dengan kemoterapi neoadjuvant. Namun hasil analisis statistik mengenai pengaruh parameter kemoterapi menunjukkan bahwa tidak ada efek pengaturan kemoterapi pada skala apapun kecuali skala gejala dengan domain nyeri, dispnea, dan konstipasi. Kemoterapi secara rutin dilakukan mulai dalam waktu enam minggu setelah operasi jika diindikasikan, penggunaan kemoterapi setelah operasi bertujuan untuk mencegah adanya atau adanya kekambuhan klinis yang mengancam jiwa (Hassan et al., 2010).

Pada penelitian ini, gambaran luaran HRQoL pada pasien kanker payudara diperoleh berdasarkan penilaian respon terhadap kuesioner EORTC QLQ-C30 yang diambil dari EORTC QLQ-C30 Scoring Manual versi 3.0 (Fayers et al., 2001).

Skala Fungsi

Penelitian yang dilakukan oleh Montazeri (2008) menyatakan hal yang sama, tidak ada pengaruh yang signifikan antara kemoterapi adjuvant dan kemoterapi neoadjuvant. Rata-rata kualitas hidup terkait kesehatan (HRQoL) pasien kanker payudara untuk setiap domain EORTC QLQ-C30. Berdasarkan penelitian tentang fungsi kognitif yang terdiri dari pertanyaan tentang kemampuan mengingat dan kemampuan berkonsentrasi, umumnya responden menyatakan tidak terlalu memperhatikan adanya perubahan pola pikir.

Sesuai dengan penelitian Wulandari et al. 2017) yang menyatakan bahwa kemampuan mengingat dan konsentrasi responden masih cukup baik setelah menjalani kemoterapi, meskipun ada beberapa yang bermasalah dengan daya ingat dan konsentrasi. Hal ini berbeda dengan yang ditemukan oleh Martins (2015) dimana menurut penelitiannya terjadi penurunan fungsi kognitif pada pasien kanker payudara berupa kemampuan berpikir, mengingat dan berkonsentrasi setelah pengobatan yang diterima pasien kanker bay. terutama kemoterapi. Sedangkan skor fungsi sosial yang rendah disebabkan kondisi medis atau pengobatan yang sangat mempengaruhi keluarga dan kehidupan sosial wanita penderita kanker payudara.

Gavric & Kostic (2015) Untuk memberikan fungsi sosial yang lebih baik, diperlukan dukungan yang lebih baik untuk seluruh keluarga, lingkungan dan masyarakat. 2014) menjelaskan bahwa keberadaan dan tingkat dukungan sosial pada pasien kanker payudara akan berdampak besar pada kesejahteraan psikologis dan psikososial mereka.

Skala Gejala

Kurangnya dukungan sosial telah dikaitkan dengan hasil kesehatan yang buruk, peningkatan stres, dan berkembangnya kecemasan dan depresi karena persepsi risiko yang berlebihan. Struktur ini meliputi neuron di medulla oblongata, chemoreceptor trigger zone (CTZ) di area postrema di dasar ventrikel keempat, aferen saraf vagus, dan sel enterochromaffin di saluran pencernaan. Kerusakan sel mengaktifkan radikal bebas yang menyebabkan sel enterochromaffin melepaskan serotonin dalam jumlah besar.

Serotonin kemudian berikatan dengan reseptor 5-HT3 yang terdapat pada serabut aferen saraf vagus yang berdekatan dengan sel enterochromaffin. Di bidang gejala kelelahan Cantarero-Villanueva et al. 2000) menjelaskan bahwa akan lebih tinggi pada pasien dengan depresi dan fungsi emosional yang rendah karena kondisi fisik, nyeri, gangguan tidur dan penurunan fungsi tubuh. Nilai terendah diperoleh dari bidang diare (25,43), hal yang sama diketahui dari penelitian Gavric & Kostic (2016) dan Agustini et al. 2015) yang juga mendapat skor terendah untuk diare.

Namun beberapa penelitian menyatakan bahwa diare merupakan salah satu efek kemoterapi yang paling sering terjadi, hal ini disebabkan adanya perubahan permeabilitas usus pada pasien yang menjalani kemoterapi (Sharma et al., 2005; Russo et al., 2013).

Status Kesehatan Umum (QoL)

  • Luaran Yang dicapai

Perbedaan ini mungkin disebabkan populasi pasien yang berbeda (jumlah pasien atau usia pasien). kesehatan umum baik atau sedang. 2015) pasien tidak akan mengalami penurunan yang signifikan dalam status kesehatan umum mereka jika mereka sebelumnya telah menerima informasi tentang apa yang akan mereka hadapi saat menerima kemoterapi. Pengaruh karakteristik pasien terhadap kualitas hidup terkait kesehatan pada pasien kanker payudara di RSUP DR.

KESIMPULAN DAN SARAN

  • KESIMPULAN
  • SARAN
  • Identitas Pasien
  • Pertanyaan terkait variabel Independen 1. Diagnosa penyakit responden
    • Bagaimana tingkatan ekonomi ibu/saudari?
    • Apakah pendidikan terakhir ibu/saudari?
    • Berapakah stadium penyakit ibu/saudari saat ini?
    • Sudah berapa lama ibu/saudari didiagnosis penyakit ini?
    • Apa jenis kemoterapi yang ibu/saudari jalani?
    • Siklus kemoterapi keberapakah yang sedang ibu/saudari jalani?
    • Apa setting kemoterapi yang sedang ibu/saudari jalani?

Association between musculoskeletal disabilities, depressed body image and fatigue in breast cancer survivors within the first year after treatment. Health-related quality of life (HRQoL) among breast cancer patients receiving chemotherapy in Hospital Melaka: Single center experience. Social inequalities in quality of life in a group of women diagnosed with breast cancer in Barecelona (DAMA cohort).

Psychological comorbidity and health-related quality of life and its relationship to awareness, use, and need for psychosocial support in a cancer registry-based sample of long-term breast cancer survivors. Validity, feasibility and meaning of the breast cancer-specific quality of life questionnaires EORTC-C30 and EORTC-BR23. The EORTC breast cancer-specific quality of life questionnaire (EORTC QLQ-BR23): translation and validation study of the Iranian version.

Validasi kuesioner EORTC QLQ-C30 dan QLQ-BR23 dalam mengukur kualitas hidup pasien kanker payudara di Singapura. Diambil 6 Januari 2018 dari http://www.who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/breast-cancer/en/. Pengaruh kemoterapi terhadap kualitas hidup terkait kesehatan (HRQoL) pasien kanker payudara di RSUP DR.

Gambar

Tabel 2. Rumus transformasi linier untuk memperoloh Skor (Fayers et al., 2001)
Tabel 4. Penilaian QLQ-C30 versi 3.0 (Fayers et al., 2001).
Tabel 3. Skor Interpretasi Kualitas Hidup (Scott et al., 2008)
Tabel 5. Rumus transformasi linier untuk memperoleh Skor.
+2

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Diagnosis Myelodysplastic syndrome (MDS) ditegakkan berdasarkan pemeriksaan hematologi, morfologi sel darah tepi, sumsum tulang, pemeriksaan lanjutan sitogenetika dan

Hasil Penelitian ini bisa menjadi bahan rujukan sebagai tambahan terapi modalitas keperawatan yang diberikan oleh perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada

Simpulan penelitian ini adalah didapatkan adanya hubungan yang bermakna antara kejadian pneumonia terhadap lama rawatan pada pasien kanker paru.. Kata kunci: kanker paru,

20 Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan Fauziah di RSUD Moewardi Soerakarta tahun 2009 bahwa ANC dapat menurunkan kejadian HPP sebanyak 1/8 (0,125)

Besarnya persentase penderita yang datang berobat pada stadium lanjut menunjukkan bahwa kurangnya perilaku deteksi dini yang dilakukan oleh wanita, begitupula

Risk factors for postoperative pneumonia after lung cancer surgery and impact of pneumonia on survival.. Elsevier

Karakteristik Pasien Penyakit Jantung Rematik yang Dirawat.. Inap di

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh simvastatin terhadap fungsi ginjal pada penderita dislipidemia yang terlihat dari perbedaan kadar ureum dan kreatinin sebelum dan