• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian Kelompok - Universitas Islam Sultan Agung

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Penelitian Kelompok - Universitas Islam Sultan Agung"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

Penelitian Kelompok/

Kependidikan

USULAN

PENELITIAN INTERNAL

PENGARUH KEMAMPUAN MENYUSUN RPP DAN SIKAP SOSIAL TERHADAP KETRAMPILAN MENGAJAR

MAHASISWA DALAM PROGRAM PLP PGSD UNISSULA DI KECAMATAN GENUK

PENGUSUL

Sari Yustiana, M. Pd ( NIDN 0609079001) Muhammad Afandi, M.Pd (NIDN 0624078002)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG

OKTOBER 2017

(2)

ii

(3)

iii DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN SAMPUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

DAFTAR ISI ... iii

ABSTRAK ... iv

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 2

1.3 Tujuan Penelitian ... 3

1.4 Manfaat Penelitian ... 3

1.5 Target Capaian Luaran ... 4

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ... 5

2.1 Kajian Teori ... 5

2.1.1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ... 5

2.1.2 Sikap Sosial ... 8

2.1.3 Ketrampilan Dasar Mengajar ... 9

2.2 Kerangka Pikir ... 10

2.3 Hipotesis Penelitian ... 11

BAB 3 METODE PENELITIAN... 12

3.1 Jenis penelitian ... 12

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 12

3.3 Populasi dan Sample Penelitian ... 12

3.3.1 Populasi Penelitian ... 12

3.3.2 Sample Penelitian ... 12

3.4 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional ... 12

3.4.1 Variabel Penelitian ... 12

3.4.2 Definisi Operasional... 13

3.5 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data ... 13

3.5.1 Teknik pengumpulan Data ... 13

3.5.2 Instrumen Pengumpulan Data ... 13

3.6 Teknik Analisis Data ... 15

3.6.1 Analisis Deskriptif ... 16

3.6.2 Uji Prasyarat Analisis ... 16

3.6.3 Uji Hipotesis ... 16

BAB 4 BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN ... 19

4.1 Anggaran Biaya ... 19

4.2 Jadwal Penelitian ... 19

DAFTAR PUSTAKA ... 20

LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 22

Lampiran 1 Biodata Ketua dan Anggota ... 22

Lampiran 2 Surat Pernyataan Ketua Peneliti ... 23

(4)

iv ABSTRAK

Permasalahan yang akan diteliti adalah mengeni pengaruh kemampuan menyusun RPP terhadap ketrampilan mengajar, pengaruh sikap sosial terhadap ketrampilan mengajar, serta pengaruh kemampuan menyusun RPP dan ketrampilan mengajar secara bersama- sama terhadap ketrampilan mengajar mahasiswa dalam program PLP PGSD Unissula di Kecamatan Genuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kemampuan menyusun RPP terhadap ketrampilan mengajar, mengetahui pengaruh sikap sosial terhadap ketrampilan mengajar, serta mengetahui pengaruh kemampuan menyusun RPP dan ketrampilan mengajar secara bersama- sama terhadap ketrampilan mengajar mahasiswa dalam program PLP PGSD Unissula di Kecamatan Genuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode expost facto. Populasi berjumlah 156 mahasiswa dengan sample 113 mahasiswa. Teknik pengambilan sample secara acak (proporsional random sampling) menggunakan tabel Krecjie & Morgan dengan tingkat kesalahan 5%. Analisis data yang digunakan adalah regresi linear tunggal dan regresi linear ganda. Variabel bebas pada penelitian ini adalah ketrampilan menyusun RPP (X1) dan sikap sosial (X2), sedangkan variabel terikatnya adalah ketrampilan mengajar (Y).

(5)

1

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Pendidikan di Indonesia tidak terlepas dari adanya perkembangan kurikulum, mulai dari Kurikulum 1947 hingga Kurikulum 2013 yang berlaku saat ini. Perubahan kurikulum ini sebagai upaya dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Selain perubahan kurikulum, kualitas guru juga merupakan hal penting untuk mencapai tujuan pendidikan. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan no 16 tahun 2007, guru yang berkualitas harus memiliki kompetensi pendidik. Kompetensi ini meliputi, pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.

Kompetensi pedagogik yang harus dimiliki guru salah satunya berkaitan dengan penyusunan Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP). Selain sebagai pelengkap administrasi, RPP dibuat sebagai panduan guru dalam mengajar. Dengan adanya RPP sebagai panduan guru dalam mengajar, maka pembelajaran yang dilakukan oleh guru menjadi terarah dan sistematis. Berdasarkan Peraturan Mentri Pendidikan no 22 tahun 2016 mengenai standar proses pendidikan dasar dan menengah, di dalam RPP terdapat identitas sekolah, identitas mata pelajaran, kelas/semester, materi pokok, alokasi waktu, tujuan pembelajaran, kompetensi dasar dan indicator pemcapaian kompetensi, materi pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, sumber belajar, langkah-langkah pembelajaran, serta penilaian hasil belajar. Melihat pentingnya fungsi RPP, maka baik guru maupun calon guru hendaknya mampu menyusun RPP sesuai dengan standar.

Kompetensi lain yang harus dimiliki guru dan calon guru adalah kompetensi sosial. Kompetensi sosial berkaitan dengan sikap guru terhadap siswa maupun teman sejawat. Sikap tersebut mencakup sikap inklusif, tidak diskriminatif, dapat berkomunikasi secara efektif, dan adapat beradaptasi. Sehingga kompetensi ini berkaitan dengan hubungan guru atau calon guru dengan siswa, dan dengan teman sejawat.

Selain kompetensi keprofesionalan, setiap guru dan calon guru juga harus menguasai ketrampilan dasar mengajar. Ketrampilan dasar mengajar meliputi ketrampilan bertanya, ketrampilan memberi penguatan, ketrampilan mengadakan

(6)

2

variasi, keterampilan menjelaskan, ketrampilan membuka dan menutup pelajaran, ketrampilan membimbing diskusi kelompok kecil, ketrampilan mengelola kelas, dan ketrampilan mengajar kelompok kecil. Ketrampilan dasar mengajar penting dikuasai guru dan calon guru karena berkaitan dengan penguasaan kelas ketika mengajar. Jika guru mampu menguasai kelas dengan baik, maka rencana pembelajaran yang telah disusun juga dapat berjalan dengan baik, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Berdasarkan hasil observasi terhadap penyusunan RPP mahasiswa PGSD Unissula, mahasiswa masih menyusun berdasarkan contoh-contoh dari internet.

Sehingga tidak sesuai dengan peraturan yang ada. Selain itu juga penyusunan RPP tidak disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Hal ini karena mahaiswa belum menguasai teknik penyusunan RPP dengan baik.

Berdasarkan hasil observasi, juga didapatkan masalah bahwa mahasiswa kurang menunjukkan kompetensi sosial dalam keseharian. Hal ini dapat dilihat dari kurangnya kerjasama antar mahasiswa. Selain itu, kemampuan komunikasi mahasiswa juga masih kurang. Ketika melakukan presentasi mahasiswa cenderung terpaku pada teks presentasi yang telah disusun. Selain itu, ketika menjawab pertanyaan lebih banyak mencari dari internet (smart phone), sehingga tidak menggambarkan pemahaman yang dimiliki.

Penyusunan RPP sebagai pedoman kegiatan pembelajaran serta kompetansi sosial mempengaruhi cara mahasiswa dalam praktek mengajar. Program praktek mengajar ini disebut Praktik Latihan profesi (PLP). Karena dalam program PLP mahasiswa dituntut untuk praktik membuat RPP dan mengajar, dengan penilaian dari praktisi langsung yaitu guru. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui Pengaruh Kemampuan Penyusunan RPP dan Kompetensi Sosial Terhadap Ketrampilan Mengajar Mahasiswa dalam Program PLP PGSD Unissula di Kecamatan Genuk. Setelah diketahui pengaruhnya, maka selanjutnya dapat dilakukan penelitian tentang pengembangan modul mengenai penyusunan RPP berbasis kompetensi sosial bagi mahasiswa.

(7)

3 1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalah-masalah sebagai berikut:

1.2.1 Apakah ada pengaruh antara kemampuan penyusunan RPP dengan ketrampilan mengajar mahasiswa dalam Program PLP PGSD Unissula di Kecamatan Genuk?

1.2.2 Apakah ada pengaruh antara kompetensi sosial dengan ketrampilan mengajar dalam Program PLP PGSD Unissula di Kecamatan Genuk?

1.2.3 Apakah ada pengaruh antara kemampuan penyusunan RPP dan sikap sosial secara bersama sama dengan ketrampilan mengajar mahasiswa dalam Program PLP PGSD Unissula di Kecamatan Genuk?

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.3.1 Mengetahui pengaruh antara kemampuan penyusunan RPP dengan ketrampilan mengajar mahasiswa dalam Program PLP PGSD Unissula di Kecamatan Genuk.

1.3.2 Mengetahui pengaruh antara kompetensi sosial dengan ketrampilan mengajar dalam Program PLP PGSD Unissula di Kecamatan Genuk.

1.3.3 Mengetahui pengaruh antara kemampuan penyusunan RPP dan sikap sosial secara bersama sama dengan ketrampilan mengajar mahasiswa dalam Program PLP PGSD Unissula di Kecamatan Genuk.

1.4 Manfaat Penelitian

Dengan penelitian ini, diharapkan memberi manfaat:

1.4.1 Manfaat Teoritis

1.4.1.1 Merupakan sumbangan pemikiran dalam dunia pendidikan pada umumnya dan pendidikan guru sekolah dasar pada khususnya.

1.4.1.2 Sebagai bahan atau referensi bagi peneliti lain dalam mengembangkan dunia pendidikan.

(8)

4 1.4.2 Manfaat Praktis

1.4.2.1 Bagi Mahasiswa

1.4.2.1.1 Sebagai acuan dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

1.4.2.1.2 Sebagai acuan dalam bersikap, terutama menunjukan sikap sosial yang sesuai.

1.4.2.1.3 Seagai acuan menyenai pelaksanaan ketrampilan mengajar dalam kegiatan pembelajaran.

1.4.2.2 Bagi dosen

1.4.2.2.1 Memberikan informasi terkait kemampuan mahaisswa dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

1.4.2.2.2 Memberikan informasi terkait sikap sosial mahasiswa.

1.4.2.2.3 Memberikan informasi terkait kemampuan mahasiswa dalam melaksanakan ketrampilan mengajar.

1.5 Target Capaian Luaran

Target luaran pada penelitian ini adalah:

No Jenis Luaran Indikator Pencapaian

1 Publikasi ilmiah di jurnal nasional (ber ISSN) Draft 2 Pemakalah dalam temu ilmiah nasional Draft

(9)

5

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori

2.1.1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Guru merupakan salah satu komponen manusiawi dalam pelaksanaan pembelajaran. Kedudukan nya dalam program pendidikan sangat penting, karena merupakan “ujung tombak” dari pendidikan itu sendiri.Karena itu, guru diharapkan dapat berperan aktif dan menempatkan diri sebagai tenaga professional dalam mendidik dan mengembangkan potensi siswa. Oleh karena calon guru khususnya mahasiswa PGSD dapat dipersiapkan sedini mungkin untuk menjadi guru profesinal kelak. Karena SD merupakan tingkatan paling dasar dalam program pendidikan.

Guru profesional adalah guru yang memahami tugas pokoknya. Menurut Alma (2012: 130) tugas pokok guru tersebut ialah “…guru sebagai pengajar, pendidik, dan juga agen pembaharuan dan pembangunan masyarakat…”.

Pendapat serupa dikemukakan oleh Gerster (suyanto & Jihad, 2013: 30) yang mengemukakan bahwa “tugas guru tidak hanya sebagai pengajar, melainkan harus berperan sebagai berikut: pelatih, konselor dan manajer belajar”. Selain pendapat-pendapat tersebut, kemampuan yang harus dimiliki guru juga dikemukakan oleh Uno (2012: 28) yang menjelaskan bahwa guru harus dapat:

mampu menjabarkan bahan pelajaran ke dalam berbagai bentuk cara penyampaian, mampu merumuskan tujuan pembelajaran kognitif tingkat tinggi, menguasai berbagai cara belajar yang efektif, memiliki sikap yang positif terhadap tugas profesinya, terampil dalam membuat alat peraga, terampil dalam menggunakan berbagai model dan metode pembelajaran, terampil dalam melakukan interaksi dengan para peserta didik, memahami sifat dan karakteristik peserta didik, terampil dalam menggunakan sumber-sumber belajar dan terampil dalam mengelola kelas.

Dengan demikian tugas guru tidak hanya menyampaikan materi, namun juga pendidik dan agen pembaruan masyarakat. Sehingga harus mempersiapkan siswanya untuk dapat hidup dimasyarakat.

Kompetensi profesional guru sendiri tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 16 tahun 2007.Ada empat kompetensi pokok yang

(10)

6

harus dikuasai oleh guru yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi profesional, dan kompetensi kepribadian. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru (2007: 9), kompetensi pedagogik yang harus dimiliki guru adalah sebagai berikut: (1) Menguasai peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional, dan intelektual. (2) Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. (3) Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu. (4) Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik. (5) Memenfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran. (6) Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki. (7) Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik. (8) Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. (9) Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran. (10) Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran.

Berdasarkan penjabaran tersebut, salah satu hal yang harus dimiliki guru dalam kompetensi pedagogik adalah menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik. Penyelenggaraan pembelajaran dirancang dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Racangan ini meliputi analisis kebutuhan siswa, perencaan kegiatan pembelajaran, serta melakukan evaluasi hasil belajar.

Hal ini juga dikemukakan oleh Susanto (2013:41) bahwa “kompetensi pedagogik yang harus dikuasai guru meliputi kemampuan pemahaman guru terhadap siswa, perancang dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik, untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya”.

RPP disebut juga short-term planning atau perencanan jangka pendek, yang biasanya dibuat harian atau bulanan. Hal ini juga dikemukakan oleh Hamdani (2011: 203) bahwa “rencana pelaksananaan pembelajaran diartikan sebagai satuan program pembelajaran yang dikemas untuk satu atau beberapa kompetensi dasar untuk satu kali atau beberapa kali pertemuan”. Penyusunan

(11)

7

RPP penting agar guru tidak melenceng dari apa yang akan dilakukan, seperti yang dikemukakan oleh Arthur at all (2006: 90) “by writing a short–term plan you are ‘rehearsing’ your lessons, anticipating challengers and working out exactly what you will do”.

Pentingnya penyusunan RPP sebagai acuan dalam pembelaharan seperti yang telah dikemukakan sebelumnya. Sehingga penyusunan RPP sediri mempunyai tujuan, seperti yang dikemukakan oleh Garth et.all (2016: 2):

(1). Learning planning is the deliberative process a learner engages in to identify their learning needs, set time aside to acquire new knowledge or skill, and undertake activities which move them toward attaining their goal (2). Learning plans are a tool intended to assist learners to cohesively and strategically identify, plan and document their learning needs and activities; as well as to prompt reflection of their learning experiences and progress (3, 4). Learning plans and portfolios were introduced to promote a self-directed learning process and enable individuals to monitor their progress (5). Subsequently, the submission of a learning plan has become a common assessment requirement as evidence of both learning planning and of active engagement in learning activities. Internationally, learning plans and portofolios are a familiar activity for those engaged in general practice (GP) training, forming part of the credentialing process.

Sebelum menyusun RPP, perlu diperhatikan beberapa hal. Hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan RPP menurut Evertson & Emmer (2011: 132)

“…periksa konten, konsep, dan tujuan dari mata pelajaran dan unit yang akan Anda ajarkan”. Pendapat lain yang mendukung mengenai hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan RPP dikemukakan oleh Hamdani (2011: 205)

“mengidentifikasi dan mengelompokkan kompetensi mata pelajaran, mengembangkan materi standar, menentukan metode pembelajaran”.

Selanjutnya Arthur et all (2006: 94) juga mengemukakan yang-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun rencana pembelajaran, bahwa “all these elements of successful lesson can be addressed trough your planning by focusing on your: lesson structure, management, lesson, objectives, differentiation for learning and your use evaluation of lesson plans”.Sehingga sebelum menyusun RPP perlu diperhatikan tujuan mata pelajaran, konten/materi pembelajarn, metode pembelajaran yang akan digunakan, serta evaluasi yang akan dilakukan.

(12)

8

Konten dalam RPP sendiri telah diatur dalam sistem kurikulum.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia no 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah (2016: 6) Komponen RPP terdiri atas:

(1) identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan; (2) identitas mata pelajaran atau tema/subtema; (3) kelas/semester; (4) materi pokok; (5) alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar dengan mempertibangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai;

(6) tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan mengunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan ketrampilan; (7) kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi; (8) materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi; (9) metode pembelajaran, diguankan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai; (10) media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran; (11) sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar yang relevan; (12) langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup; (13) penilaian hasil pembelajaran.

Dengan demikin, RPP yang baik dan sesuai dengan kurikulum setidaknya berisikan 13 komponen di atas.

2.1.2 Sikap Sosial

Sikap berkaitan dengan respon yang ditunjukan seseorang terhadap sesuatu. Respon tersebut dapat positif atau negatif. Seperti yang dikemukakan oleh Kunandar (2013: 99) bahwa “sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan seseirang dalam merespon sesuatu atau objek”. Sikap juga menentukan tingkah laku seseorang. Seperti yang dikemukakan oleh Johnson & Johnson (2002: 168) bahwa “attitudes are important determinants of behavior”. Sikap yang muncul oleh mahasiswa merupakan akibat dari materi atau pembelajaran yang dikemukakan oleh Simpson et all (1976: 280) bahwa “…the feelings, attitudes, and values our

(13)

9

student take from their science courses may be of more consequence-both immediately and ultimately-than anything else the curriculum embodies”.

Sikap sosial merupakan respon yang ditunjukan seseorang terhadap lingkungan sosialnya. Sikap sosial merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru (2007: 12) kompetensi sosial yang harus dimiliki guru adalah sebagai berikut: (1) Bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tindak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi. (2) Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesame pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat. (3) Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya. (4) Berkomunikasi dengan komunitas profrsi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain.

2.1.3 Ketrampilan Dasar Mengajar

Keprofesionalan guru, selain dilihat dari kemampuan guru menyusun RPP juga dengan ketrampilan guru menguasai ketrampilan dasar mengajar.

Karena belajar dan pembelajaran saling terkait. Peningkatan kemampuan mengajar akan mempengaruhi kulitas pembelajaran yang dilakukan. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Chapman and Adams (O’Sullivan 2005, p: 251)

improvement in the quality and, to some extent, the efficiency and equity of education depend on the nexus of teaching and learning”.

Kemampuan mengajar yang harus dikuasai guru terdapat dalam ketrampilan dasar mengajar.Menurut Hamalik dalam Asmani(2015:161) ketrampilan dasar yang harus dikuasai guru adalah:

kemampuan menguasai bahan, mengelola program belajar mengajar, mengelola kelas, menggunakan media/sumber, menguasai landasan- landasan kependidikan, menguasai interaksi belajar mengajar, menilai prestasi siswa, mengenal fungsi dan program pelayanan bimbingan dan penyuluhan, mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah, memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil penelitian pendidikan guna keperluan pengajaran semua dengan pengalaman belajar.

(14)

10

Ketrampilan dasar mengajar juga dikemukakan oleh Everston & Emmer (2011:

123) “tahapan dasar dalam mengajar yaitu: (1) pengembangan konten; (2) diskusi; (3) pengulangan atau penguatan; (4) umpan balik”. Selanjutnya ketrampilan dasar yang paling sering dirujuk adalah berdasarkan Turney (Solihatin, 2014: 56) yang dibagi menjadi 8 ketrampilan, yaitu “ bertanya, member penguatan, mengadakan variasi, menjelaskan, membuka dan menutup pelajaran, membimbing kelompok kecil, mengelola kelas, mengajar kelompok kecil dan perorangan”.

2.2 Kerangka Pikir

Berdasarkan deskripsi teoritis yang telah diuraikan di atas, selanjutnya diajukan kerangka pikir dan model hubungan (regresi) antara variable independen dan variabel dependen. Sesuai dengan runag lingkup penelitian tentang kemampuan menyusun RPP dan sikap sosial mahasiswa diduga prediktor atau independen yang mempengaruhi Ketrampilan Mengajar Mahasiswa.

Kerangka pikir pengaruh variabel bebas dengan variabel terikat kaitannya dengan penelitian yang dilakukan adalah: RPP adalah perangkat pembelajaran yang harus dapat disusun oleh guru dan calon guru (mahasiswa).

Selain kemampuan menyusun RPP, guru atau calon guru juga harus memiliki kompetensi sosial pada dirinya. Berdasarkan hasil observasi, kemempuan mahasiswa dalam menyusun RPP dirasa masih kurang, karena hanya mengambil RPP yang telah ada. Selain itu, mahasiswa juga kurang menunjukkan kompetensi sosial dalam praktik latihan profesi (PLP).

RPP sebagai pedoman guru dalam kegiatan pembelajaran dan sikap sosial mahasiswa akan mempengaruhi ketrampilan mengajar yang dialaksanakan. Karena di dalam RPP tercakup langkah-langkah pembelajaran yang akan dilakukan oleh guru. Langkah-langkah pembelajaran ini tentunya harus didasari dengan ketrampilan mengajar. Penyusunan langkah-langkah pembelajaran pada RPP yang sesuai, akan menunjukan ketrampilan mengajar yang dimiliki mahasiswa.

(15)

11

Berdasarkan uraian tersebut, dinyatakan bahwa tinggi rendahnya kemampuan menyusun RPP dan sikap sosial akan mempengaruhi ketrampilan mengajar mahasiswa. Model hubungan antara variabel X terhadap Y dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 1 Kerangka Pikir Keterangan:

X = Kemampuan menyusun RPP berbasis BudAI Y = Ketrampilan mengajar mahasiswa

= regresi sederhana untuk mengetahui keeratan hubungan antara dua variabel dan untuk mengetahui arah hubungan X terhadap Y

 X1 Y

 X2 Y

= regresi ganda: untuk mengetahui keeratan hubungan antara dua atau lebih variabel independen dengan satu variabel dependen.

X1 dan X2 Y

2.3 Hipotesis Penelitian

Berdasarkan kajian teori dan kerangka pikir, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

2.3.1 Terdapat pengaruh yang positif antara kemampuan menyusun RPP dengan ketrampilan mengajar mahasiswa dalam program PLP PGSD Unissula di Kecamatan Genuk.

2.3.2 Terdapat pengaruh yang positif antara sikap sosial dengan Ketrampilan mengajar mahasiswa dalam program PLP PGSD Unissula di Kecamatan Genuk.

2.3.3 Terdapat pengaruh yang positif antara kemampuan menyusun RPP dan sikap sosial secara bersama sama dengan ketrampilan mengajar mahasiswa dalam program PLP PGSD Unissula di Kecamatan Genuk.

Y X

1

X

2

(16)

12

BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian expost-facto, karena penelitian ini tidak dapat mengontrol variabel independen. Variabel independen tersebut memang tidak dapat dimanipulasi atau telah terjadi. Penelitian ini diarahkan pada pengaruh kemampuan menyusun RPP dan sikap sosial dengan ketrampilan mengajar mahasiswa, sehingga penelitian ini tergolong penelitian korelasional (correlation research).

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaukan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Islam Sultan Agung pada bulan November 2017 hingga Februari 2018.

3.3 Populasi dan Sample Penelitian 3.3.1 Populasi Penelitian

Populasi pada penelitian ini yaitu semua mahasiswa PGSD Unissula semester VII yang mengikuti program PLP yang berjumlah 156 mahasiswa.

3.3.2 Sample Penelitian

Penentuan sampel penelitian ini diambil secara acak (proporsional random sampling). Semua anggota populasi mendapatkan kesempatan yanag sama untuk dijadikan sample, sedangkan teknik penentuan jumlah sample menggunakan tabel Krecjie & Morgan dengan tingkat kesalahan 5%. Dengan demikian jumlah sample dalam penelitian ini adalah 113.

3.4 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 3.4.1 Variabel Penelitian

Penelitian ini akan mengkaji dua variabel. Variabel bebas (independen) yaitu kemampuan menyusun RPP (X1) dan sikap sosial (X2) dan variabel terikat (dependen) ketrampila mengajar (Y).

(17)

13 3.4.2 Definisi Operasional

Definisi operasional dalam penelitian ini meliputi:

3.4.2.1 Kemampuan menyusun RPP merupakan kemampuan mahasiswa dalam menyusun RPP sesuai dengan peraturan yang ada.

3.4.2.2 Sikap sosial merupakan sikap yang ditunjukkan mahasiswa terhadap lingkungan sosialnya.

3.4.2.3 Ketrampilan mengajar merupakan ketrampilan dasar yang harus dimiliki guru atau calon guru (mahasiswa) dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Ketrampilan dasar mengajar sendiri mencakup 8 aspek yaitu bertanya, memberi penguatan, mengadakan variasi, menjelaskan, membuka dan menutup pelajaran, membimbing kelompok kecil, mengelola kelas, mengajar kelompok kecil dan perorangan.

3.5 Teknik dan Instrumen pengumpulan data 3.5.1 Teknik Pengumpulan Data

Cara memperoleh data yang dibutuhkan, dapat dilakukan dengan banyak cara. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik nontes dengan menggunakan lembar observasi.

Lembar observasi digunakan untuk mencari data kemampuan menyusun RPP, sikap sosial dan ketrampilan mengajar. Adapun pertimbangan penggunaan lembar observasi karena data yang diungkap merupakan data lampau yang telah terjadi dan data performansi mahasiswa. Data tersebut akan dinilai kesesuaiannya dengan indikator-idikator yang ada, yaitu indikator penyusunan RPP, indikator kompetensi sosial, dan indikator ketrampilan mengajar.

3.5.2 Instrumen Pengumpulan Data 3.5.2.1 Penyusunan Lembar Observasi

Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan lembar observasi. Lembar observasi kemampuan menyusun RPP dugunakan untuk menganalisis RPP yang telah disusun mahasiswa,

(18)

14

didasarkan pada indikator penyusunan RPP yang ada. Lembar observasi sikap sosial digunakan untuk mengamati kompetensi sosial yang ditunjukkan mahasiswa. Lembar observasi yang lain adalah, lembar observasi ketrampilan mengajar mahasiswa, diguankan untuk mengobservasi performasi mahasiswa ketika mengajar, didasarkan pada ketrampilan dasar mengajar.

3.5.2.2 Kisi-kisi lembar observasi

Berdasarkan definisi operasional masing-masing variabel, maka dapat disusun indikator yang digunakan untuk mengukur variabel tersebut.

Adapun kisi-kisi lembar observasi kemampuan menyusun RPP adalah sebagai berikut:

Tabel 2. Kisi-kisi Lembar Observasi Kemampuan Menyusun RPP

Indikator Nomor Butir Jumlah

1. Identitas sekolah 1, 2 2

2. Identitas mata

pelajaran/tema/subtema

3,4 2

3. Kelas/semester 5 1

4. Materi pokok 6,7 2

5. Alokasi waktu 8, 9, 10 3

6. Tujuan pembelajaran 11, 12 2

7. Kompetensi dasar dan indikator pencapain kompetensi

13, 14, 15 3

8. Materi pembelajaran 16, 17 2

9. Metode pembelajaran 18, 19, 20 3

10. Media pembelajaran 21, 22, 23 3

11. Sumber belajar 24, 25 2

12. Langkah-langkah pembelajaran 26, 27, 28, 29, 30, 31 6

13. Penilaian hasil 32, 33, 34 3

Jumlah 34

(19)

15

Adapun kisi-kisi lembar observasi sikap sosial adalah sebagai berikut:

Tabel 3. Kisi-Kisi Lembar Observasi Sikap Sosial

Indikator Nomor Butir Jumlah

1. Bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tindak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi.

1, 2, 3, 4, 5 5

2. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesame pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat.

6, 7, 8, 9, 10 5

3. Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya.

11, 12, 13, 14, 15 5 4. Berkomunikasi dengan komunitas

profrsi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain.

16, 17, 18, 19, 20 5

Jumlah 20

Selanjutnya, kisi-kisi lembar observasi ketrampilan mengajar adalah sebagai berikut:

Tabel 4. Kisi-kisi lembar observasi ketrampilan mengajar

Indikator Nomor Butir Jumlah

1. Ketrampilan bertanya 1, 2 2

2. Ketrampilan memberi penguatan 3, 4 2

3. Ketrampilan mengadakan variasi 5, 6 2

4. Ketrampilan menjelaskan 7, 8 2

5. Ketrampilan membuka dan menutup pelajaran

9, 10 2

6. Ketrampila membimbing kelompok kecil

11, 12 2

(20)

16

7. Ketrampilan mengajar perorangan 13, 14 2

Jumlah 14

3.6 Teknik Analisis Data

Setelah data diperoleh, tahap selanjutnya adalah melakukan analisis data.

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi tunggal dan regresi ganda. Hal ini sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

3.6.1 Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif berfungsi memberikan gambaran umum tentang data yang diperoleh. Gambaran umum ini dapat menjadi acuan untuk melihat karakteristik data yang diperoleh. Pada penelitian ini analisis deskriptif yang diguankan untuk mnengatahui sebaran data mean, median, modus, standar deviation, variant, nilai maksimal, nilai minimal, range, sum serta untuk memperoleh histogram. Data juga akan diklasifikasikan menjadi beberapa kategori, berdasaran rumus interval Mardapi (2008: 124):

Tabel 5. Kategori Kecenderungan Variabel

3.6.2 Uji Prasyarat Analisis

Uji prasarat analisis diperlukan agar hasil analisi data benar- benar memiliki tingkat keterpercayaan yang tinggi.

3.6.2.1 Uji Normalitas

Uji normalitas diguanakan untuk mengetahui sebaran data setiap variabel berdistribusi normal atau tidak. Jika data berdiskusi normal, maka hitungan statistic dapat digeneralisasikan pada populasi, namun jika tidak maka

(21)

17

hasilnya tidak dapat digeneralisasikan pada populasi.Uji normalitas yang digunakan pada penelitian ini adalah uji one sample kolmogorov-smirnov dengan menggunakan bantuan softwere SPSS versi 19.0.Data dinyatakan berdistribusi normal jika signifikansi lebih besar dari 0.05.

3.6.2.2 Uji Linearitas

Perhitungan linearitas bertujuan untuk mengetahui prediktor data perubahan bebas berhubungan secara linear atau tidak dengan peubah terikat, dengan ditunjukkan oleh skor R2.Data diolah menggunakan bantuan softwere SPSS versi 19.0 dengan melihat signifikansi deviation from linearity dari uji F linear.

3.6.3 Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana dan regresi ganda. Analisis tersebut digunakan untuk mengetahui koefisien korelasi baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama antara variabel bebas (kemampuan menyusun RPP dan sikap sosial) terhadap variabel terikat (ketrampilan mengajar).

3.6.3.1 Analisis Reghresi Linear Tunggal

Analisis regresi linear tunggal dilakukan untuk mengetahui pengaruh yang terjadi secara parsial variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y):

 X1 Y

 X2 Y

Uji hipotesis dengan t hitung digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas memiliki pengaruh signifikan atau tidak dengan variabel terikat secara individu. Rumusan hipotesis pengujian uji t hitung adalah Y=α+βx, dengan α adalah konstanta, β adalah koefisien regresi, dan X dalah variabel bebas.

(22)

18

Analisis regresi linear tunggal dalam penelitian ini menggunakan bantuan software Microsoft exel dan SPSS versi 19 dalam menentukan tingkat signifikan α sebesar 5%. Kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis menurut Sudjana (2005: 379) adalah jika:

1) Ho (hipotesis nol) diterima dan Ha (hipotesis alternatif) ditolak, jika t

hitung ≤ t tabel, atau signifikan > 0,05.

2) Ha (hipotesis altermatif) diterima dan Ho (hipotesis nol) ditolak, jika t

hitung> t tabel, atau signifikan > 0,05.

3.6.3.2 Analisis regresi linear Ganda

Analisis regresi linera ganda digunakan untuk mengetahui pengaruh secara simultan antara variabel bebas (X1 dan X2) terhadap variabel terikat (Y).

Nilai analisis data dari hasil perhitungan tersebut sudah diketahui, maka langkah selanjutnya adalah mencocokkan nilai Fhitung dengan Ftabel, atau bias dengan memperhatikan signifikan F lebih kecil atau sama dengan 0,05 atau signifikan F lebih besar 0,05. Berdasarkan keterangan tersebut maka dapat ditarik kesimpulan apakah hipotesis nol (Ho atau hipotesis alternative (Ha) tersebut ditolak atau diterima. Persamaan regresi linear ganda dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut:

Y= α + β1X1 + β2X2 + β3X3

Keterangan:

Y = subjek variabel terikat yang diproyeksikan α = konstanta

X = variabel bebas yang memiliki nilai tertentu untuk diprediksikan Β = koefisien penjelas masing-masing input nilai parameter.

Analisis regresi ganda digunakan untuk menguji hipotesis antara X1 dan X2

Y. Analisis regresi linear ganda dalam penelitian ini menggunakan bantuan software Microsoft exel dan SPSS versi 19 dalam menentukan tingkat signifikan (α) sebesar 5%. Kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis jika:

1) Ho (hipotesis nol) diterima dan Ha (hipotesis alternative) ditolak, jika t

hitung ≤ t tabel atau signifikan > 0.05.

2) Ha (hipotesis alternatif) diterima dan Ho (hipotesis nol) ditolak, jika t

hitung > t tabel, atau sognifikan >0.05.

(23)

19

(24)

20

BAB 4 BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN 4.1 Anggaran Biaya

Adapun anggaran biaya dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Tabel 6 Format Ringkasan Anggaran Biaya Penelitian

No Jenis Pengeluaran Biaya yang Diusulkan (Rp)

1 Tahap persiapan berupa: studi literature (buku/journal), foto copy dan jilid proposal, rapat pembuatan instrumen penelitian dan perisapan lapangan, pembelian alat tulis kantor (ATK).

600,000 2 Tahap pelaksanaan berupa: foto copy kuesioner /

pembelian data sekunder, transportasi lapangan, honor enumerator, input dan analisis data.

2.600 000 3 Tahap laporan kemajuan: foto copy dan jilid laporan

kemajuan disertai draft artikel. 1.300.000

4 Tahap laporan akhir: foto copy dan jilid laporan akhir, biaya publikasi, seminar / diskusi, konferen nasional / internasional

500.000

Jumlah 5.000.000

4.2 Jadwal Penelitian

Jadwal penelitian yang akan dilaksanakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Tabel 7. Format Jadwal Kegiatan

no Jenis Kegiatan Nopember Desember Januari Februari 1. Studi literaturr dan

penyusunan proposal V

2. Pengumpulan data V

3. Pengolahan data V

3. Penarikan kesimpulan dan penyusunan laporan hasil penelitian

V

(25)

21

(26)

22

DAFTAR PUSTAKA

Alma, B. (2012). Guru Profesional Menguasai Metode dan Terampil Mengajar.Bandung: Alfabeta.

Arthur et all. (2006). Learning to Teach in the Primary School. New York:

Routledge

Asmani, J., Ma’mur. (2015). Tips Menjadi Guru Inspiratif, Kreatif, dan Inovatif.Yogjakarta: DIVA Press (Anggota IKAPI).

Everston, C & Emmer, E. (2011).Manajemen Kelas Untuk Guru Sekolah Dasar Edisi Kedelapan. Jakarta: Kencana.

Garth, B et all (2016). Utility of Learning Plans in General Practice Vocational Training: A Mixed-Methods National Study of Registrar, Supervisor, and Educator Perspectives. BMC Medical Education. 1-14

Hamdani. (2011). Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.

Johson, D&Johson R. (2002). Meaningful Assesment: A Management and Cooperative Process. Boston: A Pearson Educational Company.

Kemendikbud. (2013). Kurikulum 2013-Kompetensi dasar untuk sekolah dasar (SD / madrasah ibtidaiyah (MI). Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kunandar. (2013). Penilaian Otentik (Penilaian Hasil Belajar peserta Didik Berdasarkan Kurikulum 2013). Jakarta: Rajawali Pers

Mardapi, D. (2008). Penyusunan Instrumen Tes dan Non Tes. Yogyakarta:

Nuhamedika.

O’Sullivan, M. (2006). Lesson Observation and Quality in Primary Education as Contextual Teaching and Learning processes. International Journal of Educational Development 26 (2006) 246-260.

Permendikbud. (2007). Lampiran peraturan Menteri pendidikan Nasional nomor 16 tahun 2007. Jakarta: Kementrian pendidikan dan Kebudayaan.

Permendikbud. (2016). Paeraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 22 tahun 2016 Tentang Standar proses pendidikan Dasar dan menengah. Jakarta: Kementrian Pedidikan dan Kebudayaan

Simpsonet all. (1976). Influence of Instrument Characteristics on Student Responses in Attitude Assessment. Journal of Researchin science Teaching. Vol. 13, N0. 3. Pp 275-281

(27)

23

Solihatin, E. (2014). Strategi Pembelajaran PPKn. Jakarta: Bumi Aksara.

Sudjana.(2005). Metode statistika Cetak Ulang (Edisi Keenam). Bandung: PT.

Tarsito Bandung.

Susanto, A. (2013). Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar.Jakarta:

Prenadamedia Group.

Suyanto., Jihad, A. (2013) Menjadi Guru Profesional Strategi Meningkatakan Kualifikasi dan Kualitas Guru di Era Global. Jakarta: Erlangga Group.

Uno, B. Hamzah. (2008). Profesi Kependidikan.Jakarta: Bumi Aksara

(28)

24 Lampiran 1. Biodata ketua dan anggota

BIODATA PENELITI

Biodata Ketua Peneliti

1 Nama Lengkap (dengan gelar) Sari Yustiana, S.Pd., M.Pd.

2 Jenis Kelamin L/P P

3 Jabatan Fungsional Asisten Ahli/ IIIB 4 NIP/NIK/Identitas lainnya 211316029

5 NIDN 0609079001

6 Tempat dan Tanggal Lahir Purbalingga 9 Juli 1990

7 E-mail [email protected]

8 Nomor Telepon/HP 085725821939

9 Alamat Kantor Jl Raya Kaligawe Km.4 Semarang, Jawa tengah 10 Nomor Telepon/Faks (024) 6583584

Biodata Anggota

1 Nama Lengkap (dengan gelar) Muhamad Afandi, S.Pd., M.Pd.

2 Jenis Kelamin L/P L

3 Jabatan Fungsional Lektor/ IIIc 4 NIP/NIK/Identitas lainnya 211313015

5 NIDN 0624078002

6 Tempat dan Tanggal Lahir Nganjuk, 24 Juli 1980

7 E-mail [email protected]

8 Nomor Telepon/HP 081365359082

9 Alamat Kantor Jl Raya Kaligawe Km.4 Semarang, Jawa tengah 10 Nomor Telepon/Faks (024) 6583584

(29)

25

(30)

26

Gambar

Gambar 1 Kerangka Pikir  Keterangan:
Tabel 2. Kisi-kisi Lembar Observasi Kemampuan Menyusun RPP
Tabel 4. Kisi-kisi lembar observasi ketrampilan mengajar
Tabel 3. Kisi-Kisi Lembar Observasi Sikap Sosial
+4

Referensi

Dokumen terkait

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah disebutkan bahwa Rencana Pelaksanaan

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 65 tahun 2013 tentang Standar Proses, RPP memuat beberapa komponen, yaitu identitas

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Total online saat ini:

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah disebutkan bahwa Rencana Pelaksanaan

Berdasarkan hasil analisis Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah maka dapat disimpulkan bahwa

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 137 tahun 20014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjelaskan bahwa standar penilaian merupakan

bahwa sebagai pelaksanaan ketentuan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, dipandang perlu

SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG STANDAR KOMPETENSI LULUSAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG