• Tidak ada hasil yang ditemukan

penerapan model savi (somatis, audiotori, visual, dan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "penerapan model savi (somatis, audiotori, visual, dan"

Copied!
72
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Identifikasi dan Pembatasan Masalah

Pembatasan Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Definisi Operasional

Sistematika Pembahasan

KAJIAN PUSTAKA

  • Landasan Teori
  • Telaah Hasil Penelitian Terdahulu
  • Kerangka Berpikir
  • Pengajuan Hipotesis Tindakan

7 Ivan Veriansyah, “Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran SAVI Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas Visual, Intelektual) Terhadap Hasil Belajar Anak Usia Tua”, Jurnal Pendidikan Anak (Januari 2016), 14. Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPA Kelas VII Melalui Pendekatan Pembelajaran Siswa Aktif”, Jurnal Biolocus, Vol.2 No.2, (April, 2019):218.

Dari hasil penelitian dikatakan bahwa: penerapan model SAVI (Somatic, Auditory, Visual, Intellectual) merupakan metode konvensional yaitu menggunakan metode ceramah dan tanya jawab, setelah menggunakan metode SAVI (Somatic, Auditory, Model Visual, Intelektual, rata-rata hasil belajar berada pada kategori baik 75% siswa mencapai KKM pada ulangan harian dan pembelajaran menjadikan siswa lebih menghargai dan berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini mempunyai persamaan permasalahan yaitu penerapan model SAVI dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian yang dilakukan oleh Mahmudah Titi Muanifah dan Halimah Sa'diyah bertajuk “Pendekatan SAVI sebagai model alternatif untuk memaksimalkan gaya belajar siswa sekolah dasar” hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan SAVI merupakan salah satu alternatif pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan. untuk membantu guru dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa.

Dalam pembelajaran matematika, hal ini berarti guru telah membantu siswa untuk mengoptimalkan gaya belajarnya sehingga siswa dapat memperoleh hasil belajar matematika yang optimal. 26 Penelitian ini mempunyai masalah umum yaitu penerapan model SAVI dalam meningkatkan hasil belajar siswa. 28 Dengan demikian, kemampuan pemecahan masalah siswa pada kelas yang mendapat model pembelajaran SAVI dengan pendekatan kontekstual mencapai ketuntasan minimal.Penelitian ini mempunyai masalah umum yaitu penerapan model SAVI dalam penelitian untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian yang dilakukan oleh Muanifa dengan judul “Pendekatan SAVI Sebagai Metode Alternatif Memaksimalkan Gaya Belajar Siswa Sekolah Dasar” dapat disimpulkan bahwa Pendekatan SAVI merupakan salah satu pendekatan pembelajaran alternatif yang dapat digunakan untuk membantu guru untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa. 40 Hal ini dikarenakan, dalam pembelajaran matematika dengan pendekatan SAVI gaya belajar siswa dapat berkembang dengan baik.

Penelitian ini mempunyai permasalahan umum yaitu penerapan model SAVI dalam penelitian untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Gambar 2. 1  Kerangka Berpikir
Gambar 2. 1 Kerangka Berpikir

METODE PENELITIAN

  • Pendekatan dan Jenis Penelitian
  • Lokasi dan Waktu
  • Subjek Penelitian
  • Data dan Sumber Data
  • Prosedur Pengumpulan Data
  • Instrumen Penelitian
  • Teknik Analisis Data dan Indikator Keberhasilan
  • Pengecekan Keabsahan Penelitian
    • Tahap Penelitian

Berdasarkan tabel observasi yang dilakukan peneliti, data di atas menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa sepanjang semester Pembelajaran matematika materi berlapis pada siklus I masih sangat kurang. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui hasil belajar siswa IV. kelas pada pembelajaran matematika pada mata pelajaran Multifaset pada mata pelajaran Matematika siklus I masih nampaknya kurang. Dari tabel observasi di atas terlihat aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran Matematika Berlapis II.

Berdasarkan tabel observasi di atas menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran Matematika pada mata pelajaran materi Berjenjang pada siklus I masih sangat kurang. Berdasarkan tabel observasi di atas menunjukkan bahwa keaktifan belajar siswa pada pembelajaran Matematika dengan mata pelajaran Banyak Segi pada siklus II mengalami peningkatan aktivitas belajar yaitu sebanyak 15 siswa atau 75%. Dari hasil penelitian pada siklus I keaktifan belajar siswa masih belum sesuai dengan yang diharapkan sehingga tingkat hasil belajar siswa masih rendah.

Hasil aktivitas belajar siswa pada siklus I berada pada kategori baik sebanyak 0 siswa atau 0%, sedangkan kategori cukup sebanyak 8 siswa atau 40%. Hasil belajar siswa pada Siklus I berada pada kategori tuntas sebanyak 7 siswa atau 35%, dan kategori tuntas sebanyak 13 siswa atau 65%.

Gambar 3. 1  Tahap Penelitian
Gambar 3. 1 Tahap Penelitian

HASIL PENELITIAN

Gambaran Singkat Lokasi Penelitian

SD Negeri Sobrah merupakan sekolah milik pemerintah yang khusus dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun. Jadi jika dilihat dari segi penyelenggaraan pendidikan, SDN Sobrah mempunyai letak geografis yang sangat mendukung pelaksanaan KBM. Hal ini disebabkan oleh faktor kemudahan karena letak sekolah yang jauh dari hiruk pikuk kota sehingga menciptakan ketenangan dan kenyamanan sehingga akan menunjang kegiatan pembelajaran di SDN Sobrah dan memberikan hasil yang baik jika didukung oleh tenaga pengajar yang profesional dan fasilitas yang mendukung. .

Sarana dan Prasarana adalah komponen atau alat yang digunakan baik langsung maupun tidak langsung untuk menunjang kegiatan belajar mengajar yang bertujuan untuk mencapai keberhasilan proses belajar mengajar. Sarana dan prasarana yang memadai akan memudahkan kelancaran proses belajar mengajar sehingga akan meningkatkan hasil belajar siswa.

Penjelasan Data Persiklus

Pada fase ini, peneliti mengembangkan dialog dan tanya jawab untuk mengungkap pengalaman apa saja yang dialami siswa. Peneliti memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan tema atau pokok bahasan, dan tentunya permasalahan yang berhubungan dengan pengalaman siswa seperti yang diperoleh pada tahap tindak lanjut. Peneliti memberikan contoh dalam bentuk gambar dengan bentuk yang serba guna untuk meningkatkan pemahaman yang sebenarnya.

Setelah itu siswa dapat memberikan ide berupa hasil penelitian tentang gambar yang ditampilkan, setelah itu guru akan memberikan makalah kepada siswa, setelah itu siswa diajak untuk mempresentasikan hasil karyanya. Pada tahap ini, melalui dialog, guru membimbing siswa agar dapat menyimpulkan apa yang mereka temukan dan pahami tentang topik yang dibicarakan. e) Transfer.

Observasi (Observing)

Saat belajar matematika pada mata pelajaran multifaset di IV. kelas yang menggunakan metode SAVI, hasil belajar pada siklus I menunjukkan respon yang baik setelah proses belajar mengajar dengan strategi ini dijelaskan kepada mereka. Dengan demikian pada kegiatan pembelajaran menggunakan metode SAVI hasil belajar pada siklus I belum mencapai hasil yang diharapkan. Menyusun perbaikan proses pembelajaran untuk memperbaiki proses pembelajaran pada siklus 1) Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (LPP) berdasarkan penelitian tindakan kelas yang memuat kegiatan awal sampai kegiatan akhir.

Berdasarkan tabel observasi di atas dapat diketahui hasil pelaksanaan Pembelajaran Matematika Multifaset di II. siklus yaitu sebanyak 16 siswa atau 80% tuntas dan sebanyak 4 siswa atau 20% tidak tuntas. Berdasarkan hasil tindakan pada II. siklus terjadi peningkatan dibandingkan siklus II. siklus, yaitu perbaikan kekurangan dan hambatan pada siklus pertama. Hal ini menunjukkan bahwa siswa berhasil meningkatkan hasil belajarnya dengan baik, sehingga nilai pengetahuan yang dimiliki siswa dapat meningkat.Berdasarkan hasil penelitian pada II.

Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan aspek sikap dan hasil belajar yang mengalami peningkatan cukup baik dari siklus I, dimana pada awalnya siswa dengan sikap aktif belajar baik hasilnya masih 0%, pada siklus II menjadi 75%. Dari analisis hasil belajar, pada siklus I terdapat 65% siswa yang tidak tuntas, dan pada siklus 2 hasilnya menurun menjadi 20%, sedangkan pada siklus I terdapat 35% siswa yang tuntas, pada siklus II meningkat menjadi 80. %.

Tabel 4. 4   Keaktifan Siswa
Tabel 4. 4 Keaktifan Siswa

Proses Analisis Data per-Siklus

Dari tabel observasi di atas terlihat bahwa hasil Pembelajaran Matematika Multifaset pada siklus II meningkat yaitu sebanyak 16 siswa atau 80% tuntas dan sebanyak 4 anak atau 20 orang. Pada siklus II hasil belajar yang diharapkan dan peningkatan pembelajaran aktif tercapai, sehingga peneliti memutuskan untuk menghentikan penelitian sampai II.

Pembahasan

Karena hasil penelitian pada siklus I masih sangat kurang dalam pembelajaran aktif dan banyak siswa yang nilai belum tuntas, maka dilanjutkan pada siklus II. Hasil survei kegiatan pembelajaran ini diperoleh dari lembar observasi terstruktur dan hasil belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian di atas terlihat bahwa keaktifan belajar dan pembelajaran matematika siswa dari I. sampai II.

Pada siklus I hasil penelitian aktivitas belajar siswa dengan kriteria sangat kurang yaitu sebanyak 3 siswa atau 15%, sedangkan yang menunjukkan aktivitas belajar masih kurang sebanyak 9 siswa atau 45%, yaitu sebanyak 8 siswa. atau 40% mempunyai hasil cukup baik, dan yang hasil baik belum ada atau 0%. Hasil belajar aktif hasil belajar siswa pada siklus II mengalami peningkatan, dimana siswa mempunyai kemampuan aktivitas belajar baik sebesar 15 atau 75%, hasil cukup sebanyak 4 siswa atau 20%, kriteria kurang dari 3 orang siswa atau 15%, dan yang jauh lebih kecil sebanyak 0%. Mengembangkan sarana prasarana sekolah agar pembelajaran dapat maksimal dan pembelajaran dengan menerapkan strategi pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kedepannya terkait dengan peningkatan keaktifan belajar dan hasil belajar siswa sehingga pembelajaran lebih aktif dan efektif serta menambah wawasan pengetahuan di bidang pendidikan. Penerapan model pembelajaran SAVI untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa.” Jurnal Pendidikan Guru SD 4, No.

Tabel 4. 16   Keaktifan Siswa
Tabel 4. 16 Keaktifan Siswa

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti dengan menggunakan metode tindakan kelas (CAME) dengan judul Penerapan model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visual dan Intellectual) untuk mencapai hasil belajar siswa Kelas IV SDN Sobrah Kecamatan Wungu, untuk meningkatkan , Kabupaten Madiun dalam pembelajaran Matematika dengan topik pembahasan utama Bertingkat. Sedangkan pada siklus II terdapat 15 siswa atau 75% dengan kategori baik, dan 1 siswa atau 5% dengan kategori cukup.

Saran

Agar pembelajaran tidak monoton dan mampu menarik minat belajar siswa agar lebih aktif dalam belajar maka harus menerapkan strategi berupa model atau metode pembelajaran yang dapat mendorong siswa untuk belajar aktif, salah satunya adalah menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan dipelajari. Penerapan Model Pembelajaran Savi (Somatik, Auditori, Visual, Intelektual) Terhadap Hasil Belajar Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak Dampak Model Pembelajaran Kooperatif Snowball Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV Sdn Bondrang Kecamatan Sawoo , Kabupaten Ponorogo.” Ibriez: Jurnal Pendidikan Islam Berbasis Sains Dasar 2, No.

Pendekatan SAVI sebagai metode alternatif untuk memaksimalkan gaya belajar siswa sekolah dasar.” Trihayu: Jurnal Pendidikan Dasar 4, No. Penerapan metode SAVI (somatik, auditori, visual, intelektual) pada topik aqidah moral terhadap motivasi belajar siswa kelas Xi Ipa di Madrasah Aliyah Assulaimaniyah Mojoagung Jombang.” Al Murabbi 5, No. Eksperimen model pembelajaran kooperatif tipe Kota dan Tps dengan pendekatan SAVI terhadap kinerja dan motivasi belajar ditinjau dari gaya belajar siswa” 1, No.

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Savi Terhadap Hasil Belajar Siswa Di Kelas “Penggunaan Model Pembelajaran Savi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SD Al Husna Kota Madiun.” Ibriez: Jurnal.

20%

5%

75%

Referensi

Dokumen terkait