Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi E-Government melalui program PINDU (Pusat Layanan Informasi dan Pengaduan) di Kabupaten Pinrang dan untuk mengetahui faktor-faktor penghambat penerapan E-Government melalui program PINDU (Pusat Layanan Informasi dan Pengaduan) di Kabupaten Pinrang. Kabupaten Pinrang. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif yang menggambarkan implementasi E-Government melalui program PINDU (Pusat Pelayanan Informasi dan Pengaduan Kabupaten Pinrang). Sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Implementasi E-Government melalui program PINDU (Pusat Pelayanan Informasi dan Pengaduan) Kabupaten Pinrang”.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kabupaten Pinrang merupakan salah satu kabupaten yang menerapkan e-Governance dalam pelayanan publik melalui program PINDU (Pusat Informasi dan Pengaduan). Pemerintah Kabupaten Pinrang telah mengeluarkan kebijakan yaitu Peraturan Kabupaten Pinrang No. 25 Tahun 2014 tentang Pembentukan Pusat Informasi dan Pengaduan (PINDU).
Rumusan Masalah
Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa masih terdapat masyarakat di Kabupaten Pinrang yang masih belum mengetahui mekanisme dan alur kerja serta sama sekali tidak mengetahui adanya program pelayanan elektronik ini. Faktor apa saja yang mendukung dan menghambat penerapan e-Government melalui program PINDU (Pusat Pelayanan Informasi dan Pengaduan) di Kabupaten Pinrang.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
- Pengertian Sistem Informasi Manajemen
- Sifat-sifat Sistem Informasi Manajemen
- Konsep E-Government
- Tujuan dan Manfaat E-Government
- Klasifikasi E-Government
- Penerapan E-Government
- Faktor-faktor yang mempengaruhi Penerapan E-Government
- Aspek-aspek dalam Aplikasi E-Government
Pangestu (2007:2) mengatakan bahwa sistem informasi manajemen adalah kumpulan sistem informasi yang saling berinteraksi yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan mengolah data. Menurut Jogianto (2005:2), sistem informasi manajemen adalah kumpulan elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu.
Fokus Penelitian
Deskripsi Fokus Penelitian
Faktor penghambat merupakan faktor yang menghambat penerapan E-Government pada Program PINDU (Pusat Pelayanan Informasi dan Pengaduan) di Kabupaten Pinrang.
Waktu dan Lokasi Penelitian
Jenis dan Tipe Penelitian 1. Jenis Penelitian
Sumber Data
Informan Penelitian
1 Astiasari, SH AS Analisis pengaduan perempuan 2 Hartsiaty Najib HN Analisis pengaduan perempuan 3 Analisis informasi perempuan Jumiati JM 4 Andi Niswati AN Analisis informasi perempuan 5 Syamsumarlin,.
Teknik Pengumpulan Data
Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi dan informasi mendalam mengenai implementasi E-Government pada Program PINDU pada Kantor Pusat Layanan Informasi dan Pengaduan Kabupaten Pinrang. Dokumentasi berasal dari kata dokumen yang artinya barang tertulis, jadi dokumentasi adalah suatu teknik dimana data diperoleh dari dokumen yang memuat benda-benda tertulis, buku-buku yang berkaitan dengan obyek penelitian. Tujuan penggunaan metode ini adalah untuk memperoleh data dari hasil laporan dan informasi tertulis, ilustrasi, rekaman atau cetak seperti foto dan dokumen terkait penerapan e-Government pada Program PINDU (Pusat Layanan Informasi dan Pengaduan) di Pinrang . Daerah.
Teknik Analisis Data
Keabsahan Data
Apabila teknik pengujian kredibilitas data menghasilkan data yang berbeda, maka peneliti akan melakukan diskusi lebih lanjut dan mendalam dengan sumber data yang sama atau sumber data lain untuk membuktikan data mana yang paling benar. Dalam penelitian ini, peneliti lebih lanjut menggunakan berbagai teknik untuk memperoleh dan menggali informan terkait penerapan e-Government melalui program PINDU untuk memastikan keakuratannya. Data yang diperoleh dengan menggunakan teknik wawancara pada pagi hari, ketika sumbernya masih segar dan belum banyak permasalahannya, akan memberikan atau menyajikan data yang lebih valid dan akurat sehingga lebih dapat dipercaya.
Perubahan proses dan perilaku manusia berubah dari waktu ke waktu, sehingga untuk memperoleh data yang berharga melalui observasi penelitian, maka perlu dilakukan observasi yang tidak dilakukan dengan observasi saja. Oleh karena itu, untuk menguji keandalan data dapat dilakukan dengan cara pengecekan melalui wawancara, observasi atau teknik lainnya dalam waktu dan situasi yang berbeda. Apabila hasil pengujian menghasilkan data yang berbeda maka dilakukan berulang kali hingga ditemukan keamanan data.
Peneliti menyelidiki informasi yang diperlukan tentang implementasi e-Government melalui program PINDU dengan cara dan waktu yang berbeda.
Deskripsi Objek Penelitian 1. Profil Kabupaten Pinrang
- Masyarakat Religius, Bahwa untuk kedepanya akan terbentuk atmosfer kehidupan kerohanian msyarakat bersama Pemerintah
- Masyarakat Harmonis, Terwujudnya ketentraman hidup masyarakat, karena terbangunya tatanan kehidupan yang memiliki
- Masyarakat Mandiri dan Tangguh, Terciptany kondisi semangat gotong royong kemampuan beradaptasi serta tanggap terhadap
- Pengelolaan Potensi Daerah, pemerintah Kabupaten Pinrang dan Masyarakat mengolah potensi unggulan daerah pada sektor
- Gambaran Umum PINDU (Pusat Pelayanan Informasi dan Pengaduan) Kabupaten Pinrang
- Koordinator tim teknis PINDU
- Petugas pelayanan informasi
- Pengelola Pelayanan Pengaduan
- Tenaga pengelola website pengaduan dan perpustakaan
- Operator PPID SKPD
Dalam upaya mendekatkan warga terhadap sumber informasi dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, Bupati Kabupaten Pinrang mendirikan inovasi pelayanan publik kepada masyarakat yaitu Pusat Layanan Informasi dan Pengaduan (PINDU). Serta Peraturan Bupati Pinrang Nomor 25 Tahun 2014 tentang Pembentukan Pusat Layanan Informasi dan Pengaduan (PINDU) di Kabupaten Pinrang. PINDU (Pusat Pelayanan Pengaduan dan Informasi) Kabupaten Pinrang merupakan wahana masyarakat memperoleh informasi dan menyampaikan pengaduan melalui berbagai media yang mudah diakses dan terintegrasi dengan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pinrang.
Pusat Informasi dan Pengaduan Kabupaten Pinrang (PINDU) didirikan berdasarkan Peraturan Bupati Pinrang no. 25 Tahun 2014 membentuk Pusat Informasi dan Pengaduan Pemerintah Kabupaten Pinrang (PINDU). Berikut tugas dan fungsi petugas PINDU (Pusat Informasi dan Pengaduan) Pemerintah Kabupaten Pinrang. Memantau secara berkala (tidak lebih awal dari setiap 15 menit) dan meninjau permintaan informasi dan pengaduan yang disampaikan kepada PINDU.
Mengkoordinasikan tindak lanjut permintaan informasi dan pengaduan dengan pengelola informasi, pengelola pengaduan, pejabat satuan kerja perangkat daerah (SKPD), dan pejabat terkait. Secara berkala dan berkala (paling cepat setiap 15 menit) memeriksa permintaan informasi dan tindak lanjut yang diterima PINDU melalui berbagai saluran layanan yang ditawarkan. Mengirimkan tanggapan atas permintaan informasi dan pengaduan sesuai dengan tanggapan pimpinan SKPD kepada pengguna jasa dan pejabat PINDU, melalui saluran layanan yang disediakan.
Penerapan E- Government melalui Program PINDU (Pusat Pelayanan Informasi dan Pengaduan) Kabupaten Pinrang
Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa perancangan inovasi elektronik atau biasa kita sebut dengan e-Government memang benar-benar memberikan kemudahan khususnya dalam pelayanan publik kepada masyarakat, hadirnya program PINDU cukup membantu untuk masyarakat dengan berbagai cara, baik untuk mendapatkan informasi maupun memberikan informasi mengenai keluhan atau permasalahan Pelayanan Pemerintah Kabupaten Pinrang. Berdasarkan hasil wawancara diatas maka e-Government yang terletak pada Pusat Informasi dan Pengaduan merupakan wadah dimana masyarakat dapat menyampaikan keinginannya mengenai kinerja satuan kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Pinrang. Tujuannya adalah untuk meningkatkan hubungan antara pemerintah dan masyarakatnya melalui berbagai pendekatan yang dapat memudahkan penyampaian pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
Alur-alur aplikasi Penerapan E-Government pada Program PINDU kabupaten Pinrang
Pengaduan yang masuk ke dalam aplikasi PINDU selanjutnya akan diproses oleh operator dan diidentifikasi apakah pengaduan akan direspon langsung oleh pengelola atau pengaduan akan dikirimkan ke otoritas SKPD terkait sesuai SOP. Operator SKPD yang menerima pengaduan akan mengelola pengaduan tersebut untuk dilaporkan kepada manajemen serta melakukan peninjauan langsung terhadap pengaduan masyarakat dan selanjutnya akan memberikan tanggapan kepada pelapor dalam waktu 1 x 24 jam. Pengaduan yang masuk ke aplikasi PINDU selanjutnya akan diproses oleh operator dan diidentifikasi apakah pengaduan tersebut akan dijawab langsung oleh pengelola ataukah pengaduan akan dikirimkan.
Selanjutnya pengaduan dikelola oleh operator PINDU untuk mengetahui apakah pengaduan ditujukan kepada SKPD yang bersangkutan. Operator SKPD yang menerima pengaduan akan melaporkan pengaduan tersebut kepada manajemen, serta melakukan peninjauan langsung terhadap pengaduan masyarakat, dan lain-lain. Pengaduan akan dikelola oleh operator PINDU, PINDU akan memberikan tanggapan langsung apabila pengaduan tersebut diberi izin oleh PINDU, namun apabila pengaduan tersebut tidak diberi izin oleh PINDU maka PINDU akan mengirimkan pengaduan tersebut kepada operator SKPD terkait.
Operator SKPD akan menerima pengaduan dan meneruskannya kepada manajemen untuk menanggapi masyarakat yang menyampaikan pengaduan dalam waktu 1 x 24 jam sesuai SOP.
Aspek-aspek dalam penerapan E-Government pada program PINDU (Pusat pelayanan informasi dan pengaduan)
- Data dan Informasi
- Komunikasi
Hasil wawancara di atas menyimpulkan bahwa penggunaan perangkat keras di PINDU sangat memadai dengan tersedianya beberapa fasilitas yang digunakan pihak pengelola untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Pinrang. Dari hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa program PINDU menggunakan software dengan sangat baik. Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan informasi memang semakin meningkat.
Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa pegawai yang terpilih untuk bertugas di PINDU adalah pegawai yang sangat terlatih dan memenuhi berbagai kriteria sebagai pegawai PINDU. Hasil wawancara salah satu masyarakat yang berkunjung ke PINDU mengatakan secara langsung. Dari hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa petugas PINDU memberikan pelayanan yang sangat baik dan sangat mentaati standar operasional prosedur (SOP) dan aturan PINDU.
Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa informasi yang diperoleh sangat jelas bahwa petugas PINDU menjalankan tugasnya sesuai dengan peraturan yang ada.
Faktor-faktor pendukung dan penghambat penerapan E- Government pada program PINDU (Pusat pelayanan informasi
- Sosialisasi
Berdasarkan hasil wawancara di atas menunjukkan bahwa jaringan merupakan aspek terpenting dalam implementasi inovasi program PINDU. Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa sosialisasi sangat penting untuk memperkenalkan inovasi program PINDU khususnya kepada masyarakat yang jauh dari perkotaan, agar PINDU lebih dikenal oleh masyarakat Kabupaten Pinrang. Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa proses pengenalan program PINDU sudah dilaksanakan, namun perlu lebih ditingkatkan lagi.
Dari dua kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa, perlu adanya peningkatan sosialisasi pengenalan program PINDU di masyarakat agar masyarakat lebih memahami dan memahami program PINDU. Sebaiknya Pemerintah Kabupaten Pinrang lebih melakukan sosialisasi mengenai pengenalan dan manfaat program PINDU kepada para kepala OPD masing-masing, karena para kepala OPD. Pemerintah Kabupaten Pinrang sebaiknya lebih memperluas dan meningkatkan pelaksanaan sosialisasi untuk memperkenalkan program PINDU kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat lebih memahami manfaat dan fungsi dari layanan yang diberikan serta mengetahui tentang keberadaan PINDU, alur kerjanya. kiprah PINDU dalam menampilkan diri kepada masyarakat khususnya di setiap kelurahan, desa, dan kelurahan.
Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana penyediaan wifi di setiap OPD agar program PINDU berjalan dengan baik dan juga meningkatkan partisipasi masyarakat.
PENUTUP
Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, peneliti mempunyai saran-saran yang mungkin berguna untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam penerapan E-Government pada program PINDU di Kabupaten Pinrang, antara lain sebagai berikut. Perlunya lebih meningkatkan jaringan internet Pusat Layanan Informasi dan Pengaduan Kabupaten Pinrang agar pelayanan dapat berjalan dengan baik dan baik. Pengurus PINDU sangat berharap adanya peningkatan proses sosialisasi bila diperlukan ke berbagai desa atau kelurahan agar masyarakat semakin mengetahui dan mengenal program PINDU.
Dimana program PINDU memiliki layanan IT yang sangat memudahkan masyarakat dalam mendapatkan informasi dan menyampaikan pengaduan. Peraturan Bupati Pinrang Nomor 25 Tahun 2014 tentang Pembentukan Pusat Layanan Informasi dan Pengaduan Pemerintah Kabupaten Pinrang (PINDU).
DOKUMENTASI