• Tidak ada hasil yang ditemukan

pembentukan peraturan perundang-undangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "pembentukan peraturan perundang-undangan"

Copied!
88
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Pengertian hukum berdasarkan pasal 1 angka 3 undang-undang no. 12 Tahun 2011 tentang penetapan peraturan perundang-undangan sehubungan dengan undang-undang no. Selama ini yang dimaksud dengan fasttrack pembentukan undang-undang di Indonesia adalah cepat dalam memasuki program legislasi nasional (prolegnas). Hal ini bertujuan untuk mencegah penyanderaan hukum (regulatory capture) atau bahkan penyanderaan negara.

Tinjauan politik mengenai penerimaan undang-undang pantas dalam pembentukan undang-undang di Indonesia.

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

Penelitian Terdahulu

Persamaan tesis ini dengan penelitian di atas terletak pada objek kajian berupa fast-track sebagai alternatif gagasan untuk menjawab permasalahan perundang-undangan di Indonesia yang cenderung suboptimal dan problematis. 16 Ibnu Sina Chandranegara, “Mekanisme Fast-track Legislasi Pengusulan RUU oleh Presiden”, Jurnal Penelitian Hukum De Jure Vol.21:1. Maret 2021. Jika tesis Risdiana mengkaji mekanisme transfer, maka tesis ini mengkaji mekanisme fast track sebagai objek penelitian.

Sedangkan perbedaannya terletak pada objek kajiannya, dimana objek kajian pada penelitian di atas adalah mekanisme integratif, yaitu sebuah konsep yang memadukan fokus pada aspek kuantitas dan kualitas sekaligus sebagai tawaran solusi permasalahan perundang-undangan. Objek kajian dalam jurnal tersebut adalah mekanisme integratif penelitian Risnain berbeda dengan Objek usulan ini adalah mekanisme fast-track.

Metode Penelitian

  • Jenis dan Pendekatan Penelitia
  • Sumber Bahan Hukum
  • Teknik Pengumpulan Bahan Hukum
  • Teknik Analisis Data

Pendekatan legislasi dilakukan dengan mengkaji seluruh peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan permasalahan hukum yang sedang dipertimbangkan. Mengkaji dan mengidentifikasi peraturan perundang-undangan yang terkait dengan ketentuan percepatan perundang-undangan yang diteliti, termasuk Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, UU No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan juncto UU No. Sumber data primer adalah peraturan perundang-undangan yaitu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, UU No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Hukum sehubungan dengan UU No.

15 Tahun 2019, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2019 tentang Perubahan Tiga Dewan Perwakilan Rakyat, DPR, DPD, dan DPRD, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang tersebut.

Sistematika Penulisan

13 Tahun 2022 merupakan peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan persetujuan bersama dari Presiden. Pada prinsipnya fungsi lembaga legislatif yang terpenting adalah membuat peraturan, hal ini dikarenakan lembaga legislatif merupakan cabang kekuasaan yang terutama mencerminkan kedaulatan rakyat.23. Pembentukan undang-undang oleh lembaga legislatif merupakan konsekuensi sulit atau bahkan tidak mungkinnya masyarakat secara keseluruhan secara langsung dan bersama-sama membentuk peraturan.

Pembentukan undang-undang oleh DPR bersama Presiden merupakan wujud ketidakmampuan menerapkan pemisahan kekuasaan secara bersih. Karena undang-undang merupakan salah satu peraturan hukum yang ada di Indonesia, maka penyusunannya harus sesuai dengan asas-asas peraturan hukum baik secara formil maupun materil. Attamimi membagi asas penciptaan peraturan hukum yang relevan menjadi asas formal dan asas materiil.

Prinsip formal meliputi: (i) prinsip tujuan yang jelas; (ii) perlunya prinsip regulasi; (iii) prinsip badan/lembaga terkait; (iv) prinsip konten material yang sesuai; (v) prinsip tersebut dapat dilaksanakan; dan (vi) prinsipnya dapat diidentifikasi. Sedangkan asas materiil adalah (i) asas yang sesuai dengan cita-cita hukum Indonesia dan norma-norma dasar negara; (ii) prinsip-prinsip yang sesuai dengan landasan hukum nasional; (iii) asas yang selaras dengan asas negara yang berdasarkan hukum; (iv) asas sesuai dengan asas penyelenggaraan pemerintahan berdasarkan sistem ketatanegaraan.25. Pokok-pokok desain dan isi peraturan hukum juga diatur dalam UU No. 12 Tahun 2011 juncto UU No. 15 Tahun 2019 yang kini telah diubah menjadi UU No.

Sementara itu, Pasal 6, para. 1, asas yang harus tercermin dalam isi peraturan perundang-undangan, yaitu: perlindungan, kemanusiaan, kebangsaan,. 24 Zainal Arifin Mochtar, Dinamika Perkembangan Independen Lembaga Negara dan Urgensi Realignment Pasca Amandemen Konstitusi, (Depok: PT Raja Grafindo Persada, 2017), hlm. 22-23.

Fast Track Legislation

Peraturan perundang-undangan yang akan dikeluarkan oleh badan Ahlu al-halli wal Aqdi harus mengikuti ketentuan kedua sumber hukum Islam tersebut. Peraturan perundang-undangan yang akan dikeluarkan oleh lembaga legislatif harus mengikuti ketentuan kedua sumber hukum Islam tersebut. Hal menarik lainnya dalam praktik pembuatan undang-undang di Indonesia adalah terkait dengan ratifikasi perjanjian internasional menjadi undang-undang.

Kenyataan di atas menunjukkan perlunya adaptasi terhadap cepatnya pembuatan undang-undang di Indonesia. Ayat (6) menyatakan bahwa rancangan undang-undang dari DPR di luar program legislasi nasional yang diajukan oleh anggota, komisi, atau gabungan komisi sebagaimana dimaksud pada ayat (5) disampaikan secara tertulis kepada badan legislatif seiring dengan urgensi rancangan undang-undang tersebut. dan naskah akademis.” Perundang-undangan jalur cepat akan lebih baik diatur oleh konstitusi dengan konsekuensi menghilangkan kewenangan presiden untuk mengeluarkan perppu.

Jika undang-undang pantas diluluskan pada masa hadapan, adalah bagus jika rang undang-undang menggunakan kaedah omnibus dilarang daripada diluluskan melalui mekanisme perundangan pantas. Undang-undang dan peraturan yang akan dikeluarkan oleh kuasa Ahlu al-halli wal Aqdi hendaklah mengikut peruntukan dua sumber hukum Islam. Ahlu al-halli wal Aqdi berkuasa membuat undang-undang yang mengikat seluruh masyarakat dalam perkara-perkara yang tidak diatur secara ketat dalam Al-Quran dan Hadis;.

Jika tidak memuat klausul akhir, maka dapat mencakup kewajiban untuk meninjau ulang peraturan perundang-undangan setelah rancangan undang-undang tersebut disahkan melalui mekanisme perundang-undangan jalur cepat. Ibnu Sina Chandranegara, “Persetujuan Mekanisme Perundang-undangan Jalur Cepat Dalam Pengusulan RUU oleh Presiden”, Jurnal Penelitian Hukum De Jure Vol.21:1 Maret 2021.

Fiqh Siyasah

PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN

Penyusunan Peraturan Perundang-Undangan di

Negara Republik Indonesia Pada tahun 1945, kekuasaan membentuk undang-undang berada di tangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Selain itu, pasal 20, para. Setelah suatu rancangan undang-undang disetujui oleh badan legislatif, maka rancangan undang-undang tersebut diserahkan kepada badan legislatif untuk disahkan menjadi undang-undang.

Rancangan undang-undang yang telah disepakati bersama antara legislatif dan eksekutif diserahkan oleh legislatif kepada eksekutif untuk disahkan menjadi undang-undang. Mediasi dilakukan oleh DPR pemerintah mulai dari penyiapan program legislasi nasional, penyiapan rancangan ketentuan undang-undang, pembahasan ketentuan undang-undang, hingga diundangkannya undang-undang. DPR dan Presiden dalam membentuk undang-undang seringkali dianggap ceroboh dalam membentuk undang-undang.

Bahkan, bisa dibilang tidak ada batasan jelas apakah suatu RUU layak dibahas dengan cepat atau tidak. 37 Ibnu Sina Cahandranegara yang menggunakan mekanisme fast track legislasi ketika mengajukan RUU oleh Presiden, Jurnal Penelitian Hukum De Jure, Vol.21, No. 1 Maret 2021, hal. 123-124. Apabila DPR mengajukan RUU di luar Program Legislasi Nasional, maka pelaksanaannya berdasarkan ketentuan Pasal 114 ayat (5) dan (6) Peraturan DPR Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Tertib. yang ketentuannya: ayat (5) menyatakan bahwa RUU-.

Sebab, regulasi di Indonesia saat ini fokus pada fast-track untuk hanya masuk ke Program Legislatif Nasional39, sedangkan fast-track dalam hal ini pembahasan RUU tersebut belum ada aturannya. Jika kita melihat praktik pada bulan Oktober 2019 hingga Desember 2020 dalam pemberlakuan undang-undang di Indonesia, khususnya UU No. 19 Tahun 2019, UU No. mengkaji peraturan perundang-undangan setelah rancangan undang-undang tersebut disahkan melalui mekanisme percepatan legislatif (post-legislative review).

Enam rangka kerja seperti yang diterangkan di atas adalah kekangan yang boleh disyorkan untuk diletakkan dalam proses penerimaan apabila dikehendaki mempunyai mekanisme perundangan yang dipercepatkan diletakkan dalam kuasa oleh Presiden untuk mencadangkan undang-undang. Pertama, dari segi ketentuan yang telah terkandung di dalam al-Quran dan as-Sunnah, hukum yang diisytiharkan oleh Ahlu al-halli wal Aqdi adalah hukum Ilahi yang disyariatkan-Nya di dalam al-Quran dan dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam Hadis. Selepas pindaan UUD 1945, berlaku pergeseran dalam badan legislatif, dengan DPR mempunyai kuasa untuk membuat undang-undang.

Fast Trak Legislation dalam Sistem Pembentukan

Praktik Fast Track Legislation di Beberapa Negara

Hal itu tertuang dalam Pasal 67, 68, dan 69 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan juncto Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022, perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2019, yang akan menjadi tata cara pembahasan. Keadaan tertentu lainnya yang menimbulkan urgensi nasional terhadap suatu rancangan undang-undang yang dapat disahkan bersama oleh perangkat DPR yang khusus membidangi bidang legislatif dan menteri atau lembaga yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pembentukan peraturan perundang-undangan. Sedangkan apabila pemerintah mengusulkan rancangan undang-undang yang berada di luar program legislasi nasional, maka pelaksanaannya akan didasarkan pada ketentuan Pasal 25 Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksana Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011.

Serta Pasal 26 Perpres Nomor 87 Tahun 2014 yang berbunyi “Menteri mengajukan usulan rancangan undang-undang di luar Prolegnas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 kepada Ketua DPR melalui lembaga legislatif untuk dimasukkan dalam prioritas tahunan.” Prolegna". 2 Tahun 2020, UU Nomor 7 Tahun 2020, dan UU Nomor 11 Tahun 2020, wajar jika kritik sebagaimana disebutkan di atas ditujukan pada cepatnya mekanisme legislasi yang dianggap sebagai cara untuk mempermudah, seperti yang terjadi pada tahun 2020. masa lalu. Meskipun peraturan perundang-undangan jalur cepat itu sendiri belum diatur, namun dalam praktiknya tampaknya hal tersebut telah dilaksanakan, seperti yang dicontohkan oleh keempat undang-undang tersebut. Skema perundang-undangan jalur cepat harus mengatur dan membatasi isi undang-undang yang prosesnya dilakukan melalui peraturan perundang-undangan jalur cepat; Bagaimana cara kerjanya; lamanya waktu yang dibutuhkan; dan pemenuhan akses publik dalam proses negosiasi yang tepat;

Pengaturan mengenai kewajiban ini dapat diberikan dalam jangka waktu satu atau dua tahun sejak berlakunya. Kewajiban ini juga harus bersifat kumulatif dengan ketentuan-ketentuan yang mempunyai konsekuensi, yaitu apabila pasca-legislative review tidak selesai dalam jangka waktu satu tahun, maka undang-undang tersebut akan dilaksanakan melalui mekanisme yang fast-track perundang-undangannya tidak mengikat; Dan. 55 Muhammad Iqbal, Fiqh Siyasah Kontekstualisasi Ajaran Islam.. maka lembaga legislatif berhak menentukan penafsiran mana yang sebaiknya ditempatkan dalam kitab undang-undang; Sebelum dilakukan amandemen UUD 1945, RUU itu dalam hal menjadi undang-undang harus mendapat persetujuan Presiden atau DPR. Jika tidak ada yang disetujui, RUU tersebut tidak dapat diberlakukan kembali. disahkan, presiden akan meratifikasi RUU tersebut dan menetapkannya menjadi undang-undang.

Dalam hal rancangan undang-undang disepakati bersama tetapi tidak disahkan oleh Presiden dalam jangka waktu 30 hari setelah rancangan undang-undang tersebut disetujui, maka rancangan undang-undang tersebut sah menjadi undang-undang dan harus diundangkan. Apabila peraturan perundang-undangan jalur cepat hendak dilaksanakan dapat dilakukan dengan beberapa cara, pertama dengan memasukkannya ke dalam hukum positif, kedua perlu dipahami bahwa pengaturan peraturan perundang-undangan Jalur Cepat tidak memuat salah satu tata cara pembuatan undang-undang penghapusan yang dilaksanakan. sejauh ini di Indonesia. Adapun lamanya waktu pembuatannya tidak dapat diperkirakan sejauh mana dan berapa lama, karena pembuatan undang-undang pada umumnya tidak mengatur hal tersebut.

Saran yang dapat penulis sampaikan adalah optimalisasi pembentuk undang-undang mengenai pembentukan undang-undang dan peraturan perundang-undangan agar cepat terbentuknya undang-undang sebagai upaya penataan peraturan dan tata kelola pembentukan undang-undang guna menghasilkan produk hukum. yang didasarkan pada keadilan. Bagir Manan dan Susi Dwi Harijanti, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang dalam Ajaran Konstitusi dan Asas Negara Hukum”, Jurnal Ilmu Hukum Padjadjaran, 2017. Risdiana Izzaty, “Mekanisme Carry-Over untuk Menjamin Terbentuknya Keberlanjutan Kehutanan Undang-Undang Perubahan Amanat Dewan Perwakilan Rakyat”, Skripsi Fakultas Hukum Universitas Airlangga, 2020.

Referensi

Dokumen terkait

Selanjutnya disebutkan pada pasal 1 angka 2 bahwa yang dimaksud dengan peraturan perundangan adalah peraturan tertulis yang memuat norma hukum yang mengikat

Pengaturan kewenangan dalam pembentukan Undang-Undang sebagaimana telah dijabarkan pada UUD NRI 1945, kewenangan membentuk Undang-Undang dimiliki oleh pemerintah dan

Selama Undang-undang mengenai hak milik sebagai tersebut dalam pasal 50 ayat (1) belum terbentuk, maka yang berlaku adalah ketentuan-ketentuan hukum

Dalam penyelenggaraan fungsi legislasi di daerah telah terjadi pergeseran yang dulunya pemerintah daerah sesuai peraturan perundang- undangan mempunyai kewenangan membentuk

Dengan adanya perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, khususnya Pasal 20 ayat (1) yang menentukan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat memegang

Menurut pasal 1 ayat (2) Undang-undang Nomor 12 tahun 2011, Peraturan perundang-undangan adalah peraturan tertulis memuat norma hukum yang mengikat secara umum

Dokumen ini menjelaskan tentang asas-asas pembentukan peraturan perundang-undangan yang baik sesuai dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun

Dokumen ini membahas asas-asas pembentukan peraturan perundang-undangan yang baik sebagai pedoman dalam pembentukan norma-norma