• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pedoman Evaluasi Peraturan Perundang-Undangan

N/A
N/A
bagian hukum beltim

Academic year: 2024

Membagikan "Pedoman Evaluasi Peraturan Perundang-Undangan"

Copied!
47
0
0

Teks penuh

Hal ini menempatkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai “batu ujian” dalam setiap pembentukan peraturan perundang-undangan. Tujuan keseluruhan Pedoman Evaluasi Ketentuan Perundang-undangan adalah untuk memperoleh hasil evaluasi peraturan perundang-undangan yang mempunyai standar ilmiah berdasarkan kaidah ilmiah. Hal ini sesuai dengan amanat Bab XA UU untuk menetapkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur pemantauan dan peninjauan undang-undang.

Evaluasi peraturan perundang-undangan dalam pedoman ini diartikan sebagai “upaya evaluasi peraturan perundang-undangan. Ruang lingkup evaluasi peraturan perundang-undangan mencakup semua jenis peraturan perundang-undangan di tingkat pusat dan daerah. Evaluasi peraturan perundang-undangan yang dilakukan bersifat ex-post karena dilakukan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang telah diumumkan/ditetapkan.

Pelaksanaan evaluasi peraturan perundang-undangan memerlukan bahan hukum yang berkaitan dengan permasalahan dan/atau peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan. Mengakomodasi nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam suatu peraturan perundang-undangan menjadi dasar dalam pelaksanaan evaluasi peraturan perundang-undangan. Untuk mengetahui arah kebijakan peradilan dan arah kebijakan legislasi dan regulasi dapat dilihat dari rumusan pertimbangan yang mempertimbangkan dan.

Landasan Hukum Bagian dari suatu peraturan hukum memuat landasan kewenangan pembentukan peraturan hukum (landasan hukum formal) dan peraturan hukum yang disebut sebagai landasan materil untuk membentuk peraturan hukum selanjutnya (landasan hukum substantif).

Cara menilai dimensi ini adalah dengan menguji 2 (dua) atau lebih peraturan perundang-undangan yang saling berkaitan, baik tingkat hierarkinya sama maupun berbeda, atau antar pasal suatu undang-undang tertentu tidak harmonis susunannya.

Asas tanggung jawab negara, asas keberlanjutan dan keberlanjutan, Asas Ekoregion peraturan perundang-undangan yang termasuk dalam lingkup peraturan perundang-undangan lingkungan hidup. Prinsip-prinsip tersebut merupakan contoh pemenuhan prinsip pada materi dengan muatan khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat 2, dalam UU tentang pemberlakuan ketentuan perundang-undangan. Dimensi efektivitas dalam pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan Setiap penetapan peraturan perundang-undangan harus mempunyai tujuan yang jelas untuk dicapai, dapat dilaksanakan dan efektif.

Penilaian pelingkupan ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kejelasan tujuan serta kelayakan dan penerapan peraturan perundang-undangan terkait di masyarakat. Penilaian besaran ini harus didukung oleh data yang berkaitan dengan implementasi peraturan perundang-undangan tersebut. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menilai dimensi ini adalah dengan melihat tujuan mana yang menjadi dasar perancangan.

Dalam melakukan evaluasi pada dimensi ini dapat juga dilengkapi dengan penerapan metode Analisis Biaya dan Manfaat terhadap suatu permasalahan regulasi dalam peraturan perundang-undangan yang sedang dievaluasi. Tujuan dari evaluasi ini adalah untuk menghitung hubungan antara dampak manfaat dengan beban/biaya yang timbul setelah diterbitkannya ketentuan hukum, apakah sudah sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Perumusan Rekomendasi

Apabila tujuan-tujuan yang menjadi dasar terciptanya suatu produk hukum dapat diwujudkan secara nyata (di lapangan), maka dapat dikatakan bahwa pelaksanaan ketentuan hukum telah efektif. Sebaliknya jika tujuan yang mendasari terciptanya produk hukum tersebut tidak/tidak dapat terwujud, maka dapat dikatakan bahwa pelaksanaan undang-undang tersebut belum cukup efektif, hal ini mungkin disebabkan karena masih adanya kesenjangan antara apa yang diinginkan dengan produk hukum tersebut. tujuan (legal in the book) dan kenyataan di masyarakat (law in action). Rekomendasi dapat berupa pernyataan pembatalan, perubahan, tindakan tetap dan/atau tindakan lain dalam rangka efektifitas pelaksanaan norma peraturan perundang-undangan yang dievaluasi.

Untuk menindaklanjuti rekomendasi evaluasi peraturan perundang-undangan, dapat digunakan alat berupa pembobotan, guna mengidentifikasi urgensi tindakan segera. Penetapan kategori selanjutnya atas rekomendasi hasil evaluasi dilakukan setelah evaluasi selesai dan disusun rekomendasi berupa pencabutan, perubahan, permanen dan/atau tindakan lain dalam rangka efektivitas pelaksanaan peraturan perundang-undangan. . Penentuan kategorisasi kontinum ini ditentukan oleh jumlah item permasalahan, aspek bobot nilai Dimensi Evaluasi, dan aspek dampak.

Semakin banyak pasal yang bermasalah, semakin besar bobot dimensinya dan semakin besar dampaknya, maka tindak lanjut rekomendasi akan masuk dalam kategori sangat mendesak. Bobot nilai Dimensi Pancasila idealnya paling besar di antara enam dimensi yang ada, sedangkan Dimensi Kejelasan Rumusan dapat diberi bobot nilai paling kecil di antara dimensi lainnya. Sedangkan bobot nilai sedang (nilai antara) pada dimensi ketepatan jenis peraturan perundang-undangan, dimensi disharmoni, dimensi kesesuaian dengan asas bidang hukum peraturan perundang-undangan.

Laporan Hasil Evaluasi Hukum

PENUTUP

KEPALA BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIONAL, KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM RI,

BENNY RIYANTO

INSTRUMEN EVALUASI PERUNDANG-UNDANGAN Tabel 1

Variabel dan Indikator Penilaian Nilai-Nilai Pancasila

NO. VARIABEL INDIKATOR KETERANGAN INDIKATOR 5) Adanya ketentuan yang dapat menumbuhkan dan

KETERANGAN INDIKATOR VARIABEL INDIKATOR 5) Terdapat ketentuan yang dapat mendorong dan... KETERANGAN INDIKATOR VARIABEL INDIKATOR 3) Terdapat ketentuan yang memberikan jaminan.

NO. VARIABEL INDIKATOR KETERANGAN INDIKATOR 3) Adanya ketentuan yang memberikan jaminan

NO. VARIABEL INDIKATOR KETERANGAN INDIKATOR perlindungan kepada setiap orang dalam

NO. VARIABEL INDIKATOR KETERANGAN INDIKATOR memelihara ketertiban dunia berdasarkan

NO. VARIABEL INDIKATOR KETERANGAN INDIKATOR nasional yang berdasarkan Pancasila dan UUD

NO. VARIABEL INDIKATOR KETERANGAN INDIKATOR tidak ditemukan ketentuan yang

NO. VARIABEL INDIKATOR KETERANGAN INDIKATOR permusyawaratan

NO. VARIABEL INDIKATOR KETERANGAN INDIKATOR nilai kebenaran dan keadilan,

NO. VARIABEL INDIKATOR KETERANGAN INDIKATOR dampak negatif, maka perlu

NO. VARIABEL INDIKATOR KETERANGAN INDIKATOR generasi kini dan yang akan datang

VARIABEL INDIKATOR KETERANGAN INDIKATOR generasi sekarang dan generasi mendatang.. VARIABEL INDIKATOR KETERANGAN INDIKATOR 13) Terdapat ketentuan yang dapat mendorong.

NO. VARIABEL INDIKATOR KETERANGAN INDIKATOR 13) Adanya ketentuan yang dapat mendorong

NO. VARIABEL INDIKATOR KETERANGAN INDIKATOR antara kepentingan individu/golongan dan

Variabel Dan Indikator Penilaian Ketepatan Jenis Peraturan Perundang-Undangan

NO. JENIS PUU VARIABEL INDIKATOR

NO. JENIS PUU VARIABEL INDIKATOR Mengatur struktur organisasi;

Susunan dan kedudukan TNI, Polri, hubungan kewenangan TNI dan Polri dalam melaksanakan tugasnya, syarat-syarat peran serta warga negara Indonesia dalam pertahanan dan keamanan negara [Mzm.30 ayat (5) )].

Variabel Dan Indikator Penilaian Disharmoni Pengaturan

terdapat peraturan yang berkaitan dengan aspek penegakan hukum yang sama dalam 2 (dua) peraturan atau lebih yang berbeda hierarkinya, namun mempunyai hukum acara yang berbeda; adanya peraturan mengenai aspek penegakan hukum yang sama pada 2 (dua) peraturan atau lebih yang setingkat, namun hukum acaranya berbeda; Terdapat pengaturan mengenai aspek penegakan hukum yang sama dalam 2 (dua) peraturan atau lebih yang hierarkinya berbeda, namun memberikan hak yang berbeda.

Kewajiban – Terdapat aturan mengenai kewajiban yang sama dalam 2 (dua) aturan atau lebih yang hierarkinya berbeda, namun memberikan kewajiban yang berbeda; Terdapat peraturan mengenai kewajiban yang sama dalam 2 (dua) peraturan atau lebih pada tingkat yang sama, namun memberikan kewajiban yang berbeda; Terdapat aturan mengenai kewajiban yang sama dalam 2 (dua) aturan atau lebih yang hierarkinya berbeda, namun membebankan kewajiban tersebut pada subjek yang berbeda;

Terdapat pengaturan mengenai kewajiban yang sama dalam 2 (dua) atau lebih peraturan yang setingkat, namun membebankan kewajiban tersebut pada subjek yang berbeda; Terdapat pengaturan mengenai kewajiban yang tidak sejalan/berbenturan antar pasal (dalam peraturan yang sama). Perlindungan - Adanya peraturan terkait perlindungan yang sama pada 2 (dua) peraturan atau lebih yang hierarkinya berbeda, namun memberikan perlindungan yang berbeda;

Terdapat skema yang mencakup perlindungan yang sama dalam 2 (dua) skema atau lebih pada tingkat yang sama, namun menawarkan perlindungan yang berbeda; Terdapat skema yang mencakup perlindungan yang sama dalam 2 (dua) skema atau lebih dengan hierarki yang berbeda, namun memberikan perlindungan kepada subjek yang berbeda; Terdapat skema yang mencakup perlindungan yang sama dalam 2 (dua) skema atau lebih pada tingkat yang sama, namun memberikan perlindungan tersebut pada subjek yang berbeda;

Penegakan peraturan perundang-undangan - Terdapat peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan aspek penegakan hukum yang sama pada 2 (dua) peraturan atau lebih yang berbeda hierarkinya tetapi mempunyai hukum acara yang berbeda; Terdapat peraturan yang mengacu pada aspek penegakan hukum yang sama dalam 2 (dua) peraturan atau lebih yang berbeda hierarkinya namun memberikan sanksi yang berbeda; Terdapat pengaturan mengenai aspek penegakan hukum yang sama pada 2 (dua) peraturan atau lebih yang setingkat, namun sanksinya berbeda;

Variabel dan Indikator Penilaian Kejelasan Rumusan

Variabel dan Indikator Penilaian Efektivitas Pelaksanaan Peraturan Perundang-Undangan

Penilaian Rasio Beban dan Manfaat Pelaksanaan Peraturan Perundang-undangan

Pembobotan Rekomendasi Umum Peraturan Perundang-Undangan

Apabila masuk dalam kriteria Sangat Mendesak, namun tidak masuk dalam daftar panjang program legislasi nasional, maka dapat dimasukkan dengan izin inisiatif. 2 Kriteria nilai tidak hanya berkaitan dengan dampak saja, tetapi harus ada kriteria lain, misalnya kegunaan dan kegunaan PUU. 3 Analis harus terlebih dahulu menurunkan status rekomendasi PUU secara keseluruhan.

Lembar Kerja Evaluasi Peraturan Perundang-Undangan

Referensi

Dokumen terkait

Ragam bahasa peraturan perundang-undangan ialah gaya bahasa yang digunakan dalam membentuk suatu isi dalam peraturan perundang-undangan, seperti yang telah diketahui

Pemberhentian dari jabatan fungsional perancang peraturan perundang- undangan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan. Terdapat pengajuan

Asas-asas pembentukan peraturan perundang-undangan yang baik antara lain adalah: Peraturan perundang-undangan tidak berlaku surut; Peraturan perundang- undangan

Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku, semua Peraturan Perundang- undangan yang merupakan peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan

6 Lihat Pasal 1 angka (2), Undang- Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang- Undangan Peraturan Perundang-undangan adalah peraturan

Ruang lingkup analisis dan evaluasi hukum yang dilakukan oleh pemerintah ini adalah peraturan perundang-undangan yang telah diundangkan dan diberlakukan, yang

Penanggung jawab program penguatan peraturan perundang-undangan adalah Bagian Peraturan Perundang- Undangan, Biro H ukum dan Organisasi, Sekretariat Jenderal

• Untuk memudahkan masyarakat dalam memberikan masukan secara lisan dan/atau tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat 1, setiap Rancangan Peraturan Perundang-undangan harus dapat