• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF METODOLOGI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF METODOLOGI"

Copied!
238
0
0

Teks penuh

Buku ini hadir untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa terkait materi yang dipelajari pada mata kuliah MSI. Oleh karena itu, keterlibatan para pembaca dalam turut serta memperbaiki dan menyempurnakan buku ini merupakan harapan terbesar kami.

PENDAHULUAN

Dengan demikian, kehadiran metodologi kajian Islam diharapkan benar-benar dapat memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan umat Islam di seluruh dunia. Metodologi kajian Islam harus menjadi kunci untuk mengeluarkan kekuatan komunitas Muslim yang akan membawa kemajuan pada pemikiran.

KARAKTERISTIK STUDI ISLAM

Selain pesantren, perguruan tinggi Islam tentunya menjadi institusi yang paling populer untuk kajian Islam komprehensif. Universitas Islam di Indonesia seperti STAIN, IAIN dan UIN dapat dijadikan referensi pengembangan kajian Islam.

PRINSIP DASAR EPISTEMOLOGI ISLAM

Al-Jabiri mengungkapkan seluruh pemikirannya tentang epistemologi dalam karyanya Naqd al-'Aql al-'Arabi>. Tulisan ini terdiri dari tiga kitab yaitu Takwin al-'Aql al-'Arabi, Bunyah al-'Aql al-'Arabi dan al-'al-Aql al-Siyasi al-'Arabi.

ARTI PENTING AGAMA BAGI MANUSIA

Ajaran yang diturunkan Tuhan kepada manusia melalui pribadi 8. Dari pengertian di atas, paling sedikit dapat ditemukan empat unsur agama: unsur kepercayaan terhadap kesaktian;. unsur keyakinan bahwa kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan kehidupan setelah mati bergantung pada adanya hubungan. baik dengan kekuatan yang dimaksud;. unsur respon emosional masyarakat; Dalam kajian Islam, agama merupakan wahyu yang diturunkan kepada Rasul-Nya untuk kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.

Ajaran agama mampu mengubah kepribadian seseorang atau kelompok menjadi kehidupan baru sesuai dengan agama yang dianutnya. Ajaran agama menjunjung tinggi seluruh ikhtiar manusia, tidak hanya yang bersifat ukhrawi, namun juga dunia.

SUMBER AJARAN ISLAM

Namun sebagian ulama berpendapat bahwa Al-Qur'an berasal dari kata اًنآْر ُق َو ًة َءاَرِق. Al-Qur'an mengajak manusia untuk mengimani tauhid yang murni, menyamakan diri dengan Allah SWT dan tidak menyekutukan-Nya.

Syariat Islam yang disajikan dalam Al-Qur'an dan Sunnah secara komprehensif memerlukan pengkajian dan pengkajian secara ilmiah dan terus menerus. Fungsi ijtihad adalah untuk menjelaskan atau menetapkan hukum-hukum yang tidak dijelaskan secara rinci dalam Al-Qur'an dan Sunnah.

KARAKTERISTIK AJARAN ISLAM

Islam sesuai dengan fitrah manusia, artinya Islam memuat petunjuk-petunjuk yang sesuai dengan fitrah manusia, baik keyakinan, perasaan, maupun pikiran.

Islam normatif adalah Islam yang berada dalam dimensi sakral, yang mengakui adanya realitas transendental yang bersifat mutlak. Islam historis adalah Islam yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah kehidupan manusia dalam ruang dan waktu. Dengan kata lain, Islam historis adalah Islam yang sesungguhnya atau Islam yang sejati; Islam telah dipahami dan diamalkan Islam dalam konteks sejarah sejak agama ini diturunkan kepada Muhammad dilihat berdasarkan dua sumber utamanya, yaitu Al-Qur'an dan hadis.

Ciri-ciri ajaran Islam adalah karakter yang harus dimiliki umat Islam berdasarkan Al-Qur’an dan hadis dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, kebudayaan, pendidikan, sosial, ekonomi, politik, dan lain sebagainya. Ajaran Islam yang berkaitan dengan bidang sosial (mu'amalah) menempati kedudukan penting karena seluruh ajaran Islam bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia. Islam mengajarkan persatuan sosial bahwa ajaran Islam tidak membedakan latar belakang sosial yang berlaku dalam masyarakat, antara lain keturunan, ras, jenis kelamin, warna kulit, dan lain sebagainya.

Menurut Jalaluddin Rahmat sebagaimana dikutip Abudin Nata50, ajaran Islam terkesan lebih menekankan pada persoalan sosial dibandingkan aspek ritual kehidupan.

ملعلا بلط :ملس و هيلع للا ىلص للا لوسر لاق - : لاق كلام نب سنأ نع

ملسم لك ىلع ةضيرف

ISLAM SEBAGAI AGAMA WAHYU

للها يضر ماشه نب ثراحلا نأ اهنع للها يضر نينمؤملا مأ ةشئاع نع كيتأي فيك للها لوسر اي لاقف ملس و هيلع للها ىلص للها لوسر لأس هنع

Sedangkan ia adalah ayat-ayat atau tanda-tanda kekuasaan Allah swt yang dapat dilihat dari segala kejadian dan fenomena alam semesta. Kedua-duanya, apabila dikaji secara mendalam, akan melahirkan dua disiplin ilmu, iaitu ilmu yang berkaitan dengan Al-Quran dan ilmu alam (sains); serta melahirkan dua jenis kepakaran iaitu ulama dan ilmuwan. Kedua-duanya harus disatukan seperti pada zaman kejayaan Islam, dalam bentuk integrasi-hubungan al-Quran dan sains, atau Islam dan sains.

Analisis perhubungan itu amat diperlukan terutama untuk menetapkan hukum-hukum yang tidak diterangkan secara khusus dalam al-Quran dan al-Sunnah. 56 Akal berasal daripada perkataan Arab al-‘aql (لقعلا), yang dalam bentuk kata nama tidak terdapat dalam al-Quran. Al-Quran hanya menyebut kata kerja 'aqaluh (هولقع) dalam satu ayat, ta'qilun (24 (نولقعت) ayat), naqil (لقعن) satu ayat, ya'qiluha (احلقعي) satu ayat dan ya'qilun (22) نولقعي ayat.

Ibnu Taimiyah pernah berkata, jika Allah tidak menurunkan agamanya, maka manusia dengan akalnya sendiri bisa mengetahui hakikat Tuhannya dan kebenaran itu sendiri.

AGAMA SEBAGAI PRODUK BUDAYA

Sedangkan kebudayaan adalah hasil kegiatan manusia dan ciptaan batin (akal), seperti kepercayaan, seni, dan adat istiadat.61 Para sosiolog mengartikan kebudayaan sebagai seperangkat keterampilan (adat istiadat, moral, seni, ilmu pengetahuan, dan sebagainya). Di sisi lain, inisiatif masyarakat menciptakan norma-norma dan nilai-nilai sosial yang sangat diperlukan untuk menciptakan ketertiban dalam interaksi sosial. Banyaknya ayat-ayat Al-Qur’an yang dibantah oleh bangsa Arab pada masa turunnya wahyu menunjukkan bahwa bangsa Arab mempunyai pemikiran yang maju.

Sebagaimana bangsa-bangsa lain, bangsa Arab juga mempunyai masyarakat yang tercerahkan, diwakili oleh bangsa hadar, dan masyarakat Badui, yang mewakili masyarakat yang bermental sederhana. Menurut Zuhairi al-Misrawi, sebagaimana dikemukakan Armstrong dan Fazlur Rahman65, kehidupan keagamaan bangsa Arab berkembang secara dinamis sesuai dengan perubahan sosial budaya. Kebudayaan adalah keseluruhan pengetahuan yang dimiliki manusia sebagai makhluk sosial yang memuat seperangkat model pengetahuan yang dapat digunakan secara selektif untuk memahami dan menafsirkan lingkungan yang dihadapinya kemudian mendorong dan menciptakan tindakan yang diperlukan.

Oleh karena itu, agama sebagai realitas budaya merupakan hasil pemikiran manusia yang berupa penafsiran terhadap teks-teks suci (teks asli).

حلصلأا ديدجلاب ذخلأاو حلاصلا ميدقلا ىلع ةظفاحملا

Suatu agama dapat menjadi pengetahuan dan keyakinan pemeluknya melalui proses perjuangan menghilangkan nilai-nilai budaya yang bertentangan dengan hakikat keyakinan agama tersebut. Agama juga harus mampu beradaptasi dengan nilai-nilai dan unsur budaya yang ada, sehingga agama dapat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari budaya tersebut. Pendekatan kajian budaya diperlukan karena dapat menjadi metode yang menjanjikan untuk memahami karakteristik keagamaan suatu masyarakat tertentu.

Jika agama telah menjadi budaya suatu masyarakat, maka dengan sendirinya agama menjadi nilai-nilai budaya tersebut. Nilai-nilai etika dan moral keagamaan akan lebih mudah tertanam dan tercermin dalam institusi masyarakat. Sebaliknya jika yang menjadi inti suatu kebudayaan adalah nilai-nilai budaya lain, maka yang terjadi adalah agama hanya menjadi basa-basi belaka.

Realitas di atas dapat menjadi fenomena atau gejala sosial keagamaan dan menjadi sasaran penelitian keagamaan dengan pendekatan kajian budaya.

ISLAM SEBAGAI OBYEK ILMU PENGETAHUAN

Menurut Usep Fathuddin, misalnya, ia termasuk orang yang berpendapat bahwa Islamisasi ilmu pengetahuan dan teknologi tidak diperlukan. Dan Islam dan ideologi lainnya hanya mampu menembus objek ilmu pengetahuan dan bukan ilmu itu sendiri. Menurut Dawam Rahardj, pemikiran Faruqi tentang Islamisasi ilmu pengetahuan sebenarnya terfokus pada dua bidang kajian.

Islamisasi ilmu pengetahuan seperti ini didasarkan pada asumsi bahwa ilmu pengetahuan itu bebas nilai. Kedua, Islamisasi iptek dapat dilakukan dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam konsep iptek. Ketiga, Islamisasi ilmu pengetahuan dan teknologi terjadi melalui penerapan konsep tauhid dalam arti luas.

Keempat, Islamisasi ilmu pengetahuan juga dapat dilakukan melalui inisiatif pribadi melalui proses pendidikan yang diberikan.

METODE MEMAHAMI ISLAM

Di sisi lain, para ulama kita sudah terbiasa memahami Islam secara doktrinal dan dogmatis, sama sekali tidak berhubungan dengan realitas yang hidup di masyarakat. Selain itu, Mukti Ali juga menyampaikan pendapat mengenai metode pemahaman Islam yang dikemukakan oleh Ali Syari'ati yang menekankan pentingnya melihat Islam secara utuh sebagaimana disebutkan di atas. Cara memahami Islam selanjutnya adalah dengan mengkaji suasana dan situasi di mana Nabi Muhammad SAW bangkit.

Dari uraian ini kita melihat bahwa secara garis besar ada dua jenis metode yang dapat digunakan untuk memahami Islam. Kedua, metode sintesis, yaitu cara memahami Islam yang memadukan metode ilmiah dengan segala sifat rasional, obyektif, kritis dan sebagainya dengan metode teologis normatif. Metode yang digunakan untuk memahami Islam suatu hari nanti mungkin dianggap tidak lagi memadai, sehingga diperlukan pendekatan-pendekatan baru yang harus terus dijajaki oleh para reformis.

Metode dan pendekatan dalam memahami Islam tersebut masih perlu dilengkapi dengan metode teologis dan normatif, sebagaimana disebutkan di atas.

BEBERAPA PENDEKATAN DALAM MEMAHAMI ISLAM

Dalam konteks ajaran Islam, secara normatif berarti ajaran agama yang tidak dirusak oleh pemahaman dan penafsiran manusia.119. Teologi tradisional adalah diskusi analitis dan kritis terhadap doktrin-doktrin agama yang dimaksudkan untuk membela keyakinan tertentu. Karena ia merasa bertanggung jawab atas keimanannya maka keimanan yang dimiliki seseorang itulah yang paling benar.

Pendekatan teologis tidak bisa menyelesaikan permasalahan mendasar agama karena sudah ada hal-hal yang harus dipatuhi. Karena banyak bidang ilmu agama yang dapat dipahami secara proporsional dan tepat jika kita menggunakan jasa bantuan sosiologi, maka di sinilah letak sosiologi sebagai instrumen pemahaman ajaran agama. Pentingnya pendekatan sosiologi terhadap pemahaman agama dapat dipahami karena banyak ajaran agama yang berkaitan dengan permasalahan sosial.

Melalui pendekatan filosofis ini, seseorang tidak akan terjebak dalam praktik keagamaan yang formalistik, yaitu mengamalkan agama dengan susah payah namun tanpa makna, hampa tanpa makna. Melalui pendekatan filosofis ini, seseorang tidak akan terjebak dalam praktik keagamaan yang formalistik, yaitu mengamalkan agama dengan susah payah namun tanpa makna, hampa tanpa makna. Namun, pendekatan filosofis ini tidak berarti menafikan atau meremehkan bentuk-bentuk formal praktik keagamaan.

STUDI KAWASAN

Dengan demikian, Islam di Sudan disebarkan oleh orang-orang suci dari Mesir dan Arab dengan pendekatan kultural dan struktural. Ia menyatakan, para saudagar kota pelabuhan Dhaka di India Selatan merupakan pengemban agama Islam di Asia Tenggara (Sumatera). Kajian Islam di Timur tidak jauh berbeda dengan di negara-negara Barat, yaitu beragam dan mempunyai karakter tersendiri.

Kemudian perkembangan kajian Islam di dunia khususnya di Barat terjadi karena adanya kontak dengan dunia Islam, salah satunya melalui kontak dengan perguruan tinggi. Berdasarkan dosen yang mengajar mata pelajaran Islam di Barat, ada tenaga pengajar yang menganut agama Islam (Muslim) dan tenaga pengajar non-Muslim. Tokoh penting lainnya yang merupakan generasi pertama yang mempelajari Islam di Barat setelah Rasjidi adalah Harun Nasution.

Selain masyarakat Indonesia yang mengikuti studi Islam di berbagai universitas di Barat, aspek penting yang perlu mendapat perhatian lebih adalah gambaran studi Islam di negara-negara Barat.

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil pengujian yang telah dilakukan telah diperoleh hasil sebesar 66 dimana dalam kategori acceptability atau tingkat penerimaan dapat diterima secara marginal, pada Grade Scale