Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak atau pengaruh globalisasi terhadap pembentukan karakter siswa di SD Negeri 100 Pa'la'lakkang Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar. Hipotesis nol (H0) yang menyatakan tidak terdapat pengaruh globalisasi terhadap pembentukan karakter siswa ditolak.
Latar Belakang Masalah
Kembali ke siswa sekolah dasar yang masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan, mampukah mereka meredam dampak negatif globalisasi? Sebut saja pengaruh teknologi terkini berupa handphone Android yang kini juga mudah dimiliki oleh siswa sekolah dasar.
Rumusan Masalah
Berdasarkan gambaran globalisasi, fenomena dan hasil penelitian terdahulu, maka peneliti melihat kesenjangan dan peluang untuk mengkaji dampak globalisasi terhadap pembentukan karakter siswa di SDN 100 Pa'la'lakkang Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar khususnya pada nilai-nilai karakter religius, kejujuran, disiplin dan gemar membaca. Keempat nilai karakter tersebut dinilai mempunyai pengaruh paling esensial terhadap pertumbuhan dan perkembangan siswa sekolah dasar dari arus globalisasi yang semakin merajalela di masyarakat.
Tujuan Penelitian
- Manfaat Praktis
- Dimensi Globalisasi
- Definisi Karakter
- Pembentukan Karakter Anak di Sekolah
- Pengaruh Globalisasi Terhadap Pembentukan Karakter
- Dua Sisi Pengaruh Globalisasi
Konsep globalisasi mengacu pada perubahan yang dapat dilihat pada tingkat unit, bahkan terkadang dilihat sebagai akibat yang tidak disengaja dari interaksi antar unit. Mengarah pada konsep globalisasi sebagai transformasi (konsep kedua) berbeda dengan globalisasi sebagai transfer (konsep pertama), namun terdapat kesinambungan di antara keduanya.
Tinjauan Hasil Penelitian Relevan
Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut, Inanna mengonsep dalam kajian sastra bahwa pendidikan mempunyai peranan penting dalam mengatasi bahaya moral tersebut akibat kemajuan zaman. Huda meyakini pendidikan karakter saat ini sangat penting untuk diterapkan mengingat tantangan global yang semakin tidak terbendung. Oleh karena itu, pendidikan karakter berwawasan global sangat penting untuk mengenalkan dan mempersiapkan masyarakat menghadapi era global dengan karakter Indonesia yang kuat.
Santoso (2013) dalam penelitian kualitatifnya yang berjudul “Pengenalan nilai-nilai karakter pada siswa sekolah dasar di era globalisasi”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran guru dalam penanaman nilai-nilai karakter siswa sekolah dasar dan menganalisis dampak globalisasi terhadap nilai-nilai karakter siswa sekolah dasar. Untuk mengatasi masalah ini, program pendidikan kewarganegaraan harus dilaksanakan dengan konsep pendidikan kewarganegaraan.
Kerangka Pikir
Menurut Sugion, hipotesis dalam penelitian merupakan tanggapan sementara terhadap rumusan masalah dalam penelitian. Hipotesis penelitian ini adalah “Globalisasi Berpengaruh Terhadap Pembentukan Karakter Siswa di SD Negeri 100 Pa’la’lakkang Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar”.
Jenis Penelitian
Waktu dan Lokasi Penelitian
Desain Penelitian
Variabel Penelitian
Dalam hal ini akan diteliti pengaruh globalisasi terhadap pembentukan karakter siswa di SDN 100 Pa'la'lakkang, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam penelitian ini, ada empat nilai karakter yang perlu dikaji dari 18 nilai karakter yang dikemukakan Kementerian Pendidikan Nasional, yaitu nilai kejujuran, agama, disiplin, dan gemar membaca.
Populasi dan Sampel
Berdasarkan uraian populasi penelitian di atas, maka sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik cluster sampling atau sampel dipilih dari kelompok (Sugiyono. Dalam penelitian ini siswa kelas I, II dan III tidak diberikan kesempatan untuk menjadi sampel. dengan alasan mereka belum mempunyai pemahaman yang baik tentang globalisasi dan belum mampu mendeskripsikan dirinya secara obyektif sehingga belum mempunyai kapasitas untuk mengisi kuesioner, oleh karena itu yang akan dijadikan sampel menggunakan teknik cluster sampling. adalah siswa kelas IV, V dan VI yang dipilih secara keseluruhan karena jumlahnya yang banyak kurang dari seratus.
Instrumen Penelitian
Kuesioner merupakan alat pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan tertulis yang harus dijawab secara tertulis oleh responden. Kuesioner juga dapat diartikan sebagai kumpulan pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden tentang dirinya atau hal-hal yang diketahuinya. Pengukuran variabel menggunakan kuesioner dengan menggunakan skala likert 1-5, dimana nilai satu merupakan skala sikap terendah dan 5 merupakan skala sikap tertinggi.
Lembar observasi merupakan alat pengumpulan data yang digunakan dengan cara membandingkan kriteria tertentu yang telah ditentukan dengan hasil pengamatan objektif terhadap suatu objek atau fenomena tertentu. Pedoman wawancara merupakan alat pengumpul data berupa serangkaian pertanyaan yang ditanyakan langsung kepada informan hingga berlangsung proses tanya jawab. Dokumentasi dapat berupa pengumpulan data berupa catatan-catatan atau dokumen-dokumen yang sudah ada (tertulis maupun digital) milik sekolah, seperti data tentang siswa, guru, sarana prasarana dan lain-lain.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Analisis Data
- Analisis Statistik Deskriptif a. Mean (Me)
- Analisis Statistik Inferensial
Buatlah tabel distribusi frekuensi, yang juga merupakan tabel tambahan untuk menghitung nilai chi kuadrat. Jika nilai chi-kuadrat hitung lebih kecil atau sama dengan nilai chi-kuadrat tabel (𝜒ℎ2 ≤ 𝜒ℎ2), maka sebaran data dinyatakan normal, dan jika data lebih besar (<) maka dinyatakan tidak normal. (Sugiyono, 2015). 100 Pa'la'lakkang merupakan salah satu sekolah berprestasi yang berstatus sekolah negeri dengan akreditasi B.
100 Pa'la'lakkang (1) menumbuhkan minat membaca, menulis dan berkreasi, (2) memotivasi siswa untuk meningkatkan pembelajaran yang efektif, aktif, kreatif, kritis dan menyenangkan, (3) menumbuhkan sikap bertanggung jawab terhadap peraturan, sekolah , agama, hukum dan norma serta nilai yang berlaku, (4) menciptakan lingkungan belajar yang berwawasan luas dan (5) mempersiapkan peserta didik menjadi individu yang mandiri, kreatif, bertanggung jawab dan berani mengembangkan potensinya. 100 Pa'la'lakkang saat ini mempunyai delapan orang guru, tiga diantaranya merupakan pegawai negeri sipil (PNS) dan lima guru lainnya merupakan tenaga honorer. 100 Pa'la'lakkang juga aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilan melalui berbagai kegiatan seperti mengikuti pelatihan guru, seminar, Lesson Study atau MGMP.
Hasil Penelitian
Deskripsi Data Respon Murid Terkait Globalisasi dan Hubungannya dengan Kehidupan Sehari-Hari
Kuesioner respon siswa terkait globalisasi dan kaitannya dengan kehidupan sehari-hari berjumlah 15 pernyataan dengan lima kemungkinan jawaban yaitu sangat setuju (skor 5 jika positif, 1 jika negatif), setuju (nilai 4 jika positif, 2 jika negatif), sangat setuju ( nilai 3), tidak setuju (nilai 2 jika positif, 4 jika negatif), dan tidak setuju (nilai 1 jika positif, 5 jika negatif). Selanjutnya dicari rata-rata respon masing-masing siswa, kemudian dibuat tabel distribusi frekuensi dan kategori. Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa nilai yang diperoleh siswa setelah mengisi angket yang diberikan berbeda-beda.
Selanjutnya untuk mengetahui kecenderungan atau kategori skor yang diperoleh masing-masing siswa tersebut, maka skor tersebut dirata-ratakan dan dikategorikan seperti pada tabel berikut; Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa terdapat 29 atau 32,2 persen siswa yang rata-rata nilai tanggapannya berada pada rentang 4,0 – 5,0 dengan kategori sangat setuju, sedangkan 41 atau 67,8 persen siswa lainnya memiliki rata-rata – the skor respons rata-rata berada pada kisaran 3,0 hingga 3,9 med. Dengan demikian, tidak ada siswa yang nilai rata-rata tanggapannya berada pada kategori sangat setuju, tidak setuju, atau bahkan tidak setuju.
Deskripsi Data Respon Murid Terkait Globalisasi dan Pengaruhnya Terhadap Pembentukan Karakter
Terdapat lima siswa atau 7,1 persen yang mendapat nilai dalam interval siswa atau 25,7 persen yang mendapat nilai dalam interval siswa atau 24,3 persen yang mendapat nilai dalam interval siswa atau 28,6 persen yang mendapat nilai dalam interval siswa 61 – 62, tujuh siswa atau sepuluh persen dari nilai berada dalam pada interval 63 – 64, dan tiga siswa lainnya atau sebesar 4,3 persen mendapat nilai pada interval 64 – 65. Berdasarkan tabel di atas dapat dijelaskan bahwa terdapat 19 siswa atau sama dengan sebanyak 27,1 persen siswa yang rata-rata nilai responnya adalah antara 4.0 dan 5.0. Oleh karena itu dapat dijelaskan bahwa tidak ada siswa yang nilai rata-rata tanggapannya masuk dalam kategori sangat setuju, tidak setuju, atau bahkan tidak setuju.
Data Hasil Wawancara Guru dan Orang Tua Murid
Sebab, ada juga siswa yang setelah diamati benar-benar bisa memanfaatkan produk globalisasi tersebut dengan bijak dengan didampingi orang tuanya. Bagi anak-anak yang belum terlalu memahami bahayanya teknologi saat ini, peran orang tua memang sangat penting. Namun bagi anak-anak memerlukan pengawasan atau pengawasan yang ketat oleh orang tua atau orang dewasa.
Namun karena teknologi, semakin sulit bagi orang tua untuk mengembangkan karakter religius ini di rumah. Peneliti sendiri berpendapat bahwa sanksi yang diberikan orang tua pada kutipan di atas merupakan sesuatu yang wajar atau benar. Namun tidak semua orang tua mengeluhkan globalisasi yang diwakili oleh kemajuan teknologi yang berdampak buruk pada karakter anak.
Deskripsi Hasil Analisis Uji Persyaratan Data (Uji Asumsi Klasik)
Sebaliknya, jika orang tua hanya memfasilitasi anak tanpa pendampingan dan pengawasan, bersiaplah menerima perubahan karakter anak ke arah negatif. Data dinyatakan normal apabila nilai chi-kuadrat hitung (X2hitung) lebih kecil dari nilai chi-kuadrat tabel (X2tabel). Normalitas data diukur dengan membandingkan nilai chi-kuadrat hitung dengan nilai chi-kuadrat tabel dengan syarat data dikatakan normal apabila nilai chi-kuadrat hitung lebih kecil dari nilai chi-kuadrat tabel ( 11.070).
Langkah selanjutnya menghitung nilai a dan b, menentukan persamaan nilai regresi sederhana, cukup menguji linieritas regresi, menentukan nilai ANOVA persamaan linier seperti pada uraian berikut. Jadi jumlah kuadrat regresi (b/a) adalah 113,9. 6) Hitung jumlah kuadrat sisanya. Jadi jumlah kuadrat sisanya adalah 12,1. 7) Perhitungan jumlah kesalahan kuadrat (JK(E). Untuk menguji hipotesis nol, tolak hipotesis regresi linier jika statistik Fhitung tuna korek api yang diperoleh lebih besar dari nilai F tabel dengan menggunakan tingkat kesalahan yang dipilih dan dk terkait.
Uji Hipotesis
Berdasarkan hasil perhitungan diatas diperoleh nilai thitung sebesar 17,003 kemudian dibandingkan dengan harga tabel dengan tingkat kesalahan 0,05 (5%) menggunakan uji dua pihak dengan dk = n – 2 = 28, maka diperoleh meja.
Pembahasan
Penelitian ini membuktikan bahwa globalisasi yang dalam hal ini diwakili oleh perkembangan teknologi yang semakin maju serta kemudahan, kebebasan dan keterbukaan dalam mengakses informasi melalui Internet di seluruh dunia, memberikan dampak nyata terhadap pembentukan karakter siswa. Apabila peserta didik terjerumus dalam globalisasi tanpa adanya bantuan dan pengawasan dari orang tua, guru atau orang dewasa lainnya, maka kita tinggal menunggu terbentuknya karakter-karakter baru yang berlawanan dengan apa yang diinginkan, misalnya jujur, religius, disiplin dan gemar membaca. Selain itu, Inanna (2018) dalam penelitian kualitatifnya yang berjudul ‘Peran Pendidikan dalam Membangun Moral Karakter Bangsa’.
Penelitian lain yang relevan dengan penelitian ini antara lain Huda (2012) dalam penelitian kualitatifnya yang berjudul “Pendidikan Karakter Nasional dalam Perspektif Perubahan Global”. Merujuk pada data yang dikumpulkan dan hasil analisis, maka dapat disimpulkan bahwa globalisasi berpengaruh terhadap pembentukan karakter siswa di SD Negeri 100 Pa'la'lakkang Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar. Pengaruh yang diperoleh dari penelitian terdapat pengaruh terhadap pembentukan karakter yaitu globalisasi berpengaruh terhadap pembentukan karakter anak.
Saran
Saya menggunakan teknologi canggih seperti telepon seluler, laptop dan perangkat teknologi canggih lainnya yang terhubung ke Internet a. Saya lebih suka menggunakan laptop atau ponsel saya untuk menonton atau bermain game daripada bermain dengan teman-teman saya. Orang tua saya menyetujui atau tidak pernah melarang saya menggunakan telepon seluler, laptop atau teknologi canggih lainnya.
Saya lebih banyak menggunakan ponsel atau laptop untuk media sosial online dibandingkan bermain bersama teman atau berkumpul bersama keluarga. Biasanya aku mengabaikan panggilan ibu atau ayah saat aku di rumah karena sibuk bermain dengan ponsel atau laptop. Di sekolah saya diam-diam menggunakan ponsel saya untuk bermain media sosial atau membaca/menonton gambar/video porno.