1
A. Latar Belakang Kegiatan
Pemuda Persis dengan segala potensinya senantiasa dituntut untuk menjadi seorang muharrik atau penggerak yang mampu mewujudkan cita dan asa para pendahulunya, yakni menjadi generasi yang ber tafaqquh fii al-din. Prinsip ini senantiasa ditanamkan dalam diri para pemuda Persis, karena kelak merekalah yang akan meneruskan tongkat estafeta perjuangan dalam mendidik dan membimbing umat supaya teguh serta teduh di bawah tuntunan al-Quran dan Sunnah. Dalam al-Quran, proses ini dinamakan dengan terma istikhlaf atau yang disebut dengan proses pergantian kepemimpinan dan ini merupakan sunnatullah yang tidak mungkin dihindari oleh siapapun.
Kebutuhan terhadap sosok para pemuda ini senantiasa meningkat dan berbanding lurus dengan semakin terkikisnya nilai-nilai moral dalam diri generasi dewasa ini. Sebut saja gen Z dan generasi strawberry yang di klaim tidak setangguh generasi sebelumnya dalam menghadapi tantangan zaman. Paradigma ini muncul bukan tanpa sebab, salah satunya ialah banyaknya tontonan di media sosial yang menjerumuskan Masyarakat kepada hal negatif, sehingga tolak ukur kebenaran dan kebaikan menjadi samar. Yang seharusnya menjadikan al-Quran dan sunnah sebagai kebenaran, justru menjadikan syahwat sebagai pembenaran.
Al-Quran menyebutnya dengan muttabi’ syahwah atau orang-orang yang mengikuti syahwat dan akibat dari perbuatan ini adalah akan menemui kesesatan.
Maka diperlukan lingkungan serta bimbingan untuk memahami serta menghadapi tantangan zaman tersebut.
Dari latar belakang tersebut, maka PD pemuda Persis kabupaten Sumedang bermaksud menyelenggarakan kegiatan temu ilmiah dan ta’aruf daerah serta ma’ruf atau masa ta’aruf yang ke-7 dengan tema “Pemuda persis: perekat ukhuwah, teladan umat”. Kegiatan ini bermaksud untuk merekatkan ukhuwah para pemuda dan menumbuhkan kesadaran untuk sanantiasa menghidupkan jam’iyah persatuan islam, serta memperkenalkan kepada generasi penerus tentang pentingnya arti berjamiyah dalam bingkai persatuan.
B. Landasan Kegiatan
▪ Al-Quran
▪ Al-Sunnah
▪ QA-QD Pemuda Persatuan Islam C. Tema Kegiatan
“Pemuda Persis Perekat Ukhuwah, Teladan Umat”
D. Tujuan Kegiatan
Kegiatan ini bertujuan untuk:
1. Memperkuat nilai-nilai karakter pada pemuda
2. Mewadahi para pemuda untuk saling bertukar fikiran
3. Mewadahi para pemuda untuk berkompetisi dalam turnamen olahraga 4. Memperkenalkan jam’iyah PERSIS kepada para pemuda
2
5. Membantu mengenali potensi diri para pemuda sebagai teladan umat.
6. Mencetak kader pemimpin umats yang memahami, mengamalkan dan
mendakwahkan Aqidah, Syari’ah dan Akhlaq islam berdasarkan al-Quran dan al-Sunnah dalam segala ruang dan waktu.
E. Penyelenggara Kegiatan
Penyelenggara kegiatan ini adalah PD Pemuda Persis Sumedang F. Waktu dan Tempat
Hari : Ahad-Senin
Tanggal : 24-25 Desember 2023
Tempat : Markaz Dakwah PD PERSIS kabupaten Sumedang, Jl. Prabu Gajah Agung No. 23 – Ds. Jatihurip, Kec. Sumedang Utara, Jawa Barat, 45621
G.Sasaran Kegiatan
Sasaran kegiatan Temu Ilmiah dan Ta’aruf Daerah ke-7 adalah seluruh anggota Pemuda Persis Sumedang. Adapun peserta kegiatan ma’ruf adalah calon anggota yang tidak tecatat sebagai anggota organisasi kemasyarakatan sejenis dan belum mencapai usia 40 tahun.
H. Bentuk Kegiatan
Kegiatan TITD PLUS MA’RUF ini diformat dalam beberapa bentuk kegiatan 1. Ma’ruf (Masa Ta’aruf)
2. Kompetisi Tamaddun
Ketentuan dan peraturan lomba terlampir (Lampiran I) 3. Kompetisi Futsal
Ketentuan dan peraturan lomba terlampir (Lampiran I) 4. Kompetisi Debat
5. Ketentuan dan peraturan lomba terlampir (Lampiran II) I. Susunan Acara
Susunan acara terlampir (Lampiran III)
J. Estimasi Biaya
Estimasi biaya terlampir (Lampiran IV) K. Susunan Kepanitiaan
Susunan kepanitiaan terlampir (Lampitan IV)
3
L. Penutup
Demikianlah Proposal ini kami susun dan kami ajukan sebagai acuan pertimbangan bagi pihak yang mempunyai kepedulian terhadap kegiatan ini.
Dengan demikian semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar serta senantiasa mendapatkkan ‘inayah, hidayah dan perlindungan dari Allah SWT.
Semoga niat baik kami mendapat respon sepenuhnya, baik moril maupun materil dari semua pihak. Atas segala perhatian dan partisipasinya kami ucapkan terimakasih. Teriring do’a.
ُُمُكاَزَج
ُُالل ُ اًريَْخ ُ
ُاًريِْثَك ُُ
الل
ُ ذخيأ
ُ انيديبأ
ُ لىإ
ُ ام
ُ هيف
ُ يْخ
ُ ملاسلإل
ُ ينملسلماو
Sumedang, 10 Desember 2023 26 Jumadil Ula 1445 H
Ketua Pelaksana Sekretaris
Refi Muhammad, S.Pd. Wihdan Ridlwanullah
NPA: 18.6022 NPA: 19.7332
Mengetahui,
Ketua PD Pemuda Persis Sumedang
Firman Bagja Nugraha, S.Sos.
NPA: 07.0198
4
Lampiran I Ketentuan dan Peraturan Kompetisi Tamaddun
a. Tamaddun adalah kompetisi ajang unjuk bakat Pemuda Persis Sumedang b. Peserta terdiri dari perwakilan cabang Pemuda Persis Sumedang
c. Durasi pertunjukan maksimal 10 menit
d. Bakat yang dipertunjukkan adalah seni budaya, seperti;
1. Menyanyi (solo atau grup) 2. Akustik
3. Stand Up Comedy 4. Dance
5. Pertunjukan seni tradisional 6. Pembacaan puisi
7. Drama
e. Hal-hal yang belum diatur akan ditentukan kemudian pada hari kegiatan dilaksanakan.
Futsal
a. Peserta Merupakan Utusan dari PC masing-masing b. Hanya diperbolehkan mengutus satu tim per satu PC c. Sistem perlombaan yang diberlakukan ialah sistem gugur
d. Urutan tim yang akan bertanding akan di tentukan pada hari kegiatan dilaksanakan
e. Peraturan yang diberlakukan dalam ajang kompetisi futsal ini adalah peraturan standar FIFA, namun waktu pertandingan yang diberlakukan adalah 2×10 Menit.
f. perubahan peraturan akan disampaikan, sekurang-kurangnya
g. Untuk menentukan tim yang lolos ke fase berikutnya jika terjadi nilai skor yang sama, maka penentuan tim yang lolos didasarkan pada urutan: perhitungan selisih gol, dan produktivitas jumlah gol yang dicetak
h. Jika pertandingan pada putaran kedua berakhir seri maka dilanjutkan dengan 3 kali tendangan adu penalti oleh pemain terakhir yang berada di lapangan, dan jika masih imbang juga dilanjutkan dengan 1 kali tendangan penalti oleh pemain yang tersisa dari masing-masing tim hingga terjadi selisih skor
i. Hal-hal yang belum diatur dalam peraturan kompetisi akan ditentukan kemudian dengan mengacu pada peraturan futsal FIFA
Debat
a. Tata tertib Peserta Lomba:
1. Peserta wajib hadir 30 menit sebelum pelaksanaan dimulai.
2. Peserta dianjurkan mengenakan pakaian yang serasi dengan tim.
3. Peserta harap registrasi pendaftaran untuk mengambil nomor peserta.
4. Peserta merupakan utusan hasil rekomendasi PC masing- masing.
5. Peserta lomba wajib mengikuti acara pembukaan.
6. Peserta wajib membawa alat- alat tulis yang digunakan dalam lomba.
5
7. Selama mengikuti lomba, peserta wajib berperilaku sopan, tertib, dan tidak melakukan kegiatan yang merugikan orang lain.
8. Setiap PC hanya diperbolehkan mengirim maksimal beberapa tim yang terdiri dari 3 orang untuk setiap tim.
9. Peserta tidak diperkenankan untuk terlambat datang, jika peserta terlambat dari waktu yang telah ditentukan, maka peserta akan didiskualifikasi.
b. Ketentuan Teknis Lomba:
1. Penentuan nomor tim dilakukan dengan pengundian.
2. Penentuan tim pro dan tim kontra juga dilakukan dengan pengundian/ toss coin. Pemenang berhak menentukan pilihan untuk menjadi pihak pro atau kontra. Pemenang juga berhak memilih amplop yang berisi mosi (pernyataan).
3. Debat berlangsung antara 2 tim yang saling bertolak- belakang dalam memihak mosi (pihak pro dan pihak kontra); dengan pihak pro yang mendukung mosi, serta pihak kontra yang menolak mosi.
4. Setiap tim terdiri dari 3 pembicara utama; masing- masing diawali oleh pembicara Affirmative (pro) dan diakhiri oleh pembicara Negative (kontra).
5. Debat terbagi ke dalam 2 sesi; sesi pertama yaitu sesi Debat Parlementer, dan sesi kedua adalah sesi Debat Rapidfire (Debat Kusir).
c. Sesi Debat Parlementer
1. Debat diawali oleh pembicara pertama dari tim Affirmative, kemudian diteruskan oleh pembicara pertama dari tim Negative. Lalu, Dilanjutkan oleh pembicara kedua dari tim Affirmative, dan seterusnya sampai diakhiri oleh pembicara ketiga dari tim Negative.
2. Setiap pembicara diharapkan berbicara dalam selang waktu 3’00”- 3’20”.
Apabila pembicara berbicara dibawah waktu 3’00”, maka pembicara dinyatakan under- time. Sedangkan apabila pembicara berbicara lebih dari waktu 3’20”, maka pembicara dinyatakan over- time. Baik under- time maupun over- time akan mempengaruhi penilaian.
3. Pembicara yang tidak sedang berbicara diperbolehkan untuk menyampaikan interupsi/ Points of Information (POI) dari menit 1’00”
sampai dengan 2’00”.
4. POI yang disampaikan maksimum selama 15 detik.
5. Tugas masing- masing pembicara:
Pembicara Tim Affirmative Tim Negatif Pertama 1. Menjelaskan Background yang
terjadi.
2. Menjelaskan tujuan tim (goal).
3. Menjelaskan argumen.
1. Menjelaskan sanggahan atas argumen pembicara pertama tim afiirmative.
2. Menjelaskan tujuan tim.
3. Menjelaskan argumen.
Kedua 1. Menjelaskan sanggahan atas argumen/sanggahan pembicara pertama dari tim negative.
1. Menjelaskan sanggahan atas argumen/ sanggahan pembicara kedua dari tim affirmative.
6
2. Menjelaskan efek jangka panjang (further impilcation) mosi.
3. Menjelaskan point dari sudut pandang aktor- aktor yang berperan di dalam mosi (Seperti masyarakat, pemerintah, dsb.).
4. Menjelaskan argumen.
2. Menjelaskan efek jangka panjang (further impilcation) mosi.
3. Menjelaskan point dari sudut pandang aktor- aktor yang berperan di dalam mosi (Seperti masyarakat, pemerintah, dsb.).
4. Menjelaskan argumen.
Ketiga Menjelaskan sanggahan atas argumen/ sanggahan dari pembicara kedua dari tim negative.
Menjelaskan sanggahan atas sanggahan dati pembicara ketiga dari tim affirmative.
6. Setiap pembicara dari 1 tim diharapkan membawa argumen yang berbeda.
Pembawaan argumen yang sama/ berulang akan berdampak pada penilaian tim.
7. Time keeper akan memberi sinyal waktu kepada pembicara yang berbicara dengan mengetuk sekali untuk mengisyaratkan bahwa pembicara sudah berbicara selama satu menit. Di menit kedua, time keeper akan mengetuk sebanyak sekali lagi. Di menit ketiga, timekeeper akan mengetuk sebanyak 2 kali, dan pembicara diharapkan menyelesaikan pembicaraan/pidatonya.
Dan, time keeper akan mengetuk secara non- stop bila waktu berbicara melebihi waktu 3’20”.
d. Sesi Debat Rapidfire
1. Debat berupa debat kusir.
2. Waktu yang diberikan untuk berdebat adalah selama 10 menit.
3. Setiap pembicara diberi waktu 30 detik, tanpa adanya interupsi (POI).
4. Pembicara dari tim pro diperkenankan memulai lebih dulu.
5. Jika tim tidak mempunyai sanggahan, tim yang sebelumnya diperkenankan untuk berbicara selama 30 detik kembali selama waktu berdebat belum habis.
6. Jika selama 15 detik tidak ada yang berbicara, maka sesi dinyatakan selesai.
e. Sesi Kesimpulan
1. Kesimpulan cukup diambil oleh salah satu pembicara dari masing- masing tim, kecuali pembicara ketiga.
2. Setiap pembicara diberi waktu untuk berbicara selama 1’00” sampai 1’20”
tanpa interupsi (POI) untuk meringkas debat atau untuk mereview apa yang telah terjadi selama perdebatan.
3. Over- time atau under- time akan mempengaruhi penilaian.
f. Sistem kompetisi yang dipakai adalah sistem gugur g. Hal-hal yang tidak boleh dilakukan peserta:
1. Peserta tidak boleh berbicara yang menjelek- jelekkan SARA tertentu.
2. Peserta tidak boleh memukul- mukul meja.
3. Peserta tidak boleh memprovokasi lawan.
h. Jika terjadi pelanggaran, peserta/ tim akan didiskualifikasi dan dinyatakan gugur.
7
i. Keputusan juri bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
j. Kriteria Penilaian:
1. Matter. Argumen yang dibawa oleh masing- masing pembicara.
2. Manner. Kelakuan pembicara selama berdebat, terdiri dari kesopanan, dan tata berbicara yang baik.
3. Method. Cara penyampaian argumen yang disampaikan oleh masing- masing pembicara.
k. Tema yang akan dibahas:
1. Haruskan gawai dilarang bagi anak?
2. Apakah populasi manusia merupakan ancaman bagi lingkungan?
3. Bisakah pola makan vegan melawan pemanasan global?
4. Bolehkah calon presiden berusia di bawah 40 tahun?
5. Kesetaraan gender
8
Lampiran II Rundown Acara TITD Plus MA’RUF 24 Desember 2023
Ma’ruf (Masa Ta’aruf)
Pukul Kegiatan Penanggung Jawab Keterangan
12:15-13:00
Pembukaan:
▪ Pembacaan Ayat Suci al- Quran
▪ Mars Pemuda Persis
▪ Sambutan-sambutan:
MC
Wihdan Ridlwanullah
Aula Markaz Dakwah 1. Sambutan ketua PD
Persis Sumedang
KH. Saepul Bahri, S.Ag., M.Pd.I.
2. Sambutan Ketua PD Pemuda Persis
Sumedang (sekaligus membuka acara)
Firman Bagja Nugraha S, S.os 13:00-14:00 Materi Ketauhidan PD Pemuda Persis
Sumedang 14:00-15:00 Sejarah Pergerakan
Pemuda Persis
PD Pemuda Persis Sumedang 15:00-15:15 Penulisan Angket Panitia
15:15-15:35 Istirahat shalat
15:35-16:30 Wajah dan Wijhah Pemuda Persis
PD Pemuda Persis Sumedang
Aula Markaz Dakwah 16:30-17:30 Arah Dakwah Pemuda
Persis
PD Pemuda Persis Sumedang 17:30-17:55 Bai’at Peserta dan Ma’ruf PD Pemuda Persis
Sumedang
17:55-19:40 Istirahat shalat
TITD (Temu Ilmiah & Ta’aruf Daerah)
19:40-22:30 Lomba Debat Panitia
Aula Markaz Dakwah 22:30-23:45 Lomba Tamaddun Panitia
23:45-23:00 Penutupan Panitia
25 Desember 2023
07:30-07:45 Persiapan lomba futsal Panitia
07:45-12:00 Lomba futsal Panitia
12:00-13:30 Istirahat Shalat
11:30-12:00 Pembagian hadiah
sekaligus Penutupan MC Aula Markaz
Dakwah
9
Lampiran III Rencana Anggaran Biaya & Susunan Kepanitiaan
NO Uraian Jumlah Satuan Harga Total
1. Sewa lapang futsal 6 Jam Rp. 120.000 Rp. 720.000 2. Sewa Sound System 2 Hari Rp. 250.000 Rp. 500.000 3. Makan Panitia 3 kali 30 Org Rp. 25.000 Rp. 2.250.000
4. Jamuan Tamu 10 Org Rp. 30.000 Rp. 300.000
5. Admministrasi Rp. 300.000 Rp. 300.000
6. Hadiah 3 lomba Rp. 333.000 Rp. 1.000.000
Jumlah keseluruhan Rp. 5.720.000
Penanggung Jawab PD. Pemuda Persis Sumedang
Penasehat Firman Bagja Nugraha S,Sos.
Agus S. Saefullah, M.Pd.
Ketua Pelaksana Refi Muhammad, S.Pd.
Sekretaris Wihdan Ridlwanullah
Bendahara Rizal Rahman
PJ Futsal:
Luthfi M. Ihsan, S.Ag.
Jundi hafidz
PJ Debat:
Rully Ginanjar Nugraha A.,Me.
Ihsan Abdillah, S.Ag.
PJ Tamaddun:
Naufal Al-Zahra, S.Pd.
Naufal Syauqi Fauzani, Lc.
Sie. Pubdok:
M. Nasyirudin Akmal Salman Alfarisi Ari Durohman
Dana Usaha:
Restu Ginanjar
Firman Mus’ab Dul Faqihhidiin, S.Hv.
Aceng Rahmat
Egi Pribadiyanto, S.Pd.
Ependis Irfan Najmiey Dini Wahdin, S.Sos.
Wildan Hakim
PJ Ma’ruf:
Usep Sulaeman M.A.S., S.Pd.
Fikri Islamie, S.Ag.
Rizki Sabar Nugraha M. Ihsan Khoirunnas M. Imam Asysyakir, S.Ud.