• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelatihan Lean Six Sigma Yellow Belt: Meningkatkan Continuous Improvement

N/A
N/A
Muh rachman hakim

Academic year: 2025

Membagikan "Pelatihan Lean Six Sigma Yellow Belt: Meningkatkan Continuous Improvement"

Copied!
54
0
0

Teks penuh

(1)

Day 1 - Lean Six Sigma Yellow Belt

Maximize Continuous Improvement to

Optimum Result

(2)

Ekspektasi

Training Happy

Full Spirit

Implementation

(3)

Melalui training ini, para peserta training di harapkan mampu :

• Memiliki konsep berfikir Continuous Improvement, di area masing agar menjadi lebih baik.

• Melakukan implementasi konsep Lean sederhana, seperti value analysis, waste reduction, process mapping analysis, dan rootcause analysis.

• Dapat menerapkan konsep Metodologi DMAIC dalam sebuah project.

Training Objective

(4)
(5)

“HAVING

NO PROBLEMS IS THE

BIGGEST PROBLEM OF ALL”

Taiichi Ohno (1912-1990)

Father of Toyota Production System

(6)

APA ITU PROBLEM SOLVING?

Problem adalah perbedaan/gap antara keadaan aktual dan keadaan ideal yang diharapkan.

Problem solving adalah tindakan mendefinisikan masalah; menentukan penyebab masalah; mengidentifikasi, memprioritaskan, dan memilih alternatif solusi; dan mengimplementasi solusi (ASQ – American Society for Quality).

Current Standard

Problem

Level 1:

Restore to standard Level 2:

Create new standard

(7)

Proses dikatakan mampu/capable secara statistik jika semua kejadian yang dihasilkannya jatuh pada 6 standar deviasi

permintaan pelanggan

Proses yang Baik Menghasilkan

Output yang Baik

(8)

• Apakah tingkat keakuratan sebesar 99,99966% terlalu ambisius?

• Padahal 99,9% saja (4,6 sigma) sudah luar biasa! Benarkah?

Mengapa Six Sigma?

• Jika 99.9% artinya:

• 4,000 resep salah dalam setahun

• 12 bayi jatuh saat dilahirkan oleh bidan / dokter tiap harinya

• 2 pendaratan yang tidak tepat pada landasan pacunya

(9)

Pentingnya Variasi dalam Six Sigma

Lama antrian di Bank Six selama 5 hari terakhir:

32 menit 12 menit 40 menit 14 menit, dan 7 menit.

Rata-rata lama antrian adalah : (32+12+40+14+7)/5 = 21 menit

Sementara, lama antrian di Bank Sigma selama 5 hari terakhir:

21 menit 19 menit 23 menit 20 menit, dan 22 menit.

Rata-rata lama antrian adalah : (21+19+23+20+22)/5 = 21 menit

Mana yang lebih Anda sukai?

(10)

Geser Nilai

Tengah Proses Kurangi

Variasi Proses

Off-Target Too Much Variation

Centered On-Target

Pentingnya Variasi dalam Six Sigma

(11)

Lama Antri di Bank Sigma

Critical Customer Requirement:

15 menit atau kurang

Defect

Distribusi Lama Antri di Bank Sigma

0 15

Walaupun variasi sudah lebih kecil, bukan berarti proses sudah baik, perhatikanlah batas-batas spesifikasi

Tapi, seberapa bagus proses kita ‘sebaiknya’?

Variasi dan Cacat

(12)
(13)

Define Measure Analyze Improve Control

Aktifitas Utama:

• Klarifikasi dan Menetapkan Y

• Menetapkan target Y

• Menentukan VoC/VoB

• Menentukan ruang lingkup proyek

• Membentuk Tim

• Project Plan

• Hitung Value Creation

• Update Project Charter

Aktifitas Utama:

• Merencanakan pengambilan data

• Validasi sistem pengukuran

• Process Mapping

• Identifikasi Quick Wins

• Mengambil data untuk mengukur kondisi (baseline) Y, dan x’s

Aktifitas Utama:

• Mengidentifikasi dan memprioritaskan x (akar masalah)

• Mengidentifikasi Non Value Added Activities

• Mencari solusi potensial dan memprioritaskan solusi

• Melakukan uji hipotesa “y vs x”

Aktifitas Utama:

• Implementasi solusi pada skala kecil

• Implementasi solusi secara menyeluruh

• Verifikasi hasil perbaikan (dampak dari solusi)

Aktifitas Utama:

• Mengendalikan variable hasil improvement

• Dokumentasikan Proyek

• Hitung ulang Value Creation

• Project Closing dan Handover ke Process Owners

Quick Win and Kaizen Blitz

Tools Utama:

• Pareto

• Project Charter

• Action Plan

• Process Map / Flow

• SIPOC

• FMEA

• Team Effectivement

Tools Utama:

• Data Collection Plan

• MSA – Gage R&R

• Value Stream Mapping

• Control Chart

• Capability Analysis

• Quick Win

• Value of Speed (WIP Control)

Tools Utama:

• Brainstorming

• Basic Improvement Tool

• FMEA

• C/E Matrix

• Hypothesis Testing

• Solution Matrix

Tools Utama:

• Design of Experiment

• Pilot Plan

• Hypothesis Testing

• Four Step Rapid Setup Method

• Productive Maintenance

• Reliability

Tools Utama:

• Control Plan

• FMEA

• Mistake Proofing

• Control Chart

• Project Handover

(14)

Define Measure Analyze Improve Control

Aktifitas Utama:

• Klarifikasi dan Menetapkan Y

• Menetapkan target Y

• Menentukan VoC/VoB

• Menentukan ruang lingkup proyek

• Membentuk Tim

• Project Plan

• Hitung Value Creation

• Update Project Charter

Aktifitas Utama:

• Merencanakan pengambilan data

• Validasi sistem pengukuran

• Memetakan Value Stream

• Identifikasi Quick Wins

• Mengambil data untuk mengukur kondisi (baseline) Y, dan x’s

• Mengukur kestabilan dan kapabilitas proses

Aktifitas Utama:

• Mengidentifikasi dan memprioritaskan x (akar masalah)

• Mengidentifikasi Non Value Added Activities

• Mencari solusi potensial dan memprioritaskan solusi

• Melakukan uji hipotesa “y vs x”

Aktifitas Utama:

• Piloting solusi pada skala kecil

• Implementasi solusi secara menyeluruh

• Verifikasi hasil perbaikan (dampak dari solusi)

Aktifitas Utama:

• Mengendalikan KPOV dan KPIV

• Dokumentasikan Proyek

• Hitung ulang Value Creation

• Rencanakan duplikasi solusi

• Project Closing dan Handover ke Process Owners

Quick Win and Kaizen Blitz

Tools Utama:

• Pareto

• Project Charter

• Action Plan

• Process Map / Flow

• SIPOC

• FMEA

• Team Effectivement

Tools Utama:

• Data Collection Plan

• MSA – Gage R&R

• Value Stream Mapping

• Control Chart

• Capability Analysis

• Quick Win

• Value of Speed (WIP Control)

Tools Utama:

• Brainstorming

• Basic Improvement Tool

• FMEA

• C/E Matrix

• Hypothesis Testing

• Solution Matrix

Tools Utama:

• Design of Experiment

• Pilot Plan

• Hypothesis Testing

• Four Step Rapid Setup Method

• Productive Maintenance

• Reliability

Tools Utama:

• Control Plan

• FMEA

• Mistake Proofing

• Control Chart

• Project Handover

(15)

Define Measure Analyze Improve Control

Apa itu VOC Project Charter

Voice Of

Customer

(16)

Tujuan Belajar

• Memahami hakikat pelanggan yang sebenarnya

• Dapat mengidentifikasi siapa pelanggan proyek anda

• Dapat menerjemahkan VoC menjadi CTQ di proyek anda

• Dapat mengidentifikasi dan membuat elemen-elemen

dalam project charter

(17)

Y = f(X 1 , X 2 , X 3 , X n ,…)

Gambaran pemilihan masalah yang SPESIFIK dan TUNGGAL (tergantung skala project kita):

BIGGEST Y

BIG X 1

BIG X 2

BIG X 3

BIG Y 1

BIG Y 2

BIG Y 3

small x 1 small x 2 small x 3 small x 4 small x 5 small x 6 small x 7

small y 1

small y 2

small y 3

small y 4

small y 5

small y 6

small y 7

(18)

Pelanggan menentukan apakah produk atau jasa yang kita buat atau cipta berkualitas atau tidak. Untuk itu mengetahui dan memahami apa yang diinginkan dan diharapkan pelanggan adalah fokus dari usaha Six Sigma

pelanggan

Peran dari Pelanggan

(19)

Adalah penerima produk atau jasa yang kita buat atau cipta

pelanggan

Internal

Eksternal

• Proses selanjutnya

• Leadership/ Manajemen

• Karyawan

• End customer

• Klien

• Broker

• shareholder

Pelanggan

(20)

Voice of X adalah suara, ekspresi, ekspektasi, preferensi, komentar, saran dari X terhadap sebuah produk atau servis.

Voice of X secara intensif digunakan sebagai pemicu (trigger) dalam menentukan problem/masalah.

Apa saja Voice of X (VoX)?

• Voice of Customer (VoC)

• Voice of Business (VoB)

• Voice of Employee (VoE)

• Voice of Process (VoP)

Voice of X bisa jelas, bisa pula belum jelas sehingga perlu Klarifikasi untuk menemukan Key Issue.

Key Issue kemudian ditranslasi menjadi Critical Requirement.

Critical Requirement adalah Voice of X yang spesifik, terukur, lengkap, tidak

ambigu, dan menggambarkan apa yang diinginkan, bukan cara untuk mencapainya.

Voice of X

(21)

Apakah Voice of Customer itu?

• Voice of the Customer” (VoC) - ekspresi dari keinginan dan minat pelanggan

• Bisa Spesifik – “Saya ingin pengiriman dalam 30 hari”

• Bisa Belum Jelas – “Kirimkan lebih cepat ”

Perspektif Voice of Customer:

Q Technical Quality (kualitas teknis) V Volume or quantity (volume) A Administrative systems

L Location (lokasi)

I Interrelationships (hubungan) T Time (waktu)

Y Yield (hasil)

Pelangg an Kualitas

Teknis

Lokasi

Hu- bungan

Waktu Hasil

Volume Adminis-

trasi

(22)

Voice of Customer

Saya tidak bisa menunggu berapa lama barang saya terima

Klarifikasi Key Customer Issue

Ingin proses delivery lebih cepat lagi

Critical Customer Requirement

• Proses delivery < 5 hari kerja

• Tidak ada kesalahan (akurasi 100%)

Voice of Customer

Saya tidak mau ada

kesalahan submit dokumen lagi

Klarifikasi Key Customer Issue

Ingin error submit dokumen berkurang

Critical Customer Requirement

Jumlah error submit dokumen 0

Translasi Voice menjadi CCR

(23)

CCR dalam Konteks Y= f(X)

Y = f(X 1 , X 2 , X 3 ,…X n )

• Ketika Critical Customer Requirements (CCRs) telah diketahui, dalam beberapa project, fokus kita bukanlah di CCR tersebut (Big Y).

• Karena Y = f(X), seringkali kita harus hanya fokus pada X (baca: Big X) sebagai fokus project kita.

• Project Six Sigma berusaha memperbaiki X agar Y dapat tercapai.

• Tergantung dari ruang lingkup dan skala project, jika kita ingin turun ke level yang lebih kecil, X dapat menjadi y kita (small y).

• Sehingga, selama proses Analyze, kita berusaha untuk memperbaiki small x agar small y bisa tercapai.

• Sekali lagi, ini tergantung dari skala project Anda.

(24)

Workshop VOC - Kelompok

1. Diskusikan dengan kelompok VoX (Voice of Customer, Process) dengan kriteria sbb . :

- Problem yang berulang

- Problem yang belum tau solusinya

- Problem yang saat ini masih aktif dan belum tau solusinya

2. Dari VoX yang sudah dipilih lakukan klarifikasi untuk memperjelas maksudnya

3. Diskusikan untuk menentukan CCR/CTQ

(25)

Tugas Individu

1. Tentukan tema masalah untuk dijadikan topic perbaikan, dengan kriteria sbb. :

- Ketidaksesuaian proses/KPI anda dengan target/standard; atau

- VOC/VOP yang terus berulang dan belum tau solusinya;

atau

- Masalah-masalah yang sering anda jumpai di divisi

Anda

(26)

Define Measure Analyze Improve Control

Apa itu VOX Project Charter

Voice Of

Customer

(27)

Apa:

Sebuah dokumen hidup yang menceritakan tentang alasan project ini dijalankan, fokus, dan tujuannya.

Tujuan:

1. Membangun pemahaman yang jelas mengenai project antara manajemen dan tim project

2. Menjelaskan apa yang dibutuhkan oleh tim 3. Mengklarifikasi apa yang diinginkan oleh tim 4. Menjaga fokus tim

5. Menyelaraskan tujuan tim dan tujuan organisasi Risiko tidak adanya Project Charter:

1. Kehilangan fokus, baik dari manajemen maupun tim project 2. Duplikasi project pada satu area kerja yang sama

3. Ketidaktersediaan informasi pada saat dibutuhkan 4. Risiko molornya project terhadap timeline

5. Kehilangan kendali dan tracking atas project

Project Charter : Definisi & Tujuan

(28)

Problem Statement Business Impact

Goal Statement Project Scope

Project Plan Project Team

(JUDUL PROJECT)

• Berapa potensi keuntungan yang kita dapatkan dari menjalankan project ini?

• Bagaimana formulasi perhitungan keuntungan yang akan didapatkan?

• Pisahkan “hard saving/benefit” dan “soft saving/benefit”

• What: Apa “masalah” yang terjadi?

• When: Kapan masalah tersebut muncul?

• Scope: Cakupan dari masalah ini?

• Impact: Apa dampak dari masalah ini? ~setara nilai moneter (Rp atau $) sangat direkomendasikan

• Di mana titik mulai dan titik selesai proses yang diimprove?

• In Scope: Hal apa saja yang tercakup? (Area, proses, departemen, produk, dsb.)

• Out Scope: Hal apa saja yang tidak tercakup? (Area, proses, departemen, produk, dsb.)

• Apa tujuan project ini? dimulai dengan kata kerja aktif

• Pastikan menggunakan target yang terukur (SMART)

• Bagaimana kita tahu bahwa project ini berhasil?

• Goal bisa lebih dari satu sesuai dengan cakupan project

• Tentukan orang-orang yang akan terlibat dan perannya dalam project ini, termasuk tanda tangan sebagai wujud komitmen

• Tentukan timeline untuk setiap fase PDCA di project ini

• Start Date dan End Date harus jelas (End Date = tanggal Goal Statement)

Project Charter : Elemen

(29)

Project Benefit

Dua Kategori dalam Project Benefit:

• Hard Benefit – Perbaikan yang menghasilkan hasil nyata dan terukur, baik dari segi

penghematan biaya, pengurangan sumber daya, atau peningkatan revenue (apabila demand

merupakan constraint)

• Soft Benefit – improvement yang tidak secara langsung menurunkan biaya tetapi memperbaiki efisiensi dari proses, produktivitas pekerja,

ataupun kepuasan pelanggan

(30)

Problem Statement yang tidak jelas:

Banyak pelanggan yang batal membeli kopi kita karena sering terlambat diantar, terutama sore hari.

Problem Statement yang jelas:

Sejak menu Kopi Tubruk Spesial muncul (Juli 2022) WHEN, 37% dari order kita di sore hari SCOPE diantar lebih dari 15 menit WHAT, hal ini telah mengakibatkan kita kehilangan order Rp27.000.000 tiap bulannya IMPACT.

TIPS untuk Problem Statement:

• Validasi masalah berdasarkan data

• Pastikan bahwa customer berpendapat bahwa proses ini penting dan berharga

TRAPS untuk Problem Statement:

• Menyangka akar masalah

• Memasukkan solusi dalam Charter

• Menulis terlalu pendek atau terlalu panjang

TIPS untuk Goal Statement:

• Fokus pada hasil yang mengarah pada kesuksesan project ini

TRAPS untuk Goal Statement:

• Memasukkan solusi dalam Goal Statement

• Menyalahkan seseorang atau sesuatu

Project Charter : Tips & Traps

(31)

Project Objective

Specific

Measureable

Attainable Relevant

Time Bound

Tujuan dari project ini spesifik, jelas terindentifikasi

Mempunyai alat ukur sebagai parameter

kesuksesan

Tujuan project harus menantang namun juga

memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi Tujuan project harus relevan

terhadap tujuan organisasi Tujuan project harus memiliki target waktu penyelesaian yang jelas

S.M.A.R.T Project Objective

(32)

1. Meningkatkan Keuntungan

2. Meningkatkan Penjadwalan Ruangan Rapat

3. Mengurangi Waktu Tunggu pemasangan Jaringan baru sampai akhir tahun

4. Mengurangi Biaya sebesar 50%

5. Mengurangi Waktu Proses sebesar 30%

6. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan dari 80% ke 90% pada Akhir Tahun

7. Mengurangi Keluhan Pelanggan Sebesar 75% dalam Jangka Waktu 2 Minggu

Apakah target ini S.M.A.R.T ?

SMART Target Setting Specific

Measure -able

Attainable Relevant

Time Bound

(33)

Problem Statement Business Impact

Goal Statement Project Scope

Project Plan Project Team

MENGURANGI WAKTU RESPON EMAIL CONTACT CENTER (EC

Apabila goal project tercapai, akan berdampak pada:

• Hard benefit: saving manpower cost

Rp86.000.000/tahun, saving kertas dan percetakan Rp38.000.000/tahun, dan tidak ada case settlement cost.

• Soft benefit: berpotensi meningkatkan Customer Satisfaction.

Volume incoming ECC (scope) meningkat signifikan, dari

<20/hari menjadi 120/hari (data 3 bulan terakhir) (when).

Aktualnya, rata-rata waktu respon 74.58 jam dengan SLA 3 HK (what). Hal ini mengakibatkan adanya case settlement cost Rp500.000.000 (impact).

• Process start point: email tiba di inbox

• Process end point: customer menerima email respon

• In scope: Email Contact Center (ECC)

• Out scope: Call Center 88888 Berdasarkan pengukuran sebelumnya (Voice of Process),

dapat dipahami bahwa kinerja proses saat ini >80 jam, project goal adalah rata-rata 6 jam (dan 100% <8 jam) pada 29 Mei 2022.

• Project Leader: Junior Rahmadi

• Project Member: Benny S., Lita A., Sumarsono

Project Charter : Contoh

D&M (3-28 Jan)

A (1-28 Feb)

I (1-31 Mar)

C (4-28Mei)

(34)

Workshop: Latihan Membuat

Project Charter Kelompok

(35)

• Tool: SIPOC Diagram

• Apa

• Ketika CTQ telah teridentifikasi, seharusnya Anda sudah memiliki bayangan ruang lingkup dari project Anda (proses yang akan Anda perbaiki)

• SIPOC Chart digunakan untuk menjelaskan secara ringkas proses tersebut, sekaligus sebagai batasan

• Mengapa

• Mempermudah mengidentifikasi pelanggan dan kebutuhannya

• Mengetahui proses apa saja yang terlibat dalam pemenuhan kebutuhan pelanggan

• Mengetahui input apa saja yang dibutuhkan untuk proses tersebut dan mengetahui siapa penyedia input tersebut

Menetapkan Batasan Project

(36)

Supplier Seseorang/organisasi yang menyediakan input bagi proses

Input Material, Sumber daya, data, informasi, petunjuk/manual untuk proses

Process Sebuah proses adalah kumpulan dari aktivitas yang merubah input menjadi output

Output Produk dan jasa yang dihasilkan dari sebuah proses

Customer Siapapun yang menerima output – bisa internal dan eksternal

Requirement Karakteristik spesifik dari supplier yang menyediakan input, proses dan customer yang menerjemahkan kebutuhan

Boundary (Batasan)

Batasan dalam sebuah proses biasanya ditandai dengan awal dan akhir yang jelas

Elemen SIPOC

(37)

Langkah – Langkah untuk Menyelesaikan SIPOC

1. Beri nama proses yang akan diperbaiki 2. Tandai awal dan akhir proses

3. Definisikan Output

4. Tentukan Pelanggan kita 5. Daftar urutan proses

6. Tentukan input

7. Daftar nama supplier penyedia input

(38)

Suppliers Inputs Outputs Customers Process

Proses

SIPOC Diagram

(39)

SIPOC Chart membantu untuk memvisualisasikan VoC dan juga untuk mulai melihat hubungan antara output dan input proses

Supplier Input Proses Output Customer

Info. Tech.

Warehouse Order

Taking Module Biji Kopi

Terima Order

&

Pembayaran Brewing

Antar &

Thank You

Struk, Order

Kopi Delivered

Order

Order Pelanggan

Contoh: SIPOC Diagram

(40)

Contoh

(41)

Define Measure Analyze Improve Control

Aktifitas Utama:

• Klarifikasi dan Menetapkan Y

• Menetapkan target Y

• Menentukan VoC/VoB

• Menentukan ruang lingkup proyek

• Membentuk Tim

• Project Plan

• Hitung Value Creation

• Update Project Charter

Aktifitas Utama:

• Merencanakan pengambilan data

• Validasi sistem pengukuran

• Memetakan Value Stream

• Identifikasi Quick Wins

• Mengambil data untuk mengukur kondisi (baseline) Y, dan x’s

• Mengukur kestabilan dan kapabilitas proses

Aktifitas Utama:

• Mengidentifikasi dan memprioritaskan x (akar masalah)

• Mengidentifikasi Non Value Added Activities

• Mencari solusi potensial dan memprioritaskan solusi

• Melakukan uji hipotesa “y vs x”

Aktifitas Utama:

• Piloting solusi pada skala kecil

• Implementasi solusi secara menyeluruh

• Verifikasi hasil perbaikan (dampak dari solusi)

Aktifitas Utama:

• Mengendalikan KPOV dan KPIV

• Dokumentasikan Proyek

• Hitung ulang Value Creation

• Rencanakan duplikasi solusi

• Project Closing dan Handover ke Process Owners

Quick Win and Kaizen Blitz

Tools Utama:

• Pareto

• Project Charter

• Action Plan

• Process Map / Flow

• SIPOC

• FMEA

• Team Effectivement

Tools Utama:

• Data Collection Plan

• MSA – Gage R&R

• Value Stream Mapping

• Control Chart

• Capability Analysis

• Quick Win

• Value of Speed (WIP Control)

Tools Utama:

• Brainstorming

• Basic Improvement Tool

• FMEA

• C/E Matrix

• Hypothesis Testing

• Solution Matrix

Tools Utama:

• Design of Experiment

• Pilot Plan

• Hypothesis Testing

• Four Step Rapid Setup Method

• Productive Maintenance

• Reliability

Tools Utama:

• Control Plan

• FMEA

• Mistake Proofing

• Control Chart

• Project Handover

(42)

Define Measure Analyze Improve Control

Process Definition

Process Mapping

Tipe data & Rencana Pengumpulan

Data

(43)

• Memahami jenis/tipe data sehingga dapat mengumpulkan

data pengukuran proses atau produk sehingga dapat dipelajari sesuatu tentang proses atau produk tersebut.

Tujuan Belajar

(44)

• Continuous –Variabel yang terukur pada suatu produk atau proses, yang dapat dibagi sampai tidak terhingga. Contoh:

waktu, ukuran, berat, temperatur, kecepatan.

• Discrete or Attribute – Suatu hitungan, bagian, atau

persentase dari sebuah karakteristik atau kategori. Data proses jasa seringkali bersifat discrete.

Continuous

• Lead time

• Biaya atau harga

• Lamanya telepon

• Suhu ruangan

Discrete/Attribute

• Pengiriman terlambat

• Jenis Kelamin

• Lokasi

• Tipe ruangan

Tipe Data

(45)

• Stratifikasi Data– Menangkap dan menggunakan karakteristik (ciri khusus) untuk memilah data ke dalam kategori yang berbeda

(dikenal juga “slicing the data”)

• Fokus pada output proses, the Y’s

• Digunakan untuk:

– Menyediakan petunjuk untuk akar masalah (Analisa) – Verifikasi dugaan akar masalah (Analisa)

– Menemukan waktu dan tempat dimana masalah sering terjadi (“pandangan penting”)

– Memunculkan pola-pola kecurigaan untuk investigasi

Cara apa yang anda butuhkan untuk melihat data?

Faktor Stratifikasi/Pemilah

(46)

Cara menstratifikasi Data

Jika anda tidak membuat faktor stratifikasi “di awal”

Anda mungkin harus mengulangi lagi nantinya. Di sisi lain, mencari terlalu banyak faktor juga akan membuat data lebih sulit untuk dikumpulkan dan biaya lebih besar

Apa Keluhan, kerusakan

Kapan Bulan, hari

Dimana Kawasan, kota

Siapa Departemen, Individual

Faktor Contoh

Faktor Stratifikasi/Pemilah (Lanjutan)

(47)

(Output Y)

1

2 3 4

5

6

Pertanyaan tentang proses Faktor stratifikasi Variabel X

Pengukuran

Apakah pengukuran ini membantu memprediksi Y? (Y/N)

Apakah data tersedia untuk mendukung

pengukuran?

(Y/N)

Faktor Stratifikasi/Pemilah (Lanjutan)

(48)

2 3 4

5

6

Pelayanan pembayaran Apakah waktu pelayanan

berbeda?

Lama waktu / hari

Apakah ada perbedaan dengan tipe karyawan?

Apakah ada perbedaan tipe pelanggan?

Apakah lama pelayanan bervariasi dari satu APJ dengan APJ lainnya?

Berdasarkan periode waktu

Lama waktu/ associate

# penyesuaian pada karyawan baru vs lama Berdasarkan

karyawan

Berdasarkan tipe

pelanggan # Pelanggan > 1300 kwh

# Pelanggan < 1300 kwh

Berdasarkan lokasi

# APJ Curug

# APJ Pasar Minggu Lama/jam

2 3 4

1

Pertanyaan tentang proses Faktor Stratifikasi Variabel X

(Output Y)

Pengukuran

Apakah data tersedia untuk mendukung

pengukuran?

(Y/N)

Apakah pengukuran ini membantu memprediksi Y? (Y/N)

Contoh : Pelayanan Pembayaran

(49)

Sampling

• Kelebihan

– Menghemat waktu & uang

– Mendapatkan data yang lebih berarti – Menyederhanakan waktu pengukuran dari waktu ke waktu

– Dapat meningkatkan akurasi

• Kekurangan

– Menerima derajat ketidakpastian sebagai resiko dengan tidak

mengukur keseluruhan populasi

(50)

• Populasi – Diambil dari group tetap dengan batasan yang telah didefinisikan. Tidak ada elemen waktu.

• Proses – Sampling dari alur perubahan pada jenis-jenis yang bergerak di dalam bisnis. Memiliki elemen waktu.

Populasi

• Pelanggan

• Keluhan

• Barang di gudang

Proses

• Pelanggan baru tiap minggu

• Volume keluhan setiap jam

• Barang yang diterima/dikirim setiap hari

Tipe Sampling

(51)

Faktor Pemilihan Ukuran sampel :

• Tipe Data : Continuous atau Discrete

• Continuous – pengamatan dari sesuatu yang tak terhingga

• Discrete – hitungan dan penilaian berdasarkan penjumlahan

• Sasaran: Apa yang akan anda lakukan dengan hasilnya

• Kepastian: Berapa banyak “keyakinan” yang anda butuhkan dalam pengambilan kesimpulan

Berapa Banyak Kita Perlu Menghitung

(52)

• Data continuous: n=(Zσ/d)^2 (round up)

• Data discrete: n=(Z^2 pq/d^2 ) (round up)

Dimana : n = number of samples p = proportion/ yield q = 1-p

d = level of accuracy Z = value of z,

determined from the value of CL

2.3 Measure - Data Collection Plan – Page 65

p = 0.9 z = 1.96 d = 0.05

Menghitung Sample

(53)

Seorang engineer sedang mengetes detektor gerak.

Dari data sebelumnya diketahui bahwa detektor gerak tersebut memiliki yield 90%. Ketepatan yang dia

inginkan adalah 5%. Berapa jumlah sampel yang dia butuhkan untuk keperluan percobaan di atas?

Latihan: Tentukan jumlah Sampling

(54)

Referensi

Dokumen terkait

Salah satu metode pendekatan yang dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas dan meminimisasi masalah waste adalah pendekatan menggunakan lean six sigma.. Lean six sigma

Berdasarkan latar belakang diatas, dapat dirumuskan permasalahan penelitian yaitu dengan mengintegrasikan antara metode servqual, lean dan six sigma dapat diimplementasikan di

Lean Six Sigma adalah metode pengendalian kualitas yang merupakan kombinasi antara Lean dan Six Sigma yang dapat didefinisikan sebagai suatu filosofi bisnis,

Memahami konsep Six Sigma dan Konsep Lean Serta Memahami cara pemilihan dan perhitungan kinerja Memahami &amp; Mampu menggunakan management tools utama yang sering di gunakan

Pendekatan dengan menggunakan metode Lean Six Sigma merupakan kombinasi antara Lean dan Six Sigma yang menitikberatkan kepada pengurangan waktu menunggu dan

2006 In light of Six Sigma tools and techniques and lean, the researchers decided to use one of the Six Sigma techniques, which is statistical control over SPC operations and

Figure 1 : Six Sigma Cycle of Continuous Improvement Trained Six Sigma operators are better known as ‘Black Belts’ and are equipped with knowledge and techniques such as: • process

30 Chapter Three Methodology The aim of this study was to address the Weld Lab problem using Lean Six Sigma DMAIC approach and define ways to optimize the weld testing process by