PENDAHULUAN
Latar Belakang
Garam merupakan kebutuhan penting pelengkap kebutuhan pangan, bumbu pelengkap dapur dan sumber elektrolit bagi tubuh manusia. Berdasarkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (2010), setiap orang mengonsumsi kurang lebih empat kg garam per tahun dalam bentuk berbagai makanan. Kabupaten Jeneponto ditetapkan sebagai daerah tertinggal oleh Presiden Jokowi. Meskipun Indonesia merupakan negara kepulauan, namun produksi garam bukanlah hal yang penting bagi masyarakat atau bisnis.
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki 17.499 pulau dari Sabang hingga Merauke. Hal inilah yang membuat masyarakat memilih laut sebagai tempat pemenuhan kebutuhan ekonominya, khususnya bagi masyarakat pesisir. Salah satu sumber daya laut yang dapat dimanfaatkan adalah air laut yang diolah menjadi garam yang berfungsi sebagai kebutuhan pangan, bumbu pelengkap dapur dan juga sebagai sumber elektrolit bagi tubuh manusia. Dari tabel diatas terlihat bahwa pada tahun 2018, produksi garam mengalami penurunan produksi yang sangat tajam yaitu sebesar 46,8% dibandingkan tahun 2014. Terdapat beberapa daerah di Indonesia yang masih tergolong daerah tertinggal, Kabupaten Jeneponto merupakan salah satu daerah yang tergolong daerah tertinggal. wilayah provinsi Sulawesi.
Sebagian warga berprofesi sebagai petani garam dengan sistem tradisional, yaitu mengolah air laut sebagai bahan baku hingga menjadi garam yang siap dipasarkan. Berdasarkan beberapa informasi diatas, penulis sangat tertarik untuk menulis artikel terkait industri garam di kabupaten Jeneponto dengan judul “Pengaruh Harga Dan Kualitas Garam Terhadap Kepuasan Konsumen Di Kecamatan Arungkeke Kab.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Penelitian Terdahulu
Berdasarkan penelitian terdahulu dapat dijadikan acuan dalam penelitian terkait analisis harga dan kualitas garam terhadap kepuasan konsumen. Metode kuesioner dalam penelitian ini digunakan untuk mengumpulkan data mengenai harga dan kualitas, serta kepuasan pelanggan. Analisis deskriptif digunakan untuk mencari dan menganalisis data yang menggambarkan masing-masing variabel yaitu variabel harga dan kualitas terhadap kepuasan pelanggan.
Berdasarkan hasil perhitungan parsial pengaruh harga terhadap kepuasan konsumen diperoleh nilai koefisien regresi (b1) sebesar 0,178. Nilai signifikansi yang dihasilkan kurang dari 0,05 sehingga dapat dikatakan variabel harga berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Berdasarkan hasil perhitungan parsial pengaruh kualitas terhadap kepuasan pelanggan diperoleh nilai koefisien regresi (b2) sebesar 0,368.
Nilai signifikansi yang dihasilkan kurang dari 0,05 sehingga dapat dikatakan variabel kualitas berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Karena koefisien regresi bernilai positif maka dapat dikatakan bahwa variabel kualitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Uji simultan (uji F) digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen yaitu harga dan kualitas secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel dependen yaitu kepuasan pelanggan.
Nilai signifikansi F yang dihasilkan kurang dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa baik harga maupun kualitas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan konsumen. Penelitian ini juga membuktikan bahwa hipotesis pertama diterima yaitu harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Berdasarkan hasil perhitungan parsial pengaruh harga terhadap kepuasan konsumen diperoleh nilai koefisien regresi (b1) sebesar 0,178.
Karena koefisien regresi bernilai positif dan nilai signifikansi kurang dari 0,05 maka kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Hasil analisis menunjukkan bahwa harga dan kualitas produk secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Karena koefisien regresi bernilai positif dan nilai signifikansi kurang dari 0,05 maka harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen.
Kerangka Konsep
Hipotesis
Analisis ini digunakan untuk menguji hipotesis ke 1, 2, 3 dan 4 yaitu pengaruh kualitas produk, harga dan kualitas pelayanan secara parsial dan simultan atau bersama-sama terhadap kepuasan konsumen. Hasil penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan menggunakan data kualitatif, dimana data tersebut didasarkan pada data yang dinyatakan dalam bentuk deskripsi kualitatif informasi yang diperoleh dari wawancara mengenai “Pengaruh harga dan kualitas garam terhadap kepuasan konsumen di kabupaten tersebut. Data tentang Variabel kepuasan konsumen diperoleh berdasarkan persepsi konsumen melalui kuesioner terhadap 25 responden konsumen.
Berdasarkan tabel tersebut terlihat frekuensi tertinggi untuk variabel kepuasan konsumen pada kategori cukup puas jika membandingkan harga dan kualitas harga yaitu sebanyak 12 orang (48%). Sig pada variabel harga dan kualitas sebesar 0,200 atau lebih besar dari 0,05 maka data pada variabel tersebut berdistribusi normal, demikian pula data pada variabel kepuasan konsumen berdistribusi normal. Berdasarkan tabel tersebut terlihat bahwa hasil uji linieritas variabel harga, kualitas dan kepuasan konsumen diperoleh sig harga diatas 0,05 yaitu 0,370 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel harga (X1) mempunyai hubungan linier dengan kepuasan konsumen (Y) .
Hasil uji linieritas variabel kualitas terhadap kepuasan konsumen memperoleh nilai sig sebesar 0,183 atau lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa hubungan antara variabel kualitas (X2) dengan kepuasan konsumen (Y) adalah linier. Nilai tersebut menunjukkan bahwa 25,2% kepuasan konsumen dipengaruhi oleh harga dan kualitas, sedangkan sisanya sebesar 74,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Sebaliknya jika harga yang ditetapkan pemilik usaha sesuai dengan manfaat yang diterima maka akan meningkatkan kepuasan konsumen.
Apabila nilai yang dirasakan konsumen semakin tinggi maka akan tercipta kepuasan konsumen yang maksimal (Tjiptono.
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Menurut Sugiyono, penelitian kuantitatif adalah suatu metode penelitian yang berlandaskan filsafat positivisme, yang digunakan untuk menyelidiki populasi dan sampel tertentu.
Lokasi dan waktu penelitian
Definisi operasional variabel dan pengukuran
Populasi dan Sampel
Hal ini mungkin disebabkan karena ada variabel lain yang lebih mempengaruhi kepuasan pelanggan seperti kualitas produk, harga atau fasilitas.
Tekmik Pengumpulan Data
Instrumen Penelitian
Teknik Analisis Data
Maka melihat besarnya pengaruh kedua variabel independen tersebut terhadap kepuasan konsumen, sudah sepatutnya kedua variabel tersebut mendapat perhatian khusus bagi para petani dan pedagang garam, guna meningkatkan kualitas produk.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Objek Penelitian
Sejarah Kerajaan Arungkeke diawali dengan bangkitnya seorang wanita cantik bernama Tamanurung (orang yang turun dari khayangan) Toalu'. Daeng Tabai turun ke kerajaan Arungkeke tepatnya di bawah pohon asam dengan ditemani para pengawal dan budaknya sambil berayun di bawah pohon tersebut. Dikatakan berasal dari emas, termasuk baja, mahkota, lesung dan alu, perhiasan dan benda lainnya.
Ketika muncul, ia menggunakan lesung dan alu di bawah pohon asam, sehingga dari dulu sampai sekarang, pentahbisan Raja Arungkeke dilakukan di bawah pohon asam sambil sedang di ayunan. Namun ada juga versi lain yang mengatakan bahwa Arung Palakka dan pamannya Sultan Hasanuddin mengatakan bahwa Arungkeke berasal dari raja yang merupakan bangsawan tinggi di wilayah Bugis Kerajaan Bone, kemudian masyarakat memutuskan nama kerajaan tersebut adalah Arungkeke. Kerajaan ini dianggap besar dan dihormati di wilayah Sulawesi Selatan dan wilayahnya meliputi Palajau, Bulo-Bulo, Arungkeke t Tamanroya, Arungkeke Pallantikang, Pettang dan kerajaan Palili yaitu Kerajaan Bungeng yang sekarang menjadi kabupaten Arungkeke.
Pada masa Perang Makassar, Arungkeke ikut serta dalam perlawanan melawan penjajah Belanda di bawah pimpinan Karaeng Arungkeke ke-12 yaitu Djarigau Karaeng Cambang dan mengibarkan bendera kerajaan Arungkeke yang konon merupakan wanita cantik berbahan emas dengan menggunakan sebuah lesung dan alu yang juga terbuat dari emas, ia mendirikannya ketika prajuritnya melihat penjajah dan pasukan Bugis berada di bukit dekat pantai Arungkeke dan bukit itu masih ada sampai sekarang. Kerajaan Arungkeke, dan Palili Gowa yang setia kepada kerajaan Gowa untuk melawan penjajah Belanda dan sekutunya. Dilihat dari jaraknya, letak setiap desa menuju ibu kota kecamatan dan ibu kota kabupaten sangat bervariasi.
Jarak yang ditempuh bervariasi antara 4-14 km, jarak terjauh adalah desa Arungkeke Pallantikang yang berjarak sekitar 17 km dari Ibu Kota Kabupaten (Bontosunggu). Sedangkan jarak terdekatnya adalah Desa Kalumpang Loe Kecamatan Arungkeke yang terdiri dari delapan desa dengan luas 29,91 km. Boronglamu memiliki wilayah terluas yaitu 7,23 km2, sedangkan wilayah terkecil terdapat di Desa Arungkeke Pallantikang yaitu 2,73 km2.
Hasil pencatatan hari hujan dan curah hujan di Kecamatan Arungkeke menunjukkan rata-rata jumlah hari hujan sepanjang tahun adalah 19 hari dengan curah hujan 2.980 mm. Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa yang bekerja pada sektor pertanian terdiri dari petani sebanyak 3.278 orang, peternak sebanyak 197 orang, petani ikan sebanyak 942 orang, dan nelayan sebanyak 942 orang. Sedangkan di luar sektor pertanian, perdagangan berjumlah 529 orang, jasa 268 orang, PNS 265 orang, dan ABRI.
Hasil Penelitian dan pembahasan
Semakin tinggi tingkat kualitas produk yang memuaskan konsumen, maka semakin tinggi pula kepuasan konsumen (Kotler & Keller. Jika harga yang ditetapkan oleh pemilik usaha tidak sesuai dengan manfaat dari produk atau jasa tersebut, maka dapat meningkatkan tingkat kepuasan konsumen tersebut. kepuasan konsumen.
PENUTUP
Kesimpulan
Hal ini ditunjukkan dengan nilai R yang bernilai positif dan nilai signifikansi sebesar 0,041 atau lebih kecil dari 0,05.
Saran
Untuk lebih meningkatkan produksi garam di Kabupaten Jeneponto, disarankan agar petani lebih kreatif dalam mengelola garam, seiring dengan perkembangan pada era ke-2. Pemerintah semakin berperan aktif dalam menjaga stabilitas harga garam di Kabupaten Jenponto, terutama pada musim panen raya. Pendidikan yang peneliti peroleh adalah pendidikan sekolah dasar di SDN 144 Buhung Lantang, lulus tahun 2010, melanjutkan pendidikan sekolah menengah di SMPN 29 Bulukumba, lulus tahun 2013, dan setelah lulus melanjutkan pendidikan di SMAN 4 Bulukumba, lulus tahun 2016, dan sejak tahun 2016 menjadi anggota program Sarjana Manajemen Universitas Muhammadiyah Makassar hingga.
Pada saat penulisan skripsi ini, peneliti masih terdaftar sebagai mahasiswa program Sarjana Manajemen Universitas Muhammadiyah Makassar.