• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP KECERDASAN SOSIAL PESERTA DIDIK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP KECERDASAN SOSIAL PESERTA DIDIK "

Copied!
177
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Hal yang membuat siswa terbuai dengan hal tersebut hingga tidak peduli dengan lingkungan sosialnya, terutama di lingkungan sekolahnya, merupakan indikasi betapa pentingnya kecerdasan sosial. Permasalahan yang diuraikan di atas adalah kecerdasan sosial peserta didik, oleh karena itu harus dilakukan tindakan, dan tindakan yang harus dilakukan tersebut berkaitan dengan dunia pendidikan yaitu penerapan model. Berdasarkan permasalahan di atas, peneliti tertarik untuk meneliti pengaruh model pembelajaran partisipatif pendidikan agama Islam terhadap kecerdasan sosial siswa di SMAN 2 Pinrang.

Rumusan Masalah

Permasalahan di atas merupakan permasalahan besar yang dapat terjadi dimana saja. Selain permasalahan terkait kecerdasan sosial di atas, peneliti juga menemukan permasalahan serupa yang terjadi di SMAN 2 Pinrang, dimana dari hasil observasi pertama yaitu melakukan wawancara kepada pihak pendidikan agama Islam di sekolah tersebut, kecerdasan sosial siswa di sekolah ini termasuk dalam kategori rendah karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, yang pertama adalah faktor lingkungan siswa, faktor kemajuan teknologi seperti penggunaan handphone dan lain-lain. faktor dan sering terjadi pertengkaran atau pertengkaran. perkelahian yang ada di sekolah ini, dan salah satu upaya guru untuk meningkatkan kecerdasan sosial siswa adalah dengan menggunakan model pembelajaran partisipatif, dimana dalam model pembelajaran ini guru mempelajari bagaimana bekerja sama dengan baik antar kelompok dan bagaimana melakukan sesuatu yang mempunyai manfaat. nilai positif dan bagaimana berperilaku positif. Adakah pengaruh model pembelajaran partisipatif guru pendidikan agama Islam terhadap kecerdasan sosial siswa kelas XI SMAN 2 Pinrang?

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan Penelitian Relevan

  • Pendidikan Agama Islam
  • Kecerdasan sosial

Penelitian berjudul “Pengaruh Kompetensi Sosial Guru Terhadap Kecerdasan Sosial Siswa di SMA Negeri 5 Luwu Utara” yang ditulis oleh Ayu Ashari B. 2Ayu Ashari B, “Pengaruh Kompetensi Sosial Guru terhadap Kecerdasan Sosial Siswa di SMAN Negeri 5 Luwu Utara” (Skripsi: Fakultas Tarbiyah dan Pendidikan Guru, 2021). Kecerdasan sosial artinya berbicara tentang karakter dan karakter ini sangat mendukung peningkatan pembelajaran akademik siswa.

Kerangka Pikir

Hipotesis Penelitian

METODE PENELITIAN

  • Pendekatan dan jenis penelitian
  • Lokasi dan Waktu Penelitian
  • Populasi dan Sampel
  • Teknik pengumpulan dan pengolahan data
  • Defenisi Operasional Variabel
  • Instrumen Penelitian
  • Teknik Analisis Data

Angket ini digunakan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran partisipatif pendidikan agama Islam terhadap kecerdasan sosial siswa di SMAN 2 Pinrang. Artinya model pembelajaran partisipasi Pendidikan Agama Islam siswa kelas XI di SMAN 2 Pinrang lebih tinggi dari 80% dari yang diharapkan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran partisipatif terhadap kecerdasan sosial siswa di SMAN 2 Pinrang.

Dampak Model Pembelajaran Partisipatif Guru Pendidikan Agama Islam Terhadap Kecerdasan Sosial Siswa Kelas XI SMAN 2 Pinrang. Tingkat model pembelajaran partisipatif Pendidikan Agama Islam pada siswa kelas XI SMAN 2 Pinrang sebesar 72% berdasarkan kriteria yang telah ditentukan, 72% termasuk dalam kategori sedang. Terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran partisipatif pendidikan agama Islam terhadap kecerdasan sosial siswa.

PARTISIPASI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP KECERDASAN SOSIAL SISWA KELAS XI SMAN 2 PIN PERINGKAT.

Tabel 3.2 Kisi-Kisi Instrument Model Pembelajaran Partisipatif
Tabel 3.2 Kisi-Kisi Instrument Model Pembelajaran Partisipatif

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Hasil Penelitian

Pengujian Persyaratan Analisis data

Berdasarkan hasil uji normalitas di atas dapat diketahui nilai Asymp. 2-tailed) adalah 0,200 dan lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai berdasarkan data kedua variabel berdistribusi normal. Uji linearitas yang digunakan adalah uji linearitas statistik dengan menggunakan software IBM SPSS Statistics. Kriteria uji linearitas menggunakan tabel anova pada kolom pertama, baris ketiga mengenai simpangan linearitas hasil uji F dan Sig.

Berdasarkan tabel ANOVA diatas dapat disimpulkan nilai Deviation from linearity sebesar 0,871 yang berarti lebih besar dari 0,5. Jadi, dapat disimpulkan terdapat hubungan linier antara kedua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Uji signifikansi koefisien korelasi merupakan pengujian untuk mengetahui arah dan kekuatan hubungan serta signifikansi kekuatan hubungan antara variabel X dan Y dan uji signifikansi koefisien korelasi diperoleh dari tabel korelasi pada Software IBM Statistics SPSS.

Jadi berdasarkan tabel 4.31 interpretasi tingkat hubungan kedua variabel cukup 0,514 yaitu antara 0,40-0,599. Dan selain itu nilai korelasi Pearson bertanda positif yang artinya semakin tinggi model pembelajaran partisipatif maka semakin tinggi pula kecerdasan sosial siswa kelas XI SMAN 2 Pinrang atau bisa juga diartikan semakin rendah model pembelajaran partisipatif. semakin rendah kecerdasan sosial kelas Pinrang.

Tabel 4.29 Uji Linearitas
Tabel 4.29 Uji Linearitas

Pengujian Hipotesis

Hipotesis deskriptif dalam penelitian ini menggunakan uji one sample t-test dengan menggunakan Software IBM SPSS Statistics. Nilai Sig (dua sisi) pada tabel diatas sebesar 0,000 yang berarti kurang dari 0,05 yang berarti HO ditolak dan HI diterima. Sedangkan skor ideal yang termasuk dalam kriteria tersebut adalah 4 x 12 x merupakan skor tertinggi setiap item, 12 adalah jumlah item instrumental dan 74 adalah jumlah responden dalam penelitian ini). Kelas XI SMAN 2 Pinrang adalah jawab. 72% berdasarkan kriteria yang telah ditentukan, 72% termasuk dalam kategori sedang.

Artinya kecerdasan sosial siswa kelas XI SMAN 2 Pinrang lebih tinggi 69% dari yang diharapkan. Sedangkan skor ideal yang termasuk dalam kriteria tersebut adalah 4 x 13 x merupakan skor tertinggi setiap item, 13 adalah jumlah item instrumen dan 74 adalah jumlah responden dalam penelitian ini). sehingga kecerdasan sosial siswa kelas XI SMAN 2 Pin berada pada peringkat atau 80% berdasarkan kriteria yang ditetapkan, 80% termasuk dalam kategori tinggi berdasarkan kriteria pada tabel 4.35. Hipotesis asosiatif adalah pertanyaan yang menunjukkan klaim tentang hubungan antara dua variabel atau lebih.

Pada tabel diatas terlihat nilai sig 0,000 lebih kecil dari 0,05 sehingga berarti HO ditolak dan HI diterima. Untuk mengetahui ada tidaknya kontribusi atau sumbangan variabel X terhadap Y, perhatikan ringkasan model pada Tabel 4.38 yaitu sebagai berikut. Pada tabel Ringkasan terlihat nilai R sebesar 0,514 atau koefisien korelasi nilai R dapat dikuadratkan yaitu 0,514 x R Square sebesar 0,264. R Square disebut juga koefisien determinasi.

Berdasarkan tabel pedoman tingkat korelasi dan kekuatan hubungan di atas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran partisipatif mempunyai pengaruh yang lemah terhadap kecerdasan sosial kelas.

Tabel 4.32 Uji Hipotesis Deskriptif Variabel X   One-Sample Test
Tabel 4.32 Uji Hipotesis Deskriptif Variabel X One-Sample Test

Pembahasan Hasil Penelitian

Pinrang Sulewasi Selatan dengan perkiraan waktu 1 bulan dan penelitian ini dilakukan di kelas Pembelajaran partisipatif merupakan kegiatan yang dilakukan untuk melibatkan pelajar atau peserta didik dalam proses pembelajaran dalam hal perencanaan dan pelaksanaan serta evaluasi pelatihan2. Sedangkan skor ideal yang termasuk dalam kriteria tersebut adalah 4 x 12 x merupakan skor tertinggi setiap item, 12 adalah jumlah item instrumental dan 74 adalah jumlah responden dalam penelitian ini).

Kecerdasan sosial biasa juga disebut dengan kemampuan berinteraksi dan kemampuan bekerja sama, kemampuan ini harus dimiliki oleh seorang siswa dalam proses pembelajaran.Kecerdasan sosial anak atau siswa juga mempunyai pengaruh yang besar terhadap bimbingan orang tua dalam pengenalannya. berbagai aspek kehidupan sosial, atau norma-norma kehidupan. mensosialisasikan dan mendorong serta memberikan contoh kepada anak-anaknya tentang bagaimana menerapkan norma-norma tersebut dalam kehidupan sehari-hari.3. Kecerdasan sosial kelas Median 41,00, distribusi standar 2,813, varians 7,913, rentang 13, skor total minimum 37 dan skor total maksimum 50, dan jumlahnya 3079. Dan Armas mengatakan bahwa dalam pembelajaran partisipatif yang penting dilakukan adalah membangun sikap dan perilaku yang tepat arah positif untuk menuju jati diri dan diri sendiri sebagai orang dewasa dan tidak sekedar meniru sikap dan perilaku orang lain, serta membangun juga kerjasama tim yang solid secara demokratis dan interaktif. suasana kelas 4. Besar pengaruhnya terhadap kecerdasan sosial siswa. Oleh karena itu dapat dikatakan model pembelajaran partisipatif ini mempunyai pengaruh terhadap kecerdasan sosial siswa.

Jadi dapat disimpulkan bahwa kecerdasan sosial siswa mampu meningkat dengan baik dan berada pada kategori tinggi. Penelitian ini menunjukkan bahwa hasil model pembelajaran partisipatif memberikan pengaruh terhadap kecerdasan sosial siswa yaitu sebesar 26,4% sehingga saran dari penelitian ini sebaiknya model pembelajaran partisipatif ini dilaksanakan. 9 Siswa harus mempunyai sikap percaya diri dalam proses pembelajaran. 10 Siswa diam saja tanpa respon internal.

Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas selesainya disertasi yang berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Partisipatif Guru dalam Pendidikan Agama Islam Terhadap Kecerdasan Sosial Siswa Kelas XI SMAN 2 Pinrang”.

PENUTUP

Simpulan

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran yang dilaksanakan dengan strategi model pembelajaran partisipatif tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah untuk kategori strategi atau model yang diterapkan dalam proses pembelajaran.

Saran

Pengaruh Metode An Nahdliyah Dalam Pembelajaran Al-Qur’an Terhadap Kecerdasan Sosial Shiva MA Al Anwar Pacul Gowang Diwek Jombang” Skripsi : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, 2019. 34; Pengaruh Pembelajaran Partisipatif Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 135 Jakarta Timur", Skripsi; Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, 2010. Monograf Pengaruh Komunikasi Interpersonal dan Kecerdasan Emosional Terhadap Perilaku Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Buddha, Sumatera Barat: Cendekiawan Mandiri, 2021.

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Partisipatif Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Pada Persamaan Kuadrat Di Kelas I Tidak Peduli Apa Yang Terjadi Fitra Bachtiar, merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam IAIN Parepare, lahir pada tanggal 27 Desember 1999 di Pekkabata , Pinrang, Sulawesi Selatan.

Selanjutnya penulis melanjutkan pendidikan universitasnya di IAIN Parepare mengikuti program studi Pendidikan Agama Islam di Fakultas Tarbiyah.

Tabel r Product Moment  Pada Sig.0,05 (Two Tail)
Tabel r Product Moment Pada Sig.0,05 (Two Tail)

Gambar

Gambar 2.1 Bagan Kerangka Pikir
Tabel 3.3 kisi-kisi instrument Kecerdasan Sosial
Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi item X.04
Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi X.05
+7

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan penelitian yaitu bahwa peran guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan kecerdasan emosional peserta didik di SMP PGRI 6 Bandar Lampung Kecamatan Sukarame Kabupaten

pendidikan agama Islam dalam keluarga dan budaya religius sekolah terhadap. kecerdasan emosional peserta didik mempunyai kedudukan yang

Islam dalam keluarga dengan kecerdasan emosional peserta didik.

1. Ada beberapa peran yang dilakukan guru pendidikan agama Islam dalam mengembangkan kecerdasan emosional peserta didik di SMP Negeri 1 Bungoro. Peran tersebut

Selain itu, dapat dilihat apakah dengan adanya mata pelajaran Pendidikan Agama Islam mampu memberikan pengaruh terhadap kecerdasan spiritual (SQ) siswa. Penelitian

Selain Intelligence Qoutient (kemampuan intelektual) ,Emotional Qoutient (kecerdasan emosional) dibutuhkan juga Spiritual Qoutient (kecerdasan spritual) yang dimana

“Terkait kedisiplinan itu sangat banyak, untuk itu lebih fokus terkait dengan strategi guru PAI di sekolah, pertama merancang peraturan, kemudian peraturan itu

KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan oleh peneliti mengenai peran guru rumpun Pendidikan Agama Islam dalam mengembangkan kecerdasan spiritual