• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelanggaran Norma Di Kalangan Remaja

N/A
N/A
Silvi Ambar

Academic year: 2023

Membagikan "Pelanggaran Norma Di Kalangan Remaja"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

PELANGGARAN NORMA DI KALANGAN REMAJA

ABSTRAK

Kenakalan remaja merupakan salah satu bentuk perilaku menyimpang yang dilakukan oleh kalangan remaja. Berdasarkan berbagai penelitian yang ada, kenakalan remaja sering dikaitkan dengan status sosial ekonomi keluarga. Tulisan ini mendeskripsikan fenomena kenakalan remaja pada siswa MAN. Dengan mengadopsi konsep perilaku menyimpang dari Robert Merton yang mengaitkan perilaku menyimpang dan status sosial ekonomi keluarga, studi ini mencoba mengungkapkan bahwa status sosial ekonomi keluarga mempengaruhi kehidupan keluarga dalam aspek lingkungan fisik dan mental siswa.

Status sosial ekonomi keluarga dapat diukur melalui tingkat pendidikan, pendapatan rumah tangga, serta pekerjaan orang tua. Berdasarkan pengamatan langsung, tulisan ini mendapati bahwa keluarga dengan pendapatan di atas upah minimum regional menyediakan kenyamanan bagi siswa. Sebaliknya, keluarga dengan pendapatan rendah menempatkan mereka berisiko mengalami masalah perkembangan anak. Sebagai akibatnya, siswa dari keluarga sosial ekonomi rendah lebih kesulitan mencapai tujuan dan menempatkan mereka pada keadaan frustrasi yang mendorong kenakalan remaja.

PENDAHULUAN

Masa remaja merupakan merupakan masa transisi dari kehidupan masa kanak- kanak (childhood) ke masa dewasa (adulthood). Secara negatif periode ini disebut juga periode “serba tidak” (the “un”

stage), yaitu unbalance = tidak/belum seimbang, unstable = tidak/belum stabil, unpredictable = tidak dapat diramalkan.

Pada periode ini terjadi perubahan- perubahan yang sangat berarti dalam segi- segi physiologis, emosional, sosio dan intektual. (Sulaeman, 1995). Kondisi remaja yang dalam masa tidak stabil membuat remaja rentan akan berbagai perilaku negatif seperti halnya kenakalan remaja. Menurut Kartono (1998) kata kenakalan remaja

(juvenile delinquency) merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial yang mendorong bentuk perilaku yang menyimpang dari nilai dan norma yang ada di masyarakat, sehingga dapat merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

Adapun bentuk-bentuk perilaku menyimpang yang dapat dikategorikan ke dalam kenakalan remaja secara umum menurut Sarwirini (2011), antara lain, pertama, kenakalan biasa seperti suka berkelahi, suka keluyuran, membolos sekolah, dan pergi dari rumah tanpa pamit.

Kedua, kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan seperti

(2)

mengendarai mobil tanpa Surat Izin Mengemudi (SIM), dan mengambil barang orang tua tanpa izin. Ketiga, kenakalan khusus seperti penyalahgunaan narkotika, hubungan seks di luar nikah, pergaulan bebas, dan pemerkosaan. Kenakalan remaja merupakan fenomena yang semakin umum terjadi di masyarakat modern.

Di Indonesia sendiri, perilaku kenakalan remaja banyak terjadi dan meningkat setiap tahunnya, hal ini dibuktikan dari data Badan Pusat Statistik (BPS). Menurut data BPS tahun 2016 (dalam Choirunisa, 2018), di tahun 2013 kasus kenakalan remaja mencapai 6325 kasus, pada 2014 mencapai 7007 kasus, pada 2015 mencapai 7762 kasus, dan pada 2016 mencapai 8597. Dengan kata lain, angka kenakalan remaja mengalami peningkatan sebesar 10,7 persen dalam kurun 2013–2016. Kasus–kasus kenakalan remaja yang marak terjadi antara lain tawuran, membolos sekolah, pencurian, pembunuhan,pergaulan bebas, dan narkoba.

Menurut data KPAI tahun 2016 (dalam Choirunisa, 2018), jumlah pelajar tawuran meningkat 20 persen hingga 25 persen setiap tahunnya terhitung dari tahun 2011 sampai 2016. faktor. Dari data-data tersebut, terlihat bahwa kenakalan remaja yang terjadi di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun.

METODE

Studi ini didasarkan pada penelitian kualitatif dengan menggunakan observasi langsung. Dalam proses pengumpulan data, peneliti melakukan pengamatan kepada

siswa MAN yang berusia 15-18 tahun dan keluarga siswa di Bekasi. Dari hasil observasi tersebut peneliti memilah data yang terkait dengan kenakalan remaja dan kondisi keluarga siswa.

PEMBAHASAN

Dari hasil observasi langsung terhadap remaja di Kota Bekasi. Remaja di kota Bekasi. Bentuk-bentuk kenakalan remaja sangat beragam, mulai dari kenakalan ringan seperti membolos sekolah, membolos jam pelajaran, menggunakan seragam ketat, berkata tidak sopan, tidak menghargai orang yang lebih tua, merokok, mengomsumsi alkohol, bernyanyi dengan suara yang cukup keras hingga larut malam, tawuran hingga kenakalan serius seperti mencuri, melakukan penyerangan.Beberapa perilaku kenakalan remaja ringan yang sering terjadi adalah merokok, perilaku merokok tersebut terjadi pada remaja laki laki maupun perempuan.

Perilaku merokok tersebut biasanya dilakukan di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Ketika berada di sekolah remaja biasanya merokok di pojok sekolah atau di kamar mandi sekolah. Selain di dalam sekolah remaja juga sering merokok bersama dengan teman teman mereka ketika nongkrong dengan teman- temannya. Para remaja tidak segan merokok ketika masih menggunakan seragam sekolah, jika mereka sedang bersama teman-temannya yang jumlahnya cukup banyak.

DAFTAR PUSTAKA

(3)

Astri, Herlina. 2014. Kehidupan Anak Jalanan Di Indonesia: Faktor Penyebab, Tatanan Hidup dan

Kerentanan Berperilaku

Menyimpang. Jurnal DP

Burgess, Ernest. 1952. The Economic Factor in Juvenile Delinquency.

Journal of Criminal Law and Criminology Volume 1

Choirunissa, Rachel dan Annastasia Ediati.

Hubungan Antara Komunikasi Interpersonal Remaja orangtua dengan Regulasi Emosi Pada Siswa SMK. (Jurnal Empati, Agustus 2018, Volume 7), Halaman 236-243 Hadisiwi, Purwanti dan Jenny Ratna

Suminar. 2013. Konstruksi Sosial Anggota Geng Motor di Kota Bandung. Jurnal Kajian Komunikasi, Volume 1, No. 1, Juni 2013, hlm 1- 10

Hoffmann, John P dan Mikaela J. Dufur.

2018. Family Social Capital, Family Social Bonds, and Juvenile Delinquency. SAGE Journals

Indrawati. 2015. Status Sosial Ekonomi dan Intensitas Komunikasi Keluarga Pada Ibu Rumah Tangga Di Panggung Kidul Semarang Utara.

Jurnal Psikologi Undip Vol.14 No.1 April 2015, 52-57

Janesari, Olivia. 2009. Persepsi Remaja Tentang Penyebab Perilaku Kenakalan Remaja. Skripsi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma

Referensi

Dokumen terkait

Dengan rumusan masalah peran guru pendidikan agama Islam, bentuk-bentuk kenakalan remaja, dan strategi guru pendidikan agama Islam dalam menanggulangi kenakalan

Dengan rumusan masalah peran guru pendidikan agama Islam, bentuk-bentuk kenakalan remaja, dan strategi guru pendidikan agama Islam dalam menanggulangi kenakalan

Bentuk kenakalan tersebut adalah: Tidak mengikuti jamaah sholat dzuhur, membolos, ngobrol/ramai pada jam pelajaran berlangsung, lari dari sekolah pada jam pelajaran berlangsung,

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bentu-bentuk kenakalan remaja, Faktor-faktor yang mempengaruhi kenakalan, dampak kenakalan remaja dan, Solusi alternatif

Semua subjek menyatakan tidak setuju dengan bentuk-bentuk perilaku kenakalan remaja (komponen kognitif), terdapat 6 subjek yang merasa bahwa beberapa bentuk perilaku

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa faktor yang paling berperan menyebabkan timbulnya kecenderungan kenakalan remaja adalah faktor keluarga yang kurang

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang bentuk-bentuk kenakalan remaja (siswa), tentang faktor penyebab terjadinya kenakalan remaja (siswa), dan mengetahui upaya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bentu-bentuk kenakalan remaja, Faktor-faktor yang mempengaruhi kenakalan, dampak kenakalan remaja dan, Solusi alternatif