PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penelitian ini akan fokus pada sebaran sekolah gratis di masyarakat Kecamatan Buki. Bagaimana Implementasi Kebijakan Pembagian Sekolah Gratis pada Masyarakat Marginal di Kecamatan Buki Kabupaten Selayar. Apa saja tantangan yang dihadapi dalam kebijakan pemerataan sekolah gratis bagi masyarakat marginal di Kecamatan Buki Kabupaten Selayar?
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
KAJIAN PUSTAKA
Tinjauan Mengenai Masyarakat
Tinjauan Mengenai Pendidikan
20 Tahun 2003 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia dan keterampilan yang dimiliki dirinya, masyarakat. mempunyai kebutuhan. , bangsa dan negara. Menurut Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional Indonesia) menjelaskan pentingnya pendidikan yaitu kebutuhan hidup bagi tumbuh kembang anak. Adapun yang dimaksud dengan pendidikan adalah membimbing seluruh kekuatan fitrah yang ada pada diri anak agar menjadi dirinya. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah suatu usaha sadar dan terencana untuk menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia dan keterampilan yang dibutuhkan dirinya dan masyarakat, bangsa dan negara.
Tinjauan Mengenai Kaum Pinggiran
Kelompok masyarakat yang belum maju [untuk saat ini kita menggunakan kacamata kemajuan] sering disebut masyarakat miskin yang penuh kemiskinan. Masyarakat miskin [ditambah kemiskinan] juga mengalami pertumbuhan pesat atau peningkatan jumlah [terutama karena tingginya angka kelahiran]. Tingginya angka kelahiran masyarakat miskin di negara-negara dunia ketiga [termasuk wilayah tertentu di Indonesia], dalam konteks tertentu, tidak sebanding dengan angka kematian.
Pertumbuhan penduduk miskin yang sangat pesat ini terjadi hampir di setiap tempat atau tempat di mana mereka berada. Pengusaha teknologi dan industri masih membutuhkan masyarakat miskin dengan pendidikan terbatas untuk dipekerjakan sebagai pekerja. Jika terjadi bencana alam maka diperlukan untuk melakukan iklan amal atau aksi bantuan sosial yang mengandung nilai iklan bahwa pendonor adalah orang yang baik hati dan peduli terhadap masyarakat miskin [misal. jika terjadi bencana (tsunami, banjir, gempa bumi).
Perhatian terhadap masyarakat miskin yang hanya berbentuk iklan amal, dapat dan biasanya dilakukan oleh pejabat, penguasa, tokoh agama, politisi, artis, dan lain-lain. Di sini jelas bahwa keberadaan masyarakat miskin bukan hanya akibat paradoks pembangunan, namun juga pengabaian para pengusaha dan penguasa terhadap keberadaannya, sehingga dapat dimanfaatkan atau dimanfaatkan.
Tinjauan Pemerataan Sekolah Gratis
Perluasan akses terhadap sekolah, sebagaimana dalam kebijakan pemerataan dan perluasan akses terhadap pendidikan, dilaksanakan melalui pembangunan dan perluasan sekolah.Pemerataan pendidikan erat kaitannya dengan perencanaan pendidikan yang dilaksanakan oleh pemerintah. Kementerian Pendidikan Nasional (Riant Nugroho) menyediakan indikator pendidikan yang dapat dijadikan indikator dasar dalam pemerataan pendidikan, antara lain jumlah sekolah per penduduk, jumlah buta huruf, jumlah putus sekolah, jumlah siswa per sekolah, dan jumlah siswa yang putus sekolah. jumlah guru per sekolah Upaya memperluas dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia menuju terciptanya manusia Indonesia bermutu melalui peningkatan anggaran pendidikan secara signifikan.
Meningkatkan mutu lembaga pendidikan yang diselenggarakan baik oleh masyarakat maupun pemerintah untuk menciptakan sistem pendidikan yang efektif dan efisien dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, olah raga dan seni. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 5 ayat (1) menyatakan bahwa “Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu”, dan dalam Pasal 11 ayat (1) disebutkan bahwa “Pemerintah dan pemerintah daerah wajib menyelenggarakan pelayanan dan kemudahan serta jaminan. Pendidikan di Indonesia masih menjadi permasalahan kompleks yang belum menemukan solusi tepat ke arah yang lebih baik.
Strategi pendidikan di Indonesia hendaknya mengadopsi dan mengadaptasi konsep-konsep pendidikan yaitu kekhususan, kepraktisan dan kemampuan beradaptasi. Pemerataan pendidikan sangat penting karena pendidikan dapat menghasilkan masyarakat yang siap menghadapi kondisi apapun dan mampu bersaing dengan negara lain.Pendidikan yang lebih fleksibel dan memerlukan kreativitas, inovasi dan kerjasama tim.Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa menyimpulkan bahwa pemerataan pendidikan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal.
Landasan Teori
Faktor-faktor di atas juga dapat menjadi faktor yang mempengaruhi angka partisipasi sekolah di suatu daerah. Teori struktural-fungsionalis ini digunakan untuk menganalisis permasalahan dalam penelitian ini, sehingga teori ini dapat menggali fungsi pemerataan sekolah gratis bagi masyarakat. Teori konflik Kalr Marx didasarkan pada kepemilikan alat-alat produksi sebagai elemen dasar pembagian kelas dalam masyarakat.
Pendidikan akan mengantarkan seseorang memperoleh kedudukan tinggi yang membedakannya dengan pekerja.Teori Konflik ini digunakan untuk menganalisis konflik-konflik yang ada dalam kesetaraan sekolah bagi masyarakat untuk mengetahui permasalahan apa saja yang ditemui dalam pelaksanaan program pemerataan tersebut. sekolah gratis. Penelitian ini dilakukan oleh Dyah Refti Fujianti, mahasiswa Jurusan Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta tahun 2012. Pengelolaan dan kebijakan pendidikan gratis serta implikasinya terhadap mutu dan pemerataan pendidikan di Pondok Pesantren Al Hikmah Gunungkidul. Penelitian ini dilakukan oleh Asep Supriadi, mahasiswa Jurusan Pendidikan Islam Universitas Islam Negri Yogyakarta pada tahun 2016.
Saat implementasi kebijakan pendidikan gratis berupa asrama gratis, pendidikan gratis, dan makanan gratis. Berdasarkan latar belakang di atas, pembagian sekolah gratis dilakukan di masyarakat Buki Kabupaten Selayar dan hampir semua sekolah memberikan pendidikan gratis kepada siswanya. Pemerataan pendidikan merupakan isu penting bagi dunia pendidikan, apalagi pemerintah tidak memperhatikan pemerataan pendidikan di daerah terpencil.
Permasalahan mendasar yang dihadapi sektor pendidikan untuk diseminasi pendidikan yang efektif meliputi keterbatasan kapasitas, kerusakan infrastruktur, kurangnya staf pengajar, proses pembelajaran konvensional dan keterbatasan anggaran. Banyak sekolah yang mempunyai daya tampung yang tidak sesuai dengan jumlah siswa yang diterima pada saat penerimaan siswa baru. Dalam merencanakan pendidikan dan mengetahui berapa banyak penduduk Indonesia yang mengenyam pendidikan, maka perlu dilakukan perhitungan dengan bantuan Angka Partisipasi Sekolah.
Kehadiran di sekolah kemungkinan besar dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk penilaian orang tua terhadap nilai pendidikan. Di sisi lain, rendahnya penilaian orang tua mungkin terkait dengan tipologi wilayah tempat tinggal mayoritas penduduk. Oleh karena itu, pemerataan sekolah gratis di Kecamatan Buki Kabupaten Selayar perlu ditingkatkan untuk mendukung program pemerintah mengenai kebijakan wajib belajar 12 tahun.
Jenis Penelitian
Lokasi Penelitian
Informan Penelitian
Fokus penelitian
Berdasarkan pendapat di atas maka penelitian ini disebut penelitian deskriptif kualitatif, karena peneliti akan menganalisis sebaran siswa sekolah gratis di Kecamatan Buki Kabupaten Selayar dan untuk mengetahui “Pendidikan Masyarakat Terpinggirkan (Studi tentang pemerataan sekolah gratis bagi Masyarakat Bukit, Kabupaten Selayar)".
Instrumen Penelitian
Jenis Dan Sumber data
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Analisis Data
- Teknik Pengabsahan Data
Dalam penelitian kualitatif, validasi data merupakan faktor yang sangat penting, karena tanpa validasi data yang diperoleh dari lapangan, peneliti sulit dapat mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya. Metode triangulasi dilakukan dengan membandingkan informasi atau data dengan cara yang berbeda, misalnya menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Triangulasi teori dapat dilakukan dengan menggunakan fenomena perilaku tertentu yang disatukan oleh beberapa teori yang berbeda namun berkaitan.
GAMBARAN DAN HISTORIS LOKASI PENELITIAN
Letak geografis dan batas wilayah
Keadaan penduduk
Ekonomi dan pencaharian
Bidang pendidikan
Agama dan kepercayaan
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN