PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Urgensi Penelitian
TINJUAN PUSTAKA
State of The Art
Faktor pendukung dalam penerapan model teacher-peer learning antara lain adanya interaksi antara guru dan siswa, minat siswa dalam belajar cukup tinggi, guru dan siswa lebih akrab dengan kegiatan pembelajaran, keterlibatan tutor sebaya dalam kelompok belajarnya. membuat suasana belajar. Lebih menarik lagi, sedangkan faktor penghambatnya antara lain persiapan guru yang kurang, sarana dan prasarana yang kurang memadai, kegiatan pembelajaran yang kurang kondusif dan sumber belajar yang kurang memadai. Judul Penelitian Penerapan Metode Tutor Sebaya Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Kompetensi Dasar Pemasangan Sistem Penerangan Dan Instalasi Listrik Di Sekolah Menengah Kejuruan. Hasil/Temuan Penerapan metode peer teaching dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa pada bahan ajar ketenagalistrikan Kompetensi Dasar Instalasi Sistem Penerangan dan Instalasi Listrik.
Judul penelitian Penerapan model pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Hasil/Temuan Berdasarkan hasil analisis diperoleh 1) ada peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa dengan menggunakan model PBL, 2) ada peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model PBL, 3) kreatifitas siswa kemampuan berpikir dengan menggunakan model PBL lebih baik dibandingkan dengan menggunakan model konvensional, 4) terdapat faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Sedangkan pada penelitian sebelumnya faktor yang diamati adalah pengaruh metode PBL terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa.
Judul Penelitian Pengaruh Penggunaan Metode Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau Dari Sikap Siswa Pada Pelajaran Matematika. Variabel yang berhubungan dengan hasil belajar matematika (Y), dan metode pembelajaran (X1) dan sikap siswa (X2). Hasil/Temuan Berdasarkan hasil hipotesis dan analisis data, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1) Hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan metode kerja kelompok lebih tinggi dibandingkan dengan metode konvensional.
Metode Tutor Sebaya
Perbedaan analisis data pada penelitian Khotimah (2017) menggunakan Anova dua jalur karena digunakan dua variabel bebas, sedangkan pada penelitian ini digunakan Anova satu jalur.
Metode Problem based-learning (PBL)
METODE PENELITIAN
- Tempat dan Waktu Penelitian
- Alur Penelitian
- Populasi dan Sampel
- Metode Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Uji Asumsi dalam Analisis Ragam (Analysis of Variance / Anova)
- Teknik Analisis Data
- Jadwal Penelitian
Sumber data penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari percobaan dengan rancangan acak lengkap. Untuk memperoleh 9 unit percobaan, dalam hal ini kelas dilakukan pengacakan penuh dari populasi kelas penerima mata kuliah Ekonomi Matematika. Setelah dilakukan pengacakan, kelas yang terpilih adalah: kelas 5E, 1B, 1C mendapatkan metode pengajaran, kelas 1A, 1D, 1R mendapatkan metode PBL, sedangkan kelas 1E, 1F, 1J mendapatkan metode PBL.
Pada saat mengajar dengan metode ceramah, peneliti mengajar dengan cara: 1) menjelaskan teori, 2) memberikan contoh soal dan penyelesaiannya, dan 3) memberikan soal latihan sebagai pekerjaan rumah. Kemudian pada kelas yang mendapat metode PBL, peneliti terlebih dahulu memberikan instruksi terkait materi yang akan dipelajari. Sedangkan pada kelas yang mendapatkan metode peer teacher, peneliti membagi siswa menjadi beberapa kelompok, kemudian ditempatkan seorang peer teacher pada masing-masing kelompok untuk membimbing diskusi dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan materi yang diajarkan.
Setelah proses belajar mengajar selesai, siswa diberikan soal ulangan yang berkaitan dengan materi yang telah dipelajari. Variabel bebas (X) adalah metode pengajaran tiga tingkat yaitu metode ceramah, PBL dan tutor sebaya. Nilai respon (Yij) adalah nilai mean keseluruhan ditambah dengan penambahan treatment dan error.
Jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, maka pada taraf signifikansi 5%, galat RAL pada skor Matematika Ekonomi dapat dikatakan berdistribusi normal. Jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, maka pada taraf signifikansi 5%, kesalahan RAL pada skor Matematika Ekonomi dapat dikatakan memiliki varian yang homogen. Untuk mengetahui apakah galat percobaan bersifat bebas, dapat digunakan plot antara nilai galat dengan nilai yij yang ditaksir.
H1: paling sedikit ada satu i, jadi τi ≠ 0 (minimal satu metode pembelajaran mempengaruhi respon yang diamati). Kemudian dimasukkan ke dalam rumus sehingga dapat diperoleh nilai untuk melengkapi tabel ANOVA seperti pada Tabel 8. Selain itu, jika keputusan yang diambil adalah menolak H0, maka akan dilanjutkan dengan uji Tukey lanjutan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
- Pelaksanaan Penelitian
- Statistika Deskriptif
- Uji Asumsi dalam Analisis Ragam (Analysis of Variance / Anova)
- Analisis Ragam
Hasil uji normalitas pada data error menghasilkan nilai uji Saphoro-Wilks sebesar 0,953 dengan nilai signifikansi sebesar 0,72. Nilai signifikansi ini lebih besar dari 0,05 sehingga pada taraf signifikansi 5% dapat dikatakan bahwa galat RAL pada hasil Matematika Ekonomi berdistribusi normal. Karena nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, maka pada taraf signifikansi 5% dapat dikatakan bahwa galat RAL pada hasil Matematika Ekonomi memiliki varians yang homogen.
Untuk mengetahui apakah kesalahan percobaan itu independen, digunakan plot antara nilai kesalahan dan nilai estimasi yij. Sehingga dapat disimpulkan bahwa setidaknya ada beberapa metode pembelajaran yang memiliki pengaruh berbeda terhadap nilai matematika dalam ilmu ekonomi. Kesimpulan ini mengarahkan kami untuk melakukan pengujian lebih lanjut untuk mengetahui pasangan perlakuan mana yang memiliki efek berbeda dan pasangan mana yang memiliki efek yang sama.
Jika nilai rata-rata perbedaan antar perlakuan lebih besar dari uji statistik HSD, maka dapat dikatakan bahwa perlakuan memberikan pengaruh yang berbeda terhadap nilai matematika ekonomi. Berdasarkan kriteria tersebut dapat disimpulkan bahwa metode ceramah dan pembimbing sebaya serta metode PBL dan pembimbing sebaya memiliki pengaruh yang berbeda terhadap hasil matematika ekonomi, sedangkan metode ceramah dan pembimbing sebaya tidak memiliki pengaruh yang berbeda terhadap ilmu ekonomi. Hasil matematika. Berdasarkan hasil uji Tukey diketahui bahwa hasil belajar matematika ekonomi dengan metode ceramah dan PBL tidak berbeda secara signifikan.
Hal ini didukung oleh hasil penelitian Kazemi & Ghoraishi (2012) yang menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok yang mendapat pembelajaran PBL dengan metode tradisional (ceramah) pembelajaran matematika. Manfaat ini sulit diwujudkan dalam mata kuliah Ekonomi Matematika yang banyak membahas tentang penawaran, permintaan, titik ekuilibrium, dll. Ketika siswa belajar dengan teman sebayanya, siswa dapat mengembangkan keterampilan mendengarkan, konsentrasi, dan penjelasan tutor sebaya dengan lebih baik. kepada teman-temannya memungkinkan mereka menjadi lebih sukses daripada guru (Putra, Lisa Virdinarti dkk, 2018).
Sebuah meta-analisis dari 50 studi independen tentang metode tutor sebaya dalam matematika di berbagai tingkat pendidikan menunjukkan bahwa 88% penggunaan metode ini memiliki efek positif pada prestasi akademik (Ansuategui et al, 2017). Namun, dalam penelitian ini, metode peer tutoring justru mencapai skor rata-rata terendah. Hal ini mungkin disebabkan karena kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh tutor atau teman sekelasnya, sehingga proses transfer ilmu dan diskusi kelompok tidak berjalan dengan ideal untuk mata pelajaran Matematika Ekonomi.
KESIMPULAN DAN SARAN
Penerapan Metode Pembelajaran Tutor Sebaya untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa di SMA Negeri 9 Pontianak. Penerapan Metode Tutor Sebaya Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Kompetensi Dasar Pemasangan Sistem Penerangan Dan Perkabelan Listrik Di SMK. Faktor yang diuji dalam penelitian ini adalah metode pembelajaran 3 level yaitu metode ceramah, pembelajaran berbasis masalah (PBL) dan bimbingan teman sebaya.
Berdasarkan hasil analisis religi diketahui bahwa pada = 5% ketiga metode pembelajaran berpengaruh berbeda dan signifikan terhadap nilai Matematika Ekonomi. Hasil uji tukey menunjukkan bahwa metode ceramah dan PBL berpengaruh tidak berbeda, sedangkan metode PBL dan tutor sebaya serta ceramah dan tutor sebaya berpengaruh berbeda dan signifikan terhadap nilai Ekonomi Matematika dengan = 5%. Nilai rata-rata terendah diperoleh pada kelas yang mendapatkan metode tutor sebaya, sedangkan nilai rata-rata tertinggi diperoleh pada kelas yang mendapatkan metode PBL.
Berdasarkan beberapa penelitian terkait metode tutor sebaya (Anggorowati, 2013; Indriani & Mutmainnah, 2016; Rosanti, 2018; Sidiq et al., 2018) berpendapat bahwa metode tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah metode pembelajaran yang diberikan berpengaruh terhadap hasil belajar Matematika Ekonomi dan metode mana yang memberikan hasil terbaik. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari mahasiswa FKIP dan FEB UHAMKA yang mengikuti mata kuliah Matematika Ekonomi.
Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan penyampaian metode ceramah, PBL, dan peer tutoring pada mata kuliah Ekonomi Matematika menghasilkan nilai rata-rata berturut-turut sebesar dan 54,677. Metode ceramah memiliki nilai rata-rata tertinggi sedangkan metode peer tutoring memiliki nilai rata-rata terendah. Berdasarkan analisis uji variansi yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode ceramah, PBL, dan tutor sebaya berpengaruh terhadap nilai Matematika Ekonomi dengan nilai signifikan 0,004.
Hasil uji lanjut dengan Tukey – HSD menunjukkan bahwa pembelajaran dengan metode ceramah dan PBL tidak berpengaruh lain terhadap nilai Matematika Ekonomi. Perlakuan metode tutor sebaya dengan metode ceramah dan PBL berpengaruh tidak berbeda terhadap nilai Matematika Ekonomi. Hal ini disebabkan adanya perbedaan nilai rata-rata antara metode tutor sebaya dengan metode ceramah dan tutor.
Berdasarkan temuan tersebut, peneliti tidak merekomendasikan penggunaan metode peer tutoring dalam Matematika Ekonomi. Namun, penelitian lebih lanjut untuk menganalisis temuan ini masih sangat diperlukan untuk mempelajari lebih lanjut tentang faktor-faktor yang membuat metode peer tutoring tidak efektif dalam mata kuliah Ekonomi Matematika.