PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Fokus Penelitian
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Definisi Istilah
Sistematika Pembahasan
KAJIAN KEPUSTAKAAN
Penelitian Terdahulu
Kedua, tesis yang ditulis pada tahun 2004 oleh Subhan Ash’ari, mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berjudul “Menanamkan Nilai-Nilai Sosial pada Mahasiswa Al-Qu’an Al-Falah Bedog Tulakan Taman Pendidikan Pacitan”. Penelitian ini menunjukkan bahwa telah dilakukan upaya penanaman nilai-nilai sosial pada siswa Taman Pendidikan Al-Qur’an Al-Falah Badog Tulakan. 19 Ahmad Dairowi, Nilai-Nilai Pendidikan Sosial dalam Surat At-Taubah Ayat 71 (Analisis Pendidikan Islam), Skripsi Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2002.
Sedangkan tesis ketiga peneliti kali ini mengkaji tentang pembentukan pendidikan nilai sosial dalam keluarga.
Kajian Teori
- Pendidikan Nilai
- Nilai-nilai Sosial
- Perkembangan Anak
- Keluarga Muslim
- Metode Pendidikan
Pacitan dilaksanakan dengan berbagai strategi dan metode pendidikan nilai sosial, dalam pelaksanaan pendidikan dan upaya pembentukan nilai-nilai sosial di taman pendidikan Al-Falah Al-Qur'an. Siswa mengalami beberapa faktor penghambat seperti kurangnya tenaga pengajar, fasilitas ruangan, kondisi geografis dan kurangnya waktu bagi pendidik dan siswa untuk tatap muka20. Misalnya ketika dihadapkan pada konflik, keputusan biasanya akan diambil berdasarkan pertimbangan nilai-nilai sosial yang lebih tinggi. Nilai-nilai sosial merupakan asumsi-asumsi yang abstrak dan seringkali tidak disadari tentang apa yang dianggap penting dalam masyarakat.
Nilai-nilai sosial telah lama menjadi pedoman umum yang mengarahkan perilaku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai sosial merupakan gambaran tentang apa yang diinginkan, pantas, berharga dan dapat mempengaruhi perilaku sosial orang tersebut. Belajar bersosialisasi dan beradaptasi dengan teman sebaya merupakan upaya membangkitkan emosi sosial atau memperoleh nilai-nilai sosial.
Lokasi Penelitian
Subyek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Metode dokumentasi mencari informasi tentang suatu hal baik berupa catatan, buku, majalah, dan lain-lain 49. Dengan menggunakan metode ini peneliti memperoleh data tertulis mengenai letak geografis, jumlah penduduk, struktur organisasi, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan dan sarana prasarana yang digunakan, serta hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan pendidikan nilai-nilai sosial bagi anak dalam keluarga muslim.
Analisis Data
Catatlah data yang diperoleh dari lokasi penelitian (data lapangan), baik hasil observasi maupun dokumen, dalam uraian atau laporan yang lengkap dan rinci. Laporan lapangan direduksi, dirangkum, pokok-pokoknya dipilih, dipusatkan pada indikator subvariabel yaitu jenis peran dan jalur pendidikan. Coding yaitu pemberian poin atau simbol atau kode pada setiap jawaban yang masuk dalam kategori yang sama.
Kemudian tabulasi atau tabulasi, yaitu jawaban-jawaban yang sejenis digabungkan dalam sebuah tabel. Dengan kata lain, mengorganisasikan data ke dalam format tertentu sehingga tampil dengan gambaran yang lebih lengkap. Dengan kata lain, setiap kesimpulan selalu diperiksa selama penelitian, termasuk interpretasi peneliti.
Keabsahan Data
Tahap-tahap Penelitian
Akan digali data mengenai pendidikan nilai-nilai sosial pada anak pada keluarga muslim di RT 16 Desa Tamansari Kabupaten Bondowoso. Pendidikan Nilai-Nilai Sosial pada Anak pada Keluarga Muslim di Rt.16 RW.06 Desa Tamansari Bondowoso. Nilai-nilai sosial yang ditanamkan pada anak pada keluarga muslim di RT 16 desa Tamansari Bondowoso.
Implementasi pendidikan nilai sosial pada anak pada keluarga muslim di Rt 16 Desa Tamansari Bondowoso. Pendidikan formal juga lebih mendesak dalam membangun dan menerapkan pendidikan nilai sosial dalam keluarga Muslim. Faktor Pendidikan Nilai Sosial pada Anak pada Keluarga Muslim di RT 16 Desa Tamansari Bondowoso.
Pendidikan formal juga lebih mendesak dalam hal penanaman dan penerapan pendidikan nilai sosial pada keluarga muslim. Dari pelaksanaan pendidikan nilai sosial pada anak pada keluarga di RT 16 sesuai dengan aktivitas sehari-hari. Bagaimana implementasi pendidikan nilai sosial pada anak pada keluarga muslim di RT 16 Desa Tamansari Bondowoso.
Bagaimana implementasi pendidikan nilai sosial pada anak pada keluarga muslim di RT 16 Desa Tamansari Bondowoso. Faktor pendukung dan penghambat pendidikan nilai sosial pada anak pada keluarga muslim RT 16 Desa Tamansari Bondowoso.
PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA
Gambaran Objek Penelitian
- Sejarah Bondowoso
- Letak Geografis
- Keadaan Struktur Organisasi
- Keadaan Pendidikan sosial dan Ekonomi
- Keadaan Aktifitas dan Perilaku di Tengah-tengah
Mertua Mas Astrotruno menghadiahkannya seekor kerbau putih "Melati" yang bertanduk (tanduknya melengkung ke bawah) untuk digunakan sebagai teman perjalanan dan pemandu dalam mencari daerah subur. Mas Astrotruno dibantu Puspo Driyo, Jatirto, Wirotruno dan Jati Truno berangkat melaksanakan tugasnya ke arah selatan menerobos daerah pegunungan di sekitar Arak-arak "Jalan Nyi Melas". Untuk memantapkan wilayahnya, Mas Astrotruno diangkat menjadi demang pada tahun 1808 dengan gelar Abhiseka Mas Ngabehi Astrotruno, dan julukannya “Demang Blindungan”.
Mas Astrotruno menyelenggarakan berbagai tontonan antara lain adu puyuh (gemak), sabung ayam, karapan sapi, dan adu sapi untuk hiburan para pekerja. Dari hubungan keluarga besar diperoleh keterangan “Ki Ronggo Bondowoso” bahwa pada tahun 1809 Raden Bagus Asrrah atau Mas Ngbehi Astrotruno diangkat menjadi gubernur pribadi (zelfstanding) dengan nama Abhiseka Mas Ngabehi Kertonegoro. Walaupun Belanda berlabuh di Puger dan secara formal administratif memasukkan Bondowoso ke dalam wilayah kekuasaannya, namun pada kenyataannya pengangkatan pegawai negeri sipil masih menjadi kewenangan Ronggo Besuki, sehingga tidak ada seorangpun yang berhak menuntut lahirnya kota baru Bondowoso kecuali Mas. Ngabehi Kertonegoro.
Pada tahun 1819, Bupati Adipati Besuki, Raden Ario Prawiroadiningrat, menaikkan statusnya dari Kademangan menjadi wilayah Besuki merdeka dengan status Keranggan Bondowoso dan mengangkat Mas Ngabehi Astrotruno sebagai penguasa wilayah tersebut dengan gelar Mas Ngabehi Kertonegoro, dan bergelar Ronngo I. Tamansari diubah menjadi desa pada tahun 1940 hingga tahun 1981 dan pada tahun yang sama desa Tamansari diubah menjadi kecamatan karena letaknya yang strategis tidak jauh dari pusat kota, luasnya 80 hektar, 7000 hektar. Jumlah penduduk RT 16 Tamansari sebanyak 127 KK dan luas wilayah RT 16 Kelurahan Tamansari sebanyak 4.693 jiwa.
Pendidikan masyarakat di RT 16 Desa Tamansari terdiri dari lulusan SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi, dan masih sedikit yang belum tamat SD namun sudah lanjut usia. Sehubungan dengan uraian di atas, maka hasil wawancara dan observasi kepada informan mengenai perilaku anak dapat disimpulkan baik, hal ini terlihat dari hasil observasi bahwa anak-anak di Kecamatan Tamansari sering membantu meringankan pekerjaan orang tuanya pada hari libur. ,bertutur kata yang sopan dan berperilaku baik, generasi muda menghormati yang lebih tua, yang lebih tua menyayangi dan melindungi yang lebih muda, dan hal ini juga terlihat dari tidak adanya pertengkaran antara anak yang satu dengan anak yang lain, namun bisa juga pada suasana dan kondisi. untuk hidup berdampingan satu sama lain dan saling membantu.
Penyajian dan Analisis Data
- Pendidikan Nilai-nilai Sosial Bagi Anak dalam Keluarga
Reaksi anak lambat laun mulai memahami dan mau melaksanakan nilai-nilai sosial yang diterimanya dari orang tuanya. Dari hasil wawancara diatas, informan (Siti Nurlatifah) menyatakan bahwa pendidikan nilai-nilai sosial yang diterima dari orang tuanya adalah kasih sayang berupa; kasih sayang, kekeluargaan, kesetiaan dan tanggung jawab dalam bentuk disiplin. Di keluarga saya, dalam penerapan pendidikan nilai sosial, tidak ada pendidikan khusus, namun pendidikannya sesuai dengan aktivitas sehari-hari.
Menurut Ibu Yustriani, penerapan pendidikan nilai sosial di keluarganya adalah menyesuaikannya dengan aktivitas sehari-hari. Dan yang disadari oleh Pak Mugiman lebih pada praktek gotong royong antar umat, dengan ini anak ditanamkan dan dibiasakan dengan pendidikan nilai-nilai sosial pada anak dalam keluarga muslim. Kebersamaan dan keceriaan menjadi ciri keduanya, hal ini menjadi bukti nyata adanya pendidikan nilai sosial bagi anak dalam keluarga muslim.
Sementara itu, pelaksanaan pendidikan yang dilakukan Ibu Yuli yang menekankan nilai-nilai sosial pada anak tidak jauh berbeda dengan apa yang dijelaskan oleh Pak Lukman di atas. Selain penanaman dan implementasi pendidikan nilai-nilai sosial pada keluarga muslim di RT 16 kecamatan Tamansari juga terdapat beberapa faktor pendukung dan penghambat yang akan dibahas dengan hasil penelitian sebagai berikut. Lingkungan internal adalah lingkungan keluarga, seperti kedua orang tua, dimana kedua orang tua dapat mempengaruhi secara langsung penanaman nilai-nilai sosial pendidikan dalam keluarga muslim, seperti pendidikan orang tua.
Namun yang lebih mempengaruhi dan menghambat pendidikan nilai-nilai sosial anak di keluarga kita adalah lingkungan bermainnya (teman sebayanya). Dari uraian di atas, dalam pelaksanaan terkait pembelajaran nilai-nilai sosial pada anak tentunya terdapat faktor pendukung dan penghambat dalam keluarga.
Pembahasan Temuan
- Nilai-nilai Sosial yang ditamamkan kepada Anak
- Pelaksanaan Pendidikan Nilai-nilai Sosial
- Faktor Pendukung dan Penghambat
Implementasi pendidikan nilai sosial pada anak pada keluarga muslim di RT 16 Desa Tamansari Bondowoso, umat Islam di RT 16 Desa Tamansari Bondowoso. Pertama, lingkungan internal adalah lingkungan keluarga, seperti orang tua, dimana kedua orang tua dapat mempengaruhi secara langsung pengenalan nilai-nilai sosial pendidikan pada keluarga muslim, seperti latar belakang pendidikan orang tua. Hal inilah yang tentunya akan membantu dan membentuk karakter anak dengan baik dalam perkembangan, pertumbuhan dan cara orang tua dalam mendidik anak, dalam hal ini pendidikan nilai-nilai sosial dalam keluarga muslim yang akan diterapkan pada anaknya.
Selain itu, kakek dan nenek biasanya terlalu menuruti keinginan anak, padahal hal ini terkadang kurang baik bagi perkembangan dan pertumbuhan karakternya dalam penanaman dan penegakan nilai-nilai sosial anak dalam keluarga muslim. Dalam penyelenggaraan pendidikan nilai-nilai sosial terdapat faktor yang berpengaruh yaitu: faktor pendukung antara lain taman Al-edukasi. Berdasarkan pembahasan dan hasil penelitian diatas, guna menambah wawasan pendidikan nilai-nilai sosial.
Nilai-nilai apa yang ditanamkan pada anak dalam keluarga muslim di RT 16 Desa Tamansari Bondowoso. Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul: “Pendidikan Nilai Sosial pada Anak pada Keluarga Muslim di RT.16 RW.06 Kecamatan Tamansari Bondowoso” adalah semata-mata hasil penelitian/karya saya sendiri, kecuali bagian yang sumbernya adalah dirujuk. Dengan karya sederhana saya yang bertajuk “Pendidikan Nilai-Nilai Sosial pada Anak pada Keluarga Muslim di RT.16 RW.06 Desa Tamansari Bondowoso” ini telah terhimpun.
Fokus penelitian ini mengkaji Pendidikan Nilai Sosial pada Anak pada keluarga muslim di RT.16 RW.06 Desa Tamansari Bondowoso yang meliputi tiga pembahasan yaitu (1) Nilai-nilai apa saja yang ditanamkan pada anak pada keluarga muslim di RT 16 Tamansari Bondowoso ( 2) Bagaimana penerapan pendidikan nilai sosial pada anak dalam keluarga muslim di RT 16 Desa Tamansari Bondowoso (3) Faktor pendukung dan penghambat penerapan pendidikan nilai sosial pada anak dalam keluarga muslim di RT 16 Desa Tamansari Bondowoso. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan nilai sosial pada anak pada keluarga muslim di RT.16 RW.06 Desa Tamansari Bondowoso. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang mengambil objek penelitian yaitu Pendidikan Nilai Sosial pada Anak dalam Keluarga Muslim. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Nilai-nilai sosial yang ditanamkan pada anak pada keluarga muslim di RT 16 Tamansari, nilai cinta kasih terdiri atas; Komitmen, gotong royong, kekeluargaan dan kepedulian.