PENDAHULUAN
ARTI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
Pengertian Belajar dan Pembelajaran
Sudjana berpendapat bahwa belajar bukanlah hafalan atau hafalan, melainkan belajar adalah suatu proses. Hamalik,8 sebagaimana dikutip Wijayanti, menyatakan bahwa belajar merupakan suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang.
Tujuan Belajar
Jadi, tujuan pembelajaran adalah harapan perubahan yang dicapai siswa dari proses pembelajaran. Abdorakhman Gintings menjelaskan “tujuan pembelajaran harus ditetapkan sebelum proses belajar mengajar berlangsung agar guru sebagai pengemudi dan siswa sebagai penumpang memahami perubahan perilaku apa yang ingin dicapai dan bagaimana mencapainya”11 .
Ciri-ciri Belajar
Tanpa mengamati perilaku hasil belajar, Anda tidak akan bisa mengetahui ada atau tidaknya hasil belajar; Artinya perubahan tingkah laku yang terjadi akibat belajar dalam jangka waktu tertentu akan tetap ada atau tidak berubah.
Prinsip-prinsip Belajar
Siswa akan dapat belajar dengan baik apabila mendapat penguatan langsung pada setiap langkah yang dilakukan selama proses pembelajaran. Penguasaan yang sempurna terhadap setiap langkah yang dilakukan siswa akan menjadikan proses pembelajaran lebih bermakna.
Arti Penting Belajar
Oleh itu kita diajak oleh Allah untuk berfikir, memerhati dan membandingkan orang yang mengetahui dan yang tidak, sebagaimana firman Allah dalam Q.S. Al-Zumar/39: 9) yang bermaksud: (Adakah kamu. Dan apabila dikatakan: "Bangunlah", maka bangunlah, nescaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa tingkatan. ..
Hakikat Pembelajaran dan Komponen
Kegiatan belajar mengajar melibatkan guru dan siswa dalam suatu interaksi dengan menggunakan bahan pembelajaran sebagai medianya. Guru perlu mengetahui minat belajar siswa untuk mengetahui efektivitas proses belajar mengajar.
INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR …
Pengertian Interaksi Belajar Mengajar
Interaksi yang terjadi di sekitar kehidupan manusia dapat ditransformasikan menjadi “interaksi yang bernilai pendidikan”, yaitu interaksi yang secara sadar bertujuan untuk mengubah tingkah laku dan tindakan seseorang. Oleh karena itu, interaksi pendidikan merupakan gambaran hubungan aktif dua arah antara guru dan siswa yang berlangsung sehubungan dengan tujuan pendidikan.
Kegiatan dalam Interaksi Belajar
Pengembangan berbagai model pembelajaran yang berorientasi pada kegiatan belajar yang dilakukan siswa akan menjadikan pembelajaran lebih bervariasi. Beberapa kebutuhan yang dimiliki siswa antara lain: (1) kebutuhan fisik, (2) kebutuhan psikologis dan emosional, (3) kebutuhan akan penerimaan diri, (4) kebutuhan untuk dihargai, dipahami dan dicintai orang lain, (5) kebutuhan untuk dihargai, dipahami, dan dicintai oleh orang lain. kebutuhan untuk memahami tanggung jawab, (6) kebutuhan untuk bebas (perkembangan kemandirian), (7) kebutuhan untuk menghadapi rasa takut dan rasa bersalah, dan (8) kebutuhan untuk merespons.
PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Pendekatan Pembelajaran Kontekstual
Pembelajaran kontekstual adalah suatu konsep yang membantu menghubungkan isi suatu mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan memotivasi hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan mereka.5 Menurut The Wasington seperti dikutip Yasin, pembelajaran kontekstual adalah pendidikan yang memungkinkan siswa untuk memperkuat, memperluas dan memperluas pengetahuan mereka. menerapkan pengetahuan dan keterampilan akademik di lingkungan sekolah yang berbeda dan di luar sekolah untuk menyelesaikan semua permasalahan yang ada di luar sekolah untuk menyelesaikan semua permasalahan yang ada di dunia nyata.6. Dari berbagai pendapat dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kontekstual merupakan suatu konsep pengajaran bagi guru untuk memotivasi dan membantu siswa agar mampu. 5 Mohammad Nur, Pembelajaran Kontekstual Disampaikan pada Pelatihan Calon Pelatih SMP pada tanggal 21 Juni 2001 sampai dengan 6 Juli 2001 di Surabaya, Direktur Jenderal Perancangan dan Pendidikan Menengah, DEPDIKNAS.
Pendekatan Kontekstual
Jika pembelajaran kontekstual dilaksanakan dengan benar, diharapkan siswa akan terlatih untuk mampu menghubungkan apa yang dipelajarinya di kelas dengan kehidupan nyata di lingkungannya. Pembelajaran kontekstual bertujuan untuk membekali siswa dengan pengetahuan yang dapat diterapkan (ditransfer) secara fleksibel dari satu permasalahan ke permasalahan lainnya, dari satu konteks ke konteks lainnya. Lebih lanjut, tujuannya dan kontekstual adalah membekali siswa dengan pengetahuan yang dapat diterapkan secara fleksibel dari satu masalah ke masalah lainnya dengan menggunakan pendekatan yang mengandalkan memori tertentu dengan informasi berdasarkan kebutuhan individu siswa didukung oleh kecenderungan untuk mengintegrasikan beberapa bidang (disiplin ilmu) yang selalu menghubungkan. informasi dan pengetahuan awal yang telah dimiliki peserta dengan sistem penilaian autentik melalui penerapan praktis dalam pemecahan masalah.
Karakteristik Pembelajaran Kontekstual
Permasalahan tersebut merupakan tantangan yang dihadapi oleh para guru dan pengembang kurikulum, dan mereka berusaha mengatasi permasalahan tersebut dengan memperkenalkan pembelajaran baru yaitu pembelajaran kontekstual. Guru perlu memperhatikan setidaknya empat hal dalam pembelajaran kontekstual, yaitu individu siswa, kelompok siswa, baik tim, keseluruhan kelas, struktur sekolah dan besarnya komunitas kelas.
Komponen Pembelajaran Kontekstual
Bahwa siswa dapat menemukan pengetahuan dan keterampilannya sendiri, apapun materi yang akan diajarkan guru. Proses dimana siswa dapat beradaptasi, mengingat pengalaman yang telah dipelajarinya dengan menyusun kembali peristiwa belajar yang telah dilaluinya. Data yang dapat diperoleh adalah dari aktivitas belajar siswa, baik di dalam maupun di luar kelas.
Perbedaan Kontekstual dengan
Tujuannya untuk lebih memantapkan tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran yang disampaikan guru di kelas. Tujuannya adalah untuk memudahkan siswa memahami topik yang disampaikan guru di kelas. Dalam hal ini siswa kurang baik dalam menilai penguasaan guru terhadap materi pelajaran.
MOTIVASI BELAJAR
Pengertian Motivasi Belajar
Donald yang dikutip oleh Oemar Hamalik menyatakan bahwa “motivasi adalah suatu perubahan tenaga dalam diri seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan”. 3. Menurut Chaplin yang dikutip oleh Rifa Hidayah, “motivasi adalah suatu variabel intervening yang digunakan untuk menginduksi faktor-faktor tertentu dalam penciptaan, pengelolaan, pemeliharaan dan pengarahan perilaku menuju suatu tujuan.” 5. Tabrani Rusyan berpendapat bahwa “motivasi adalah kekuatan yang mendorong seseorang melakukan sesuatu untuk mencapai suatu tujuan”. 6.
Macam-macam Motivasi Belajar
Dari pengertian di atas dapat kita simpulkan bahwa motivasi belajar adalah segala sesuatu yang mendorong siswa untuk belajar dengan baik. Aspek budaya dan adat istiadat, serta aspek lingkungan fisik, seperti kondisi rumah dan suhu udara…hal-hal yang dapat menimbulkan motivasi ekstrinsik adalah: 1) Penghargaan; 26 Hadiah dapat menjadi insentif bagi siswa untuk belajar lebih baik. Berdasarkan uraian di atas, hendaknya motivasi intrinsik dan ekstrinsik digunakan dalam proses belajar mengajar.
Fungsi Motivasi Belajar
Dengan demikian motivasi dapat memberikan arahan dan kegiatan yang harus dilakukan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Dari sini dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar sangat penting untuk dimiliki oleh siswa, karena dengan adanya motivasi siswa ketika mengikuti proses belajar mengajar maka hasil belajarnya akan optimal. Oleh karena itu, guru harus mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, salah satunya melalui bimbingan dan nasehat.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Dengan adanya fleksibilitas waktu dan tempat, maka jumlah siswa yang dapat dijangkau melalui kegiatan pembelajaran elektronik akan bertambah atau bertambah. Sebagai pelengkap, artinya materi pembelajaran elektronik diprogram untuk menjadi bahan penguat atau remedial bagi siswa ketika mengikuti kegiatan pembelajaran konvensional. Ketika menyelenggarakan kegiatan e-learning, guru/pelatih/instruktur merupakan faktor yang sangat krusial dan kemampuannya dalam memotivasi siswa sangatlah penting.
MINAT BACA DAN MINAT BELAJAR . 117
Pengertian Minat Baca
Minat merupakan perasaan lebih menyukai dan melekat pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang memberitahukannya. Minat merupakan gejala psikologis yang berkaitan dengan objek atau aktivitas yang menimbulkan perasaan puas pada diri individu. Minat adalah kemampuan memberikan rangsangan yang mendorong kita untuk memperhatikan seseorang, sesuatu atau suatu kegiatan; atau sesuatu yang dapat mempengaruhi pengalaman yang dirangsang oleh aktivitas itu sendiri.7 Dari pengertian di atas dapat dirumuskan bahwa pengertian minat adalah suatu kecenderungan mental aktif yang menyebabkan seseorang atau individu melakukan suatu aktivitas.
Realitas Minat Baca Siswa
Penyelenggaraan pameran buku sebenarnya merupakan upaya untuk meningkatkan minat membaca dan juga dimaksudkan sebagai upaya untuk meningkatkan daya beli buku. Keadaan minat baca santri di lembaga pendidikan formal di Indonesia tidak berbeda dengan keadaan minat membaca masyarakat pada umumnya. Di sisi lain, ada anggapan bahwa minat membaca siswa semakin menurun, hal ini tidak sepenuhnya benar karena banyak toko buku populer yang dipenuhi anak-anak untuk membeli buku.
Pengertian Minat Belajar
Dalam arti menciptakan siswa mempunyai minat belajar yang tinggi, mungkin dengan menjelaskan hal-hal yang menarik, salah satunya dengan mengembangkan variasi gaya mengajar. Membangkitkan minat belajar siswa juga merupakan tugas guru, yang menuntut guru benar-benar menguasai segala keterampilan yang berkaitan dengan pengajaran, khususnya keterampilan variasi. Keterampilan tersebut sangat berpengaruh terhadap minat belajar siswa, serta variasi gaya mengajar sebagai seorang guru, jika variasi tersebut tidak dimanfaatkan maka siswa akan cepat bosan dan bosan terhadap materi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut sebaiknya guru menggunakan variasi gaya mengajar untuk meningkatkan semangat dan minat belajar siswa. Jika demikian maka hasil belajarnya akan sangat memuaskan.
Faktor yang Mempengaruhi Minat Baca
Kurangnya minat membaca sejak kecil dapat mengakibatkan pihak luar disalahkan, seperti kurangnya buku, guru atau sekolah yang tidak dapat memotivasi belajar, dan masyarakat tertinggal dalam budaya membaca. Minat membaca perlu dipupuk sejak kecil agar dapat menumbuhkan kebiasaan baik mengenai keinginan membaca. Hal ini harus disadari, mengingat keteladanan dalam rumah tangga mempunyai pengaruh yang besar dalam membuka minat membaca anak di kemudian hari, bahkan ketika sudah menjadi pelajar.
Usaha Meningkatkan Minat Baca dan
Dikatakan berfungsi sebagai pelengkap jika siswa mempunyai kebebasan memilih apakah ingin menggunakan materi pembelajaran elektronik atau tidak. Meski bersifat opsional, namun mahasiswa yang menggunakannya pasti akan mendapat tambahan ilmu atau wawasan. Hal inilah yang membuat siswa berpandangan bahwa guru tidak mempunyai sikap positif terhadap siswa.
EMOSIONAL BELAJAR
Pengertian Emosional Belajar
Jadi yang disebut belajar adalah proses aktivitas seluruh potensi manusia sebagai akibat dari stimulus yang datang dan hasilnya adalah perubahan tingkah laku. Belajar merupakan suatu perubahan tingkah laku, dimana perubahan tersebut dapat menimbulkan tingkah laku yang lebih baik, namun ada juga kemungkinan terjadinya tingkah laku yang lebih buruk. Artinya kita harus mengesampingkan perubahan perilaku yang disebabkan oleh motivasi, kelelahan, adaptasi, ketajaman perhatian, atau kepekaan seseorang, yang biasanya hanya berlangsung sementara.
Faktor yang Mempengaruhi Emosional
Jadi yang dimaksud dengan pembelajaran emosional adalah pengalaman afektif yang kuat yang ditandai dengan perubahan fisik dalam belajar. Kualitas atau fluktuasi gejala yang terjadi dalam perilaku sangat bergantung pada tingkat fluktuasi emosi pada individu. Dalam kehidupan sehari-hari kita sering melihat perilaku emosional, misalnya agresi, rasa takut yang berlebihan, apatis, dan perilaku yang merugikan diri sendiri, seperti memukul kepala.
Perkembangan Emosi
Oleh itu, seseorang harus dapat memahami gejala emosi yang ada pada dirinya, baik dengan perasaan terhadap dirinya maupun dengan perasaan terhadap orang lain. Terdapat aspek-aspek gejala emosi yang harus disedari apabila emosi ini mengalami perkembangan, antara lain: cinta, kasih sayang, kebahagiaan, kemarahan dan permusuhan, ketakutan dan kebimbangan. Apabila emosi berkembang, seseorang harus dapat mengatasi gejala yang disebabkan oleh perkembangan dengan berusaha membersihkan hati dan sentiasa mendekati Pencipta, juga dengan melakukan tindakan yang bermanfaat.
Macam-macam Emosi Belajar
Siswa tidak terikat secara ketat pada waktu dan tempat kegiatan pembelajaran seperti yang terjadi pada pendidikan konvensional. Makna tersebut mengandung dua implikasi penting, yaitu proses pembelajaran bagi peserta didik dan aktivitas yang dilakukan oleh guru atau pendidik dalam proses pembelajaran tersebut. Siswa yang mengikuti pembelajaran dapat menilai guru melalui beberapa aspek, yaitu: (1) apakah penyajian bahan ajar terlaksana dengan tertib (dari umum ke khusus atau dari khusus ke umum); (2) apakah guru mampu memahami kondisi kelas dan menguasai materi pelajaran; (3) apakah guru menjelaskan materi apa yang harus dipelajari siswa; dan (4) apakah pembelajaran yang sedang berlangsung dapat diikuti siswa dengan baik.
Melalui komunikasi yang baik maka pesan-pesan yang disampaikan pendidik dapat diterima dan diserap oleh peserta didik. Penilaian adalah istilah umum yang mencakup semua metode yang biasa digunakan untuk menilai kinerja siswa dalam pembelajaran.
Hasil Belajar Peserta Didik yang Bagus
PRESTASI BELAJAR
Pengertian Prestasi Belajar
Faktor yang Mempengaruhi Prestasi
Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar