PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Tujuan pelayanan kesehatan adalah untuk memenuhi kebutuhan individu atau masyarakat untuk mengatasi, menetralisir atau menormalisasi segala permasalahan atau konservasi yang berkaitan dengan kesehatan yang ada di masyarakat. Dengan meningkatnya tingkat pendidikan dan kondisi sosial ekonomi masyarakat, maka kebutuhan dan tuntutan masyarakat terhadap kesehatan semakin meningkat. semakin meningkat sehingga tidak ada lagi upaya yang dapat dilakukan selain meningkatkan kinerja tenaga kesehatan dan memberikan pelayanan kesehatan yang sebaik-baiknya. Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan juga akan mengembangkan aturan dan peran undang-undang dalam mendukung peningkatan pelayanan kesehatan.Hal ini menjadi faktor pendorong bagi pemerintah dan lembaga penyelenggara pelayanan kesehatan untuk melaksanakan landasan dan peran tersebut. hukum dalam peningkatan pelayanan kesehatan.pelayanan kesehatan. yang berorientasi pada perlindungan pasien dan keamanan hukum.
Pelayanan kesehatan merupakan hak setiap orang, yang dijamin dalam UUD 1995, untuk mengupayakan peningkatan kualitas baik individu, kelompok, atau masyarakat secara keseluruhan. Pengertian pelayanan kesehatan menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2009 (Departemen Kesehatan Republik Indonesia), sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Kesehatan tentang Kesehatan, adalah setiap usaha yang dilakukan sendiri atau bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara kesehatan. peduli, menjaga dan menjaga. meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan. , individu, keluarga atau kelompok masyarakat. Pelayanan kesehatan sebenarnya juga merupakan perbuatan hukum, yang menimbulkan hubungan hukum antar penyedia layanan kesehatan.
Kompensasi yang ditawarkan rumah sakit merupakan salah satu faktor yang menentukan bagaimana dan mengapa Anda memilih bekerja di satu organisasi dibandingkan organisasi lainnya. Hal ini disebabkan karena kompensasi/gaji yang diterima oleh pegawai honorer tidak sesuai dengan kinerjanya, sehingga pegawai tidak tetap yang memberikan pelayanan kepada masyarakat/pasien tidak sesuai dengan prosedur pelayanan kesehatan yang ada di RSUD Sultan Dg Raja Bulukumba.
RumusanMasalah
Khususnya pelayanan di RS Sultan Dg Raja Masih yang pelayanannya kurang maksimal dan tidak efisien. Dari semua itu, terlihat masih banyak pasien dan keluarganya yang sering mengeluhkan keterlambatan pengobatan dan ketidaksesuaian dengan prosedur pelayanan yang diterapkan di rumah sakit. Dari permasalahan tersebut penulis tertarik dengan penelitian yang berjudul “Dampak Kompensasi Terhadap Kualitas Pelayanan di Rumah Sakit Sultan Dg.
TujuanPenelitian
Manfaat Penelitian
Akurasi berarti pelayanan yang diberikan oleh staf RS Sultan Dg Radja Kabupaten Bulukumba cepat, nyaman dan terjangkau. Berdasarkan tabel 4.6, responden yang terdiri dari pasien/staf RS Sultan Dg. Berdasarkan tabel 4.7 responden yang terdiri dari pasien/staf RSUD Sultan Dg.
Apakah fasilitas yang anda peroleh sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan di RS Sultan dg Radja. Berdasarkan tabel 4.8 responden yang terdiri dari pasien/staf di RS Sultan Dg. Apakah Anda mendapatkan layanan yang Anda butuhkan di RS Sultan dg Radja.
Berdasarkan Tabel 4.9 responden yang terdiri dari pasien/staf RSUD Sultan Dg. Apakah Anda menerima pelayanan sesuai standar pelayanan yang ditetapkan di RS Sultan dg Radja.
TINJAUAN PUSTAKA
Konsep Kompensasi
Meskipun pekerja, dalam hal ini serikat pekerja, menetapkan besaran remunerasi yang tinggi, namun realisasi remunerasi tersebut akan bergantung pada kemampuan perusahaan dalam membayar. Semakin baik kinerja karyawan, maka semakin besar imbalan yang diterima karyawan tersebut. Ciri ini menunjukkan bahwa pemberian kompensasi kepada karyawan yang berprestasi akan mendorong mereka untuk bekerja lebih baik.
Oleh karena itu, perusahaan harus memberikan kompensasi sesuai dengan apa yang diberikan oleh karyawannya. Kompensasi yang memadai akan memberikan rangsangan dan motivasi kepada pegawai untuk memberikan kinerja yang baik dan menghasilkan produktivitas kerja yang optimal. Sistem kompensasi yang baik akan menjamin keadilan bagi terwujudnya keadilan bagi dan antar karyawan dalam perusahaan.
Dengan sistem kompensasi yang baik maka akan mengurangi frekuensi rekrutmen yang diakibatkan semakin banyaknya kandidat yang keluar dari pekerjaannya. Perusahaan besar memerlukan organisasi dan manajemen kompensasi yang baik, karena kompensasi tidak hanya sekedar pemberian dan pembagian gaji kepada karyawan.
Konsep Pelayanan Publik
Ketepatan waktu pelayanan merupakan suatu proses pemberian setiap jenis pelayanan yang dilakukan oleh pegawai Rumah Sakit Sultan Dg Radja Kabupaten Bulukumba tepat waktu dengan standar pelayanan yang ada. Kesopanan dan keramahan yaitu setiap pelayanan yang diberikan oleh pegawai Rumah Sakit Sultan Dg Radja Kabupaten Bulukumba hendaknya diberikan dengan sopan dan ramah kepada pasien yang dilayani. Sehingga sampel yang diambil dari populasi yang telah ditentukan hendaknya benar-benar representatif (mewakili) pasien/staf RSUD Sultan Dg Radja Kabupaten Bulukumba.
Berdasarkan output data SPSS pada tabel 4.13 responden yang terdiri dari pasien/staf RSUD Sultan Dg. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang positif dan kurang signifikan terkait kompensasi atas pelayanan yang diberikan RSUD Sultan Dg.Radja Kabupaten Bulukumba. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan mengenai pengaruh kompensasi terhadap kualitas pelayanan di RS Sultan Dg.
Pengaruh Kompensasi Terhadap Kualitas Pelayanan Tidak terdapat pengaruh yang positif dan kurang signifikan pada indikator kompensasi terhadap pelayanan yang diberikan RSUD Sultan Dg.Radja Kabupaten Bulukumba. Apakah Anda mendapatkan pelayanan yang tepat sesuai keinginan Anda di RS Sultan dg Radja?
Kerangka Pikir
Defenisi operasional
METODE PENELITIAN
Waktu dan Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan terhitung tanggal 5 Mei sampai dengan 5 Juli 2018 atau lokasi penelitian di RSUD Sultan Dg. Alasan pemilihan lokasi penelitian ini adalah karena banyaknya tenaga honorer di rumah sakit yang gaji yang diberikan tidak sebanding dengan pegawai lain yang berstatus PNS, sehingga peneliti tertarik untuk melihat kinerja dari pegawai yang berstatus honorer tersebut.
Jenis dan Tipe Penelitian
Menurut Sugiyono, penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel bebas, baik satu atau lebih variabel (independen) tanpa melakukan perbandingan, atau dengan menghubungkannya dengan variabel lain. Berdasarkan teori tersebut, penelitian deskriptif kuantitatif adalah data yang diperoleh dari sampel populasi penelitian yang dianalisis menurut metode statistik yang digunakan.
Populasi dan Sampel
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik non-potable sampling yang digunakan: Quota Sampling, yaitu teknik penentuan sampel dari populasi pasien/staf Rumah Sakit Sultan Dg Radja Kabupaten Bulukumba yang mempunyai karakteristik tertentu hingga jumlah (kuota) yang diinginkan. ) telah terpenuhi. Besarnya populasi penelitian cukup besar yaitu 890 orang dan terdapat beberapa keterbatasan peneliti. Oleh karena itu peneliti memutuskan untuk melakukan pengumpulan sampel dengan menggunakan rumus Taro Yamane (1967) sebagai berikut: Teknik pengambilan sampel. Dengan demikian, 90 orang tersebut akan menjadi sampel survei sekaligus responden survei yang nantinya akan dibagikan kuesioner.
Tehnik Pengumpulan Data
Penelitian lapangan (field riset), yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara kunjungan langsung ke objek penelitian.
Teknik Analisis Data
Sesuai dengan perkembangan kebutuhan Rumah Sakit Umum, maka dibangunlah Rumah Sakit Umum baru yang berlokasi di Jl. Pada tahun 1990, RSUD Bulukumba kembali ditingkatkan menjadi RS tipe “C” berdasarkan Peraturan Daerah No. Pada tahun 2015, Rumah Sakit Umum Daerah Bulukumba ditingkatkan menjadi tipe “B” sesuai nomor Menteri Kesehatan.
Sejak RSUD Bulukumba berdiri pada tahun 1969 dengan nama RSUD Bulukumba sampai dengan tahun 2016 dengan nama RSUD H. Menyusun rencana program kegiatan untuk menetapkan kebijakan (strategi) pelayanan rumah sakit berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan pimpinan instruksi sebagai pedoman pelaksanaan tugas. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada berbagai pegawai yang bekerja di RSUD Sultan Dg.
Hal ini erat kaitannya dengan rendahnya gaji atau rendahnya pendapatan para pekerja rumah sakit, yang merupakan gambaran dari tingkat kesejahteraan para pekerja rumah sakit itu sendiri.