• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA - Kemendag

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "PDF MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA - Kemendag"

Copied!
62
0
0

Teks penuh

Perjanjian Perdagangan Barang ASEAN yang selanjutnya disingkat ATIGA adalah perjanjian perdagangan barang yang disepakati antara negara-negara anggota ASEAN. Hewan hidup, termasuk mamalia, burung, ikan, krustasea, moluska, reptilia, bakteri dan virus, yang dilahirkan dan dipelihara di Negara Anggota pengekspor. Barang-barang yang diperoleh dari perburuan, pemasangan perangkap, penangkapan ikan, pemeliharaan, budidaya ikan, pengumpulan atau penangkapan yang dilakukan di negara pengekspor Negara anggota.

Barang-barang hasil penangkapan ikan di laut yang diambil oleh kapal-kapal yang terdaftar di Negara-negara Anggota dan berhak mengibarkan bendera dan barang-barang lainnya1 yang diambil dari perairan teritorial. Barang hasil penangkapan ikan di laut dan barang laut lainnya yang diambil dari laut dalam oleh kapal yang terdaftar di Negara Anggota dan berhak mengibarkan bendera Negara Anggota yang bersangkutan; Barang-barang yang diproduksi di atas kapal pengolah yang terdaftar atau terdaftar di suatu Negara Anggota dan berhak mengibarkan bendera Negara Anggota tersebut, atas barang-barang yang ditentukan dalam huruf g;.

Barang yang diproduksi atau diproduksi di Negara Anggota pengekspor secara eksklusif dari produk yang disebutkan dalam huruf a sampai dengan huruf j. 4.1 a) Untuk keperluan poin 2 huruf b, barang dianggap berasal dari Negara Anggota di mana pekerjaan atau pemrosesan dilakukan:. i) apabila barang dimaksud mempunyai kandungan nilai regional (selanjutnya disebut “Kandungan Nilai ASEAN” atau. 2 Untuk barang hasil penangkapan ikan di laut yang diambil dari luar wilayah perairan (zona ekonomi eksklusif), status asal barang tersebut dan dengan ketentuan bahwa Negara Anggota mempunyai hak eksploitasi berdasarkan hukum internasional.

Setiap verifikasi perhitungan Kandungan Nilai ASEAN oleh Negara Anggota pengimpor harus dilakukan berdasarkan metodologi yang digunakan oleh Negara Anggota pengekspor.

PRINSIP DAN PEDOMAN PERHITUNGAN KONTEN NILAI REGIONAL DI ATIGA

PEDOMAN PELAKSANAAN AKUMULASI PARSIAL PADA BAB I PASAL 6 DALAM ASEAN CUMULATIVE RULES OF ORIGIN

KRITERIA PERUBAHAN SUBSTANSIAL UNTUK TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL

TAHUN 2022 TENTANG

KETENTUAN ASAL BARANG INDONESIA DAN KETENTUAN PENERBITAN DOKUMEN ASAL BARANG INDONESIA BERDASARKAN PERDAGANGAN BARANG ASEAN (ASEAN TRADE AGREEMENT). TATA CARA PENERBITAN DOKUMEN INFORMASI ASAL USUL PREFERENSI BERDASARKAN PERJANJIAN PERDAGANGAN BARANG ASEAN.

PROSEDUR SERTIFIKASI OPERASIONAL

Negara Anggota penerima tidak dapat menerima formulir SKA D yang diterbitkan oleh pejabat yang tidak termasuk dalam daftar sebagaimana dimaksud pada angka 2.1. Peninjauan kembali permohonan penerbitan formulir SKA D. Berdasarkan kewenangan dan kemampuannya, Instansi Penerbit harus mengkaji setiap permohonan penerbitan formulir SKA D sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara anggota. memastikan bahwa:. Penerimaan tanda tangan dan stempel elektronik oleh negara-negara anggota bergantung pada hukum dan peraturan yang berlaku di negara anggota tersebut.

Pernyataan Kriteria Asal Barang pada SKA Form D. Untuk melaksanakan ketentuan BAB I angka 2 sebagaimana dimaksud pada Lampiran I, SKA Form D yang diterbitkan oleh Negara Anggota pengekspor terakhir harus mencantumkan kriteria asal barang yang relevan dan berlaku. Harga FOB di negara anggota pengekspor perantara pada Kolom 9 juga harus dicantumkan dalam SKA Form D back-to-back; Harga FOB di negara anggota eksportir perantara juga harus dimasukkan dalam Deklarasi Asal Kembali ke Belakang;

12A.1 Pihak berwenang yang berwenang di Negara Anggota pengekspor dapat memberi wewenang kepada eksportir yang mengirimkan barang berdasarkan Perjanjian ini, yang selanjutnya disebut sebagai “Eksportir Bersertifikat” (ES), untuk membuat pernyataan asal barang untuk tujuan tersebut. Dokumen dan pembukuan harus memungkinkan dilakukannya identifikasi dan verifikasi terhadap status asal usul barang yang menjadi dasar dibuatnya Pemberitahuan Asal Barang, paling lambat 3 (tiga) tahun terhitung sejak tanggal diterbitkannya pernyataan tersebut, sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan peraturan. undangan yang berlaku di negara Negara Anggota pengekspor; Selanjutnya, sehubungan dengan verifikasi ex-post oleh otoritas pabean Negara Anggota pengimpor, otoritas yang berwenang akan bertindak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam angka 18.

Izin penarikan harus dimasukkan oleh Negara-negara Anggota ke dalam basis data Sertifikasi Mandiri Seluruh ASEAN sesuai dengan poin 2. 13.1 Untuk klaim tarif preferensial, importir harus mengajukan kepada otoritas pabean terkait atau lembaga pemerintah di Negara Anggota pengimpor di Negara Anggota pengimpor. waktu impor:. Klarifikasi tersebut harus rinci dan lengkap sebagai tanggapan terhadap alasan penolakan tarif preferensial yang diajukan oleh Negara Anggota pengimpor. Negara Anggota pengimpor dapat meminta badan penerbit atau pejabat yang berwenang di Negara Anggota pengekspor untuk melakukan pemeriksaan acak secara surut dan/atau apabila terdapat keraguan mengenai keaslian dokumen atau keakuratan informasi mengenai kebenaran asal usul barang. barang-barang. .

Atas permintaan tersebut, badan penerbit atau pejabat yang berwenang di Negara Anggota pengekspor wajib melakukan verifikasi surut terhadap laporan biaya berdasarkan biaya dan harga saat ini, dalam jangka waktu enam (enam) bulan yang ditentukan sejak tanggal ekspor. , dengan ketentuan sebagai berikut:. Keseluruhan proses verifikasi surut, termasuk proses pemberitahuan kepada badan penerbit atau pejabat yang berwenang di Negara Anggota pengekspor, harus diselesaikan dalam jangka waktu 180 (seratus delapan puluh) hari. Klarifikasi yang rinci dan lengkap harus diberikan sebagai tanggapan terhadap alasan penolakan preferensi yang diajukan oleh Negara Anggota pengimpor.

PETUNJUK FORMAT DEKLARASI ASAL BARANG

PETUNJUK FORMAT DEKLARASI ASAL BARANG BACK-TO-BACK

Circumstances of production or manufacture in the first country mentioned in box 11 of this form. a) Goods wholly obtained or produced in the exporting Member State that comply with Article 27 (Wholly Obtained) of the ATIGA. FOR OFFICIAL USE: The Customs Authority of the importing Member State must indicate (•*/) in the appropriate boxes in column 4 whether or not preferential treatment is granted. BACK-TO-BACK CERTIFICATE OF ORIGIN: In cases of Back-to-Back CO, in accordance with Rule 11 (Back-to-Back CO) of Schedule 8 of the ATIGA, the "Back-to-Back CO" box must be marked is (^) and the reference number and the date of issue of the original CO (Form D) must be indicated in box 7.

EXHIBITIONS: In cases where goods are sent from the exporting Member State to an exhibition in another country and sold during or after the exhibition for import into the Member State, in accordance with Rule 22 of Annex 8 to ATIGA, the box "Exhibitions" should be marked (V ) and state the name and address of the exhibition in box 2. ISSUED RETROACTIVELY: In exceptional cases, due to accidental errors or omissions or other valid reasons, the certificate of origin (form D) may be issued retroactively, in accordance with paragraph 2 of rule 10 of the Annex 8 k ATIGA the box "Issued retroactively" (V) must be marked. ACCUMULATION: In cases where goods originating in a Member State are used in another Member State as material for finished products, in accordance with paragraph 1 of Article 30 of ATIGA, the field "Accumulation" must be marked (V).

PARTIAL CUMULATION (PC): If the regional value content of the material is less than forty percent (40%), a certificate of origin (Form D) may be issued for cumulation purposes in accordance with paragraph 2 of Article 30 of the ATIGA. , the "Partial cumulation" box must be marked (V). FOR OFFICIAL USE: The customs authority of the importing Member State must indicate (√) whether preferential treatment is granted or not in the appropriate fields in column 4. MULTIPLE ITEMS: For multiple items declared in the same Form D, if preferential treatment is not granted for any of the items, box 4 should be marked “No preferential treatment granted” (√) and the item number in box 5 should be circled or marked accordingly.

THIRD COUNTRY INVOICING: In cases where invoices are issued by a third country, the "Third Country Invoicing" box should be ticked (√) and information such as the name and country of the company issuing the invoice should be shown in Box 7 .PAPA- PARTIAL CERTIFICATE OF ORIGIN: In cases of Back-to-Back CO, in accordance with rule 11 of annex 8 of ATIGA, the "Back-to-Back CO" box must be marked (√) and the reference number and the date of issue of the original proofs of origin must be indicated in box 7. EXHIBITION: In cases where goods are sent from the exporting Member State for exhibition in another country and are sold during or after exhibition for import into a Member State Indicate, in in accordance with Rule 22 of Annex 8 of ATIGA, the box "Exhibits" should be marked (√) and the name and address of the exhibit should be indicated in Box 2.

RETROACTIVE ISSUE: Due to inadvertent errors or omissions or other valid causes, the Certificate of Origin (Form D) may be issued retrospectively, in accordance with paragraph 2 of Rule 10 of Schedule 8 of ATIGA, and the box “ issued retroactively” are checked. ACCUMULATION: In cases where goods originating in one Member State are used in another Member State as material for finished products, in accordance with Article 30(1) of ATIGA, the “Accumulation” box must be ticked. PARTIAL CUMULATION (PC): If the regional value content of the material is less than forty percent (40%), the Certificate of Origin (Form D) may be issued for cumulation purposes, in accordance with paragraph 2 of Article 30 of the ATIGA, shall the “Partial cumulation” box must be checked.

Referensi

Dokumen terkait

BAB VI KETENTUAN PERALIHAN Pasal 22 Laporan Gratifikasi yang telah diterima dan masih dalam proses penanganan laporan di UPG atau Komisi Pemberantasan Korupsi sebelum Peraturan

PETA JABATAN DIREKTORAT METROLOGI Direktur Metrologi Kepala Subbagian Tata Usaha Jabatan Perencana Ahli Muda Perencana Ahli Pertama Analis Kepegawaian Ahli Muda Analis Kepegawaian

Pasal 15 1 Pengadaan barang/jasa untuk kegiatan yang dibiayai oleh Hibah yang tercantum dalam DIPA Kementerian Perdagangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat 5 dilakukan sesuai

Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 67 Tahun 2018 tentang Alat-alat Ukur, Takar, Timbang, dan Perlengkapannya yang Wajib Ditera dan Ditera Ulang Berita Negara Republik Indonesia Tahun

Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 5 Tahun 2018 tentang Koordinasi Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah untuk Stabilisasi Harga Berita Negara Republik Indonesia

Untuk tujuan kolom 3 dari Lampiran ini: WO berarti produk yang diperoleh atau diproduksi secara keseluruhan di wilayah suatu Pihak sebagaimana ketentuan Pasal 3 Lampiran 1; CC berarti

Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 33/M-DAG/PER/5/2017 tentang Nama Jabatan dan Kelas Jabatan di Lingkungan Kementerian Perdagangan Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor

Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 46 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Harga Patokan Ekspor atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan Bea Keluar, Harga Referensi atas