• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF BUKU - repo.unhi.ac.id

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF BUKU - repo.unhi.ac.id"

Copied!
85
0
0

Teks penuh

MENGGALI DASAR-DASAR MANAJEMEN HINDU

WEDA AJARAN KEBENARAN YANG TERTUA

Banyak ahli yang menyatakan bahwa Weda merupakan ajaran spiritual terlengkap dan memberikan kontribusi signifikan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia. Dalam kehidupan di dunia ini, masyarakat juga perlu memahami tiga jenis ilmu lainnya, yaitu politik, ekonomi, dan filsafat.

RAMAYANA DAN MAHABARATHA

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa Ramaya kini dibuktikan dengan temuan terbaru NASA (Badan Antariksa Amerika) yang valid. Berdasarkan perhitungan matematis sederhana di atas, dapat diperkirakan bahwa epos Ramayana terjadi pada masa Treta Yuga setelah berlangsung selama 405.000 tahun.

PENGELOMPOKAN ZAMAN DALAM AJARAN HINDU

Bagi bilangan pengikutnya, hampir satu bilion, tersebar di seluruh dunia dan negara di dunia. Bentuk-bentuk pemujaan adalah sangat kompleks (termasuk perayaan, tirtayatra seperti Kumbhamela, yang merupakan perhimpunan orang-orang terlantar di dunia.

STRUKTUR WEDA

Bagan struktur Weda yang memberikan gambaran kedudukan Veda Sruti dan Veda Smerti adalah sebagai berikut. Menurut Bagan Struktur Weda yang disusun oleh I Gusti Made Ngurah, pada tahun 1988, kedudukan Weda dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu: 1) Weda Sruti dan 2) Weda Smerti.

MENGGALI DASAR-DASAR MANAJEMEN HINDU MELALUI VEDA DAN

Selain harus didaftarkan secara teratur dan tertib, harta benda kerajaan juga harus disimpan di gudang pemerintah yang baik. Pada buku II bab 7, salah satu ayatnya ditemukan istilah “akuntan”, (Sansekerta = Samkhyayaka; Bali = Akontan), sedangkan pada beberapa ayat lainnya ditemukan kata “memeriksa, mengendalikan, memeriksa, mengawasi”, yang dapat dikatakan semuanya. istilah yang berkaitan dengan pekerjaan.akuntan.

MANAJEMEN DALAM KERANGKA DASAR AJARAN HINDU

26 Sehubungan dengan hal tersebut di atas, berikut uraian singkat mengenai skema garis besar dasar agama Hindu, yang secara umum terdiri atas: (1) tatva/filsafat; (2) Moralitas/Etika dan (3) Ritual/ritual sebagai berikut. Melakukan upacara yang terdiri dari 5 jenis upacara, yaitu: (1) Yadnya Manusia; (2) Rsi Yadnya; (3) Pitra Yadnya; (4) Dewa Yadnya; dan (5) Yadnya Buta.

VEDA SUMBER SEGALA ILMU PENGETAHUAN

VEDA SEBAGAI SUMBER ILMU PENGETAHUAN

Pengetahuan ketuhanan atau spiritual adalah pengetahuan yang mempelajari dan menekankan pada alam spiritual atau Dharma. Sedangkan ilmu material adalah ilmu yang mempelajari benda-benda yang bersifat materi atau nyata.

JENIS-JENIS DAN MANFAAT ILMU

Berdasarkan uraian di atas mengenai ilmu-ilmu yang terkandung dalam Weda, secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok besar, yaitu ilmu ketuhanan (spiritual) dan ilmu material. Setiap kelompok ilmu ditugaskan seorang Dewa/Dewi yang bertugas melindunginya, seperti Dewi Sarasvati untuk kelompok ilmu murni dan Dewi Lakshmi untuk kelompok ilmu terapan. Masyarakat Hindu di Bali telah mengakui dan mengapresiasi keberadaan kedua perangkat ilmu tersebut, dibuktikan dengan menghormati dewi Saraswati sebagai penguasa ilmu murni dengan merayakan Hari Saraswati yang jatuh setiap hari Sabtu/Saniscara, Wuku Watugunung.

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat ditetapkan suatu kerangka atau pedoman mengenai kelompok ilmu-ilmu murni yang dapat disarikan dari ajaran Kautilya sebagai berikut dan diperlukan dalam kegiatan pemerintahan. Ilmu ekonomi mencakup ilmu-ilmu manajemen yang bergantung pada ilmu politik (Dandaniti) raja (sekarang presiden atau perdana menteri).

Gambar II.1  Kelompok Ilmu Murni
Gambar II.1 Kelompok Ilmu Murni

MENGEMBANGKAN ILMU MELALUI ILMU PENGETAHUAN DAN KERJA

Weda menjelaskan bahwa manusia telah diwariskan kekayaan yang tak terhitung jumlahnya, namun untuk memperoleh dan mengelola kekayaan ini diperlukan menjauhkan diri dari naluri kotor dan mengembangkan watak yang jernih, baik, dan tidak ternoda. Pernyataan bahwa manusia mewarisi harta yang berlimpah tak terkira, baik di bumi, di lautan bahkan di langit, terdapat dalam ayat-ayat Weda berikut ini. Dijelaskan pernyataan bahwa harta yang berlimpah diletakkan di tangan kanan dan dapat digunakan melalui tangan kiri seseorang.

Ada ayat yang mengatakan bahwa warisan harta yang melimpah tersimpan di gunung-gunung, atau tersembunyi di bawah tanah, atau terletak di lautan yang tidak dapat diukur, yakni terkandung di dalamnya. “Ya Tuhan Yang Maha Esa, semoga Engkau menganugerahkan kepada kami harta yang bermanfaat, yang tersimpan di gunung dan sebagainya, atau yang tersembunyi di bawah tanah, atau yang terendam di lautan yang tidak dapat diukur” (Titib.

HUBUNGAN CATUR YUGA, CATUR WARGA DENGAN MANAJEMEN

  • PERKEMBANGAN MANAJEMEN
  • HUBUNGAN CATUR YUGA, CATUR WARGA DENGAN MANAJEMEN
  • MANUSIA MAHLUK CERDAS TERTINGGI
  • AGAMA VEDA
  • CATUR WARNA
  • CATUR MARGA
  • KESEJAHTERAAN/KEMAKMURAN

Kondisi ini didukung oleh pernyataan dalam Rgveda I:1.1 yang menyatakan bahwa manusia memuji Tuhan Yang Maha Esa, dalam kedudukan. Manusia penghuni alam semesta ini, beserta makhluk hidup lainnya, diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Namun dalam upaya memperoleh barang yang bersifat fisik dan non fisik, masyarakat tidak boleh melanggar aturan yang telah diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Veda dipercayai sebagai wahyu Tuhan Yang Maha Esa, ini boleh disimpulkan daripada kenyataan dalam Yajurveda XXX. Berkenaan permintaan manusia untuk kesejahteraan dan kebaikan kepada Tuhan Yang Maha Esa dijelaskan dalam Rgveda X.63.13. Ya, Tuhan Yang Maha Kuasa, Penguasa Alam Semesta, perolehan dan pemeliharaan kekayaan adalah akar-Mu.

Ya Tuhan Yang Maha Esa, tangan saya yang satu (kanan) bernasib baik dan tangan yang lain (kiri) lebih beruntung.

Gambar III.1
Gambar III.1

POKOK ATAU BATANG TUBUH ILMU MANAJEMEN

BATANG TUBUH ILMU MANAJEMEN

Orang Perancis menggunakan kosakata manajemen, yang kemudian menjadi manajemen, yang mempengaruhi pembentukan kosakata bahasa Inggris manajer pada abad 17 dan 18. Ruang lingkup teoritis manajemen, dimulai dengan karya Mary Follet yang menulis pada abad ke-20 - , mendefinisikan manajemen sebagai seni melakukan segala sesuatu melalui orang-orang. Secara fungsional, manajemen berarti kegiatan mengukur suatu jumlah secara berkala dan melakukan perubahan awal, atau kumpulan kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu, dengan atau tanpa rencana. Berdasarkan sudut pandang tersebut, Handri Fayol, seorang Perancis, mendefinisikan manajemen mencakup lima fungsi. yaitu perencanaan (planning), pengorganisasian (organization), kepemimpinan (leadership), koordinasi (coordinate), dan pengendalian (control).

Rangkaian (turunan) ini berarti, menunjukkan dan mewujudkan bahwa Veda harus memuat di dalam dirinya sendiri semua pengetahuan yang dibutuhkan umat manusia, dan bukan hanya benda saja. Lebih jauh lagi, ditegaskan sekali lagi bahwa hal ini dengan kata lain menjamin bahwa Weda lengkap dan sempurna serta mampu memberikan pencerahan penuh pada segala ilmu yang ingin dicari oleh para pencari ilmu.

TAHAP PERKEMBANGAN ILMU MANAJEMEN LINTAS MELENIUM

61 yang ada hubungannya dengan yang “spiritual” (dari dunia lain), tetapi tentunya juga dengan bidang keilmuan yang biasa disebut murni “sekuler”, “sementara”, .. ilmu duniawi, serta jalan-jalan yang dilalui umat manusia. kebutuhan. mencapai segalanya, kesuksesan yang lengkap dan sempurna di segala arah yang dapat dibayangkan dan tidak ada batasan yang mengganggu pengetahuan itu dalam lingkungan apa pun, ke arah mana pun, atau dengan cara apa pun. 62 1543) membantah teori geometri Claudius Ptolemaeus dan menyatakan bahwa bumi juga merupakan salah satu planet yang bersama-sama dengan planet-planet lainnya berputar mengelilingi matahari sebagai pusat alam semesta. Tahun biasa atau tahun Gregorian yang berlaku secara internasional berasal dari tahun Romawi.

Untuk menghormati jasa Julius Caesar, bulan kelima, Quintilis, diubah namanya menjadi bulan Julius. Tahun Julian diubah namanya menjadi tahun Gregorian, yang sekarang dikenal sebagai tahun Gregorian.

TAHUN DALAM VEDA

Roda (matahari) berjari dua belas sebenarnya berputar mengelilingi langit dan tidak pernah (cenderung) jatuh; 720 anak tinggal di sana berpasangan. Ditegaskan juga, aktivitas bumi mengelilingi matahari tidak cenderung berkurang atau berkurang apalagi berhenti. Mengenai adanya tiga musim yaitu panas, hujan dan dingin, 12 bulan dalam setahun dan 360 hari dalam satu tahun matahari dijelaskan dalam Rigveda.

Roda= tahun; lingkaran luar=12 bulan; sumbu=3 musim ganda, panas, hujan dan dingin; radius = 360 tahun matahari.

TAHUN SAKA

66 Berdasarkan umur setiap bulan seperti terlihat pada tabel di atas, berarti tahun Saka mengikuti sistem lunar atau tahun lunar dengan jumlah hari 354/355 hari. Untuk mengakomodir 365/366 tahun matahari/matahari, dilakukan penyesuaian pada waktu-waktu tertentu dengan menyisipkan bulan yang disebut nampih sasih.

PERIODE MANAJEMEN

Sesuai dengan berakhirnya tahun anggaran pada bulan purnama Asadha (bulan purnama bulan Juni), pemerintah menugaskan akuntan negara untuk melakukan pemeriksaan pada hari tersebut terhadap uang tunai dan barang-barang lainnya yang dikuasai dan dikelola oleh masing-masing pejabat perbendaharaan negara. Akuntan memeriksa buku catatan dan uang atau barang lain yang dibawa oleh teller dengan memberikan tanda/tanda tertentu (centang audit) bahwa uang atau barang lain tersebut telah diperiksa dengan baik. Setelah akuntan pemerintah memeriksa buku kas dan uang atau barang, bendahara diminta segera menyetorkan uang atau barang tersebut ke kantor kas pusat.

Selanjutnya dijelaskan pentingnya dokumen sebagai bukti akuntabilitas manajemen dalam melaksanakan tugasnya, dan sebagai bukti pendukung apabila suatu audit dilakukan oleh akuntan atau auditor pemerintah, serta sebagai bukti pendukung dalam penyelesaian suatu perkara (Arthasastra Bk II.Di bawah ini penjelasan singkat mengenai dimensi, ukuran, timbangan dan waktu yang digunakan Kautilya sebagai berikut.

PENGGUNAAN BAHASA, HURUF, ANGKA, DAN ALAT UKUR MONETER

PENGANTAR

Agar ilmu tersebut dapat digunakan dan memberikan manfaat bagi penggunanya maka harus menggunakan alat atau perantara lain seperti bahasa, huruf dan angka, serta satuan mata uang. Selain alat-alat yang disebutkan di atas, manajemen juga memerlukan alat-alat lain yaitu alat untuk menulis data yang bersangkutan, misalnya pena dan tinta. Media lain digunakan sebagai tempat menuliskan data pengelolaan yang ada, yang paling sederhana adalah daun, kulit pohon, kulit binatang dan terakhir di dunia modern, kertas dan tinta.

Tanpa adanya sarana penunjang berupa dedaunan, kulit pohon, kulit binatang, kertas, tinta, huruf, angka, takaran, takaran dan timbangan, maka sistem akuntansi tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Berikut ini diuraikan secara singkat keberadaan setiap alat sistem akuntansi yang ada pada masa Arthasastra.

PENGGUNAAN BAHASA, HURUF DAN ANGKA

Dalam buku Matematika Veda yang disusun oleh Jagadguru Swami Sri Bharati Krsna Tirthaji Maharaja (2008 : xv), terdapat penjelasan yang sangat menarik bahwa angka 0 (nol) ditemukan oleh para matematikawan Hindu. Dengan bantuan KANKA, para sarjana Arab menerjemahkan astronomi dan matematika Hindu ke dalam bahasa Arab. Dijelaskan lebih lanjut bahwa ilmu astronomi dan matematika Hindu secara perlahan bergerak menuju Mesir dan akhirnya masuk ke Eropa pada abad ke-11.

Pernyataan tentang perlunya pemeriksaan, pemeriksaan dan pengecekan yang dilakukan oleh pemeriksa kerajaan terdapat sedikitnya dalam lima ayat Arthasastra, yaitu dalam Bk. Sehubungan dengan masalah pemeriksaan/pengendalian dan pemeriksaan terhadap pekerjaan pegawai kerajaan oleh auditor, ditemukan kata kuntan (Samkhyayaka) paling sedikit ditemukan 6 (enam) kali dalam ayat-ayat Arthasastra.

ALAT UKUR MONETER (SATUAN MATA UANG)

Sehingga profesi akuntansi pada era Arthasastra telah berkembang dan diterima dengan baik oleh masyarakat pengguna. Yang bersangkutan juga harus dapat membaca dan menulis dengan baik dan lancar serta mengetahui segala peraturan yang dikeluarkan oleh raja dan dapat dengan benar menulis pemberitahuan yang dikeluarkan oleh raja. Ia harus menguasai segala peraturan dan mampu dengan cepat menyusun peraturan redaksional serta mampu menulisnya dengan baik.

Rangarajan, 1992, dalam Lampiran 1 menjelaskan secara rinci tentang pengukuran, ukuran, skala dan waktu yang dirumuskan Kautilya sekitar 2000 tahun yang lalu. Rangarajan mengatakan, sungguh mengejutkan bahwa tingkat sentralisasi pemerintahan di kerajaan Kautilya begitu luas dengan diterapkannya standarisasi ukuran, ukuran, skala dan waktu yang berlaku untuk seluruh kerajaan, sekitar 2000 tahun yang lalu.

Gambar

Gambar II.1  Kelompok Ilmu Murni
Gambar III.1
Gambar III.3.
Ilustrasi  perbandingan  antara  angka  menurut  huruf  Devanagari  dan  angka  arab,   sebagai berikut :

Referensi

Dokumen terkait