PENDAHULUAN
Latar Belakang
Salah satu cara menghindari fenomena Londo iha adalah dengan menanamkan nilai-nilai sosial dan agama pada remaja agar terhindar dari pergaulan bebas. Melihat kenyataan di atas, hal ini mendorong peneliti untuk melakukan penelitian untuk mengkaji permasalahan tersebut dalam skripsi yang berjudul “Penanaman Nilai-Nilai Sosial dan Religius dalam Perilaku Sosial Masyarakat pada Fenomena Londo Iha di Desa Mangge Asi Kabupaten Dompu”.
Rumusan Masalah
Proses Penanaman Nilai Religius dalam Menghadapi Fenomena Londo Iha di Desa Mangge Asi Kabupaten Dompu. Respon Sosial Masyarakat Terhadap Kejadian Londo Iha di Desa Mangge Asi Kabupaten Dompu Kabupaten Mangge Asi Kabupaten Dompu.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
- Tujuan
- Manfaat
Ruang Lingkup dan Setting Penelitian
Peneliti membatasi ruang lingkup penelitian ini pada alasan terjadinya perkawinan londo iha di desa Mangge Asi Kabupaten Dompu. Apa saja faktor pendukung dan penghambat pengenalan nilai-nilai sosial dan agama pada pelaku Londo iha di desa Mangge Asi Kabupaten Dompu.
Telaah Pustaka
Fokus pada penerimaan masyarakat terhadap proses pelarian untuk menemukan fakta nyata saat ini. 5 Syahrinal Hatorang dengan judul “Kawin lari dalam Perspektif Islam (Studi Kasus) di Desa Paraman Ampalu Kecamatan Gunung Teluh Kabupaten.
Kerangka Teori
- Pegertian Penanaman
- Tinjauan Tentang Nilai-Nilai Sosial
- Tinjauan Tentang Nilai-Nilai Agama
- Tinjauan Tentang Respon Sosial
- Tinjauan Tentang Masyarakat
- Teori Religius Max Weber
- Teori Penyimpangan Perilaku Sosial
- Teori Konflik Menurut Lewis A.Coser
- Kerangka Berpikir
Nilai-nilai sosial adalah nilai-nilai yang dimiliki oleh seorang warga negara, apa yang dianggap buruk oleh warga negara tersebut. Nilai-nilai sosial adalah nilai-nilai yang ada dalam suatu masyarakat, tentang apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk oleh masyarakat.
Metode Penelitian
- Jenis dan Pendekatan Penelitian
- Kehadiran Peneliti
- Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknis Analisis Data
- Pengecekan Keabsahan Data
Oleh karena itu, untuk memperoleh data yang diperlukan, peneliti memerlukan alat (instrumen), antara lain sebagai berikut: 48. Triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara memeriksa data yang diperoleh melalui berbagai sumber.56. Selain itu data yang diperoleh melalui wawancara juga diperiksa dengan data yang diperoleh dari observasi dan dokumentasi.
Penerapannya dengan cara mengecek hasil wawancara dari berbagai informasi terkait bagaimana nilai-nilai sosial dan keagamaan ditanamkan dalam perilaku sosial masyarakat pada fenomena londo iha di Desa Mangge Asi Kabupaten Dompu. Triangulasi sumber data digunakan untuk mengecek data mengenai pembentukan nilai-nilai sosial dan keagamaan terhadap perilaku sosial masyarakat pada fenomena londo iha di Desa Mangge Asi Kabupaten Dompu.
Sistematika Pembahasan
Triangulasi metode dilakukan untuk memeriksa pengguna metode pengumpulan data, apakah informasi yang diperoleh dengan metode wawancara sama dengan metode observasi, dan apakah hasil observasi sesuai dengan informasi yang diberikan pada saat wawancara dilakukan dan telah dilakukan. diamati dan akan memberikan informasi yang sama atau berbeda. Melalui triangulasi peneliti, sumber data dan metode dapat diketahui apakah sumber-sumber tersebut memberikan data yang sama atau tidak. Yang terdiri atas pendahuluan, latar belakang masalah, tujuan dan manfaat penelitian, ruang lingkup dan setting penelitian. Dalam bab ini juga dicantumkan fokus kajian, maksud, tujuan manfaat penelitian ini, ruang lingkup dan setting. penelitian, tinjauan literatur, kerangka teori, metode penelitian dan pembahasan sistematis untuk merencanakan jadwal kegiatan.
Sesuai dengan masalah yang telah peneliti rumuskan pada bab I sebagai rumusan masalah, sebisa mungkin peneliti tidak akan menyimpulkan sesuatu yang menjadi fokus penelitian. Tidak hanya kesimpulan saja, pada bab ini peneliti juga akan menuliskan saran-saran relevan yang dianggap penting oleh peneliti untuk diterapkan di masa yang akan datang.
PAPARAN DATA DAN TEMUAN
Gambaran Umum Wilayah Desa Mangge Asi Kabupaten
Dari tabel diatas terlihat bahwa sebagian besar tingkat pendidikan di Desa Mangge Asi adalah sebesar 61,44%. Hal ini membuktikan bahwa tingkat pendidikan di Desa Mangge Asi masih rendah, sehingga sebagian besar remaja di Desa Mangge Asi melakukan londo iha karena rendahnya tingkat intelektualitas masyarakatnya. Pada tabel di atas terlihat bahwa pekerjaan yang lebih dominan di Desa Mangge Asi adalah petani dan buruh tani yaitu sebesar 94,3%, disusul PNS.
Masyarakat Desa Mangge Asi sebagian besar yaitu 90% menganut agama Islam, sedangkan 5% sisanya menganut agama Kristen dan 5%. Proses pembentukan nilai-nilai sosial dan keagamaan menghadapi fenomena Londo Iha di Desa Mangge Asi.
Proses Penanaman Nilai-Nilai Sosial Dan Agama Dalam
Berdasarkan observasi, pengembangan sikap ini merupakan cara yang sering digunakan oleh orang tua dalam proses pembentukan nilai-nilai sosial untuk mencegah terjadinya fenomena londo iha di masyarakat khususnya masyarakat Desa Mangge Asi Kabupaten Dompu. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti di Desa Mange Asi, dengan mengadakan program khusus seperti yasianan bersama, tahlilan dan gotong royong yang dilaksanakan di Desa Mangge Asi Kabupaten Dompu. Terutama para remaja di Desa Mangge Asi yang menurut saya sangat ramah sehingga menyebabkan terjadinya londo iha.
Program ceramah agama terkait tantangan kenakalan remaja biasanya diadakan di desa Mangge Asi. Oleh karena itu wujud dari kegiatan ini akan terlihat dalam kehidupan remaja di lingkungan sosialnya khususnya di desa Mangge Asi kabupaten Dompu.
Terjadinya Perkawinan Londo Iha di Desa Mangge Asi
Artinya : “Lagipula kami melakukan londo iha karena orang tua saya tidak menyukai suami saya, mereka ingin melihat watak dan watak suami saya terlebih dahulu. Tapi karena kami melakukan londo iha, mau tidak mau orang tuaku merestui hubungan kami dan kemudian kami menikah." Artinya : “Sesungguhnya perkawinan dengan londo iha merupakan perkawinan yang dianggap negatif dan sangat-sangat buruk di mata masyarakat, karena pelaku londo iha tidak mendapat persetujuan dari kedua orang tua dan keluarga tidak, keduanya laki-laki dan perempuan”76.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara diatas, maka perkawinan londo iha adalah perkawinan yang dilakukan oleh kedua belah pihak tanpa persetujuan kedua orang tua laki-laki dan perempuan, namun demikian perkawinan londo iha di Desa Mangge Asi Kabupaten Dompu tetap dilaksanakan. Dilakukan sebagaimana mestinya dalam prosesi pernikahan, umumnya sesuai dengan kesanggupan pihak laki-laki dalam menyimpan uang mahar. Menurut penuturan Orang Sumber 7 (tokoh agama) dan Orang Sumber 8 (tokoh masyarakat), awalnya mereka ingin melangsungkan perkawinan yang baik menurut adat istiadat di Desa Mangge Asi Kabupaten Dompu sesuai syariat agama, namun karena kebebasan. interaksi sosial, faktor sosial dan lain sebagainya yang mengharuskan mereka melakukan londo iha.
Respon Sosial Masyarakat dalam Fenomena Londo Iha di
Peneliti juga mewawancarai narasumber 14 selaku ketua lingkungan di Desa Mangge Asi mengenai respon masyarakat terhadap fenomena londo iha yang terjadi di Desa Mangge Asi Kabupaten Dompu sebagai berikut. Seperti yang telah disebutkan bahwa sebagian besar pelaku londo iha adalah remaja di Desa Mangge Asi yang kurang tertarik dengan agenda keagamaan dan sosialisasi, hal ini dapat menurunkan keimanan dan akhlak pelaku londo iha. Banyak pelaku londo iha yang kurang akhlak dan akhlaknya karena minimnya pendidikan yang diberikan oleh orang tuanya.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti, salah satu kejadian londo iha di Desa Mangge Asi Kabupaten Dompu disebabkan oleh kurangnya respon sosial baik dari orang tua maupun masyarakat sehingga membuat anak merasa tidak diperhatikan. dan merasa terasing dari lingkungan sosial disekitarnya¸ selain itu, londo iha di desa Mangge Asi cukup banyak terjadi sehingga fenomena ini sudah menjadi hal yang lumrah di lingkungan sekitar. Masyarakat Desa Mangge Asi mempunyai reaksi sosial yang berbeda-beda terhadap fenomena perkawinan londo iha karena pada umumnya kita mengetahui sendiri bahwa londo iha terjadi karena kurangnya kesadaran pelakunya, kurangnya pengetahuan agama dan sikap pengambilan keputusan.
PEMBAHASAN
Proses Penanaman Nilai-Nilai Sosial Agama dalam
Sejalan dengan permasalahan yang ditemukan peneliti di lapangan, terjadinya fenomena londo iha disebabkan oleh kurangnya nilai-nilai sosial dan agama yang ditanamkan oleh orang tua dan tokoh masyarakat, oleh karena itu remaja sangat perlu menanamkan nilai-nilai sosial dan agama dalam berkembang. perilaku mereka untuk menghindari perilaku negatif. Hal yang peneliti lihat di wilayah Desa Mangge Asi sebagian besar adalah keteladanan yang diberikan oleh orang tua dan masyarakat tidak memberikan pengaruh kontribusi keteladanan. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya londo iha di Desa Mangge Asi di kalangan remaja karena kurangnya kontribusi keteladanan antara orang tua dan masyarakat dalam memberikan pemahaman kepada remaja.
Dalam proses penanaman nilai-nilai sosial dan keagamaan yang diberikan kepada remaja oleh orang tua dan masyarakat, tidak demikian. Namun budidaya yang dilakukan oleh orang tua dan masyarakat masih sangat kurang, karena masih banyak remaja yang melakukan praktik londo iha, kurangnya ibadah yang dilakukan masyarakat.
Terjadinya Perkawinan Londo Iha Di Desa Mangge Asi
Dalam kehidupan bermasyarakat, segala tindakan dibatasi oleh aturan (norma) untuk bertindak dan berperilaku sesuai dengan sesuatu yang dianggap baik oleh masyarakat. . Karena Londo iha terjadi pada masyarakat Desa Mangge Asi Kabupaten Dompu, hal tersebut bukan atas kemauan mereka melainkan mereka menginginkan pernikahan yang disetujui oleh orang tuanya dan. Karena salah satu pementasan londo iha di desa Mangge Asi adalah karena pengaruh model desa, karena desa Mangge Asi berdekatan dengan desa lain maka remaja lebih banyak berkumpul dengan remaja desa tersebut.
Peluang terjadinya londo iha semakin besar, meskipun pernikahan londo iha juga merupakan hal yang lumrah di Desa Mangge Asi sendiri. Tuduhan nakal tersebut membuat remaja di Desa Mangge Asi melakukan tindakan dan berperilaku tidak pantas dalam pernikahan londo iha.
Bagaimana Respon Sosial Masyarakat dalam Fenomena Londo
Respon sosial masyarakat terhadap terjadinya londo iha di desa Mangge Asi disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor internal dan eksternal. Pertanyaan: Bagaimana cara menanamkan nilai-nilai sosial pada remaja agar terhindar dari fenomena londo iha. Pertanyaan: Apa saja faktor pendukung dan penghambat penanaman nilai-nilai sosial dan keagamaan pada remaja Londo Iha di desa Mangge Asi.
Wawancara dengan Bpk. Di Desa Mangge Asi, meskipun kedua mempelai melakukan londo iha, namun tetap dilakukan sesuai adat istiadat di desa tersebut, tergantung kepiawaian pihak mempelai pria.
PENUTUP
Kesimpulan
Faktor munculnya londo iha di desa Mangge Asi Kabupaten Dompu adalah perkawinan londo iha, seperti diketahui perkawinan yang dilakukan di desa Mangge Asi sudah terjadi sejak zaman dahulu kala, dimana perbuatan perkawinan londo iha termasuk dalam fenomena tersebut. di desa itu. Alasan terjadinya perkawinan londo iha adalah karena lamarannya ditolak, dan perkawinan tersebut tidak disetujui oleh kedua orang tua kedua belah pihak, atau keadaan terpaksa karena merasa dirugikan. Proses penanaman nilai-nilai sosial dan agama di desa Mangge Asi yang dilakukan oleh orang tua, tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam penanaman nilai-nilai sosial dan agama pada fenomena londo iha di desa Mangge Asi yaitu dengan cara pembinaan sikap, pemberian nasehat, kerjasama antara orang tua, tokoh masyarakat dan remaja.
Dimana respon yang diberikan sesuai dengan apa yang terlintas dalam hati dan pikiran serta kasat mata sehingga tersampaikan untuk menasihati pelaku londo iha bahwa hal tersebut merupakan hal yang tidak baik untuk dilakukan.
Saran
Peneliti berharap kepada para orang tua untuk mendidik anak remajanya di lingkungan keluarganya secara serius agar anak remaja tidak mengalami fenomena pernikahan londo iha khususnya di Desa Mangge Asi Kabupaten Dompu. Kepada tokoh masyarakat, peneliti menyarankan dalam menjalankan proses pembinaan nilai-nilai sosial dan keagamaan pada fenomena londo iha, sangat diperlukan peran masyarakat dalam proses pencegahan perkawinan londo iha, agar jumlah remajanya banyak. melakukan londo iha khususnya di Desa Mangge Asi Kecamatan Dompu. Jawaban : Sebagai orang tua dalam hal memberikan proses penanaman nilai-nilai sosial kepada anak remaja saya agar terhindar dari fenomena londo iha yaitu dengan memberinya nasehat.
Faktor internal (internal) berasal dari lingkungan keluarga karena banyak keluarga di sini yang belum memahami masalah sosial dan agama, dan faktor eksternal (eksternal) adalah lingkungan tempat remaja bergaul atau tempat remaja bersekolah yang tidak memberikan pemahaman. penanaman. Nilai-nilai sosial dan agama, begitu banyak remaja yang melakukan londo iha. Pertanyaan: Bagaimana pendapat anda mengenai penanaman nilai-nilai keagamaan di desa Mangge Asi? Pertanyaan: Bagaimana pendapat anda mengenai penanaman nilai-nilai keagamaan pada generasi muda desa Mangge Asi?
Pertanyaan: Apa saja faktor penghambat penanaman nilai-nilai sosial dan keagamaan pada remaja di Desa Mangge Asi?