PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL
Di Susun Oleh: Latifah Hayati,S.Pd TK Kodeco Kuranji Indah NO UKG : 201502672236
LPTK UNIVERSITAS MULAWARMAN Bidang Study : PAUD
JURNAL PEMBELAJARAN
MODUL 2
A
Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) sangat penting karena bisa membantu peserta didik untuk mengembangkan keterampilan yang berguna untuk kehidupan,baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan tempat peserta didik tinggal.Di samping itu juga PSE dapat membantu mengembangkan keterampilan Interpersonal peserta didik,sehingga bisa membangun hubungan yang positif dalam menghadapi tantangan hidup dengan cara yang sehat, dan produktif,social emosional bertujuan untuk mendukung perkembangan emosional dan social peserta didik dalam mempasilitasi keterampilan yang diperlukan untuk membantu anak lebih siap untuk menghadapi lingkungan luar.
Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) adalah pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh kumonitas sekolah,dan proses kolaborasi ini memungkinkan bukan hanya peserta didik ,namun juga tenaga kependidikan disekolah untuk memperoleh dan menerapkan pengetahuan,keterampilan dan sikap mengenai aspek social dan emosional sehingga bisa dalam mengembangan diri dalam mengolah emosi dalam mencapai tujuan pribadi dengan baik,bisa juga menunjukkan empati terhadap orang lain sehingga bisa lebih peka dalam merasakan masalah orang lain, bisa membangun dan memelihara hubungan yang baik yang bisa mendukung,dan membuat keputusan yang bertanggung jawab dengan penuh kepedulian terhadap orang lain.
Mengapa penting Pembelajaran Sosial Emosional?
PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL (PSE)
a. Self-awarenees (Kesadaran diri),yaitu kemampuan untuk memahami emosi, pemikiran,dan nilai-nilai yang mempengaruhi perilaku dalam berbagai konteks situasi
b. Self-management (Manejemen diri), yaitu kemampuan untuk mengelola emosi,pikiran,dan perilakusecar efektif dalam berbagai siuasi dan untuk mencapai tujuan dan aspirasi.
c. Sosial awareness (Kesadaran social) ,yaitu kemampuan untuk memeahami perspektif dan berempati dengan orang lain,termasuk mereka yang berasal dari latar belakang budaya,dan konteks yang berbeda.
d. Relationship skills( keterampilan social), yaitu kemampuan untuk membangun dan memelihara hubungan yang sehatdan mendukungserta menavigasi situasi denagn individu dan kelompok yang beragam secara efektif.
e. Responsible decision making ( Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab), yaitu kemampuan membuat pilihan yang tepatdan konstruktif tentang perilaku pribadi dan interaksi social dalam berbagai situasi.
Kelima keterampilan social emosional diatas, bisa di ajarkan dan diterapkan pada berbagai tahap perkembangan dari masa kanak-kanak hingga dewasa dan dalam berbagai konteks budaya.Dengan demikian pembelajaran harus mempertimbangkan bagaimana kompetensi social dan emosional tersebut dapat diekspresikan dan ditingkatkan pada berbagai usia mulai prasekolah hingga dewasa.Tampa menggunakan perspektif tahapan perkembangan ini, akan sulit bagi kita untuk merumuskan standar yang dapat diterjemahkan ke dalam praktik dan penilaian yang sesuai dengan usia dan tugas perkembangan peserta didik
Lima Komponen Sosial Emosional menurut CASEL
Pada tingkat taman kanak-kanak (TK) pengembangan keterampilan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab mungkin lebih berfokus pada situasi sehari- hari, seperti memilih mainan atau berbagi dengan teman .
Pengalaman bermakna versi saya sebagai seorang guru melalui Pembelajaran social emosional ini adalah,saya memiliki pengalaman bermakna yaitu saya bisa menyaksikan anak-anak mulai menunjukan empati terhadap teman temannya dan menyaksikan bagaimana interaksi sehari hari di kelas maupaun di luar kelas mulai dari bermain,berbicara,hingga belajar untuk mengatur emosi, yang berperan dalam membentuk kepribadian anak. Dalam kesempatan lain saya berusaha berbagi cerita dengan beberapa anak dan menanyakan pengalaman yang mereka rasakan selama ini, memberikan contoh tentang empati terhadap teman baik ketika bermain maupaun belajar hal ini untuk membuat anak menjadi punya rasa kepercayaan diri untuk melakukan kegiatan, karena pembelajaran social emosional ini merupakan proses yang berkelanjutan, dengan merenungkan langkah apa saja yang bisa kita lakuan untuk dapat terus berkembang dan membangun hubungan yang lebih sehat dan bermakna baik bagi diri sendiri maupun untuk orang lain. Oleh karean itu sebagai pendidik kita harus menguasai kemampuan social emosional baik untuk kita pribadi, teman sejawat maupun untuk peserta didik agar pembelajaran social emosional menjadi lebih bermakna. Melihat perubahan dan kemajuan social emosional pada anak anak memberikan rasa bangga dan kepuasan pribadi kita sebagai guru.Pengalaman ini tidak hanya memberi dampak yang baik bagi anak tetapi juga memperkaya perjalanan professional dan pribadi guru,hal ini bisa memperkuat komitmen kita untuk terus berperan dalam membentuk generasi yang lebih sehat secara sosialdan emosional.
Tantangan terbesar adalah mengubah mindset siswa dari fokus pada prestasi akademik menjadi lebih peduli pada perkembangan sosial emosional.
REFLEKSI PENGALAMAN BERMAKNA
TEMAN SEJAWAT
UMPAN BALIK
Pemaparan yang menaraik sehingga bisa memotivasi
saya untuk belajar lebih memahami keterampilan
sosial emosional dalam pembelajaran Yunita wahyuningtyas S,Pd
Keterampilan social emosional yang telah dipaparkan menarik dan bisa meginspirasi saya dalam
lebih memahati tentang social emosional pada anak
paud Sri muliati
Dengan peserta didik
Saya sangat mengapresiasi upaya pembelajaran sosial emosional di kelas seperti yang ibu paparkan,
saya juga ingin memberikan sedikit masukan, Mungkin kita bisa lebih sering melibatkan orang
tua dalam kegiatan pembelajaran sosial emosional. Dengan begitu,
pesan-pesan positif yang kita sampaikan dapat diperkuat di
rumah
Saya jadi lebih mengerti
tentang pentingnya
mengelola emosi.
Saya jadi lebih bisa
menghargai perbedaan.