i
PENGARUH KEBERADAAN PASAR INDUK MANDALIKA TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN PEDAGANG DI KELURAHAN MANDALIKA KECAMATAN SANDUBAYA KOTA
MATARAM
Oleh
RATNA SAPTA MUGAYYARA NIM 160203114
JURUSAN EKONOMI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM
MATARAM 2020
ii
PENGARUH KEBERADAAN PASAR INDUK MANDALIKA TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN PEDAGANG DI KELURAHAN MANDALIKA KECAMATAN SANDUBAYA KOTA
MATARAM Skripsi
diajukan kepada Universitas Islam Negeri Mataram untuk melengkapi persyaratan mencapai gelar
Sarjana Ekonomi
Oleh
RATNA SAPTA MUGAYYARA NIM 160203114
JURUSAN EKONOMI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM
MATARAM 2020
vii MOTTO
“The journey of a thousand miles begins with a single step”
“ Perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah ”
(Lao Tzu)
viii
PERSEMBAHAN
“Kupersembahkan skripsi ini untuk Ibundaku tercinta Erniwati, Ayahku tersayang Khairul Anam, untuk guru, dosen, keluarga serta sahabat-sahabat terbaikku.”
ix
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat diberikan kelancaran dan kemudahan dalam menyelesaikan penyusunan skripsi ini. Tidak lupa pula shalawat serta salam penulis panjatkan kepada Rasulullah SAW yang telah menuntun umat manusia dari zaman jahiliyah menuju zaman yang penuh dengan cahaya pengetahuan seperti sekarang ini.
Skripsi berjudul “Pengaruh Keberadaan Pasar Induk Mandalika Terhadap Peningkatan Pendapatan Pedagang Di Kelurahan Mandalika Kecamatan Sandubaya Kota Mataram” ini disusun sebagai salah satu persyaratan guna meraih gelar Sarjana Ekonomi Pada Jurusan Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Mataram. Selama penyusunan skripsi ini penulis menyadari banyak mendapat bantuan berupa bimbingan, arahan, dan motivasi dari berbagai pihak, untuk itu tidak lupa penulis sampaikan rasa terima kasih kepada:
1. Drs. H. Zaidi Abdad, M,Ag. Sebagai Pembimbing I dan Dahlia Bonang, M.Si. sebagai Pembimbing II yang memberikan bimbingan, motivasi, dan koreksi yang mendetail, terus menerus, dan tanpa bosan di tengah kesibukannya dalam suasana keakraban menjadikan skripsi ini lebih matang dan cepat selesai;
x
2. H. Bahrur Rasyid, M.M. sebagai ketua jurusan yang telah memberikan saran dan bimbingan dalam kegiatan akademik maupun non akademik di lingkup Jurusan Ekonomi Syariah;
3. Dr. H. Ahmad Amir Aziz, M.Ag. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Mataram;
4. Prof. Dr. H. Mutawali, M.Ag. selaku Rektor Universitas Islam Negeri Mataram;
5. Bapak dan Ibu Dosen Jurusan Ekonomi dan Bisnis islam, yang telah memberikan ilmu dan pengalaman yang sangat berarti bagi penulis;
6. Lurah Kelurahan Mandalika yang telah membantu penulis dalam hal data penelitian;
7. Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram yang telah memberikan izin dan data penelitian;
8. Ibu, Bapak, Bibi, Paman dan seluruh keluargaku terima kasih atas semua dukungan, doa dan semangat selama ini;
9. Sahabat-sahabat terbaikku Rosida Rosdiani, Erma Safitri, Yustin Meilin, Tika Umara, Astika Zohrah dan Juniati dan Semua Akhwat GE yang telah memberikan semangat, dukungan keceriaan dan bantuannya selama ini.
Mataram, 01 Juni 2020
Penulis,
Ratna Sapta Mugayyara
xi DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ... i
HALAMAN JUDUL ... ii
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii
NOTA DINAS PEMBIMBING ... iv
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... v
HALAMAN PENGESAHAN ... vi
HALAMAN MOTTO ... vii
HALAMAN PERSEMBAHAN ... viii
KATA PENGANTAR ... ix
DAFTAR ISI ... xi
DAFTAR TABEL ... xv
DAFTAR GRAFIK ... xvi
DAFTAR LAMPIRAN ... xvi
ABSTRAK ... xvii
BAB I : PENDAHULUAN... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Rumusan Masalah dan Batasan Masalah ... 6
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 7
BAB II : KAJIAN PUSTAKA dan HIPOTESIS PENELITIAN ... 9
A. Telaah Pustaka ... 9
B. Landasan Teori ... 12
1. Tinjauan Umum tentang Keberadaan/Eksistensi ... 12
xii
a. Pengertian Eksistensi ... 12
b. Indikator Keberadaan/Eksistensi Pasar Tradisional ... 13
2. Tinjauan Umum tentang Pasar ... 14
a. Pengertian Pasar ... 14
b. Fungsi Pasar ... 15
c. Jenis-jenis Pasar ... 16
3. Tinjauan Umum Tentang Pendapatan ... 18
a. Pengertian Pendapatan ... 18
b. Jenis-Jenis Pendapatan ... 19
c. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan ... 20
d. Indikator Pendapatan Pedagang Pasar ... 21
C. Kerangka Berfikir ... 23
D. Hipotesis Penelitian ... 25
BAB III : METODOLOGI PENELITIAN ... 26
A. Metode Penelitian ... 26
B. Jenis atau Pendekatan Penelitian ... 26
C. Teknik/Metode Pengumpulan Data ... 27
1. Observasi ... 27
2. Wawancara ... 28
3. Kuesioner (Angket) ... 28
4. Dokumentasi ... 29
D. Populasi dan Sampel... 30
E. Waktu dan Tempat Penelitian ... 32
xiii
F. Sumber dan Jenis Data ... 33
G. Alat Analisis Data... 35
1. Uji Validitas dan Reliabilitas ... 35
2. Uji Asumsi Klasik ... 37
a. Uji Normalitas ... 37
b. Uji Linearitas ... 38
3. Uji Regresi Linear Sederhana ... 40
4. Uji Hipotesis (Uji T) ... 41
5. Koefisien Determinasi ... 41
BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 43
A. Hasil Penelitian ... 43
1. Kondisi Geografis Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota mataram ... 43
2. Kondisi Demografi Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram ... 44
a. Kondisi Penduduk Kelurahan Mandalika ... 44
b. Kondisi Perekonomian Masyarakat ... 45
c. Agama/kepercayaan dan Sarana Ibadah ... 47
d. Keadaan Pendidikan ... 47
e. Tingkat Kesejahteraan Keluarga ... 48
3. Gambaran Umum Pasar Induk Mandalika ... 49
4. Gambaran Umum Responden ... 50
a. Alamat Responden ... 51
xiv
b. Jenis Kelamin Responden ... 52
c. Umur Responden ... 53
d. Pendidikan Terakhir Responden ... 54
e. Jenis Dagangan Responden ... 54
5. Deskripsi Data penelitian ... 56
a. Modal ... 56
b. Pendapatan ... 56
6. Hasil Analisis Data ... 58
a. Uji validitas ... 58
b. Uji Reliabilitas ... 61
c. Uji Asumsi Klasik ... 62
1) Uji Normalitas ... 62
2) Uji Linearitas ... 62
d. Regresi Linear Sederhana ... 63
e. Uji Hipotesis (Uji T) ... 65
f. Koefisien Determinasi ... 66
B. Pembahasan ... 67
BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN ... 70
A. Kesimpulan ... 70
B. Keterbatasan Penelitian ... 70
C. Saran ... 71
DAFTAR PUSTAKA ... 72
LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 75
xv
DAFTAR TABEL
Tabel 4.1 Data Mata Pencaharian/Pekerjaan Penduduk Kelurahan Mandalika Tahun 2020, 45.
Tabel 4.2 Data Tingkat Pendidikan Masyarakat Kelurahan Mandalika, 48.
Tabel 4.3 Pentahapan Keluarga Sejahtera Kelurahan Mandalika, 49.
Tabel 4.4 Alamat Responden, 51.
Tabel 4.5 Jenis Kelamin Responden, 52.
Tabel 4.6 Umur Responden, 53.
Tabel 4.7 Pendidikan Terakhir Responden, 54.
Tabel 4.8 Jenis Dagangan Responden, 55.
Tabel 4.9 Distribusi Frekuensi Variabel Pendapatan, 57.
Tabel 4.10 Hasil Uji Validitas Angket Keberadaan Pasar (X), 59.
Tabel 4.11 Hasil Uji Validitas Angket Pendapatan (Y), 59.
Tabel 4.12 Uji Reliabilitas, 61.
Tabel 4.13 Uji Normalitas, 62.
Tabel 4.14 Uji Linearitas, 63.
Tabel 4.15 Regresi Linear Sederhana, 64.
Tabel 4.16 Uji T (Parsial), 65.
Tabel 4.17 Koefisien Determinasi, 66.
xvi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 4.1 Grafik Distribusi Frekuensi Pendapatan, 58.
DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN I Angket Penelitian LAMPIRAN II Data Penelitian LAMPIRAN III Data Hasil SPSS LAMPIRAN IV Dokumentasi
xvii
PENGARUH KEBERADAAN PASAR INDUK MANDALIKA TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN PEDAGANG DI KELURAHAN MANDALIKA KECAMATAN SANDUBAYA KOTA
MATARAM
Oleh:
RATNA SAPTA MUGAYYARA 160203114
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh keberadaan Pasar Induk Mandalika terhadap peningkatan pendapatan pedagang khususnya pedagang di Pasar Induk Mandalika yang berasal dari Kelurahan Mandalika Kecamatan Sandubaya Kota Mataram.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.
Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pedagang di Pasar Induk Mandalika yang berasal dari Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram sebanyak 632 pedagang. Sampel yang digunakan berjumlah 86 pedagang. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik (uji normalitas dan uji linearitas), regresi linear sederhana, uji t (parsial) dan koefisien determinasi (R2).
Hasil penelitian menunjukkan: terdapat pengaruh positif variabel keberadaan Pasar (X) terhadap Pendapatan pedagang Pasar Induk Mandalika yang berasal dari Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram (Y). Dikatakan berpengaruh karen nilai thitung yaitu 9,464 > ttabel 1,988 dengan persamaan regresi yang dihasilkan menggunakan program SPSS 16 yaitu Y = 6,405 + 0,654X.
Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,624 dapat diartikan bahwa sebesar 62,4%
variasi pendapatan pedagang Pasar dipengaruhi oleh keberadaan Pasar Induk Mandalika. Sedangkan yang sebesar 37,6% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini.
Kata kunci: Keberadaan Pasar, Pendapatan, Regresi Sederhana
1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pembangunan yang dilakukan pemerintah dan masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Untuk mencapai tujuan tersebut perlu adanya pelaksanaan pembangunan ekonomi yang memperlihatkan keserasian, keselarasan dan keseimbangan unsur-unsur pemerataan sebuah pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.
Dalam hal ini sektor usaha kecil atau sektor informal sangat berperan penting dan strategis dalam pembangunan nasional, baik dari segi kuantitas maupun dari segi kemampuannya dalam peningkatan pendapatan dan penyerapan tenaga kerja untuk mewujudkan pemerataan hasil pembangunan, termasuk pengentasan kemiskinan.1
Sebagai pelaksanaan kebijakan ekonomi, pemerintah secara aktif dapat melakukan perubahan dan pembenahan masalah-masalah keuangan, perdagangan, perindustrian dan sebagainya. Melalui lembaga-lembaga pasar, pemerintah secara aktif mempengaruhi perjalanan serta proses penawaran dan permintaan.2 Tujuan kebijakan ekonomi adalah menciptakan kemakmuran. Salah satu ukuran kemakmuran terpenting
1Khairuddin, Sosiologi Keluarga, (Yogyakarta: Liberty, 2002), hlm. 48.
2Sunyoto Usman, Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004), hlm. 5.
2
adalah pendapatan. Kemakmuran tercipta karena ada kegiatan yang menghasilkan pendapatan.3
Berbagai upaya dilakukan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan taraf hidupnya. Salah satunya dengan berdagang.
Berdagang merupakan suatu sektor informal dan usaha mandiri dari masyarakat yang masih membutuhkan perhatian dan pembinaan. Tujuan pembinaan ini untuk terciptanya peningkatan pendapatan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat secara optimal.
Bekerja dan berdagang sangat dianjurkan oleh Islam. Rasulullah SAW bersabda:
هلس يلع هَ ىلص هَ ل سر تع س لاق ةرير ىبأ ع ىلع ب حيف مك حأ غي َ :ل قي م
ا ع م أ ا عأ اجر لأسي أ م ل ريخ ساه لا م ب ى غتسي ب ه صتيف ر يلا ه إف كل
با ىل ُسلا يلا م لضفأ ايلعلا (ملسم ا ر) ل عت ب أ
Artinya:
Dari Abu Hurairah r.a., katanya: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah seseorang diantara kalian pergi pagi-pagi mencari kayu bakar dan dipikul di atas punggungnya kemudian (menjualnya) lalu bersedekah dengannya serta tidak butuh pada pemberian orang lebih baik baginya daripada meminta kepada orang lain diberi atau tidak, karena sesungguhnya tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu.” (HR. Muslim)4
3 Robinson Tarigan, Ekonomi Regional: Teori dan Aplikasi, Edisi Revisi, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2005), hlm. 13.
4Idri, Hadis Ekonomi: Ekonomi dalam Perspektif Hadis Nabi, (Jakarta: Prenadamedia Group, 2015), hlm. 295.
3
Dari hadist di atas dijelaskan bahwa seseorang yang bekerja dan banting tulang untuk memenuhi kebutuhannya dan tidak meminta-minta lebih baik daripada orang yang tidak bekerja.
Salah satu profesi yang dianjurkan dan dilakukan oleh Rasulullah SAW adalah menjadi pedagang. Salah satunya dengan menjadi pedagang di pasar.
Pasar adalah tempat orang berjual beli.5 Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar- menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar.
Umumnya pasar tradisional menyediakan bahan-bahan pokok serta keperluan rumah tangga.6
Peran keberadaan pasar tradisional sebenarnya sangat vital bagi perekonomian nasional. Selain menjadi pondasi dasar perekonomian, pasar tradisional juga mampu digunakan untuk memaksimalkan hasil bumi yang dikelola para petani, nelayan dan lain sebagainya, tentunya saat ini keberadaan pasar tradisional harus benar-benar diperhatikan.7 Karena, masyarakat yang menjadi pedagang di pasar tradisional tidak sedikit.
Menjadi pedagang merupakan alternatif pekerjaan bagi masyarakat di
5 Tim Redaksi Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Ketiga, (Jakarta: Balai Pustaka, 2005), hlm. 859.
6 Dinas Perdagangan Kota Mataram, “Pasar Tradisional” dalam
https://perdaganganmataramkota.we..id, diakses tanggal 30 September 2019, pukul 11:03.
7 Eis Al Masitoh, “Upaya Menjaga Eksistensi Pasar Tradisional (Studi Revitalisasi Pasar Piyungan Bantul)”, PMI , Volume. X. Nomor 2, Maret 2008, hlm. 66.
4
tengah banyaknya pengangguran di Indonesia. Oleh karena itu, peran pasar tradisional dalam meningkatkan pendapatan masyarakat tidak dapat dikesampingkan.
Di Kota Mataram banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari hasil berdagang di pasar tradisional. Tercatat 19 buah Pasar Tradisional di Kota Mataram dengan jumlah pedagang 6.650 pedagang.
Di kecamatan Sandubaya sendiri terdapat pasar tradisional dan merupakan pasar induk atau pasar terbesar di Nusa Tenggara Barat (NTB). Berbagai komoditas hasil pertanian dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa diperdagangkan di pasar ini. Para pedagangnya juga tidak hanya dari kota Mataram, tetapi juga berasal dari seluruh kabupaten/kota di NTB, Pasar Tradisional Mandalika memiliki luas 17.871 M2 dengan jumlah pedagang sebanyak 1.756 dan jumlah toko sebanyak 97 unit. Pasar Mandalika dimanfaatkan oleh kalangan pedagang untuk memasarkan berbagai hasil pertanian dan perkebunan dari sepuluh kabupaten/kota di NTB, bahkan dari Pulau Bali dan Jawa.8 Keberadaan Pasar Induk Mandalika memberikan pengaruh bagi timbulnya jiwa wirausaha dari masyarakat.
Masyarakat di Kelurahan Mandalika sendiri memanfaatkan keberadaan pasar Tradisional Mandalika ini menjadi peluang usaha. Masih Banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dengan menjadi pedagang di pasar tradisional.
8 Dinas Perdagangan Kota Mataram, “Pasar”..., diakses tanggal 30 September 2019, pukul 11:45.
5
Berdasarkan hasil wawancara dengan ibu Ida selaku pedagang sayur di Pasar Induk Mandalika, menyatakan bahwa dengan keberadaan atau adanya pasar Induk Mandalika membuka peluang usaha bagi masyarakat dan pendapatan masyarakat mengalami peningkatan, karena masyarakat memiliki wadah untuk menjual hasil pertanian atau kebun mereka.9 Hal ini juga diperjelas oleh Ibu Aminah selaku pedagang ikan yang menyatakan bahwa peningkatan pendapatan juga dirasakan, hal ini dibandingkan dengan pendapatan yang diperoleh ketika Ibu Aminah hanya berdagang ikan di rumah dengan pendapatan setelah berdagang di pasar Induk Mandalika.10
Hasil wawancara ini juga sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Soleman Lolo Muri yang menunjukkan bahwa Keberadaan Pasar Landungsari Malang berpengaruh secara positif terhadap pendapatan masyarakat desa Landungsari dengan nilai signifikansi thitung 3,071 > ttabel 2,016. Penilitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling sebanyak 50 responden.11
Berdasarkan keadaan di atas, dengan adanya keberadaan pasar Induk Mandalika diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di Kelurahan mandalika khususnya masyarakat yang menjadi pedagang. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk meneliti dengan judul: “Pengaruh Keberadaan Pasar Induk Mandalika Terhadap Peningkatan Pendapatan
9 Ida, Pedagang, Wawancara, Sandubaya, 28 November 2019.
10 Aminah, Pedagang, Wawancara, Sandubaya, 28 November 2019.
11Soleman Lolo Muri, “Pengaruh Keberadaan Pasar Landungsari Terhadap Pendapatan Masyarakat Desa Landungsari (Studi Kasus Pada Pasar Desa Landungsari, Kec. Dau, Kab.
Malang)”, Agregat, Volume 3, Nomor 2, Desember 2018, hlm. 163.
6
Masyarakat di Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.”
B. Rumusan Masalah dan Batasan Masalah
Dari latar belakang di atas, dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut: Apakah keberadaan pasar Induk Mandalika berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pendapatan pedagang di Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya Kota Mataram?
Supaya penelitian yang dihasilkan oleh peneliti lebih bermakna dan tidak bias atau kurang jelas dalam penelitian ini, diperlukan adanya batasan-batasan dalam penelitian, sesuai dengan fokus masalah yang diangkat. Batasan yang ditentukan dalam penelitian ini adalah pengaruh keberadaan pasar Induk Mandalika terhadap kesejahteraan pedagang, pedagang yang dimaksud di sini adalah pedagang yang berasal dari Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah keberadaan pasar Induk Mandalika berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pendapatan pedagang di Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.
7 2. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini, yaitu:
a. Manfaat Teoretis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengembangan Ekonomi Islam dan Bisnis secara umum, dapat menjadi acuan dan refrensi bagi pihak yang akan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai permasalahan ini atau yang serupa, serta dapat menambah sumber pustaka teorotis maupun empiris yang telah ada.
b. Manfaat Praktis
1) Bagi Pemerintah dapat digunakan sebagai informasi tentang pengaruh keberadaan Pasar Induk Mandalika terhadap peningkatan pendapatan masyarakat sehingga dapat dijadikan acuan dan pertimbangan dalam membuat kebijakan tentang ekonomi dan perdagangan khususnya yang berkaitan dengan pasar tradisional.
2) Bagi akademisi dapat digunakan sebagai informasi dan refrensi serta tambahan pustaka untuk penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan permasalahan ini atau yang serupa.
3) Bagi pembaca dapat digunakan sebagai tambahan pengetahuan tentang pengaruh keberadaan pasar Induk Mandalika terhadap peningkatan pendapatan masyarakat sehingga diharapkan dapat
8
menimbulkan motivasi untuk dapat menjadi bagian dari pelaku usaha/pedagang baik dalam lingkup mikro bahkan makro.
9 BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN A. Telaah Pustaka
Telaah Pustaka adalah penelusuran terhadap karya-karya terdahulu yang terkait, untuk menghindari duplikasi serta menjamin kshahihan dan keabsahan penelitian yang dilakukan.
Berdasarkan hal tersebut ada beberapa penelitian yang akan peneliti paparkan sebagai bahan perbandingan, antara lain:
1. Soleman Lolo Muri, “Pengaruh Keberadaan Pasar Landungsari Terhadap Pendapatan Masyarakat Desa Landungsari (Studi Kasus pada Pasar Desa Landungsari, Kec. Dau, Kab, Malang”.12
Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa keberadaan pasar berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pendapatan masyarakat dengan nilai signifikansi thitung 3,071 > ttabel 2,016.
Persamaan penelitian yang dilakukan oleh Soleman Lolo Muri dengan penelitian yang peneliti lakukan adalah sama-sama membahas tentang pengaruh keberadan pasar terhadap pendapatan masyarakat pedagang.
Namun ada perbedaan antara peneliti keduanya, di mana dalam penelitian yang dilakukan oleh saudara Soleman Lolo Muri berlokasi di Pasar landungsari dan fokus terhadap pengaruh keberadaannya terhadap masyarakat Desa Landungsari. Sedangkan dalam penelitian
12 Ibid.
10
ini fokus terhadap pengaruh keberadaan Pasar Induk Mandalika terhadap Peningkatan Pendapatan pedagang di Kelurahan Mandalika Kecamatan Sandubaya Kota Mataram.
2. Eka Yan Rosmawati, “Pengaruh Keberadaan Pasar Tradisional Terhadap kesejahteraan Pedagang Dampaknya Pada Retribusi Pasar (Studi kasus Di UPTD Pasar Prapatan Kec. Sumberjaya Kab.
Majalengka)”.13
Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan faktor keberadaan pasar tradisional berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan pedagang sebesar 34,4% di mana nilai thitung ≥ ttabel ( 6,426 ≥ 1,665).
Persamaan penelitian yang dilakukan Eka Yan Rosmawati dengan penelitian yang peneliti lakukan adalah sama-sama membahas tentang keberadaan pasar
Namun terdapat perbedaan di antara peneliti keduanya, di mana dalam penelitian yang dilakukan oleh saudari Eka Yan Rosmawati lebih luas dengan membahas tentang pengaruh keberadaan pasar terhadap kesejahteraan pedagang, di mana indikator dari kesejahteraan sendiri terdiri dari pendapatan, kesehatan dan pendidikan, selain itu penelitian eka juga membahas pengaruh kesejahteraan pedagang terhadap retribusi pasar. Sedangkan dalam penelitian ini lebih
13Eka Yan Rosmawati, “Pengaruh Keberadaan Pasar Tradisional Terhadap Kesejahteraan Pedagang Dampaknya Pada Retribusi Pasar (Studi Kasus Di UPTD Pasar Prapatan Kec.
Sumberjaya Kab. Majalengka)”, (Skripsi, Fakultas Hukum dan Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati, Cirebon, 2015), hlm. 101.
11
memfokuskan pada pengaruh keberadaan pasar Induk Mandalika terhadap Pendapatan Pedagang di Kelurahan Mandalika.
3. Kukuh Suhariono, “Pengaruh Keberadaan Pasar Rakyat Tani Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Keluarga Pedagang”.14
Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa dengan adanya Pasar Rakyat Tani, keluarga pedagang mendapatkan tambahan pemasukan atau pendapatan, sehingga dapat signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga pedagang. Dari perspektif Islam kesejahteraan keluarga di pasar Rakyat Tani sampai pada pemenuhan kebutuhan hajiyat (sekunder) 90% sedangkan kebutuhan Tahsiyat (tersier) sebesar 10%.
Persamaan penelitian yang dilakukan oleh Kukuh Suhariono dengan penelitian yang peneliti lakukan adalah sama-sama membahas tentang pengaruh keberadaan pasar.
Namun terdapat perbedaan di antara peneliti keduanya, di mana dalam penelitian yang dilakukan oleh saudara Kukuh Suhariono lebih luas dengan membahas tentang pengaruh keberadaan pasar terhadap kesejahteraan pedagang, di mana indikator dari kesejahteraan sendiri terdiri dari pendapatan, kesehatan dan pendidikan. Sedangkan dalam penelitian ini lebih memfokuskan pada pengaruh keberadaan pasar Induk Mandalika terhadap Pendapatan pedagang di Kelurahan Mandalika.
14 Kukuh Suhariono, “Pengaruh keberadaan Pasar Rakyat Tani Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Keluarga Pedagang”, (Skripsi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Intan Lampung, Lampung, 2019), hlm. 120-122.
12 B. Landasan Teori
1. Tinjauan Umum tentang Keberadaan/Eksistensi a. Pengertian Eksistensi
Eksistensi adalah keberadaan, keadaan, adanya.15 Pengertian lain dari eksistensi adalah suatu proses yang dinamis suatu
„menjadi‟ atau „mengada‟. Ini sesuai dengan asal kata eksistensi itu sendiri, yakni eksistere, yang artinya keluar dari, „melampaui‟ atau
„mengatasi‟. Jadi eksistensi tidak bersifat kaku dan terhenti, melainkan lentur atau kenyal dan mengalami perkembangan atau sebaliknya kemunduran, tergantung pada kemampuan dalam mengaktualisasikan potensi-potensinya.16
Keberadaan atau eksistensi berasal dari bahasa latin existete yang artinya muncul, ada, timbul, memiliki keberadaan aktual.
Existere disusun dari ex yang artinya tampil atau muncul. Terdapat beberapa pengertian tentang keberadaan yang dijelaskan menjadi 4 pengertian. Pertama, keberadaan adalah apa yang ada. Kedua, keberadaan adalah apa yang memiliki aktualitas. Ketiga, keberadaan adalah segala sesuatu yang dialami dan menekankan bahwa sesuatu itu ada. Keempat, keberadaan adalah kesempurnaan.17
15 Dessy Anwar, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, (Surabaya: Amelia, 2003), hlm. 132.
16 Abidin dalam Maritfa Nika Andriani dan Muhammad Mukti Ali, “Kajian Eksistensi Pasar Tradisional Kota Surakarta”, Teknik PWK, Volume 2, Nomor 2, 2013, hlm.255.
17 Wikipedia, “Keberadaan” dalam https://id.m.wikipedia.org, diakses Rabu 18 Maret 2020, pukul 18.53.
13
Berdasarkan uraian di atas, keberaadaan atau eksistensi dapat diartikan sebagai sesuatu yang ada yang memiliki aktualitas yang bersifat dinamis.
b. Indikator Keberadaan/Eksistensi Pasar Tradisional
Eksistensi pasar tradisional ditinjau dari empat hal yakni:
karakteristik pasar tradisional, persepsi pedagang, persepsi pengunjung terhadap eksistensi pasar tradisional dan kebijakan pemerintah.18
1) Karakteristik pasar terdiri dari sarana dan prasarana pasar, segmen pasar yang terdiri dari beberapa sub variabel antara lain: tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, lokasi tempat tinggal, mata pencaharian, jenis kebutuhan dan sarana transportasi, serta komoditas dan aktivitas pasar yang terdiri dari ragam barang, kualitas barang dan aktivitas pasar.
2) Persepsi pedagang pasar terhadap eksistensi pasar tradisional terdiri dari: perubahan pendapatan jumlah pembeli, ragam barang dan harga barang.
3) Persepsi pengunjung pasar terhadap eksistensi pasar tradisional terdiri dari: faktor kenyamanan, faktor keamanan, faktor harga barang, ragam barang, kemudahan pencapaian, kualitas barang dan pelayanan pasar.
18 Maritfa Nika Andriani dan Muhammad Mukti Ali, “Kajian”..., hlm. 260.
14
Kebijakan pemerintah terkait pasar tradisional terdiri dari regulasi perda dan pembangunan sarana dan prasarana pasar.
2. Tinjauan Umum tentang Pasar a. Pengertian Pasar
Pasar merupakan tempat bertemunya pembeli dan penjual terlibat langsung dalam pertukaran. Interaksi pembeli dan penjual di segala pasar bisa terjadi dalam bentuk yang sederhana beberapa lainnya kompleks. Semua pasar tersebut melibatkan pembeli dan penjual yang terlibat dalam pertukaran.19
Pasar adalah alat yang memungkinkan individu berinteraksi untuk membeli dan menjual barang atau jasa tertentu. Pasar mencerminkan seluruh proses yang digunakan untuk membeli dan menjual barang atau jasa. Pasar mengurangi biaya transaksi dari pertukaran, yaitu biaya waktu dan informasi yang dipertukarkan.20 Pasar adalah area tempat jual beli barang dengan jumlah penjual lebih dari satu, baik yang disebut sebagai pusat perbelanjaan, pasar tradisional, pertokoan, mall, plaza, pusat perdagangan maupun sebutan lainnya.21
Berdasarkan uraian di atas, pasar dapat diartikan sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi barang ataupun jasa.
19 Case, Karl dan Fair, Ray, Prinsip-Prinsip Ekonomi, (Jakarta: Erlangga, 2007), hlm. 48.
20 A. McEachem, Wiliam, Pengantar Ekonomi Mikro, (Jakarta: Salemba Empat, 2001), hlm. 50-51.
21 Peraturan Presiden RI No. 112 Tahun 2007, Pasal 1, “Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern”, hlm. 3.
15 b. Fungsi Pasar
Pasar berperan sangat penting dalam suatu sistem ekonomi.
terdapat 5 fungsi utama pasar dan setiap fungsi mengandung pertanyaan yang harus dijawab oleh sistem ekonomi.22 Fungsi pasar tersebut adalah:
1) Pasar menentukan harga barang. Pada sistem ekonomi pasar, harga merupakan ukuran nilai barang. Jika suatu barang permintaannya meningkat, berarti masyarakat membutuhkan lebih banyak. Dalam jangka yang relative singkat perusahaan tidak bisa menambah jumlah barang yang ditawarkan secara seketika. Akibatnya harga barang tersebut naik. Kenaikan harga suatu barang akan mendorong produsen memproduksi barang tersebut (jawaban masalah what).
2) Pasar dapat mengorganisasi produksi. Harga barang di pasar menjadi acuan perusahaan dalam menentukan metode produksi yang paling efisien (jawaban masalah how).
3) Pasar mendistribusikan barang dan jasa yang dihasilkan persahaan (jawaban masalah for whom).
4) Pasar melakukan penjatahan. Konsumsi saat ini dibatasi oleh jumlah barang dan jasa yang dapat dihasilkan saat ini.
5) Pasar menyediakan barang dan jasa untuk masa yang akan datang. Tabungan dan investasi yang terjadi di pasar
22 Soeratno, Ekonomi Mikro Pengantar, (Yogyakarta: Bagian penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, 2003), hlm. 12.
16
merupakan usaha untuk memelihara sistem dan memberikan kemajuan aktivitas ekonomi.23
c. Jenis-Jenis Pasar
Jenis-jenis pasar diantaranya dibagi 2, yaitu menurut cara transaksi dan luas jangkauan24, yaitu:
1) Pasar Menurut Cara Transaksi (a) Pasar Tradisional
Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar.
(b) Pasar Modern
Pasar modern tidak banyak berbeda dari pasar tradisional, namun pasar jenis ini penjual dan pembeli tidak bertransaksi secara langsung melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang (barcode), berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga.
23 Ibid.
24 Fuad dkk, Pengantar Bisnis, (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2000), hlm. 11.
17
2) Pasar menurut Luas jangkauan (a) Pasar Daerah
Pasar daerah membeli dan menjual produk dalam satu daerah produk itu dihasilkan. Bisa juga dikatakan pasar daerah melayani permintaan dan penawaran dalam satu daerah.
(b) Pasar Lokal
Pasar lokal adalah pasar yang membeli dan menjual produk dalam satu kota produk itu dihasilkan. Bisa juga dikatakan pasar lokal melayani permintaan dan penawaran dalam satu kota.
(c) Pasar Nasional
Pasar nasional adalah pasar yang membeli dan menjual produk dalam satu Negara tempat produk itu dihasilkan.
Bisa juga dikatakan pasar nasional melayani permintaan dan penjualan dari dalam negeri.
(d) Pasar Internasional
Pasar internasional adalah pasar yang membeli dan menjual produk dari beberapa negara. Bisa juga dikatakan luas jangkauannya diseluruh dunia.
18
3. Tinjauan Umum tentang Pendapatan a. Pengertian Pendapatan
Pendapatan adalah uang yang diterima dan diberikan kepada subjek ekonomi berdasarkan prestasi-prestasi yang diserahkan yaitu berupa pendapatan dari profesi yang dilakukan sendiri atau usaha perorangan dan pendapatan dari kekayaan. Besarnya pendapatan seseorang bergantung pada jenis pekerjaannya.25 Pendapatan adalah uang yang diterima oleh perorangan, perusahaan dan organisasi lain dalam bentuk upah, gaji, sewa, bunga, komisi, ongkos dan laba.26
Pendapatan adalah jumlah yang dibebankan kepada langganan untuk barang dan jasa yang dijual.27 Pendapatan adalah hasil kerja (usaha atau sebagainya).28
Berdasarkan uraian di atas, pendapatan dapat diartikan sebagai uang yang diterima oleh perorangan atau perusahaan atas hasil kerja, usaha atau barang yang dijual.
25 Sadono Sukirno, Teori Pengantar Mikro Ekonomi, (Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2006), hlm. 47.
26 BN. Marbun, Kamus Manajemen, (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 2003), hlm. 230.
27 Soemarso. SR, Akuntansi Suatu Pengantar, Edisi Lima, (Jakarta: Salemba Empat, 2009), hlm. 54.
28 Departemen pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta:
Balai Pustaka, 2008), hlm. 185.
19 b. Jenis-Jenis Pendapatan
Pendapatan dibagi dalam dua bentuk, yaitu sebagai berikut29: 1) Pendapatan Ekonomi
Pendapatan ekonomi adalah sejumlah uang yang dapat digunakan oleh keluarga pada satu periode tertentu untuk membelanjakan diri tanpa mengurangi atau menambah asset netto (net asset), termasuk dalam pendapatan ekonomi termasuk upah gaji, pendapatan bunga deposito, penghasilan transfer dari pemerintah, dan lain-lain.
2) Pendapatan Uang
Pendapatan uang adalah sejumlah uang yang diterima keluarga pada periode tertentu sebagai balas jasa atau faktor produksi yang diberikan karena tidak memperhitungkan pendapatan bahkan kas (non kas) terutama penghasilan transfer cakupannya lebih sempit dari pendapatan ekonomi.
Macam pendapatan menurut perolehannya:
(a) Pendapatan kotor adalah pendapatan yang diperoleh sebelum dikurangi pengeluaran dan biaya lain.
(b) Pendapatan bersih adalah pendapatan yang diperoleh setelah dikurangi pengeluaran dari biaya lain.
29 Raharja, Pratama, Teori Ekonomi Mikro, (Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 1999), hlm. 267.
20
c. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Pendapatan
Terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan dari kegiatan penjualan antara lain30:
1) Kondisi dan Kemampuan Pedagang
Kemampuan pedagang dalam transaksi jual beli yaitu mampu meyakinkan para pembeli untuk membeli dagangannya dan sekaligus memperoleh pendapatan yang diinginkan.
2) Kondisi Pasar
Kondisi pasar berkaitan dengan keadaan pasar tersebut, jenis pasar, kelompok pembeli yang ada dalam pasar tersebut, lokasi berdagang, frekuensi pembeli dan selera pembeli dalam pasar tersebut.
3) Modal
Setiap usaha membutuhkan untuk operasional usaha yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan maksimal.
Dalam kegiatan penjualan semakin banyak produk yang dijual berakibat pada kenaikan keuntungan. Untuk meningkatkan produk yang dijual suatu usaha harus membeli jumlah dagangan dalam jumlah besar.
30 Swasta, Basu dan Irawan, Manajemen Pemasaran Modern, (Yogyakarta: Liberty, 2000), hlm. 201.
21 4) Kondisi Organisasi Usaha
Semakin besar suatu usaha akan memiliki frekuensi penjualan yang semakin tinggi sehingga keuntungan akan semakin besar dibandingkan dengan usaha yang lebih kecil.
5) Faktor lain
Faktor lain yang mempengaruhi usaha berkaitan dengan periklanan dan kemasan produk. Dalam pasar jenis dagangan juga dapat mempengaruhi pendapatan.
d. Indikator Pendapatan Pedagang Pasar 1) Modal
Para ekonom menggunakan istilah modal atau capital untuk mengacu pada stok berbagai peralatan dan struktur yang digunakan dalam proses produksi, artinya modal ekonomi mencerminkan akumulasi barang yang dihasilkan di masa lalu yang sedang digunakan pada saat ini untuk memproduksi barang dan jasa yang baru. Modal ini antara lain peralatan, mesin, angkutan, gedung dan bahan baku.31 Modal atau biaya adalah salah satu faktor yang sangat penting bagi setiap usaha baik skala kecil, menengah maupun besar.32
Ada 2 macam modal awal33, yaitu:
31 Gregory N, Mankiw, Principles of Economics (Pengantar Ekonomi Mikro), (Jakarta:
Salemba Empat, 2011), hlm. 501.
32 Tulus Tambunan, Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia Beberapa Isu Penting, (Jakarta: PT. Salemba, 2002), hlm. 35.
33 Sadono Sukirno, Teori..., hlm. 147.
22
(a) Modal tetap merupakan biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi yang tidak habis dalam satu proses produksi tersebut. Modal tidak bergerak dapat meliputi tanah, bangunan, peralatan dan mesin-mesin.
(b) Modal tidak tetap merupakan biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi dan habis dalam satu kali proses produksi tersebut.
2) Lokasi
Teori lokasi adalah ilmu yang menyelidiki tata ruang (spatial order) kegiatan ekonomi, atau ilmu yang menyelidiki alokasi geografis dari sumber-sumber yang potensial, serta hubungannya dengan atau pengaruhnya terhadap keberadaan berbagai macam kegiatan lain baik ekonomi maupun sosial.34 Lokasi usaha adalah pemacu biaya yang sangat signifikan, lokasi usaha sepenuhnya memiliki kekuatan untuk membuat (atau menghancurkan) strategi bisnis sebuah usaha.35
3) Jam Kerja
Jam kerja merupakan curahan waktu yang digunakan oleh individu dalam melaksanakan kegiatan bekerja untuk memperoleh penghasilan. Kesediaan tenaga kerja untuk
34 Robinson Tarigan, Ekonomi..., hlm. 57.
35 Ibid., hlm. 146.
23
menghabiskan jam kerja dengan waktu yang panjang atau pendek merupakan keputusan tenaga kerja itu sendiri.36
Merencanakan pekerjaan-pekerjaan yang akan datang merupakan langkah-langkah memperbaiki pengurusan waktu.
Apabila perencanaan pekerjaan belum dibuat dengan teliti, tidak ada yang dapat dijadikan panduan untuk menentukan bahwa usaha yang dijalankan adalah selaras dengan sasaran yang ingin dicapai. Dengan adanya pengurusan kegiatan- kegiatan yang hendak dibuat, seorang itu dapat menghemat waktu kerjanya.37
C. Kerangka Berpikir
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan di atas dapat disusun suatu kerangka berfikir untuk menjelaskan arah dan maksud dari penelitian. Kerangka berfikir ini disusun berdasarkan variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Adapun variabel-variabel dalam penelitian ini antara lain:
Variabel X: Keberadaan Pasar Induk Mandalika Variabel Y: Peningkatan Pendapatan Pedagang
Untuk memudahkan pemahaman dalam kerangka pemikiran ini, maka peneliti menggambarkan sebagai berikut:
36 Sadono Sukirno, Teori..., hlm. 76.
37Ahmad Su‟ud, Pengembangan Ekonomi Mikro, Nasional Conference, (Jakarta:
Antonio, 2007), hlm. 132.
24
Maksud dari kerangka berpikir dan model hubungan di atas adalah keberadaan Pasar Induk Mandalika (X) berpengaruh terhadap Peningkatan Pendapatan Pedagang (Y), apakah ada pengaruh keberadaan Pasar Induk Mandalika (dengan indikator fasilitas, keamanan dan ragam barang yang dijual di pasar) terhadap peningkatan pendapatan pedagang (dengan indikator modal usaha, lokasi usaha dan jam kerja pedagang) khususnya pedagang di Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.
PENDAPATAN PEDAGANG
(Y) KEBERADAAN
PASAR INDUK MANDALIKA
(X)
INDIKATOR 1. Modal Usaha 2. Lokasi Usaha 3. Jam Kerja
Pedagang INDIKATOR
1. Fasilitas Pasar 2. Keamanan Pasar 3. Ragam Barang
yang dijual di Pasar
25 D. Hipotesis Penelitian
Hipotesis diartikan sebagai jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian.38 Adapun hipotesis yang dapat disusun dalam penelitian ini, yaitu:
1. Hipotesis Nol (Ho): Tidak ada pengaruh keberadaan Pasar Induk Mandalika terhadap peningkatan pendapatan pedagang.
2. Hipotesis Alternatif (Ha): Ada pengaruh keberadaan Pasar Induk Mandalika terhadap peningkatan pendapatan pedagang.
38 Sugiyono, Statistika Untuk penelitian, Cet ke-25, (Bandung: Alfabeta, 2014), hlm. 84.
26 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah metode deskriptif. Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran. Atau suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat- sifat serta hubungan antarfenomena yang diselidiki.39 Deskripsi atau gambaran yang dimaksud dalam penelitian ini adalah deskripsi aktual dari data-data yang diperoleh. Data-data yang dimaksud, seperti data tentang kelurahan sebagai tempat meneliti, hasil observasi dan wawancara dengan responden tentang pengaruh keberadaan pasar Induk mandalika terhadap peningkatan pendapatan masyarakat. Data-data tersebut diperoleh dari Dinas Perdagangan Kota Mataram dan data dari Kelurahan Mandalika.
B. Jenis atau Pendekatan Penelitian
Pendekatan penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah kuantitatif.
Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang menggunakan analisis data yang berbentuk numerik/angka. Tujuan dari penelitian kuantitatif yaitu untuk mengembangkan dan menggunakan model matematis, teori
39 Moh. Nazir, Metode Penelitian, (Bogor Selatan: Ghalia Indonesia, 2011), hlm. 54.
27
dan/atau hipotesis yang berkaitan dengan fenomena yang diselidiki oleh peneliti.40 Dalam penelitian ini, pendekatan kuantitatif dipilih untuk mengkaji dan menganalisis pengaruh keberadaan pasar Induk Mandalika terhadap peningkatan pendapatan pedagang di Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram
C. Teknik/Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data adalah suatu proses pengumpulan data primer dan sekunder, dalam suatu penelitian pengumpulan data merupakan langkah yang amat penting, karena data yang dikumpulkan akan digunakan untuk pemecahan masalah yang sedang diteliti atau untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan.41
1. Observasi
Observasi atau pengamatan langsung adalah kegiatan pengumpulan data dengan melakukan penelitian langsung terhadap kondisi lingkungan objek penelitian yang mendukung kegiatan penelitian, sehingga didapat gambaran secara jelas tentang kondisi objek penelitian tersebut.42 Dalam metode observasi yang akan diamati oleh peneliti adalah letak geografis tempat penelitian, keadaan masyarakat Kelurahan Mandalika terutama dalam aspek ekonomi.
40 Suryani, Hendriyadi, Metode Riset dan Kuantitatif: Teori dan Aplikasi pada Penelitian Bidang Manajemen dan Ekonomi Islam, Edisi kedua, (Jakarta: Prenadamedia Group, 2015), hlm.
109.
41 Sofian Siregar, Metode Penelitian Kuantitatif Dilengkapi dengan Perbandingan Manual & SPSS, (Jakarta: Kencana, 2013), hlm. 17.
42 Ibid., hlm. 19.
28 2. Wawancara
Wawancara adalah proses memperoleh keterangan/data untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara pewawancara dengan responden dengan menggunakan alat yang dinamakan panduan wawancara.43 Dalam metode wawancara, responden yang akan diwawancarai adalah masyarakat kelurahan Mandalika yang menjadi pedagang di Pasar Induk Mandalika.
3. Kuesioner (Angket)
Kuesioner adalah suatu daftar yang berisikan rangkaian pertanyaan mengenai sesuatu masalah atau bidang yang akan diteliti.44 Dalam penelitian survai, penggunaan kuesioner merupakan hal yang pokok untuk pengumpulan data. Hasil kuesioner tersebut akan terjelma dalam angka-angka, tabel-tabel, analisa statistik dan uraian serta kesimpulan hasil penelitian. Analisa data kuantitatif dilandaskan pada hasil kuesioner itu.45 Kuesioner yang akan disebar oleh peneliti kepada responden tentang pengaruh keberadaan Pasar Induk Mandalika terhadap peningkatan pendapatan masyarakat. Jenis kuesioner yang digunakan oleh peneliti adalah kuesioner tertutup, artinya kuesioner yang disebar sudah disediakan jawaban dan masing- masing jawaban memiliki bobot nilai.
43 Ibid., hlm. 18.
44 Khalid Marbuko, Abu Achmadi, Metodologi Penelitian, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2016), hlm. 76.
45 Masri Singarimbun, Sofian Effendi, Metodologi Penelitian Survai, Edisi Kedua, (Jakarta: Pustaka LP3ES, 2006), hlm. 175.
29
Adapun skala pengukuran yang peneliti gunakan adalah skala Likert. Skala Likert adalah skala yang dapat digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang tentang suatu objek atau fenomena tertentu. Skala likert memiliki dua bentuk pernyataan, yaitu: pernyataan positif dan negatif. Pernyataan positif diberi skor 5, 4, 3, 2, dan 1; sedangkan bentuk pernyataan negatif diberi skor 1, 2, 3, 4 dan 5.46 Peneliti sendiri dalam penelitian ini menggunakan pernyataan positif adapun jawaban diuraikan sebagai berikut:
SS = Sangat Setuju, dengan bobot nilai 5 S = Setuju, dengan bobot nilai 4
N = Netral, dengan bobot nilai 3 TS = Tidak Setuju, dengan bobot nilai 2
STS = Sangat Tidak Setuju, dengan bobot nilai 1 4. Dokumentasi
Dokumentasi adalah cara mengumpulkan data melalui peninggalan tertulis, seperti arsip, termasuk juga buku tentang teori, pendapat, dalil atau hukum, dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah penelitian.47 Data-data dokumentasi yang dimaksud seperti profil kelurahan Mandalika, data tentang pasar Mandalika, buku-buku teori yang berkaitan dengan penelitian dan lainnya yang diperlukan.
46 Sofian Siregar, Metode..., hlm. 25.
47 Nurul Zuriah, Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2007), hlm. 191.
30 D. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi berasal dari bahasa Inggris yaitu population yang berarti jumlah penduduk. Populasi penelitian merupakan keseluruhan (universum) dari objek penelitian yang dapat berupa manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, udara, gejala, nilai, peristiwa, sikap hidup dan sebagainya.
Dalam penelitian ini, populasi yang menjadi objek penelitian adalah masyarakat di kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya yang menjadi pedagang yang berjumlah 632 orang.
2. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.48 Dari pengertian ini maka yang dimaksud dengan sampel adalah sebagian dari jumlah pedagang yang diambil oleh peneliti untuk diteliti dan akan mewakili keseluruhan pedagang.
Ada beberapa teknik yang digunakan dalam menentukan ukuran sampel dari suatu populasi, antara lain: Pendapat Slovin, Gray, Kracjie, Harry King49 dan Issac dan Michael50. Dari beberapa pendapat untuk menentukan ukuran sampel, peneliti di sini menggunakan Teknik atau pendapat Slovin.
48 Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods), Cet 6, (Bandung: Alfabeta, 2014), hlm. 120.
49 Husein Umar, Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis, (Jakarta Utara: PT Raja Grafindo Persada, 2011), hlm. 77.
50 Ibid., hlm. 78.
31 Rumus Slovin51.
n = N 1 + Ne2
Di mana:
n = Ukuran sampel N = Ukuran Populasi
e = Tingkat kesalahan dalam pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir atau diinginkan, misalnya 2%, 5%, 10%.
Dalam perhitungan ukuran sampel yang dilakukan oleh peneliti, pendapat yang digunakan untuk menentukan ukuran sampel adalah pendapat Slovin, dengan tingkat kesalahan yang diinginkan oleh peneliti adalah 10% dari populasi yang digunakan yaitu 632 orang pedagang di Kelurahan Mandalika Kecamatan Sandubaya Kota Mataram. Perhitungannya sebagai berikut:
n = N 1 + Ne2
n = 632 1 + 632 (0,1)2
n = 632 7,32
n = 86,3
51 Ibid.
32
Dalam penelitian ini, jumlah sampel yang digunakan oleh peneliti adalah 86,3 jika dibulatkan menjadi 86 orang. Selanjutnya adalah menentukan 86 responden yang akan dipilih untuk mewakili populasi.
Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan peneliti adalah teknik Random Sampling atau teknik pengambilan sampel secara acak.
E. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu Penelitian
Waktu penelitian adalah tanggal bulan dan tahun dimana kegiatan penelitian tersebut dilakukan untuk penelitian dengan judul “Pengaruh Keberadaan Pasar Induk Mandalika Terhadap Peningkatan Pendapatan Masyarakat Di Kelurahan Mandalika Kecamatan Sandubaya Kota Mataram”.Dengan waktu penelitian menyesuaikan, yaitu peneliti menghabiskan waktu sekitar 7 bulan untuk meneliti dimulai dari 30 September 2020 hingga 15 Maret 2020.
2. Tempat Penelitian
Tempat penelitian adalah lokasi penelitian yang akan dilakukan.
Peneliti akan melakukan penelitian pada Pasar Induk Mandalika dan Kelurahan Mandalika kecamatan Sandubaya Kota Mataram.
33 F. Sumber dan Jenis Data
1. Sumber Data
Sumber data (ekstern) dibedakan atas sumber data primer (primary data) dan sumber data sekunder (secondary data).
a. Data Primer
Data primer adalah data yang dikumpulkan dari situasi aktual ketika peristiwa terjadi.52 Untuk memperoleh data primer, peneliti harus terjun langsung ke objek penelitian yang ada di kelurahan Mandalika, Kecamatan sandubaya, teknik pengumpulan data yang bisa digunakan untuk memperoleh data primer adalah wawancara, observasi dan kuesioner.
b. Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang dikumpulkan dari tangan kedua atau dari sumber-sumber lain yang telah tersedia sebelum penelitian dilakukan.53 Bahan-bahan sumber sekunder dapat berupa artikel-artikel yang ditemukan dalam jurnal-jurnal ilmiah yang mengevaluasi atau mengkritisi sesuatu penelitian original yang lain. Buletin statistik, laporan-laporan, arsip-arsip organisasi, publikasi pemerintah, dan catatan-catatan perpustakaan. Data-data sekunder dalam penelitian ini, didapatkan dari profil kelurahan Mandalika, dan laporan-
52 Ulber Silalahi, Metode penelitian Sosial, Cet kedua, (Bandung: PT. Refika Aditama, 2010), hlm. 289.
53 Ibid., hlm. 291.
34
laporan serta data yang didapatkan dari Dinas Perdagangan Kota Mataram.
2. Jenis Data
Jenis data dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:
a. Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah jenis data yang dapat diukur atau dihitung secara langsung, yang berupa informasi atau penjelasan yang dinyatakan dengan bilangan atau bentuk angka.54 Data kuantitatif dalam penelitian ini didapat dari hasil kuesioner yang disebar di masyarakat Kelurahan Mandalika. Adapun yang dihitung adalah bobot nilai yang sesuai dengan jawaban yang dipilih responden yang berbentuk angka.
b. Data Kualitatif
Data Kualitatif adalah data yang tidak dapat diukur dalam skala angka. Namun karena dalam statistik semua data harus dalam bentuk angka, maka data kualitatif umumnya diubah menjadi angka-angka agar dapat diproses lebih lanjut. Caranya adalah dengan mengklasifikasikan dalam bentuk kategori.55 Data kualitatif dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilakukan peneliti di Kelurahan Mandalika,
54Sugiyono, Statistik Untuk Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2010), hlm. 15.
55 Mudrajad Kuncoro, Metode Kuantitatif Teori dan Aplikasi Untuk Bisnis & Ekonomi, (Yogyakarta: Unit Penerbitan dan Percetakan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN, 2011), hlm. 27.
35
Kecamatan Sandubaya dan dapat pula berupa data lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini.
G. Alat Analisis Data
1. Uji Validitas dan Reliabilitas a. Uji Validitas
Validitas atau Keshahihan adalah menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur mampu mengukur apa yang ingin diukur.56 Validitas mengacu pada seberapa jauh suatu ukuran empiris cukup menggambarkan arti sebenarnya dari konsep yang tengah diteliti.57 Hasil Penelitian yang valid bila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti.58
Rumus yang bisa digunakan untuk uji validitas konstruk dengan korelasi product moment, yaitu59:
Rhitung = n( - ( X)( Y)
√[n( X2) - ( X)2][n( XY2) –( Y 2]
Di mana:
n = Jumlah responden
x = Skor variabel (jawaban responden)
Y = Skor total dari variabel (jawaban responden
56Sofiyan Siregar, Metode..., hlm. 46.
57Morrisson, Metode Penelitian Survei, (Jakarta:Prenadamedia Group, 2014), hlm. 103.
58 Sugiyono, Statistika..., hlm. 348.
59Sofiyan Siregar, Metode..., hlm. 46.
59Morrisson, Metode..., hlm. 48.
36
Ada kriteria yang dapat digunakan untuk mengetahui kuesioner yang digunakan sudah tepat untuk mengukur apa yang ingin diukur, yaitu:
1) Jika koefisien korelasi product moment melebihi 0,3.
2) Jika koefisien product moment > r-tabel (α ; n-2) n = jumlah sampel.
3) Nilai sig. < α.
Untuk membantu menghitung hasil dari validitas instrumen, peneliti menggunakan aplikasi SPSS 16.
b. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten, apabila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat pengukur yang sama pula. Uji Reliabilitas menggunakan teknik Alpha Cronbach. Adapun tahapan perhitungan uji reliabilitas menggunakan teknik Alpha Cronbach, yaitu60:
1) Menentukan nilai varians setiap butir pertanyaan.
σi2 = ƩXi2 – (ƩXi)2 n n
2) Menentukan nilai varians total.
σt2= ƩX2–(ƩX)2
n n
60Ibid., hlm. 57-58.
37
3) Menentukan reliabilitas instrumen.
r11 = k
k – 1 1 –Ʃσb2 σt2
Di mana:
n = Jumlah sampel
Xi = Jawaban responden untuk setiap butir pertanyaan ƩX = Total jawaban responden untuk setiap butir pertanyaan
σ2t = Varians total
Ʃσ2b = Jumlah varians butir k = Jumlah butir pertanyaan
r11 = Koefisien reliabilitas instrumen
Kriteria suatu instrumen penelitian dikatakan reliable dengan menggunakan teknik ini, bila koefisien reliabilitas (r11)
> 0,6 dan dikatakan tidak reliabel jika koefisien reliabilitas (r11) < 0,6.61 Untuk membantu dalam menghitung reliabilitas instrumen peneliti menggunakan aplikasi SPSS 16.
2. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
Uji normalitas data bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel independen dan dependen mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah
61 Wiratna Sujarweni, SPSS untuk Penelitian, (Yogyakarta:Pustaka Baru Press, 2014), hlm. 193.
38
distribusi data normal atau mendekati normal. Alat analisis yang digunakan adalah melihat tampilan plot atau data dapat juga menggunakan uji kolmogorov smirnov62
Jika menggunakan uji kolmogorov smirnov data dikatakan berdistribusi nomal jika Sign Kolmogorov Smirnov > 0,05, dan data dikatakan tidak berdistribusi normal jika Sign Kolmogorov Smirnov < 0,05. Dalam uji normalitas ini, peneliti menggunakan aplikasi SPSS 16.
b. Uji Linearitas
Uji Linearitas dilakukan bertujuan untuk mengetahui apakah antara variabel tak bebas (Y) dan variabel bebas (X) mempunyai hubungan linier.63 Maksudnya apakah garis regresi antara X dan Y membentuk garis linear atau tidak. Kalau tidak linear maka analisis regresi tidak dapat dilanjutkan.
Rumus-rumus yang digunakan dalam uji linearitas64: JK(T) = Ʃ Y2
JK(A) = (Ʃ Y)2
n
JK(b|a) = b Ʃ XY –(Ʃ X) (Ʃ Y) n
= [ n Ʃ XY – (Ʃ X)(Ʃ Y) ]2
n [ n Ʃ X2 –(Ʃ X)2 ]
62 Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS, Cet. Ke-4, (Semarang: BP UNDIP, 2009), hlm. 147.
63 Sofiyan Siregar, Statistik Parametrik Untuk Penelitian Kuantitatif, Cet. Ke-5, (Jakarta:
Bumi Aksara, 2017), hlm. 178.
64 Sugiyono, Statistika..., hlm. 265.
39 JK(S) = JK(T) – JK(a) – JK(b|a) JK(TC) = Ʃ Ʃ Y2 – (Ʃ Y)2
xi ni JK = JK(S) – JK(TC) Di mana:
JK(T) = Jumlah Kuadrat Total JK(a) = Jumlah Kuadrat koefisien a JK(b|a) = Jumlah Kuadrat regresi (b|a) JK(S) = Jumlah Kuadrat Sisa
JK(TC) = Jumlah Kuadrat Tuna Cocok JK(G) = Jumlah Kuadrat Galat
Dua variabel dikatakan mempunyai hubungan yang linear bila signifikansinya (Linearity) > 0,05.
Adapun untuk pengambilan keputusan, juga dapat dilakukan dengan nilai F.
1) Jika nilai Fhitung < Ftabel, maka terdapat hubungan yang linear antara variabel bebas dengan variabel terikat.
2) Jika nilai Fhitung > Ftabel, maka tidak terdapat hubungan linear antara variabel bebas dengan variabel terikat.
Untuk menentukan linear tidaknya suatu variabel, untuk melakukan perhitungan peneliti menggunakan aplikasi SPSS 19.